P. 1
ASKEP

ASKEP

|Views: 3|Likes:
Dipublikasikan oleh Edju Joen

More info:

Published by: Edju Joen on Apr 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2015

pdf

text

original

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Ny. S DENGAN PRE OPERASI APPENDISITIS DI RUANG BEDAH LANTAI IIA RS. TK.

II PELAMONIA MAKASSAR Nama Umur : Ny. S : 60 tahun Tgl MRS Dx. Medis : 19 – 07 – 03 : Pre operasi Appendisitis Tgl pengkajian: 28 – 07 – 03 No. Register : 07 94 89 NO 1. TUJUAN Nyeri berhubungan dengan perada- Klien melaporkan nyeri 1. ngan DS : Klien mengatakan nyeri pada perut kanan bawah. Klien Klien ditekan. DO : - Ekspresi nyeri. wajah meringis bila 4. Ajarkan teknik relaksasi mengatakan mengatakan nyeri nyeri seperti tertekan. bertambah kalau bergerak atau pada apendiks, ditandai berkurang/hilang dengan kriteria : Sakit perut kanan bawah berkurang/hi- 2. lang. Tanda-tanda vital da-lam batas normal. TD : 120/80 mmHg N P S : 70-80 x/menit : 16 - 20 x/menit 3. : 36,50C – 370C Atur posisi yang menye-nangkan. Monitor vital. tanda-tanda dengan : DIAGNOSA KEPERAWATAN PERENCANAAN INTERVENSI RASIONAL Kaji ulang tingkat 1. Mengetahui tingkat nyeri dapat dijadinyeri. kan tolak ukur dalam menentukan tindakan selanjutnya. 2. Respon autonimic meliputi perubahan pada litas TD, TTV nadi yang dan terus pernafasan menerus berhubungan dengan nyeri, abnormamemerlukan evaluasi lanjut. 3. Mengurangi penekanan daerah yang nyeri dapat mengurangi ketegangan dan memperlancar sirkulasi. 4. Memperlancar sirkulasi ke jaringan mengurangi ketegangan sehingga tidak berfokus pada nyerinya.

Jenis Kelamin : Perempuan

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN - Tanda-tanda vital : TD: 120/80 mmHg N : 88 x/menit P S : 24 x/menit : 370 C

TUJUAN

PERENCANAAN INTERVENSI RASIONAL dan distraksi. 5. Membunuh mikroorganisme penyebab infeksi sehingga peradangan da5. Penatalaksanaan pemberian antibiotik Ampicillin 500 mg 3 x 1 tab. pat teratasi.

2.

Perubahan pola tidur berhubungan Istirahat/tidur dengan nyeri, ditandai dengan : DS : Klien mengeluh susah tidur. Klien Klien mengatakan mengatakan sering tidur terba-ngun karena nyeri. malam hanya ± 4 jam dan siang tidak teratur. Klien mengatakan tidak bisa tidur dengan nyenyak DO : Muka klien nampak kusam. Klien

terpenuhi dapat 1. Kaji ulang kebiasaan tidur pasien. un-tuk

1.

Untuk

mengetahui

sejauhmana

dengan kriteria : meman-faatkan waktunya tidur. Klien mengatakan ti-durnya nyenyak. Klien segar. Klien dapat tidur 3. Hindarkan suasana lingku8 jam perhari. ngan yang dapat membangun klien saat tidur. 4. 5. nampak 2. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman. 3.

kesenjangan dalam gangguan waktu tidur klien sehingga dapat diambil tindakan untuk memenuhi kebutuhan tidur. 2. Menciptakan suasana tidur yang kondusif/mendukung dan sesuai keinginan pasien. Tidur tanpa gangguan dapat memberikan kesulitan kembali. Lingkungan menjadi tenang. Klien dan keluarga dapat mengerti kesegaran untuk dan mencegah tidur memenuhi

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN

TUJUAN

PERENCANAAN INTERVENSI 4. Batasi pengunjung. dan 5. Beri penjelasan pada klien dan keluarga tentang pen-

RASIONAL berpartisipasi dalam

program

pengoba-tan. 1. Mengidentifikasi kecemasan

3.

Kecemasan dengan : DS : Klien

berhubungan

dengan

tingnya istirahat/tidur. Kecemasan dapat berku- 1. Kaji tingkat kecemasan rang/hilang dengan kri-

perubahan status kesehatan ditandai 2.

sehingga dapat menentukan tingkat kecemasan dan intervensi yang tepat. Mengurangi klien Klien tenang Ekspresi nam-pak tenang. Klien mengungkap-kan 4. kepada klien klien tentang penyakit yang dialaminya. 5. Anjurkan klien untuk banyak 5. berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mengerti penyakitnya. Tanda-tanda vital normal : T : 120/80 mmHg N : 70-80 x/menit tentang 4. Jelaskan nampak 2. Anjurkan klien untuk mengungkapkan perasaannya. wajah 3. Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati 3. klien se-hingga berkurang. Memberikan perhatian kepada sehingga klien mengetahuai bahwa se-lain diri dan keluarganya, ada orang lain yang memperhatikannya. Meningkatkan ten-tang pengetahuan yang penyakit beban kecemasan pikiran dapat

mengatakan teria : ingin mengatakan

penyakitnya berat. Klien cepat sembuh. Klien mengatakan khawatir

penyakitnya tidak dapat disem- buhkan Klien menanyakan bagaimana keadaan penyakitnya. DO : Klien nampak gelisah Klien menanyakan

dideritanya sehing-ga dapat mengurangi kecemasannya. Memberi dorongan spiritual dan meyakinkan klien bahwa yang bisa menolongnya hanyalah Allah, SWT.

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN bagaimana keadaan penyakitnya. TTV : TD: 120/80 mmHg N : 88 x/menit P S : 24 x/menit : 370 C

TUJUAN S : 36,5-370 C P : 16 – 20 x/menit

PERENCANAAN INTERVENSI

RASIONAL

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->