Anda di halaman 1dari 25

NAMA KELOMPOK:

MUHAMMAD TRI SUSILO FADIL AGSA INDRA GUNAWAN

SRI ASTUTIK
SARTINI HENDRA YANI AHMAD FAUJI

HENDRA YANI AHMAD FAUJI INDRA GUNAWAN

Tubuh manusia selalu akan memproduksi panas selama masih hidup,proses didalam tubuh yang menghasilkan panas disebut panas metabolisme,karena tubuh hanya menimbun panas sedikit sekali maka panas metabolisme yang terbanyak harus dibuang dan dipancarkan kesekitarnya,darah memainkan peranan yang penting dalam hal ini darah membawa panas dari tubuh kekulit dimana panas dapat dihamburkan kesekelilingnya

Heat cramps,dialami pada lingkungan yang suhunya tinggi dan dengan bertambahnya keringat menyebabnya hilangnya garam natrium dan tidak terganti saat meminum banyak air,terasa sebagai kejang-kejang otot tubuh dan perut yang sakit,disamping itu dapat terjadi pingsan ,lemah,enak dan muntah-muntah Heat exhaustion,terjadi karena cuaca yang panas terutama bagi yang belum beraklimatisasi terhadap udara panas,penderita berkeringat banyak sedangkan suhuBadan normal, tekanan darah turun dan nadi cepat, terasa lemah,pingsan,verogo, tremor, dll. heat stroke, adalah pengaruh panas kepada pusat pengatur panas diotak. milaria, adalah kelainan kulit sabagai akibat keluarnya keringat yang berlebihan

N Bagian/Lokasi T.K Jam tk tb (C) tg ISBB B.Kerj NAB Penilaian o. Exp (C) (C) (C) a (C) >/< NAB R/S/B
1 PEMOTONGAN & PEMBUBUTAN 1 8.20 28,5 29,6 25,6 S 28 < 28

Pengamatan

TIDAK ADA VENTILASI

PEMBUBUTAN

8.45

28,2

29,3

26,0

28

<28

PEMOTONGAN

9.05

29,3

28,9

26,2

28

>28

BANYAK ALAT YANG MENUMPUK DAN BERSERAKAN DAN TIDAK ADA VENTILASI PEKERJA TERLALU DEKAT DENGAN LAMPU
BERATAP,TIDAK BERDINDING PANAS MATAHARI

PERAKITAN BAK

9.30

36,1

41,1

32,1

28

>28

Pada prinsipnya pengendalian tekanan panas dilakukan sebagai berikut : Pengendalian terhadap lingkungan

Ventilasi umum, penempatan ventilasi biasanya disesuaikan dengan arah angin,olehnya itu pendirian suatu industri perlu diperhitungkan dengan arah angin bila dikehendaki ruangan kerja yang nyaman, biasanya ukuran ventilasi disesusikan 1/61/9 kali luas rantai. Pengadaan langit-langit dari bahan alumunium, untuk mereduksi panas radiasi dari atap. Penghijauan, apabila iklim lingkungan setempat sudah panas Pengadaan air conditioning, distel pada 25-26 C dan perbedaan suhu didalam dan diluar ruangan lebih 5 C perlu kamar adaptasi Dan lain sebagainya.

Pengendalian terhadap pekerja


Pakaian tahan panas (asbes) bagi tenaga kerja pada tempat yang bersuhu tinggi (pengecoran) Aklimatsasi, penyesuaian tenaga kerja dengan ruangan kerja panas untuk beberapa waktu Penyediaan air minum yang cukup dan tablet garam dapur Pemberian pakaian kerja yang dapat menyerap keringat (kain katun) Pemeriksaan kesehatan terutama yang terdapat indikasi jantung dan ginjal Dan sebagainya.

FADIL AQSA SARTINI

Didalam kepustakaan ilmiah pengertian dari suatu kebisingan (noise) adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki, apa yang terasa enak didengar oleh beberapa orang mungkin sangat mendari mengganggu sekali untuk orang lain hal ini tergantung beberapa akibat psikologis, dengan kata lain bunyi menjadi bising jikalau keadaan/suasana terganggu

Bising impulsive (impulsive noise). Bising ini dihasilkan oleh seperti pukulan palu, pemancangan tiang beton dalam tanah, peledakan yang mana kebanyakan tersusun dari letusanletusan suara yang keras, dimana tiap letusan mulai menghilang , sebelum yang berikutnya dihasilkan sehingga menimbulkan suatu hasil keseluruhan sebagai suatu peningkatan yang cepat kearah intensitas yang maksimal yang kemudian disusul oleh suatu penurunan yang melambat, karena perubahan-perubahan Bising tetap (steadi noise) bising dihasilkan oleh mesin kompressor udara, mesin diesel, mesin gergaji dsb

GAngguan fisiologis, berupa peningkatan tekanan darah ( 10 mm Hg). Peningkatan nadi basal, kontraksi pembuluh darah kecil terutama pada tangan, kaki, dapat menyebabbkan pucat dan gangguan sensoris. GAngguan psikologis, akan merupakakn stress tambahan daro pekerjaan yang sering dilakukan, gangguan psikologis berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, emosi, pemaparan waktu lam dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, dan lain-lain.

Gangguan komunikasi, risiko potensial terhadapa pendengaran terjadi apabila komunias pemicaraan harus djalankan dengan berteriak, ganguan komunikasi menyebabkan terganggunya pekerjaan bahkan mungkin terkadi kesalahan terutama pada penggunaan tenaga baru, mengakibatkan bahaya terhadap keselamtan dan kesehatan pekerja karena mendengarkan teriakan atau isyarat tanda bahaya. Gangguan keseimbangan, bising yang tinggi memberikan kesan berjalan melayang, kepala pusing (vertigo), mual, dan lain-lain. Ketuliaan, dapat dibagi:

a.) Tuli sementara ( temporary threshold shoft = TTS), dimana pekerja mengalami penurunan daya dengar yang bersifat sementara Tuli menetap (permanent threshold shift =PTS), penurunan pendengaran terjadi pelan-pelan dan berthap yaitu: tahap I setelah 10 20 hari terpapar bising pekerja mengeluh telinga berbunyi setiap akhir waktu kerja, tahap II keluhan telingan berbunyi secaa intermintten beberapa bulan sampai bertahun-tahun, tahap ke III pekerja merasa terjadi gangguan pendengaran, tidak dapat mendengar detik jam. Trauma akustik, terjadi karena terpapar suara impulsif dengan intensitas tinggi seperti ledakan, dll. Bagian telinga yang rusak adalah memban timfani, tulang pendengaran dan cochlea.

NO

Lokasi/Bagian

T.K Exp

Jam

Ints.Bising NAB dBA Dba

Penilaia n >/< NAB


>85

Pengamatan

MESIN BUBUT

8. 20

89,3

85

2 3 4

MESIN BUBUT MESIN BOR PENGELASAN

1 1 1

8.30 8.45 9.00

87,1 99,9 83,0

85 85 85

>85 >85 >85

PEMBUATAN BAK

9.20

105,0

85

>85

TIDAK MENGGUNAKAN EAR PLUG ALAT-ALAT EBRANTAKAN TIDAK MENGGUNAKAN MASKER & EAR PLUG BISING AKIBAT MUSIK TIDAK MENGGUNAKAN EAR PLUG TIDAK MEMAKAI KACAMATA LAS TIDAK MENGGUNAKAN EAR PLUG TIDAK MEMAKAI MASKER & TIDAK MEMAKAI EAR PLUG DAN PANAS MATAHARI

Menurunkan tingkat kebisingan pada sumber, seperti dengan cara subsutusi, modifikasi, pelumasan mesin, dll. Isolasi sumber bising, menempatkan sumber bising sedemikian rupa sehingga terpisah dengan ruang diman tenaga kerja berada dengan menggunakan pemisah yang terbuat dari bahan/kontruksi yang dapat mengurangi perjalanaN suara, bak berupa tabir atau ruang tertutup. Penggurangan waktu kerja. Makin tinggi intensitas kebisingan diperlikan waktu kerja yang pendek ( telah diatur dalam kepmen 51/men/199 Pemasangan tanda bahaya bising ditempat kerja. Penggunaan alat pelindung diri, dikenal Ear plug yang dapat mereduksi bising 25 30 dB, dan ear muff yang dapat mereduksi bising 30-40 dB, dimana alat tersebut telah diuji ektifitasanya, disesuaikan masing-masing individu tenaga kerja, harus slalu diperiksa Pemeliharaan kesehatan pendengaran meliputi pemeriksaan daya dengar, anamneses, dsb.

MUHAMMAD TRI SUSILO SRI ASTUTIK

Penerangan ditempat kerja dimaksudkan keserasian fungsi mata pada pekerja dan kegairahan kerja atas faktor kejiwaan, atau dengan kata lain penerangan pada suatu tempat kerja sangat berarti bagi semangat kerja untuk meningkatkan produktivitas. Penerangan di tempat kerja harus cukup, penerangan yang intensitasnya rendah ( poor lighting ) akan menimbulkan kelelahan demikian pula penerangan yang intensitasnya kuat akan dapat menimbulkan kesilauan dan keduanya akan menimbulkan kecelakaan

Pada dasarnya penerangan dihubungkan dengan fungsi mata ( ketajaman penglihatan ) dapat dibedakan atas :
Intensitas penerangan atau ilumisasi, adalah banyaknya cahaya atau sinar yang jatuh mengenai suatu permukaan Luminensasi ( Luminance ), adalah suatu ukuran tingkat terangnya suatu permukaan, jadi sesuai dengan cahaya yang dipantulkan atau disinarkan oleh permukaan Kontras adalah derajat perbedaan antara luminance 2 atau permukaan Medan penglihata adalah daerah yang terlihat oleh mata jika kepala dalam keadaan tidak bergerak, sedangkan Akomondasi adalah kemampuan mata untuk memfokuskan obyek yang berada pada jarak yang paling dekat sampai tak terhingga.

Sumber penerangan yang digunakan ditempat kerja dapat dibedakan yakni, penerangan alami yang bersumber dari cahaya matahari dan penerangan buatan yang bersumber dari lampu, penerangan alamai yang ditempat kerja sebaiknya diterapkan sedangkan penerangan buatan hanya sebagai pelengkap jika sumber alami tidak mencukupi kebutuhan.

NO

Lokasi/ Bagian

T.K Ekp

Jam

Intensitas ( LUX)

Standar Lux)

Penilaian Cukup/Kurang

Pengamatan

Lokal 1 PENGEBORAN 1 8.20 108

Umum 200 KURANG TIDAK ADA VENTILASI

PEMBUBUTAN

8.30

230

200

CUKUP

PENGELASAN

8.45

360

200

CUKUP

Pengendalian penerangan dapat dilakukan dengan cara : Peningkatan kebersihan instalasi penerangan tempat kerja ( termasuk lamp penerbangann diluar ) Pemanfaatan cahaya alami semaksimal mungkin
Pengadaan atap tembus cahaya yang merata pada ruangan ( bila ruangan tidak menggunakan langit-langit ) Jendela-jendela,lubang-lubang atau dinding gelas mempunyai luas seluruhnya harus 1/6 dari pada luas lantai tempat kerja. Jendela-jendela ditempatkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan cahaya siang mencapai dinding tempat kerja yang terletak diseberang.

Jarak antara gedung-gedung atau bangunan lainnya serta pohon-pohonan ditata sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu masuk nya cahaya siang ditempat kerja. Pemanfaatan penerangan lokal pada jenis penerangan tertentu . Pemeriksaan kesehatan mata Pelatihan