P. 1
RN.29

RN.29

|Views: 458|Likes:
Dipublikasikan oleh Radarnusantara Peduli
RN. 29 (MINGGU KE IV JANUARI 2012)
RN. 29 (MINGGU KE IV JANUARI 2012)

More info:

Published by: Radarnusantara Peduli on Apr 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2014

pdf

text

original

Minggu ke IV Januari 2012

E-mail: radarnusantara@gmail.com

radarnusantara

www.radarnusantara.com

Harga: Rp. 9949,-

REDAKSIKU
Editorial
Metamorfose di Negeri Antah Berantah
Apa yang terjadi di negeri ini adalah tanggung jawab kita bersama dan bukan sekedar tanggung jawab peminpin karena rakyat adalah bagian dari Negara yang tidak dapat dipisahkan. Indonesia sebagai Negara besar dan Sindak. SH makmur patut kita syukuri namun sangat disayangkan kekayaan alam yang kita miliki tidak sesuai dengan harapan masyarakat.Jutaan rakyat kita masih hidup dibawah garis kemiskinan yang seharusnya bila kekayaan yang kita miliki dikelolah dengan baik dapat dipastikan bahwa orang miskin hanya dapat dihitung dengan angka yang tidak melebihi jari tangan dari jumlah penduduk Indonesia. Namun,kenyataan pahit yang kita terimah dimanah masyarakat kita begitu menderita dan hidup memprihatinkan.Semua itu adalah akibat keganasan koruptor yang menggerogoti uang rakyat demi ambisi untuk meraih keinginan yang didapat dari hasil yang tidak wajar.Dewan Perwakilan Rakyat baru baru ini dikritisi habis oleh masyarakat karena perilaku yang tidak berpihak kepada rakyat dimana rakyat yang menderita harus mempertontonkan kemewahan yang begitu berlebihan yang tidak pantas dilakukan sebagai wakil rakyat. Pejabat juga tidak jauh beda yang sama-sama gilanya mengerogoti uang rakyat dimana bangsa ini sungguh sangat memprihatinkan akibat perilaku korupsi dan hambir semua lini kehidupan perilaku korupsi terus dipertontonkan kepada rakyat. Kemunafikan, serakah dan rakus bukan lagi ukuran demi hasrat, yang tidak jauh beda hidup dinegeri yang tidak punya moral dan etika. Hanya kita tetap optimis dan berharap sampai kapan negeri ini terus terbelengu oleh korupsi dan sampai kapan kita menunggu ketidak pastian hukum dinegeri ini yang konon dicap sebagai Negara Negara hokum akan tetapi hokum begitu gampangnya diperjual belikan dan sampai kapan proses berkeadilan itu akan kita temukan. Kita hanya dapat berharap agar pemberantasan korupsi lebih tegas dimana para pelaku dihukum sebarat-beratnya dan sudah waktunya ancaman hukuman yang diberikan adalah hukuman mati karena perilaku korupsi sudah diluar kewajaran. Kritik dan saran Email sindaksilalahi@yahoo.com SMS: 0818418944

Minggu ke IV Januari 2012

2

PEMBERITAHUAN
Setiap Pengiriman Berita Lewat Email dikirim Ke Alamat: radarnusantara@gmail.com

KONFIRMASI BERITA Via SMS/ Telepon Ke :
Andi :

0852 8847 9979 0853 195 44744

TARIF IKLAN
IKLAN HALAMAN FULLCOLOR (FC) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm Iklan ½ halaman Fullcolor (FC) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm Iklan ¼ halaman Fulcolor (FC) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm IKLAN BW Iklan 1 halaman Blac White (BWE) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm Iklan1/2 halaman Black White (BW) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm Iklan ¼ halaman Black White (BW) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm IKLAN BARIS Rp 300 Per Karakter, Minimal 150 Karakter (Rp 45.000) Maksimal 300 Karakter (Rp 90.000)

Diterbitkan Oleh: PT. Nadyatama Globalindo Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi: Sindak.P Silalahi,SH Wakil Pemimpin Umum:Marto,SH Wakil Pemimpin Redaksi:Eri Safrizal,SE Redaktur Pelaksana:Alleh Simbolon,Alberd.SE Redaktur:Jaya Tp.Bolon,S.Sos,Andi.F Bendahara:Imelda,Partini Sekretaris Redaksi: Rohmah,Ayu,Rully Dewan Penasehat: Drs.Karto M,SH.MM.MH(Ketua)H.Warmin.SH(Sekretaris) Afandi.SH,Manjadi S.SH,Ferdinand.SH,Iyus Faundra.SH.MH,Sahala Tobing.SH.MH,Ferdiansyah.SH.MH,Herawan.SH, Mangapul.SH,M.Silalahi.SH.MM,Sudirman.SH,Henri Hutapea.SH,Haposan Marbun.SH,Hotman Hutagaol.SH, Antoni S.SH,Yunus.SH,Jonny Manulang.SH,Fadlin Saleh.SH, Anggiat Sinurat.SH,MH,Ari.SH Dewan Redaksi: Sindak.P.Silalahi,SH(Ketua) Jaya.TP.Bolon.Sos,HM.Zakie.SH,Mindo T S.Sos,SE,Drs.Maringan N,Halomoan Tambunan,SH,Marulak,S.SH Litbank: R.Victor Simatupang,Sutrisno Arumasi Marketing: Anto,Adi,Feri R,Ari.SH,Budiman.SE,Adnan,Sugimin,Eko, Irfan,Heru,Jumiati,Mesriani,Dewi,Sartika Staff Redaksi: Amirudin,Budiman,Heri,Diana,Hermanto,Ellisa, Edy,Hairul,Jul Ardiansyah,Fauzi,Reni,Ardiansyah, Sumartini,Syarif Abdulah,Candra Septiadi,Zulkifli,Agus Darmawan,Antoni Sinaga.SH,Ir.Effendi, Fahrudin,Herman Pribadi,Jamal,Junaidi,Titin Rukmini,Alexsander, Jenggo, SH,Bambang, Mulyono,Deni Saputra,Rudi.S,Yudika, Mesryani,Mulyadi,Sugeng M,Wastini,Gatot Nugroho, Jejen,Ketut S,Sukirno.M,Robert W Harahap,Yuspen Manalu.SE,Krismanto,Mira Lesmana,Budi Wijaya,Rendy, Herdiansyah,Iwan Hermawan.SE,R.Wijaya.S,Budi Santoso.SE,Robert M,Rohmayanti,Andini,Maringan, Yendy Sumadi,Mahendra Rahmadi,Listar,Gestiady, Risman Manihuruk,Jamal Tp.Bolon.SE,Sugimin, Anto,Julham,Adnan,Andi.F,Wahyu,Slamat,Lamrugum Pakpahan,Marwan Harahap,Amrapel.M,Nur Fadillah,Amrapel Manalu, Azis,Hadi Prayetno,AR,Edy.YP,Tahyudin,Darius M. Design/Layout: Sugi,Ifank Nomor Rekening: Bank BRI No.Reg : 01390100209953 Bank BCA No.Reg: 0662467071 An:Sindak.P Silalahi, SH
Redaksi: Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021) 91863377 -70693643 /Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 website:http://www.radarnusantara.com facebook:radarnusantara@gmail.com E-mail: radarnusantara@gmail.com/ radarnusantara@ymail.com, sindaksilalahi@yahoo.com

HUBUNGI: 085288479979 -

085319544744, (021) 9310 1304

BIRO-BIRO DAERAH: Sulawesi:Irwansyah,Jaelani.SH.Maluku:Budiman.Irian Jaya: Wilman, Jawa Tengah : Sugiarto, Sulaeman, Magelang: Kardi.SH, Dasila. Banyuwangi: Budiman, Robi.SE. Jawa Timur: Moch. mochsin, Syamsul Arifin, Blitar: Hasbi.SE. Bojonegoro: Burhan, Bertus. Bondowoso: Sugeng.Gersik: Maulana, Ibrahim. Jombang: Kusnadi, Hadiro. Kediri: Sugeng, Ramlan,SH. Makassar: Yudi, Arifin. Sorong: Antonius, Yudika. Fakfak: Saor.SH, Didi. Sorong: Leo, Fernando. Mandailing Natal; Julius. SH, Maria,Nias;Rudolp.Sapalakai Langkat: Sorta, Jonny Pardede.SE. Karo: Kondy, Elly. Dairi: Imam.SH, Budiman, Asahan: Patar, Marta. Nias: Samsul,Kab.Batu Bara;Muhammad.SE Bengkulu: Radit. Siantar/Simalungun: (Ka.Biro;Syampe Siadari) Roy Marwan Sinaga, Ramlan Manik, Tambun.S.Silalahi, Batu Bara: H.Mochammad Su’ud. SE, Jamaluddin,SE, Medan:.. ,Gorontalo: Nikmal, Wawan. Deli Serdang:…..Batam: Edis Manurung,Marihot Simamora Serdang Bedagai: (Ka.Biro: Hendra Sandi), (Kota Tebing Tinggi,Ka.Biro; Purnama Safri)Syahlan Siregar, Muhammad Irfansyah,Muliadi,Jamaluddin.SE, Majalengka: (Kabiro; Drs. S. Simatupang), Roy S, Yogi Siregar, Asep Trisno, Charles Erwin. Karawang:(Ka.Biro RA Limbong SH) Pardi, SL.Ardiansyah,Jhon Roni Manalu, Sukabumi: Kadir.J. Lubuk Pakam:Lince smjk, Nangro Aceh Darusalam:Basri,Hasballah,Aceh Tenggara: Edison Nabaan Riau: Robinson Sirait, Waldimar.P. Lampung:Budiman, Merry. Tulang Bawang:Nirwan, Bali:Henri, Agung. Kepulauan Karimun:Rudolf,S,Udo Bandung: Manatap. P, Jonas Cirebon:Nanang.SH. Ciamis: waluyo, Marto, Garut: Harold S Simatupang, Erpansyah Cianjur: Hasan, Banjar: Yansen Napitupulu, Widiawaty. Bangka Belitung: Rudi, Richat Manurung, Banten; Ferry Anis Fuad, SE, Sakim Supriadi, Budi Harto,Serang;Dede Sulesa, Ade.MST,Nurdin, Maman Supriana,Lebak: Ojat Sudrajat,Adam,Cilegon;Roni,Oji,Merak;Birong Simatupang,Tangerang: Yudhi,Sumija, Pandeglang: Nana Sutisna,Encep, ,Bogor;Aa Yudistira. Tulang Bawang; Harti, Sahat. SH. Tanggamus: Rico, Sarden. Metro: Darwin.SH. Pekan Baru;……… Palembang: Udin. Padang: Hambali.SH, Padang Sidimpuan: Roni. Musi Banyuasin: Darul Kutni, Kaltim: Roy. Rokan Hilir: Drs. Edison Sianipar.SH,Simon.Situmorang,Rokan Hulu;Afftan AG.SE, Sumedang: Aidin Sinaga, Sardion Lubis,Kota Tasikmalaya: Dedy RM, U Yoehana,Bima SK,Nana Sutisna , Tanjung Pinang: (Ka.Biro; Yuando Simanjuntak), Antony Hutapea,Rhomais, Tanjung Balai: Sutrisno, Sahatma.SH. Papua,Safaruddin, Nabire: Suparman Herianto,Batu Bara: Dahlan Hutauruk Meulaboh; ilham,Aceh Utara:Jamalludin.MS Calang; Sardi,SH.Mahdi. Bireuen; Drs. Iksan Blang Kejeren; Sumadi,Parman,Pulau Natun;Drs.Jimmy.F Sitorus, Hasiholan Situmorang,Marulam.Sitorus, Sigli; Warsito, Marudut, Sinabung; Hendi,Sumarto, Kisaran; Herman, Sidikalang; Pardomuan Sihite, Dolok Sanggul; Parningotan S. Rantau Prapat Bejo, Kornelius, Stabat; Sudung SH,GunungSitoli; Sahat,SH, Lambertus, Salak; Drs.Sardi,Kidong, Pangururan; Harapan,SH,Raya; Lintong, SE, Sipirok: Maruli Harahap,Tobasa:Maruli Situmeang,SE Sibolga; Sudung.SE. Bengkulu Selatan; Rosdiana, Waldi. Karang Tinggi; Sudung,SE, Parlin. Kepahiang; Sabungan.SH, Simon, Muara Aman; Gonggom, Sudung. Muko-Muko; Maruli,SH, Sonang, Nirta, Curup: Irwansyah, Sulaeman, Tais; Mahdi, Sendi, Martin.SH, Muara Bulian; Sudung, Teddy.SE,s Bangko; Frengki, Daut.SH, Sengeti: Marojahan.SE, Aldi, Teddy, Sarolangon; Parningotan. Purba.SH, Sudung, Kuala Tungkal; Drs.Andi, Parita, Wandi, Dorta.S.Sos, Muara Tebo; Samaji, Mulyanto, Harmoko, Muarabungo; Sumadi.SH, Aldi. Marto, Bengkalis; Sugeng. SE, Doni, Jonny.SH. Tembilahan ; Marsien Indrayani (Iin) ,Indo AS,Adi Ilham Rengat; Doni Purba.SE. Bangkinang; Warto. Taluk Kuantan; Solastri, Pardi. Pangkalan Kerinci; Mindo. SE. UjungTanjung; Sugeng,Kosar. Selat Panjang; Sadon.SE, Yongki, Marojahan Situmorang. Lubuk Basung; Mandes, Sofy, Drs. Iwan, Pulau Punjung; Kiki, Logam, Burju, Romeo.SH, Parit Malintang; Gugun, Hendy, Horas.SH. Lubuk Sikaping; Marisi, Muaro Sijunjung; desi, Desmon, Arosuko; Farto, Sugeng.SE, Batu Sangkar; Gilang,Padang Panjang;Teddy,Elyas, Payakumbuh; Anto, Solok; junaedy, Pangkalan Balai; Desmon,Dasmi, Sumatera Selatan: (Koordinator;Khair lani). Lahat empat lawang Ka.Biro:Amril) Putra Gunting,Amir Syarifudin, Muara Enim;Evri Aprilianti,Ermiyati,M.Saakdi,Sekayu;Witok Wijaya Batu Raja; Rangga,Prabumulih/ Pali:Herman,Harmoko,Muara Dua;Kukun, Sukadana; Lince Aritonang. Menggala; Tulus Siagian.SH,Martin Hermansyah, Tulang Bawang ; Rizal Mantofani,Koba; Doni. Manggar; Sugeng, Martin.SH. Daik Lingga; Parman Heriansyah, Iwan.S. Ranai; lilies, tihasna. Tiga Raksa; Iwan,Pagar Alam.Rony Body,Iwan,Ciruas; Halomoan. Situmeang. SH. Doran, Soreang; Marince, Cibinong; Hasiholan.SH, Murni, Indramayu;Nanang.SH, Singaparna; Waslan. Banjar Negara; Haris.SH, Sugeng, Blora; Sumadi. Purwodadi; Masto. Boyolali; Susilo, mardi. Jepara; Kondi, Sugeng. Kebumen; Jumadi. Klaten; Warto, Ngadiman. Kudus; Baldis,Fardi, Pemalang; Retno. Purbalingga; Laster, Boy. Sragen; Rasti, Sukaharjo; Wawan. Wono Giri; Martin. Wono Sobo; Sugeng. Salatiga; Masdin.Semarang:Iwan Hadikusumo,Kanigoro; Majin,Teris. Magetan; Wangkil, Wartoyo. Pacitan; Sulis, Mukdi. Ponorogo; Darwin.SE,Malang;Faris Natagara, Kraksaan; Gendis, Aldi. Trenggalek; Laswan, Mukdi. Wates; Sumarto, Warto. Bangli; Poldes, Pajiran. Singaraja; Ketut. Gianyar;Desi Purnamasari, Dompu;Harmoko Surya Syaputra, Tanjung Sumbawa Besar; Mangasih.SE, Ratna. Ruteng; Kalis, Bandi. Labuan Bajo; Maringan, Bajawa; Wiwik. Soe; Santo, Sulis. Kupang; Hamonangan Sitorus. Suwawa; Jajah, Dudung. Bantaeng; Iwan. Bulu Kumba; Sardi.SH, Sihol.S. Palopo; Baldis, Bangkis, Retno. Malili; Kartolo, Marlon. Pangkajene; Freddy, Sugeng. Takalar; Lili. Makale; Boy. Rante Poa; Sudirman. Bau-Bau; Andi, Horas.SE. Andolo; Nengsih.S, Martin. Kolaka; Dedy. Raha Ampana; Sulis, Martin. Toli-Toli; Dewi, Wagiman. Sigi Biromaru; Marisi.SE, Piter Saragih.SH. Kotamobagu; Burju.SE, Karlos. Boroko; Sadewa, Santi. Ratahan; Leli, Komar. Ondong Siau; Rendi, Tagor. Mamasa; Wesly. Mangun Mamuju; Sopar Sitinjak. SE, Deni,Zainal karim, Palembang : Ansori. SE, Tebo: Edi Siboro, Arihta Depari.S, Johan Zai. Jogyakarta: Suparno. Depok; Warsito. Bogor: Yudis Madura;(Koordinator Ulung.Sunaryo.SH) Marsuf,Sumbri,Yevie Dridaryanto,Talingin Cilacap:(Koordinator Jawa Tengah Rudianto) Pontianak Kalimantan Barat; Gusti Rizqo Alfirdaus.Idris Mustafa,Ahmat Yani Junaedi,Kapuas Hulu Kalimantan Barat;Adrianus Susanto,Masius Saulus,Hairun Ahmad,Bukit Tinggi;(Koordinator BJ. Rahmat)Marwan Effendy. Seluruh Wartawan Radar Nusantara Setiap Melaksanakan Tugas, Liputan Dilengkapi Dengan Identitas, terdaftar di Box dan tidak diperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber.

RADAR UTAMA
Citra Buruk DPR

Minggu ke IV Januari 2012

3

Anggota Dewan Hidup Mewah Rakyat Tetap Sengsara
Jakarta, Radar Nusantara Dewan Perwakilan Rakyat kembali membuat heboh publik dengan perbuatan yang tidak merakyat. Para wakil rakyat itu diketahui memiliki sejumlah proyek yang nilainya miliaran rupiah. Sungguh ironis bahwa jika melihat masih banyak rakyat Indonesia yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Masih banyak rakyat miskin, bayi kurang gizi, rakyat tak mampu bayar biaya kesehatan, bahkan untuk beras pun saja susah.
Gaya hidup mewah yang ditunjukkan pejabat tinggi turut memicu dan melestarikan praktik korupsi di negeri ini, kata pakar komunikasi Universitas Diponegoro Turnomo Rahardjo. Dia mengemukakan jika seseorang tiba-tiba hidupnya berubah drastis karena jadi pejabat, patut dicurigai adanya korupsi. Ia mencontohkan, gaya hidup mewah yang ditunjukkan bisa dilihat dari barang-barang yang dipakainya, seperti mobil, rumah, dan sebagainya yang kemungkinan justru melebihi gaji yang didapatnya. Ditengah penderitaan Rakyat yang tak habis-habisnya, sejumlah Mega proyek fantastis digelar dalam badan anggaran DPR. Sejumlah Mega proyek yang menghamburkan uang rakyat, diantaranya: 1. Perawatan Gedung DPR Wakil Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Tamsil Linrung, menjelaskan, gedung parlemen dan rumah dinas anggota DPR memiliki anggaran perawatan sebesar Rp500 miliar. Angka itu yang kemudian didetailkan Sekretariat Jenderal DPR. Menurutnya, Sekretariat Jenderal sendiri mengajukan anggaran Rp800 miliar, namun Badan Anggaran hanya menyetujui Rp500 miliar. Pagu anggaran Rp500 miliar itu, kata Tamsil, ditetapkan oleh Badan Anggaran DPR. Badan Anggaran tidak menetapkan detail-detail seperti Rp20 miliar untuk renovasi ruang Badan Anggaran. 2. Renovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR DPR juga menganggarkan Rp20 miliar untuk merenovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR. Sekjen DPR Nining Idra Saleh mengungkapkan, salah satu ruang di DPR direnovasi dan disulap menjadi ruang rapat Banggar yang baru, karena adanya keluhan dari sejumlah anggota Banggar terhadap ruang rapat lama mereka. Namun yang menjadi pro-kontra adalah ruang rapat itu dilengkapi dengan mebelnya yang diimpor langsung dari Jerman. Selain itu pula ruang rapat dilengkapi dengan barang mewah lainnya. 3. Renovasi toilet DPR DPR juga memiliki rencana merenovasi seluruh toiletnya. Anggaran yang disediakan Rp2 miliar. Anggaran Rp2 miliar itu beraroma indikasi mark up karena perhitungan di luar logika yang sehat. Lembaga FITRA menilai, bila ada 220 tolilet yang akan direnovasi, maka renovasi satu toilet membutuhkan anggaran Rp9 juta. Padahal menurut FITRA, toilet anggota dewan itu masih bagus, dan masih layak untuk dipakai. 4. Jasa kebersihan DPR Untuk 2012, DPR menganggarkan Rp15 miliar untuk jasa kebersihan. 5. Pembuatan kalender DPR DPR telah melaksanakan proyek pengadaan kalender 2012. Kalender berisi 13 halaman itu dianggarkan sebesar Rp1,3 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk mencetak 11.200 kalender yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh anggota. Setiap anggota akan mendapatkan 20 buah kalender. Sementara menurut investigasi untuk biaya Kalender DPR tak Lebih dari Rp300 Juta. 6. Pemberian makan rusa DPR Selain proyek di atas, DPR juga memiliki anggaran untuk pemberian makan rusa. Anggaran mencapai Rp598 juta. Yang menjadi kontroversi adalah tidak adanya wujud rusa di gedung DPR. 7. Proyek Obat kuat Anggota Dewan Proyek Rp824 juta untuk nutrisi obat kuat penambah daya tahan tubuh anggota Dewan. Peneliti Korupsi Politik ICW, Apung Widadi di Sekretariatnya, Minggu (15/1/2012), mengatakan,” Munculnya proyek-proyek siluman seperti renovasi ruang Badan Anggaran DPR (Banggar), Toilet dan parkiran motor DPR, akibat Setjen DPR tertutup dan tidak transparan. Mulai dari proses lelang, pemberian prosedur lelang, sampai pemenangan proyek, tidak semua disampaikan kepada publik. “”Tidak ada pengawasan terhadap Setjen DPR ini sebenarnya merupakan kelalaian pimpinan DPR,” ujarnya. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pramono Anung mencurigai ada kongkalikong beberapa pihak terkait penggunaan anggaran Rp20 miliar untuk renovasi ruang rapat Banggar DPR itu. “Kebijakan dan persetujuan itu datang dari BURT, kemudian kesekjenan hanya menjalankan saja kecuali kalau memang ada semacam kerjasama atau kongkalikong di semua pihak sehingga pimpinan di kelembagaan tidak akan tahu,” kata Pram. Ketua Banggar DPR Melchias Markus Mekeng meminta KPK membongkar pemain-pemain proyek ruang rapat Banggar Rp 20 miliar. Ia yakin sekali sang pemain ada di Kesekjenan DPR. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius mendalami laporan dugaan korupsi dalam proyek ruang rapat badan anggaran senilai Rp 20 miliar. Selain melakukan penelaahan barang bukti, tidak lama lagi akan dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait. “KPK sudah menerima laporan dan segera ditindaklanjuti dengan permintaan informasi,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (18/1/2012). Siapa saja pihak yang dipanggil? Johan belum mau mengutarakannya. Yang jelas, pihaknya akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menelusuri lebih jauh soal proyek kontroversial ini. (sin)

PEMBERITAHUAN
Sehubungan dengan penerbitan kartu Pers yang baru untuk tahun 2012 di minta kepada seluruh Wartawan Radar Nusantara tidak terkecuali : Korespondensi, Wartawan, Biro, Koordinator dan Perwakilan di seluruh wilayah Indonesia untuk segera mengirimkan data-datanya secara lengkap dan nomor yang dapat dihubungi paling lambat tanggal 13 Februari 2012. Dikirim ke email radarnusantara@gmail.com. Bagi yang tidak mengirimkan data tersebut diatas dianggap mengundurkan diri. Pembuatan kartu Pers baru tidak dipungut biaya apapun. Wartawan Radar Nusantara tidak diperkenankan menerima dalam bentuk apapun dari narasumber dan terdaftar dalam box Redaksi. Bagi masyarakat, Instansi Pemerintah, BUMN dan Swasta bila menemukan wartawan dan mengatasnamakan Radar Nusantara agar segera melaporkan ke pihak Kepolisian terdekat atau menghubungi kami di : 0818418944 Kartu Pers yang sah terdaftar di Redaksi dan atas perhatiannya diucapkan banyak terima kasih. Pimpinan Redaksi Sindak P Silalahi, SH

RADAR UTAMA
Hj. Siti Hawa Korban Ketidakadilan Eksekusi Tanah

Minggu ke IV Januari 2012

4

Membongkar Mafia Kasus (Markus) di Mahkamah Agung RI
Aceh Timur, Radar Nusantara Rakyat Indonesia wajib waspada terhadap surat Sertifikat hak milik tanah yang dibuat oleh (BPN), sudah ada korban, seorang Janda tua Hj. Siti Hawa Binti Peutua Mahmud (78) warga desa Titi Baro Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, ini terbukti dan perlu diketahui oleh masyarakat luas, kepemilikan surat bukti Sertifikat tersebut ternyata tidak ada kekuatan hukum lagi, adapun rumah, warung nasi dan kilang padi milik janda tua ini sudah dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Idi sudah 2 (dua) tahun.
Hj.Siti Hawa tidak memiliki rumah, tempat usahanya warung nasi dan kilang padi miliknya sudah dieksekusi, sedangkan Atas pengakuan Hj Siti Hawa, Tim Radar Nusantara telah pernah mendatangi Kantor Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Banda Aceh dan menemui langsung dengan Kepala BPN di ruang kerjanya, melakukan konfirmasi terkait kasus yang dialami oleh Hj.Siti Hawa, kenapa surat Sertifikat yang telah dibuat masyarakat yang sudah memiliki sertifikat dan dibuat oleh BPN serta menunjukkan bukti Surat Sertifikat kepada Kepala Kanwil Provinsi Aceh. “Saya sudah menjabat Kepala Dinas mulai dari Kabupaten, sampai sudah menjadi Kepala Kanwil Provinsi Aceh, belum pernah mendengar dan belum pernah melihat kasus semacam ini, Coba kamu lihat ini dalam putusan Pengadilan jelas sekali Surat Sertifikat tidak dibatalkan oleh Pengadilan, lokasi tanah tersebut dimenangkan kepada penggugat, sedangkan surat Sertifikat yang kami buat tidak dibatalkan terlebih dahulu oleh Pengadilan,” ujar Kepala Kanwil BPN kepada Tim Radar Nusantara. Kepala Kanwil Menambahkan, “tolong sampaikan kepada Nenek itu suruh dia datang ke kantor BPN Aceh Timur…(Bag.I). (basri)

Tangkap Jamaluddin (bag.I) Dugaan Mega Korupsi Dinas Bina Marga Kab.Bekasi *Infrastruktur Jalan Menyalahi Spek/Rab

Kadis Bina Marga Kab. Bekasi H. Jamaluddin

Negara masih membebankan kepada janda tua untuk membayar pajak tanah dan bangunan yang sudah dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Idi setelah mendapat restu dari MA. Kisah yang menimpa Janda Tua ini sangat menyedihkan betapa tidak , sudah jatuh tertimpa tangga lagi , rumah, warung nasi dan kilang padinya miliknya kini sudah tidak ada lagi, kini malah Negara membebankan PBB Pajak bumi dan bangunan melalui Kantor Pajak. Sedangkan Hj. Siti Hawa kini tinggal numpang dirumah anaknya, lantaran rumah dan tempat usahanya yang sudah ditempati sudah puluhan tahun lamanya kini sudah lenyap

seketika dibuldoser hancur lebur semua isi rumahnya, yang tersisa hanya baju yang melekat dibadan dan surat sertifikat hak milik tanah yang terselamatkan. Entah atas dasar apa MA-RI memenangkan orang yang mengaku pemilik tanah tersebut, lalu atas dasar apa MA-RI memenangkan putusan tersebut..?, Sedangkan mereka tidak ada surat bukti apapun hanya surat Foto Copy yang didaftarkan dulu pada saya tentang tanah yang mengaku miliknya,” ujar mantan Panitera Pengadilan Negeri Idi yang sudah berakhir masa jabatanya, sedangkan Pengadilan Tinggi Banda Aceh memenangkan Hj.Siti Hawa ungkapnya.

Radar Nusantara Peduli Bencana Banjir
Serang, Radar Nusantara Dalam beberapa hari ini Indonesia Diguyur Hujan deras yang tiada Henti, hingga menyebabkan hampir di berbagai wilayah terkena dampak banjir khususnya wilayah serang banten di genangi air hingga mencapai pinggang orang dewasa dan merendam rumah-rumah penduduk, musibah banjir juga melanda hingga ke perbatasan Kab. Tangerang, lahan pertanian hingga akses tol menuju merak Banten pun terendam air hingga mencapai 2,5 M dan arus kendaraan menuju merak pun di alihkan ke jalan alternatif dari keluar pintu tol balaraja menuju jalan Raya serang. Saat Radar Nusantara mengadakan peliputan di lokasi banjir, Tim Wartawan Radar Nusantara Banten bersama aparat pemerintah, TNI, Dan POLRI Radar Nusantara Peduli bencana memberikan sumbangan kepada korban banjir berupa Mie Instan, air mineral, sembako, dan juga obat-obatan. Masyarakat Khususnya warga yang terkena musibah banjir berharap Pemerintah secepatnya memberikan bantuan logistik dan lain-lain karena warga masih mengungsi di tempat pengungsian. (ferry/sakri)
Tampak Wartawan Radar Nusantara Saat memberikan bantuan Kepada Korban Banjir

Bekasi, Radar Nusantara Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Bekasi H.Jamaluddin, tidak tegas dan tidak serius kepada bawahannya terkait pengawasan Infrastruktur di Kabupaten Bekasi,hasil penelusuran radar nusantara menemukan bahwa jual-beli proyek sudah hal biasa pada dinas Bina Marga dan Konsultan serta Pengawas, dalam Pengawasan Infratruktur Jalan mementingkan Upeti dari Pemborong. Hal ini dapat kita duga, bahwa tugas Dinas Bina Marga dan Konsultan dalam Pengawasan Infrastruktur Jalan sematamata sebagai pelengkap, agar kegiatan Infratruktur Jalan dapat diawasi oleh PPTK dan Konsultan serta Pengawas. Dari Pengawasan Infratruktur Jalan yang ada di Kabubupaten Bekasi, hal ini tidak berarti di mata masyarakat, karena banyak Infrasturktur Jalan di wilayah Kabupaten Bekasi yang dialokasikan dari Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2011. pengawasan dilapangan oleh PPTK dan Konsultan serta Pengawas, karena PPTK dan Konsultan serta Pengawas tidak berani menegor pihak pemborong yang menyalahi Spek/RAB dalam pelaksanaan kegiatan pada dinas Bina Marga Kab. Bekasi. Karena PPTK selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan Konsultan adalah sebagai pihak ketiga yang dibayar untuk pengawasan dilapangan, semua ini mereka hanya kerja berpanggku tangan untuk mendapatkan Upeti (Uang Penitipan) saat dalam pengawasan dilapangan saja dan jarang datang saat kegiatan Insfratruktur Jalan dilaksanakan. Dari beberapa pantauan Wartawan Radar Nusantara, kegiatan peningkatan jalan di Kabupaten Bekasi, bahwa selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Konsultan serta Pengawas yang ditugaskan dilokasi setiap kegiatan tidak datang, karena mereka saling mengandalkan satu sama lain. Sebab permasalahan semua ini adalah ke tidak tegasan Kepala Dinas Bina Marga’ H.Jamaluddin untuk menegor bawahannya sebagai Pengawasan, terkait pengawasan Infrastruktur Jalan di Kabupaten Bekasi tidak maksimal. Insfratruktur Jalan yang dikerjakan oleh pihak Pemborong tidak sesuai Spek/ RAB, maka kita dapat menduga bahwa, Staff Dinas Bina Marga dan Konsultan serta Pengawas dalam Pengawasan Infrastruktur Jalan hanya dapat berpangku tangan untuk mendapatkan Upeti dari pihak pemborong setelah kegiatan sudah selesai. (sin)

Bursa Zarnubi Calon Bupati Lahat 2013
Lahat, Radar Nusantara Bertempat digedung kesenian kabupaten Lahat (14/1) salah seorang kandidat yang sudah berkompetisi, Bursa Zarnubi,SE mencalonkan sebagai bupati Lahat 2013 mendatang yang didampingi Anwar Fuadi dihadapan masa. Kader partai Amanat Nasional (PAN), Partai Barisan Nasional (BARNAS) dan Partai Bintang Reformasi (PBR) yang bergabung untuk menjadi perahu Pencalonannya. Dikatakan Bursa Zarnubi, SE, saya siap mencalonkan diri dalam pilkada kabupaten Lahat 2013 mendatang mudah-mudahan dengan bergabungnya tiga partai yang siap mendukung saya ini bias terpilih,menang atau kalah itu urusan nanti,silaturahmi tetap dinomor satukan ujar putra asal daerah Kikim yang akrab dipanggil (Burcah). insya allah Burcah berjanji mengadakan percepatan pembangunan didaerahnya sendiri khususnya bidang Infrastruktur,sosial dan kesejahteraan dalam melakukan percepatan pembangunan di kabupaten Lahat. Sementara itu Anwar Fuadi salah satu tokoh masyarakat Sumatera Selatan, wong Palembang yang berkecimpung didunia perfileman Indonesia yang berdomosili di Jakarta mengatakan saya dukung Pak Bursa ini,karena saya tau betul bahwa dia (Bursa) adalah tokoh masyarakat Sumatra Selatan yang sudah akrab dengan saya di Jakarta dan Bursa juga adalah orang yang penuh semangat, berani, enerjik, pintar dan religious yang akan melakukan percepatan pembangunan Kabupaten Lahat ujarnya. (putra/amir)

Bursa Zarnubi

RADAR UTAMA
Bupati Bekasi Sa’duddin Tersangkut Dugaan Korupsi
Bekasi Radar Nusantara Saa’duddin kepala daerah Kab.Bekasi yang diduga melakukan tindak pidana korupsi kini mulai di dalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD) melaporkan sejumlah kasus dugan korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2011 lalu.
Kini, di tengah semakin memanasnya suhu politik jelang Pemilukada Kabupaten Bekasi, 11 Maret 2012 mendatang, ratusan orang yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat untuk Indonesia Transparans (KOMITs), Kamis (5/1) melakukan aksi unjuk rasa sekaligus melayangkan laporan dugaan korupsi yang dilakukan Bekasi. Deni, yang juga warga Kampung Cabang Lio, Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, membuat laporan ke KPK dengan Nomor Pengaduan 2012-01-000079. Di bawah siraman hujan deras, para pengunjuk rasa terus berorasi meminta KPK segera memeriksa dan menangkap Bupati Bekasi Saduddin karena diduga telah melestarikan budaya koruptif di wilayah yang dipimpinnya. Koordinator KOMITs, Lovi menyatakan, kasus penyelewengan uang negara untuk kepentingan pribadi atau kelompok semakin marak dilakukan oleh sejumlah kepala daerah. Terbukti, sudah banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.”Ini menjadi sebuah bukti bahwa budaya korupsi masih menjadi momok menakutkan di negeri ini. Jika di orde-orde sebelumnya momok yang menakutkan adalah ideologi garis keras, seperti ekstrim kiri atau ekstrim kanan. Saat ini yang menjadi momok bagi bangsa ini adalah praktik-praktik menyimpang budaya koruptif dari para penyelenggara negara, mulai dari pusat hingga daerah. Kasus di Kabupaten Bekasi adalah salah satunya. Karena itu kami meminta KPK untuk segera memeriksa dan menangkap Bupati Bekasi Saduddin,” ujar Lovi. Sementara, menurut Deni dugaan praktek menyimpang budaya koruptif di Kabupaten Bekasi sebelumnya juga telah dilaporkan Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan bukti laporan No: 2011-07-000254 dengan materi dugaan korupsi APBD 2010 Kabupaten Bekasi sebesar Rp 2,25 miliar terkait proyek fiktif atas kegiatan peningkatan Jalan Sasak Papan - Sukadaya, Kecamatan Sukawangi yang dialihkan ke Jalan Pulo Puter – Sukadaya, Kecamatan Tambun Utara. “Sebelumnya, Pemkab Bekasi juga tersangkut dugaan kasus korupsi program multimedia sebesar Rp 3 miliar dan telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Cikarang. Berikutnya adalah pengadaan buku paket senilai Rp 6 miliar yang telah diselidik Kejari Cikarang namun hingga kini tak jelas. Lalu, dugaan penyalahgunaan dana hibah sebesar Rp 60 miliar dan dana bansos Rp 72 miliar. Benar tidaknya dugaan penyelewengan dana tersebut, kami serahkan ke KPK untuk memprosesnya lebih lanjut,” ujar Deni. (Sin)

Minggu ke IV Januari 2012

5

Daeng Muhammad SE:

Nero Is The Best
Bekasi, Radar Nusantara Ku Jalan Terbaik…. Seperti sepenggal lantunan lirik dari penyanyi legendaris Broery marantika , seperti menjadi bagian dari sebuah keputusan yang sangat ketat menjelang mengambil keputusan untuk mendukung siapa dan Daeng Muhammad SE kemana seluruh kader PAN di kab. Bekasi akan mendukung. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan yang matang dari seorang Leadership dan Pemimpin Partai berlambang cahaya matahari (PAN), Daeng Muhammad, SE menjatuhkan pilihan kepada pasangan Neneng –Rohim. Sperti di ketahui bersama bahwa seorang Daeng Muhammad kematangannya di dunia politik dan organisasi tidak perlu di ragukan lagi, seperti kembali memimpin PAN untuk kedua kalinya di Kab. Bekasi merupakan catatan tersendiri yang kuat bagi seorang Daeng Muhammad, yang juga anggota DPRD Kab. Bekasi. Ketika di temui di kantor POSKO Bersama koalisi (Demokrat, Golkar dan PAN) di Delta Mas, Daeng sangat menekankan bahwa Ketaatan terhadap pemimpin sama dengan ketaatan terhadap Tuhan, sekalipun diakui Daeng Muhammad bahwa tidak bisa di pastikan seluruh Kader PAN akan ikut memilih Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati NERO (Neneng dan Rohim), Namun sebagi Leadership dan juga sebagai ketua partai wajib hukum nya mendukung NERO karena ini adalah keputusan partai, karena itu adalah resiko berorganisasi, berjama’ah dan berkumpul dalam satu ideology oleh sebab itu di instruksikan dengan tegas bahwa seluruh kader Partai lewat rapat wajib mendukung NERO, dan jika ada kader yang tidak turut pada keputusan partai arti nya siap untuk tidak berada di PAN lagi. Dan untuk hal tersebut menurut Daeng perlu pendekatan secara hubungan kemanusiaan. Daeng juga menjelaskan mengapa tidak ikut serta dalam pencalonan pimpinan Daerah, sekalipun sudah banyak yang mengenal sosok Daeng muhamad sebagai calon wakil Bupati pada periode 2004 yang lalu. Menurut nya tidak kembali ikut bersaing dalam Pilkada kali ini, adalah hal yang rasional, karena menurut estimasi yang logika, dan untuk lebih detail nya tentu hal tersebut adalah rahasia. ”Yah yang untuk detailnya itu rahasialah,” ujar nya. Di tambahkan bahwa tidak akan seorang Daeng Muhamad mengambil sikap dalam cara yang ujuk-ujuk,dan dalam menentukan pilihan jatuh kepada pasangan Neneng dan Rohim karena itu adalah pilihan yang terbaik. ”Tentu kami memilih calon pasangan Bupati dan wakil Bupati yang terbaik,” ungkap nya dengan yakin. (eyp)

Bupati Bekasi Saa’duddin

Bupati Bekasi Saduddin di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Sejumlah spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Tangkap Bupati Bekasi”, “Kabupaten Bekasi Sarang Korupsi”, dan sebagainya, dibentangkan oleh para pengunjuk rasa. Sedangkan lima demostran melakukan aksi happening art dengan mencat tubuhnya seperti sebuah jalan yang mengartikan telah terjadi proyek fiktif pembangunan jalan seraya menghamburhamburkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebagai tanda budaya koruptif semakin merajalela di Kabupaten

H. Rohim:

Pasangan NERO Tidak Perlu Bantuan Luar, Agar Tidak ada Hutang Budi
Bekasi, Radar Nusantara Sudah bukan rahasia lagi setiap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati akan mencari dukungan baik secara moral maupun finansial, namun hal ini tidak berlaku bagi pasangan Nero sebagai pasangan terkaya menurut versi KPUD. Menurut H Rohim bahwa jika banyak investor yang membantu, pada saat menjadi Bupati dan wakil Bupati sangat banyak yang perlu di akomodir kepentingan nya sehingga dapat timbul kolusi yang berujung korupsi dan nepotisme, hal ini lah yang sangat di hindari oleh pasangan NERO. Dilain sisi menjadi Calon Wakil Bupati mendampingi Neneng sebagai calon Bupati tidak membuat H Rohim melalaikan tugas nya sebagai dewan, karena selain tidak di dukung oleh undang-undang , Calon hanya melakukan cuti pada saat kampanye nanti,”Nanti cuti hanya saat kampanye saja “Ujar nya di halaman gedung dewan beberapa waktu yang lalu kepada RN. Rohim juga menambahkan bahwa kesiapan Kader Partai yang di pimpin nya hingga saat ini selalu melakukan konsolidasi yang cukup solid sampai ketingkat anak ranting, dan di harapkan hingga saat pemilihan tidak ada yang melenceng. “yah itu harapan saya semoga pada saat pemilihan nanti tidak ada yang melenceng,” Kata nya lagi. Ketika di singgung masalah strategi apa yang akan di terapkan, H Rohim dengan tersenyum mengatakan kalau di beritahukan di khawatirkan akan di tiru orang .”nanti kalau di kasih tahu di tiru orang dong “Ucapnya. Namun untuk strategi pengaman TPS menurut H Rohim sudah cukup handal untuk mencover segala hal-hal yang tidak di inginkan , dan sebagai pasangan terkaya di antara pasangan lain nya H. Rohim mengatakan bahwa pasangan NERO ini tidak perlu di bantu, dia menjelaskan karena kalau nanti cari investor keluar, kemudian nanti menang dan banyak yang di harapkan dari para investor akan timbul kolusi nantinya. “jadi ada atau tidak ada pakai duit dewek, “tegas nya. Karena nanti kalau udah jadi Bupati dapat di pastikan para investor akan menagih janji karena merasa telah memberikan bantuan milyaran rupiah, tentu nya akan sangat dekat dengan kolusi dan ini yang di hindari oleh pasangan Nero. H Rohim juga menjelaskan untuk semakin di kenal di seluruh masyarakat Kab. Bekasi berbagai upaya telah dilakukan baik sosialisasi melalui media, spanduk dan Silaturahim kunjungan ke berbagai pelosok, dan yang paling di rasa efektif adalah bertatap muka langsung dengan masyarakat bawah. “bertatap muka langsung itu lebih efektip lah,” ujarnya. Dan satu hal yang sangat penting adalah keyakinan saat Pilkada yaitu kedua pasangan yang lain adalah in-

H. Rohim Mintareja

cumbent semua, hanya pasangan NERO lah yang benar-benar baru dan siap membawa perubahan di Kab. Bekasi, karena masyarakat dapat menilai siapa pasangan yang belum tersentuh masalah kekuasaan.” Masyarakat sekarang kan sudah pintar, “ujarnya lagi. (eyp)

Video Dewan Marah-Marah Beredar di You Tube
Bukittinggi, Radar Nusantara Video anggota DPRD Bukittinggi, Maderizal membentak-bentak tim panitia anggaran daerah (TPAD) setempat, Rabu (4/1), beredar di YouTube.com. Hingga berita ini dirilis pukul 16.00 WIB, kemarin (18/1) sudah 404 views yang mengakses, dan sebanyak 12 orang memberikan komentar.Hebatnya video berdurasi 2 menit 28 detik tersebut juga dirilis oleh situs berita yang bermarkas di Mumbai, India, firstpost.com di bawah judul ‘Maderizal: Pejabat Pemko Bukittinggi (Tim TAPD) Pembohong, Penipu Rakyat..! avi’Dalam video yang diposting oleh Sutanparmato pada 15 Januari 2012 tersebut terlihat Ketua Komisi C DPRD Bukittinggi, Maderizal, dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Bukittinggi memaki-maki anggota TAPD. “Dari defisit Rp 13 miliar menjadi Silva Rp10 miliar, kerja bangsat, kerja kurang ajar, kerja penipu, kerja pembohong,” bentak Maderizal hingga terdengar keluar ruang sidang. Maderizal menilai TAPD telah membodoh-bodohi semua orang, salah satu contoh pendapatan daerah lain-lain tahun 2009 Rp9 miliar, tahun 2010 Rp25 miliar, tahun 2011 Rp41 miliar. Ia mempertanyakan dari mana dibikin angkaangka tersebut.Maderizal menilai apa yang dilakukan TPAD itu telah menganiaya kepala daerah dan DPRD. “Kami sampai pertemuan dengan atase pendidikan Malaysia di Kuala Lumpur menyatakan defisit Rp13 miliar namun kami berupaya terus untuk memperjuangkan dunia pendidikan, kami sudah berbohong gara-gara saudara,” tambahnya membentak Tim TAPD.Maderizal menegaskan, wali kota teraniaya gara-gara TAPD, layakkah tipe-tipe manusia seperti ini dipertahankan untuk membela dan menjadi benteng sebagai pejabat politis kepala daerah dan wakil kepala daerah.”Saya menyatakan hari ini krisis kepercayaan dan tentu tidak percaya lagi kepada saudara semua, pombohong, penipu, kurang ajar. Berkali-kali ketika jawaban diminta jawaban positif saudara jawab dengan politis. Kami disemua pe-

Pejabat Pemko Bukittinggi Dituding Pembohong
jabat politis, tidak makanan saudara untuk menjawab politis,” tandasnya.Ia menyebutkan, akibat dari perbuatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengantarkan wali kota dan wakil wali kota untuk berbuat salah. “Akibat kerja kalian harus bertanggung jawab dan dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.Maderizal menegaskan hasil dari Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Plafon Perkiraan Anggaran Sementara (PPAS) yang telah dibahas di Padang selama empat hari yang memakan uang rakyat hasilnya nol koma nol. Berbagai Komentar Sementara itu dari 12 orang yang mengakses video tersebut antara lain memberikan komentar: ‘menyedihkan.....!!! memalukan....!!! kami memilih ente2 kaum DEPERE, kerjaanÿþ cuma buat bentak2 doang....:P ane juga bisa yang gituan...:D’, tulis luthuboy. Sedangkan LELIANAhasyim menulis, “lainlain pendapatan daerahÿþ yang sah itu menurut hemat kami tidak dapat ditambah-tambah begitu saja. Pak. dari 2009 9 M naik jadi puluhan m sampai 41 m di 2011, kemungkinan disebabkan masuknya DANA S E RT I F I K A S I GURU dan BELANA TRANSFER yang harus dibayar tu Pak ! Tanya dulu baikbaik kenapa sih Pak.Kalau teriak2 dan ternyata Bapak salah kan Bapak jadi malu sendiri “ Untuk 2012 pasti turun tuh Pak, karena transfernya bukan lagi ke Kas Daerah Kab/Kota. tanpa Bapak teriak pun ia akan turun sendiri”. Merasa Dibohongi Maderizal yang dihubungi, mengatakan, ia membentak-bentak saat rapat dengan tim TPAD yang dihadiri langsung Wali Kota Bukittinggi, Ismet Amzis, lantaran, DPRD merasa dikerjain oleh tim TPAD Pemko Bukittinggi. Misalnya, dalam rapat di Padang membahas KUA dan PPAS bersama

Panggar DPRD dan tim TPAD disepakati bahwa belanja aparatur ditetapkan 53,39 persen dan sisanya untuk belanja publik.Tapi kenyataannya saat pengajuan Rancangan APBD Bukittinggi 2012, Rabu (4/1) ditetapkan secara sepihak belanja aparatur naik menjadi 61 persen. “Ini jelas membuat saya naik darah dan langsung membentak-bentak tim TPAD,” jelasnya.Penyebab lainnya kenapa dia sampai naik darah, karena RAPBD yang diajukan tidak prorakyat, sehingga jika dibiarkan APBD akan bangkrut dan habis untuk belanja pegawai yang saat ini mendapat berbagai dana tambahan seperti, tunjangan daerah, uang makan, beban kerja dan sertifikasi untuk guru. (Jhon)

RADAR UTAMA
Hasil Pertemuan Panitia Kecil Pemekaran Kab. Garut Utara
Garut, Radar Nusantara Setelah beberapa spanduk dipasang ditempat-tempat strategis beberapa waktu lalu, kini tim pemekaran Garut Utara terus bergerilya mencari dukungan dari tokoh tokoh masyarakat setempat. Mereka menargetkan, di tahun 2017, Kabupaten Garut Utara sudah terbentuk menjadi kabupaten otonom. Dipelopori oleh beberapa orang aktivis asal Garut Utara, belum lama ini telah dibentuk panitia kecil pemekaran. Dalam kesempatan itu, mereka berkomitmen akan terus menggelembungkan ise pemekaran Garut Utara hingga ke tingkat pusat. Mereka mengklaim, telah mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan termasuk tokoh ulama setempat. Salah seorang tokoh masyarakat Limbangan yang juga mantan anggota DPRD Garut, Drs Rd. Aas Kosasih M.Si menyatakan komitmennya untuk bergabung dalam panitia pamekaran Garut Utara. Aas menilai, dari sisi historis dan potensi daerah Garut Utara sudah layak untuk dimekarkan. Bahkan dirinya sempat berbincang dengan beberapa tokoh di Garut Utara, kebanyakan mereka menyatakan dukungannya akan terbentuknya Kabupaten Garut Utara. Ungkapnya. Di Jelaskan Aas, “Saya sendiri menyatakan siap untuk bergabung dan berjuang sampai titik darah penghabisan guna terwujudnya Kabupaten Garut Utara yang Mandiri dan mempunyai Jati diri tersendiri sebagai Kabupaten yang berkemajuan, demokratis dan religius. Pasalnya, Pembentukan Team Presidium dan Team Komite Pemekaran Garut Utara dipandang sangat urgen jika dilihat dari kesiapannya, massa Garut Selatan saja berani menyatakan diri untuk mekar, sedangkan Gatra yang juga merupakan cikal bakal untuk berdirinya Kabupaten Garut tidak sanggup untuk berdiri sendiri dan berpisah dari Kabupaten Garut” kata Aas saat ditemui pada saat pembentukan panitia kecil di Kmpung Sukadana Desa Cigagade Kecmatan Limbangan. Sebelumnya, tambah Rd Aas, dalam beberapa perbincangan di tahun 1997, Garut Utara, khususnya Limbangan, pernah ditawarkan untuk bergabung dengan Kab. Bandung Timur. Mereka memandang, Garut Utara memiliki potensi luar biasa khususnya di bidang ekonomi. Garut Utara sebagai lintasan utama jalur nasional, menjadi modal utama untuk pengembangan ekonomi. Jadi Kesimpulannya Garut Utara sudah layak untuk dimekarkan. Selain insfrastruktur telah memadai, sumber daya manusia (SDM) juga sudah sangat mencukupi. Sementara itu, Ketua Panitia Kecil Pembentukan Garut Utara, Drs. Rd. Sesep Kohar M.Pd menyatakan dirinya akan terus memperjuangkan pemben-

Minggu ke IV Januari 2012

6

Satu Kata, Garut Utara Harus Menjadi Kabupaten
akhir bulan Febuari 2012 harus sabar dan istiqomah serta ulet dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut diatas. Jadi tidak perlu tergesa-gesa agar segera di syahkan Kabupaten Garut Utara, yang terpenting saat ini prosesnya ditempuh sesuai aturan yang berlaku dan insya Allah untuk pengajuannya akan di lakukan pada tahun 2012. Sementara untuk Pembentukan Taem Presidium dan Komite Pemekaran GATRA akan kami laksanakan antara bulan febuari-maret 2012". Ujarnya Tegas. Ditempat yang sama tokoh pemuda asal Kecamatan Cibatu Aep Saepudin S.Ag mengatakan bahwa Pemekaran Garut utara harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah Kabupten Garut karena berdasarkan UU. N0.32/2004 telah di atur untuk terbentuknya suatu kabupaten, dimana persyaratan minimal memiliki 57 kecamatan, sementara Garut utara memiliki 11 kecamatan. Tegasnya Selanjutkan di jelaskan Aep bahwa berdasarkan letak geografis Garut Utara memiliki asfek penunjang yang sangat strategis untuk berkembang dibidang perekonomian karena memiliki arus lalu lintas yang bisa menghubungkan antar provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Demikian pula kalau dilihat dari asfek sejarah Garut Utara (Limbangan) telah memberikan andil besar dalam pendirian kabupaten Garut. Ungkapnya. Dan yang paling utama lagi kenapa harus ada pemekaran, karena dengan jumlah 42 kecamatan yang ada di Kab. Garut ini menyebabkan pelayanan Publik kurang maksimal, pembangunan tidak merata dan cenderung berpihak ke Garut Selatan. Maka kami meminta kepada pihak-pihak terkait dan para stickholder yang ada di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk mendukung terhadap pemekaran Kabupaten Garut Utara paling lama tahun 2017. kalau tidak kami akan memboikot pesta demokrasi seperti Pilkada Jabar yang akan di gelar tahun 2013 dan Pilkada Garut akhir 2013 juga Pemilu 2014. “ jangan salahkan kami kalau warga Garut utara Golput, jadi kesepakatan kami hanya ada satu kata GATRA harus Menjadi Kabupaten.” pungkasnya. Sedangkan hasil pertemuan tersebut telah disepakati untuk di bentuk Panitia Kecil Pemekaran Kab. Garut Utara dengan Komposisi, Ketua Drs. Rd. Sesep Kohar, M.Pd, Wakil Ketua Dede Nurochim, Aay Sarif Hidayat, Sekertaris Uu Amarullah, Wakil Sekertaris Budi Hermawan, Aas Syafei dan Bendahara Aep Saepudin, S.Ag serta anggotanya terdiri dari Ahmad Sadili, R. Didan MR, Nurman Saepudin dan Agus Abdurohman. Untuk posisi Penasihat dipercayakan kepada KH. Drs. Rd. Amin Muhyidin, H. Rd. Holil Aksan, Rd. Aas Kosasih, M.Si dan Jenal Miftahudin. (tim)

Aep Saepudin S.Ag

tukan Kabupaten Garut Utara. Dirinya menargetkan, Kabupaten Garut Utara akan terbentuk paling lambat di tahun 2017 dan Target kami paling cepat akhir 2014 sudah ada Caretaker Pemerintahan Kab. Garut Utara, sesuai dengan batas akhir Moratorium tahun 2013. Tegasnya. Selanjutnya dijelaskan Sesep, bahwa untuk merealisasikan Pemekaran tersebut dibutuhkan waktu yang cukup panjang, untuk itu team Presidium dan team Komite yang akan di bentuk pada

Upacara Hari Kesadaran Nasional Pertama di Tahun 2012
yang handal, profesional dan bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik, maka PNS dituntut untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Pemerintah. Selain itu, PNS juga terikat pada peraturan tentang kewajiban, larangan dan hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan bila PNS terbukti melakukan pelanggaran sesuai dengan PP No. 53 Tahun 2010. Masih dalam rangka upaya untuk lebih meningkatkan disiplin PNS maupun tenaga honorer, Pemko Tanjungpinang saat ini telah menerbitkan Peraturan Walikota Tanjungpinang Nomor 40 Tahun 2011 tentang jam kerja PNS dan Honorer di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Kedepannya, diharapkan bahwa dengan adanya Perwako tersebut PNS dan Honorer di Lingkungan Pemko Tanjungpinang dapat menaati aturan yang berlaku sehingga dapat meminimalisir jumlah pelanggaran disiplin. (iis)

Dana PNPM Santapan Empuk Bermental Korup
Bekasi, Radar Nusantara Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat agar lebih sejahtra dan makmur namun sangat disayangkan dalam Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan Masyarakat daerah, namun kenyataannya justru di manfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tahun 2011, PNPM Mandiri telah bekerja di 6.622 kecamatan dengan nilai bantuan Langsung Masyarakat (BLM) mencapai Rp. 10,3 triliyun. Dan untuk tahun 2012 mendatang, PNPM Mandiri akan bekerja di 6.680 kecamatan dengan BLM sebesar Rp. 9,9 triliun. Berdasarkan informasi yang ditemukan dilapangan oleh tim Radar Nusantara diduga ada indikasi penyelewengan keuangan dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Nasional Mandiri (PNPM) di wilayah Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Dari Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa diduga ada Kerja sama penyelewengan dana Bantuan PNPM antara camat dan lurah dalam penyaluran dana maupun pelaksanaannya. Pemerintah daerah setempat dapat melakukan pengendalian, pembinaan serta pengawasan, agar dana bergulir ini dapat terus berkembang dalam upaya membantu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin di kabupaten Bekasi, juga diharapkan pula dapat melakukan peninjauan lapangan sekaligus peresmian hasil-hasil pembangunan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Dan yang paling penting lagi pemerintah daerah Setempat melakukan tindakan tegas bila diketahui ada oknum yang tidak bertanggung jawab menyelewengkan dana bantuan PNPM tersebut. Sampai berita ini diturunkan camat maupun lurah sebagai penanggung jawab belum dapat dikonfirmasi sejauh mana pelaksanaan dana yang bersumber dari uang rakyat. (zakie)

Tanjungpinang, Radar Nusantara Wakil Walikota Tanjungpinang Drs. Edward Mushalli menjadi irup pada pelaksanaan upacara bendera sempena hari kesadaran nasional, Senin (17/1) di halaman kantor walikota. Upacara yang juga diikuti oleh seluruh staf dan jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang ini merupakan upacara pertama di tahun 2012. Drs. Edward Mushalli dalam amanatnya mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang yang merupakan

ibukota Provinsi Kepulauan Riau dituntut untuk mampu melaksanakan berbagai pembangunan serta penataan fisik agar Kota Tanjungpinang mampu memjawab tantangan perkembangan jaman. Pemerintah Kota Tanjungpinang setiap tahun selalu menganggarkan untuk kegiatan perbaikan maupun pembangunan infrastruktur baru, sehingga diharapkan pembangunan yang dilaksanakan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Upaya pembangunan yang

bersifat menyeluruh tidak hanya bersifat fisik saja. Pembangunan yang tidak kalah pentingnya dalam menata suatu pemerintahan adalah pembangunan psikis, termasuk didalamnya mental dan spiritual. Didalam mewujudkan pembangunan, faktor yang tidak kalah pentingnya adalah faktor SDM-nya, termasuk didalamnya adalah Pegawai Negeri Negeri Sipil yang merupakan salah satu unsur pelaksana pembangunan. Untuk mewujudkan PNS

Pagaralam Raih President’s Trophy Pasadena Tournament Of Roses
Pagaralam, Radar Nusantara Masyarakat Kota Pagaralam patut berbangga karena Pagaralam ditunjuk mewakili Negara Indonesia untuk tampil sebagai peserta pada ajang Tournament Of Roses di Pasadena Los Angeles California Amerika Serikat yang berlangsung pada tanggal 1 Januari 2012 yang baru lalu dan berhasil menyabet predikat President Thropy. President’s Trophy merupakan penghargaan untuk kategori peserta dengan penggunaan bunga yang paling efektif dengan presentasi yang baik. Kendaraan pawai Indonesia berwujud Garuda Wisnu Kencana dengan tema “Wonderful Indonesia” mendapat sambutan meriah sepanjang 5,5 mil (8,85 kilometer) rute parade. Dalam ajang ini, kendaraan pawai dari Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, juga turut mendampingi di muka kendaraan pawai utama. Wakil Walikota Pagaralam Hj. Fitriati menyatakan prestasi yang diraih di Pasadena Tournamen Of Roses ini adalah adalah suatu kebanggan yang tak ternilai buat Pemerintah dan masyarakat Kota Pagaralam khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya , sebab Parade Tournament of Roses ini diikuti lebih dari 44 negara peserta dari seluruh penjuru dunia. Dengan diraihnya President Thropy ini semoga dapat menjadi ajang promosi wisata kota Pagaralam supaya lebih dikenal ditingkat International maupun tingkat Nasional , serta bisa mendongkrak kunjungan wisatawan asing serta domestik yang datang ke kota Pagaralam ungkapnya . (tim)

RADAR ISTANA
SBY: Perbanyak Sekolah Kejuruan di Kabupaten dan Kota SBY Undang JK ke Istana
Jakarta, Radar Nusantara Gangguan keamanan di Aceh tidak saja menimbulkan kerugian, tetapi juga menebar ketakutan. Rasa aman terusik, dan masyarakat tentunya ingin masalah itu segera diatasi pemerintah, bagaimanapun caranya. Jika dibiarkan berlarut, bukan saja rakyat Aceh yang dihantui rasa takut, tetapi perekonomian daerah setempat terganggu.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) secara khusus diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membicarakan soal gangguan keamanan di Aceh. JK tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (16/1/2012) siang sekira pukul 12.30 WIB. Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini datang diantar mobil sedan Lexus hitam, dengan balutan batik kuning dan celana gelap. JK diterima langsung oleh

Minggu ke IV Januari 2012

7

Bahas Masalah Keamanan di Aceh
Presiden SBY di kantor kepresidenan. Seperti diketahui, JK selama ini dikenal sebagai mediator perdamaian di Aceh antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia. Mediasi itu berhasil dan menjadikan Nanggroe Aceh Darussalam kembali berdaulat ke Negera Republik Indonesia (NKRI) melalui perjanjian di Helsinki. Karena prestasi itulah, JK juga sempat disebut-sebut bakal menerima nobel perdamaian. Meski pada akhirnya nobel perdamaian diberikan kepada perintis kredit mikro di Bangladesh Mohammad Yunus. SBY meminta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Aceh tetap terjaga, meski kondisi politik lokal provinsi tersebut tengah memanas. “Situasi keamanan dalam negeri dan kamtibmas di Aceh harus tetap dijaga, hukum harus ditegakkan. Memang saya ikuti akhir-akhir ini ada gangguan kamtibmas, ini semua berkaitan dengan Pemilukada,” kata SBY di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/1/2012). Perdamaian di Aceh yang terwujud selama ini, kata SBY, jangan dikembalikan lagi ke masa konflik bersenjata yang menyengsarakan rakyat Aceh, dan menimbulkan banyak korban jiwa. “Setelah puluhan tahun berada dalam keadaan

Presiden SBY saat meninjau pembangunan GOR Pacitan, Jumat (13/1) pagi.

Pacitan, Radar Nusantara Setiap tahun pertambahan angka pengangguran terus meningkat yang disebabkan oleh kenyataan bahwa kualitas diri para lulusan belum dapat mencapai tingkat maksimal. Mereka lulus sekolah dengan kualitas pas-pasan sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan, apalagi ditambah kondisi ekonomi keluarga sama sekali tidak mendukung keinginan bersekolah lebih lanjut. Terkait dengan kondisi tersebut, maka sekolah menengah kejuruan memberikan alternatif solusi dengan memberikan bekal kompetensi yang terpakai di dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini pada bagian lain pengantarnya dalam acara paparan pembangunan Pacitan di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (13/1) pagi, “Keinginan agar setiap kabupaten dan kota memiliki perguruan tinggi sebagai tidak logis, lebih baik banyak dikembangkan sekolah kejuruan yang bisa diserap pasar tenaga kerja, “Tidak perlu masing-masing kabupaten dan kota untuk mendirikan perguruan tinggi. Kalau tidak dipikirkan dengan baik, belum tentu lulusan Universitas itu segera mendapatkan lapangan pekerjaan. Bahkan kalau salah konsep dan perencanaannya bisa menimbulkan penganguran- penganguran baru,” kata SBY. Sebaliknya, Presiden mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendirikan SMK unggulan. “Itu khas dan unik, lulusannya akan lebih mudah diserap oleh pengguna karena ada kerja sama. Itu yang saya rasa sangat dibutuhkan di Pacitan,” Presiden menambahkan. Sebelum acara paparan ini, Presiden sempat meninjau pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) dan stadion Pacitan di jalan Jaksa Agung Suprapto. Presiden ingin fasilitas ini menjadi pusat pengembangan olahraga Pacitan yang punya potensi di cabang bola voli dan sepakbola. (Selain itu, dalam membangun Pacitan, SBY mengingatkan untuk memperhatikan dan meningkatkan ketersediaan air bersih. Dari sekian banyak kecamatan yang ada di Pacitan, sepertiganya masih sulit mendapatkan air bersih. (sin)

Presiden SBY bersama Ketua PMI Indonesia Jusuf Kalla. (foto: ist)

tidak baik, sekarang tercapai situasi seperti ini dan mundur kembali karena ambisi politik tertentu. Mari sama-sama kita jaga dan cegah,” kata SBY. SBY meminta permasalahan Pemilukada di Aceh dapat disele-

saikan dengan pendekatan dan komunikasi yang baik, tanpa adanya pertentangan dengan cara gangguan keamanan bersenjata. “Minta jajaran pemerintah lakukan pendekatan dan komunikasi yang baik,” katanya. (sin)

SBY: Keutuhan NKRI Harus Ditegakkan
aris Besar Polisi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (17/1) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, “Untuk mencegah terjadinya tindakan eksesif yang melebihi kepatutan dan berpotensi melanggar hukum dan HAM”. “Saya tidak segan-segan kalau ada prajurit kita melanggar hukum, hukum ditegakkan. Kalau perlu hukum lapangan, biar dunia tahu,” Presiden SBY menegaskan. “Untuk Papua, bagaimana pun kedaulatan dan keutuhan NKRI harus ditegakkan. Tidak ada negara manapun di dunia ini yang membiarkan bagian dari negaranya melepaskan diri,” Presiden SBY mengingatkan. Namun demikian, hukum dan kamtibmas juga tidak boleh diabaikan. Kalau penegak hukum Indonesia dilarang untuk memproses sesuatu yang dianggap melanggar hukum, lanjut Presiden, itu tidak benar. Sedangkan untuk apa yang terjadi akhir-akhir ini di Aceh, Presiden mengimbau kepada anggota Polri untuk tetap menjaga kamtibmas dan penegakan hukum. “Akhir-akhir ini memang ada gangguan kamtibmas yang berkitan dengan Pemilukada,” kata SBY. Menurut Kepala Negara, situasi keamanan di Aceh jangan sampai mundur kembali seperti beberapa tahun silam. Keamanan dan ketertiban harus tetap dijaga. “Betapa malangnya saudara-saudara kita setelah puluhan tahun akhirnya bisa mencapai situasi ini, namun kemudian harus mundur kembali karena ambisi politik tertentu. Mari kita cegah dan jaga,” Kepala Negara menandaskan. (sin)

Jakarta, Radar Nusantara Situasi yang terjadi di beberapa Daerah khususnya Aceh dan Papua sungguh sangat mengkhawatirkan dan dianggap dapat merubuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti yang ditegaskan oleh Presiden RI, bahwa kebija-

kan dasar Indonesia adalah kedaulatan dan keutuhan NKRI merupakan harga mati. Masalah yang terjadi di Papua dan Nanggroe Aceh Darussalam harus diletakkan dalam kebijakan tersebut. Pada bagian lain arahannya di depan Perwira Tinggi dan Komis-

Presiden Rencanakan Program Pro Rakyat
Jakarta, Radar Nusantara Pemerintah sedang mendesain Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemisikinan di Indonesia (MP3KI). Rencana induk ini didasari kebutuhan untuk mensinergikan program prorakyat, mempertajam kelompok sasaran, dan mengkombinasikan dengan konektivitas, sensibilitas, dan pemerintah daerah. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan hal ini dalam keterangan pers di Kantor Presiden, usai rapat paripurna kabinet, Rabu (18/1) petang. “MP3KI ini hasil pemikiran Presiden,” kata Hatta Rajasa. Dengan sinergi juga kita memiliki MP3KI dengan program-program perlindungan sosial,” Menko Perekonomian menambahkan. Tiga sasaran utama dari MP3KI tersebut adalah kelompok miskin di daerah tertinggal, kelompok miskin perkotaan, serta nelayan dan petani. Program pemerintah yang pro pertumbuhan ekonomi dapat dimbangi dengan pemerataan, yaitu pro pengentasan kemiskinan, pro penciptaan lapangan kerja, dan pro lingkungan. Pada dasarnya program MP3KI memiliki target yang jelas. Kelompokkelompok yang harus diberi perlindungan sampai dengan penguatan melalui program-program sinergi antara MP3EI dan MPKI. Dalam MP3EI ada tiga pilar utama, yaitu mempercepat pembangunan di 6 koridor, memperluas konektivitas, dan juga sistem logistik nasional. Selain itu, mengembangkan sumber daya manusia dan Iptek. “Dalam MPK3I pilar utamanya adalah kluster 1 hingga 4, konektivitas aksestabilitas, kemudian pemerintah daerah,” Hatta Menjelaskan. Muara dari semua itu adalah menciptakan pendapatan dengan pembukaan lapangan kerja sehingga mengentaskan kemiskinan. “Kita bersyukur sejak 2006 memiliki netto yang positif untuk mengurangi pengangguran,” kata Hatta. Sebelumnya, sejak 1998-2005, Indonesia boleh dibilang ‘merah,’ lapangan atau kesempatan kerja yang tersedia dengan angkatan kerja tidak seimbang. “Pengangguran yang dulu meningkat sekarang terus menurun,” Hatta menambahkan. Dalam rapat kabinet tadi, Presiden SBY juga memberikan penghargaan dan perhatian atas capaian yang dilakukan oleh mobil Esemka. Ternyata banyak sekali sekolah-sekolah yang dibiayai oleh program Kemendikbud yang cukup sukses mengembangkan otomotif di tanah air. “Ini bukan hanya soal otomotif, tetapi kreativitas. Melalui dana APBN, melalui Kemendikbud ternyata cukup berhasil,” Hatta Rajasa menuturkan. (sin)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

RADAR HUKUM

Minggu ke IV Januari 2012

8

Tuntutan Dan Vonis Hakim Di PN Sumedang Diduga “Ada Main”
Sumedang, RN Carut marut penanganan hukum di Republik ini, dari waktu ke waktu kasat mata semakin memprihatinkan. Keadilan yang sesungguhnya didambakan masyarakat, serasa semakin jauh dari harapan. Padahal, sejatinya penerapan hukum yang adil di Negeri yang disebut-sebut sebagai Negara hukum, ialah kebersamaan dimata hukum. Artinya, tidak pandang bulu dan hukum tidak bisa dibeli. Hanya sayang, harapan hanyalah harapan yang tak berujung. Nyatanya, hukum di Bumi Pertiwi ini masih berpihak kepada mereka yang memiliki koneksi, terutama yang memiliki banyak uang. Tidak ayal, ketajaman pedang hukum pada umumnya hanya mampu menebas masyarakat akar rumput, terutama yang jauh dari melek hukum. Ironis memang, namun faktanya sepertinya serasa sulit untuk dibantah. Lihat saja misalnya yang terjadi di Pengadilan Negeri Sumedang, Jawa Barat, baru baru ini. Tanpa bermaksud mencurigai apalagi menuduh, Senin (16/1) lalu, sedikitnya tujuh orang tersangka yang didakwa melego sedikitnya 600 liter Bahan Bakar Minyak bersubsidi (Jenis Solar-Red) hanya di Vonis 2 bulan penjara. Entah dalam rangka bermesra ria, Vonis Majelis Hakim yang diketuai, I.A.N.Adnya Dewi,SH, tersebut sama dan sebangun dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suhartina Dewi,SH, dengan Yusep Adhiyana,SH, yang sebelumnya menuntut para terdakwa selama 2 bulan penjara. Ketujuh terpidana yang saat ini meringkuk di LP Sumedang, masing-masing : Mudjiastuti, Tomi, Atep, Yolan Candra Purnama, Dayat Hidayat, Gusyana dan Ir Roni, oleh JPU dijerat dengan pasal 25 ayat (1) ke1 KUHP Subsider pasal 55 UU N0.22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 56 ke-2 KUHP lebih subsider pasal 53 huruf d Jo Pasal 23 ayat 2 huruf d UU No.22 Tahun 2001Tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 56 ke-2 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama tiga tahun penjara dengan denda ppaling tinggi Rp 30 miliar. Yang menarik, berdasarkan uraian yang tertuang dalam Tuntutan JPU, ketujuh terpidana tersebut ketika melakukan aksinya, digaruk Polda Jawa Barat, tertanggal 24 Mei 2011 silam. Kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumedang tertanggal 12 Desember 2011. Artinya, perkara yang masuk kategori perkara pekating tersebut sempat parkir dengan waktu yang cukup lama. Sementara dalam proses persidangannya termasuk dalam kategori super cepat. Ada apa gerangan ?. Elok, rumput yang bergoyang yang bisa menjawab. Parahnya lagi, Mudjiastuti binti Prawiro Sugondo, yang berdomisili di wilayah Jakarta Selatan ini, yang juga selaku pemilik SPBU Mandala Herang Sumedang yang merupakan tempat melego BBM Bersubsidi tersebut, dalam Surat Tuntutan bernomor: Reg Perkara-PMD-II-/Smd/ 12/2012, identitasnya tertera sebagai lakilaki, padahal Mudjiastuti adalah seorang ibu paruh baya. Hal ini sangat bertentangan dengan Pasal 143 ayat 2 huruf a KUHAP, yang merupakan Syarat Formil yang bila tidak dipenuhi dapat di batalkan demi hukum. Yah, itulah hukum di Negeri ini.*** (Aidin Sinaga)

Polres Pagaralam Tetapkan Tersangka Kasus CPNSD 2009
Pagaralam, Radar Nusantara Mantan Kasi Formasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam Fr resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus kecurangan seleksi CPNSD Pagaralam formasi 2009.
Menurut Kasat Reskrim Polres Pagaralam AKP Indarmawan , pihak Polres telah mengirim surat pemanggilan Senen ( 16 / 01 ) dan tersangka Fr diharapkan hadir ke kantor Polres untuk diperiksa sebagai tersangka . Ditetapkanya Fr sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan sebagai saksi yang telah dilaksanakan oleh pihak penyidik Polres Pagaralam Tim Khusus kasus Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) formasi 2009. “Mantan Kasi Formasi Fr sudah kita tetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus kecurangan penyeleksian CPNSD Kota Pagaralam Formasi No. SPDP 02/01/2012 tanggal 16 Januari 2012 . Tersangka ini adalah Kasubdit Kepangkatan di kantor BKD Pagaralam . Saat ini tersangka sedang kita periksa untuk penambahan data ungkap AKP Indarmawan, lebih lanjut Indarmawan menyatakan bahwa tersangka Fr siap membeberkan keterlibatan beberapa oknum dalam kasus ini . Kapolres Kota Pagaralam AKBP Abi Darin menyatakan bahwa proses penyidikan sudah dilakukan sesuai prosedur dan mengenai penetapan tersangka ini kita laksanakan berdasarkan hasil pemeriksaan dari beberapa saksi. (tim)

Oknum Anggota Polrestabes Semarang Diduga Kumpul Kebo dengan Bos Penyalur TKW
bil tindakan tegas terhadap pasangan yang berlainan jenis serta berbeda agama itu. Ayem, nyaman, tentram adalah simbol Kota Salatiga, sangking ayem dan nyaman perlakuan terus berlangsung tanpa adanya tindakan dari pihak penegak hukum atau tokoh ulama masyarakat serta perangkat desa, dan juga seharusnya Pemerintahan Kota Sala Tiga terutama Dinas Perizinan Bangunan Kota untuk meninjau ulang Perda tentang Izin tempat tinggal atau rumah yang tidak sesuai dengan Perda harus dibongkar seperti bangunan Rumah PT. Pancah Manah Utama Jalan Argo Budoyo No. 3 RT. 03 RW. 03 Kelurahan Ledok Kecamatan Argo Mulyo Kota Salatiga yang dindingnya bagaikan rumah tahanan serta tidak dapat dilihat baik dari luar maupun dalam. Sedangkan Rumah tersebut dijadikan tempat penampungan TKW dan tempat tinggal Pribadi yang menurut nara sumber dari masyarakat kepada Radar Nusantara, PT. Pancah Manah Utama adalah Penyalur TKW Resmi, namun mengapa Rumah penampungan atau Kantor TKW tersebut bagaikan Rutan sehingga segala aktifitas tidak dapat diketahui. Sebenarnya ada apa di dalam rumah dan kantor itu?. Apabila ada terjadi sesuatu maka masyarakat sekitarnya tidak mengetahui, sudah semestinya aparat pemerintahan juga aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan untuk mengambil kebijakan tindakan tegas terhadap Bripka AD.GST.STT. dan D.A. atas perbuatan kumpul kebo yang diduga juga adanya penyuapan terhadap oknum Pegawai Kantor Imigrasi tentang pembuatan Paspor pengiriman TKW ke Luar Negeri sebab hal tersebut sering terucapkan oleh Diana Aman Bos penyalur TKW yang menunjukan rasa kearoganan dirinya paling kuat dan kebal hukum serta merasa banyak uang, seakan-akan semua pihak dapat dinilai dengan materi. Harusnya pihak Penegak Hukum, Tokoh Ulama dan Masyarakat sekitarnya agar dapat mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota Polri dan Bos penyalur TKW tersebut agar tidak meresahkan serta mengotori kota yang Ayem, Nyaman, Tenteram atas perbuatan biadab mereka berdua. (tim)

Semarang, Radar Nusantara Anggota Polri Unit P.P.A Polrestabes Kota Semarang berinisial Bripka AD. GST.STT. telah melakukan pelanggaran Hukum, juga menyalahgunakan wewenang sebagai aparat penegak hukum dan mengabaikan Sumpah Tri Brata mengesampingkan kedisiplinan tugas fungsi sebagai anggota Kepolisian demi kepentingan atau untuk memperkaya diri sendiri sehingga sanggup melakukan perbuatan yang dilarang agama maupun hukum , kumpul kebo adalah perbuatan zina yang suatu

perbuatan yang sangat rendahnya harkat martabat baik di agama maupun di mata masyarakat yang perbuatan tersebut sangat memalukan apa lagi yang melakukannya adalah seorang anggota aparat penegak hukum , dengan seorang wanita atau Bos PT. Pancah Manah Utama sebagai penyalur tenaga kerja wanita (TKW) yang beralamat Jln. Argo Budoyo No. 3 Kota Salatiga, Jawah Tengah yang berinisial D.A yang berkumpul kebo tersebut sudah berlangsung cukup lama sekali sehingga tokoh Ulama aparat perangkat desa serta pihak penegak hukum sekalipun tidak dapat mengam-

RADAR HUKUM

Minggu ke IV Januari 2012

9

Mutasi Sebagai Ajang Korupsi Dr. Jr. Saragih SH MM Sang Bupati Simalungun
Simalungun, Radar Nusantara Setelah sekian lama menjabat sebagai Bupati Simalungun yang terpilih namun belum menunjukkan kinerja dan kepiawaian dalam memimpin kabupaten simalungun seperti yang di harapkan masyarakat. Orasi yang sangat lantang di cetuskan semasa pencalonan bupati untuk menuju perubahan di daerah simalungun tidak tampak secara signifikan.
hapoltakan kecamatan raya kabupaten simalungun yang tak asing lagi milik bupati simalungun. Masyarakat simalungun bawah ( Kec. Siantar – Kec. Ujung Padang ) saat ini sangat menanti untuk berbagi kue pembangunan dengan simalungun atas, hal ini mungkin terlupakan oleh JR. Saragih. Dilihat dari kantong suara yang mendukung JR. Saragih pada saat pemilihan berlangsung adalah dari masyarakat simalungun bawah dengan iming-iming akan terealisasinya pemekaran kabupaten menjadi 2, dengan alasan supaya masyarakat yang bermukin di daerah simalungun bawah tidak jauh dalam mengurus sesuatunya serta tidak akan mengocek pengeluaran yang besar untuk hal pengurusan administrasi ke pemerintahan simalungun. Secara goegrafis kabupaten simalungun seharusnya layak di mekarkan menjadi 2 kabupaten. Hal ini didukung juga dari segi jumlah penduduk. Satu prestasi yang hingga kini di banggakan dari DR. JR. Saragih adalah melakukan Mutasi secara acak dan sesuka hati dilingkungan Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Simalungun, hal ini sangat meresahkan PNSD yang dapat merusak kinerja dari para pegawai, belum lagi oleh kepercayaan Bupati yang sering Mengintervensi para pegawai terutama dalam hal pengadaan barang dan jasa di kabupaten simalungun, salah satunya adanta Staff dalam melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai, juga merugikan secara administrative. Simalungun dianggap pemecah record dalam hal mutasi pergatian Kadis, Kabag maupun Camat tercepat didunia, seperti contoh Camat Hatonduhan, Camat Panei, Camat Dolok Pardamean, dll dengan masa kerja hanya 3-6 bulan. Masyarakat Simalungun ketika Radar Nusantara melakukan wawancara di berbagai tempat ber opini “ Jangankan PNS kami semua masyarakat juga bingung terhadap kebijakan Bupati Simalungun yang di duga semena-mena serta arogan dalam memimpin Simalungun, apakah hal ini untuk membayar semua kerugian ongkos kampanye yang di keluarkan oleh JR. Saragih dua tahun silam?, kita pun tidak tau akan di bawa kemana kabupaten simalungun ini”, perubahan pada struktural kepegawaian yang signifikan namun dalam pembangunan hanya sedikit untuk memajukan Simalungun. Bupati Simalungun diduga belum siap secara mental dalam melakukan perubahan yang terlalu dipaksakan yang di buktikan dengan tersendatnya pembangunan bandar udara di raya, hal ini diduga hanya lips service saja. Kenapa ? karena APBD Kabupaten Simalungun tidak mendukung temuan ini diduga ajang pemborosan saja. (Syamp/Rm)

Tim Operasi Tidak Melakukan Penembakan Saat Penertiban PETI
Putussibau, Radar Nusantara Menanggapi isu mereng yang berkembang dikalangan sejumlah masyarakat, terutama masyarakat Hulu Kapuas,Ketua Tim Operas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) AKP Sukemi yang juga merupakan Kasat Sahbara Polres Kabupaten Kapuas Hulu dengan tegas mengatakan bahwa Timnya dalam menjalankan operasi penertiban PETI di Hulu Kapuas, tepatnya di Desa Bungan Jaya Kecamatan Putussibau Selat a n s u d a h melakukan operasi sesuai standar yang t e l a h ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Tidak hanya itu Sukemi juga dengan tegas mengatakan bahwa mereka tidak melakukan penembakan saat pemusnahaan barang-barang yang digunakan masyarakat untuk melakukan PETI, hanya saja pihaknya melakukan pembakaran pondok dan sejumlah barang lainnya yang dianggap tidak bisa dibawa ke Kantor Polisi. “Jika melakukan pembakaran pondok dan sejumlah barang Kami akui memang ada, dan itupun barangbarang masyarakat sudah Kami pilah-pilah mana yang bisa dibakar, mana yang Kami sisikan, tetapi Saya selaku Ketua Tim menolak kalau Kami dibilang menembak panici untuk tempat masak nasi rawga setempat, karena memang kami tidak melakukan penembakan,” tegasnya ketika ditemui sejumlah Awak Media, usai pertemuan dengan masyarakat Hulu Kapuas, Kamis (19/01-2012). Meskipun demikian, selaku Ketua Tim Operasi PETI, Sukemi menghimbau kepada seluruh masyarakat Hulu Kapuas, khususnya Desa Bunga Jaya agar mendatangi dirinya di Kantor Polres Kapuas Hulu apabila ada yang merasa dirugikan dalam penertiban PETI yang dilakukan, tidak hanya itu Sukemi juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah berusaha melakukan pemanggilan kepada pemilik Barang Bukti (BB) yang sudah diamankan di Polres Kabupaten Kapuas Hulu, guna dimintai keterangan. Terkait tindak lanjut proses penertiban yang dilakukan, Sukemi belum bisa memastika apakah dilanjutkan keproses hukum atau tidak, karena kata Sukemi dirinya tidak memiliki kewenangan, tergantung pihak Serse dan Pimpinannya. “Kita belum tahu apakah ini akan diproses secara hukum, yang jelas saat ini Kita masih dalam tahap pemanggilan pemilik BB yang Kita amankan, syukur-syukur masalah ini tidak sampai ke kejaksaan, kemungkinan ada kebijakan Pimpinan terutama Kepala Daerah, karena ini akan Kita rapatkan lagi dengan Tim PETI yang lebih tinggi termasuk Muspida yang dalam hal ini Bupati Kapuas Hulu, sapa tahu pimpinan ada kebijakan, makanya Saya menghimbau agar secepatnya pemilik BB itu datang untuk dimintai keterangan sehingga ada titik terangnya,” pungkasnya. (Santo)

DR. JR. Saragih. SH. MM yang dulunya semasa kampanye sebagai calon bupati No. 4 menggunakan Helikopter untuk menunjukkan harapan yang besar bagi masyarakat, sebab dengan cara itu masyarakat berpikiran bahwa JR. Saragih mampu melihat apa saja yang dibutuhkan masyarakat simalungun, namun apa yang rakyat dapat hingga kini JR. Saragih hanya mampu untuk membangun kerajaan bisnis sendiri, perihal ini dapat di lihat dari kemewahan rumah pertokoan (RUKO) di desa

ya informasi yang di temukan Radar Nusantara dari berbagai sumber di penghujung tahun 2011 adanya pemungutan liar yang dilakukan SS salah seorang kepala bagian di salah satu dinas atas perintah kepercayaan bupati Simalungun kepada Kepala Dinas, Camat bahkan merambah sampai Kepala Bagian sebesaran Rp. 23juta dengan dalih untuk uang Natal dan Tahun Baru. Awal tahun 2012 di lingkungan pemerintahan Kabupaten Simalungun berkembang isu tentang Pemutasian eselon II yang di duga akan terealisasi dalam waktu dekat, hal ini sangat disayangkan karena akan mempengaruhi kinerja dan mutu yang di hasilkan oleh Kepala dinas beser-

Agus Suratno, SH, MH Pimpin Kajari Garut Yang Baru
kan lagi. Bupati Atas nama seluruh masyarakat Garut dan Pemerintahan mengucapkan terimakasih atas segala jasa dan pengabdian dari Kajari lama bagi Kab. Garut, semoga jadi amal sholeh dan menjadi investasi di hari kemudian. Bupati juga mengucapkan selamat datang kepada Kajari baru, H. Aceng menjelaskan bahwamasyarakat Garut mempunyai karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat yang berada di Kabupaten/Kota lainnya yang berada di Jawa Barat, harapannya semoga Kajari yang baru agar bersedia secara bersama-sama dengan pemerintah Kab. Garut dalam rangka membangun pemahaman hukum baik bagi masyarakat, serta aparatur penyelenggara Pemerintahan di Kab. Garut, sehingga akan terjalin hubungan yang sinergis dan kondusif sebagai bagian dari aparatur Penyelenggara Negara, utamanya dalam kerangka menciptakan harmonisasi kehidupan masyarakat, guna terwujudnya “kesadaran hukum dalam rangka menjamin terlaksananya aktifitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kab. Garut. (HSs)

Selingkuh Kepsek SD Percontohan Dianiaya Istri
Lahat, Radar Nusantara Gara-gara selingkuh tusukan dengan wanita idaman lain (wil) Mulyono,SPd kepala sekolah dasar percontohan Kabupaten Lahat dianiaya Ita istrinya sendiri mengakibatkan luka bakar dimuka dan tubuhnya juga dua liang. Kejadian yang menghebohkan warga kelurahan Gunung Gajah pada hari sabtu malam sekitar pukul 21.30 wib saat itu Mul hendak pulang kerumah sehabis bepergian tiba-tiba dihadang oleh istrinya didepan pintu rumah langsung disiram ita istrinya dengan air raksa kemuka dan tubuhnya serta menusukkan pisau ke perut Mul suaminya sebanyak dua kali,akhirnya Mul terkapar bersimbah darah dan luka bakar dimuka dan tubuhnya. Mendengar ada teriakan para tetangganya berdatangan dan mengamankan Ita, dan membawa Mulyono ke UGD RSUD Lahat untuk mendapatkan pertolongan. Sementara Kasat Serse Polres Lahat AKP Syahril membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka Ita dan akan diproses secara hukum ringkas Syahril. (amir)

Bupati Garut H Aceng HM Fikri menerima plakat dari mantan Kajari Garut Wisnaldi Jamal

Agus Suratno,SH, MH beserta istri

Garut, Radar Nusantara Kajari Garut Wisnaldi Jamal. SH, M.Hum di mutasi ke Kejaksaan Agung untuk menempati tugas barunya sebagai Kasubdit Penyidikan pada Direktorat Pidana Khusus. Sebagai gantinya Kajari Garut dijabat oleh Agus Suratno. SH. MH yang sebelumnya bertugas sebagai Keamanan dalam di Kejagung, juga pernah bertugas di Banten sebagai Asisten Pembina serta pernah juga bertugas di NTB, Aceh dan Sumedang. Acara lepas sambut Kajari dilakukan di Gedung Pendopo, Rabu (11/01), hadir dalam acara tersebut Bupati Garut H. Aceng

HM Fikri. S.Ag, Dandim 0611 Garut Kol. Armed Edi Yusnandar. SAP, Ketua DPRD Kab Garut Ahmad Bajuri, Kapolres Garut AKBP. Enjang Hasan Kurnia, Ketua Pengadilan Garut, Kepala Pengadilan Agama Garut, Perwakilan Korem 062/TN, Sekertaris Daerah Kab. Garut H. Iman Ali Rahman. SH., MSi, Staf ahli, Para Asisten, Kepala SKPD Kab Garut, seluruh staff Kejari Garut, Ormas, LSM, serta undangan lainnya. Wisnaldi Jamal dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak atas kerjasamanya selama menjabat di garut. Dijelaskan bahwa kondisi Garut alamnya sangat indah hal itu dibuktikan dengan julukannya se-

bagai Swiss Van Java, dan kondisi masyarakatnya yang kreatif walau Garut bukan merupakan daerah industri, kondisi masyarakat seperti itu merupakan potensi bagi kemajuan Garut kedepan. Kajari Agus Suratno, SH, MH, berjanji akan meneruskan tugas-tugas dari pejabat lama, dia akan bersikaf terbuka dan “siap menerima pelayanan selama 24 jam”. Agus juga berharap masukan dari berbagai pihak atas pelaksanaan tugas yang akan dia embannya. Bupati Garut H. Aceng HM Fikri S.Ag, menjelaskan terjadinya pergantian atau mutasi, tour of duty, ada yang datang dan ada yang pergi merupakan Sunatulloh yang tidak terela-

RADAR PENDIDIKAN
Mendikbud:

Minggu ke IV Januari 2012

10

Dana BOS Tahap Pertama 90 persen Telah Tersalurkan
Medan, Radar Nusantara Pada tahun 2012 ini, pemerintah telah menaikkan dana BOS. Nilainya bahkan cukup signifikan. Karena itu, pihak sekolah, yang merupakan penerima dana BOS ‘dilarang untuk melakukan pungutan kepada para orang tua murid.
“Seharusnya tidak ada alasan lagi bagi sekolah-sekolah SD atau SMP penerima dana BOS untuk memungut biaya apa pun dari orang tua siswa. Kecuali bagi sekolah-sekolah yang berstatus RSBI, karena mungkin masih membutuhkan dana untuk pengembangan kualitas pendidikannya,” kata Ketua PGRI Banyumas, Takdir Widagdo, Rabu (11/1). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan sebanyak 90 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap pertama sudah disalurkan ke sekolah-sekolah di seluruh daerah di Indonesia. “Dana BOS tahap pertama atau kuartal pertama untuk 2012 sudah hampir seluruhnya disalurkan. Sekarang sudah lebih dari 90 persen dananya disalurkan atau nominalnya sekitar Rp4 triliun lebih,” katanya di Medan, Ahad (15/1). Ia mengatakan sesuai rencana dana BOS tahap pertama sudah mulai disalurkan minggu kedua atau antara 9-16 Januari 2012. Namun, sebelum tenggang waktu itu berakhir teryata hampir semua daerah sudah menyalurkannya ke sekolah-sekolah penerima bantuan. Menurut dia, hal itu merupakan prestasi yang luar biasa karena hanya dalam waktu satu minggu sudah hampir rampung disalurkan. Karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, bisanya penyaluran tahap pertama baru rampung bulan ketiga setiap satu triwulan. “Ini prestasi yang belum pernah diraih dalam penyaluran dana Untuk itu, lanjut dia, sekarang ini pihaknya bukan lagi berkonsentrasi pada penyaluran BOS karena menurut dia penyalurannya sudah relatif lebih baik. Melainkan lebih berkonsentrasi pada pendampingan agar penggunaannya lebih tepat sasaran dan sesuai peruntukan. “Harus didampingi sekaligus diberikan beberapa pandanganpandangan supaya tidak ada penyimpangan, sehingga jika penyalurannya sudah tepat demikian juga dengan pendampingannya, diharapkan nantinya dapat semakin meningkatkan kualitas pendidikan kita,” katanya. Sementara mengenai wacana hukumman bagi yang melakukan penyelewengan, ia mengaku belum memikirkan sampai sejauh itu, namun jika memang terjadi korupsi atau penyimpangan diminta atau tida diminta pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut. “Jika terdapat indikasi korupsi kami akan segera mengirimkan tim untuk melakukan verifikasi di lapangan. Seandainya sampai terbukti, maka hukum tentunya akan berlaku padanya,” katanya. (tim)

Kantor Kepsek dan Ruang Guru 3 Sekolah

Menempati Bangunan Bekas Rumdin Type 36

Bangunan SDN Kota Wetan IV dan Perpustakaan di Lt 2 tanpa pagar pengaman

bos yakni hanya dalam satu minggu. Alhamdulillah saat ini sudah mencapai lebih 90 persen. Biasanya angka itu baru bisa diraih bulan ketika dari satu triwulan, nah ini bulan pertama minggu kedua dan ketiga sudah tersalur 90 persen lebih,” tuturnya. Bagi daerah yang belum menyalurkan dana tersebut diharapkan agar segera menyalurkannya agar segera dapat dipergunakan pihak sekolah untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. “Masih kita tunggu sampai senin besok, dan saya yakin nantinya semua daerah sudah menyalurkan dana BOS itu sesuai waktunya,” katanya.

Buku LKS Buah Bibir Orang Tua Siswa
tempat bisnis. Ditengah himpitan ekonomi yang semakin sulit para orang tua siswa harus merogoh kantong untuk membayar buku LKS, padahal UU no 2 tahun 2008 tentang larangan guru atau sekolah menjual buku LKS sudah sangat jelas, akan tetapi masih banyak oknum guru yang mengabaikan UU tersebut. Hal ini diungkapkan oleh beberapa orang tua siswa kepada Radar Nusantara baru baru ini. Mencermati isi UU no 2 tahun 2008 tersebut mestinya buku LKS dibuat sendiri oleh masing masing guru dan fakta dilapangan sangat jauh berbeda bila harus mengacu kepada UU tersebut. Dilihat dari masalah yang telah dan sedang berlangsung disinyalir kepala dinas pendidikan Kab. Bandung belum sepenuh hati untunk menangani masalah yang sedang bergejolak sekarang ini bahkan UU no 2 tahun 2008 tersebut terkesan belum tersosialisasikan dengan baik, dalam artian bahwa kepala sekolah dan guru yang bertanggung jawab belum memahami bahwa sanksi dari perbuatan tersebut sangatlah fatal bagi kinerjanya. Modus operandi penjualan LKS di masing masing sekolah tentu berbeda, ada pihak sekolah yang langsung memesan ke salah satu toko buku dan ada pula oleh pihak sekolah yang membiarkan para pedagang buku menjajakan barang dagangannya di halaman sekolah. Menanggapi keluhan dari berbagai kalangan orang tua siswa pun telah dikonfirmasi oleh RN, sekaligus klarifikasi tentang kebenaran informasi tersebut . kendati demikian sejauh imi belum ada jawaban pasti karena pihak sekolah selalu punya alasan tidak mengetahui hal tersebut. Wah…. Wah…. Wah… lagi lagi pihak sekolah lalai atau tidak mengetahui apa yang telah terjadi di lingkungan sekolahnya. Sungguh sangat ironis. Apakah dinas pendidikan kab. Bandung mampu memberikan sanksi yang tegas terhadap pihak sekolah yang nakal? Bersambung. (M.purba)

Bandung, Radar Nusantara Diawal semester baru (genap) tahun 2012 ini para orang tua siswa kembali di hebohkan dengan buku LKS. Berbagai informasi yang muncul ke permukaan menyebutkan bahwa sekolah bukan lagi tempat sarana “pembelajaran” melainkan

SMK Guna Cipta Cimanggung
kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai dari berbagai bidang. Sarana fisik kini menjadi perhatian serius bagi Ketua Yayasan SMK Guna Cipta Cimanggung Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Drs. Dachlan Hidayat, S.Ip dan Kepala sekolah Tedi Sutiaji, SE setelah ditemui wartawan Radar Nusantara di ruang kerjanya mengutarakan, setelah ia dipercaya dan diamanatkan untuk menjadi kepala sekolah terus melakukan pembenahan di sekolah, bahkan hingga kini pihaknya sedang berupaya terus untuk mengoptimalkan bantuan dari provinsi untuk menambah ruang kelas baru untuk dilaksanakan maksimal dan tepat sasaran, seperti diutarakan Drs. Dachlan Hidayat, S.Ip pihaknya harus mampu dan harus membangun ruang kelas baru sesuai yang diberikan oleh pemerintah, harus benar-benar bisa dilaksanakan dengan rasa tanggungjawab yang tinggi mengacu kepada peraturan dan acuan yang telah ditentukan sehingga tidak menyimpang. Optimalisasi bantuan dipandang perlu dan penting agar dana yang diterima tidak tercecer dan hasil pembangunan diharapkan berkualitas yang pada akhirnya dapat memuaskan semua pihak, ungkapnya. Menurut Drs. Dachlan Hidayat, S.Ip sebagai Ketua

Optimalkan Pembangunan
Yayasan tersebut mengharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para murid dan guru dalam melaksanakan belajar mengajar sehingga prestasi akan semakin maju dan berkembang, ujarnya. Ketua Yayasan menambahkan pelaksanaan harus lebih mengutamakan kualitas dan kuantitas, sehingga keberadaan fisik bangunan bisa bertambah lama, tidak cepat lapuk hanya memiliki kekuatan saat dalam beberapa tahun saja lamanya bertahan dan pembangunan harus mengacu kepada juklak dan juknis yang telah ditentukan agar tidak menyimpang, ungkapnya. (Jonas)

Kepsek SMK Guna Cipta Cimanggung

Sumedang, Radar Nusantara Terwujudnya pendidikan yang berkualitas harus ditunjang oleh beberapa faktor, salah satunya adalah

Garut, Radar Nusantara Kesan pertama saat berkunjung ke Kantor SDN Kota Wetan IV, V dan VI adalah sumpek. Apalagi kalau saat jam pelajaran istirahat, para guru dari tiga sekolah keluar masuk, ibarat kita mau masuk sebuah pasar saja. Yang masuk atau pun yang keluar, setidaknya harus memiringkan badannya. Belum lagi, ruang tamu yang sempit sebagai sarana jalan masuknya. Yang dinamakan kantor, dulunya bekas rumah dinas kepala sekolah dengan ukuran/type 36. Kemudian disulap menjadi ruang kantor 3 sekolah. Ruang tamu berukuran kurang lebih 2 x 2 meter, dilengkapi 1 set kursi tamu. Dua kamar yang berukuran 2,5 x 2.5 meter untuk kantor Kepala SDN Kota Wetan IV, Kepala SDN Kota Wetan V dan VI menempati kamar yang berukuran 2,5 x 3 meter. Sempit memang, itu kenyataannya. Belum lagi yang dinamakan ruang guru cukup untuk delapan orang dengan duduk tidak leluasa. Begitu juga, ada dapur dan kamar kecil yang atapnya menunggu waktu roboh. Karena kayu penyangganya sudah lapik dimakan usia. Itu sebagai gambaran sebuah sekolah dasar yang terletak di Jalan Gagak Lumayun, Garut. Dimana, di tempat ini daerah perindustrian kulit dengan perputaran uang juta an. Tapi, sekolah dasar yang berdiri sekitar tahun 1960-an, seperti tidak tersentuh kepedulian dari lingkungan masyarakatnya. Padahal berlokasi di kecamatan Garut Kota. Ketiga kepala sekolah, Drs.H.Etoy Suhendra ( SDN Kota Wetan IV), Dedeh Rosidah,S.Pd ( SDN KW V) dan Hj.Atih Indrawati ( SDN KW VI) yang didampingi dua orang guru olah raga Dede Permana Suteja,S.Pd dan Heryani,S.Pd mengatakan pada Radar Nusantara, kami ini ingin mempunyai ruangan yang representatif. Sehingga, kami bisa berdiskusi antara pimpinan dengan para pengajar. Kalau seperti ini, mana mungkin. Ruang sekecil ini, kalau semuanya hadir dari tiga sekolah jelas sempit. Di sini ada 34 orang, dengan perincian SDN KW IV ada 10 orang (7 orang PNS dan 3 orang Sukwan), SDN KW V ada 13 orang ( 9 orang PNS dan 4 Sukwan) serta SDN KW VI ada 11 orang (7 orang PNS dan 4 Sukwan). Siswa di tiga sekolah ini belajarnya di bagi dua pagi dan siang. Karena ruangan yang ada untuk KBM cuma 9 kelas diperuntukan SDN KW IV ada 180 orang murid, SDN KW V 235 orang murid dan SDN KW VI 222 orang murid. Kelengkapannyapun masih minim, baru ada satu ruangan perpustakaan kepunyaan SDN KW IV. Itupun berada di lantai dua dan jalannya sangat rawan untuk usia anak sekolah dasar.Karena dari lantai dua tidak ada pagar pembatas. Sedangkan, ruang UKS, ketiga sekolah ini belum memiliki. Begitu juga ruang istirahat guru usia mengajar tidak ada. Kecuali, para guru itu bergerombol di kantin atau berbincang bincang di selasar kelas. Dede Permana, guru olah raga yang mendampingi perbincangan mengatakan sangat mengharapkan sekali perhatikan dari pemkab Garut dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten. Baik itu bangunan kantor, ruang UKS begitu juga perpustakaan. “Saya sangat mengharapkan sekali bangunan yang representatif, ya minimal nyaman untuk berdiskusi antar guru satu sekolah. Jangan, seperti sekarang, kami berdesakan di ruang kantor”, harap Dede. (HSs)

RADAR PENDIDIKAN

Minggu ke IV Januari 2012

11

STAI Auliaurrasyidin Wisuda 153 Sarjana Pendidikan
Tembilahan, Radar Nusantara Keberadaan Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin diharapkan dapat menciptakan intelektual yang siap mendarma baktikan ilmu bagi perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di Indragiri Hilir.
bilahan Hulu. Dalam kegiatan tersebut sebanyak 153 wisudawan/ti menjalani prosesi penetapan sebagai sarjana pendidikan Islam. “Kita harapkan para lulusan STAI Auliaurrasyidin ini nantinya dapat berkontribusi bagi perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di Inhil,” ungkap Syafrinal. Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memberikan apresiasi kepada lembaga pendidikan tinggi ini yang selama ini telah banyak menghasilkan dan mencetak intelektual dan tenaga kependidikan di Negeri Seribu Jembatan ini. (iin)

SMPN I Cimanggung

Tingkatkan Kebersamaan Untuk Kemajuan Anak Didik

Asisten II Sekdakab Inhil, syafrinal Hedy saat menghadiri wisuda STAI Auliaurrasyidin

Hal ini disampaikan Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan dalam sambutannya yang diwakili Asisten II Setdakab Inhil, Syafrinal Hedy saat

menghadiri Wisuda VIII STAI Auliaurrasyidin, Kamis (5/1) lalu di Gedung Abdurrahman Siddiq, Kampus Parit VI Tem-

Pembangunan Gedung Baru SMPN 4 TigaRaksa Resmi di Buka
Tangerang, Radar Nusantara Pemerintah Kab. Tangerang khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini mengalokasikan Gedung Sekolah Baru untuk SMPN 4 Tigaraksa . dengan anggaran Dana Block Grant Pusat senilai Rp. 1.055.000.000 (satu miliar lima puluh lima juta rupiah) di bangun 6 Ruang belajar 1 Ruang Laboratorium dan 1 Ruang perpustakaan. Pada Hari Rabu tanggal 04 Januari 2012 jam 11.45 WIB Resmi di buka oleh Kadis Pendidikan Tangerang. Menurut Kepsek SMPN 4 Tigaraksa Ending Suryadi, S.Pd Siswa SMPN 4 Tigaraksa ini bermula belajar di Gedung Sekolah Dasar Cisereh 1
Gedung Sekolah Baru SMPN 4 Tigaraksa

& 2 selama 7 Tahun dan dengan adanya sarana Gedung baru Siswa tidak lagi menumpang belajar pada sekolah lain. Saat Radar Nusantara mewawancarai Komite Sekolah Bapak. Uci , pembangunan Sekolah ini selalu di awasi dan di control agar pembangunan Gedung sekolah ini memiliki mutu dan di kerjakan Tidak asal jadi. pada Hari kamis tanggal 05 Januari 2012 para Siswa sudah bisa belajar di ruang kelas Baru karena sudah resmi di Buka. Dalam peresmian Gedung Sekolah turut Hadir Ketua / Pengurus Gugus Maman S, S.Pd, tokoh Masyarakat, para Ulama dan Dewan Guru. (Ferry.AF)

Sumedang, Radar Nusantara Peningkatan kwalitas mutu pendidikan, tentunya tidak terlepas dari pengadaan sarana dan prasarana ruang belajar untuk meningkatkan semangat belajar dan membuat nyaman saat menimba ilmu dibangku sekolah. Seperti SMPN I Cimanggung yang semakin baik prestasinya saat ini khususnya di bidang pendidikan terlihat jelas tidak ketinggalan di SMPN I Cimanggung berupaya melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan serta kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Demikian yang diutarakan kepala sekolah Drs. H. Suparman, M.M.Pd, belum lama ini, langkah-langkah yang dilakukan adalah setiap lingkungan sekolah dan membangun kebersamaan antara guru dan siswa dan cinta lingkungan karena salah satu pendukung kemajuan sekolah selain dari pada sarana di lingkungan sekolah,” ungkapnya. Kepala Sekolah menambahkan bahwa semua siswa harus mengutamakan kedisiplinan dan sopan santun, kepada siapapun supaya terbiasa dalam berbahasa yang lebih baik dan sopan santun. Apalagi di SMPN I Cimanggung ini sudah mencapai prestasi merupakan bukti keberhasilan para anak didik dalam meraih prestasi yang lebih baik, seperti prestasi yang diraih sudah mencapai tingkat Provinsi di bidang olah raga seperti sepak bola, tentunya. Siswa yang berprestasi dan tingginya minat masyarakat percaya pada sekolah, salah satunya di daerah tersebut tentunya. (Jonas)

Disdik DKI Jakarta Anggarkan Rp 94,7 M untuk Beasiswa
Jakarta, Radar Nusantara Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta akan memberikan beasiswa kepada 38.756 siswa dari keluarga tidak mampu untuk tahun 2012. Anggaran beasiswa yang disediakan sebesar Rp 94,7 miliar. Menurut Kadisdik DKI Taufik Yudi Mulyanto, dari total anggaran tersebut sebanyak Rp 37,5 Miliar dialokasikan untuk beasiswa bagi 12.487 siswa rawan putus sekolah tingkat SMA dan SMK. Kemudian anggaran sebesar Rp 17 miliar untuk beasiswa miskin bagi 6.297 siswa SMA dan Rp 19,1 miliar untuk beasiswa miskin bagi 2.531 siswa SMK. “Kami juga mengalokasikan anggaran penyelenggaraan kelompok belajar Paket A setara SD sebesar Rp 186,3 juta bagi 200 siswa, kelompok belajar Paket B setara SMP sebesar Rp 873,7 juta untuk 600 siswa dan kelompok belajar Paket C setara SMA sebesar Rp 628,1 juta untuk 600 siswa,” ujar Taufik, Minggu (15/1/2012). Anggaran tersebut turut dialokasikan untuk kursus gratis keluarga miskin di lembaga kursus sebesar Rp 471 juta, pendidikan usaha produktif sebesar Rp 254,4 juta, dan pendidikan keterampilan di PKBM sebesar Rp 618 juta yang kesemuanya berlaku di lima wilayah Jakarta. “Kalau anggaran untuk siswa yang menerima BOP Paket C sebesar Rp 2 miliar untuk 1.570 siswa. Anggaran untuk siswa yang mendapatkan bantuan operasional SMP Terbuka sebesar Rp 1,5 miliar bagi 7.736 siswa dan peserta didik yang mengikuti program Paket B sebesar Rp 13,5 miliar untuk 6.415 siswa,” imbuhnya. Anggaran pendidikan DKI yang memang bertambah jumlahnya dibanding tahun lalu juga akan digunakan untuk pembinaan teknis terhadap lulusan sekolah berprestasi yang secara ekonomi tidak mampu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Anggaran yang disediakan untuk itu sebesar Rp 463,9 juta bagi 160 siswa. Sedangkan pembinaan teknis terhadap mahasiswa berprestasi namun secara ekonomi kurang mampu menyelesaikan tugas akhir, sebesar Rp 463,9 juta bagi 160 orang. (tim)

SMPN 2 Kertasari Tingkatkan Mutu Pendidikan di Era Komputerisasi
Bandung, Radar Nusantara Meningkatkan kualitas pendidikan harus disertai dengan iman, tidak bisa diucapkan begitu saja, melainkan harus benar-benar diimplementasikan seorang guru untuk memberi teladan pada anak didiknya. Selanjutnya dalam mewujudkan dunia pendidikan yang bermutu dan berkualitas, guru dalam pembinaan terhadap diri sendiri dan baru pada orang lain. Demikian di SMPN 2 Kertasari ini seiring berkembangnya dunia pendidikan saat ini berbagai cara dan metode dilakukan sekolah untuk memajukan dunia pendidikan agar berguna bagi nusa dan bangsa disertai dengan kedisiplinan guru dan siswa dan anak didik sendiri. Kepemimpinan kepala sekolah dan para jajarannya bersemboyan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya agar apa yang diharapkan pemerintah dapat terealisasi. Dalam melaksanakan KBM (Kegiatan belajar mengajar) yang lebih baik diutamakan dalam jiwa anak didik yang lebih baik dan rasa dedikasi terhadap prestasinya sebagai anak didik berkaitan dengan kepemimpinan Moh. Agus Mulyana, S.Pd, M.M.Pd sebagai kepala sekolah dan siswa berjumlah 821 orang sudah ditanggapi berbagai kalangan menyatakan bahwa kepemimpinannya dapat mengarahkan anak didik kepada dunia pendidikan yang lebih baik dalam mengajarkan ilmu pengetahuan serta mampu memberi motivasi dan selalu ramah, cerdas dan terampil serta berakhlak mulia. Sosok pemimpin dan selalu mengedepankan kepentingan umum daripada pribadi dan selalu bekerjasama dengan jajarannya serta melibatkan komite sekolah untuk kepentingan anak didiknya supaya lebih berkualitas dan bermutu dan berguna di masa yang akan datang di keluarga maupun di masyarakat. (jonas)

RADAR DAERAH
Jalan Pasar Cisoka Rusak Parah

Minggu ke IV Januari 2012

12

Perlu Perhatian Dinas Bina Marga
Banyaknya pengguna jalan baik roda Dua maupun Roda empat yang melintasi jalan tersebut sering pula terjadi kecelakaan lalulintas yang di sebabkan Terperosok kedalam lubang jalan yang rusak. Masyarakat berharap Dinas Binamarga dan pengairan Kab. Tangerang Segera Memperbaiki jalan tersebut sehingga Tidak Lagi menyebabkan kemacetan dan tidak lagi menelan banyak korban Jiwa yang di akibatkan pengendara terperosok ke dalam genangan air yang berlubang di jalan tersebut . sepanjang jalan pertigaan Cisoka yang menuju Adiyasa rusak parah Sampai depan Kantor Kec. Solear. Jalan akses menuju Kec. Sukamulya dari Desa Kubang menuju Kp. Pondok Gede belum juga mendapat perhatian dari Dinas Bina Marga Kab. Tangerang. Kades Kubang Endang. S mengungkapkan Kepada Radar Nusantara bahwa jalan Desa Kubang yang menuju Pondok Gede Sudah lama di biarkan Rusak dan belum ada perhatian dari Dinas Bina Marga padahal jalan ini adalah akses menuju kota Kec. Suka Mulya yang menjadi Kota Pemekaran Kota Kec. Balaraja. (Ferry.AF)
Kades Pematang E. Asnawi. FS. SE

Pembangunan Desa Pematang Sudah Melebihi Anggaran ADD
Tangerang, Radar Nusantara Pemerintah Kab. Tangerang memberikan bantuan ADD kepada Desa yang ada di Kab. Tangerang untuk membantu kelancaran pembangunan Desa, seluruh Desa Se Kab. Tangerang serempak membangun dari anggaran dana ADD 2011 termasuk Desa Pematang Kec. Tiga Raksa yang di pimpin oleh Kades E. Asnawi FS. SE. di temui di kantor Desanya Kades Asnawi sedang mengawasi pembangunan Kantor Desa dan Infrastuktur jalan bahkan Kades Asnawi memakai Dana Pribadi untuk membangun Desanya karena anggaran Dana ADD 2011 tidak mencukupi untuk pembangunan Rehabilitasi kantor Desa Pematang. Kades Asnawi yang selama ini Ramai Diberitakan bahwa beliau menggunakan anggaran bantuan dari pemerintah Untuk kepentingan pribadi namun setelah Radar Nusantara mengecek kebenaran Berita tersebut ternyata semua berita itu tidak sesuai dengan Fakta. (sakri)

Jalan Raya Cisoka dan Desa Kubang Yang Rusak Parah

Tangerang, Radar Nusantara Jalan Raya Cisoka – Taman Adiyasa Tepatnya Didepan pasar Cisoka rusak parah.

Kerusakan jalan tersebut berakibat Tidak adanya saluran air yang berpungsi sehingga air menggenangi jalan Raya dan berakibat merusak aspal jalan dan menjadi jalan berlubang.

Musim Hujan, Harga Durian di Aceh Utara Melambung Tinggi
Aceh Utara, Radar Nusantara Meskipun hujan tak hentihentinya terus mengguyur sebagian wilayah diAceh Utara, hingga dibeberapa daerah jadi banjir. Disamping itu, diseputaran wilayah ini juga dibanjiri buah durian dengan harga yang semakin hari terus melambung tinggi. Seperti yang diinput media ini, disalah satu wilayah yang rawan banjir bah yaitu kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh utara tepatnya dikota pantonlabu. Saat ini, dipasaran mereka dipenuhi oleh ratusan penjual durian. Hingga rabu, (11/1), jumlah stok kiriman durian dari Tangse Terus menyerbu pasaran kota pantonlabu. “Memang didaerah ini sedang tidak musim durian, sementara yang dipasaran ini adalah durian dari tangse, kota sigli, dengan harga yang meningkat ini saya lihat setiap hari tak ada yang tak laku, meskipun daerah kota panton ini sedang musim banjir yang disebabkan hujan terus mengguyur, apalagi daerah ini rendah “ Ucap Bung Min, selaku penjual buah durian dipusat kota pantonlabu. Menurut mereka, harga per durian mencapai maksimal 35rb. Tiap harinya mereka terus memesankan durian dari tangse, Sigli, karena pasaran dikota ini menurut hasil survei para pedagang luar sedang maju. (M.ali)

Bobroknya Kinerja Kepala UPTD PU Bina Marga Pematang Siantar
Siantar, Radar Nusantara Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatra Utara unit Rayon Pematang Siantar dinilai bobrok dalam mengerjakan proyek pembuatan tembok penahan jalan di wilayah Kabupaten Simalungun, khususnya pegerjaan tembok penahan jalan mulai dari Simpang Panei hingga Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun karena adanya temuan bahwa tembok penahan roboh akibat tidak kuatnya campuran semen dalam pelaksanaan proyek dan tidak dibuuatnya pondasi dasar yang merupakan alas bangunan tersebut. Hal ini juga di tambahkan sudah ada tembok penahan yang retak bahkan retak panjang mulai dari dasar sampai permukaan tembok seperti yang terjadi di jalan saribu dolok di desa bombongan nagori janggir leto kecamatan panei. Dalam melakukan perbaikan dimana pembangunan diantara dua sisi tembok penahan yang terjadi di desa bombongan tersebut sesuai hasil investigasi Radar Nusantara di lokasi proyek, dimana campuran semen dan pasir tidak sesuai dengan strandar lagi karena sudah melebihi campuran, batu padas yang digunakan juga masih sangat muda dan bisa di remukkan tangan karena umurnya belum tepat di pergunakan, secara besar juga batu banyak dipergunakan dari bekas longsoran tembok penahan yang terlebih dulu rubuh kemudian batu tersebut di cuci dan di sikat untuk menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut memang menggunakan batu pesanan baru. Saat Radar Nusantara melakukan konfirmasi dan menyambangi hingga tiga kali Wesly Sidabutar Kepala UPTD PU Bina Marga Provinsi Rayon Pematang Siantar tidak berada dikantornya (6/1) fakta dilapangan menunjukkan tembok jalan di Desa Janggar Leto Kecamatan Panei Kab. Simalungun ambruk da Dinas UPTD propinsi. Kepala Dinas PU Bina Marga Propinsi Sumatera Utara di harapkan mampu menindak kelalaian dan kejarangan masuk kantor Wesly Sidabutar yang merupakan penanggung jawap untuk beberapa kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara. Evan R. Nainggolan Ketua LSM Teropong ketika dimintai pendapat perihal temuan yang sangat merugikan ini menyarankan supaya Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi mencopot dan mengganti Kepala UPTD rayon kota karena tidak aktif melakukan pengawasan perihal proyek tembok penahan sehingga berakibat fatal dan asl jadi, di lain sisi juga Evan menambahkan bahwa Kepala UPTD sering mangkir dari kantor hal ini sudah menunjukkan bahwa memang sepantasnya Wesly Sidabutar diganti untuk menunjukkan kinerja PU Bina Marga kedepannya lebih efisien. Jakimeng Sihombing ketua LSM Mekar meminta Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi SUMUT untuk langsung menindak dan mencopot Kepala UPTD rayon Siantar, dan mengharapkan supaya Kepala Dinas langsung mengawasi kinerja bawahannya jangan cuman berharap terima laporan dikantor. karena LSM Mekar akan tetap memantau kinerja UPTD Siantar yang dipimpin Wesly Sidabutar yang baru menjabat kurang lebih 3 bulan tampak kinerjanya kurang baik. Banyak proyek PU Bina Marga provinsi yang selama ini dikerjakan tanpa diketahui oleh masyarakat khususnya daerah Simalungun karena tidak adanya menggunakan plang proyek. (Syamp/RM)

diduga tembok tersebut dikerjakan asal jadi tidak sesuai dengan bestek. Sesuai hasil investigasi lansung dari lokasi proyek kerusakan tidak hanya terjadi di Desa Janggir Leto. Laporan adanya proyek pembuatan penahan badan jalan di Janggir Leto (18/1) baru diperbaiki setelah hendak dikonfirmasikan kepa-

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

13

Pemerintah Serang Berikan Bantuan Bencana Banjir Banten
Serang, Radar Nusantara Hujan deras mengakibatkan kali Ciberem dan kali Ciujung meluap, sehingga mengganggu aktifitas masyarakat yang menimbulkan kemacetan laulintas, merusak lahan pesawahan dan merendam sebagian rumaah warga sepanjang bantaran kali.
gatakan, Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Serang, sebagai penasehat Darma Wanita / DWP Kab. Serang ( Hj. Ratna Taupik Nuriman ) juga Membrikan bantuan ke. 8 Kecamatan yg terkena bencana banjir di antaranya kec. Carenang, Tirtayasa, Kibin, Keragilan, Kopo, Tunjungteja, Keramatwatu, dan Cikesal. Pantawan Radar Nusantara bantuan tersebut langsung di salurkan ke Desa-desa yang terkena musibah banjir yang diserahkan langsung oleh muspika kecamatan. Kapolsek Jawilan ( AKP Kamarul. SH ) pun secara pribadi memberikan bantuan berupa mie instan yang di serahkan langsung Kepada kepala Desa Pasirbuyut ( Undin ). Untuk di salurkan kepada warga yang terkena musibah. saat di mintai keterangan tentang jumlah warga Desa pasirbuyut yang terkena musibah ia mengatakan jumlah rumah yang terendam air sebanyak (57) rumah meliputi 5 kampung dan jumlah sawah yang terendam seluas 216 ha. (Ojat.S)

Bupati Seharusnya Mendengar Aspirasi Warga Garut Utara
Garut, Radar Nusantara Bupati Garut Aceng Fikri akhirnya bereaksi atas wacana pemekaran Garut Utara yang dirintis beberapa aktivis. Pemekaran wilayah dinilainya sebagai aspirasi normal jika memang dilandasi kebutuhan dan bukan sekadar menjadi citacita politik kelompok tertentu. “Sah-sah saja Bupati Garut-Aceng Fikri untuk pemekaran Garut Utara. Namun, jangan sampai dilatari ambisi politik atau latah mengikuti daerah lain. Pemekaran harus karena kebutuhan,” ujar Aceng saat dijumpai di acara percepatan tanam di lahan sawah tadah hujan di Desa/Kecamatan Cibatu, Kamis (12/1). Dia mengungkapkan, muara pemekaran adalah pada akselerasi kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, kebanyakan pemekaran justru didasari oleh ambisi dan kepentingan golongan tertentu. Aceng tidak memungkiri, dengan 42 kecamatan dan 432 desa, pembangunan di Garut memang tidak merata. Disparitas pembangunan terjadi di antara beberapa wilayah dan dirasakan oleh masyarakat. “Disparitas pembangunan pasti ada, tapi bukan mendistorsi beberapa wilayah dari pembangunan yang berjalan. Bukan dianaktirikan, ada keterbatasan anggaran, skala prioritas, wajib, atau pilihan. Yang pasti, semua warga Kab. Garut berhak atas APBD,” ujarnya. Sementara itu salah seorang aktivis pergerakan yang tergabung dalam tim Pemekaran GATRA mengatakan, “Seharusnya Bupati sebagai Kepala Pemerintahan dan sebagai seorang bapak dari anak-anaknya yang ada di garut, jangan mengalihkan persoalan pemekaran Gatra dengan dalih kepentingan politik seseorang dan dengan alas an disparitas pembangunan. Kami sangat berkeberatan karena berdasarkan fakta sejarah Garut utara (limbangan) adalah fakta awal untuk berdirinya kab. Garut yang sekarang ini, maka sudah saatnya karena Garut sudah memiliki 42 kecamatan sedangkan berdasarkan UU. N0.32/2004 Pemekaran bisa dilakukan minimal memiliki 5-7 kecamatan, jadi tujuan GATRA ingin mekar adalah utk mengembalikan sejarah awal, maka tidak ada alasan bagi pemerintahan kab. Garut untuk tidak mendukungnya. Tegasnya. Selanjutnya di katakannya bahwa daripada ribet dengan berbagai urusan yang terjadi di kab. Garut maka salah satu solusi untuk memudahkan dalam pelayanan publik, Garut Utara harus Mekar Menjadi Kabupaten yang Mandiri. Tidak ada alasan bagi Bupati untuk tidak menyetujuinya karena aspirasi ini di lindungi oleh Undang-Undang, Kenapa Kab. Bandung bias mekar jadi 3 dan Tasikmalaya bisa mekar jadi 2, sedangkan Garut tidak bisa di mekarkan ….? Pungkasnya. (tim)

Ketua DWP Kab. Serang (Ratu Anisa Lalu ) Kanan

Hal tersebut menggugah hati Ketua Darma Wanita Persatuan / DWP Kab. Serang (Ratu Anisa Lalu) di kec. Jawilan untuk memberikan bantuan berupa mie instan, beras dan telur di serahkan ke camat Jawilaan (H. Ahmad Satiri) untuk disalurkan ke tiaptiap desa yang terkena bencana banjir beliau juga memberikan bantuan ke Kec. Pamarayan, bandung, dan Tanahara. ia men-

Warga Kembali Resah, Delapan Kecamatan Diaceh Utara Dilanda Banjir
Aceh Utara, Radar Nusantara Hujan yang sangat deras di sepanjang kamis malam, (12/1), mengakibatkan delapan kecamatan di Aceh utara kembali digenangi air. Air yang mengaliri dipemukiman warga rata-rata diantara tiap kecamatan diperkirakan kurang lebih 50-80cm. Liputan radar dilokasi, banjir diakibatkan meluapnya empat sungai diareal kecamatan itu yang diantaranya meliputi sungai kreung keurueto, krueng pirak, krueng pase, dan krueng peutoe, yang semakin meluap apalagi curah hujan yang terus mengaliri air sungai. Delapan kecamatan yang dimaksud, antaranya kecamatan Cot girek, Paya bakong, Pirak timur, Matang kuli, Tanah luas, juga termasuk kecamatan syamtalira aron serta baktiya barat, meskipun begitu, namun banjir kali ini tidak ada korban bahkan yang tidak ada memindahkan tempat. Dikota lhoksuskon, air yang mengaliri dareah pemukian pusat kota lhoksukon juga mencapai ketinggian antara 50 -70cm, disebabkan curahnya hujan pada kamis malam itu, “Air yang mengalir ke tempat kami sejak tadi mala/red, hingga kini air mesih belum mengaliri, saya takut kalau hujan terus mungkin air bertambah tinggi, sementara kami sangat mendesak pemerintah setempat untk segera menanggulangi masalah ini” Ujar udin, seorang warga yang berprofesi sebagai penjual sayuran di pasar impres, kota lhoksukon. Menurutnya, hujan pada jam 01.00wib jum’at dini hari air terus meluap mengaliri ke daerah itu, seperti diareal pasar impres dan sekitar kantor camat serta air juga menggenangi beberapa sekolah yang ada dikecamtan itu. Kemungkinan air yang meluap ini disebabkan sungai yang di lhoksukon sedang mengalami kerusakan hingga tersumbat. Menurut camat lhoksukon, Naikalias Sadakat, Kepada radarnusantara Jum’at (13/01) diruang kerjanya menjelaskan, Banjir kali ini sama seperti yang telah terjadi diawal tahun sebelumnya, bahkan tiap tahun ada banjir ketika curah hujan yang tidak henti. “Sebenarnya memang sangat memprihatinkan, Cuma dalam perkara ini kita sudah menyurati atau memberi laporan kepada pemerintah kabupaten Aceh Utara untuk segera di re-

Warga sedang melintasi jalan yang tergenang air setinggi lutut orang dewasa, di areal jalan menuju kantor camat lhoksukon, aceh utara, mereka menuju hendak membuat e-KTP sesuai panggilan petugas kecamatan.

alisasikan, Cuma kita lihat saja nanti dalam tahun 2012 ini8 apakah ada dana yang kita usulkan ini dari APBD 2012.” Ucap Camat. Banjir yang parah ini telah melanda kecamatan lhoksukon berungkali disetiap tahun, meskipun demikian, warga sangat mendesak

pemda Aceh Utara guna secepatnya ditangani. Sementara hasil survei Tim SAR banjir kali ini belum berdampak negatif bagi warga, akan tetapi kegelisahan warga bukan sekedar harapan namun mereka terus mendesak sebelum bencana ini merenggut korban. (Jamal)

Kondisi Jalan Perlintasan Kereta Api Meresahkan Warga
Tebing Tinggi ,Radar Nusantara Kondisi jalan perlintasan Kereta Api yang terletak di jalan D Sundoro Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi sangat memperihatinkan dan meresahkan warga pengguna jalan, pasalnya selain terbilang cukup terjal, kondisi badan jalannya telah banyak yang rusak dan berlobang sehingga menyulitkan warga yang sehari-hari melintas di perlintasan Kereta Api tersebut terutama bagi pengendara Sepeda Motor. Dari informasi yang didapat Radar Nusantara dilapangan bahwa diperlintasan Kereta Api tersebut telah sering terjadi kecelakaan sepeda motor yang melintas jatuh dikarenakan kondisi badan jalan yang rusak dan berlobang, hal ini sangat meresahkan warga, Oleh sebab itu dimohonkan Perhatian pihak PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) maupun Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk segera membenahi dan memperbaiki kondisi jalan perlintasan kereta api tersebut demi kenyamanan serta keselamatan warga masyarakat selaku pengguna jalan. (M.Irfans)

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

14

Kendaraan di Workshop Banyak Yang Rusak

PT. Prima Metal Work

Diduga Fiktif
Tangerang, Radar Nusantara D e s a Bunder Kec. Cikupa Kab. Ta n g e r a n g merupakan Kawasan Industri, namun sangat disayangkan ada perusahaan yang di duga Fiktip dan tidak sesuai dengan perizinan salah satunya PT. Prima Metal Mulyadi Korban Kecelakaan Work telah Kerja PT. Prima Metal Work melanggar UU No. 13 th. 2003 tentang ketenaga kerjaan, selain tidak adanya nama perusahaan mereka masih menggunakan nama PT. Daya Kayu Indonesia yang sudah lama tidak beroperasi. Dilihat dari Segi perizinan di duga PT. Prima Metal Work tidak memiliki izin Produksi melainkan hanya gudang penyimpanan barang dan dalam Manajemen Perusahaan, Perusahaan ini tidak memiliki Direksi di mana di dalamnya tidak ada atasan Dan bawahan. Saat Radar Nusantara Mewawancarai wakil Pemilik Perusahaan Mr. Apau mereka saling lempar tanggung jawab. Seringnya terjadi kecelakaan kerja yang di akibatkan mesin pemotong besi behel, pihak perusahaan tidak mengutamakan kesejahteraan Karyawan dan keselamatan Kerja seperti yang terjadi kepada salah satu Karyawan Bernama Mulyadi, 38 Th Karyawan Bagian kawat D mengalami cacat permanen yang mengakibatkan jari telunjuk kanan satu Ruas jarinya terputus, terjadi pada Minggu Pagi tanggal 25/12/2011 jam 02.00 WIB. Mulyadi hanya mendapat perawatan di Rumah sakit Mulya Insani Cikupa Tangerang dan Tidak di Rawat Inap, padahal Mulyadi Sangat membutuhkan perawatan Ekstra karena mengalami cacat permanen dan itu di sebabkan unsur yang tidak disengaja, dan merupakan suatu kejadian kecelakaan Kerj. Diharapkan untuk Dinas Tenaga Kerja Kab. Tangerang melakukan Sidak Kelapangan guna memeriksa Legalitas dari perusahaan tersebut karena untuk jamsostek dan Kesejahteraan karyawan pun tidak di terapkan di Perusahaan ini. ( Sakri )

Truk dan mesin Warles yang rusak di halaman Workshop Bina Marga

Bekasi, Radar Nusantara Lingkungan Pekerjaan dapat membawa suasana indah dan nyaman, namun hal ini terlihat di lingkungan halaman Workshop Bina Marga Kabupaten Bekasi banyak kendaraan Truk dan Mesin Warles yang rusak sudah tidak terpakai.
Saat ditemui Kepala Workshop Bina Marga Kabupaten Bekasi “ Mohammad Lukman mengatakan, dengan banyaknya kendaraan yang sudah rusak di halaman Worksop yang tidak terpakai, hal ini terlihat lingkungan Workshop menjadi kumuh,

di harapkan agar Kepala Dinas Bina Marga “ H.Jamaluddin dapat membuka tender kepada pihak Kontruksi. Mohamad Lukman menjelaskan, bahwa dengan banyaknya kendaraan di lingkungan halaman Worksop yang sudah tidak terpakai, agar dapat kiranya kendaraan tersebut dapat dijual saja” ujarnya. Disisi lain salah seorang Staf Workshop menambahkan, dengan banyaknya kendaraan yang sudah rusak di halaman Work-

shop seperti, Truk dan Mesin Warles kiranya agar dapat di tenderkan saja kepada pihak Kontruksi, agar lingkungan Workshop dapat terjaga rapi dan indah. Dari beberapa kendaraan yang ada di lingkungan Workshop, kiranya Kepala Dinas Bina Marga, H.Jamaluddin dapat merealisasikan pembenahan lingkungan workshop dari kendaraan yang sudah rusak, agar suasana lingkungan Workshop terlihat rapi dan indah. (Julham)

Dishub Kab. Lebak Biarkan Pelanggaran Angkutan Truk Barang
Lebak, Radar Nusantara Dinas lalulintas angkutan jalan Khususnya Dinas Perhubungan Kab. Lebak membiarkan angkutan truk barang yang melanggar Lalu lintas seperti yang terjadi di Pos Pemeriksaaan depan kantor Desa Mekar Sari Citeras Lebak Banten, mereka hanya memungut pungutan Retribusi dan tidak menindak angkutan truk barang yang melanggar lalu lintas sesuai dengan UU No 22 th. 2009 pasal 274 ayat (1) bahwa mengangkut Pasir basah merupakan pelanggaran Lalu Lintas dan di ancam dengan Pidana 1 (satu) tahun penjara dan denda Rp. 24.000.000,- (dua puluh empat juta Rupiah). Kab. Lebak Khususnya di Kec. Rangkas Bitung banyak sekali perusahaan galian pasir dan tidak mengindahkan UU No 22 th 2009 dan pihak Dinas Perhubungan seolah tidak berani menindak angkutan yang melanggar tersebut. Dalam hal ini perlu ada tindakan tegas dari Dinas Perhubungan khususnya Kab. Lebak Rangkas Bitung untuk terjun langsung melakukan tindakan terhadap yang melanggar peraturan lalulintas dan menindak tegas anggota di lapangan yang melakukan pelanggaran disiplin kerja, karena semakin lama di biarkan akan semakin buruk penegak hukum di Negara kita, khususnya yang terjadi di Pos pemeriksaan DLLAJ Depan kantor Desa Mekar sari Rangkas Bitung Lebak. (Tim)

Pos pemeriksaan DLLAJ Depan kantor Desa Mekar sari Rangkas Bitung Lebak

Khitanan Massal Untuk Masyarakat Kurang Mampu
Tanjungpinang, Radar Nusantara Sebagai wujud salah satu dari 3 program pokok pengentasan kemiskinan yang digalakkan oleh pemerintah, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin akan kesehatan, Kamis (12/1), bertempat di aula MAN Wakil Walikota Tanjungpinang Drs. Edward Mushalli membuka secara resmi kegiatan khitanan massal yang diikuti sebanyak 37 anak-anak dari keluarga muslim kurang mampu yang tersebar di 4 kecamatan di Kota Tanjungpinang. Menurut Abu Sofyan selaku ketua panitia, salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk ikut mendukung program pemerintah dalam mensejahterakan rakyat serta memberantas kemiskinan. Karena, masih menurut Abu Sofyan, anakanak tersebut tidak hanya di khitan saja tapi juga mendapat santunan lain serta memperoleh tabungan dari Bank Muamalat Cabang Tanjungpinang. Sementara itu, Edward dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh pemerintah hendaknya diutamakan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Setiap masyarakat miskin akan dibantu oleh pemerintah dengan syarat harus terdaftar sebagai warga kurang mampu dan memenuhi kriteria. Dengan demikian, pemerintah akan memiliki data yang valid dan akan dengan mudah melaksanakan kegiatan yang tepat sasaran. Lebih lanjut dikatakan Edward, 3 program pokok pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan selain pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin, ada pula kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni serta upaya peningkatan ekonomi masyarakat miskin melalui kegiatan kelompok usaha. Bila masyarakat terdaftar sebagai warga kurang mampu, maka mereka berhak mendapatkan ketiga bantuan tersebut. Edward juga berharap dengan adanya

bantuan tersebut akan dapat merangsang masyarakat kurang mampu untuk dapat bangkit dan

berusaha lebih baik lagi untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya sendiri. (Yuando. S)

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

15

Team NNC (Nero North Community) Adakan Futsal
Bekasi, Radar Nusantara Olah raga merupakan kesehatan bagi tubuh manusia, karena olah raga Futsal dapat menyehatkan Jasmani dan Rohani, karena pepatah mengatakan (Mensana InCor Foresano) didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Ketua Panitia Futsal NNC Taufik HN bersama Peserta Team Futsal

Baru-baru ini Team NNC (Nero North Community) mengadakan pertandingan Futsal antara desa perdesa yang diadakan di Kecamatan Babalan dan Sukawangi, pertandingan tersebut di meriahkan oleh kalangan Tua dan Muda.

Saat dikonfirmasi Ketua Panitia Team NNC ( Nero North Community ) “ Taufik HN mengatakan, dengan adanya pertandingan Futsal antara desa perdesa di wilayah Kecamatan Babelan – Sukawangi, hal ini untuk mengadakan ajang Silahtuhrahmi serta dapat berbaur

dengan masyarakat Bekasi, agar dapat mengenal sosok pigur pasangan NERO (Neneng-Rohim) sebagai Calon Bupati Bekasi, terutama bagi para petani yang berada di wilayah Babelan dan Sukawangi. Taufik menjelaskan, tujuan adan-

ya pertandingan Futsal ini adalah sebagai ajang Silatuhrahmi serta mengantarkan calon pasangan NERO (dr.Hj.Neneng Hasanah Yasin dan H.Rohim Mintareja ) sebagai calon Bupati Bekasi”.ujarnya Dijelaskan Taufik, bahwa pertandin-

gan Futsal diadakan setiap malam Sabtu di masing-masing desa perdesa di wilayah Kecamatan Babalan, Sukawangin , Muara Gembong , Muara Bakti , agar dapat menyukseskan Pilkada pasangan (Dr. Hj.Neneng Hasanah Yasin sebagai Bupati dan H.Rohim Mintareja sebagai Wakil apa bila terpilih oleh masyarakat Kabupaten Bekasi sebagai Bupati. Ketua Panitia Taufik HN sebagai Team Futsal NNC ( Nero North Community ) mengharapkan, agar bagi yang Tua biar ada kesamaan tujuan kedepan, bahwa kita perlu menyukseskan Pilkada pasangan NERO. Bahwa kita memerlukan Pemimpin yang benar-benar peduli pada masyarakat Kabupaten Bekasi dan juga kita dapat melihat sosok Dr.Hj.Neneng Hasanah Yasin dan H. Rohim Mintareja sebagai pasangan calon Bupati Bekasi adalah pigur yang peduli kepada masyarakat miskin dan pengangguran serta para petani. (Julham)

Bupati H. Sutrisno, SE,M.SI Optimalkan Komite Sekolah
Kab. Majalengka tahun 2011 Rp. 725.453.058.259,- menjadi Rp. 813.428.980.338,-. di tahun 2012. Anggaran BOS (Biaya Operasional Sekolah) Dinas Pendidikan Kab. Majalengka mengalami kenaikan dari tahun 2011. Sedangkan Anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) Dinas Pendidikan Kab. Majalengka tahun 2011 Rp. 54.169.170.000,- naik menjadi Rp. 95.906.151.000,- di tahun 2012 yang meliputi rehap sekolah ditahun 2011 sebanyak 330 paket pilsung dan juksung disamping APBNP. Lebih gamblang Sanwasi menyebutkan hal-hal yang mendasar dalam rangka peningkatan Pendidikan adalah peranan aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisifasi mendorong, memantau, mendukung dan membangun secara menyeluruh segala kegiatan pembelajaran disetiap sekolah dimana jumlah satuan pendidikan yang jumlahnya cukup meningkat. Dimana kelompok bermain sebanyak 621 kelompok dengan murid 16371 orang, TK 305 jumlah murid 9505 orang, SD sebanyak 816 dengan jumlah murid 125966 orang, SMP 87 sekolah dengan murid sebanyak 61022 orang, SMK 21 sekolah dan siswa sebanyak 15077 siswa serta jumlah guru PNS 10742 0rang dan Non PNS sebanyak 5321 orang. Selain menyerahkan bantuan BSM secara simbolis Bupati Majalengka H. Sutrisno, SE.,M.SI dalam sambutanya dengan gamblang menyampaikan peran penting tugas dan tanggung jawab pendidikan adalah keluarga, masyarakat dan pemerintah yang semuanya harus didasari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SAW karena Rosullala turun kubumi yang paling pertama sekali diutarankan ahlak dan budipekerti, dengan landasan keagamaan maka pendidikan dikabupaten majalengka akan Religius Maju dan Sejahtera. Dengan besarnya anggaran pendidikan yang setiap tahun mengalami kenaikan, dimana anggaran pendidikan mencapai Rp. 813.428.980.338,- secara keseluruhan merupakan biaya kebutuhan guru sebagai tenaga didik dan pendidikan serta peningkatan saranaprasarana sebagai factor pendukung dan penunjang pendidikan. Peran serta masyarakat dalam pendidikan berfungsi “memperbaiki akses, mutu, daya saing, relevansi, tata kelola, dan akuntabilitas pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan”. Selanjutnya peran dan fungsi komite sekolah agar betul-betul mampu dilaksanakan sebagaimana mestinya sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan di masingmasing satuan pendidikan.sehingga diharapkan terjalinnya kerjasama yang efektif dan harmonis antara pihak sekolah dengan komite sekolah. Adanya BOS harus benar-benar dilaksanakan untuk kepentingan peningkatan pendidikan komite sekolah harus mengetahui dan bertanggungjawab dalam penggunaanya serta tenaga Pengawas dan Penilik juga harus benar-benar juga untuk melakukan tugasya sesuai dengan fungsi sehingga peranan masing-masing yunit tugas berjalan dengan baik dan tidak terjadi lagi bahwa komite sekolah urusan BOS tidak dibawa-bawa, (disambut tepuk tangan menggelegar dari seluruh komite yang hadir) dan kedepan bantuan pembangunan rehap sekolah akan dikembalikan ke Komite sekolah. (SS,Yogi)

Majalengka , Radar Nusantara Disaat peran serta komite sekolah sedang pasif dalam pembangunan dunia pendidikan yang seyogianya lembaga ini harus diberdayakan, Bupati Majalengka H.Sutrisno, SE.M.Si merangkul para pahlawan swadaya ini untuk bangkit dan lebih berperan aktif Pertama sekali dalam sejarah sejak berdirinya Komite sekolah dikabupaten Majalengka Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati melakukan sosialisasi tentang peranan Komite sekolah dalam mendobrak perkembangan dunia Pendidikan. Bertempat di Graha Sindangkasih Majalengka hari Kamis, 12 Januari 2012 di laksanakan kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Peranan Komite Sekolah Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Untuk Mewujudkan Majalengka Religius Maju dan Sejahtera (REMAJA), Kegiatan tersebut dihadiri 816 orang komite sekolah sekabupaten Majalengka, kepala UPTD, perwakilan kepala sekolah dan perwakilan siswa SD yang akan menerima secara simbolis

Bantuan Siswa Miskin. Di awali dengan Laporan Ketua Pelaksana oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Majalengka Drs,. H. Sanwasi, MM., mengatakan bahwa peranan komite sekolah sangat penting dalam mewujudkan pencapaian wajar DIKDAS 9 tahun dan Rintisan 12 tahun, dimana komite sekolah harus bersinergi dengan kepala sekolah dan guru untuk membangun sekolah dimasing-masing wilayah kerjanya. Dalam kesempatan tersebut Kadisdik Sanwasi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati H.Sutrisno atas segala kegigihanya dalam mendombrak bantuan dan anggaran melalui daerah kabupaten,propinsi dan pusat tanpa perjuangan bapak dan motivasinya kepada penyelenggara pendidikan kemajuan yang sedang terjadi saat ini tidak akan bisa diraih, sebagai bukti nyata pembangunan sarana prasanan setiap tahunya semakin meningkat. Perubahan Anggaran yang mendasar keseluruhan Dinas Pendidikan

Galian Untuk Pembakaran Bata, Izin Solarnya Dipertanyakan
Karawang, radar nusantara Galian untuk pembakaran bata yang ada di desa cigunung sari kampung menteng kecamatan tegalwaru, harus di proses izin penggunaan solarnya, karena selama proyek sudah berjalan kurang lebih sebulan penggunaan solarnya tidak di lengkapi izin dari disperindag. Bahkan wartawan radar nusantara datang kelokasi Proyek galian milik pak haji Saryat, dan proyek galian yang sekarang di kerjakan oleh para kulinya, wartawan radar nusantara meminta keterangan sama para kulinya dan para kulinya memberikan jawaban bahwa proyek ini yang bertanggung di lapangan sementara diserahkan sama wakil Enad. Saat wartawan radar nusantara kelokasi proyek pihak penanggung jawab tidak ada di tempat, dan langsung mendatangi kepala desa cigunung sari untuk meminta keterangan masalah penggunaan solarnya, bahkan kepala desa cigunung sari memberikan keterangan bahwa proyek yang sekarang lagi di kerjakan belum ada izin penggunaan solar, begitu” tandasnya”. Dan untuk badan usaha milik perorangan maupun milik swasta tidak boleh memakai BBM bersubsidi harus memakai BBM non subsidi itu juga harus ada rekomendasi dari disperindag, soalnya kapasitas alat berat satu unit beko selama tujuh jam menghabiskan solar kurang lebih 150 liter solar. Bila badan usaha menggunakan BBM bersubsidi sudah melanggar undang - undang no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, cepat proses sesuai hukum yang berlaku. (pardi)

Penyerapan Anggaran Gali Tutup Lubang Th 2010/2011 Sudin Pemakaman Jakarta Barat
Jakarta, Radar Nusantara Kepala Suku Dinas (SUDIN) pemakaman kota Administrasi Jakarta Barat, Haeru Darodjak tidak mau di temui wartawan”Bapak mau ngantar ibu” ujar salah satu stafnya kepada wartawan Radar Nusantara ketika hendak meminta komfrimasi. tahun 2010 kantor suku dinas kota administrasi Jakarta Barat mendapat alokasi anggaran gali tutup lobang makam sebesar Rp1,65 miliyar sedangkan tahun 2011 mendapat alokasi anggaran gali tutup lubang sebesar Rp1,1 miliyar anggaran penetapan dan Rp 500 Juta ABT (Anggaran Biaya Tambahan) total anggaran tahun 2011 Rp 1,6 miliyar, hampir sama dengan anggaran tahun 2010. Dari penuturan Ketua LSM ABRI (Abdi Lestari) Benyamin Pelawi kepada Radar Nusantara, bahwa pihak Pemerintah memkan anggaran yang terserap tahun 2010 adalah 4.726 x 300 = Rp1.417.800. 000. sedangkan dari hasil investigasi dan penelitian yang dilakukan selama kurun waktu 2010/ 2011, dengan menelusuri seluruh TPU-TPU yang ada di Jakarta Barat “hampir seluruh penggali lubang makam yang diteliti mengaku menerima Rp150 ribu per lubang, dan uang itu diterima dari pihak kantor TPU. Menurut Pelawi riset (penelitian) yang dilakukan lebih banyak di TPU Tegal Alur. Berarti dapat disimpulkan

Diduga Rugikan Anggaran Daerah DKI Jakarta Sebesar Rp. 1,5M
bahwa anggaran yang disalurkan selama tahun 2010 untuk gali tutup lubang adalah 4726 x 150.000 = Rp 708.9 juta, berarti pada tahun 2010 terdapat sisa anggaran sebesar Rp708,9 juta sedangkan asumsinya tahun2011 dengan anggran yang sama terjadi kebocoran sekitar Rp708,9 juta dapat disimpulkan bahwa anggaran gali tutup lubang 2010/ 2011 Rp 3,2 milyar, terdapat kerugian keuangan daerah sebesar kurang lebih Rp1,5 miliyar lanjut pelawi. Kami sudah melakukan penelitian ataupun investigasi selama 2 tahun, sekarang kami sedang membuat laporan pengaduan kepada pihak intansi hukum terkait. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami sudah mendapatkan jawaban ujar Pelawi mengakhiri pembicaraan dengan Radar Nusantara dikantornya. (Jamal/Risman)

berikan subsidi sebesar Rp 300 ribu /lubang untuk gali tutup lubang dan masih menurut Pelawi tahun 2010 terdapat makam baru dilingkungan Sudin Pemakaman KotaAdministrasi Jakarta Barat sebesar 4.726 makam (data Sudin Pemakaman), berarti dapat disimpul-

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

16

Bangun Kementrian Agama yang Bebas Korupsi
Hj. Nurlatifah Kunjungi Bayi Kembar Siam di RSUD
Karawang, Radar Nusantara Kepedulian tinggi ditunjukkan oleh Ketua Tim Penggerak PK Kabupaten Karawang, Hj Nurlatifah Ade Swara. Bagaimana tidak? Begitu mendengar kabar bahwa ada bayi kembar siam yang lahir di Karawang, dirinya bersama sejumlah unsur dari Pemerintah Kab. Karawang berinisiatif untuk mengunjungi dan menjenguk sang jabang bayi yang masih dalam perawatan intensif pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kab. Karawang, Rabu (4/1). Bayi kembar siam yang lahir dari rahim Ny. Iin (16), warga Gulampok RT/RW 08/ 03 Desa Randumulya Kecamatan Pedes tersebut saat ini tengah berada Ruangan Perinatalogi RSUD Karawang, dengan ditangani oleh dua orang dokter sekaligus, yaitu dr. Dodi, SPOG dan dr. Ani Yunita. Bayi yang lahir hari ini, Rabu, 4 Januari 2012 pukul 09.10 dengan berat 3,2 kg tersebut saat ini tengah dilakukan terapi, serta diberi oksigen khusus dan cairan infus. Kedepannya, bayi Ny. Iin tersebut direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit di luar Karawang, yang tentunya memiliki fasilitas lebih lengkap dan memadai untuk dilakukan operasi. Hal ini sangat penting, karena meskipun kembar siam, bayi Ny. Iin tersebut hanya memiliki satu jantung dan satu paru-paru. Ny. Iin sendiri saat ini masih dirawat oleh pihak RSUD Karawang untuk dilakukan pemulihan pasca operasi. Hj. Nurlatifah sendiri berharap si bayi dapat segera menjalankan operasi dengan sukses tanpa ada kendala apapun, sehingga dapat lekas sembuh untuk tumbuh dan berkembang sebagaimana anak-anak lainnya. Selain itu, dirinya juga berharap sang ibu, Ny. Iin pun dapat segera pulih dari operasi yang telah dijalaninya tersebut. Untuk itu, dirinya meminta segenap masyarakat Kab. Karawang untuk dapat turut mendoakan bagi kesembuhan dan kesehatan keduanya, baik si bayi maupun ibunya. Selain itu, dirinya selaku istri dari orang nomor satu di Kab. Karawang berharap jajaran RSUD Karawang untuk benar-benar memperhatikan kebutuhan medis yang diperlukan, baik untuk si bayi maupun sang ibu. Salah satunya adalah dengan segera merujuk si bayi ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap, sehingga dapat dilaksanakan operasi penyembuhan dengan baik. Di sisi lain, Ny. Iin yang menjalani persalinan dengan memanfaatkan program jaminan persalinan (jampersal) yang telah diprogramkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, menyerahkan penanganan bagi bayinya kepada pihak RSUD Karawang. Dengan harapan, si bayi dapat segera mendapatkan operasi dan pengobatan yang diperlukan, sehingga dapat tumbuh sehat dan bisa segera pulang ke rumah. (R.Limbong)

Karawang, Radar Nusantara Salah satu persoalan utama yang dihadapi Bangsa dan negara kita dewasa ini adalah masalah korupsi yang belakangan ini begitu memprihatinkan kita semua.
Dalam kaitan ini, kementerian agama hendaknya dapat terus meningkatkan perannya dalam rangka penanggulangannya terutama berkaitan dengan penanaman dan pembentukan moral serta ahklak bangsa karena bagaimanapun permasalahan korupsi terkait erat dengan moralitas serta ahklak, demikian dikatan Bupati Karawang H. Ade Swara saat menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 66 Tingkat Kabupaten Karawang di lapang Karawang pawitan, Selasa (3/1). Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa Kementerian Agama adalah Instansi Pemerintah yang mempunyai tugas untuk memberikan pelayanan keagamaan kepada seluruh umat beragama. kementerian agama dengan seluruh aparaturnya secara vertikal mulai dari tingkat pusat hingga daerah, mempunyai peran strategis dalam tiga hal, yaitu Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan agama, pembinaan kerukunan intern

dan antar umat beragama, serta mengawal akhlak dan moral bangsa. Ucapnya Bupati pada kesempatan tersebut berharap Peringatan HAB tahun ini hendaknya dimaknai sebagai perwujudan niat, itikad serta momentum guna menyamakan persepsi, gerak dan langkah segenap keluarga besar kementerian agama untuk mengatasi berbagai permasalahan penyalahgunaan wewenang dan keuangan negara di lingkungan Kementerian Agama, mulai tingkat pusat hingga daerah. hal tersebut menurunya mutlak dilakukan, karena baik secara situasional maupun kondisional, tidak sedikit kegiatan pembangunan dan penyelenggaraan negara secara umum, telah banyak menciptakan praktek-praktek usaha yang lebih menguntungkan sekelompok tertentu yang menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga merusak sendi-sendi penyelenggaraan negara dalam berbagai aspek kehidupan nasional. padahal tuntutan hati nurani rakyat menghendaki adanya penyelenggaraan negara yang mampu menjalankan fungsi dan tugasnya yang bersih dan amanah. Bupati pada kesempatan tersebut menginstruksikan agar kita berupaya mencegah dan memberantas korupsi tidak hanya dilakukan oleh kementerian agama saja akan tetapi oleh instansi pemerintah lainnya termasuk seluruh OPD di Kabupaten Karawang. dalam hal ini gerakan pencegahan dan pemberantasan korupsi, di samping tindakan refresif, juga tidak kalah penting harus dilakukan secara preventif, yang salah satunya dapat dilakukan melalui peningkatan pemaha-

man dan pelaksanaan ajaran agama sebagai koridor dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan akan tumbuh kesadaran hukum, moralitas serta komitmen tinggi terhadap penanaman nilai-nilai kejujuran. peranan pranata keagamaan dalam pemberantasan korupsi perlu terus kita gerakan di masa mendatang. dalam konteks demikian, Kementerian Agama sering juga disebut simbol moral pemerintah. untuk itu kementerian agama harus tetap memiliki komitmen untuk menjadi pelopor dalam upaya perbaikan aklhak dan moral bangsa. pungkasnya H. Buchori Kepala Kementrian Agama Karawang dalam laporannya mengatakan bahwa Kegiatan HAB ini adalah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran serta menjalin rasa kebersaman, serta memperteguh integritas dan komitmen oleh karenanya pihanya telah mengadakan berbagai kegiatan lomba diantaranya adalah lomba

kratifitas ibu-ibu, sapta lomba, futsal,bulutangkis,gerak jalan, MTQ untuk pesantren, Marawis, dll. Buchori juga menambahkan bahwa saat ini pengelolaan zakat dan wakaf belum maksimal, tanah wakaf di karawang mencapai 241 Hektar sawah, dari jumlah itu semua disewakan 2 juta/ha. Oleh karenanya kami menggagas apabila tanah sawah wakaf ini dikelolah sendiri dengan baik maka insya Allah akan mendapatkan hasil yang banyak, dan dapat memberikan kesejahteraan bagi para guru-guru ngaji di madrasah dan di Mushola. Ucapnya Usai upacara Bupati Karawang,Wakil Bupati dan unsur Muspida Karawang serta Ibu Hj. Nurlatifah didampingi Ketua BAZ menyerahkan Zakat Profesi serta menyaksikan parawai taaruf HAB Kemenag yang diikuti oleh 30 Drumband dari berbagai Madrasah dan diikuti oleh sekitar 1000 peserta, Peringatan yang sederhana namun sangat meriah. (R.Limbong).

Bupati Karawang Hadiri Tradisi Pembaretan dan Penyematan Brevet Kehormatan
kebersamaan ini terus dipelihara sehingga akan terciptanya kebersamaan, ketenangan serta kenyamanan demi keberhasilan tiap-tiap tugasnya masing-masing, semoga kebersamaan kita disini mendapatkan rahmat dari Tuhan yang Maha Esa. Ucapnya. Lebih lanjut Pangkostrad A.Y. Nasuiton mengatakan bahwa Kostrad dalam pelaksanaan tugasnya selalu dalam hubungan besar dimana satuansatuan yang bergerak merupakan ujung tombaknya adalah pleton-pleton yang ada. Keberhasilan tugasnya bergantung pada keberhasilan pleton-pleton tersebut dan komandan pleton sangat menentukan dalam pencapaian keberhasilan tersebut, dituntut kepemimpinan yang baik, yang kuat, yang dapat di tauladani oleh semua prajurit, seorang kimandan pleton harus dapat menempatkan diri sebagai bapak yang baik bagi prajurit dan keluarganya, sebagai pembina, sebagai pelatih, gruru, saudara, teman dan kakak. Dan segaligus sebagai Komandan yang dapat membantu Prajurit dalam memecahkan masalah. Ucapnya. Melalui kegiatan ini diharapkan akan tumbuh semangat kebersamaan, rasa kebangaan satuan jiwa korsa satuan sesama prajurit Kostrad sehingga dapat mewarisi semangat dan nilainilai luhur yang telah dibangun oleh para pendahulu kita. Ungkapnya. Diakhir sambutannya Pangkostrad mengamanatkan kepada Para Perwira baru bahwa : terus pelihara iman dan taqwa, Pelihara dan tingkatkan disiplin dan profesionalisme keprajuritan, memlalui budaya belajar dan berlatih di satuannya masing-masing, bangun jiwa korsa dan kebanggaan kesatuan yang positif, jaga kesehatan dan tetap pelihara kesemaptaan jasmani, Pimpin anggota dengan keteladanan serta tingkatkan kepekaan kewaspadaan dan kesiap siagaan dimanapun bertugas. Dan Lakukan yang tebaik tetap Semangat ….Pungkasnya. Bupati dan Wakil Bupati serta unsur Muspida Karawang, Kepala OPD Beserta Camat Tegal Waru turut menyematkan Pembaretan kepada Perwira Pertama Kostrad. Akhirnya marilah kita berdoa Memohon kepada Allah SWT, agar senantiasa memberi petunjuk , bimbingan dan kekuatan kepada kita dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara yang kita cintai. (R.Limbong)

Karawang, Radar Nusantara Sebagai salah satu bentuk penerimaan serta pengukuhan bagi perwira menjadi bagian dari Keluarga Besar KOSTRAD, Panglima Kostrad menerima 110 Orang Perwira Pertama dan 14 Orang Perwira Menengah, dan juga menyematkan Brevet Intai Tempur kepada 2 orang Perwira Tinggi Kostrad sebagai wujud penerimaan para perwira menjadi warga kehormatan Pasukan

Taipur. Pelaksanaan Pembaretan tersebut langsung oleh Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI A.Y. Nasution di Lapang Markas Denharlat Kostrad Sanggabuana,Tegal Waru Karawang, Selasa (10/1). Dalam sambutannya Panglima Kostrad Letjen TNI A.Y. Nasution mengatakan bahwa ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Karawang serta unsur Muspida yang turut hadir menyaksikan acara pada kesempatan ini, semoga jalinan

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

17

Jalan Badami Pangkalan Sepanjang 25 km Diperbaiki
Karawang, Radar Nusantara Jalan Badami – Pangkalan sepanjang + 25 KM telah lama menjadi sorotan banyak pihak, pasal nya jalan Badami – Pangkalan kondisi nya rusak dan sangat memprihatinkan, meski demikian jalan ini kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Normalisasi Sungai Citarum, Pemkab Karawang Gelar Sosialisasi

Banyak masyarakat yang mengeluh kan kondisi jalan yang rusak parah, sehingga mengganggu kelancaran transfortasi dan usaha warga, terutama di musim hujan, kerusakan jalan menjadi semakin parah, hal ini lah yang membuat para pengusaha yang tergabung dalam peguyuban pengusaha jalur Badami Pangkalan berinisiatif memberikan bantuan secara kolektif guna memperbaiki jalan. Hal tersebut seperti yang di sampaikan oleh Japar, salah seorang pengusaha galian batu kapur yang turut memberikan bantuan “bantuan ini di lakukan secara kolektif sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kondisi jalan”. Katanya.

Saat di tanya nilai bantuan yang di berikan, Japar mengatakan bahwa bantuan yang di berikan para pengusaha ber macammacam, mulai material, dana operasional, alat transfortasi hingga tenaga kerja jadi nilai nya masih belum bisa di kalkulasikan “ini spontanitas kami dalam menanggapi datang nya musim hujan, kita semua tau bagaimana jalan arah pangkalan saat hujan datang, yang menderita masyarakat juga”. katanya. Kegiatan bantuan perbaikan jalan oleh paguyuban pengusaha jalur Badami – Pangkalan telah dilakukan sejak bulan Desember dan upaya perbaikan masih berlangsung hingga saat ini, hampir semua pengusaha ikut

berpartisipasi dalam kegiatan ini, sebut saja CV. Brata Mandiri yang memberikan bantuan berupa batu kapur, ada juga CV. Enngal Family Transportasi yang meminjamkan armada nya untuk membantu kelancaran kegiatan ini serta PT. Eka Kertas Nusantara yang memberikan bantuan berupa dana. Selain itu ada juga yang memberikan bantuan berupa Tenaga kerja seperti di berikan oleh PT. Rama Abdi Pratama. Masyarakat menyambut senang dengan aksi perbaikan jalan yang di lakukan oleh para pengusaha, selama ini masyarakat menilai negatif kepada para pengusaha karna di anggap memberikan kontribusi terbesar dalam kerusakan jalan, na-

mun setidaknya masyarakat bisa mengapresiasi hal ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab para pengusaha terhadap jalan. Seperti yang di ungkap kan oleh Dicky Nugraha, warga desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, “Saya senang dengan kepedulian para pengusaha, hampir setiap hari saya harus melewati jalan ini, dan rasanya sangat menyiksa, bayangkan ! separuh tenaga saya habis dalam perjalanan, bagaimana saya bisa bekerja maksimal, belum lagi saya harus siap celana cadangan, kalo enggak saya harus menanggung malu karna masuk kantor dengan celana kotor penuh lumpur,” Keluhnya. ( R.Limbong )

Jamin Trantibum Karawang Gelar Apel Besar
lakukan di Kab. Karawang, yang sekaligus dimaksudkan untuk melakukan pengecekan kekuatan personil Bhabinkamtibnas, Babinsa dan Kepala Desa/Kelurahan di wilayah Kab. Karawang. Menurut Kapolres, di Kab. Karawang saat ini terdapat 180 personil Babinkamtibnas, yang terbagi dalam beberapa desa sentuhan dan desa binaan. Selain itu, Polres Karawang saat ini telah memiliki 19 polsek dengan area kerja mencakup 30 Kecamatan. “Adapun target utuk tahun 2013, diharapkan satu desa dapat memiliki satu Babinkamtibnas,” tambahnya Sementara itu, Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. R. Haryono mengatakan bahwa kegiatan ini adalah momentum yang sangat baik dan luar biasa bagi terciptanya keamanan dan ketertiban umum di Kab Karawang. Dandim sendiri memandang penting keberadaan personil Babinkamtibnas, Babinsa untuk masing-masing desa. Akan tetapi yang lebih penting adalah adanya sinergitas dan kerjasama para personil tersebut dengan masyarakat yang menjadi satu kesatuan, sehingga pada akhirnya dapat tercipta suasana yang kondusif. (R.Limbong)

Karawang, Radar Nusantara Sebagai salah satu upaya menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban umum, Polres Karawang, Kodim 0604/ Karawang, dan Pemerintah Daerah menggelar kegiatan Apel Besar Babinkamtibmas, Babinsa, serta para kepala desa dan kelurahan. kegiatan yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Pemda Karawang tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara, Kamis (12/1). Dalam kesempatan tersebut Bupati Karawang, H. Ade Swara mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti kesiapan dan rasa tanggung jawab dari jajaran Polres

Karawang dan Kodim 0604/ Karawang sebagai salah satu institusi pelaksanaan keamanan, kententraman dan ketertiban masyarakat. Dengan harapan, dapat tercipta keamanan dan ketertiban umum di seluruh wilayah Kab. Karawang, hingga ketingkat desa. Lebih lanjut Bupati mengatakan, keberadaan aparat TNI/POLRI melalui personil Babinkamtibnas dan Babinsa memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam memantau dan menciptakan situasi keamanan serta ketertiban ditingkat desa atau kelurahan. “Hal ini tentunya hanya dapat tercapai dengan adanya jalinan koordinasi yang baik dan sinergis antara personil Babinkamtibmas,

Babinsa, Kepala Desa/Lurah, dengan seluruh komponen masyarakat desa,” ujarnya. Bupati Ade Swara sendiri menilai bahwa keberadaan personil Babinkamtibnas dan Babinsa sangat dibutuhkan di tengahtengah masyarakat, khususnya di tingkat desa/kelurahan. “Terlebih gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah lain di Indonesia saat ini cenderung meningkat, khususnya yang terkait kejahatan konvensional, seperti bentuk perkelahian antar kampung maupun aksi tawuran,” tambahnya. Dalam sambutan terpisah Kapolres Karawang, AKBP Merdisyam mengatakan kegiatan ini adalah yang pertama kali di-

Karawang, Radar Nusantara Pemerintah Kabupaten Karawang memulai upaya untuk melakukan normalisasi dan rehabilitasi sungai Citarum guna mengendalikan bencana banjir yang kerap terjadi di Kab. Karawang. Langkah awal dimulai dengan menyelenggarakan Sosialisasi Kegiatan Konstruksi dan Rehabilitasi Sarana Prasarana Sungai Citarum Hilir di Kab. Karawang. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna RM. Alam Sari tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara, Kamis (29/12). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang, H. Ade Swara mengatakan bahwa Pemerintah Kab. Karawang dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada tahun 2011 ini akan melaksanakan kegiatan Konstruksi Rehabilitasi Prasarana Pengendali Banjir Sungai Citarum Hilir Walahar - Muara Gembong. Kegiatan konstruksi ini mencakup dua kabupaten yakni Karawang dan Bekasi yang nota bene merupakan daerah rawan bencana banjir khususnya yang diakibatkan oleh meluapnya Sungai Citarum,” ujarnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, agar pelaksanaan proyek rehabilitasi prasarana pengendali banjir ini dapat berjalan lancar pada saatnya nanti,diperlukan adanya kegiatan sosialiasi terlebih dahulu yang dimaksudkan sebagai upaya untuk lebih menginformasikan berbagai program tersebut. “Sehingga kemungkinan terjadinya ekses atau konflik kepentingan terutama dengan masyarakat di wilayah sekitar pelaksanan royek dimaksud dapat diantisipasi dan dihindari sedini mungkin,” jelasnya. Untuk itu, lanjut Bupati, melalui kegiatan ini Pemerintah daerah mengajak semua pihak untuk turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini, yang diantaranya dengan lebih meningkatkan upaya-upaya rehabilitasi lahan dan penyelamatan lingkungan; mMenumbuhkan prakarsa dan kreatifitas serta meningkatkan peran serta masyarakat, karena pengelolaan dan pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja melainkan menjadi tanggung jawab bersama; serta mengubah pandangan, sikap dan perilaku kita terhadap hutan selama ini yang beranggapan : “bahwa manfaat hutan adalah hanya dari hasil kayunya saja” tetapi lebih dari itu fungsi hutan sebagai penyerap dan penyimpan cadangan air. “Dengan demikian kita dapat lebih memfungsikan hutan sebagai penyimpan air,” pesannya. Sementara itu, Sungai Citarum sendiri merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat dengan total areal mencapai 12 ribu km2. Sungai Citarum saat ini dimanfaatkan oleh sedikitnya 25 juta penduduk di Jawa Barat dan DKI Jakarta, dengan jumlah populasi di sepanjang sungai mencapai 10 juta penduduk. Selain itu, Sungai Citarum sendiri memiliki peranan yang sangat penting, karena dipergunakan untuk mengairi 300.000 Ha areal irigasi, mensuplai air untuk 80 persen penduduk Jakarta, serta menghasilkan tenaga listrik hingga mencapai 1.400 Mega Watt. Melalui program rehabilitasi konstruksi sarana prasarana pengendali banjir ini, akan dilakukan sejumlah langkah, diantaranya adalah dengan melakukan peninggian tanggul dengan system Concrete Structure – Kisi-Kisi Beton, Perkuatan Tanggul dengan system Sheet Pile, Bronjong, dan Pasangan Batu, serta normalisasi sungai. Kegiatan ini akan dilakukan di sepanjang Sungai Citarum mulai dari Walahar, Kab. Karawang hingga Muara Gembong Kab. Bekasi, yang dibagi menjadi beberapa paket pekerjaan. (R.Limbong)

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

18

Mabes Polri Sukseskan Program Satu Desa Satu Polisi
Karimun, Radar Nusantara Maraknya kejadian yang melanda Negeri pada saat ini,yang mana terjadi berbagai ragam kejadian, mulai dari segala tindak bentuk kejahatan dan kejadian kriminalitas lainya. Dalam kejadian tersebut tidak memilih tua maupun muda sehingga membuat keresehan bagi banyak warga. Melihatdari apa yang terjadi pihak Mabes Polri membuat suatu pencegahan dalam mengatasi hal tersebut. Itu semua di lakukan pihak kepolisian untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan terhadap masyarakat sehingga rasa ketakutan yang mencekam yang di rasakan masyarakat dari berbagai bentuk kejadian bisa teratasi.
kriminalitas pada saat ini mulai meningkat yang terjadi berbagai bentuk. Sedangkan di daerah perkotaan saja sering terjadi bentuk kejahatan dan kriminalitas, apalagi di daerah pedesaan, bisa saja lebih parah lagi, maka dari itu dengan adanya program tersebut, khususnya masyarakat Bupati Karimun, Kapolres Karimun, H.Nurdin Basirun AKBP Benyamin Sapta T Sik. yang berada di kelurahan dan desa tidak lagi Bentuk program yang di galakkan bayang-bayangi rasa ketakutan dengan Mabes Polri ialah, Satu Desa Satu segala bentuk kejahatan yang terjadi,di Polisi,lalu di sebarkan ke setiap Mapolres karenakan di setiap desa maupun kelurayang ada di Indonesia dan bekerjasama han akan di adakan satu anggota kepolidengan pemerintah setempat. Bertempat sian yang selalu melakukan penjagaan di halaman Polres Karimun belum lama ini untuk mengontrol tindak tanduk segala di gelarnya upacara sebagai bentuk kerjas- bentuk kejahatan yang akan terjadi.Di ama dalam program satu desa satu polisi. tambah lagi dalam program ini kita bekTurut hadir pada kesempatan itu, erjasama dengan pemkab karimun.” Ujar Bupati Karimun H. Nurdin Basirun, Benyamin. “Dalam program satu desa satu polijajaran SKPD Pemkab Karimun, Camat Sekabupaten Karimun, Lurah dan Kades si ini, dari pihak polres karimun akan menuSekabupaten Karimun serta tamu un- runkan sebanyak 54 personil anggota kepolisian yang akan di sebarkan di desa dangan lainya. Kapolres Karimun, AKBP Benyamin dan kelurahan. Program ini akan berjalan Sapta T Sik, saat di temui usai upacara secara maksimal pada tahun 2014 mendaberlangsung mengatakan, program yang tang, mengingat pada saat ini masih banydi canangkan oleh Mabes Polri itu sangat ak anggota di jajaran polres karimun yang kita harapkan dan harus kita jalankan se- merangkap tugas baik itu di Mapolres ataumaksimal mungkin,di karenakan angka pun Mapolsek. Dengan adanya program seperti ini bisa membantu masyarakat di desa maupun di kelurahan dalam menangani kasus-kasus kecil, sehingga menampakkan kearifan dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut, setiap polisi yag di tempat tugaskan di desa dan kelurahan di samping melakukan penjagaan dan pengamanan juga dapat kiranya memberikan sosialisasi yang terpenting selalu berkoordinasi kepada masyarakat setempat, sehingga mendapatkan kerjasama yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat,” Katanya. Masih di lokasi yang sama, Bupati Karimun H. Nurdin Basirun saat di minta tanggapanya mengenai adanya kerjasama dalam program itu menyampaikan, “saya merasa sangat senang dengan diadakan program ini di tambah lagi dari pihak kepolisian mau melakukan kerjasama dengan pemkab Karimun untuk mensukseskan program tersebut. “Pada intinya dari pemkab karimun sangat mendukung sekali tentang program yang telah di canangkan dari Mabes Polri, Dengan begitu khususnya bagi masyarakat yang masih bertempat tinggal di pedesaan tidak merasa ketakutan lagi dengan segala bentuk tindak kejahatan yang ada, di karenakan wilayah mereka telah ada anggota kepolisian yang selalu berjaga. Di minta juga kepada masyarakat untuk selalu mendukung dan membantu dalam memperlancar dari program itu,” Harap Nurdin. (rs)

Pembangunan Gedung Dua Lokal SMUN 1 Selesai Dibangun
Merapi Timur, Radar Nusantara SMUN 1 Merapi Timur mendapatkan bantuan dari anggaran pengembangan pendidikan pusat melalui APBNP tahun 2011 sebesar Rp 220 juta untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SMUN 1 telah selesai dan menggunakan atap rangka baja. Dikatakan ketua panitia Saipul Anwar SPd kepada wartawan Radar Nusantara bantuan untuk membangun dua lokal merupakan kerja keras kepala SMUN 1 Merapi Timur karena masih kurang sarana kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada pagi hingga siang. Untuk pagi kelas 11 empat ruangan, kelas 12 tiga ruangan, sedangkan untuk sore hari kelas 10 empat ruangan. Dengan dibangunnya gedung dua lokal bantuan dari pusat akan menjadi 12 ruangan belajar. Saipul mengharapkan kepada Diknas Pendidikan Lahat pada tahun 2012 untuk menganggarkan pembangunan ruang belajar melalui dana APBD untuk meningkatkan mutu pendidikan maupun SDM sehingga menambah peningkatan dbelajar mengajar agar terlak sana dengan baik bantuan dana hibah dari pusat diswakelola semuanya transparan melalui rapat musyawarah semua para guru dilibatkan demikian juga komite pendidikan. (Amir)

Kecamatan Kundur Punya Pelabuhan Rakyat
Karimun, Radar Nusantara Peluang usaha dan lapangan kerja sudah Nampak di depan mata,jadi manfaatkanlah peluang tersebut,”Kata Nurdin dalam menyampaikan kata sambutannnya di peresmian Pelabuhan Rakyat, Selat Beliah, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, belum lama ini. Nurdin juga mengharapkan, masyarakat khsususnya yang berdomisili di daerah pelabuhan yang baru saja di resmikan pengoperasiannya itu agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar lebih baik lagi kedepannya, karena di pelabuhan tersebut banyak sekali peluang untuk mewujudkan hal itu, yang dulunya banyak pemuda tempatan tidak bekerja,menjadi bekerja dan masyarakat juga bisa membangun usaha seperti berjualan di area pelabuhan tersebut,” harapnya. “Kepada bagi pihak pengelola pelabuhan agar bisa memperhatiakn serta memperioritaskan pemuda dan masyarakat setempat agar di berdayakan dan bagi mereka membuka segala peluang untuk kehidupan mereka agar kesejahteraan mereka lebih baik lagi dari pada sebelumnya, jangan ada istilah anak tiri dan anak kandung dalam memperkejakan pemuda dan masyarakat setempat, karena pemuda dimana pelabuhan tersebut di bangun juga memiliki potensi dan skill dalam bekerja di bidangnya masing-masing,” Himbau Nurdin kepada pengelola pelabuhan. Dalam peresmian pengoperasin Pelabuhan Rakyat, Selat Beliah, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, adat tradisi ciri khas melayu yakni, Musik Kompang, tidak pernah terlupakan, itu di berlakukan setiap acara ataupun kegiatan yang di hadiri Bupati, Wakil Bupati ataupun pejabat teras di lingkungan pemkab karimun lainya. Pukulan demi pukulan di mainkan pemain musik kompang dalam menyambut kedatangan Bupati Karimun beUsai sambutan dari bupati karimun, acara di teruskan dengan tepung tawar,yang mana pada salah satu dari ciri khas adat budaya melayu itu pertama sekali di lakukan bupati karimun dan di lanjutkan dengan rombongan yang ikut pada kesempatan itu, setelah di lakukan tepung tawar acar kembali di lanjutkan dengan pemotongan pita oleh bupati karimun serta ketua DPRD kabupaten karimun dan di saksikan tamu undangan dan masyarakat setempat, pemotongan pita tersebut di lakukan tanda di resmikannya pengopersian pelabuhan rakyat, selat beliah, kecamatan kundur barat, Kabupaten Karimun. Di samping peresmian pelabuhan rakyat, selat beliah, kecamatan kundur barat juga di laksanakan penyerahan insentirf RT/RW sepulau kundur, setelah pemberian insentif tersebut, bupati karimun bersama rombongan melakukan peninjauan korban banjir di kecamatan tanjung batu kota. (RS)

Peresmian : Bupati Karimun,H.Nurdin Basirun Di Dampinggi Ketua DPRD,Melakukan Pemotongan Pita Tanda Di Resmikan Pengoperasian Pelabuhan Rakyat Selah Beliah, Kecamatan Kundur Barat,Kabupaten Karimun,Di Saksikan Sekda,H.Anwar Hasyim Dan Tamu Undangan Lainya.

serta rombongan saat peresmian pelabuhan tersebut sampai ketempat lokasi acara.Bukan hanya itu sambutan hangat masyarakat juga di perlihatkan, senyuman manis kepada bupati dan

tamu undangan lainya kerap sekali di tonjolkan, sehingga membuat suasan menjadi lebih akrab antara bupati karimun beserta rombongan kepada masyarakat sekitar.

Pemerintah Kota Pematang Siantar Merugi
Siantar, Radar Nusantara “Orang bijak taat pajak” demikian iklan yang atau pun slogan dicanangkan oleh Negara Republik Indonesia ini, adapula hal yang sama dan selalu muncul di media elektronik iklan” Siapa takut bayar pajak” demikian iklan ini yang juga oleh Pemerintah Kota Siantar dilakukan melalui media Radio. Akan tetapi tidak demikian halnya dengan pengusaha yang satu ini. CV. Paradep yang nama pengusahanya juga Paradep. Sesuai dengan izin yang dimilikinya oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Utara No.551.21/9925/R/PHB/2005 tentang izin CV. Paradep berakhir pada tanggal 16 Nopember 2010.Terhitung hingga saat ini sudah dua tahun berjalan izin operasional CV. Paradep tidak diperpanjang, akan tetapi hingga kini CV. Paradep tetap melakukan operasionalnya hal ini mengakibatkan berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pematang Siantar. Dinas perhubungan Provinsi Sumatra

Dishub Prov. Sumut Lakukan Pembiaran Izin Operasional CV. Paradep
Utara tampaknya tidak mendukung program pemerintahan Susilo Bambang Yudoyhono maupun pemerintah kota Siantar, yang sedang giat-giatnya dilakukan untuk mendongrak pendapatan Negara maupun pendapatan daerah melalui pajak. Ketua LMS Teropong menyikapi perihal izin ini mengatakan “,CV. Paradep tidak patut dicontoh oleh pengusaha yang lain, padahal CV. Paradep adalah pengusaha besar dibidang usaha mobil cara angkutan sewa. Dinas Perhubungan Sumatra Utara kelihatan tidak perduli hal ini menyebabkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah Kota Siantar jelas-jelas dirugikan. LSM Teropong oleh ketuanya Evan Nainggolan meminta kepada Gubernur (Plt) bersama sama komisi D DPRD Propinsi Sumatra Utara untuk mengusut hal ini, karena hal ini sangat merugikan bagi kita semua” demikian Radar (18/1). Sementara itu CV. Paradep Taxi tetap melakukan operasi seperti biasa. Sesuai dengan izin operasional CV. paradep, dilapangan tampak oleh radar bayak terjadi pelanggaran yang dilaukan sesuai dengan izin yang dikeluarkan Disitup Provinsi Sumatra Utar No. 551.21/9925/R/PHB/ 2005 dan SK Dishup No. 551.21/104/SD/ PHB/2006. Perihal pengoperasian CV. Paradep di Bandara Polonia medan, secara kasat mata tampak dilapangan bahwa tidak sesuai dengan jumlah mobil yang dilaporkan kepada Dishub maupun kepada Dinas Perizinan Kota Pematang Siantar. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa jumlah mobil cara sewa melebihi kapasitas izin yang diberikan oleh Dishub Sumatra Utara dan Dinas Perizinan Kota Pematang Siantar. Ketika hal ini hendak dikonfirmasikan kepada Dinas Perizinan Kota Siantar tidak berada di kantornya, menurut salah seorang pegawainya Kadis belum masuk kantor”, oleh Radar kemudian hal ini di konfirmasikan kepada Dinas Perhubungan Kota P Siantar tentang jumlah mobil yang dioperasikan CV. Paradep, mengatakan bahwa “jumlah mobil adalah 11 unit dengan plat serinya khusus EH/LH akan tetapi plat serinya tidak ada terdaftar pada Dinas Perhubungan Kota Siantar. Menurut salah seorang pejabat Dinas Perhubungan Kota P Siantar plat serinya terdaftar pada Dinas Perizinan Terpadu Kota Siantar dan Dinas Perhubungan Provisi Sumatra Utara, tampak juga dilapangan bahwa CV. Paradep menggunakan penjualan tiket. Hal ini dikatakan karena CV. Paradep menggunakan penjualan tiket, hal ini bertentangan dengan surat yang dikeluarkan oleh Dishub provinsi No.551.21/104/SD/PHB/2006. Pada butir (b). C.V Paradep juga diduga bila melanggar surat keputusan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Impormatika No.503/116/Perhub. K I/11/2010 perihal rekomendasi perpanjangan izin usaha angkutan CV. Paradep pada butir (C), yang dibuktikan dengan adanya penjualan tidak oleh CV. Paradep menurut salah seorang pengusaha angkutan cara sewa

yang tidak mau namanya disebutkan meyatakan kepada Radar Nusantara Tidak ada orang yang berani menutup operasional Paradep karena orang kuat, dan dia pengusaha kaya, tak satupun orang yang mampu melawannya” katanya hingga kini CV. Paradep yang beralamat di Jln. Sutomo No.323 Pematang Siantar hingga berita ini di turunkan masih tetap melakukan operasional, dan tidak adanya tindakan apapun dari Dishub Provinsi Sumatra Utara terhadap pelanggaran yang dilakukan CV. Paradep demikiran Radar. (RM)

RADAR DAERAH
Menuju Lahat Satu

Minggu ke IV Januari 2012

19

Ribuan Kader dan Simpatisan dari Ketum PBR
Lahat, Radar Nusantara Di depan ribuan pendukungnya yang memadati gedung dan lapangan kesenian Lahat. Bapak ketua umum PBR, Bursa Sarnubi mengatakan bahwa Beliau merasa terpanggil untuk melakukan pembenahan bagi rakyat Kabupaten Lahat. Partai PBR dan PAN telah bekerja sama untuk memperoleh suara 60 persen, selain itu beberapa lain nya di ajak kualisi. Sehingga bisa berperan membawa Kabupaten Lahat yang lebih baik ungkap nya kepada koran ini.
Bursa Sarnubi mengatakan keputusan berani mengandeng partai PAN pun di anggab sebuah terobosan baru. Menurut nya antara partai PAN dan partai PBR yang membesar kan nama nya tersebut memiliki persepsi yang sama. Mulai dari konsulidassi, strategi hingga konsep untuk bangsa yang berdaulat dan mandiri. Kita terbuka terhadap partai manapun yang ingin bergabung, bahkan partai barisan Nasional (BARNAS) pun siap berjalan bersama kita. ”Yang jelas kita tidak khawatir jika kedepan nya terjadi perpecahan, justru dengan keaneka ragaman mem buat warna politik Nasional tegas nya”. (Admi&tim)

DPW LSM Garuda RI Jawa timur:

Jangan Langgar Kode Etik Lembaga
Sampang, radar Nusantara Ketua LSM Garuda RI Jawa Timur dalam pertemuannya dengan Dpw LSM Garuda RI, Ulung Sunaryo,SH bersama kapolsek Torjun AKP Solihin dan juga Danramil Torjun Kapten Lape, S dikantor Dpw Garuda RI, menegaskan kepada anggota-angotanya tentang melaksanakan tugas dan fungsi kon- Ulung Sunaryo,SH trol sosialnya yang profesional karena banyaknya laporan dari kalangan instansi dan lembaga lain tentang buruknya sepak terjang oknum anggota LSM yang menakut-nakuti dan mencari kesalahan yang bersangkutan, oleh karena itu, DPW Jatim Garuda RI menambahkan bahwa jangan sampai anggota-anggotanya melanggar kode etik LSM. “Kita harus profesonal, kita harus tahu aturan-aturan, jangan main nyelonong saja. Dalam kontrol sosial kita harus pakai program, sehingga kita tahu apa yang kita kerjakan. Saya tidak segan-segan memberhentikan anggota, apabila ada oknum anggota tersebut melangar kode etik dan mencemarkan nama baik lembaga (LSM)”, tegas Dpw LSM Garuda RI Jawa timur. (tim)

Penertiban PETI Timbul Pro Dan Kontra, Rakyat Minta Solusi
Putussibau, Radar Nusantara Penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilaksanakan di Hulu Kapuas Kecamatan Putussibau Selatan tepatnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Atahu, di Desa Bungan Jaya, oleh Tim Operasi PETI Kabupaten Kapuas Hulu yang diminta pihak Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat. Pasalnya sejumlah masyakat yang ada di Hulu Kapuas menuding pihak TIM PETI saat melakukan operasi penertiban, melanggar hukum adat yang berlaku didaerah setempat, namun ada juga sejumlah masyarakat yang tidak mempermasalahan penertiban tersebut, hanya saja mereka meminta solusi agar mereka kembali dapat bekerja. Untuk meluruskan hal tersebut pihak TIM Operasi PETI yang melibatkan pihak TNBK melakukan pertemuan dengan pihak masyarakat Desa Bungan Jaya yang dilakukan di Aula Kantor Camat Putussibau Selatan sekitar pukul 09.40 wb hingga pukul 15.00 Wib, Kamis (19/01-2012). Tampak Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TIM PETI AKP Sukemi, Kabag Bina Masyarakat AKP Asbullah, Camat Putussibau Selatan Alfiansyah, SE,Msi, Koramil Kota Kapten Inf. Siswadi, Kabid Teknis TNBK Unang Suharman, Kapolsek Putussibau Seatan AKBP Muh Fahrozi, Kepala Desa Bungan Jaya Agustinus, Ketua Adat Safaang, beserta kurang lebih 30 orang masyarakat Bungan Jaya. Dalam pertemuan tersebut masyarakat menuntut agar pasca penertiban PETI yang dilaksanakan ada solusi dari pihak TNBK, diantaranya mereka menginginkan agar kedepan masyarakat tetap bisa melaksanakan pertambanga emas, yang menurut masyarakat merupakan turun temurun dari nenek moyang mereka. Selain itu masyarakat juga mempertanyakan pemusnahan barang bukti yang berada dilokasi, yang dibakar oleh TIM Operasi PETI yang dianggap melanggar hukum adat yang ada di Desa Bunga Jaya. Camat Putussibau Selatan Alfiansyah, SE, Msi yang mempasilitasi pertemuan tersebut, meminta agar masyarakat menggungkapkan apa yang sebenarnya terjadi ketika TIM Operasi PETI melakukan penertiban dilapangan yang menimbulkan kesimpang siuran informasi yang ada. Sementara itu Ketua TIM Operasi PETI yang melaksanakan penertiban PETI ke Hulu Kapuas AKP Sukemi mengatakan bahwa pelaksanaan operasi yang dilakukan sudah sesuai Stadar Operasi yang ada (SOP) sesuai Undangundang yang berlaku terkait PETI. “ Apa yang Kami lakukan saat operasi sudah sesuai undang-undang yang berlaku, dan saat melakukan pemusnahan Kami sudah memilah-milah mana barang yang bisa dibawa ke kantor untuk Barang Bukti (BB) dan barang yang tidak bisa dibawa terpaksa Kami musnahkan sesuai aturan yang berlaku, dengan membakar barang-barang yang digunakan untuk melakukan PETI,” jelasnya. Untuk itu Sukemi meminta apabila ada yang merasa keberatan atau dirugikan dalam operasi yang mereka lakukan, agar datang ke Kantor Polres Kabupaten Kapuas Hulu untuk menemui dirinya, termasuk para pemilik BB yang sudah diamankan guna dimintai keterangan. Kepala Desa Bungan Jaya, Agustinus mengutarakan bahwa dalam operasi PETI yang sudah dilakukan tersebut, agar pihak terkait terutama TNBK untuk memberikan solusi kepada masyarakat, sehingga mereka kembali dapat bekerja untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. “ Yang Kami minya ada solusi bagaimanapun dengan menambang emas merupakan mata pencarian masyarakat, dan dalam hal ini saya tidak mau disalahkan masyarakat da diteror masyarakat,” ungkapnya. Begitu juga yang disampaikan oleh Ketua Adat Bungan Jaya Safaang yang mengatakan bahwa sesungguhnya masyarakat menginginkan bahwa Pemerintah harus ada solusi terhadap masyarakat ketika PETI ditertibkan, mengingat pertambangan emas merupakan mata pencarian masyarakat setempat sejak nenek moyang dahulu yang dilakukan secara turun temurun. Sedangkan Tokoh Masyarakat Hulu Kapuas, Muslimin yang juga hadir didalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh TIM Operasi PETI dilapangan sudah melanggar hukum adat yang berlaku, oleh karenanya Muslimin yang mewakili masyarakat meminta agar pihak TIM Operasi PETI dapat mempertanggung jawabkan perbuatanya. “Tindakan yang dilakukan oleh Tim sudah melanggar hukum adat yang berlaku, sebab hak milik masyarakat termasuk pondok masyarakat dibakar, alat masak masyarakt dihancurkan, selain itu tali ayunan bayi dan pakaian Suasana pertemuan masyarakat dengan dalam masyarakat dipotong-potong, pihak TNBK dan Tim Operasi Penertiban PETI Hulu Kapuas nah secara adat yang berlaku jelas-jelas perbuatan tersebut melanggar hukum adat yang masih mengikuti pertemuan tersebut yang berlaku, mereka harus mempertang- termasuk Kepala Desa Bungan Jaya begung jawabkannya, “tegas muslimin. serta sejumlah masyarakatnya, menyetuHal senada juga disampaikan oleh jui dalam bahwa dala pertemuan tersebut Alay, yang juga merupakan Tokoh akan disimpulkan suatu nota kesepakatan masyarakat bahwa, seharusnya hukum dengan pihak TNBK, namun masyarakat adat juga di hargai, pada dasaranya meminta agar pembuatan nota kesepakamasyarakat sangat mendukung atas pen- tan dilaksanakan keesokan harinya. “ ertiban yang dilakukan oleh pihak terkait, Meskipun Saya menjabat sebagai Kepala namun dalam tindakan tidak seharusnya Desa tentunya Saya tidak bisa mengambil melanggar ketentuan adat yang berlaku. “ keputusan sendiri tanpa musyawarah denKami akui Tim Operasi PETI menjalan- gan masyarakat, sebab Saya juga tidak mau kan aturan namun, mereka seharusnya juga disalahkan masyarakat,” ungkap Agustimenghargai hukum adat, dan Tim Opera- nus Kades Bungan Jaya. Pantauan dilapangan, bahwa pada si PETI harus mempertanggung jawabkan perbutanya yang melanggar hukum akhirnya nota kesepakatan masyarakat adat,” ungkapya langsung meninggalkan dan TNBK ditunda hingga jumat (20/ ruangan yang kemudian disusul oleh 01-2012), tetapi masyarakat tetap sejumlah masyarakat yang menganggap pada tuntutanya agar mereka kedepan para Tim operasi PETI melakukan per- tetap bisa melakukan pertambangan, sesuai dengan ketentuan yang akan tertubuatan yang melanggar hukum adat. Sementara itu, sejumlah masyarakat ang dalam kesepakatan. (Santo)

Truk Angkutan Batubara 12 Ton Masih Melintas

Surat Edaran Gubernur Sumsel Dilanggar
Lahat, Radar Nusantara Truk Angkutan Batu bara 12 Ton masih melintas dijalan raya dan sudah melanggar surat edaran Gubernur sumatera selatan H Alex Noerdin padahal pihak Dishubkominfo Lahat sendiri sudah mulai mengawasi jalannya truk yang melintasi di Kabupaten Lahat. Dikecamatan Merapi Timur tempatnya antara lain desa Gunung Kembang, Sirah Pulau dan Banjar Sari terdapat beberapa tronton yang kapasitasnya jalan melebihi 12 ton ini masih melintas disana,muatan tersebut mengisi pada pagi hari dan sore setelah pukul 13.00 mulai ada yang berjalan kearah luar Kabupaten Lahat kata seorang salah satu supir angdes di Merapi yang tidak mau disebut namanya wartawan Radar Nusantara. Kepala Dishubkominfo Drs. H. Syaifudin mengatakan kepada Radar Nusantara menindak tegas angkutan batu bara yang melabihi kapasitas 12 ton yang melintas dijalan raya sesuai surat edaran Gubernur Sumatra Selatan juga mereka harus mematuhi demi kepentingan masyarakat banyak agar jalan yang ada menjadi tertib dan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas karena beberapa bulan ini banyak sopir batu bara yang ugalugalan. Dan juga Syaifudin menjelaskan akan membentuk forum komunikasi lintas angkutan jalan yang sudah dibahas dengan lantas. Tujuannya untuk menghindari kecelakaan dijalan dan bekerja sama pemerintah daerah TNI, Dishub, Satlantas. Untuk sementara rambu-rambu lalu lintas yang belum ada dan juga mobil derek akan diusulkan Dishub provinsi karena sarana prasarana saat ini masih terbatas. (amir)

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

20

Penangkar Bibit Tanaman Yang Sukses
Majalengka, Radar Nusantara Sosok sederhana dan bersahaja adalah ciri kepribadiannya, walaupun sudah menjadi pengusaha sukses di bidang penangkaran bibit namun kesederhanaan dan kebersahajaan selalu mengikuti dalam kesehariannya, pribadinya yang ulet mengantarkan ia menjadi penangkar yang sukses.
Adalah Saidun Abdul Muis, putra Majalengka yang sukses dalam menangkarkan berbagai macam bibit tanaman hingga menjadi pengusaha bibit terkenal di seantero nusantara. Awalnya ia bukanlah apa apa, namun karena ketekunan dan keuletannya dalam bekerja dan berkarya Saidun kini dikenal sebagai penangkar yang profesional, buah tangannya kini telah menyebar keberbagai pelosok tanah air. Awalnya suami dari Nyonya Sariah ini hanyalah merupakan pedagang bibit keliling yang hanya menggunakan pikulan bambu. “Saat itu !, Saya berdagang bibit tanaman ini pernah sampai ke Patok beusi Subang ,” ujar dari ayah 7 anak ini sambil mengenang masa lalunya. Dari pengalaman tersebut ia berusaha membuat sendiri bibit bibitan tersebut, dan seiring berjalannya waktu serta berkat keuletan dan kerja keras akhirnya melalui tangan dingin seorang Saidun menghasilkan bibit-bibit yang berkualitas, hingga kini seorang siswa lulusan SPMA Cirebon ini telah memiliki beberapa hektar kebun bibit dengan berbagai jenis tanaman Holtikultura, kehutanan dan perkebunan. Dibawah bendera Mulya Sari Bakti, usaha penangkaran bibit ini terus dikembangkan Saidun dengan harapan bisa membantu pemerintah dalam melestarikan lingkungan, diakui saidun dalam usahanya ini kerap kali mengalami jatuh bangun, dan yang paling fatal di tahun 1997, perusa-

Bekesbang Kunjungi Kantor Persatuan Jurnalis Natuna (PJN)
Natuna, Radar Nusantara Dalam upaya peningkatan kedisiplinan serta seleksi tertib administrasi kepada Organisasi masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di wilayah kerjanya, Kepala badan (Kaban) Kesatuan Bangsa Yusrizal, SH, Rabu (18/1) kemarin, menyempatkan diri untuk berkunjung ke kantor sekretariat Persatuan Jurnalis Natuna (PJN) di Jemengan Ranai. Dalam kunjungannya ini, selain dimaksudkan untuk mempererat silahturahmi dengan para swadaya pembangunan masyarakat, menurutnya hal ini disejalankan dengan pengontrolan operasional wadah-wadah tersebut, mengingat di Natuna tergolong cukup banyak yang tersisih (dibekukan) karena dianggap fiktif. Dari tahun ke tahun, berdasar hasil verifikasi administrasi dan pertanggungjawaban penggunaan keuangan, tidak sedikit yang tereliminasi, mulai dari tingkat kepengurusan struktur, banyak yang merangkap jabatan ganda dalam kepengurusan inti dan memiliki hubungan keluarga, hingga aktifitas organisasi yang vakum. Penjabaran dalam arti dibekukan ini adalah, bentuk sangsi sementara kepada wadah swadaya masyarakat yang tidak bertanggungjawab atas pengelolaan bantuan operasional yang diterima dari pemerintah, sehingga setelah dibekukan, mereka diwajibkan untuk membenahi laporan kegiatan, baru wadah tersebut bias menerima kembali bantuan rutin ini. “ Kita sudah melihat kelengkapan yang dimiliki PJN, baik gedung hingga fasilitas perkantoran yang cukup layak dan bersih. Tempatnya selain strategis juga mengadopsi jaringan komunikasi berbasis internet kabel dan nirkabel “Ujar Yusrizal. Ditambahkan Yusrizal, tentunya dengan melihat kondisi fisik organisasi ini, dirinya berharap wadah serupa baik itu LSM, Ormas dan OKP bisa mencontohnya, dimulai dari kelengkapan tersebut, penggerak didalam struktur organisasi dapat dengan mudahnya menciptakan program kerja yang sifatnya mendorong sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam hal perkembangan pembangunan daerah. Yusrizal yang disambut oleh Sekretaris umum Iskandar Pohan, melakukan peninjauan kesetiap bagian ruang kerja yang ada di gedung Sekretariat PJN, kemudian dilanjutkan ke kantor LSM Laskar Natuna Bersatu yang letaknya berdampingan. Hal ini juga berkaitan dengan pergantian tahun anggaran baru 2012. Mengingat pemerintah setiap tahunnya memberikan bantuan dana pembinaan kepada wadah swadaya masyarakat, hal ini dimaksudkan untuk membantu kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan misinya. (jimmy.s)

Saidun Abdul Muis

haannya ini sempat mengalami kehancuran, namun dengan keyakinan dan kerja keras akhirnya perusahaan ini bisa kembali maju dan berkembang sampai kini. (Asep/Jodi)

PNPM Mekarmulya Menuju Bentuk Pelaksanaan Ideal
Kecamatan Kertajati salah satu desa di Kabupaten majalengka penerima program PNPM tersebut, dalam melaksanalan program tersebut terus berupaya memcari bentuk yang ideal dalam pelaksanaannya sehingga hasilmya sebagai out put dari program itu dapat duterima masyarakat dengan baik. Ketua TPK Jaja Miharja yang didampingi Sekretaris Ruhiat dan bendaharanya Oom Tarkam mengatakan masyarakat mekarmulya berperan aktif dalam alur pelaksanaan PNPM tersebut, dari mulai pembahasan, perencanaan, hinggga pelaksanaan mereka ikut didalamnya hingga tercipta kerjasama yang harmonis, menurut Jaja TPK mekarmulya dalam pelaksanaannya mengarah kepelaksanaan memaksimalkan pemberdayaan masyarakat sehingga menhadi bentuk pelaksanaan yang ideal sesuai dengan visi dan misi PNPM Mandiri Pedesaan. Katanya. Jaja menambahkan, Pelaksanaan PNPM yang telah selesai sekitar bulan September 2011 lalu kini tengah dirasakan sendiri manfaatnya oleh warga masyarakat, namun walaupun sudah ranpung sedemikian rupa sampai saat ini nasyarakat terus memelihara hasil dari program tersebut. Jelasnya pula. Masih menurut Jaja, berhasilnya pelaksanaan PNPM tidak lepas dari dukungan Kepala Desa Mekarmulya Gugun gunawan, S.Sos. yang sangat mendukung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Sementara itu pamtauan RN dilapangan, Dengan adanya PNPM yang turun ke desa Mekarmulya geliat roda perekonomian masyarakat setempat semakih terlihat, terlebih perekonomian warga desa mekarmulya adalah dari pertanian dan kehutanan, yang memerlukan sarana infra struktur jalan yang memadai. Oleh karena itu jajaran pengurus TPK bersama Kuwu dan masyarakat desa Mekarmulya memanfaatkan PNPM dan merealisasikannya ke pengerasan jalan sepanjang 850 meter serta senderannya sepanjang 1700 meter. Dengan telah selesainya pekerjaan pengerasan halan itu kini warga masyarakat Mekarmulya tidak lagi susah uhtuk menarik hasil pertaniannya. (Asep)

Majalengka, Radar Nusantara Pada hakekatnya PNPM Mandiri Pedesaan adalah salah satu program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat guna meningkatkan semangat dan motivasi para pelaku, pelaksana dan pengelola proram pengentasan kemiskinan dipedesaan, dengan salah satu mis-

Pokta Bimma Dapat Bantuan Sosial
Bandung, Radar Nusantara Upaya pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup bangsa, kini mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat. Bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah, pemerintah daerah adalah wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Bantuan sosial senilai 340 juta rupiah yang diterima oleh poktan (kelompok tani) BIMMA yang diperuntukannya untuk beternak sapi, dengan jumlah anggota sebanyak 35 orang

inya yaitu menguatkan system pembangunan partisipatif. Pelaksanaan PNPM Mandiri pedesaan di Kabupaten Majalengka sedikit besarnya mengalami perkembangan. Perkembangan ini muncul sebagai langkah pendewasaan menuju pelaksanaan yang ideal. Seperti halnya Desa Mekarmulya

Ketua Poktan BIMMA Masdar

itupun menuai kontroversi. POKTAN (kelompok tani) bina masyarakat mandiri (BIMMA) yang diketuai oleh Masdar ini telah memiliki 35 ekor sapi betina. Ironisnya sapi sapi tersebut tidak dibagi kepada anggota poktan melainkan dipelihara di sebuah kandang ternak. Hal yang tidak kalah menarik adalah banyak dari anggota poktan yang tidak bersedia merawat sapi tersebu. Berbagai informasi yang dihimpun radar nusantara menyebutkan, bahwa yang diutamakan dari peter-

nakan tersebut adalah kotorannya, kotoran tersebut akan dikelola menjadi kompos dan kemudian kompos tersebut dibagikan kepada anggota poktan. Diduga hal ini yang menjadikan anggota poktan enggan memelihara sapi tersebut. Banyak dari anggota poktan yang tidak bersedia untuk memelihara sapi akan tetapi ada juga anggota poktan yang bersedia memelihara sapi 6 ekor sekaligus, ujar sumber. Menurut ketua poktan bina masyarakat mandiri (BIMMA)

Masdar, sapi tersebut di beli dari jawa tengah dengan harga 6,5 juta per ekor. Bahkan diperkirakan sapi tersebut sudah beranak pada bulan maret 2012. Untuk biaya penghamilan sapi tersebut dibutuhkan biaya Rp. 400.000 per ekor nya. Ujar masdar. Sungguh mengherankan kalau toh kotoran sapi yang menjadi prioritas kenapa ketua poktan harus membeli sapi ke Jawa tengah?? Lantas bagaimana jika 35 ekor sapi tersebut beranak tahun 2012 ini?? Bersambung. (M.purba)

Pembangunan Jalan Nasional Cipaku Kasokandel Amburadul
Majalengka, Radar Nusantara Belum juga berumur satu bulan pembangunan jalan Nasional yang berkisar sepanjang satu kilometer sudah rusak alias berlubang, tepatnya mulai dari terminal Cipaku hingga depan kantor Polsek Dawuan Kabupaten Majalengka. Berdasarkan pantauan Radar Nusantara kondisi jalan tersebut sudah rusak dan tanpak pada badan jalan sudah terjadi penambalan di beberapa titik yang rusak. Kendati sudah terjadi pemeliharaan yakni penambalan jalan namun sudah tampak lubang-lubang baru yang mengancam kehancuran jalan tersebut, jika sudah terjadi kerusakan pada waktu yang begitu singkat maka sampai kapan jalan tersebut akan ditambal dan ditambal lagi. Ironis memang jika saat situasi sekarang ini dunia usaha kontruksi sedang disoroti oleh berbagai lapisan masyarakat ternyata perusahaan kontruksi yang mengaku profesional membuahkan hasil pekerjaan yang ambururadul dan ditrongkongi oleh instansi terkait pula setiap hari selama pelaksanaan pekerjaan. Berdasarkan investigasi Radar Nusantara pada saat pekerjaan dimulai telah terjadi berbagai kejanggalan mulai dari kedalaman pengerukan jalan yang rusak fatal, bahan matrial sebagai existing yang dipergunakan sebagai agregat adalah beskos kelas A akan tetapi kenyataan banyaknya batu serpihan yang berwarna kuning dan bisa jadi ada dugaan kwalitas dan ketebalan hotmik tidak sesuai dengan standar kwalifikasi sehingga mengakibatkan tingginya kerusakan jalan dimasa pemeliharaan, dan anehnya lagi urugan pada bahu jalan atau berm juga dilakukan asal-asalan sehingga muncul pertanyaan dimasyarakat apakah pekerjaan tersebut belum selesai atau tidak karena ada beberapa meter belum terisi sirtu. Saat pelaksanaan pekerjaan Radar Nusantara menemui salah satu pegawai yang beralamat di kec.Pase Sumedang tersebut menyebutkan tinginya resiko kerusakan jalan akibat kendaraan muatan mobil yang melebihi standar kelas jalan terutama Armada Batubara, aneh ya pak kenapa bisa bebas terus lewat Jembatan Timbang Tomo ungkapnya dengan serius, hal ini terbesit karena selama pekerjaan pemasangan existing dilakukan beberapa kali akibat dilintasi armada bermuatan berat tersebut. Untuk mendapat keterangan lebih jelas dari pengusaha Radar Nusantara

Berm yang belum terisi Jalan yang masih berlubang dan yang sudah ditambal awal januari 2012

mengalami kesulitan karena susah menemui orang yang berkompeten terhadap pekerjaan tersebut, selain papan proyek yang tidah terlihat dilokasi proyek beberapa kali media ini untuk melakukan konfirmasi hingga berita ini dinaikkan belum dapat dihubungi, namun berdasarkan informasi yang diter-

ima dari sumber terpercaya pekerjaan tersebut dilakukan oleh PT.Mulus Natausaha yang beralamat di Rancaekek Bandung Jawa Barat, jika sudah demikian siapa yang harus bertanggung jawab lalu apah hasil pekerjaan tersebut sudah diterima intansi terkait? Mangga Pak Gubernur. (SS)

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

21

Proyek Asal-asalan, Milyaran Rupiah Habis Jalan Rusak Parah
Musi Banyuasin, Radar Nusantara Setelah berkalikali dilakukan perbaikan jalan Sekayu – Keluang namun kerusakan yang sangat parah mesih terjadi, bahkan lebih dari semula sebelum dilakukan perbaikan. Kondisi ini juga yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kecelakaan dan bahkan menghambat perjalanan.
Infrastruktur jalan Sekayu – Kec. Keluang telah hancur kalau musim hujan layaknya seperti kubangan kerbau. Jalan ini sebagai akses jalan yang menghubungkan Kabupten Musi Banyuasin yakni Kota Sekayu yang disebut-sebut sebagai kota Randik Serasan Sekate, dengan Kecamatan Keluang dan beberapa kabupaten lainnya, yaitu Kec. Sungai Lilin. Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan sementara perbaikan setiap beberapa bulan dalam setahun yang dilakukan hanya menjadi tonpengerjaannya mesih amburadul dan diduga menjadi ajang Kurupsi jelasnya pada Wartawan. Beberapa tukang ojek menambahkan jalan Sekayu – keluang adalah merupakan salah satu jalan yang menghubungkan beberapa kecamatan di kabupaten Muba, sudah sepatutnya Pemerintah Kab. Muba merasa malu dengan kondisi ini, karna jalan lintas penghubung Dua Kabupaten ini adalah tanggung jawab pemerintah Kabupaten. Ketua Aliansi Masyarakat FKPM Musi Banyuasin, Drs. M Nuh Soleh Saat dimintai komentarnya terkait masalah ini, Saya sebagai ketua Aliansi Measyarakat Kabupaten Musi Banyasin mengharapkan agar Pemerinta Kab. Muba secepanya melakukan tindakan untuk perbaikan jalan yang memenuhi Standar bukan Asal-asalan, kita semua tau bahwa anggaran pemeliharaan jalan di Kabupaten Musi Banyuasin ini bukanlah sedikit mencapai enam milyar rupiah untuk tahun 2010 begitu juga pada tahun 2011 yang mencapai puluhan miliyar Rupiah, tapi juga kita bisa lihat hasilnya dimana letak jalan dikabupaten ini yeng terpelihara, memang terpelihara tapi terpelihara kubangan kerbaunya. Dan selanjutnya kepada pihak terkait supaya melakukan pengawasan yang baik kepada Pihak pemborong dan Pelaksana Proyek agar terlaksana pengerjaan pembangaunan yang memenuhi Standar. (Darul)

Sungai Keruh Musi Banyuasin

Kondisi Jalan Talang Mandung-Jirak Memprihatinkan

tonan bagi masyarakat umum dan bukan rahasia lagi, sedangkan kondisi jalan bukan membaik malah tambah memburuk. Apalagi dilintas jalan Mulai dari Desa Muara Teladan tapatnya dari seberang jembatan batang hari leko sampai simpang Supat. Kerusakan jalan ini mencapai lebih kurang 11 Kilo Meter (KM), kwalitas tanah timbunan dan tampalan lobang yang asalasalan mangakibatka kondisi jalan terombang ambing berukit –bukit dan banyak menyebabkan kiri kanan badan jalan cepat rusak dan baru-baru ini telah dilkakukan penimbunan dengan batu koral, yang mana penimbunan tersebut asal-asalan dan idak jelas anggaran biayanya. Saya sebagai warga Desa Muara Teladan yang hampir setiap harinya melintas menggunakan jalan ini sangat mengharapkan sekali kepada Pe-

merintah agar supaya sacepatnya melakukan perbaikan jalan, karna dari sinila kami mencari rejeki mencari sesuap nasi untuk menghidupkan keluarga mami, kami mengharapkan juga supaya pemerintah terkait melakukan perbaikan jalan yang memamg benarbenar memenuhi standar perbaikan, karna perbaikan jalan yang dilakukan selama ini hanya dilakukan solah-olah main-main dan memperbanyak proyek bagi aparat pemerintah dan pemborong atau CV dan PT yang tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Buktinya sudah berkalikali dilakukan perbaikan jalan tetapi hanya tambaldan tambal saja dan ini tidak akan bisa bertahan lama pasti akan mengalami kerusakan lagi bahkan lebih parah dari sebalumnya. Percuma saja Pemerintah mengelurkan dana Miliaran Rupiah setiap tahunnya untuk perbeikan jalan kalau

Bupati Hadiri Natal PKSG Kabupaten Majalengka
komponen masyarakat di wilayah kabupaten majalengka, selain pencerahan dari setiap unsur MUSPIDA juga terjalalin silang pendapat peserta Rakor dalam menyamakan presepsi presepsi demi kemajuan majalengka yang Religius. Menurut humas PKSG Kabupaten Majalengka Drs. Sabungan Simatupang menyebutkan Rokor saat itu merupakan kebanggaan tersendiri dimana sejak aktifitasnya dalam organisasi kemasyarakat dikabupaten terutama dilingkungan Forum Kerukunan Umat Beragama dalam kurun waktu 15 tahun pertama sekali rakor dengan unsur tokoh dan pemerintah yang sangat lengkap sehingga dengan semangat menyatakan merasa sangat bangga sebagai warga majalengka dan dalam kesempatan tersebut sebagai Humas PKSG menyampaikan mohon maaf apabila selama ini terjadi kesalah fahaman dan terimakasih kepada para ulama, tokoh masyarakat, Muspida, Muspika dan segenap masyarakat majalengka atas terjalinya keharmonisan antara keberagaman umat di Kabupaten Majalengka. Sebagai acara penutup dari rangkaian kegiatan Perayaan Natal dan Tahun Baru adalah Natal Bersama PKSG yang sudah rutin dilakukan selama 17 tahun bertempat di Gedung Serba Guna GKP Cideres sebagai Ketua Panitia M.Simatupang (Ferdy), hadir dalam acara tersebut selain Bupati H.Sutrisno, Ketua DPRD H.Surahahman, Wakapolres Kompol. A.Ramses,S.S.ik, Ketua FKUB DR.K.H.Sarkosi Subki, ketua FKUB Kecamatan Kadipaten H.Otong Jamhuri, kabag Kesra, Camat Kadipaten, Camat Dawuan, kepala Desa Cipaku dan tokoh masyarakat. Pdt.Marius Maugenes,STh dalam sambutanya menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Majalengka H.Sutrisno bersama rombongan atas berkenanya hadir dalam acara natal bersama PKSG Kabupaten Majalengka, dan juga atas pengamanan sehingga operasi lilin dapat berjalan dengan baik, dalam acara perayaan tersebut Pdt. Marius menghimbau kepada umat agar bersama-sama ikut menjaga kerukunan umat dikabupaten Majalengka serta mendukung seluruh program pembangunan Bupati Sutrisno dimasa yang akan datang dan tidak lupa berharap agar Bapak Bupati H.Sutrisno senantiasa mengayomi seluruh umat sebagai rakyatnya di kabupaten majalengka serta setia membantu kegiatan PKSG. DR.K.H. Sarkosi Subki yang tidak pernah absen dalam menghadiri Natal Bersama setiap tahunya dalam sambutanya tetap menghimbau agar masyarakat tetap memupuk rasa persaudaraan menjadikan perbedaan menjadi indah sehingga majalengka tetap aman dan tentram. Sebelum Bupati H.Sutrisno menyampaikan sambutanya panitia menyajikan tayangan repleksi pembangunan, tayangan tersebut merupakan hasil kerjasama Humas PKSG Drs.S.Simatupang bekerja sama dengan Humas Setda Kabupaten Majalengka. Tayangan berdurasi 9 menit tersebut merupakan upaya PKSG membantu Pemkab Majalengka dalam mensosialisasikan program pembangunan kepada umat kristiani yang telah dan akan dilakukan kedepan oleh Bupati demi meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dan dilanjutkan dengan pencerahan dari Sutrisno yang menggabungkan Tema Natal PKSG dengan program pembangunan. Menurut Bupati H.Sutrisno, SE, M.Si tema Natal yang di ambil panitia Bangsa Yang Berjalan Didalam Kegelapan Telah Melihat Terang Yang besar. Yesaya:9.1a sangat searah dengan pembangunan yang sudah dilakukanya terang tersebut sudah ada didepan mata perubahan-demi perubahan yang dilakukan telah merubah wajah Majalengka kearah yang lebih terang, lebih lanjut menurut Sutrisno tayangan tadi sebagian contoh yang sudah dilakukan sehingga berharap peran serta umat Kristiani dalam mendukung program yang lebih besar serta kepemimpinanya untuk mensukseskan pembangunan dimajalengka. (Yogi,Roy)

Majalengka, Radar Nusantara Operasi LILIN yang di Canangkan Kapolres Majalengka AKBP Lena Suhayati, S,S.ik bersama Bupati H.Sutrisno,SE,M.Si hinggga Perayaan Natal Bersama Persekutuan Kerjasama Gereja-gereja Se Kabupaten majalengka yang diselenggarakan pada tanggal 6 januari 2012 dapat terselenggara dengan kondusif. Diawali dengan Rapat kerja MUSPIDA Kabupaten Majalengka, unsur intansi terkait, MUSPIKA dan dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh Agama yang terpaut dalam FKUB. Rapat Koordinasi tersebut langsung dipimpin Bupati Sutrisno,bersamasama Wakil Bupati, Dandim, Kapolres, dan Wakil Ketua DPRD Majalenka, acara tersebut merupakan kegiatan yang sudah sering dilakukan dalam rangka menciptakan kerukunan umat beragama, menjalin silaturahmi serta menciptakan nuansa keharmonisan seluruh

Musi Banyuasin, Radar Nusantara Kondisi jalan dari desa Talang Mandung-Jirak sangat Memprihatinkan, memasuki musim hujan semakin parah. Hal ini disampaikan Kades Talang Mandung Masri Jasmo kepada Wartawan belum lama ini, Masri meminta kepada bupati Muba, H.Pahri Azhari melalui Dinas PU Binamarga Kab Muba agar memprioritaskan Pembangunan Jalan di Desa Talang Mandung sepanjang 4 km Karena di khawatirkan jalan tersebut teracam putus apabila tidak cepat dilakukan perbaikan, maka dari itu Masri berharap kepada Bupati dan Dinas terkait Segera membahas Dalam Paripurna serta tahun 2012 supaya dapat di Anggarkan melalui Dana APBD Induk. Hal Senada di sampaikan Oleh Tokoh Masyarakat Talang Mandung M. Toher pada Wartawan di kediamannya berharap hendaknya Bupati Muba H.Pahri Azhari Melalui Dinas Terkait Lebih Memprioritaskan Pembangunan Jalan Di Kecamatan Sungai Keruh khususnya Di Desa Talang Mandung menuju desa Jirak dan Desa Layan Menuju Desa Jirak karena jalan tersebut sebagai Urat Nadi Perekonomian Masyarakat yang di manfaatkan oleh ribuan orang, secara otomatis akibat buruknya kondisi jalan membuat harga sembako semakin melonjak naik dan harga karet turun Drastis, maka dari itu Toher meminta agar dinas PU Binamarga turun ke lapangan guna mengetahui kondisi jalan dalam kec Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Anggota LSM P3SS (Pemantau Pelaksanaan Pembangunan Sumsel) Kasim saat di mintai keterangannya Sangat menyayangkan Muba yang Sangat Kaya namun masih banyak kondisi jalan yang hancur total, seperti dalam kecamatan Sungai Keruh. Kasim meminta kepada Bupati segera menganggarkan dana untuk pembangunan jalan dalam kecamatan Sungai Keruh seperti di Desa Talang Mandung, Desa Layan, DLL. Pada tahun 2012 sebelum masyarakat merasa resah Tukas nya. (Marwito)

Zaman Semakin Modern Penipu Semakin Merajalela
Medan, Radar Nusantara Pada zaman modern sekarang ini penipu tidak melihat jenis kelamin perempuan maupun lakilaki, tidak pandang bulu pegawai,

swasta dan tidak ada rasa sosial terhadap sesama manusia. Demikianlah yang dialami oleh seorang pemuda yang bernama Arpan (30 tahun) warga Medan ditipu oleh wanita parahnya yang bernama Yusmiati br. Lubis (45 tahun) salah seorang guru SD di Sampali, Medan. Arman Rangkuti (30 tahun) mendatangi salah seorang wartawan

Radar Nusantara, menyampaikan hal yang dialaminya. Pada tanggal 7/10/2010 Alm. Aris Rangkuti mendatangi Arpan Rangkuti (30 tahun) memohon bantuan untuk meminjam uang, karena uang yang diperlukan Alm. Aris Rangkuti tidak ada diberikan oleh Arpan Rangkuti maka Aris Rangkutipun meminjam buku BPKB sepeda motor milik Arpan Rangkuti untuk dapat dipergunakan sebagai

jaminan meminjam uang di salah satu showroom sepeda motor di Medan. Di luar sepengetahuan Arpan Rangkuti, Yusmiati (45 tahun) membujuk si Aris Rangkuti supaya BPKB tersebut dapat dipinjam oleh untuk mengambil uang di showroom. Akan tetapi dua kali dipergunakan oleh Yusmiati sebagai jaminan pinjaman di showroom. BPKB

milik Arpan Rangkuti tidak dipulangkan oleh Yusmiati kepada Arman Rangkuti bahkan Yusmiati pun selalu menghindar bila ditemui oleh Arpan Rangkuti. Dengan hilangnya kesabaran Arpan Rangkuti pun membuat berita di Radar Nusantara dan akan mengeluarkan persoalan BPKB yang ditipu Yusmiati ke Polisi. (S3)

RADAR DAERAH 700 Jiwa Terisolasi, Akibat Jembatan Gantung Ambruk
Cisanggiri dengan menyusuri sungai secara langsung. Menurut Suryana, permintaan bantuan sudah disampaikan ke pemerintah kecamatan Cibalong dan sedang diupayakan untuk diajukan ke pemerintah provinsi. “Kami sangat khawatir. Apalagi, saat musim hujan seperti sekarang, air Cisanggiri sangat deras dan cukup dalam. Oleh karena itu, kami harap ada segera bantuan untuk kembali membangun jembatan supaya warga bisa beraktivitas normal, kalau bisa, dibuatkan jembatan dari beton supaya awet,” ujarnya. Selain melumpuhkan aktivitas perekonomian warga di sekitarnya, ambruknya Jembatan Rawayan juga membuat ratusan murid SDN 2 Mekarmukti dan SMP 1 atap Cibalong tidak bisa beraktivitas. Bupati Garut H. Aceng HM Fikri,S.Ag didampingi Kepala Dinas Perumahan, Tata ruang dan Cipta Karya Ir.Deni Suherlan, M.Si, saat meninjau lokasi, Selasa (17/1) sore, mengatakan secepatnya akan menganggarkan sebesar 200 juta rupiah untuk membangun kembali jembatan sepanjang 90 meter tersebut. Kasihan mereka tak bisa melakukan aktifitas yang berhubungan dengan kampung seberang. Belum lagi anakanak sekolah mereka terganggu pelajarannya, untuk itu saya meminta Dinas Pertacip untuk segera membangunnya,ujar Bupati. (HSs)

Minggu ke IV Januari 2012

22

50 Kelompok Nelayan di Inhil Akan Peroleh Bantuan dari Pusat

Bupati meninjau jembatan gantung yang ambruk

Bupati saat meninjau lokasi harus berpegangan tangan karena jalan licin dan becek

Garut, Radar Nusantara Sedikitnya 700 jiwa yang bermukim di lima kampung di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut terisolir, akibat ambruknya jembatan gantung sebagai penghubung antar kampung.
Selain mengisolasi warga di sekitarnya selama sepekan terakhir, ambruknya jembatan gantung Rawayan sepanjang 150 meter di Kampung Cadas Bodas, Desa Mekarmukti itu juga menyebabkan ratusan murid SD dan SMP setempat tidak bisa

mengikuti kegiatan belajar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jembatan Rawayan yang melintasi Sungai Cisanggiri tersebut ambruk pada Senin (16/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Jembatan gantung yang terbuat dari anyaman bambu dengan lebar 0,9 metertersebut putus setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat terjangan angin puting beliung dan hujan deras. Kepala Desa Mekarmukti Suryana mengatakan, ketika jembatan putus, tidak ada aktivitas atau orang yang melintasi jembatan itu. “Cuaca buruk berupa angin puting beliung dan hujan deras membuat sebuah pohon besar tumbang dan menimpa badan jembatan. Karena hanya terbuat dari bambu, jembatan langsung putus, bahkan hancur,” ujarnya. Dia mengungkapkan, jembatan gantung tersebut merupa-

kan penghubung utama lima kampung di Desa Mekarmukti, yakni Kampung Ciherang, Calincing, Babakan Jati, Cimidun, dan Cadasbodas. Di kampung tersebut terdapat 175 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 700 orang. “Selama ini, jembatan itu adalah akses penting kegiatan ekonomi warga. Memang ada jalur darat, tetapi jalurnya memutar, jaraknya sangat jauh,” ujar Suryana. Dia mengatakan, sudah cukup lama, jembatan yang dibangun pada 1980 itu berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Perbaikan dilakukan ala kadarnya oleh warga setempat dengan cara bergotong royong. Putusnya jembatan menimbulkan kekhawatiran akan jatuhnya korban jiwa. Pasalnya, tidak sedikit warga dan anak-anak yang nekat menyeberangi Sungai

Tembilahan, Radar Nusantara Pada tahun 2012 ini, sebanyak 50 kelompok nelayan akan mendapatkan bantuan pengembangan usaa mina perikanan pedesaan dari pusat. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Inhil, Saripek menyatakan bahwa pada tahun lalu sebanyak 15 kelompok nelayan di Inhil juga mendapatkan bantuan pengembangan alat tangkap dari pusat. “Pada tahun ini sebanyak 50 kelompok nelayan kita akan mendapatkan bantuan pengembangan alat tangkap dari Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia yang dananya bersumber dari APBN,” ungkap Kadis Kelautan dan Perikanan Inhil, Saripek. Diteruskannya, pemberian bantuan ini dinilai karena Kabupaten Indragiri Hilir memiliki potensi besar bagi perkembangan sumber daya perikanan dan kelautan. “Namun kita belum tahu besaran dan dalam bentuk apa bantuan tersebut,” imbuhnya. Saripek menjelaskan, di Inhil terdapat 41 sentra perikanan yang sangat potensial dikembangkan, baik pengembangan perikanan tangkap dan penyediaan air bersih. “Kita harapkan kelompok nelayan yang akan mendapatkan bantuan ini dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” tambahnya. (iin)

Pemekaran Kab. Garut Utara Ditargetkan Selesai 2022

Jaga Kebersihan, Olah Sampah Jadi Kompos
Kamis (12/1), Wakil Walikota Tanjungpinang Drs. Edward Mushalli menyerahkan bantuan berupa mesin pemotong rumput serta membuka acara pelatihan komposer untuk warga di 6 kelurahan, yaitu Kelurahan Kp. Baru, Kelurahan Penyengat, Kelurahan Sei Jang, Kelurahan Pinang kencana, Kelurahan TPI Barat, serta Kelurahan Tg. Ayun Sakti. Menurut Edward, dengan adanya pelatihan komposer ini diharapkan masyarakat dapat mengolah dengan baik dan benar sampah-sampah disekitar rumah seperti sampah dapur bekas sisasisa sayuran atau sampah berupa daun-daun kering serta rumput untuk dapat dijadikan kompos. Kompos itu sendiri nantinya dapat dipergunakan kembali untuk bercocok tanam dan menghasilkan halaman yang hijau serta sedap dipandang mata. Tidak menutup kemungkinan, masih dikatakan Edward, bila usaha warga sekitar dalam membuat kompos dapat menghasilkan produk yang baik maka Pemerintah Kota tidak akan segansegan untuk membeli produk kompos masyarakat yang dapat digunakan untuk pemeliharaan taman-taman kota, sehingga pemerintah tidak perlu mendatangkan kompos dari luar daerah. Hal ini tentunya bila dikelola dengan baik dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat itu sendiri. Selain itu, hal tersebut juga bisa membantu pemerintah dalam upaya menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang bersih dan hijau. (Yuando. S)

Spanduk Selamat Datang di Kabupaten Garut Utara yang dipasang di Alun alun Limbangan

Tanjungpinang, Radar Nusantara Dalam usahanya untuk tetap menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang bersih dan hijau, masyarakat diharapkan turut serta dalam upaya menjaga kebersihan dan mengurangi sampah. Salah satu kegiatan yang da-

pat menunjang hal tersebut adalah dengan mengolah sampah, khususnya sampah organik, menjadi kompos yang dapat digunakan untuk bercocok tanam. Untuk itu, sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kota terhadap permasalahan tersebut,

BKMT Dinilai Berperan Dalam Kemajuan Pendidikan Keagamaan di Inhil
Tembilahan, Radar Nusantara Musyawarah Daerah III Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Inhil diharapkan menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Pernyataan ini dikemukakan Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan diwakili Asisten III Sekdakab Inhil, Djamilah saat membuka Musda III BKMT Inhil, Kamis (5/1) lalu. Kegiatan Musda ini dihadiri Ketua BKMT Provinsi Riau, Ketua BKMT Inhil, Hj Raihana Ara, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Inhil, Hj Bungatang Rosman, perwakilan organisasi wanita se Inhil dan para pejabat Pemkab Inhil. “Keberadaan pendidikan keagamaan bagi kalangan keluarga muslim sangat penting, maka pendidikan semacam ini tidak boleh ditinggalkan,” ungkap Djamilah. Maka sangat diharapkan, dari pelaksanaan Musda ini akan melahirkan

pemikiran bagi kemaslahatan umat. Peserta Musda diharapkan juga memanfaatkan

potensi maksimal bagi kemajuan pendidikan keagamaan di Indragiri Hilir. (iin)

Garut, Radar Nusantara Pemekaran wilayah merupakan aspirasi normal jika dilandasi kebutuhan untuk kepentingan masyarakat luas yang tidak diiming-imingi cita-cita politik kelompok tertentu. Hal itu diungkapkan Bupati Garut, H. Aceng Fikri, S.Ag. menyikapi wacana pemekaran Kab. Garut Utara yang digagas beberapa aktivis di kawasan Garut Utara. “Pemekaran Kab. Garut Utara sah-sah saja, asalkan dilandasi kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar mengusung ambisi politik atau karena latah ingin meniru daerah lain,” tegas Aceng, baru baru ini. Pemekaran wilayah harus bermuara pada akselerasi kesejahteraan masyarakat, bukan didasari ambisi dan kepentingan golongan tertentu sebagaimana terjadi pada umumnya. Aceng tidak menampik, kondisi Kab. Garut yang saat ini memiliki 42 kecamatan yang terdiri dari 432 desa membuat roda pembangunan tidak merata. Disparitas pembangunan terjadi di antara beberapa wilayah dan dirasakan oleh masyarakat. Kendati demikian, disparitas itu bukan berarti mendistorsi beberapa wilayah dari pembangunan yang sedang berjalan, dan bukan pula dianaktirikan. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran, skala prioritas, wajib, atau pilihan. Namun, yang pasti semua warga Kab. Garut berhak atas APBD. Sementara itu, aspirator pemekaran Kab. Garut Utara, Drs. R. Sesep Kohar, A.Md. mengatakan, keinginannya untuk membentuk Kab. Garut Utara bukan berarti pemerintahan yang sedang berjalan saat ini kurang baik. Dia sendiri sangat tidak setuju jika ada pihak lain yang mencoba menggoyang pemerintah yang sedang berjalan. Apalagi tuntutan supaya bupati turun dari jabatannya. “Saya orang yang paling tidak setuju jika ada tuntutan supaya Bupati Garut mundur dari jabatannya. Biarkan bupati bersama unsur muspida lainnya bekerja hingga masa baktinya berakhir. Jika terus-terusan diganggu, mereka tidak akan konsen dalam melayani kepentingan publik,” kata Sesep. Lebih jauh Kades Cigagade, Kec. Limbangan, Kab. Garut ini mengatakan, keinginan terbentuknya Kab. Garut Utara bukan berarti ingin mengganggu pemerintahan yang sedang berjalan, apalagi menurunkan bupati. Sebab, pembentukan Kab. Garut Utara tidak bisa dilakukan secara instan dan harus menempuh berbagai mekanisme. “Kami menargetkan Kab. Garut Utara terbentuk pada 2022. Dengan demikian, keinginan itu sama sekali bukan ancaman bagi bupati yang sekarang sedang menjabat. Dalam kurun waktu itu, kami mempersiapkan infrastruktur, suprastruktur, dan SDM yang baik,” katanya. (HSs)

RADAR DAERAH
Meriah - Demokrasi - Damai

Minggu ke IV Januari 2012

23

Paripurna Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin
Muba, Radar Nusantara Sesuai jadwal tahapan Pemilukada yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kabuaten Musi Banyuasin, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Musi Banyuasin periode 2012 - 2017, H Pahri Azhari dan Beni Hernedi, Senin (16/ 1), resmi dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2012. Keduanya resmi dilantik oleh Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muba yang dipimpin H Uzer Effendy MS.
Bupati dan Wabup Periode 2012 - 2017

Bupati dan Wabup Bersama SKPD

Acara pelantikan yang dilaksanakan di Stable Berkuda Sekayu tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional di antaranya anggota DPR RI Puan Maharani, Ahmad Yani, Nazaruddin Kiemas, Erwin Muslimin Singajuru, dan Syofwatillah Mohzaib. Juga dihadiri anggota DPD RI Aidil Fitri Syah dan Abdul Aziz, serta mantan Gubernur Sumsel H Syahrial Oesman dan tidak ketinggalan hadir juga mantan Wakil Bupati Muba H Islan Hanura. Pelantikan orang nomor satu di Kabupaten Musi Banyuasin ini dihadiri pula Walikota Palembang, Bupati Banyuasin, Bupati Ogan Ilir, Bupati OKI, Bupati Mura, Bupati OKU, Bupati Lahat, Walikota Prabumulih, dan kepala daerah lainnya. Selain itu juga dihadiri Pejabat dari instansi vertikal, TNI dan Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Satuan Kerja Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, dan disaksikan sekitar 8.000 masyarakat dari 14 Kecamatan di Kab Musi Banyuasin. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya seusai melantik H. ahri Azhari dan Beni Hernedi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin periode 2012-2017. ”Saya berikan Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bahu membahu melaksanakan Pemilukada Muba 2011, sehingga Pemilukada Muba berlangsung secara demokratis dan damai, sehingga ada akhirnya terpilihnya H Pahri Azhari dan Beni Hernedi.” Dirinya berharap, dengan modal sumberdaya alam yang besar dan didukung infrastruktur pemerintahan yang telah memadai, Muba dapat menjadi daerah bintang. Untuk mewujudkan Muba yang maju, selain

Bupati dan Wabup Saat di ambil sumpah

Gubernur menyematkan Kepangkatan

didukung sepenuhnya oleh seluruh lapisan masyarakat juga didukung kepemimpinan yang mampu memikul tanggung jawab, visioner, inovatif, dan kreatif. Sementara itu anggota DPR RI Hj Puan Maharani, memberikan apresiasi positif atas pelantikan H Pahri Azhari dan Beni Hernedi. Menurutnya pasangan Bupati H Pahri Azhari dan Wakil Bupati Beni Hernedi harus mampu menjalankan amanat memimpin kabupaten Musi Banyuasin sebaik mungkin, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Bupati dan wakil Bupati Musi Banyuasin terpilih diharapkan mampu lebih baik lagi dalam mensejahterakan masyarakat Musi Banyuasin. Potensi yang dimiliki Muba

memiliki kontribusi yang besar bagi Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah pusat.” Sementara, mantan Gubernur Sumsel H Syahrial Oesman berharap, pasangan H Pahri Azhari dan Beni Hernedi dapat segera menjalankan amanah memimpin Muba. Keduanya diharapkan mampu memberikan kejutan melalui program pembangunan yang pro rakyat dengan tercapainya PERMATA MUBA 2017. “Berbekal pengalaman menjadi Bupati satu periode, tentu akan memberikan bekal tersendiri bagi H Pahri Azhari untuk lebih semangat lagi memajukan kabupaten Musi Banyuasin. Hal ini tentunya harus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari rakyat Musi Banyuasin,” ujar Syahrial. (RN-Darul)

Pimpinan Fungsional Partai

Bupati dan Wabup Saat Tanda Tangan

Camat dalam sambut Gubernur Sumsel

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

24

Bupati Minta Pemuda Tanamkan Jiwa Enterpreneurship Sejak Dini
Kalangan pemuda harus menanamkan dan mengembangkan jiwa enterpreneurship sejak dini.
Pernyataan ini dikemukakan Ketua Umum Persatuan Pemuda Indragiri Hilir (PPI), Indra Muchlis Adnan, Rabu (11/1) lalu saat memberikan materi pada Latihan Kader Kepemimpinan Pemuda (LKKP) PPI Kecamatan Batang Tuaka. Kegiatan pelatihan yang bertemakan ‘Membangun Pemuda Enterpreneunership, Pemuda BerwirausaTembilahan, Radar Nusantara ha dan Mandiri’ tersebut digelar di aula Kantor Camat Batang Tuaka di Kelurahan Sungai Piring. “Kalangan pemuda harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini dan diawali dari keluarga,” ujar Bupati Inhil tersebut dihadapan para peserta yang terdiri dari unsur kepemudaan se Kecamatan Batang Tuaka tersebut. Lanjutnya, semangat dan membangun jiwa wira usaha ini penting untuk membiasakan dan melatih para pemuda untuk berjiwa usaha. Karena jiwa usaha dinilai sangat penting untuk meningkatkan taraf ekonomi demi meningkatkan taraf kehidupan. (iin)

Perlu Dibangun Jalan Alternatif, Jalan Parit 6 Rawan Longsor
Termbilahan, Radar Nusantara Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diminta dapat memprioritaskan segera pembangunan jalan alternatif di Parit 6 Tembilahan Hulu. Karena saat ini suatu saat terancam longsor dan menghambat transportasi ke kota Tembilahan. Pernyataan ini dikemukakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Junaidi, Kamis (12/1) lalu. Menurutnya, kondisi jalan yang rawan longsor ini harus menjadi perhatian serius Pemkab Inhil. “Kita minta Pemkab Inhil memprioritaskan pembangunan jalan alternative di kawasan parit 6 Tembilahan Hulu ini, karena badan jalan provinsi disini sudah miring kearah sungai Indragiri,” ungkapnya. Politisi Partai Golkar ini menambahkan, kondisi jalan ini saat ini sudah mengkhawatirkan dan suatu saat akan longsor ke sungai. Apalagi, saat pasang dalam jalan ini terendam cukup dalam, sehingga kendaraan yang melintas mogok, karena mesinnya kemasukan air. “Disamping itu di kawasan jalan ini terdapat galangan perbaikan kapal, sehingga beban tanah di kawasan ini semakin rentan longsor,” tandasnya. Ditambah, terus terjadi abrasi, akibat terjangan arus sungai Indragiri. Jangan sampai, lanjutnya akses jalan satu-satunya untuk masuk ke dalam kota Tembilahan ini terputus oleh longsor. Kalau ini sampai terjadi, maka lalu lintas orang dan kendaraan akan terhenti, karena tidak adanya akses jalan lain. “Selain itu juga akan menghambat dunia pendidikan, karena di Parit 6 terdapat STAI Auliaurrasyidin dan di Parit 3 Politeknik Pertanian Tembilahan,” imbuhnya. Dewan sejak lama telah menyampaikan kepada pihak eksekutif agar realisasi pembangunan jalan alternatif di kawasan ini. (iin)

Ketua Umum Pemuda Indragiri hilir (PPI), Indra Muchlis Adnan saat menyampaikan materi dihadapan peserta LKKP PPI, Rabu (11/1)

Diharap Fly Over Atasi Kemacetan Bypass Auakuniang
kittinggi. Namun masalah kesemrawutan di sepanjang kawasan Pasar Simpang Auakuniang akan tetap terjadi. Pasalnya penggunaan lahan belum tertata dengan baik.Salah seorang sopir truk, Bujang, 34, yang kerap melintasi kawasan Bypass Simpang Auakuniang, sangat senang rencana tersebut. Sebab menurutnya kemacetan yang sering dialami kendaraan di kawasan sepanjang pasar tersebut bisa teratasi. ”Sangat bagus, jika memang akan dibangun fly over di kawasan ini (Auakuniang, red). Sebab kami tidak perlu lagi terjebak macet di kawasan ini, terutama menjelang dan saat hari pasar,” ujuar Bujang kepada Padang Ekspres, kemarin (17/1). Penyebab kesemrawutan, tidak semata-mata kendaraan yang melintasi kawasan itu. Namun lebih disebabkan oleh lemahnya pengaturan terhadap pedagang pasar yang berebut hingga ke pinggir jalan. Sehingga rencana pemko membangun fly over di kawasan itu dinilai tidak akan mengatasi masalah kesemrawutannya. Penyempitan jalan di kawasan Pasar Simpang Auakuniang, disebabkan banyaknya pedagang kaki lima yang terlalu menjorok bahkan menggunakan separoh badan jalan. Kondisi itu diperparah oleh kendaraan umum yang sengaja melajukan kendaraan dengan sangat pelan, bahkan berhenti untuk menunggu penumpang. Sehingga kemacetan tidak bisa dihindari.Hal itu dibenarkan anggota DPRD Kota Bukittinggi, Fauzan Haviz. Menurutnya, pembangunan fly over menggunakan APBN itu tidak akan mengatasi kemacetan. Karena yang melintasi kawasan itu sebenarnya hanya didominasi oleh kendaraan umum yang sengaja menjadikan kawasan tersebut macet karena menaikkan dan menurunkan penumpang. ”Kemacetan di kawasan Pasa Simpang Auakuniang akan tetap terjadi. Sebab yang menyebabkan kemacetan adalah pengunjung pasar dan terminal. Sementara jika untuk jalur pelintasan jumlah kendaraan yang melintasinya tidak seberapa,” tukasnya. Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga mantan calon WaliKota Bukittinggi periode 2010-2015, Ramlan Nurmatias, Dt. Nan Basa juga mendukung rencana Pemko Bukittinggi membangun jembatan layang sepanjang 2 km meter atau memperlebar jalan Bypass dari dua jalur, empat lajur, menjadi dua jalur dan enam lajur di Aurkuning. ”Karena hal tersebut betul-betul akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama pemilik maupun sopir kendaraan, baik roda enam, roda empat maupun roda dua,” kata Ramlan. (Jhon)

Ramlan Nurmatias

Bukittinggi,Radar Nusantara Pembangunan fly over dinilai akan mampu mengatasi masalah kelancaran lalu lintas di Bypass Auakuniang Bu-

Jalan Dan Jembatan Di Wilayah Embaloh Hulu Terlantar
Kapuas Hulu, Radar Nusantara Kepala Desa Saujung Giling Manik, Tobias.E mengatakan bahwa sejumlah Desa yang berada di Kecamatan Embaloh Hulu masih terisolir, pasalnya jalan yang menghubungkan Ibu Kota Kecamatan ke sejumlah Desa seperti Desa Saujung Giling Manik, Ulak-pauk dan sejumlah Kampung disekitarnya hingga kini tak kunjung di perhatikan alias terlantar “Terus terang hingga saat ini kami selaku masyarakat rasakan bahwa pembangunan pemerintah belum merata, setiap tahun Kami selalu mengusulkan agar jalan Martinus-Ulak-pauk dan Apan-Ulak Pauk diperhatikan Pemerintah Daerah, tetapi pada kenyataannya masyarakat tidak bisa berbuat apaapa usulan tersebut tidak pernah direspon,”tutur Tobias serius. jalan setapak dengan lubang dan lumpur, apabila musim hujan, Tobias mengaku masyarakatnya tidak bisa menembus melalui jalan tersebut, masyarakat memilih menggunakan jalur sungai dengan biaya yang cukup mahal. Sedangkan panjang jalan MartiKades Saujung Giling Manik, Tobias. E Agustinus, BPD Desa Ulak-Pauk nus-Ulak Pauk diperkirakan sekiDijelaskan Tobias kondisi jalan tar 13 kilometer dengan kondisi saat yang menghubungkan Ibu Kota ini saat memprihatinkan, untuk jalan Kecamatan ke sejumlah Desa dan Apan-Ulak pauk panjangnya Kampung yang ada saat ini menjadi kurang lebih 11 kilometer.
sioning Tes Unit Pembangkit). Sedangkan untuk PLTGB Desa Harapan Tani, Kecamatan Kempas diperkirakan mungkin sedikit mengalami keterlambatan. Yang disebabkan karena dalam proses penyediaan sistem jaringan untuk disalurkan ke rumah-rumah para pelanggan PLTGB. “Untuk PLTGB Desa Sencalang saya rasa sudah tidak ada masalah lagi. Karena, segala perlengkapan penunjangnya sudah lengkap hanya saja masih menunggu finalnya Tes Unit Pembangkit,” jelas Kepala Distamben Inhil H. E Kemal Syahindra melalui Kabid Ketenaga Listrikan Yusnaldi, (6/1) lalu. Dikatakan Yusnaldi, untuk ketersediaan daya PLTGB sebanyak 140 KVA sedangkan daya mampu yakni 114 KW yang bisa menampung 250-300 KK. Dimana sumber dananya berasal dari Dirjen Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi yang mana pembangunannya dimulai berdasarkan hasil survey tim dilapangan terbukti bahwa Inhil memiliki potensi cukup besar demi mendukug PLTGB, dengan memanfaatkan energi listrik terbarukan biomassa dengan memanfaatkan pelepah kelapa sawit. Sehingga sejauh ini ada dua Kecamatan di Inhil yang diberikan PLTGB, sedangkan daerah lain menurut Yusnaldi, perlu dilakukan koordinasi kembali

Sementara itu hal senada juga disampaikan oleh Agustinus selaku BPD Desa Ulak-Pauk mengatakan bahwa kurang lebih Tahun 2000-an jalan Martinus-Ulak Pauk sudah pernah dilakukan pengerasan, tetapi hingga saat ini pembangunan jalan terebut tak pernah tersentuh dana pembangunan, akhirnya jalan yang meruapakan urat nadi masyarakat tersebut menjadi jalan setapak,dengan dihiasi lubang dan lumpur. tidak hanya itu yang tidak kalah memprihatinkanya yaitu jembatan, banyak jembatan yang mengalami kerusakan bahkan nyaris roboh. “Selama ini masyarakat hanya melakukan swadaya dalam memelihara jalan dan jembatan tersebut, untuk itu masyarakat mengharapkan Pemerintah Daerah untuk memperhatikan kondisi jalan da jembatan tersebut, karena ini
dengan Dirjen Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi. “Berdasarkan sampel yang diambil pada daerah pilot project di desa Sencalang kecamatan Keritang diketahui dalam satu bulan, bahan baku pelepah sawit yang dapat terkumpul bisa mencapai 9.906,4 ton perbulannya. Sehingga desa Sencalang dari dua Desa yang ada mendapat kesempatan untuk pemanfaatan Biomassa,” ungkapnya sambil mengatakan daya listrik yang bisa dihasilkan dari bahan baku di desa Sencalang bisa mencapai 1.316.136 KWh per bulan atau mampu menyuplai PLTGB kapasitas daya 500 KW Sementara itu Sekretaris Listrik

kebutuhan masyarakat,” jelasnya. Oleh karenanya, Agustinus meminta agar Pemerintah Daerah memperhatikan kondisi jalan dan jembatan yang ada di lokasi Kecamatan Embaloh Hulu, jangan sampai pembanguna dilakuakan menunggu pihak perusahaan masuk yang berkedok ingin membangun Embaloh Hulu tetapi ingin mengarap perkebunan sawit, padahal tanpa kehadiran perkebunan sawitpun Pemerintah Daerah wajib memperhatikan nasib masyarakat. “Tolonglah Kampung kami diperhatikan karena selama ini Kami sudah sering mengajukan permohonan,namun para pejabat selalu menebar janji-janji setiap tahun mereka ingin membangun tetapi pada kenyataannya pelaksanaan dilapangan tidak pernah ada,” pungkasnya. (Santo)
Desa Sencalang Toni Pudin, mengatakan di daerahnya masih kekurangan daya sehingga sekitar 180 KK warga Sencalang kecamatan Keritang belum bisa menikmati listrik desa. Dan ia berharap dengan dioprasikanya Biomassa, sekitar 200 KK warganya sudah bisa bernafas lega, karena tidak perlu kawatir kalau tidak mendapat aliran listrik lagi. “Syukurlah apa yang dinginkan warga kami sebentar lagi akan tercapai. Sebab selama ini terdapat kecemburuan sosial antara masyarakat yang belum mendapat pasokan listrik. Namun dengan ini semua itu sudah tidak perlu terjadi lagi,”ungkapnya. (iin)

Akhir Januari, PLTGB Keritang Beroperasi
Tembilahan, Radar Nusantara Jika tidak ada aral meilntang, akhir Januari 2012 mendatang, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Biomassa (PLTGB) Desa Sencalang, Kecamatan Keritang sudah dapat di fungsikan. Sebab, sejauh ini tim sedngng melakukan pengujian sistem (Komo-

RADAR DAERAH
10 Desa Masyarakat Kecamatan Embaloh Hulu, Tolak Perkebunan Sawit
Kapuas Hulu, Radar Nusantara Sebanyak Sepuluh (10) Desa yang berada di Kecamatan Embaloh Hulu telah bersepakat menolak perkebunan sawit yang akan masuk kewilayah Kecamatan Embaloh Hulu.
Hasil kesepakatan tersebut tertuang dalam pernyataan sikap dari sepuluh Desa yang ada, termasuk diketahui Kedua Tamanggung kedua suku yang ada di Kecamatan Embaloh Hulu. Demikian dikatakan Yos Kokoan Apat selaku Kepala Adat Dusun di Desa Ulak-Pauk, sekitar pukul 11.00 wib, Senin (16/ 01-2012) didampingi sejumlah rekannya mewakili masyarakat Embaloh Hulu. Dijelaskan Kokoan yang didampingi Kepala Desa Saujung Giling Manik bahwa kesepuluh Desa tersebut yaitu Desa Ulak-Pauk, Desa Saujung Giling Manik, Desa Banua Martinus, Desa Pulau Manak, Desa Banua Ujung, Desa Tamao, Desa Langan Baru, Desa Batu Lintang, Desa Rantau Prapat,dan Desa Manua Sadap yang ditandatangai oleh masing-masing Kepala Desa, sedangakan Tamanggung Suku Dayak Tamambaloh ditandatangai oleh Pius Onyang, ST selaku Tamanggung, Tamanggung Suku Dayak Iban ditandatangani oleh F. Tigang dan sejumlah pengurus adat lainnya yang ada di Kecamatan Embaloh Hulu. “Jadi sepuluh Desa yang ada di Embaloh Hulu ini tetap menolak perkebunan sawit yang akan masuk ke wilayah Embaloh Hulu, tentunya dengan berbagai alasan, karena Kami tidak masyarakat selalu dijadikan korban oleh pihak Perusahaan, sudah banyak kejadian didaerahdaerah lain, dan sebelum terjadi lebih baik Kami tolak,” ungkapnya. Sementara itu Kepala Desa Saujung Giling Manik, Tobias. E membeberkan pernyataan sikap seluruh masyarakat Embaloh Hulu yang ada di sepuluh Desa, adapun point pernyataan sikap tersebut kata Tobias yaitu, Menolak perusahaan perkebunan kepala sawit dan perusahaan berskala besar lainnya diwilayah masyarakat adat Kecamatan Embaloh Hulu, Meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu untuk membatalkan izin-izin perkebunan sawit dan perusahaan berskala besar lainnya diwilayah masyarakat adat Embaloh Hulu, menuntut pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan DPRD untuk membuat peraturan daerah (perda) yang mengakui keberadaan masyarakat adat (wilayah adat, hukum adat, dan istiadat), meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengembalikan peruntukkan da pengelolaan sumber daya alam kepada masyarakat adat kecamatan Embaloh Hulu. Tidak hanya itu masyarakat Embaloh Hulu juga menuntut Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mengubah tata ruang wilayah yang berkaitan dengan areal penggunaan lain (APL) di Kecamatan Embaloh Hulu, supaya penggelolaannya dikembalikan kepada masyarakat adat, kemudia masyarakat mendorong perumus tata wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dengan melibatkan peran serta masyarakat adat, selain itu bagi masyarakat adat yang bekerjasama dengan pihak perusahaan kelapa sawit dan atau perusahaan yang berskala besar lainnya di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu, maka yang bersangkutan dikeluarkan dari hakhaknya sebagai masyarakat adat di Kecamatan Emvbaloh Hulu. Menurut Agustinus selaku Ketua BPD Ulak-Pauk yang juga mewakili masyarakat Embaloh Hulu menggungkapkan bahwa pernyataan sikap

Minggu ke IV Januari 2012

25

Pemkab Inhil Gelar Rakor dan Evaluasi Awal Tahun 2012
Tembilahan, Radar Nusantara Wakil Bupati Inhil, Rosman Malomo, Senin (2/1) lalu memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Awal Tahun 2012. Dalam rapat yang digelar di Balai Utama Kantor Bupati Inhil tersebut, tampak Wabup didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Alimuddin RM, para Asisten dan Staf Ahli Bupati Kabupaten Indragiri Hilir. Rapat Evaluasi dan Koordinasi ini turut dihadiri oleh seluruh Kepala SKPD, Kepala Kantor, dan Kepala Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir. Melalui Kabag Humas, Ridwan Ahim S.Sos, M.Kes, Wakil Bupati Indragiri Hilir menyampaikan secara makro apa yang telah dilakukan Pemkab Inhil selama tahun 2011, baik yang kategorinya keberhasilan maupun adanya kekurangan-kekurangan dari seluruh aspek kehidupan, baik secara ekonomi, pembangunan, kemasyarakatan, dan kepemerintahan, hendaknya dijadikan sebagai acuan untuk instropeksi guna perbaikan dan peningkatan di tahun 2012. Sementara itu, Sekdakab Inhil, Alimuddin RM menyatakan bahwa akan mengevaluasi secara umum seluruh SKPD, Kantor, Bagian di Setdakab Inhi, serta seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil di tahun 2011. “Diharapkan agar Abdi Negara dan Abdi Masyarakat untuk dapat lebih meningkatkan kecintaan terhadap tugas-tugas dan wewenang yang telah diberikan, yang pada akhirnya dapat turut meningkatkan kinerja organisasi,” sebut Alimuddin. Diantaranya, diminta untuk tetap disiplin, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga apa yang menjadi Visi dan Misi Indragiri Hilir Berjaya dan Gemilang 2025 yang menjadi tanggungjawab bersama dapat terwujud. Terakhir, Sekda juga mengharapkan segala yang telah dilakukan dan dikerjakan di 2011 dapat dijadikan pedoman ke depan agar lebih baik, dan terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. (iin)

Sejumlah perwakilan masyarakat Embaloh Hulu yang akan terus berjuang bersama seluruh masyarakat Embaloh Hulu menolak perkebunan sawit

yang dibuat atas kesepakatan masyarakat tersebut tidak ada paksaan dari pihak manapun, dikatakan Agustinus bahwa pernyataan sikap tersebut berdasarkan keiginan masyakat. “Memang yang namanya kebun sawit sampai kapanpun Kami menolak, jangankan ingin mengarap lahan, untuk sosialisasi saja kalaupun ingin mereka lakukan Kami tetap menolak, Kami tidak ingin pada akhirnya masyarakat dirugikan,” cetusnya. Ditambahkan Kepala Dusun Kereng Limaung, Desa Ulak-Pauk, Sukarnao juga mengatakan bahwa pihak perusahaan yang melakukan survey tanpa memberitahukan pihak Desa dan masyarakat sudah pernah dihukum secara adat suku dayak Tamambaloh pada Tanggal 3 Juni 2011 dengan hukuman “dua kaletau” atau dengan jumlah rupiah sebesar Rp. 200.000. dikatakan Sukarno melalui hukuman tersebut juga sebagai peringatan bagi pihak perusahaan agar pihak perusahaan lebih menghargai masyarakat khsususnya yang ada di Kecamatan Embaloh Hulu. “mereka melakukan survey lahan tanpa sepengetahuan masyarakat, jangankan masyarakat bahkan pengurus Desa saja tidak mengetahui, maka apabila terus dipaksakan perkebunan sawit masuk ke Embaloh Hulu jangan

salahkan masyarakat apabila bertindak anarkis,” jelasnya. Sementara itu mewakili masyarakat Embaloh Hulu yaitu Yos Kokoan Apat, Tobias.E, Agustinus, Sukarno, Marselus Aleng, Marselus Garisa, Ismail Kario, Marscelus , dan Seli kepada Mediator menuturkan bahwa kesepuluh Desa yang ada di Kecamatan Embaloh Hulu akan terus mempertahankan pernyataan sikap berdasarkan hasil kesepakatan seluruh masyarakat, agar perusahaan sawit yang akan masuk tidak diberikan izin oleh Pemerintah Daerah. Tidak hanya itu mereka juga menegaskan apapun alasan pihak perusahaan mendekati masyarakat dengan melakukan sosialisasi tetap akan ditolak masyarakat. “Jangan sampai perusahaan yang informasinya akan masuk ke Embaloh Hulu tersebut terbit izinnya, sebab masyarakat tetap pada pendiriannya untuk menolak kehadiran perkebunan kepala sawit di Embaloh Hulu, apabila izin itu diterbitkan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas terkait maka jangan salahkan masyarakat apabila melakukan tindakan anarkis,” ungkap mereka tegas. (Santo)

Sungai Danai Layak Dikembangkan Sebagai Sentra Peternakan
Tembilahan, Radar Nusantara Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung potensial dikembangkan sebagai sentra perkembangan peternakan sapi dan kambing. DTPHP Inhil memandang kondisi alam kawasan Desa Sungai Danai sangat mendukung dengan ketersediaan tumbuhan yang cocok sebagai pakai ternak tersebut. “Berdasarkan hasil investigasi dan penelitian di lapangan tim kita, memang kawasan Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung potensial dikembangkan sebagai sentra pengembangan peternakan sapi dan kambing,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Inhil) Wiryadi, Senin (9/1) lalu. Lanjutnya, pihaknya optimis kawasan desa ini sangat potensial sebagai sentra pengembangan peternakan sapi dan kambing tersebut. “Kita juga melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap berbagai kawasan yang sebagai sentra persawahan,” imbuhnya. (iin)

Dua Kades di Enok Dilantik Kepala BPMPD Inhil
Tembilahan, Radar Nusantara Dua Kepala Desa di Kecamatan Enok, Selasa (9/1) lalu dilantik Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan yang diwakili Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, Edy Syafwannur. Kedua Kades yang dilantik tersebut, Zulkifli, Kades Rantau Panjang dan Krisna Putra, Kades Simpang Tiga Daratan. Keduanya diharapkan dalam menjalankan roda kepemimpinan dapat merangkul semua elemen masyarakat setempat. “Diharapkan kepada pejabat Kades yang baru dilantik ini dapat menjaga kekompakan dan merangkul semua elemen masyarakat dalam menjalankan pembangunan di desa,” ungkap Edy Syafwannur. Ditambahkan, sebagai pimpinan, Kades harus dapat menyikapi terjadinya perbedaan di tengah-tengah masyarakat. Mereka juga dituntut dapat melakukan perubahan kearah yang lebih baik bagi desa yang dipimpinnya. Kepada desa yang baru dimekarkan, diharapkan dengan pemekaran

ini dapat memperpendek rentang kendali pemerintahan dan urusan administrasi lainnya. Serta mempercepat proses jalannya pembangunan di sana. “Marilah jaga amanah yang telah

diberikan masyarakat yang telah memilih saudara-saudara sebagai pimpinannya. Bekerjalah dengan baik dan bagi kepentingan masyarakat,” pesannya. (iin)

KKSS Minta Pemkab Inhil Selesaikan Masalah Tata Batas
Tembilahan, Radar Nusantara Bagi mencegah terjadinya bentrokan terkait masalah lahan di Indragiri Hilir, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Inhil inta Pemerintah Kabupaten Inhil dapat menyikapi serius dan menyelesaikan masalah tata batas desa dan kecamatan di Inhil. Permasalahan ini disampaikan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Inhil didampingi para tokoh masyarakat Sulawesi Selatan saat menemui Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekdakab Inhil, MJ Verman, Senin (2/1) lalu. Tampak Ketua KKSS Inhil, Agussalim dan didampingi Dewan Penasehat KKSS Inhil, H Nawawi SK serta beberapa pengurus lainnya sekitar pukul 11.00 WIB mengadukan permasalahan dan berdialog dengan Kabag Tata Pemerintahan Sekdakab Inhil, MJ Verman di ruangannya. Pada kesempatan tersebut Ketua KKSS Inhil, Agussalim menyampaikan berbagai sengketa lahan di Inhil yang kalau tidak segera diantisipasi dan dicarikan solusinya, maka berpotensi menjadi pemicu konflik ditengah masyarakat. “Kedatangan kita kesini untuk menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Inhil agar permasalahan mengenai tata batas antara desa dan kecamatan dapat diselesaikan segera. Karena hal ini menjadi sengketa lahan antara warga. Dikarenakan ketidakjelasan tata batas tersebut,” ungkap Agussalim kepada riauterkini.com, Senin (2/1/12) setelah pertemuan dengan Kabag Tapem tersebut. Lanjutnya, konflik lahan seperti ini hampir merata terjadi di beberapa desa dan kecamatan di Inhil, ini dikarenakan permasalahan tidak jelasnya tata batas desa dan kecamatan tersebut. Seperti tata batas antara Desa Sungai Raya dan Desa Kuala Sebatu, Desa Teluk Kiambang dan Desa Pekan Tua serta beberapa daerah lainnya. “Kita menyampaikan permasalahan ini atas nama organisasi KKSS Inhil, dikarenakan selama ini permasalahan ini melibatkan sebagian besar warga KKSS,” sebut pria yang juga Ketua DPC PPP Inhil tersebut. Ditambahkannya, selama ini jajaran pengurus KKSS dibantu tokoh masyarakat Sulawesi Selatan telah berusaha memberikan penjelasan dan meredam terjadinya konflik terkait masalah lahan di tengah masyarakat setempat. “Namun kita tetap meminta permasalahan tata batas ini disikapi dengan baik Pemkab Inhil, karena dikhawatirkan akan memicu terjadinya ekses negatif di lapangan,” tandasnya. Sementara itu Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekdakab Inhil, MJ Verman menyatakan bahwa Pemkab Inhil akan merespons positif permasalahan yang disampaikan KKSS Inhil tersebut. “Pemkab Inhil segera akan melakukan langkah-langkah bagi penyelesaian masalah tata batas tersebut. Maka, pada Rabu (4/1/12) kita akan mengundang Kepala Desa dan Camat untuk mencarikan penyelesaian terkait masalah tata batas ini,” ujar MJ Verman. (iin)

Minggu ke IV Januari 2012

26

PKK Inhil Canangkan GPTPP
Tembilahan, Radar Nusantara Gerakan Perempuan Tanam dan Peliharan Pohon (GPTPP) Kabupaten Indragiri Hilir resmi dicanangkan, Rabu (4/1) lalu.
Pencanangan gerakan yang bertemakan ‘Ruang Terbuka Hijau bagi Penyerapan Air di Perkotaan’ ini dilakukan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil, Hj Bungatang Rosman bertempat Di Gedung Darma Wanita Tembilahan. Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh organisasi perempuan se Inhil tersebut dilakuan penyerahan secara simbolis bibit pohon yang akan ditanam di bebeapa titik dalam kota Tembilahan oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Inhil kepada perwakilan organisasi perempuan yang hadir. Wakil Ketua Tim Penggerak PPK Inhil, Hj Bungatang Rosman menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta kepada lingkungan. Terutama saat sedang terjadinya pemanasan global (Global warming) dan maraknya aksi illegal logging, sehingga diperlukan kesadaran untuk mengantisipasi dan menyelamatkan bumi. “Maka kegiatan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon ini sangat sangat berguna bagi penyelamatan lingkungan dan mencegah pemanasan global saat ini,” sebut isteri Wakil Bupati Inhil, Rosman Malomo ini. Tambah Bungatang, dalam hal ini, maka PKK berupaya menjadi inspirator bagi mensosialisasikan dan mengadakan aksi nyata bagi penyelamatan lingkungan ini. “Diharapkan pohon-pohon yang ditanam tersebut dapat dipelihara dan dirawat dengan baik. Karena akan memberikan manfaat yang besar di masa yang akan datang,” imbuhnya. (iin)

Perkebunan Kelapa di Empat Kecamatan Kritis Perlu Tanggul
Tembilahan, Radar Nusantara Ada empat kecamatan di Indragiri Hilir yang lahan perkebunan kelapanya mengalami kerusakan dan kritis sudah diatas 50 persen. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten inhil. Kondisi riil kerusakan kebun kelapa petani di wilayah pesisir ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhil, Muslimin Mabbate. Fakta inim dilihatnya saat mengadakan reses ke kecamatan tersebut beberapa waktu lalu. “Memang kerusakan kebun kelapa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) dan, Kecamatan Concong sudah diatas 50 persen. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Inhil,” ungkap Muslimin, Jum’at (13/1). Ditambahkan politisi Partai Bintang Reformasi ini, harus segera dilakukan langkah konkrit bagi penyelamatan lahan kebun masyarakat yang semakin hari kerusakannya makin parah dan mengancam mata pencaharian petani yang bergantung dengan hasil kelapa tersebut. “Berdasarkan aspirasi terbesar yang disampaikan petani kelapa kepada dewan, yakni mereka minta segera dilakukan penanggulan bagi menyelamatkan kebun mereka dari intrusi air laut yang makin parah ke kebun mereka,” tandasnya. Pemkab Inhil, tambahnya harus merealisasikan pembangunan tanggul bagi melindungi perkebunan kelapa petani di wilayah yang menjadi langganan intrusi air laut. Demikian juga dengan pembangunan pintu klep bagi mengeluarkan air yang merendam kebun tersebut saat terendam pasang. “Selain pembangunan tanggul dan pintu klep, yang tak kalah penting juga harus dilakukan peremajaan bagi pohon kelapa petani yang sudah tidak produktif lagi. Yakni dengan pemberian bibit kelapa kepada petani. Tentunya dengan catatan setelah dilakukan penanggulan di lahan tersebut. (iin)

Hj Bungatang saat menyiram phon yang ditanam dalam kegiatan GPTPP

Kiat Jajaran Kapolsek Canduang 2012 Lebih Bekerja Sama Dengan Masyarakat
ang, berkeyakinan bahwa jika Polisi lebih menyadari akan arti dan fungsinya ditengah masyarakat, tentu hal ini semua dapat diwujutkan, asal niatan dalam bertugas tidak ada mengharap balasan jasa. Rita juga menyebutkan, bahwa “jajaran Polsek Canduang di tahun 2012 ini lebih merangkul masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal apapun yang akan terjadi nantinya, dengan cara melakukan 5R (Lima Rumah). Yang pertama adalah Pemberdayaan Rumah Tangga masyarakat, yang lebih bertujuan kepada, mencegah terjadinya KDRT, serta akan lebih meminimalisir terjadinya tindakan Kriminalitas terhadap ataupun yang disebabkan oleh manusianya dalam rumah tangga itu sendiri. Kedua menurut Rita, yaitu Pemberdayaan Rumah Sekolah. Ini menurut dia akan lebih bertujuan kepada pemberian keterangan serta penyuluhan kepada generasi muda, dalam mengantisipasi pergaulan yang tidak sehat nantinya. Serta dalam hal ini, tentunya kita akan mengajak peran Guru disekolah dapat mengawasi kalau-kalau terjadi tindakan yang mengarah ke kriminal, dan dapat melaporkannya sebelum hal itu tidak terkendali. Yang ketiga terang Rita yaitu pemberdayaan rumah Ibadah, yang lebih berorientasi terhadap peningkatan keimanan. Jelas Rita, kita nanti akan membentuk Tim yang akan melakukan Jum’at keliling, majlis taklim, remaja mesjid, TPA, MDA untuk lebih melakukan pendekatan keagamaan. Sedangkan yang keempat menurut Rita adalah pemberdayaan Rumah Adat. Ini lebih bertujuan terhadap menggandeng serta Berkonsolidasi dengan Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan, Agar lebih dapat berperan langsung dengan Masyarakat adat yang masih lebih menjunjung tinggi Karapatan Adat Nagari, sebagai Yudikasi selama ini. Dan yang kelima tambah Rita, yaitu Pemberdayaan Rumah Bagonjong. Adapun maksud Rumah Bagonjong disini menurutnya adalah Instansi-Instansi yang berlebel Pemerintah. Seperti kantor Camat, kantor Walinagari, Kantor KUA, Puskesmas dan lain sebagainya. Dan hal ini terang Rita, Polsek lebih meminta para Stick Holder tersebut agar lebih menghimbau lagi terhadap masyarakat serta memberikan nasehat terhadap bahayanya Narkoba dan menjauhi tindakantindakan yang membahayakan terhadap sesama. Untuk mewujudkan semua itu, Kapolsek Canduang AKP Rita Suryanti, beserta seluruh jajarannya, telah memiliki trik tersendiri dengan memberdayakan 5 As yaitu: Bekerja Keras, Bekerja Cerdas, Bekerja berkualitas, Bekerja Tuntas, dan Bekerja Ikhlas. Kapolsek yang satu ini dalam halnya memimpin, sedikit agak menempatkan dirinya kepada peran Bundo Kanduang ditengah-tengah masyarakat. Sehingga dapat dibuktikan, sejak kepemimpinannya di jajaran Polsek Canduang yang telah memasuki tahun kedua, telah banyak mengurangi tindakan Kriminalitas diwilayahnya hingga lebih dari 50%. (Jhon)

AKP Rita Suryan

Uang Nasabah BRI Sumedang Dikuras Lewat Phone Banking
Sumedang, Radar Nusantara Nampaknya bagi nasabah Bank BRI Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat ini perlu ekstra hati-hati. Soalnya, di Bank yang satu ini uang dalam rekning sepertinya sudah tidak dapat dijamin kenyamanannya. Padahal sebagai Bank Rakyat, seyogianya kenyamanan nasabah menjadi prioritas. Kenyataan tersebut baru- baru ini menimpa, Halompoan Nababan, warga Lembur Situ Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Tanpa diketahui prosesnya, ketika hendak melakukan penarikan lewat ATM, ternyata uang dalam rekeningnya sebesar Rp. 920.000,- sudah habis terkuras. Anehnya, pihak Bank BRI Cabang Sumedang terkesan tidak bertanggungjawab atas terkurasnya uang tersebut. Pihak BRI hanya mengganti kartu ATM dengan dalih untuk menjaga keamanan lebih lanjut. “Ketika saya pertanyakan, uang saya sudah ditarik lewat Pon Bankking. Sementara saya tidak tahu menahu soal Pon Bankking dimaksut,” Ujar Halompoan Nababan kepada Radar Nusantara baru-baru ini dengan nada kecewa. Ironisnya lagi, Yeng Kurnia, selaku Asisten Menejer Operasional Bank BRI Sumedang ketika dikonfirmasi Radar Nusantara hanya cukup minta maaf atas ketidak nyamanan nasabah tersebut. “Atas ketidak nyamanan ini saya minta maaf,” ujar Yeng Kurnia seraya menyarankan, agar nomor PIN kartu ATM tidak bocor kepada orang lain. ( AidinSinaga)

Bukittinggi, Radar Nusantara Ditahun 2012 ini, seluruh jajaran Kepolisian diwilayah hukum sektor Canduang, lebih lagi mendekatkan diri terhadap masyarakat, dalam melakukan dan menjaga keamanan serta ketertiban ditengah masyarakat yang sering cendrung terjadi tindakan kriminal yang tidak diinginkan selama ini. AKP Rita Suryanti sebagai Kepala Polisi Sektor Candu-

Trio Macan Goyang Muara Enim
aksi heboh yang dipertontonkan Trio Macan. Pada malam itu, trio macan membawakan beberapa buah lagu, yang cukup menghibur para penonton yang hadir. Bahkan pada saat itu bupati Muara Enim Ir. H. Muzakir Sai Sohar sempat membawakan sebuah lagu dengan judul Cinta Sabun Mandi. “Kehadiran Trio Macan ini cukup menghibur, apolagi Muara Enim ini termasuk jarang datang artis. Kalu pacak sering-sering bae ado hiburan cak ini,” tukas Pranata salah seorang warga Muara Enim. (Khair Lani)

Muara Enim, Radar Nusantara, Artis Ibu Kota Trio Macan, Rabu malam “menggoyang” masyarakat Bumi Serasan Sekundang. Kedatangan Trio Macan yang beranggotakan Lia Ladysta, Iva Novanda, dan Dian Aditya dalam

rangka memeriahkan acara yang digelar salah satu bAnk yang ada di Muara Enim. Aksi panggung dan lagu yang dibawakan trio macan, mampu menghibur para penonton yang memadati

halaman GOR Pancasila Muara Enim. Turut hadir dalam acara itu, Bupati Ir. H Muzakir Sai Sohar, Pejabat unsur Muspida dan masyarakat Muara Enim. saat ketiganya tampil di atas panggung, masyarakat ikut bergoyang dengan aksi-

Minggu ke IV Januari 2012

27

Korpri Dituntut Untuk Profesional
Muara Enim, Radar Nusantara Hasil musyarawah dewan pengurus KORPRI Kabupaten Muara Enim telah menetapkan susunan dewan pengurus KORPRI Muara Enim masa bakti 2009- 2014. Sesuai dengan surat ketua dewan KORPRI No. 236/42/DP/ Korpri 2011 dengan peraturan pemerintah No 42 tahun 2004 pembinaan jiwa koprs dan kode etik pegawai negeri sipil.
Ketua dewan pengurus Korps pegawai negeri (KORPRI ) Provinsi Sumatera Selatan Drs. Abdul Shobur kemarin telah melantik Ketua Korpri Kabupaten Muara Enim H. Taufik Rahman , SH yang mana menegaskan Korpri harus jujur dan dituntut untuk lebih profesional harus tahu betul dengan tugas Korpri dan dilarang untuk berpolitik. Abdul Shobur juga berharap PNS mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai relatif yang ada pada diri PNS. PNS harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tidak boleh diskriminatif maupun atas dasar pilihan politik, Jelasnya. Adapun pengurus Korpri masa bakti periode 2009 -2014

Perbaikan Jalan Menes-Koranji Mangkrak
Pandeglang, Radar Nusantara Pengerjaan ruas jalan antara menes – koranji mangkrak, di duga dikerjakan asal asalan. Hasil Pantauan RN dilapangan perbaikan jalan yang dibiayai dari sumber APBD dan APBN(DAK) dengan jumlah anggaran Rp269.995.000 tidak sesuai volume, pengerjaan proyek ini baru dilakukan dari garis awal pengerjaan proyek tepatnya dari kadubangkong sampai kayujati persisnya jembatan kayu jati. Hal ini secara otomatis dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan, lantaran selain beberapa ruas jalan yang masih rusak berat juga terdapat beberapa titik yang sukar untuk dilalui. Diantaranya di titik tanjakan pabuaran, di kaduranca dan di pasir gintung. Jika mengacu pada aturan Sesuai petunjuk papan pelang proyek yang ditempel di pohon kelapa yang berdekatan dengan sekolah swasta tersebut, pengerjaan rehabilitasi jalan dengan volume 1000 meter persegi ini seharusnya dilakukan terhitung dari tanggal 16 bulan juli dengan masa pengerjaan 110 hari setelah kontrak disahkan. Namun sampai kini pengerjaan proyek itu mangkrak pelaksanaannya, padahal pergantian tahun sebentar lagi akan menginjak pada bulan kedua ditahun 2012 ini, namun itikad baik itu nampaknya belum ada di benak para penyelenggara negara. Jika terjadi hujan beberpa ruas jalan makin tak layak untuk dilalui, selain jalannya becek juga tak ada tempat untuk pembuangan air disebabkan drainase tak ada. Bahkan di lokasi yang sudah diperbaiki sama sekali tak ada drainase sehingga menyebabkan air naik keatas jalan. Sementara jalan yang belum diperbaiki keadaannya semakin memperihatinkan selain mengganggu kenyamanan para pengguna jalan juga dapat menghambat perjalanan. Menurut jenal salah satu aktivis mahasiswa di pandeglang mengatakan Idealnya setiap pembangunan jalan mesti memperhatikan drainase agar ada tempat pembuangan air yang menggenangi jalan dan cepat kering. Wawan Seorang pengendara yang melewati lokasi tersebut merasakan kurang nyaman dengan kondisi jalan masih banyak yang rusak, selain mengganggu rasa nyaman juga sering terjadi kecelakaan di titik tertentu, oleh karena itu wawan meminta kepada pemerintah khususnya intansi terkait untuk segera meneruskan pengerjaan jalan tesebut. Budi yang juga warga setempat mengamini yang dirasakan oleh wawan , pasalnya setiap pengendara yang melewati ke daerah lokasi tersebut pasti mengeluhkan keberadaan jalan yang semakin hari mengalami banyak kerusakan, ungkapnya. Sementara Kabid bina marga Syarif hidayat saat dihubungi via phonselnya mengatakan, pekerjaan itu akan tetap menjadi tanggung jawab pelaksana selama proses pengerjaannya masih berlangsung atau masih berjalan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana kontraktor tersebut untuk menindak lanjut laporan ini, “ya nanti kita akan komunikasikan dengan kontraktor yang bersangkutan” ungkapnya. Terpisah aktivis PMII Asapatul mengatakan para penyelenggara negara seharusnya taat pada aturan, jangan sampai memancing warga turun ke jalan. Selain itu, lanjut Patul, Pemerintah sebagai pelaksana roda pemerintahan harus peka terhadap kondisi dibawah apa yang dirasakan oleh masyarakat. Jika saja ada pihak yang tidak becus menjalankan tugasnya sebagai abdi Negara dan juga pelayan masyarakat, maka konsekuensinya pejabat tersebut harus dipindahkan” pintanya. (tim)

Pengurus Korpri masa bakti periode 2009 - 2014.

1. 2. 3. 4. 5.

Ketua : H. Taufik Rahman, SH Wakil Ketua : Drs. Bulgani Hasan Wakil Ketua I : Drs. Ibrahim Ilyas Wakil Ketua II : Drs. Nirwan Efendi Bidang Pembinaan Disiplin Jiwa Korps & Wawasan Lingkungan : M. Zulfachri Andri, SH 6. Bidang Olahraga & Budaya : Siti Herawati, SH pakan isteri seorang dewan yang berada di wilayah kami” ungkapnya. Jaenal salah satu aktivis dari Gerakan Pemuda Ansor mengatakan, jika dewan memberikan kebebasan pada isterinya untuk mengelola keuangan negara yang seharusnya diperuntukan buat kepentingan para petani ini akan melahirkan ekses yang tidak baik kedepannya, katanya. Karena jika anggaran negara secara teknis dikelola oleh penyelenggara negara, ini sama aja jeruk makan jeruk” imbuhnya, artinya sekalipun yang menjadi bendahara bukanlah dia sendiri(anggota dewan_red.), maka bisa dipastikan anggaran yang seharusnya ngalir kepada para petani ini bisa dipastikan akan mengalir kepada dia sebagai penyelenggara negara, katanya. Sementara Rahmat Hidayat anggota dewan perwakilan rakyat dari partai demokrat yang sebelumnya menjabat sebagai ketua komisi II saat dikonfirmasi menuturkan, kronologis isterinya menjadi bendahara kelompok tani berawal dari dirinya yang sering kali melayangkan proposal kepada pemerintah pusat yang diperuntukan sebagai petani ini tak pernah lolos peripikasi, sehingga gagal dalam mendapatkan bantuan itu, akan tetapi mantan ketua komisi II dari partai Demokrat ini tak pernah putus asa dalam memperjuangkan konstituennya, sehingga ia terus saja mengajukan proposal ke pemerintah pusat sekalipun

7. Bidang Perlindungan & Bantuan hukum : Drs. Pahlevi 8. Bidang Kesejahteraan : Drs. H.Asmuni 9. Bidang Kerohanian : Drs. Darmawan, MM 10. Bidang Perempuan & Peng Masyarakat: Drs. H. Fajri Erham, MM 11.Bidang Pengendalian : Drs. H. Yan Riadi, Mars dibenaknya ada sedikit kehawatiran kemungkinan akan gagal kembali. “berawal dari banyaknya proposal yang kita layangkan dan itu proposal para petani semua katanya, sehingga nama nama yang ada pada proposal tersebut jelas berbeda sesuai nama kelompoknya masing-masing. Nah dari sering gagal itu saya coba bikin lagi nama kelompok tani yang baru dengan menggunakan nama-nama yang baru pula yang saya coba-coba pakai nama saudara-saudara saya untuk diajukan ke kementerian Kehutanan yang ada di pusat tersebut, namun beruntungnya proposal yang ini diterima” dalihnya. Jadi tidak benar jika saya mengajukan proposal atas nama isteri hanya untuk mendapatkan keuntungan semata” ungkapnya. Rahmat juga mengatakan jika saat ini pihaknya sedang melakukan negosiasi dan lobi dengan pemerintah pusat terkait beberapa jatah bantuan yang diperuntukan bagi para petani ini. Dia mengatakan jika ada salah satu partai yang memboyong beberapa bantuan dari pusat itu, meski ia tidak menjelaskan partai mana yang dimaksudkan tersebut. Pasalnya pihaknya hanya sedikit mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut, sementara sebagian besar sudah ada yang menampung oleh partai lain, katanya. Akan tetapi sumber lain mengatakan jika isteri wakil rakyat ini pernah terpergok sedang membuat rekening baru di salah satu Bank yang berada di

12.Bidang Litbang & Imtek : Drs. Rusdi Hairullah, M.Si Sementara itu Ketua Dewan pengurus KORPRI yang baru di lantik H. Taufik Rahman, SH bersependapat terhadap apa yang disampaikan dengan pengurus Korpri SumSel , supaya PNS tidak terlibat dalam politik dan bekerja secara profesional . Tegasnya. (Evri /ADV ¼) wilayah tempat tinggalnya, belakangan diketahui jika rekening itu sengaja dibuat untuk menerima transferan dana dari pemerintah pusat untuk kelompok tani yang sudah dibuatnya tersebut. Di tempat terpisah Rian Supriatna dari aktivis PMII STAIBANA mengatakan apapun metode yang dipakai ketika isteri para penyelenggara negara yang menjadi pelaku teknis (penerima bantuan_red.) tetap tidak dibenarkan karena dewan sebagai penyelenggara negara tugasnya hanya tiga yaitu pengawasan, legislasi, dan anggaran. “Anggaran negara itu peruntukannya bukan untuk isteri para penyelenggara negara, tapi untuk kepentingan umum yang memang rakyat yang propesinya sebagai petani. bukan petani dadakan yang hanya tertera di daftar kelompok tani, tapi kesehariannya beraktivitas bukan sebagai petani” terangnya. Sejatinya lanjut Rian, sebagai wakil rakyat tugasnya adalah bagaiman memberikan yang terbaik semua kerja kerja dalam bentuk nyata dipersembahkan hanyalah buat kepentingan rakyat semata, bukan lagi atas nama pribadi bahkan partai yang mengusungnya, karena wakil rakyat yang berasal dari rakyat ketika dia secara sah menjadi wakil di parlement maka tugasnya tidak hanya mengurusi zona atau perwilayah tapi secara mutlak dia harus sudah mengurus rakyat secara total dan menyeluruh. (tim)

Berebut Jatah Kucuran Pusat

Isteri Dewan Dinilai Tak Etis Jadi Bendahara Kelompok Tani Dadakan
Pandeglang, Radar Nusantara Isteri wakil rakyat yang menjadi bendahara dadakan pada kelompok tani dinilai kurang etis oleh beberapa kalangan, pasalnya selain menurunkan citra dewan juga dapat mempengaruhi posisi wakil rakyat itu sendiri secara independen. Isteri wakil rakyat yang menjadi bendahara kelompok dadakan itu tak lain adalah Eneng Hasanah dengan nama kelompok tani Bina Niaga yang beralamat di desa Kadudampit kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang provinsi Banten. Salah satu aparatur desa Kadudampit kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang yang enggan dicantumkan namanya saat dimintai keterangan membenarkan jika warganya sebagai isteri dewan yang yang menjadi pengurus kelompok tani dadakan ini. “iya memang benar jika nama tersebut meru-

Minggu ke IV Januari 2012

28

Dana LM 3 Belum Diterapkan
Garut, Radar Nusantara Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnnya di wilayah pesantren, pemerintah menggulirkan program LM3 (lembaga yang mengakar di masyarakat) di bawah Departemen Pertanian, tapi masih ada saja penerima LM 3 yang tidak bisa memanpaatkannya atau ingin mencari keuntungan pribadi. Salah satu contohnya penerima LM 3 di Kabupaten Garut yaitu Ponpes Darul Falah di Desa Cisero Kecamatan Cisurupan, dimana ponpes tersebut mendapatkan dana bantuan LM 3 tahun 2011 sebesar Rp.70 juta untuk budidaya kentang. Namun hasil pantauan Radar Nusantara di lapangan dana tersebut belum diterapkan atau di gunakan, ketika di konfirmasi ke pelaksananya di Ponpes Darul Falah Apipudin, dia seperti kebakaran jenggot dan bersikap tidak sopan, padahal dia itu sebagai kepala sekolah dan PNS. Tapi, Apip pun membenarkan bahwa dana lm3 belum di terapkan dan masih di simpan di Bank, dengan alasan musim hujan dan takut gagal. Sementara, Ketua Yayasan Ponpes Darul Falah Rukmantara, yang juga PNS dilingkungan Kemenag Garut dan juga sebagai Kepala Kua di Kecamatan Cigedug, ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, mengaku. sama sekali ikut campur dalam urusan LM 3 dan menyerahkan semuanya kepada Apipudin. Melihat apa terjadi yang di ponpes tersebut dimana dana LM 3 belum di terapkan. Ada apa gerangan dengan dana tersebut ? Pihak terkait dari Dinas Pertanian atau penegak hukum untuk segera turun tangan. (PAN)

Kinerja Kajari Simalungun Jalan di Tempat
Simalungun, Radar Nusantara Simalungun di duga gudang sejuta permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan baik bersumber dari dana APBD maupun dari dana APBN, hal ini terlihat dari banyaknya proyek asal jadi dan tidak menggunakan Plang proyek, seperti contoh proyek pelaksanaan pelapisan jalan menggunakan hotmix di Nagori Bangun Pane kecamatan dolok pardanean kabupaten Simalungun yang hasil kerja rekanan asal jadi dan amburadul dilihat dari besaran dana yang sampai Rp. 3,4M, namun hanya bisa menghasilkan perbaikan 4,5km serta hasil yang asal asalan.
Hal ini menunjukkan bahwa pihak penegak hukum Khususnya Kajari Simalungun belum bekerja optimal dan efisien guna menindak para pelaku korupsi di tanah kebanggaan Simalungun. Panitia Pembuat Komitmen (PPK) merupakan bagian penanggung jawab dinas dalam pelaksanaan proyek secara teknis dan di lapangan, temuan diatas merupakan tanggung jawab PPK dinas PU Bina Marga Simalungun sampai saat ini belum pernah ada tindakan ataupun pemanggilan kepada PPK yang terkait di lakukan oleh pihak Kajari Simalungun. Di lihat dari banyaknya proyek yang berlangsung di simalungun tiap dinas seharusnya Kajari Simalungun bergandeng tangan dengan LSM, Ormas dan wartawan untuk mengontrol terjadinya korupsi yang dilakukan secara pribadi aupun koorporasi. Lain juga dengan PPK dinas Tarukim Simalungun juga di harapkan di panggil dan di periksa kajari tentang pembangunan maupun renovasi di berbagai kantor kecamatan seluruh kabupaten simalungun karena dalam pelaksanaan proyek pembangunan kantor kecamatan diberbagai tempat informasi yang Radar Nusantara kumpulkan tidak sesuai dengan Bestek di lihat dari adanya penguncupan luas bangunan dan di duga bahan yang digunakan tidak sesuai standar dan campuran semen yang digunakan melebihi standar yang ada dengan hal tersebut maka bangunan tidak akan bertahan lama dan asal jadi. Dalam pemeriksaan maupun pemanggilan pihak pelapor maupun yang terlapor Kajari Simalungun masih jalan di tempat alias lamban, hal ini di lihat dari banyaknya pengaduan yang di serahkan ke Kajari Simalungun oleh berbagai pihak namun Kajari seperti merasa sungkan dan tidak berupaya menindak lanjuti temuan-temuan yang bisa merugikan uang negara sampai puluhan juta rupiah bahkan sampai Milliaran rupiah, seperti penanganan kasus Bansos TA 2010 yang dikelola Kelompok Tani Saoloan Nagori Tanjung Pasir kecamatan Tanah Jawa. Kajari Simalungun belum ada memberikan bukti maupun gelagat untuk menindak ketua kelompok tani dan bendahara yang diduga melakukan penyelewengan uang negara, LSM yang mengadukan kejanggalan tersebut ketika di konfirmasi Radar Nusantara menjelaskan Kajari tidak pernah melakukan pemanggilan kepada ketua dan bendahara kelompok tani Saoloan sebagai terlapor dengan dugaan penyalahgunaan uang negara atas aspirasi anggota dewan karena hasil investigasi dari kandang

sapi dan rumah kompos LSM tersebut mendapatkan kejanggalan dimana pengadaan sapi tidak sesuai dengan petunjuk teknis dan besar sapi yang disediakan tidak sesuai dan rumah kompos belum pernah di fungsikan. Kajari Simalungun belum menunjukkan belang dalam penuntasan korupsi karena sampai saat ini belum adanya tindakan yang mutlak dilakukan dalam hal kinerja serta dugaan banyaknya kasus yang mengendap di brangkas Kajari Simalungun, Kajati Prov. Sumut di harapkan untuk memberikan arahan dan perintah secara langsung kepada Kajari Simalungun supaya cepat dan tepat untuk menindak laporan pengaduan yang diberikan berbagai pihak dalam adanya temuan yang bisa berakibat fatal merugikan Negara. (TSS/Syamp)

Gerakan Percepatan Tanam Padi digulirkan Bupati
Garut, Radar Nusantara Guna meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu pertanian tanaman pangan, diperlukan adanya upaya untuk mendesain dan rekayasa suatu teknologi pertanian.Perubahan iklim yang tidak menentu setidaknya bisa diantisipasi oleh upaya tersebut.Aplikasi teknologi yang tepat sangat menentukan keberhasilan dalam beragribisnis di sektor pertanian. Menurut Bupati Garut H. Aceng HM Fikri,S.Ag pada acara pencanangan gerakan percepatan tanam komoditas padi sawah di lahan tadah hujan di Desa Sindangsuka Cibatu, Kamis (12/1), Petani saat ini hanya bisa menanam pada lahan pertanian hanya ketika musim penghujan saja, sementara saat kemarau lahan kurang bisa dimanfaatkan. hampir 19,76 persen dari luas sawah di kabupaten Garut yang mencapai 50.270 HA. Artinya lahan tadah hujan hanya bisa dimanfaatkan 1,34 kali pertahunnya. Untuk optimalisasi lahan sehingga bisa dua kali tanam dalam satu tahunnya, kiranya dapat dilalui melalui rekayasa teknologi, ujar Bupati. Bupati mengingatkan, peningkatan produksi, produktifitas dan mutu hasil produksi tanaman pangan, merupakan bentuk usaha menuju kabupaten Garut swasembada dan swasembada berkelanjutan tahun 2012. Untuk itu, seluruh petani ,kelompok tani serta seluruh stake holder untuk terus melakukan kerjasama yang lebih baik lagi, harapnya. Sementara kepala dinas TPH Kab. Garut Ir. Tatang, menyebutkan aplikasi teknologi sistem budidaya gogo ranca, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi. Pencapaian realisasi produksi padi kabupaten Garut tahun 2011 mencapai 974.975 Ton Gabah atau meningkat 9,5 persen dari tahun 2011. Melalui metode tersebut diharapkan produksi padi meningkat sebesar 6 persen. Tatang mengungkapkan peningkatan produksi padi perlu terus ditingkatkan, sebab sub sektor ini menjadi salah satu tumpuan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Sub sektor ini tanaman pangan memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam penyediaan bahan pangan pokok, kesempatan kerja, sumber pendapatan serta memberikan kontribusi besar terhadap PDRB. Sektor pertanian pada tahun 2009 memberikan kontribusi sebesar 45,96 persen PDRB Kabupaten Garut.(PAN) sikmalaya Ade Ruhimat mengatakan, konsep pembangunan pasar modern memang sudah selayaknya dibuat oleh pemerintah yang sudah mengarah pada konsep perdagangan. Akan tetapi, dibalik rencana baik itu perlu juga dipikirkan manfaat serta baik dan buruknya bagi perkembangan perekonomian masyarakat itu sendiri. “Jangan sampai pasar modern malah membunuh para pedagang pasar tradisional, karena pembangunan dilakukan justru diharapkan mampu membawa perubahan bagi perekonomian masyarakat luas. (BM)

Bupati sedang menanam padi

Penggunaan lahan sawah tadah hujan di kabupaten Garut, hanya dapat dimanfaatkan secara optimal rata-rata satu kali dalam kurun waktu satu tahun. Sebagai gambaran luas lahan sawah tadah hujan mencapai 9.934 HA, atau

Tasikmalaya, Radar Nusantara Pasar Pancasila di kawasan Lengkong, Kota Tasikmalaya akan diubah menjadi pasar modern. Pembangunannya akan menelan biaya sebesar Rp30 miliar. Direktur PD Pasar Resik Yayat Hidayat mengatakan, hasil perhitungan sementara dengan konsep tiga lantai diperkirakan membutuhkan dana Rp30 miliar. Namun, karena PD Pasar Resik dan Pemkot Tasikmalaya tidak memungkinkan untuk mengalokasikan anggarannya dari APBD, maka semua biaya ditang-

Pasar Pancasila Dijadikan Pasar Modern

Diperkirakan Telan Biaya Rp 30 Milyar
gung pihak ketiga. “Rekanan yang sudah menyatakan kesiapannya adalah CV Ciomas dengan sistem kontrak selama 25 tahun.Sehingga PD Pasar Resik dan Pemkot Tasikmalaya tidak perlu mengeluarkan anggaran. Hanya saja status pengelolaannya dipegang rekanan tersebut selama 25 tahun,”jelas Yayat. Perubahan konsep pasar tradisional ke pasar modern ini diharapkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebelumnya PAD Pasar Induk Cikurubuk dan Pasar Pancasila ke APBD Pemkot Tasikmalaya hanya mencapai Rp 200 juta per tahun. Salah satunya berasal dari retribusi. Sementara setelah perubahan konsep menjadi Pasar Modern, diharapkan sumbangan ke PAD meningkat tiga kali lipatnya, yakni pada kisaran Rp 500 juta hingga Rp 600 juta setiap tahunnya. “Diharapkan pada 2012 proses pembangunan Pasar Pancasila menjadi pasar modern dimulai. Sehingga proses perubahan bisa lebih cepat dilakukan demi kemajuan perekonomian warga Kota Tasikmalaya,” kataYayat. Menurut dia, setelah habis masa kontrak dengan rekanan, status pengelolaannya akan dikembalikan dan dikelola lagi oleh pemerintah melalui PD Pasar Resik. Ketua Komisi II DPRD Kota Ta-

Minggu ke IV Januari 2012

29

Warga yang Terancam Racun Amoniak Minta Solusi

Kasus Pencemaran Udara, PT PIM Akui Siap Antisipasi dan Sosialisasi
akan terus mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh PT PIM, sementara ia sedag melakukan atau menanggapi keluhan warga. “sementara ini, tak bisa kita lakukan bukan berarti kita berdiam, namun kami juga bertanggung jawab dan selalu bersosialisai dengan warga, bila mereka terkena amoniak maka kami siap obati mereka sampai lekas sembuh” Kilah Mustafa. Ditambah oleh staf humas, nasrus, Proses manajemen PT PIM saat mengaku perusahaan pabriknya sedang mengalami kekurangan pasokan suplay gas. Hingga terus membuka tutup atau start up disetiap pasokan gas. Sebelumnya pabrik ini juga kekuranga bahan baku, sementara proses operasional amoniak terdiri dari dua pabrik, sedangkan bahan baku yang tersedia hanya mencukupi satu pabriknya saja. “dulu-dulunya kita lakukan pasokan gas dari Exxonmobil secara berutin, namun saat ini kita harus melakukan tidak berutin lagi karena uang yang kita belikan untuk pasokan suplay gas Cuma pas-pasan, sedangkan pupuk yang dibutuhkan 450ribu ton pupuk subsidi per tahun” Ujarnya Nasrus. Menurutnya, hal yang menyebabkan pencemaran warga karena desain kinerja sementara beruba-ubah disebabkan kehabisan kontrak suplay gas. Hingga suplay gas ini berubahubah terkadang normal seperti saat ini, namun sementara kita juga telah menghidupkan srubber (penghirup udara), ketika tekanan udara amoniak terbuka tutupnya udara dapat langsung terhidup scrubber. Ia juga menegaskan, selama ini penggulangan terhadap warga yang mengalami pencemaran terus dilakukan continue untuk pengobatan Program Corporat Sosial Resposibility (SCR), “disamping itu kita juga terus berupaya membangun kondisi fisik warga, sarana dan prasarana, tempat ibadah, bantuan rumah duafa, bantuann beasiswa, kesehatan warga serta pendidikan yang terjangkau dalam jaringan aceh utara” tambahnya Nasrun. (Jamal/M.ali)

LSM Laskar Karawang Vs LSM Gibas
Karawang, Radar Nusantara Pertempuran dua LSM yang terjadi di kawasan pabrik surya cipta karawang di dipicu karena perebutan limbah perusahaan PT Santos jaya abadi, dengan adanya pertempuran itu dua LSM saring menyerang dan LSM Gibas menyerang LSM Laskar Karawang, bahkan masa dari LSM Gibas lebih banyak di bandingkan dengan LSM laskar karawang, sehingga semua laskar karawang yang masanya sedikit mundur dari serangan LSM Gibas. Sebenarnya hal itu tidak usah terjadi baik di kubu LSM laskar karawang maupun di LSM Gibas, karena perbuatan itu sangat merugikan nama baik LSM masing masing, dan pertempuran dua LSM tidak bisa di bendung lagi oleh pihak kepolisian karena keamanan dari pihak kepolisian tidak seimbang dengan masa LSM Gibas yang banyak mengakibatkan ada korban luka - luka, perusakan kendaraan motor dan mobil, seharusnya permasalahan di dua lembaga ini dapat di musyawarahkan, bukan dengan cara anarkis dan membabi buta. LSM Gibas mempunyai kata cinta damai dan LSM Laskar Karawang mempunyai kata berjuang demi kebenaran, dimana cinta damainya dan dimana demi kebenaranya, dan seharusnya dua LSM bisa mengkaji kata - kata yang sudah di buat, artinya cinta damai apa? artinya berjuang demi kebenaran apa? Berikan contoh yang baik sama masyarakat. LSM yang mempunyai peranan sosial kontrol yang membantu masyarakat, sama - sama berdiri ditanah karawang kenapa tidak bersatu,mengontrol para koruptor yang suka menghabiskan uang rakyat, jangan memberikan contoh yang anarkis, apa kata masyarakat, LSM selaku sosial kontrol masih ribut dan bertempur. berikan contoh yang baik buat masyarakat banyak bahwa LSM Gibas dan LSM Laskar Karawang mampu membuktikan yang terbaik kesemua masyarakat, kembali ke aksi damai dan berjuang demi kebenaran, jauhkan adu domba sama orang - orang yang mau mementingan diri sendiri. (pardi)

Humas PT PIM Lhokseumawe

Lokasi pabrik suplay gas amoniak yang sedang mengalami pencemaran udara dilingkungan warga

Aceh Utara, Radar Nusantara Ketika berdirinya sebuah pabrik maupun proyek besar yang berupa proyek vital seperti PP PIM, termasuk perusahaan pabrik lainnya yang dapat memberi efek buruk bagi udara, air dan permukaan tanah serta mahkluk hidup dan yang tak asing lagi dapat menimbulkan berbagai macam masalah polusi. Dengan kejadian seperti itu sangat berpengaruh bagi lingkungan sekitar areal pabrik tersebut.
Terkait efek buruk pencemaran udara racun amoniak seperti yang dikatakan warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. PT PIM yang berlokasi diareal pemukiman desa mereka itu diduga telah berulangkali meresahkan penduduk setempat. Perihalnya, sejak awal tahun 1984 berdirinya pabrik PT PIM itu dan yang sangat parah ditahun 1988, hingga termasuk barubaru ini hasil pembuangan limbah amoniak dari PT PIM tersebut selalu berulang kali menyerang kesehatan dan ketrentraman warga. Udara yang segar dimalam harinya teran-

cam memburuk diakibatkan kotoran amoniak dari pabrik itu yang sangat berbahaya bagi manusia. Wakil tuha peut desa tambon baroh, Zainal (56), saat ditemui media ini di halaman rumah H. yahya yang didampingi beberapa warga desa, ia menjelaskan, peristiwa pencemaran polusi udara ini tak lain yaitu racun amoniak yang diduga dari pembuangan limbah PT PIM. Ketika pabrik PT PIM beroperasi, Hampir kerap hari udara amoniak tersebut menyerang warga ketika mereka yang sedang asyik bekerja apalagi mereka sedang melakukan solat tiba-tiba harus mengungsi mencari tempat lain demi menghindari racun amoniak tersebut. Dalam hal itu, sementara warga mendesak dan sangat berharap tindakan yang baik dari PT PIM agar udara beracun ini tak lagi menyerang warga. “kami tak ingin juga PIM ini ditutup atau dengan kata lain kita sangat berharap kondisi tetap harus membaik, Cuma kami harap pihak PT PIM dapat memberi atau melakukan antisipasi yang baik untuk kita dan kepentingan bersama, yang penting PIM bisa beklerja dan kami bias hidup nyaman” tambahnya zainal. Data yang didapat media ini, tahun 1988, desa tambon baroh, ada seorang warga mengalami keracunan dan sempat pingsan tak sem-

pat menghindar. ditahun 2010, pada 31 januari mulai pukul 19.30wib diduga sekitar 35 warga desa tambon baroh, Dewantara, Aceh Utara, terpaksa dilarikan diri ke rumah sakit dan ratusan lainnya juga terkena imbas dari bocornya gas amoniak (CH3). Hingga hal yang serupa berlanjut pada September 2011 kemarin, berdasarkan keluhan warga sekitaran kreung geukuh, pada tanggal 9 januari 2012, limbah PT PIM diduga mencemarkan sepanjang sungai kreung geukuh sehingga menyebabkan ribuan ikan mati. Meskipun demikian, warga yang saat ini tidak tau harus buat apa melainkan bersabar dan mengeluh kepada pemerintah terkait untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik dan layak diterima warga. Menurut h.yahya warga tambon baroh mengatakan, warga desanya pernah diundangi oleh pihak manajemen PT PIM untuk menghadiri rapat yang dibuat dengan tema sosialisasi tanggap darurat, “Pada saat kami datangi mereka hanya member arahannya saja, termasuk menerangkan tatacara menghadapi polusi dan pencemaran lingkungta dari PIM” ucap H.yahya. Terkait semua itu, staf hubungan masyarakat (Humas) PT PIM, Mustafa Thahir, ketika dihubungi media ini menjelaskan, pihaknya

Kasie Penerbitan P2B Kec. Duren Sawit Bongkar Bangunan Tanpa Izin
Jakarta, Radar Nusantara Untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sector perizinan bangunan, kepala seksi penerbitan P2B Kec. Duren Sawit tingkatkan pelayanan. Hal ini dikatakan Sugeng Santoso, Kasie P2B Kec. Duren Sawit belum lama ini kepada Radar Nusantara. “Kita memaksimalkan fungsi pengawasan bangunan di lapangan walaupun kami kekurangan tenaga pengamat tapi kami optimalkan semua staf, memang Duren Sawit wilayahnya cukup luas, sementara tenaga pengamat lapangan hanya dua orang, terpaksa kami tingkatkan patroli keliling untuk memonitor bangunan tanpa IMB. Dengan cara ini, kami dapat menghimbau pemilik bangunan untuk mengurus izin mendirikan bangunan (IMB),” ujar mantan Kasie penerbitan P2B Sudin Jakarta Utara dengan lugas. Masih menurut Sugeng santoso, “untuk tahun 2011 yang lalu kami menindak pemilik yang tidak mempunyai IMB, mulai menerbitkan SP4 (Surat Perintah Penghentian Pekerjaan Pembangunan) sebanyak 40 surat. Apabila belum mendapat tanggapan kami lanjutkan SPB (Surat Perintah Bongkar) kalau tetap membandel kami eksekusi bongkar sepanjang tahun 2011, kami telah bongkar bangunan tanpa IMB sebanyak 30 bangunan, dengan cara ini perolehan pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor IMB juga ikut naik secara signifikan,” paparnya. Sementara Kasudin P2B Jakarta Timur, H. Bambang Sudjimanto di ruang kerjanya mengatakan,” Saya telah perintahkan semua kepala seksi pengawasan kecamatan supaya bertindak tegas dan harus rajin keliling memonitor kegiatan membangun di wilayah serta memberikan penyuluhan bagi masyarakat untuk mengurus IMB. “Untuk tahun 2012 diharapkan perolehan pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor IMB khususnya Sudin P2B Jakarta Timur juga dapat meningkat. Seiring dengan pertumbuhan pembangunan saat ini, Kasie P2B Sugeng Santoso, menghimbau kepada masyarakat yang ingin mendirikan bangunan di Duren Sawit agar terlebih dahulu mengurus perizinan bangunan. Sebelum kami melakukan tindakan SP4, SPB karena kalau kami sudah mengeluarkan SPB, selanjutnya kami akan bongkar,” ujar mantan Kepala Seksi P2B Pulau Seribu dengan lugas. (AM)

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

30

Hiraukan Keselamatan Masyarakat Kab. Simalungun
Simalungun, Radar Nusantara PTP Nusantara IV unit Marjandi yang melakukan penggalian lubang sebagai kantong air mengakibatkan beram jalan sepanjang + 1 Km rusak, hal ini juga menyebabkan terganggunya pengguna jalan, dan rusaknya saluran air (parit), karena kapasitas parit terlalu kecil untuk menampung air tumpahan galian lubang PTP Nusantara IV, dimana jika terjadi hujan deras.

PTP Nusantara IV Marjandi

Warga Ramai - ramai Tanami Jalan Rusak Sepanjang 5 Km

Ketika hal ini hendak dekonfirmasikan kepada manager unit PTP IV tidak berada dikantornya (6/1). Menurut salah seorang satpam pada perusahaan ini manager sudah keluar, dan tidak tahu kemana padahal jam menampakkan pukul 11.00 Wib oleh satpam kemudian ditujukan lang-

sung kepada Direktur SDM kebun unit marjandi Riky SH untuk mendapat konfirmasi yang lebih akurat. mengenai keluhan masyarakat ini disampaikan kepada Riky SH. Meyatakan menjelaskan kepada RN terhadap kerusakan yang ditimbulkan PTP IV unit Marjandi selalu memberikan kompensasi dalam bentuk uang kepada masyarakat yang dirugikan, menurut Riky SH keru-

gian itu sendiri akan dihitung oleh masyarakat yang akan dibayar, dan sudah dianggarkan untuk tahun 2012. Menurut salah seorang warga yang bermukin di pane tongah yang langsung berdampingan dengan lahan kebun milik PTPN IV kebun unit marjandi mengenai ganti rugi bukanlah hal yang utama, akan tetapi bagaimana kami nyaman dirumah kami sendiri, sebab apa bila terjadi

banjir, kamilah yang merasakan akibatnya, airnya bisa mencapai + ½ meter, jalan semakin rusak pengguna jalan umumpun akan terganggu’,. Ketua LSM LAKI ( Laskar Anti Korupsi Indonesia) ketika dikonfirmasi perihal tersebut menjelaskan pihak PTP IV unit Marjandi diminta untuk membuat saluran/atau menggali saluran kearah sungai yang ada dekat kebun, bukan hanya menggali lubang tanpa memikirkan akibatnya kepada masyarakat setempat serta berupaya memberikan ganti rugi untuk memperbaiki tembok masyarakat yang hanyut dan rusak akibat ulah perkebunan. GM PTPN IV Medan harus tegas menindak Menejer Unit Kebun Marjandi karena lalai dalam menjalankan tugas serta kurang sopan dalan memberikan argument, seperti argument yang dulu di keluarkan Srd. Sinaga sebagai menejer “ kalian laporkan juga, bahkan ditutup juga kebun ini ngak ada untungnya buat aku”. GM PTPN IV Medan juga harus langsung turun ke lapangan guna melihat dan meninjau langsung bukti nyata yang fatal salah di lakukan kebun unit marjandi. (RM)

Jalan yang ditanami pohon

Kinerja Kepala Puskesmas Dolok Pardamean Bobrok
Simalungun, Radar Nusantara Terkait program Bupati simalungun yang mendorong peningkatan mutu pelayanan khususnya di bidang kesehatan dengan diberlakukan puskesmas 24 jam sangat rancu dan gagal bagi masyarakat simalungun. Hal ini ditunjukan Karen ulah dari Dr. Hedwiq Sihombing sebagai kepala puskesmas kecamatan dolok pardamean tidak loyalkepada atasanya dengan membuat peraturan semena-mena sehingga mengakibatkan kerugian bagi kalangan masyarakat yang membutuhkan perawatan secara medis, Informasi yang RN dapat dari sumber yang terpercaya belakangan ini dr. Hedwiq Sihombing tidak mau melayani salah seorang Bocah usia 4tahun dengan keluhan sakit hanya kena benda tajam di jari telunjuk, namun br. tio tidak mendapatkan perawatan langsung oleh puskesmas dengan alas an salah seorang yang berjaga bahwa alat untuk mengobati tidak ada di puskesmas tersebut, malah menyuruh pasien segera di bawa ke praktek Dr. Hedwiq Sihombing demi untuk keselamatan sang anak orang tua br.tio langsung melarikan pasien yang nota bene anaknya ke praktek yang di tuju alhasil keluarga pasien harus mengocek dana sebesar Rp. 235,000. Dr. Hedwing Sihombing ketika dikonfirmasi di depan ruangan kepala dinas kesehatan kabupaten simalungun kamis(17/1) tidak bersedia memberikan penjelasan malah meninggalankan RN langsung buru-buru dengan alas an banyak tugas dan sedang lagi repot. Kilas balik ingatan edisi sebelumnya juga dr. Hedwiq Sihombing sudah pernah di konfirmasikan kepada Kadis Kesehatan yang dulunya masih di jabat oleh dr. Saberina S tentang perihal tidak adanya sangsi yang diberikan kepada 4orang dokter PTT di puskesmas tersebut karena jarang datang ke puskesmas

dolok pardamean. Seperti contohnya dr. Jingga yang sampai saat ini leluasa masuk kepuskesmas dan menurut pengakuan dr. hedwiq Sihombing kepada RN bawha dr. Jingga hanya sekali masuk ke puskesmas hanya dapat jadwal hari kamis.

Kadis Kesehatan Kabupaten Simalungun di himbau untuk memanggil dan meminta pertanggung jawaban kepada bawahanya guna untuk meningkatkan dan memajukan pelayanan kesehatan khususnya dikabupaten Simalungun. (Syamp/ TSS)

Tasikmalaya, Radar Nusantara Sejumlah elemen masyarakat di Kec. Sukaratu dan Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya yang mengatasnamakan Masyarakat Galunggung Menggugat (MGM) melakukan penanaman berbagai jenis pohon di tengah jalan yang ada di lingkungannya, Rabu (18/1). Hal itu dilakukan warga sebagai bentuk protes karena jalan tersebut sudah lama rusak akibat dilintasi truk pengangkut pasir. Jalan yang ditanami panjangnya sekitar 5 km yang melintasi Cikunir, Muhara, Nyantong, Waringsabeulah, Tawangbanteng, Sindangjaya, Warujajar, Kubang Salawe, Citamperas dan Ciponyo. Pohon yang mereka tanam di antaranya pisang, kelapa, dan padi. Bahkan sejumlah warga menempatkan bongkahan batu di tengah jalan. Koordinator aksi, Nandang Abdul Aziz mengatakan, aksi tersebut sebenarnya sudah sekian kali mereka lakukan. Bahkan warga juga sudah mendatangi Bupati beramai-ramau untuk menuntut perbaikan jalan.”Tapi sejauh ini tidak ada tanggapan,” kata Nandang. Selain memprotes kondisi jalan yang rusak, dalam kesempatan itu warga juga meminta pemerintah menghentikan kegiatan penggalian pasir. Menurut warga, kegiatan tersebut selain menjadi salah satu penyebab jalan cepat rusak, juga mencemari lingkungan. “Limbah galian pasir itu menyebabkan air sungai menjadi keruh, sehingga warga merasa tidak nyaman dan tentunya tidak bisa memanfaatkannya,” ujar Nandang. Dijelaskan Nandang, aksi tersebut akan terus dilakukan selama pemerintah belum merealisasikan tuntutan warga. Bahkan, Nandang mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak untuk menghentikan langsung penambangan pasir. “Karena selama ini penambangan pasir tidak menjadikan keuntungan bagi warga, yang ada hanyalah kerusakan jalan dan lingkungan,” tegasnya. (NS/Yoeh)

RADAR DAERAH

Minggu ke IV Januari 2012

31

KONI CUP I Ukir Prestasi
Ranai, Radar Nusantara Pembukaan even olah raga yang digelar oleh Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) CUP I secara resmi dibuka oleh Bupati Natuna Ilyas Sabli di pantai Kencana Ranai Natuna, Sabtu (24/12) kemarin.
Pada pembukaan tersebut, Ilyas berharap, even olahraga yang dilaksanakan KONI Natuna mampu mengukur kemampuan dalam bertanding para atlet dari masing-masing kecamatan di Natuna. Dan mampu menciptakan mental sportivitas peserta dari kontingen. “Melalui iven ini, setiap atlet dari kontingen harus mampu menciptakan etika santun, sportipitas, sebagai ukiran prestasi dan peningkatan mutu olah raga di Natuna kedepan,” kata Ilyas. Dikatakan Ilyas, iven olah raga ini tidak sepenuhnya sebaga ajang untuk mendapatkan kemenangan. Namun, sebagai ikatan silaturahmni insan olah raga di Natuna. Agar dunia olah raga di Natuna terus berkembang. Agar pihak-pihak terkait dapat berkonsentrasi dan mengkoordinir secara berkelanjutan. “Saya juga berharap, KONI mampu membuat trobosan-trobosan baru dalam dunia olah raga di Natuna. Agar prestasi olah raga di Natuna, mampu menembus diajang olah raga tingkat provinsi maupun tingakat nasional dan internasional,” harap Ilyas. sekira pukul, 20,15 wib di pantai kencana (31/12). Kontingen Kecamatan Bunguran Timur kembali berhasil merebut dan membawa pulang piala bergilir KONI Cup Natuna tahun 2011. Ketua KONI Kabupaten Natuna Hadi Chandra menyatakan rasa syukur karena acara kejuaraan Koni Cup Natuna telah berakhir tanpa ada suatu halangan sedikitpun. Kemudian, dari pada pelaksanaan kejuaraan Koni Cup Natuna yang berjalan sukses dan lancar tersebut, tidak terlepas dari kerjasama tim yang solid serta dukungan masyarakat dan aparat keamanan setempat yang ikut memberikan pengamanan selama acara berlangsung. Acara penutupan KONI Cup ini juga sekaligus menyambut tahun baru 2012, meskipun cuaca cukup ekstrim antusias warga tidak surut untuk menyaksikan acara penutupan itu. Selain itu warga juga menantikan lantunan merdu Nazar KDI dan kawan-kawan yang sengaja diundang oleh KONI memeriahkan acara tersebut. (Jimmy.S)

Sementara itu, ajang olah raga KONI CUP akan dijadikan iven tahunan yang akan dilakanakan setiap tahun bersama pemerintah daerah kabupaten Natuna. Dan bertujuan untuk persiapan olah raga tingkat provinsi. “Iven tahun ini, merupakan penyaringan atlet berprestasi disetiap cabang olah raga. Karena akan mewakili Natuna diiven olahraga di karimun tahun 2014 mendatang bagi yang atlet berprestasi, nantinya akan dikarantina 5 bulan lebih awal untuk mengasah kemampuan atlet sebelum dilaksanakankan Porprov di Karimun. Namun pada iven saat ini, diharapkan mampu meningkatkan persatuan persaudaraan antar insan olah raga. “Sejak tahun 2004 lalu, Natuna belum pernah melaksanakan Even olah raga. Diharapkan iven tahun ini sebagai sarana pemersatu dan untuk kembangkan olah raga di Natuna kedepan. Even KONI CUP I tahun ini, diikuti dari 12 kontingen dari setiap keca-

matan di Natuna. Dan 8 cabang olah raga yang dipertandingkan. Dan ditambah beberapa pertangingan eksebisi, seperti panjat tebing, kempo, dayung, silat dan lainnya. ada berbagai cabang olah raga yang dipertandingkan yang akan diikut sertakan dari masing-masing 12 Kecamatan di Natuna. Seperti bola kaki, bola voli, takraw, atletik, tenis meja, bulu tangkis, dan catur. Selain itu ada beberapa pertandingan eksebisi diantaranya cabang olah raga dayung, panjat tebing, silat, tinju, kempo, karate, basket, selam, tenis lapangan, motorcross, cabang binaraga, tinju dan lainnya. “Ada 7 cabang olah raga yang dipertandingkan dikuti dari 12 kecamatan. Dan beberapa cabang eksibisi yang dipertandingkan yang hanya diikut sertakan oleh beberapa kecamatan. Kejuaraan KONI Cup Natuna tahun 2011 secara resmi ditutup oleh ketua Koni kabupaten Natuna Hadi Chandra

Minggu ke IV Januari 2012

Dapatkan di Mall-mall Terdekat di Kota Anda

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->