P. 1
RN. 03

RN. 03

|Views: 192|Likes:
Dipublikasikan oleh Radarnusantara Peduli
Minggu Ke IV Oktober 2010
Minggu Ke IV Oktober 2010

More info:

Published by: Radarnusantara Peduli on Apr 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2015

pdf

text

original

Minggu ke IV Oktober 2010

E-mail: radarnusantara@yahoo.com

Harga Rp.5000,-

Untuk Pengaduan dugaan tindak pidana korupsi
Hubungi Pengaduan Masyarakat KPK: Telp: (021) 2557 8389 Faks: (021) 5289 2454 E-mail: pengaduan@kpk.go.id KPK On-line Monitoring System: www.kpk.go.id
Untuk Informasi Seputar KPK & Pemberantasan Korupsi, Hubungi Biro Humas KPK: Telp: (021) 2557 8498 / Faks: (021) 5290 5592 E-mail: informasi@kpk.go.id Untuk Kritik dan Saran: E-mail: radarnusantara@yahoo.com Sms: 0818418944

Redaksiku

Minggu ke IV Oktober 2010

2

Editorial
TAK terbayangkan betapa derasnya aksi, tuntutan, seruan serta slogan yang disampaikan para pengunjuk rasa di sejumlah kota di Indonesia dan yang paling terbesar di Jakarta dan Jawa Barat. Jauh hari sebelumnya, banyak kalangan memperkirakan bakal ada korban jiwa, namun alhamdulillah…hanya beberapa orang saja korban luka. Aksi unjuk rasa kali ini tergolong tertib dan konsisten, meskipun ditayangkan di beberapa daerah cenderung anarkhis tapi tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Itulah ungkapan masyarakat Inonesia sebagai bentuk rasa ketidakpuasannya atas kinerja presiden SBY-Budiono selama setahun ini. Presiden SBY dinilai cukup bijaksana serta konsisten memperlihatkan sikap demokratis. Berbagai seruan, tuntutan serta slogan yang disampaikan pengunjuka rasa melalui spanduk tidak ditanggapinya dengan emosi. SBY membiarkan para pengunjuk rasa melakukan aksi serta menyampaikan aspirasinya karena menyadari saat ini zaman reformasi. Aktivitas pemerintahan tetap dijalankannya sementara pengamanan diserahkan sekaligus dipercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Kendati demikian bukan berarti tidak perduli terhadap apa yang disampaikan pengunjuk rasa. Presiden diharapkan tetap menampung aspirasi masyarakat melalui para pengunjuk rasa. Sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan di negara ini, SBY tetap perlu introspeksi karena masih banyak yang harus diperbaiki. Kinerja sebagian besar Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dinilai tidak maksimal bahkan ada yang rapor merah. Tentu presiden harus tegas dan berani mengmbil kebijakan untuk mengatasi berbagai masalah di negeri ini. Jika memang menteri itu tidak mampu bekerja harus segera diganti, sebab masyarakat Inonesia banyak yang memiliki SDM dan dapat diandalkan. Mestinya, presiden juga harus malu setiap hari mendapat kecaman serta kritikan yang tajam. Seolah-olah presiden tidak dapat mencari menteri yang mampu bekerja. Bahkan sebagian kalangan menilai bahwa system pemilihan menteri asal-asalan dan cenderung balas jasa. Memang itulah resikonya seorang pemimpin negara yang didukung oleh sejumlah partai politik. Ke depan, mudah-mudahan SBY mampu melepaskan diri dari pengaruh partai politik pendukungnya sehingga lebih berpikir pada SDM……! redaksi

Bagi Anda yang berminat membawa serta keluarga untuk berlibur, Pantai Bosnik, di timur, menawarkan rekreasi pantai semacam ski air, diving (menyelam), atau sekedar berenang didalamnya.

Pojok RaNus
Selama pemerintahan SBY nusibah besar silih berganti, kenapa ya…? Ahhh…memang sudah waktunya kali, kebetulan aja pas saat presidennya pak SBY. Kinerja KIB II dinilai belum maksimal, jauh dari harapan rakyat ya…? Kalau memang tak mampu bekerja ya sudah ganti aja, susah-susah amat… Dengar-dengar PDIP bakal berkoalisi dengan Demokrat…? Wah..bisa-bisa Golkar dan partai koalisi Demokrat lainnya kebakaran jenggot…

Telepon Penting Kantor Polisi
TMC Polda Metro Jaya Telp. (021) 527001 Piket Laka Polda Metro Jaya Telp. (021) 83791946 Piket Res. Polda Metro Jaya Telp. (021) 5234080 SPK Polres Jakarta Barat Telp. (021) 5482371 SPK polres Jakarta Selatan Telp. (021) 7200110 SPK Polres Metro Jakut Telp. (021) 4391017 SPK Polres Metro Jakpus Telp. (021) 3450410 SPK Polres Metro Jaktim Telp. (021) 8191476-8192262 SPK Polres Depok Telp. (021) 77202414 SPK Polres Kab. Bekasi Telp. (021) 89110249 SPK Polres Metro Bekasi Telp. (021) 8841110 SPK Polres Metro Tangereang Telp. (021) 5523160 SPK Polres Metro Tangerang Telp. (021) 5995550

TARIF IKLAN
Iklan halaman Fullcolor (FC) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 40.000.000 Iklan ½ halaman Fullcolor (FC) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 20.000.000 Iklan ¼ halaman Fulcolor (FC) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 10.000.000 IKLAN BW Iklan 1 halaman Blac White (BWE) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 72.00 0.000 Iklan1/2 halaman Black White (BW) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 36.000.000 Iklan ¼ halaman Black White (BW) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp18.000.000 IKLAN BARIS Rp 300 Per Karakter, Minimal 150 Karakter (Rp 45.000) Maksimal 300 Karakter ( Rp 90.000)

Diterbitkan Oleh: CV. Nadya Tama Globalindo Pimpinan Perusahaan: Eslyna, T Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi: Shindak, SH Wakil Pemimpin Umum: Parulian Silalahi, Drs, Benny, S. Wakil Pimpinan Redaksi: TAHI.BP.SITOMPUL Redaktur: Jaya Tp. Bolon,S.Sos, Charles P, Drs. Beny, S Sekretaris Redaksi: Yuliani Bendahara: Wanti, Partini Dewan Penasehat: Afandi.SH, Manjadi.S.SH, Ferdinan.SH,Iyus Faundra.SH,MA, Sahala Tobing.SH.MH, Tuaman.SH, Herawan.SH, SP, Silalahi.SH, Mangapul. S.SH.MM, Ramses.M.SH. Sudirman.SH, Henri Hutapea.SH, Haposan Marbun.SH, ,Hotman, Hutagaol, SH,Antoni S. SH, Yunus.SH, Jonny Manulang. SH Dewan Redaksi: P. Manalu, Ery Safrizal, Drs.Benny S, Jaya.TP.Bolon.Sos, R.Pictor Simatupang, Wilmar Bakara, Herman Pribadi. Litbang: Haposan. Smjk Sirkulasi: Gunawan, Maryanto, Anto. Design/Layout: Ifank (08561245731) Nomor Rekning: Bank Mandiri No Reg. 1250007565427 Bank BRI No.Reg. 013901002099533 Bank BCA No.Reg. 0662467071 An.SP Silalahi SH

HUBUNGI: Partini: 081313936905 - 081510730302 93576028 - 96813377

Redaksi: Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021)96813377- 85424777 -70693643 Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 E-mail: radarnusantara@yahoo.com

Staf Redaksi: Riston, Budiman,Heri,Tatang Komarudin, Diana, Hermanto, Ellisa,Edi Hairul,Gunawan, Jul Ardiansyah, Fauzi,Reni, Ardiansyah, Sumartini, Syarif Abdulah,Candra Septiadi, Agus. KD, Pathihar Tambunan, Imron Rosyadi. H, Moh. Afifar, Zulkifli,Agus Darmawan,Antoni Sinaga. SH, Ir. Effendi,Fahrudin, Junaidi,Titin Rukmini, Alexsander, Ip6, Jenggo, SH, Bambang,Mulyono,Deni saputra,Rudi.S,Yudika, Jainudin Ubid, Jamaberutu, Jamal Bagus. S.ip, Clodius. mjk, Mesryani,Wastini.Gatot Nugroho,Jejen, Sukirno.M,Gunawan, Anton Simanjuntak, Krismanto, Parulian.Smjk.SE, Drs.Walinton S, R,Wijaya.S, Supratno.SE, Budi Santoso.SE, Henri Pakpahan, Nofal, Robert M, Arsyad Elly, Koresponden: Anto, Rohmayanti, Andini, Yono, Maringan,Yendy Sumadi, Mahendra Rahmadi, Listar,Gestiady. (Biro Daerah di Halaman 17) Seluruh Wartawan Radar Nasional Setiap Melaksanakan Tugas, Liputan Dilengkapi Dengan Identitas

Radar Utama

Minggu ke IV Oktober 2010

3

WOW…
Bekasi, Radar NusantaraSalah satu fungsi APBD adalah fungsi otorisasi itu berarti bahwa anggaran daerah menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.

Kota Bekasi Defisit Rp217 Milyar

SIAPA BERTANGGUNG JAWAB

Panitia Lelang Dinas BIMARTA Kota Bekasi Ditengarai Rekayasa Hasil Lelang
TAHUN anggaran 2010 Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi melelang ratusan paket pekerjaan baik untuk perbaikan jalan maupun untuk saluran dengan total anggaran mencapai ratusan milyar. Lelang terbuka tersebut tentu diharapkan untuk mendapatkan perusahaan perusahaan yang memenuhi kualifikasi baik dari segi teknis maupun administrasi. Berdasarkan pengamatan atas kinerja panitia lelang dalam pemilihan perusahaan pemenang tercium ada keanehan dan kejanggalan dalam menetapkan perusahaan sebagai pelaksana pekerjaan untuk paket paket yang dilelang tersebut. Keanehan dan kejanggalan tersebut minimbulkan kesan bahwa panitia lelang dan Pejabat Pembuat Komitmen mengabaikan prinsip efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa. Bagaimana tidak pengumuman pemenang lelang perusahaan perusahaan yang dimenangkan dan ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan adalah yang mengajukan penawaran tertinggi (prosentasi penawaran rata rata 97% dari nilai HPS/OE) padahal metode pelelangannya bukanlah merupakan systim merrit point. Beberapa paket pekerjaan dengan prosentase penawaran 97% dari HPS/OE 1. Rehab Jalan M Yamin 2. Rehap Jalan Wahap Affan 3. Rehab Jalan Hankam 4. Rehab Jalan Chairil Anwar 5. Pelebaran Jalan Juanda 6. Rehab Jalan Ratna 7. Rehab Jalan Jati Makmur 8. Pembangunan Tanggul dan Kali Bekasi Perumahan PPA Jati Asih Indah Hal tersebut sangat disayangkan ditengah kondisi keuangan Pemerintah kota Bekasi yang konon kabarnya kondisinya kembang kempis akibat defisit anggaran yang mencapai Rp.217 milyar. Defisit anggaran tersebut telah berimbas terhadap rencana pemotongan nilai anggaran dari paket yang sudah dituangkan dalam kontrak. Kesan penghambur hamburan keuangan tersebut tidak lepas dari tipikal birokrat kita yang merupakan tipikal transaksional dimana birokrat hanya berpikir “gue dapat apa dengan anggaran yang sudah tersedia” Dengan tipikal birokrat yang seperti itu memunculkan persepsi dimasyarakat bahwa pengadaan setiap paket proyek tidak terlepas dari floatingan. Floating paket tersebut ditengarai melibatkan pejabat yang justru mengindikasikan bahwa paket proyek tersebut tidak lepas dari nuansa Kolusi, Korupsi dan Nepotisme(KKN). Rumor tersebut memunculkan berbagai istilah dengan konotasi negatif mulai dari setoran fee untuk direksi dengan kisaran sekian persen dari nilai paket,uang pengetikan dan segala macam tetek bengek pungutan lainnya. Situasi tersebut akan berimplikasi terhadap mutu bahan material untuk setiap pekerjaan yang tertuang dalam RAB sebab tidak ada makan siang gratis di Republik ini. Padahal harga yang tercantum dalam RAB merupakan harga yang ditetapkan untuk sebuah kwalitas yang ingin dicapai. Bagaimana pencapaian kwalitas yang diinginkan kalau akhirnya yang terjadi adalah praktek kanibalisme. Untuk itu sangat diharapkan kearifan dan keseriusan dari para penegak hukum untuk mengurai benang kusut pengadaan tender yang sudah menjadi ritual tahunan khususnya dikota Bekasi. (tim)

GONJANG GANJING tata kelola APBD Kota Bekasi mulai dari masalah defisit anggaran yang mencapai ratusan milyar hingga rencana pemotongan nilai pekerjaan dalam kontrak tak pelak minimbulkan keresahan terutama dikalangan pengusaha. Bagaimana tidak program yang sudah dilaksanakan dalam bentuk proyek dan sudah berjalan ternyata diusulkan untuk dipotong kisaran 15% dari nilai yang sudah tertuang dalam dokumen kontrak. Sebuah kreativitas yang luar biasa dan menjungkir balikkan logika hukum dan semakin menguatkan sinyalemen dalam masyarakat bahwa semua itu bisa terjadi akibat carut marutnya tata kelola dan tata laksana APBD Kota Bekasi. Apa makna sebenarnya dibalik pernyataan petinggi petinggi pemerintah kota Bekasi yang nota bene pejabat publik dan beritanya sudah menghiasi media massa atas defisit anggaran sebesar Rp.217 milyar tersebut. Dan apa hubungan defisit anggaran dengan pemotongan sebesar 15% dari nilai pekerjaan yang sebelumnya sudah dituangkan dalam dokumen kontrak?. Adakah gembar gembor defisit anggaran tersebut memang sengaja dilempar ke publik untuk membangun sebuah hipotesa dan menjadi sebuah pembenaran atas rencana pemotongan 15% dari nilai kontrak yang sudah existing tersebut. Padahal antara defisit anggaran dengan memangkas nilai pekerjaan dalam dokumen kontrak yang sudah existing tidak punya korelasi atas sebuah hipotesa yang memang terke-

san sengaja dibangun. Plh Sekda Kota Bekasi Dudy Setiabudhi selaku kordinator pengelolaan keuangan daerah saat diklarifikasi tentang defisit anggaran dan maksud pemotongan 15% dari nilai pekerjaan proyek yang sebelumnya sudah dituangkan dalam kontrak Sebab rencana pemotongan 15% tersebut tidak memiliki parameter yang jelas dan dasar perhitungannya gambang alias dibuat buat. "Bahwa angka Rp.217 milyar tersebut belum fixed masih sebatas estimasi dan sedang diusulkan kepanitia anggaran untuk dibahas bersama dewan. Sementara pemotongan 15% dari nilai kontrak proyek dimungkinkan karena tridak tercapainya target PAD dari masing masing SKPD" demikian jawaban Dudy Setiabdi melalui telepon genggam. Tentu aneh sebab tidak ada rumusan aturan hukum tertulis yang menjadi mekanisme jika proyeksi PAD tidak mencapai target maka dibenarkan untuk memotong anggaran dari paket pekerjaan yang sudah berkekuatan hukum yaitu dalam bentuk perikatan kontrak. Mencoba berkaca kebelakang bahwa struktur APBD merupakan satu kesatuan yang terdiri dari tiga unsur yaitu Pendapatan Daerah,Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah. Komponen Pembiayaan Daerah yang merupakan unsur ketiga tersebut mencakup semua transaksi keuangan untuk menutupi defisit atau memanfaatkan surplus. Dengan demikian bahwa untuk menutup defisit anggaran mekanismenya melalui pembiayaan yaitu pembiayaan

netto yang merupakan selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan. Seyogjanya bahwa anggaran berbasis defisit bukanlah kebijakan yang tabu sebab kebijakan membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan adalah untuk tujuan guna memberi stimulus pada perekonomian. Itu artinya bahwa mekanisme pertahanan APBD dalam mengantisipasi defisit adalah melalui penggunaan pembiayaan tetapi bukan dengan melakukan pemotongan nilai kontrak dari pekerjaan yang sudah dilaksanakan rekanan kontraktor. Kalau maksud pemangkasan nilai kontrak dari setiap paket tersebut untuk menutup defisit selain merugikan para rekanan pemborong tindakan tersebut juga merupakan langkah yang keliru dan sangat beresiko secara hukum. Selain tidak punya dasar hukum,dari sisi akuntabilitas juga sangat diragukan dan pelaksanaannya juga tentu sangat rawan penyimpangan. Permasalahan defisit anggaran (kalau proyeksi pendapatan daerah tidak mencapai target sehingga tidak bisa menutupi sisi pengeluaran) sebenarnya sudah terakomodir melalui mekanisme perubahan APBD. Sebab terjadi perubahan APBD salah satunya karena adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum APBD (KUA). Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA tersebut salah satunya dapat berupa tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah yang semula sudah ditetapkan dalam KUA.

Terjadinya gap dalam realisasi pendapatan daerah yang berimbas terhadap terkoreksinya APBD tinggal memformulasikan hal hal yang mengakibatkan terjadinya perubahan APBD kedalam rancangan kebijakan Umum perubahan APBD serta prioritas plafon anggaran sementara(PPAS) perubahan APBD. Tetap dalam koridor hukum atas tata kelola dan tata laksana APBD merupakan harapan tertinggi dari masyarakat. Ekspektasi masyarakat tersebut harus dijaga,dipelihara dan jangan sampai tercederai sebagai bentuk bentuk pertanggung jawaban publik. Sebuah tanggung jawab yang menjadi cita cita seluruh masyarakat Bekasi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari Kolusi,Korupsi dan Nepotisme (KKN) Sebab salah satu fungsi APBD adalah fungsi otorisasi dengan demikian bahwa anggaran daerah menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun anggaran yang bersangkutan. Dengan demikian siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana bentuk pertanggung jawaban publik atas kapabilitas jabatan dengan terjadinya carut marut tata kelola APBD tersebut. Sebab kebijakan tersebut selain berpotensi merugikan para kontraktor juga rawan penyimpangan dan dari sisi akuntabilitas sangat diragukan. Untuk itu…apa sesungguhnya makna terselubung dibalik gembar gembor defisit anggaran sebesar Rp.217 milyar tersebut????? (Henry Hutapea)

Radar Utama

Minggu ke IV Oktober 2010

4

Bicara Soal Capres Dari Golkar

Kantor Camat Tanjung Beringin
Tanjung Beringin, Radar NusantaraKondisi bangunan Kantor Camat Tanjung Beringin yang begitu megahnya, bentuk serta pembangunan pejabat pelayanan publik yang begitu megahnya.
Sumut beserta tim berulang kali berkunjung ke Kantor Camat Tanjung Beringin tersebut tidak satupun pada jam dinas berada ditempat ujar Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut bersama tim pada saat berkunjung sebagai sosial kontrol. Ditambahkan Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut mengatakan, kondisi seperti ini sesuai dengan fungsi serta tugas sebagai sosial kontrol yang mana sosial terhadap masyarakat dan kontrol terhadap kinerja Pemerintah baik ditingkat Pusat maupun didaerah. Meskipun didalam melaksanakan tugas tersebut penuh dengan tantangan serta resiko

Megah Namun Sering Kosong
BENTUK serta bangunan seperti ini yang tidak ada dimiliki oleh daerah lain, ketika kita melihatnya patut mendapatkan pujian serta merasa bangga. Atas kepemimpinan pasangan Kepala Daerah beserta Wakilnya yang serasi telah banyak membangun Kabupaten Sergai baik telah banyak membangun kantor pelayanan publik dari tingkat Desa dan Kecamatan. Namun sangat disayangkan oleh oknum Camat selaku Pembantu perpanjangan tangan Pemerintahan Kabupaten Sergai yang terkesan luput dari pengawasan. Terbukti selalu saja, pada saat Ketua Ekuin LSM KPK yang dihadapi namun tetap bersemangat didalam melaksanakan tugasnya, meskipun tidak memiliki penghasilan serta gaji yang menetap. Sementara ketika dilihat dilapangan banyak oknum pegawai Negeri yang memperoleh penghasilan serta gaji dari Pemerintah terkesan selalu saja seperti makan gaji buta oleh karena jarang berada dikantor. Meskipun tamu yang berkunjung dari LSM dan Wartawan hendak konfirmasi saja sulit untuk ditemui, konon lagi seperti warga biasa betapa ironisnya demikian ungkap Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut beberapa waktu lalu saat mengunjungi kantor pelayanan publik di Sergai. (edi s)

Jakarta, Radar Nusantara Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau Ical akhirnya buka suara soal calon presiden yang akan diusung oleh partainya di Pilpres 2014. Meski dirinya selalu dikait-kaitkan bakal menjadi capres dari partai berlambang pohon beringin, Ical pun menjawabnya dengan diplomatis. “Golkar memang serius mengajukan putra atau putri terbaik bangsa sebagai capres nanti karena dapat membawa bangsa yang lebih maju dan ke arah terbaik,” ujar Ical, Minggu (17/10), di DPP Golkar, Jakarta. Ical sendiri mengaku belum memiliki calon karena masih harus melihat dari hasil survei. Ia hanya mengatakan, Golkar akan mencalonkan kader terbaiknya. “Saya menyadari banyak kalangan mengaitkan posisi saya sebagai Ketua Umum dengan capres 2014. Akan tetapi, kami akan mencocokan seluruh kriteria dengan figur ideal (capres). Selebihnya ada masalah taktis, probabilitas, serta takdir dan jalan kehidupan,” ujarnya. Dalam mencalonkan presiden, Golkar akan bersikap matang dan mengambil keputusan pada saat yang tepat. “Tidak terlalu cepat tapi tidak boleh juga terlalu lamban,” ujar Ical. Nama Ical santer disebut-sebut akan menjadi capres dari partai tersebut setelah mendapat dukungan dari para kadernya di daerah. (tim)

Kapolri Dilantik, Jaksa Agung Kapan ?
Jakarta, Radar NusantaraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pekan lalu telah melantik Kapolri yang baru, Komjen Timur Pradopo untuk menggantikan Bambang Hendarso Danuri (BHD) namun jabatan Jaksa Agung definitif masih teka-teki alias belum jelas. Sampai saat ini Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung masih dipegang Darmono. Sebelumnya, sejumlah kalangan memperkirakan pelantikan Kapolri akan bersamaan dengan Jaksa Agung definitif yang baru. Namun kenyataannya, yang dilantik adalah Kapolri baru sementara Jaksa Agung sepertinya belum jelas entah kapan. Tentu hal ini mengundang pertanyaan bagi sejumlah kalangan terutama masyarakat banyak. Masalahnya berkaitan dengan legitimasi yang berdampak pada kinerja di tubuh kejaksaan agung (Kejagung). Terkait dengan hal ini Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Sudi Silalahi mengungkapkan bahwa presiden masih mencari sosok yang paling tepat untuk menjabat sebagai jaksa agung. Khabarnya, sejumlah nama bermunculan yang dipromosikan sebagai calon jaksa agung mendatang. Selain dari jaksa karir internal juga bermunculan dari luar institusi. Sebut saja Bambang Widjojanto dan Busyro Maqoddas yang keduanya merupakan kandidat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta lolos panitia seleksi dan akan menjalani fit and proper test di DPR. Semencara wacana yang muncul adalah mendudukkan calon tidak terpilih pimpinan KPK jadi jaksa agung. Ketika disinggung mengenai pemilihan jaksa agung akan menunggu fit and proper test, Sudi memberikan komentar. “Bukan tidak mungkin”, jawabnya singkat. Namun Sudi mengaku bahwa kemungkinan itu salah satu jadi pertimbangan. Pria kelahiran Pematang Siantar ini mengelak ketika ditanya tentang salah satu dari calon pimpinan KPK yang tidak terpilih. “Saya tidak mau mengandai-andai, kita lihat aja nanti waktunya”, katanya. Sudi lebih lanjut menjelaskan, presiden tidak dibatasi tenggat waktu dalam menentukan jaksa agung definitif. “Itu hak prerogatif presiden, kapanpun itu tidak terikat jadwal, namun kita mengharapkan sesegera mungkin”, ujarnya. Di samping dua nama tersebut, muncul juga nama Todung Mulia Lubis, sementara dari internal kejaksaan nama Plt Jaksa Agung, Darmono disebut-sebut yang terkuat. Kemudian ada juga nama Jaksa Agung Muda Pengawas (Jam Was), Marwan Effendy dan JAM Pidana Khusus (Jampidsus), M. Amari. Kemudian ada juga khabarnya nama Wakil Jaksa Agung, Basrief Arief disebut-sebut sebagai calon jaksa agung. Sementara pihak Kejagung sendiri lebih memilih menunggu keputusan presiden tentang jaksa agung definitif pengganti Darmono. (tim)

Salah satu obyek Wisata pulau timah Belitung

Radar Utama

Minggu ke IV Oktober 2010

5

Desa Urung Ganjang Kab. Deli Serdang Terisolir
Bangun Purba, Radar NusantaraKetua bidang Ekuin LSM KPK Sumut, Marihot Silalahi, BA beserta rombongan melakukan kunjungan ke Desa Urung Ganjang, salah satu desa terpencil dan terisolir di wilayah Kabupaten Deli Serdang baru-baru ini. Desa Urung Ganjang sebenarnya memiliki potensi terutama dari hasil bumi seperti pertanian serta sektor wisata. Jika dikelola dengan baik serta serius, agribisnis pertanian maupun peternakan diyakini akan mampu meningkatkan penghasilan sekaligus kemakmuran bagi penduduk setempat. Tentu selanjutnya akan dapat mengurangi kemiskinan masyarakat Desa Urung Ganjang. Namun sampai saat ini belum teruwjud karena kurang perhatian dari pemerintah setempat, mengakibatkan Desa Urung Ganjang tertinggal disbanding dengan desa-desa lain di wilayah Kab. Deli Serdang. Terutama pembangunan infrastruktur seperti jalan dan lain sebagainya, desa ini jauh tertinggal disbanding desa lain. Dalam kondisi seperti ini sangat disayangkan pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam hal ini Bupati Deli Serdang tampaknya kurang peduli terhadap pembangunan di Desa tersebut. Terbukti ketika warga Desa

Kajari Harus Proaktif

Alokasi Dana Desa Banyak Masuk Kantong Pribadi
Cikarang, Radar Nusantara Bukan saja Kepala Dinas, Anggota DPRD atau mungkin Bupati Bekasi yang akan ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh penegak hukum bila perlu para kepala desa yang dengan terang-terangan telah mengantongi Anggaran Alokasi Dana Desa untuk memperkaya diri.
kepanjangan tangan Bupati Bekasi hanya sampai di Kecamatan itupun per desa memberikan uang bensin sebesar Rp. 1 sampai dengan 1,5 juta rupiah dan itu harus. Lalu peruntukan Alokasi Dana Desa seperti apa? Halnya seperti Desa Buni Bakti, yang mana penggunaan dananya kebanyakan masuk kantong pribadi. Dan itu sering kali dikonfirmasikan Wartawan kepada Kepala Desa yang terkenal arogan, hanya yang keluar dari mulut mereka, memangnya Nyalon Kades kaga pake biaya. Masih ada lagi Kades saat ini yang paling munafik Syaifullah Kades Kedungjaya yang mana sumpah sudah menjadi kebiasaannya belum seberapa dana yang dialokasikan dengan baik olehnya kalaupun ada itu adalah bantuan dari PT. Pertamina maupun Odira Bukan hanya di Wilayah Kecamatan Babelan yang berani menggelapkan uang bantuan pemerintah. Desa, di Kecamatan Taruma Jaya yang mana salah seorang Kepala Desanya dengan sangat berani mengatakan kalau pembuatan LPJ/SPJ itu sudah menjadi kebiasaan dan kebanyakan fiktip. Bagaimana bisa bagian tata pemerintahan bekerja lebih epektif mengurusi bantuan lain di 23 Kecamatan diKabupaten Bekasi kalau mengurusi bantuan dana perimbangan ataupun Alokasi Dana Desa saja tidak becus ini yang membuat pertanyaan besar apa benar, Mereka bagian dari orang yang memperkaya diri yang lebih profesional yang mana bantuan tidak pernah dikerjakan sesuai dengan LPJ/SPJ yang mereka buat. Sampai berita ini diturunkan Redaksi Radar Nusantara meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Cikarang untuk lebih proaktif didalam melaksanakan tugasnya didalam memberantas korupsi agar dikemudian hari para Kepala Desa memiliki sedikit tangggung jawab moral yang lebih baik. * (Red) tersebut pernah melakukan aksi unjuk rasa terhadap kebun milik swasta NV.Primex tentang masalah ijin melintasi jalan untuk mengangkut hasil bumi serta pertanian, oleh pihak oknum pengusaha kebun NV .Primex tersebut tidak memberikan ijin. Kondisi seperti ini warga di Desa Urung Ganjang sepertinya tak tahu harus mengadu kemana, sementara pihak oknum pengusaha dan Pemerintah terkesan kurang peduli terhadap pembangunan di Desa Urung Ganjang tersebut betapa ironisnya kondisi seperti ini yang menimpa terhadap warga Desa Urung Ganjang sesuai keadaan yang nyata dilapangan. Sebenarnya memurut keterangan dari saksi ahli dan Tokoh Masyarakat yang ada di Desa tersebut kepada Tim mengatakan, sebelum Perkebunan NV.Primex ini ada Desa kami telah lebih dahulu ada, tetapi pada kenyataannya terkesan oknum Pimpinan Perkebunan NV.Primex serta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kurang memperhatikan pembangunan di Desa Urung Ganjang yang terpencil dan dikategorikan Desa miskin serta tertinggal dari Pembangunan ungkap Ketua Ekuin LSM KPK Sumut Marihot Silalahi, BA kepada Radar Nusantara. (Edy S)

PEMBINAAN yang baik dilakukan oleh Bagian tata Pemerintahan maupun Inspektorat/Bawasda Kabupaten Bekasi sering disalah artikan apa benar mereka juga ikut proaktif didalam memperkaya diri dengan kucuran dana yang bersumber dari APB Daerah dan APBN Pusat. Sebut saja Acong S orang kepercayaan kades yang dengan sengaja mengatakan kepada wartawan Radar Nusantara kalau bicara jujur semua Laporan Pertanggung Jawaban

(LPJ/SPJ) tentang Alokasi Dana Desa kebanyakan dibuat piktif dan itupun sangat jelas telah diketahui Kasi pemerintahan pada tiap Kecamatan. Nah luh …bagaimana pemeriksaan yang dilakukan oleh Bawasda?..,Masih menurut Acong dan beberapa Kepala Desa yang berhasil direkam oleh Wartawan Radar Nusantara, Inspektorat ataupun tata pemerintahan desa hanya menerima laporan cukup diatas kertas, dan tidak munafik tiap Tim yang dibentuk sebagai

Sejumlah Ruas Jalan di Kec. Medansatria Rusak Parah
Bekasi, Radar NusantaraPembangunan infrastruktur jalan umum di tingkat kecamatan Kota Bekasi belum seluruhnya terserap. Meski Pemkot Bekasi telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan infrastruktur namun hasilnya belum optimal, bahkan dinilai salah sasaran sehingga jalanan yang seharusnya butuh perbaikan jadi terbengkalai. Seperti Jl. Kali Abang Bahagia Kel. Pejuang, Kec. Medansatria atau tepatnya di depan perumahan Pejuang Pratama telah banyak memakan korban akibat jalan tersebut bagai kobakan kerbau. Herannya lagi, sebagiaan besar staf kelurahan Pejuang melewati jalan tersebut tapi sepertinya tak perduli. “Sudah kurang lebih 4 tahun jalan ini tidak pernah mendapatkan perbaikan”, kata salah satu warga setempat. Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Medansatria, Drs.Tugiman mengatakan, semua hasil musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) telah kami ajukan ke dinas terkait tanpa kecuali. “Hampir setiap tahun kami mengajukan tapi semua itu keputusan dari atas”, katanya. Sementara ketika akan dikonfirmasi ke dinas terkait yakni Dinas Sarana Prasaran tidak pernah berhasil, sebab menurut stafnya, pimpinan lagi ke lapangan. Selain jalan umum, masih banyak pekerjaan tidak optimal, seperti kantor Kecamatan Medansatria, Jl. THB. Sementara soal faktor keterlambatan pengerjaan bangunan tersebut belum diketahui karena pihak rekanan pemborong sulit ditemui untuk dimintai keterangan. (H/N)

Ruas jalan Kali Abang Bahagia Kel. Pejuang Kec. Medansatria butuh perhatian serius dari Pemkot Bekasi

Radar Utama

Minggu ke IV Oktober 2010

6

Tetesan Air mata Presiden SBY di Hari Agraria
Bogor, Radar NusantaraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono (sby) tibatiba menitikan air mata saat berpidato pada puncak peringatan 50 tahun Agraria Nasional di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/10). Keprihatinan Presiden diutarakan setelah 10 perwakilan petani secara simblolis mendapatkan tanah dari negara. “Agar rakyat menjadi tuan tanah, menjadi tuan yang memiliki bumi dan air serta kekayaan yang terkandung di dalamnya, maafkan saya menitikkan air mata”, kata Presiden Yudhoyono sambil menitikan air mata. Untuk kali kesekian Presiden Yudhoyono lagi-lagi mencurahkan perasaannya terhadap barbagai persoalan negara. Tentu menjadi aneh jika Presiden hanya terharu dengan nasib petani. Para petani tentu tak berharap seorang presiden menitikkan air mata, tapi menunggu keputusan atau kebijakan yang memihak mereka. Sebab, karena selama ini para petani cenderung dirugikan oleh kebijakan pemerintah. (tim)

Pilih Kades Jangan Seperti Membeli Kucing Dalam Karung
Cikarang, Radar Nusantara Pesta Demokrasi untuk memilih orang nomor satu di Desa Karang Sentosa Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi sudah didepan mata. Bp Sarwali salah satu calon Kades yang sudah lama mempersiapkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat telah mempersiapkan segala keperluannya baik moril maupun materiil.
HAL ini jelas terlihat dari kesederhanaan beliau menerima wartawan dikediamannya persis didepan kantor Kecamatan Karang Bahagia. Tiap harinya Bp Sarwali banyak menerima tamu dari masyarakat yang meminta agar beliau mau mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Karang Sentosa. Apakah masyarakat benar siap menghantarkan.Bp Sarwali duduk menggantikan Achmad Surachman Kades yang masuk dihotel prodeo saat ini dan saat ini di gantikan Sekdesnya sebagai PJ sementara. Berdasarkan Petikan keputusan Bupati Bekasi Nomor: 141/kep. 268Adm. Tapem/2010 Tentang memberhentikan Kepala Desa dan mengangkat pejabat Kepala Desa Karang Sentosa Kecamatan Karang Bahagia Sdr. Anwar Badrudin Jabatan Sekertaris Desa paling lama 1 tahun terhitng sejak tanggal pelantikan dan/atau terpilihnya Kepala Desa Definitif hasil pemilihan Kades tahun 2010. Bp Sarwali meminta kepada masyarakat dengan rasa hormat agar dikemudian hari jangan memilih pemimpin seperti membeli kucing dalam karung, harus jelas konditenya. Masih menurut beliau siapapun yang menjadi balon ataupun calon apalagi terpilih menjadi Kepala Desa Karang Sentosa harus mendahului kepentingan masyarakat. (Gunawan)

Hendarso Merasa Lebih Lega

Jakarta, Radar NusantaraDewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menggelar Rapat Paripurna untuk memberhentikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dan mengangkat Komisaris Jenderal Timur Pradopo sebagai penggantinya. Dengan demikian, BHD pun segera meletakkan jabatan sebagai Kapolri karena telah memasuki masa pensiun. Lantas bagaimana tanggapan BHD terkait habisnya masa jabatannya di Korps Bhayangkara itu? “Sudah lega,” kata Bambang Hendarso usai menghadiri acara Yayasan Kemala Bhayangkari di Wisma Bhayangkari, Mabes Polri baru-baru ini. (tim)

Radar Parlement

Minggu ke IV Oktober 2010

7

SETAHUN Masa Pemerintahan Sby-Budiono
Diwarnai Aksi Unjuk Rasa
Jakarta, Radar Nusantara Aksi unjuk rasa oleh elemen masyarakat dan mahasiswa di sejumlah daerah Indonesia Rabu (20/10) lalu merupakan bentuk rasa ketidakpuasan terhadap kinerja presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Budiono selama setahun preiode kedua sejak dilantik 20 Oktober 2009. Sejumlah kalangan menilai bahwa kinerja presiden SBY-Budiono terutama Kabinet Indonesia Bersatu (KIB)II selama setahun ini belum maksimal bahkan jauh dari harapan masyarakat. Beberapa item tuntutan para demonstran yang belum maksimal sesuai keinginan masyarakat antara lain, penegakan supremasi hukum dan tindakan tegas terhadap pelaku KKN, pengusutan tuntas kasus Bank Century, penegakan kedaulatan di mata internasional, penegakan kasus HAM, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Setidaknya di 24 kota di Indonesia terjadi aksi unjuk rasa di samping Jakarta yang dipusatkan di Jl. Diponegoro dan Jl. Medan Merdeka Utara (depan istana Negara). Namun aksi unjuk rasa yang terbesar terjadi di Jakarta dan Jawa Barat, di mana ribuan massa dan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi turun ke jalan dengan berbagai tuntutan. Untuk mengamankan aksi unjuk rasa, Polri menurunkan sekitar 15.000 personel di seluruh wilayah. “Pengerahan terbesar dilakukan di Jakarta dan Jawa Barat yakni masing-masing 3000 an personil”, ungkap Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Mabes Polri, Komisaris Besar (Kombes) Marwoto Soeto. Aksi unjuk rasa di depan istana Negara berlangsung ricuh. Petugas kepolisian beberapa kali memberikan peringatan dengan melepaskan tembakan ke atas dan tembakan gas air mata namun para demonstran tidak menghiraukan malah semakin beringas. Akibatnya terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan petugas keamanan dari pihak kepolisian. Farel (20) mahasiswa semester V Universitas Bung Karno mengalami luka diduga terkena tembakan peluru yang akhirnya dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo. Bentrokan yang terjadi di Jl. Diponegoro dan Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta diawali keinginan pengunjuk rasa untuk menutup akses jalan namun dilarang petugas. Akhirnya terjadi dorong-dorongan antara pengunjuk rasa dan petugas disertai lemparan batu dan bambu. Sementara Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sutarman menegaskan, pihaknya masih mengecek penyebab luka di kaki Farel. Kapolda juga memastikan bahwa semua peluru yang ditembakkan polisi adalah peluru gas air mata. Terkait soal penagkapan pengunjuk rasa, Sutarman berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia agar berunjuk rasa secara tertib. Korban luka bukan hanya dialami para pengunjuk rasa saja tapi juga petugas kepolisian. Seperti diungkapkan Kepala Polres (Kapolres) Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin, beberapa polisi terluka akibat tergores penghalang kawat besi dan lempira batu pengunjuk rasa. Kendati diwarnai kericuhan serta jatuhnya korban luka, namun pihak kepolisian dinilai berhasil melaksanakan tugasnya. Soalnya, aksi unjuk rasa tidak sampai berkepanjangan melainkan tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang ditentukan yakni pukul 17.00 wib. Presiden SBY tidak Terpengaruh Saat berlangsungnya aksi unjuk rasa presiden SBY tetap melaksanakan aktivitas pemerintahan di istana Negara. Pada malam harinya, SBY menghadiri acara penutupan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) I Partai Golkar di Kebayoran, Jakarta Selatan. Sementara wakil Presiden, Budiono berada di China untuk menghadiri acara peringatan 60 tahun hubungan bilateral RI-China. “Presiden menjalankan aktivitas pemerintahan dari istana dan tetap memimpin jalalnnya pemerintahan dari istana Negara”, kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha kepada wartawan. Ia juga menambahkan bahwa presiden percaya kepada masyarakat yang dinilai semakin cerdas serta sudah memercayakan pengelolaan situasi oleh aparat kepolisian. Presiden tidak akan terprovokasi dan terpancing, sebab aksi unjuk rasa di depan istana merupakan hal yang wajar”, tandasnya. Sementara pada kesempatan lain, presiden SBY menyatakan pentingnya aturan hukum dalam menegakkan stabilitas dalam menjalankan pembangunan. “Negara manapun termasuk Indonesia tetap memandang perlu stabilitas politik dan keamanan dalam negeri. Namun stabilitas di era reformasi meski mengindahkan demokrasi aturan hukum”, kata Presiden saat memberikan sambutan pada resepsi ulang tahun ke-46 Partai Golkar di Kemayoran, Jakarta Selatan Rabu (20/10). Pada kesempatan tersebut presiden juga mengajak Partai berlambang pohon beringin ini agar tetap memiliki komitmen yang tinggi dalam hal pembangunan, stabilitas serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI). “Saya selaku presiden meminta agar komitmen it uterus dijunjung meski kini kita hidup di era reformasi”, ujarnya. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menyampaikan komitmen partai yang dipimpinnya untuk mendukung pemerintahan SBY hingga mandatnya habis yakni 2014. “Perkenankanlah saya menutup pidato politik ini dengan menegaskan komitmen partai Golkar untuk menjaga stabilitas dan mendorong siklus kepemimpinan nasional yang regular dan terlembaga”, ujar Aburizal Bakrie yang akrab dipanggil Ichal di hadapan presiden serta ribuan kader Partai Golkar. (Tim)

Yudhoyono Ajak Golkar Membangun Negeri

Jakarta, Radar NusantaraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik tawaran Partai Golongan Karya untuk bersatu membangun negeri. “Alangkah teduhnya kalau kita bisa bersatu kompak untuk melangkah ke depan,” kata Yudhoyono dalam sambutannya pada HUT ke-46 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (20/10). Dalam sambutannya, Yudhoyono yang juga Dewan Pembina Partai Demokrat mengucapkan selamat ulang tahun kepada Partai Golkar. Dia berharap, Gplkar dapat semakin meningkatkan pengabdian dan kontribusi dalam pembangunan menuju masyarakat sejahtera. “Sebagai partai, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Partai Golkar yang sangat memahami bahwa yang dihadapi Indonesia sangat kompleks,” lanjut Yudhoyono. Presiden menambahkan, dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, Golkar dicatat sebagai partai yang memiliki komitmen tinggi pada pembangunan dan pembaharuan. Partai berlambang pohon beringin itu juga dianggap dapat menjaga persatuan dan stabilitas nasional untuk kesejahteraan rakyat. “Oleh karena itu selaku presiden, saya sungguh berharap bahwa komitmen tesebut dijunjung tinggi dan diimplemantasikan. Karena ini adalah era reformasi agar masa depan bangsa ini semakin cerah,” tambah Yudhoyono. Presiden yakin Partai Golkar dapat menjaga stabilitas. Dengan begitu, pemerintah bisa melaksanakan pembangunan dengan baik. Presiden berharap Golkar dapat mengambil peran dalam pembangunan lima tahun ini. “Apa yang disampaikan oleh Bung Bakrie sepertinya tak boleh kita sia-siakan. Untuk itu kita mengajak Golkar bersinergi,” (tim)

Radar Hukum

Minggu ke IV Oktober 2010

8

Lakukan Penipuan dan Fitnah
Oknum Wartawan “YS” Harus Ditangkap dan Ditahan
Bekasi, Radar NusantaraOknum wartawan YS terpaksa berurusan dengan Polres Bekasi akibat laporan korban Syamsudin terkait kasus penipuan dan fitnah.
lapan serta fitnah. “Oke di Polres Bekasi dia (YS-red) bisa aman tapi di Polda nanti belum tentu, kita lihat saja”, ujar Syamsudin kepada Radar Nusantara sembari memperlihatkan berita yang dimuat di koran BM. Hasil investigasi Radar Nusantara di lapangan, ternyata korban penipuan YS bukan Syamsudin saja tapi juga beberapa orangtua siswa. Salah seorang orangtua siswa mengungkapkan bahwa YS bersama rekannya berjanji akan memasukkan anaknya SMPN 19 namun sampai pengumuman digelar di sekolah tersebut nama anak mereka tidak ada. Ketika orangtua siswa mempertanyakan nasib anaknya, YS malah melempar tanggung jawabnya kepada rekannya berinitial D. “Itu bukan urusan saya, itu adalah urusan D”, kata orangtua siswa menirukan pengakuan YS. “Padahal kami rela dan sudah berikan sesuai permintaannya biaya sebesar Rp2.750.000 yang penting anak kami diterima di SMPN 19 Kota Bekasi”, tutur orangtua siswa yang enggan menyebutkan namanya itu. Lebih lanjut dijelaskan, karena tidak masuk di SMPN 19, anaknya malah dimasukkan ke SMPN 13 Kota Bekasi. “Kami minta dan sesuai perjanjian ke SMPN 19 eh malah diurus ke SMPN 13”, ujarnya kesal. Saking kesalnya, para orangtua siswa koraban penipuan itu mengaku setuju malah mendukung kalau oknum wartawan YS bersama rekannya D ditahan dan dipenjara. (tim)

Edmon Ilyas Jadi Saksi Sidang Haposan
Jakarta, Radar NusantaraMantan Kapolda Lampung Brigjen Polisi Edmond Ilyas hari ini Jumat (22/10) dijadwalkan bersaksi pada sidang terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Edmond akan bersaksi seputar penyelidikan dan penyidikan kasus Gayus Halomoan Tambunan tahun 2009 . Dalam sidang ini juga dijadwalkan akan menghadirkan saksi perwira Penyidik Bareskrim Mabes Polri. antara lain Kombes Pambudi Pamungkas. Edmon Ilyas adalah mantan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri yang diduga memerintahkan memblokir rekening senilai Rp 28 miliar milik Gayus di Bank BCA dan Bank Panin berdasarkan laporan hasil analisa PPATK. Menjelang akhir proses penyidikan, Edmond dimutasi menjadi Kepala Polda Lampung. Posisi dia diganti oleh Brigjen (Pol) Raja Erizman. Blokir rekening Gayus lalu dibuka atas perintah Raja Erizmansetelah meminta pendapat AKBP Mardiyani, penyidik yang tidak terlibat banyak dalam proses penyidikan. (tim)

KORBAN terpaksa melaporkan oknum wartawan yang seharihari beroperasi di wilayah Bekasi itu karena selain melakukan penipuan juga menebar fitnah yang dimuat di koran BM. Menurut salah satu narasumber, selain Syamsudin yang dikenal salah seorang pengusaha masih ada beberapa orang lagi termasuk orangtua siswa yang jadi korban oknum wartawan YS tersebut. Sumber tersebut mengatakan bahwa oknum wartawan YS telah dilaporkan pengusaha Syamsudin ke Polres Kota Bekasi dengan nomor laporan, LP/1867/K/ VII/2010/SPK/Resto pada tanggal 21 Juli 2010 atas kasus penipuan, penggelapan dan fitnah. Dalam laporannya disebutkan bahwa kasus penipuan dan penggelapan itu bermoduskan kerja sama dalam usaha penjualan barang elektronik secara kredit. Pada awalnya telah disepakati

sekaligus ditanda tangani di atas meterai 6000 perjanjian anatara YS dan Syamsudin selaku pemilik modal (donatour). Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa pemodal akan mendapat keuntungan 28% per empat bulan dari hasil keuntungan. Namun setelah usaha berjalan, pemodal dalam hal ini Syamsudin tidak pernah mengetahui pada siapa dan bagaimana perkembangan usahanya sebab tidak ada sama sekali laporan dari YS. Bahkan, katanya, YS tidak pernah menyerahkan uang hasil tagihan sesuai perjanjian. Selanjutnya, ketika Syamsudin meminta laporan keuangan dan perkembangan usaha,YS justru mengaku bahwa peminjam uang (kreditur) sudah pada kabur. Kemudian Syamsudin berusaha meminta alamat dari para peminjam tapi tidak diberitahu oleh YS.

Tragisnya, pada hari berikutnya YS tidak dapat lagi dihubungi, alias telepon selulernya tidak diangkat bahkan dimatikan. Dan yang membuat Syamsudin semakin kecewa dan jengkel, setelah dilaporkan ke Polres Bekasi, YS bukannya ditahan tapi hanya dimintai keterangan padahal kasusnya tindak pidana penipuan dan penggelapan. Seusai dimintai keterangan oleh pihak Reskrim Polres Bekasi, YS malah dibiarkan lagi berkeliaran. Selang beberapa hari berikutnya malah muncul berita di Koran BM yang isinya fitnah terhadap korban Syamsudin. Berita tendensius dan terkesan fitnah itu dibuat oleh oknum wartawan YS. Karuan saja Syamsudin semakin berang dan bertekad akan menindak lanjuti laporannya ke Polda Metro Jaya dengan kasus penipuan, pengge-

Lagi Perampok Bersenjata Api Beraksi di Kompleks PLN

Diharapkan Kasus Pejabat Kemdagri Tidak Terulang
Jakarta, Radar NusantaraMenteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta pada jajaran Kementerian Dalam Negeri supaya kasus-kasus hukum seperti yang melibatkan dua pejabat Kemdagri karena diduga telah merugikan keuangan negara, tidak lagi terulang di masa mendatang. “Saya minta ini tidak terjadi lagi,” katanya, di Jakarta barubaru ini. Mendagri mempersilahkan aparat penegak hukum untuk memproses kasus yang melibatkan dua pejabat Kemdagri tersebut, yakni Herie Saksono dan Kartiko Purnomo, secara tuntas. “Silahkan diproses, kita menghormati proses hukum. Apapun keputusannya kita hormati,” katanya menegaskan. Lebih lanjut Mendagri menuturkan, jika persoalan yang melibatkan dua pejabat tersebut berkaitan dengan masalah administrasi, maka akan dilakukan perbaikan internal di tubuh Kemdagri. Gamawan juga menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas apabila ada pejabat Kemdagri yang melanggar aturan. “Kemarin saya tindak beberapa Eselon II, dicopot dari jabatannya, (karena) ada kesalahan administrasi. Tetapi kalau itu pidana, silahkan diteruskan oleh aparat hukum,” ujarnya. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa dua pejabat Kemdagri dengan pasal 3 junto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan pidana korupsi. JPU Hazairin, saat membacakan dakwaannya, mengatakan terdakwa I, Kasubdit II Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja, Ditjen Otonomi Daerah, Kemdagri Herie Saksono dan terdakwa II Direktur Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah, Ditjen Otda, Kartiko Purnomo, dalam pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas telah menguntungkan diri sendiri dan orang lain, sehingga merugikan keuangan negara Rp78,238 juta. Pasal 3 UU 31/1999 mengancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar bagi setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara. Dalam kasus ini, JPU juga mendakwa dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 serta pasal 55 ayat 1 (ke-1) JUHP serta pasal 64 ayat 1 KUHP. Menurut JPU, sejak 2 Februari hingga 7 Agustus 2009 Ditjen Otda Kemdagri telah mengeluarkan surat perintah perjalanan dinas ke beberapa daerah di Jawa Barat, Medan dan Bali, namun ada penyimpangan. “Bahwa 13 surat perintah yang dikeluarkan terdapat penyimpangan dalam pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas sebanyak 9 surat perintah,” kata Hazairin, di depan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Hakim Sapawi. Beberapa penyimpangan yang disebut JPU di antaranya perjalanan dinas ke Cianjur, Jawa Barat selama 5 hari sebanyak lima pegawai, namun hanya satu pegawai yang berangkat dan hanya bertugas satu hari. Selain itu, JPU Hazairin juga menyebut para terdakwa dalam perjalanan dinas tidak bisa menunjukkan bukti biaya penginapan yang tidak dicap dan tandatangan pengelola hotel. Dengan hal di atas, lanjutnya, kedua terdakwa selaku pejabat pembuat komitmen telah menyalahgunakan kewenangan yang membuat pertanggungjawaban menyimpang dari ketentuan Menteri Keuangan nomor 45/PMK.05/2007 tentang perjalanan dinas. Sementara itu, Herie Saksono saat ditemui wartawan usai sidang, mengatakan pihaknya akan mengikuti proses sidang. Herie mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan memperkaya diri dan orang lain yang seperti yang didakwakan JPU, tapi dirinya akan tetap menjalani proses sidang sampai selesai. (tim)

Jakarta, Radar Nusantara Kawanan perampok bersenjata api menyatroni rumah Direktur Utama Koperasi Simpan Pinjam Andi Junet di Kompleks Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jalan Asia Afrika 4 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat. “Pelaku diduga berjumlah lima orang dengan mengendarai mobil,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro (Kapolrestro) Jakarta Selatan, Komisaris Besar Pol. Gatot Edy Pramono di Jakarta, Jumat. Gatot mengatakan peristiwa perampokan di rumah salah satu pejabat Koperasi Simpan Pinjam itu, terjadi sebelum Shalat Jumat. Kronologis kasus perampokan bersenjata api itu berawal saat kawanan penjahat tersebut mendatangi rumah korban yang mengaku sebagai anggota kepolisian. Kawanan perampok itu akan meminta keterangan orang yang punya rumah karena berurusan dengan polisi. Kemudian, perampok itu mengumpulkan tiga pembantu yang bekerja di rumah itu, yakni Sumini, Ani dan Ali Gufron, serta anak pemilik rumah, Kheisa (4) dalam satu ruangan. Ali Gufron sempat menolak dan meminta pelaku menghubungi majikannya, namun pelaku melumpuhkan pembantu itu dengan melepaskan dua kali tembakan ke mengenai perut bagian kiri dan satu peluru lainnya tidak mengena sasaran. Usai melepaskan tembakan, para penjahat itu mengambil uang tunai sekitar Rp50 juta, dua jam tangan mewah dan perhiasan di kamar Andi Junet dengan total kerugian mencapai Rp200 juta. Saat ini, Ali Gufron masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo, Jakarta Pusat. Gatot menuturkan pihaknya akan memeriksa para saksi mata termasuk pembantu maupun masyarakat yang berada di lokasi. Selain itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna penyelidikan lebih lanjut. (tim)

Radar Hukum

Minggu ke IV Oktober 2010

9

Rencana Tuntutan Gayus Penuh Rekayasa
Jakarta, Radar NusantaraKoordinator tim kuasa hukum Haposan Hutagalung, Jhon S.E. Panggabean, menuding bocornya surat rencana tuntutan (rentut) terhadap Gayus H.P. Tambunan dipenuhi rekayasa. “Klien kami, tidak mengetahui tentang adanya Rentut sebagaimana yang diungkapkan oleh Gayus Tambunan dalam persidangan,” katanya dalam rilis kepada wartawan di Jakarta belum lama ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Gayus saat bersaksi di sidang dengan terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa Haposan pernah memberikan selembar kertas rentut jaksa penuntut umum (JPU). Dalam lembar itu tertulis Gayus akan dituntut pidana selama satu tahun penjara terkait kasus pencucian uang dan penggelapan senilai Rp 370 juta. Namun, tuntutan berubah menjadi satu tahun percobaan setelah Gayus menyerahkan US$ 50 ribu ke Haposan [baca: Rentut Bocor, Kejagung Akan Periksa Gayus]. Hingga petang tadi, Haposan diperiksa oleh jaksa terkait permasalahan ini. Menurut Jhon, Haposan hanya diminta keterangannya sebagai saksi oleh Widyopramono selaku Inspektur Pidana Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan terkait rentut tersebut. Menurut Jhon, Haposan malah balik meminta kejaksaan memeriksa Gayus karena telah memberikan keterangan kepada publik tanpa didasari bukti. “Ini merupakan pencemaran nama baik terhadap institusi kejaksaan,” jelasnya. Mengutip Haposan, Jhon juga mengungkapkan kebohongan-kebohongan lain dari Gayus. “Menurut klien kami bukan hanya masalah rentut ini saja Gayus berbohong. Uang sebesar Rp 20 miliar dari Gayus kepada Haposan untuk dibagi-bagikan kepada penyidik, jaksa, dan hakim yang diungkapkan Gayus dalam persidangan pun tidak didasarkan pada fakta atau bukti yang nyata,” tambah Jhon. Selain itu, Jhon juga menyayangkan pemberitaan yang cenderung memojokkan kliennya. Terlebih hal ini datangnya dari Gayus yang notabene merupakan terdakwa dalam kasus mafia pajak. “Sangat disayangkan pemberitaan berbagai media tentang keterangan rentut tersebut tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak kami,” tandas Jhon.(tim)

Tak Ada Penangguhan Bagi Gubernur Sumatra Utara
Jakarta, Radar NusantaraPimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Riyanto mengatakan tidak akan mengabulkan penangguhan penahanan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Ariffin yang ditahan sejak Jumat lalu.
“Kita nggak pernah menangguhkan penahanan,” tegas pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto saat ditemui di Cikini, Minggu (24/10/2010). Menurutnya penangguhan penahanan selalu menjadi masalah. Seperti diketahui, pihak kuasa hukum Syamsul Ariffin, Yoni Agus Setiono mengatakan akan mengajukan penangguhan penahanan karena Syamsul adalah pejabat publik. Syamsul resmi ditahan KPK di rutan Salemba sejak 22 Oktober 2010. Berdasarkan penyelidikan, ditemukan bahwa saat menjadi Bupati Langkat, Syamsul Ariffin diduga telah menyalahgunakan APBD Kabupaten Langkat tahun 2000-2007 dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp99 miliar. Atas perbuatanya tersebut, Syamsul disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 dan atau pasal 8 dan atau pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-undang No 20 Tahun 2001. (tim)

Radar Pendidikan

Minggu ke IV Oktober 2010

10

Disinyalir Banyak Sekolah Gelapkan Biaya Pemeliharaan
Bekasi, Radar NusantaraBadan Pengawas Daerah (Bawasda) atau pihak inspektorat pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi diminta supaya tegas serta konsisten melaksanakan tugas dan wewenangnya. Pasalnya masih banyak penyimpangan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu khususnya di lingkungan dinas pendidikan.
banyak yang heran dan bertanya-tanya kenapa Sariman yang sudah menjabat kurang lebih 5 tahun jadi kepala sekolah sepertinya tak pernah memperhatikan kondisi kebersihan sekolah. Tentu timbul pertanyaan dikemanakan biaya pemeliharaan sebesar 6% dari dana bantuan operasional siswa (BOS). Sebab jika itu dialokasikan dengan baik pasti sekolah akan terawat sehingga terlihat bersih. Selain tidak perduli, khabarnya Sariman jarang masuk sekolah, dan kalaupun masuk tapi tidak pernah betah lama di sekolah. Akibatnya kwalitas belajar siswa di sana tidak mengalami kemajuan melainkan biasa-biasa saja. Begitu juga dengan SDN Jatiasih VIII yang sudah bertahun-tahun tidak pernah dicat atau perbaikan lain. Kendati sekolah ini memiliki siswa terbanyak di wilayah Kec. Jatiasih yakni hamper 1000 siswa namun tampaknya kwalitas belajar siswa biasa-biasa saja tidak ada yang menonjol. Kepala SDN Jatiasih VIII, H. Achmadi, S.Pd tampaknya kurang memberikan perhatian serius baik dalam hal perawatan gedung sekolah terutama peningkatan kwalitas pendidikan. Terbukti, meskipun sudah lebih 5 tahun menjabat sebagai kepala sekolah, namun H. Achmadi tidak mampu meningkatkan kwalitas pendidikan di SDN Jatiasih VIII. Akibatnya banyak yang mempertanyakan kinerja dari H. Achmadi selama ini. Bahkan salah satu sumber menyebutkan bahwa H. Achmadi dikomplen pihak sekolah lain terkait soal pertanggung jawaban dana kas gugus. Kebetulan, katanya, H. Achmadi adalah bendahara sementara ketua gugus saat itu dijabat oleh Latiyo, S, S.Pd. Kepala SDN Jatiasih III. Karena terjadi pergantian ketua gugus tentu harus ada laporan pertanggung jawaban terutama soal keuangan. Namun ketua gugus yang baru, yang akrab dipanggil ibu Ayu, Kepala SDN Jatiasih X agak kaget begitu disinggung soal informasi tersebut. Selanjutnya ia mengaku sudah tidak ada masalah lagi. “Jangan diributin lagi soal itu, sudah beres, nggak ada masalah lagi”, katanya mengelak. SPJ Fiktif Terkait soal biaya pemeliharaan 6% dari dana BOS, alasan salah seorang kepala sekolah yang tak mau ditulis namanya, banyak biaya-biaya taktis tak terduga yang harus dikeluarkan pihak sekolah seperti rapat, kalau datang pengawas atau orang dinas pendidikan. Ketika ditanya soal laporan pertanggung jawabannya, ia sulit menjawab karena disinyalir isi SPJ tersebut adalah fiktif. Masalahnya, meskipun tidak dilaksanakan secara transparan namun sesuai petunjuk teknis (Juknis) harus ada laporannya. Sementara kepala SDN Jatiasih III, Latiyo S, S.Pd menjelaskan sudah ada perubahan pada juknis yang baru yakni tahun 2010 ini. Pada juknis 2010 ini, katanya, tidak lagi disebutkan besarnya yakni 6% serta menurut dia bisa dialihkan pada kegiatan lain. Hal itu juga didukung salah seorang pengawas dari UPTD TK/SD Kec. Jatiasih yang secara kebetulan saat itu ada di kantor kepala SDN Jatiasih III. Ia juga membantah kalau ada SPJ fiktif karena dilengkapi dengan buktibukti yang sah dan asli. Bahkan, Latiyo juga sempat memperlihatkan contoh tanda bukti pembayaran foto copy senilai lebih Rp3 juta. Ketika ditanya untuk foto copy apa saja biaya sebesar itu, ia menjawab untuk bayar foto copy soal dan jawaban ujian. Anehnya, hal itu pun didukung sang pengawas tersebut, “anda tidak tahu sih bagaimana besarnya biaya yang harus dikeluarkan kepala sekolah setiap bulan”, katanya. Memang beginilah system birokrasi pada pemerintahan sekarang ini dimana hampir dapat dipastikan sudah tidak ada lagi fungsi pengawasan yang konsisten, tegas, independent serta pofesional. Untuk itu diminta agar pihak Bawasda atau inspektorat benar-benar independent, tegas dan konsisten melaksanakan tugasnya. Artinya, bukan hanya laporan semata tapi harus didukung dengan pembuktian di lapangan atau pelaksanaannya di sekolah agar tidak terjadi manipulasi laporan SPJ dana BOS. Selain itu juga perlu diaudit kembali soal pengalokasian biaya pemeliharaan tersebut, jika memang tidak pernah dilaksanakan berarti pihak sekolah harus mengembalikannya ke Negara, sebab secara hukum bisa disebut penggelapan atau korupsi. Tentu ditinjau kembali berapa kali menerima dana BOS serta fakta di lapangan sesuai laporan SPJ, kemudian bila terbukti menyimpang atau laporan palsu kepala sekolah dan bendahara harus ditindak tegas. (tim)

Kepala Sekolah Jarang di Kantor
Bekasi, Radar NusantaraBanyaknya kegiatan membuat guru-guru jadi sibuk sehingga kinerja belajar mengajar (KBM) kurang perhatian terhadap siswa dan membuat dalam waktu belajar siswa jadi main-main di ruang kelas. Bagaimana mungkin materi pelajaran dalam satu semester dapat terselesaikan hal ini di ngkapkan beberapa orang tua murid di pekarangan sekolah beberapa wartawan mengatakan seperti di Perwira 01 dan 06 Kepala Sekolah tidak pernah ada bila ditanyakan kepada guru di kantor KepalaSekolah sedang sibuk ke esok harinya wartawan tersebut menemui lagi Kepala sekolah sedang rapat. Ditemui lagi Kepala sekolah sedang keluar, begitula tiap hari alasan guru yang ada di kantor. Orang tua murid menambahkan, sedangkan pisi dan misi kota Bekasi cerdas memberantas buta aksara mencerdaskan anak bangsa. Kalau keadaan ini dibiarkan maka keadaan mutu pendidikan di kota Bekasi akan ketinggalan dari daerah lain.

Halal Bilhalal Guru TK dan Wakil Walikota di Gedung PGRI

SALAH satu contoh, sesuai hasil pemantauan Radar Nusantara masih banyak gedung sekolah di wilayah Kota Bekasi tidak terawat dengan baik melainkan jorok dan terkesan kumuh. Seperti SDN Jatisari I Kec. Jatiasih misalnya, karena tidak terawat dengan baik sehingga toilet ada yang mampat sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu juga tembok gedung sekolah tidak pernah dicat sehingga terlihat pudar dan kumuh. Meskipun murid di atas 500 orang namun sepertinya Kepala SDN Jatisari I, Sariman, S.Pd tidak memberdulikan hal ini. Para orangtua siswa juga

Minta Perhatian Serius dari PLN
Bekasi, Radar NusantaraAda beberapa sekolah di wilayah Bekasi yang berada di bawah tegangan tinggi atau disebut dengan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Meski dampaknya sangat berbahaya namun kegiatan belajar tetap berjalan setiap hari sebagaimana mestinya. Hanya saja para siswa dan guru selalu dibayangi rasa ketakutan serta harus waspada terutama pada musim hujan apalagi disertai petir. Bahkan tak jarang pihak sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar apabila cuaca sangat rawan petir apalagi disertai angina kencang. Salah satu contoh SDN Jatirahayu VI Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi, selain berada persis di bawah jalur SUTET juga rawan banjir. Kepala SDN Jatirahayu VI, Masnui, S.Pd sepertinya sudah pasrah dengan keadaan sekolah. Pasalnya, ia juga tidak mengetahui persis duluan mana dibangun, sekolah atau jalur SUTET. “Terus terang memang terutama pada musim

Siswa dan Guru Sekolah di Bawah SUTET Mengeluh
Ketika ditanya beberapa siswa mengaku kurang nyama belajar di sekolah ini karena takut kesambar petir. Menurut mereka, saat belajar di ruangan panasnya tidak enak, mungkin akibat radiasi arus tegangan tinggi dari atas gedung sekolah. Mereka minta supaya pihak PLN datang ke sekolah sekaligus melihat langsung kondisi yang sebenarnya. Hal yang sama juga diungkapkan para orangtua siswa saat mengantar putra putrinya ke sekolah. Bahkan, menurut mereka, seharusnya pihak PLN memberikan kompensasi dampak radiasi ke siswa dan guru melalui pihak sekolah. “Dari pada memindahkan jalur SUTET ke lokasi lain, paling tidak memberikan kompensasi dampak radiasi sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari pihak PLN”, ujar Ny. Santi. Hal yang sama juga dialami SDN Jatikramat V Kec. Jatiasih, Kota Bekasi. Sekolah yang dipimpin Hj. Lilis Setya Permasih, MM.Pd ini juga berada persis

Bekasi, Radar NusantaraPada tgl 16 oktober 2010 hari sabtu yang lalu guru TK bekasi Utara Ikatan Guru Taman Kanak2 Indonesia (IGTKI) melaksanakan Halal Bihalal bersama wakil Walikota Bekasi H. Rahmat Efendi.susunan Panitia Acara ini Ketua. Ibu Makbullah. SPdI , wkl Kurnia Eni Sekretaris Samiah Lesi.SPd wkl Suparmi. Siti Romlah SPd. Sekali gus membahas tentang keluhan guru TK yang selama ini tidak pernah mendapat Tunjangan Fungsional dan sertifikasi guru yang menjadi keluhan Guru TK dan Guru swasta . Pepen memberi pengarahan keseluruh guru TK bekasi Utara agar selalu menjaga kekompakan dan memper erat jalinan silaturahmi sesama guru. Salah satu guru TK 17 Agustus Wisma Asri Bu Yuni,yang dipanggil wakil walikota ke depan untuk mengutarakan keluhan nya karena selalu ada masalah pencairan tunjangan atau sertifikasi yang sudah layak menerima terkadang nama sudah keluar tetapi pencairan gagal bahkan jadi hangus. Begitu juga sertipikasi guru yang di luncurkan hanya untuk PNS namun untuk guru TK dan Swasta belum ada,keluhan ini di lontarkan ke Pemda Kota Bekasi karena guru TK juga sangat susah dalam mendidik anak usia Dini. Keluhan Guru TK, Pepen Wakil Walikota menanggapi masalah ini akan di proses di tinjau kembali ke absahan nya dan menunggu sabar akan di buat surat melalui UPTD sebagaimana penyelesaian nya. (Pat)

Tampak Gedung SDN Jatirahayu V berada di bawah jalur SUTET

hujan rasanya tidak tenang, gelisah terus takutnya sambaran petir menghantam kabel SUTET kemudian yang korban sekolah. Masih mending jika cuma gedung sekolah saja, kalau pas lagi sedang bisa-bisa guru atau siswa yang jadi korban. Tentu solusinya, bila cuaca rawan terpaksa kegiatan belajar saya liburkan”, tuturnya. Posisi Masnui memang sangat dilematis, soalnya dalam kondisi seperti sekarang ini ia tidak tahu siapa yang salah

apakah Pemkot Bekasi yang membangun sekolah di bawah jalur SUTET atau pihak PLN. “Semuanya saya serahkan sama orangtua siswa terserah mereka, saya hanya melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah di sini. Terus terang memang melihat kondisi sekolah ini wajar jika kurang siswa yang berminat sekolah di sini, tapi alhamdulillah selama saya di sini sekolah ini tidak pernah kekurangan siswa”, tandasnya.

di bawah jalur SUTET. Menurut kepala sekolah yang akrab dipanggil Hj. Lilis ini, meskipun gedung sekolah masih kekar setelah direnovasi namun tetap saja dihantui ketakutan apabila hujan deras disertai petir. Menanggapi hal ini. Ketua pelaksana harian LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Benny Sinurat meminta perhatian dari pihak PLN atas nasib siswa dan

guru di bawah jalur SUTET, sebab dinilai sangat membahayakan. Menurut Benny, akibat radiasi arus tegangan tinggi itu juga sangat berdampak pada kesehatan siswa dan guru. Untuk itu, Benny mengharapkan agar ada perhatian serta kepedulian pihak PLN terhadap kondisi sekolah yang berada di bawah tegangan tinggi jalur SUTET. (Jhon S)

Radar Pendidikan

Minggu ke IV Oktober 2010

11

SMAN 2 Babelan Terus Lakukan Pungutan Uang Gedung
Cikarang, Radar NusantaraBaru seumur jagung Abu Darda Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Babelan melalui Ketua Komite Sekolah Abdul Hadi yang juga Rekanan Pemda dengan berani melakukan pungutan dengan alasan untuk bangunan gedung. Pasalnya, Pungutan yang dilakukan SMA Negeri 2 Babelan dikarnakan kurang adanya tanggapan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi meskipun pihak Sekolah sudah sering kali mengajukan proposal pada instansi terkait seperti yang dikatakan Abu Darda selaku Kepala Sekolah. Bila benar adanya SMA Negeri 2 Babelan belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi berarti birokrasi dapat dibilang tidak berkerja dengan maksimal tanpa alasan apapun. Siapakah yang paling bertanggung jawab dalam dunia pendidikan bila beberapa kali pengajuan bangunan gedung sekolah belum terealisasi dengan baik atau ada permainan udang dibalik batu baik yang dilakukan pihak sekolah atau dinas terkait Inilah yang dibilang kacung dalam dunia pendidikan khsusnya SMA Negeri 2 Babelan, siapa yang pantas menyandang gelar keatas menjilat kebawah menipu sulit untuk mengatakan apakah dunia pendidikan saat ini sedikit bersih dari unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Bila benar apa yang dikatakan Abu Darda tentang pengajuan proposal benar adanya, bagaimana Bupati Bekasi enak duduk dikursi empuk tanpa memikirkan sekolah yang satu ini, berarti benar apa yang dikatakan banyak orang dia hanya mampu melakukan mutasi dan rotasi berdasarkan unsur primodialisme saja. Untuk itu Pemda Kabupaten Bekasi jangan sampai berkata adanya Rusdi Biomed didinas pendidikan sama saja membeli kucing dalam karung yang tidak pernah tahu menahu tentang adanya pungutan berbagai maca cara. Sampai berita ini diturunkan Redaksi Radar Nusantara akan terus memperhatikan dan memberitakan dunia pendidikan yang mana terdapat berbagai macam unsur KKN seperti yang terjadi di SMA Negeri 2 Babelan sampai mereka sadar birokrasi sekolah bukan milik keluarga.(Nopal)

Keluarga Besar SMAN 2 Kota Bekasi

Study Banding ke Bali
Bekasi, Radar NusantaraKeluarga besar guruguru, staf dan pengelola adminitrasi SMAN 2 Kota Bekasi melakukan study banding ke Denpasar Bali serta tempat lainnya di pulau dewata, study banding selama tiga hari dari tanggal 21 – 23 Oktober 2010.
TUJUAN study banding tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan mutu dan sumber daya para guru maupun staf lainnya, hal ini dibenarkan kepala SMAN 2 H. Agus Subrata, SPd kepada Radar Nusantara beberapa waktu lalu. Lebih jauh H. Agus Subrata menambahkan sejak SMAN 2 Kota Bekasi berdiri 26 tahun silam, keluarga besar guruguru belum pernah melakukan study banding kemana-mana, sejak dirinya dimutasi akhir juni lalu dari kepala SMAN 11ke SMAN 2 para guru di SMAN 2 berharap kemajuan sekolah yang favoritkan masyarakat tersebut dapat tercapai dibawah kepiawaian dirinya. Awalnya ada beberapa guru meragukan kemampuannya dalam me minutes pengelolaan manaherial maupun adminitrasi keuangan, namun setelah empat bulan berjalan keraguan itupun pupus dan terjawab, ujar H. Agus Subrata. Sewaktu masalah keberangkatan guru-guru SMAN 2 ke Bali dikonfirmasikan Radar

Nusantara kepada kabid Dikmen Drs. H. Dedi Djunaedi, MPd via selulernya mengatakan kepala SMAN 2 membuat pemberitahuan kepada dinas pendidikan. Perihal diliburkannya kegiatan belajar mengajar pasca keberangkatan guruguru SMAN 2 ke Bali, mungkin kepala sekolah sudah memerintahkan para guru untuk memberikan pembelajaran kepada siswa/i secara terstruktural, mungkin siswa/i di SMAN 2 tidak merasa dirugikan”, cetus H. Dedi. (Anton)

Biaya Try Out MTsN 20 Jakarta Besar
Jakarta, Radar Nusantara Pungutan dana yang di lakukan oleh oknum dari pihak sekolah dan di ketuai oleh salah satu guru yang mengajar di sekolah MTSN 20 jakarta mengadakan program TREY OUT dengan maksud agar bisa menambah kempuan setiap siswa nya dalam memahami pembelajaran dalam setiap mata pelajaran. Di saat salah seorang wartawan RADAR nusantara menemui kepala sekolah nya yang bernama Abdul Rojak di kantor nya mengatakan kalau program tersebut sudah di sepakati oleh setiap orang tua murid. Sementara maslah seperti ini sekolah tidak tahu menau tentang program ini karna yang mejalan kan program ini di pimpin oleh salah satu kordinator dan di wali murid pun ada yang di ikut sertakan. Setiap siswa kelas 9 (sembilan) yang mau mengikuti pelajaran tambahan atau TREY OUT harus mengeluar kan kocek sebesar Rp 500.000 pem bayaran nya pun bisa dengan di cicil atau kes di dalam surat undangan atau surat pemberitahuan kepada setiap siswa nya di wajib kan membuat surat pernyataan yang sudah di buat oleh pihak sekolah dan surat per nyataan tersebut ada pada surat Pemberitahuan yang di berikan kepada setiap wali murid. Diuga, program Try Out yang dilaksanakan MTSN 20 hanya ingin mendapatkan keuntungan pribadi dari setiap para murid MTSN 20 sebab ada beberapa orangtua murid mengatakan kepada Radar Nusantara kalau biaya yang di beban kan oleh pihak sekolah sangat besar padahal jam belajar tambahan try out tersebut hanya lah pada hari jumad dan sabtu saja dan di mulai dari pukul 14:00-16:00 apakah memang program ini di anjurkan atau di harus kan oleh pihak Departemen Agama Jakarta timur sementara dari hasil pantauwan wartawan RADAR nusantara Di lapangan baru hanya MTSN 20 saja yang baru melaksanakan program try out ini apakah sekolah lain yang setara dengan Madrasah tsanawiyah di wilyah Jakarta timur tidak melaksanakan program tersebut atau kah memang dikhususkan saja MTSN 20 yang melaksanakan program ini dan salah satu nya adalah MTSN 28 yang sampai saat ini belum melak sanakan program tersebut dan kepala sekolah MTSN 20 mengatakan kepada salah satu wartawan Radar Nusantara kalau MTSN 28 Tertarik pada program try out tersebut apakah tertarik dengan biaya yang di kenakan kepada setiap murid nya sebesar Rp 500.000 per murid atau kah tertarik dengan peningkatan mutu pelajaran di tingkat Madrasah Tsanawiyah Oleh sebab itu kepada instansi terkait dari mulai Departeman Agama sampai Dinas Pendidikan Jakarta timur harus mengkaji ulang tentang ada nya program yang sedang di laksanakan oleh MTSN 20 jakarta memang benar-benar program yang di anjurkan oleh dinas pendidikan jakrta timur atau hanya akal-akalan saja agar mendapat kan keuntungan pribadi saja di karnakan Ada beberapa orang tua murid yang mengatakan kalu biaya yang harus di bayar apabila mengikuti program try out ini sangat besar”, tegasnya. (HN/NL)

Radar Pendidikan

Minggu ke IV Oktober 2010

12

Sragen Kekurangan 500 Guru
Sragen, Radar Nusantara Bupati Sragen Untung Wiyono mengatakan wilayahnya masih kekurangan sekira 500 guru untuk ditempatkan di sejumlah sekolah. “Kita sebagian masih Diploma, lha gimana tidak ada SPd kok,” kata Bupati Sragen Untung Wiyono, Minggu (24/10/2010) menanggapi jumlah kuota penggadaan CPNS di Sragen tahun 2010 ini. Menurut Untung, saat ini di Sragen masih kekurangan 500 guru untuk ditempatkan di sejumlah sekolah di Sragen sehingga untuk rekrutmen tahun ini Pemkab akan mengutamakan guru. Menurutnya, kebutuhan akan pegawai negeri sipil di Sragen sebenarnya sudah cukup, hanya saja setiap rekrutmen Pemkab Sragen selalu mengajukan ke pusat untuk pengadaan CPNS. “ Untuk tahun ini Pemkab akan bergabung dengan Provinsi dalam rekrutmen CPNS tidak dilakukan secara mandiri, meski Sragen sudah bisa melakukannya,” kata dia. (sugiarto)

Butuh Sarana Ekskul yang Memadai
Bekasi, Radar NusantaraDi wilayah Kota Bekasi khususnya Kec. Jatiasih, SMPN 9 termasuk salah satu sekolah pavorit dan unggulan, sehingg tak heran jika setiap tahun saat penerimaan siswa baru (PSB) peminatnya membludak. Tentu semua itu tidak terlepas dari factor kwalitas dan lokasinya strategis.
DALAM hal ini yang dimaksud dengan strategis bukan hanya gampang dijangkau siswa tapi lingkungan sekolah juga berdekatan dengan kantor kecamatan, Polsek dan Koramil. Hal itu tentu sangat berpengaruh pada kepercayaan masyarakat khususnya orangtua siswa, sehingga berupaya semaksimal mungkin agar anaknya dapat diterima sekolah di SMPN 9 Jatiasih. “Artinya, soal kenakalan siswa dapat dijamin tidak akan terjadi, sebab bukan hanya guru saja yang mengawasi siswa tapi ikut pula para petugas Polsek, Koramil bahkan pegawai kecamatan. Apalagi kwalitasnya juga bagus dibanding dengan SMP Negeri lain di wilayah Jatiasih ini”, tutur Ny. Waty saat menjemput anaknya ketika bincang-bincang dengan Radar Nusantara baru-baru ini. Menurut ibu dari tiga orang anak ini, kwalitas belajar siswa tidak terlepas dari peran para guru tenaga pengajar yang tegas serta disiplin. “Apalagi kepala sekolahnya, Nurcahyo tampaknya konsisten melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam program peningkatan kwalitas pendidikan di SMPN 9 ini. Dibantu wakil kepala sekolah, Rudy serta para guru yang handal dan berpengalaman, tentu saya sebagai orangtua siswa berusaha semaksimal mungkin agar anak saya bisa sekolah di sini”, katanya. Pada kesempata yang sama ada beberapa orangtua siswa sedang menunggu anaknya pulang sekolah di lapangan olah raga Kec. Jatiasih. Ny. Reni dan ibu-ibu yang lain juga sependapat dengan Ny. Wati. Hanya saja, menurut Ny. Reni masih ada yang kurang yakni soal sarana ekstrakurikuler (ekskul) SMPN 9 Jatiasih yang tidak memadai disbanding dengan jumlah siswa yang segitu banyaknya. “Anak saya sering mengeluhkan soal sarana ekskul sekolah yang sangat sempit. Dia bilang tidak layak lagi halaman hanya seluas itu untuk kegiatan berbagai ekskul bagi siswa sebanya puluhan rombongan belajar (rombel). Jadi menurut saya, pihak walikota melalui Dinas Pendidikan (Disdik) perlu meninjau kembali sekaligus mencarikan solusinya agar SMPN 9 memiliki sarana ekskul yang memadai”, tandasnya. Terkait soal soal minimnya sarana ekskul SMPN 9 Jatiasih, Ketua pelaksana harian LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Benny Sinurat sependapat dengan para oarangtua siswa tersebut. Benny yang juga warga Jatiasih ini sangat peduli dengan dunia pendidikan terutama soal program peningkatan kwalitas. Untuk itu, Benny sangat mengharapkan perhatian serius dari Disdik Kota Bekasi demi kelancaran kegiatan belajar mengajar di SMPN 9 Jatiasih. “Saya dengan informasi tahun lalu sudah ada persetujuan dari komisi D DPRD Kota Bekasi untuk renovasi gedung SMPN 9 tapi sampai saat ini belumterlaksana. Saya dengar gedung ruangan kelas yang di tengah akan dibongkar untuk dijadikan halaman untuk sarana ekskul lalu yang lainnya ditingkat. Solusi yang paling tepat memang begitu mengingat lahannya sangat terbatas. Bila itu dilaksanakan, saya yakin kwalitas pendidikan di SMPN 9 ini akan semakin meningkat karena didukung dengan sarana prasarana yang memadai”, tutur Benny mengakhiri bincang-bincang. (Jhon S)

SMPN 9 Kota Bekasi

Ramaikan.... Sambungan Hal 24
pasangan duetnya, Muhammad Reza Ramdan atau yang akrab dipanggil Eiza, dalam membawakan single mereka, Dinda, yang pernah dipopulerkan oleh Katon Bagaskara. Keduanya pun mengaku bahwa promo ini sepenuhnya diatur oleh label mereka, Le Moesik, termasuk promo di televisi dan video klip yang telah rampung digarap. Kesulitan apa yang dirasakan keduanya? “Kesulitan awalnya karena kan tadinya aku solo, sekarang duet jadi susah aja pas bagi suaranya,” ungkap Eiza. Walau tidak mudah, namun keduanya mengaku bisa mengatasi chemistry yang mereka bangun cukup singkat, hanya dengan latihan selama 2 minggu. Gracia pun menyempatkan untuk bercerita bahwa dirinya dipertemukan dengan Eiza oleh Maia, yang akhirnya digarap untuk berduet bersama. “Love is the first sight, waktu itu aku liat ajang nyanyi, waktu itu dia liat aku. Setelah itu kita dipertemukan untuk dapetin chemistry, sampe akhirnya ketemu dan kita juga ketemu sama Mas Katon. Awalnya sih kaget banget karena waktu itu aku lagi syuting, tiba-tiba ditawarin sama manajemen Bunda Maia untuk nyanyi,” jelas Gracia ketika ditanya mengapa Eiza yang dipilih untuk berduet dengannya. Single duet ini diakui keduanya terbantu oleh beberapa orang, termasuk Katon Bagaskara sendiri, juga Maia Estianty sebagai sang produser. Dengan lagu yang sudah dikenal, diharapkan juga bahwa lagu ini akan mudah membaur dengan para pecinta musik Indonesia. (tim)

Sukses Dari Karir Menyanyi.......................................... Sambungan Hal 24
tersebar di publik kedua negara. Hubungan pasangan ini makin dekat dan dibuktikan dengan sebuah lamaran keluarga Ashraf ke Indonesia. Pernikahan BCL dan Ashraf menjadi pernikahan termewah yang terjadi 2008. Dua selebritis beda negara mengakhiri masa lajang di Masjid Al Bina, Senayan, Jakarta Selatan dengan mas kawin sepasang anting berlian 1,5 karat. Tak tanggung-tanggung, resepsi keduanya digelar tiga kali di dua negara. Setelah akad nikah, resepsi pertama digelar di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta dengan mengusung adat Padang dan Bunga mengenakan Suntiang, mahkota khas Minang. Resepsi pernikahan kembali di Malaysia selama dua hari. Mereka ke Malaysia menggunakan pesawat jet hadiah pernikahan dari ayah Ashraf. Resepsi kedua digelar sesuai adat negara ayah Ashraf, Inggris, di The Saujana Kuala Lumpur Hotel. Setelah menikah, karir Bunga makin menjulang. Dia ditawari menjadi model iklan bersama sang suami, Ashraf. Keduanya juga membintangi film komedi romantis bertajuk ‘Saus Kacang’. Bunga pun menyanyikan lagulagu untuk soundtracknya. Saus Kacang merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Sebagai pendatang baru, penyanyi berpipi penuh ini menorehkan prestasi sendiri dalam karirnya setelah merebut predikat artis penyanyi solo wanita terbaik di ajang Anugrah Planet Muzik (APM) 2009. APM merupakan acara penghargaan rutin tahunan dan menjadi barometer musik di empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Di ajang bergengsi ini, BCL berhasil mengalahkan penyanyi solo wanita pesohor lainnya yang lebih lama eksis seperti Siti Nurhaliza dari Malaysia dan Mulan Jameela dari Indonesia. BCL mengaku tidak menyangka sekaligus merasa bangga atas prestasinya. Sesaat, dirinya sempat tak percaya namalah yang keluar sebagai pemenang. Menurutnya, masuk sebagai nominasi saja merupakan kebanggaan tersendiri. Bertepatan dengan perayaan hari Kartini, 21 April 2009, Bunga kembali menerima penghargaan sebagai salah satu dari 100 Perempuan Indonesia Terinspiratif. Memasuki 2010, BCL terus maju meraih impian untuk berkiprah di dunia internasional. BCL berduet dengan Christian Bautista, penyanyi asal Filipina lewat lagu Be Careful of My Heart. (sindak)

Ekonomi & Bisnis

Minggu ke IV Oktober 2010

13

Memandang Laut dari Pintu Kota Ambon
MALUKU memang terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau. Jika Anda berkunjung ke Maluku, jangan lupa mengunjungi Pintu Kota Ambon. Disana Anda akan menyaksikan betapa indahnya pemandangan alam yang memukau dan menyaksikan birunya laut yang sudah pasti membuat Anda senang disana. Pintu Kota Ambon terletak di Desa Airlow di Ambon. Dan untuk berkunjung ke tempat ini biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari kota Ambon dengan menggunakan kendaraan bermotor. Keindahan yang terlihat di Pintu Kota Ambon memang sangat menawan. Bagaimana tidak, kita bisa melihat sebuah lubang yang berbentuk persegi empat yang ada di kaki bukit batu yang menjorok ke laut. Lubang inilah yang terkenal dengan sebutan Pintu Kota. Banyak hal yang dapat Anda saksikan di tempat yang mengagumkan ini, salah satunya Anda bisa memandang birunya laut dan juga melihat keindahan lainnya yang sangat memukau, seperti misalnya pepohonan yang ada, dan juga langit biru dengan awan putihnya yang mempesona. Pada malam hari, Anda juga bisa menyaksikan suasana kota Ambon yang terang benderang diterangi cahaya lampu melalui lubang persegi empat tersebut. Untuk informasi Anda, di lokasi ini juga terdapat

Bank BNI 46 Bekasi Buka 4 Kantor Cabang Pembantu
Bekasi, Radar NusantaraBank BNI 46 Bekasi, pada Senin 18 Oktober 2010 lalu membuka 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Bekasi yang tersebar di wilayah Tambun Selatan, Cikarang Barat, komplek Perumahan Boulevar Hijau dan Komplek Perumahan Mutiara Gading. Dalam peresmian salah satu kantor cabang, yang berlokasi di Tambun Selatan, Drs Rohmani MM, Kepala Cabang Utama BNI’46 Bekasi menuturkan bahwa dengan dibukanya 4 Kantor Cabang Pembantu diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan perbankan kepada masyarakat Bekasi. Selain itu, juga diharapkan akses nasabah dari dan ke kantor cabang-cabang BNI‘ 46 yang tersebar dapat lebih mudah, yang sekaligus juga dapat mengembangkan potensi bisnis dalam pengembangan usaha bagi masyarakat. Rohmani juga menambahkan bahwa hingga kini BNI ’46 cabang Bekasi sudah tersebar 22 kantor cabang pembantu (kantor lananan nasabah/KLN) dan targetnya untuk tahun depan akan dibuka 4 kantor cabang pambantu lainnya di Bekasi. “Kita berharap dengan dibukanya kantor cabang yang baru ini dapat mendekatkan diri dengan costumer, yang selama ini agak jauh datang semakin dekat untuk segala macam urusan perbankan, misalnya transfer uang, menabung dan sebagainya, semua itu sudah dapat dilakukan di kantor cabang yang baru ini”ujarnya Dalam acara peresmian Kantor Cabang Pembantu BNI’46 di Tambun Selatan tersebut, acara yang juga dihadiri pejabat terkait dari Pemkab Bekasi, unsur muspida, tokoh masyarakat dan Pimpinan wilayah Jakarta-Kemayoran BNI’46, ibu Sondang Gayatri. Kepada nasabah yang pada hari itu juga membuka tabungan rekening di kantor cabang yang baru, pihak manajemen memberikan hadiah souvenir yang unik dan menarik. Diharapkan pula setiap cabang nantinya akan mampu meraih target transaksi perbankan, untuk pembukaan rekening sebesar Rp 10 miliar hingga akhir tutup tahun ini. Winda, salah seorang nasabah BNI’46 yang dijumpai wartawan mengaku sangat bersyukur dan terima kasih atas dibukanya kantor cabang yang baru di Tambun Selatan tersebut, sebab selama ini keluarganya selalu berurusan perbankan di BNI”46 yang ada di Bulak Kapal, Bekasi Timur. Namun dengan dibukanya kantor cabang yang baru semakin dekat dari rumahnya yang tinggal di perumahan Graha Prima, sehingga ia tidak lagi risau hati bila mengambil atau setor uang ke Bank BNI’46.(RN1)

anak tangga yang menyediakan spot bagi para turis yang ingin mengabadikan keindahan lokasi dari atas. Hmmm.... menyenangkan, bukan? Jika Anda ingin menyaksikan birunya laut yang memukau, melihat pemandangan alam yang mempesona, dan juga melihat karang yang menawan, datanglah ke Pintu Kota Ambon. Disana Anda akan menyaksikan pemandangan yang sudah pasti tidak akan terlupakan di dalam benak Anda. Bagaimana? Anda tertarik mengunjunginya, kan? (budiman)

Pengelola Hotel Berlakukan Tarif Khusus Pada Calhaj
Pamekasan, Radar NusantaraPengelola hotel di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memberlakukan tarif khusus pada calon haji (Calhaj) yang menginap di hotel di wilayah tersebut. Salah satunya berlaku di hotel Garuda di Jalan Mesegit Pamekasan. Di hotel ini, tarif untuk Calhaj Rp150 ribu semalam. “Kalau tamu biasa tarifnya tetap Rp35 ribu. Tapi khusus Calhaj diminta Rp150 ribu,” kata salah seorang keluarga Calhaj yang sedang menginap di hotel itu, Sibyan, Kamis malam. Ia menuturkan, pemberlakuan harga khusus kepada keluarga Calhaj tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Pemkab Pamekasan. “Katanya itu sudah berdasarkan aturan yang ditetapkan Pemkab Pamekasan,” tutur Sibyan mengutip penjelasan petugas hotel. Sejumlah keluarga Calhaj yang menginap di hotel ini dan di sejumlah hotel lain di Pamekasan mengeluhkan tentang kebijakan khusus kepada para Calhaj yang diberlakukan pihak pengelola hotel. Menurut Sibyan, harga khusus yang ditetapkan pihak hotel terlalu mahal dibanding harga untuk masyarakat umum. Apalagi kenaikannya bukan hanya 100 persen tapi 300 persen. Keluhan tentang pemberlakuan tarif khusus yang diterapkan pihak pengelola hotel di Pamekasan pada pemberangkatan Calhaj kali ini tidak hanya disampaikan keluarga Sibyan, namun juga sejumlah keluarga Calhaj lain di Pamekasan. (sudirman)

Radar Jabodetabek

Minggu ke IV Oktober 2010

14

Polisi masih Enggan Buka “Rekening”
Jakarta, Radar NusantaraKepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Mabes Polri, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan gugatan Indonesian Coruption Watch (ICW) soal rekening gendut perwira yang diajukan ke Komisi Informasi Pusat (KIP) sudah sesuai prosedur. Kendati demikian, Yoga bersikukuh bahwa Polri masih berkeyakinan bahwa rekening 21 perwira tersebut hanya bisa dibuka oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi (PPATK) dan tidak bisa dibuka ke publik. “Mekanismenya memang demikian, Komisi informasi sesuai levelnya di pusat,”ujar Yoga kepada wartawan. Menurut Yoga, KIP memang mempunyai tugas untuk menilai apakah isi informasi yang dimaksud pemohon merupakan pelanggaran atau tidak. Setelah itu, ujar Yoga, putusan dari KIP tersebut dapat meningkat ke level selanjutnya yaitu Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika ingin mengugat terhadap lembaga dan pengadilan negeri jika ingin menggugat individu. Meski demikian, tambahnya, Polri masih bersikukuh bahwa rekening tersebut tidak bisa dibuka ke hadapan publik. Pasalnya, Yoga mengungkapkan Undang-Undang Pencucian Uang berlaku khusus (lec specialis) terhadap UndangUndang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurut Undang-Undang Pencucian Uang, ujarnya, yang diberi kuasa untuk membuka rekening itu adalah ketua PPATK dalam rangka meminta klarifikasi kepada penyidik polri dan kejaksaan. Hasilnya, ujar Yoga, juga diserahkan ke PPATK. “Siapa pun yang melanggar itu dikenakan sanksi pidana,”jelas Yoga. (tim)

Olimpiade Matematika Tingkat Kabupaten di Babelan
Bekasi, Radar NusantaraDalam pengembangan mutu pendidikan kabupaten Bekasi dan men cerdasan generasi penerus anak bangsa Mendiknas melaksanakan lomba matematika yang diadakan di sekolah dasar tingkat kabupaten Korwil 1 yang terdiri dari 5 kecamatan.
LOMBA ini di ikuti oleh 447 peserta dari setiap sekolah yang berada di kabupaten Bekasi. Setiap sekolah mengutus 3 orang peserta. Korwil 1 terdiri dari 5 kecamatan; Tambelang, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi dan Tambun utara . Olimpiade matematika ini dilaksanakan di Kecamatan Babelan ketempatan di beberapa SDNegeri Babelan Kota ketika wartawan Radar Nusantara memantau ke lokasi SDNegeri 02 Babelan kota H. Duding Wahyudin SPd mengatakan Gedung sekolah ini hanya ke tempatan untuk Impormasi lebih jelas silahkan ke Bapa Ketua PGRI . Rinda Ketua PGRI Babelan yang sedang memantau bersama UPTD di lokasi Mengatakan lomba Olimpade ini disebut IMC (Inernational MatematicCompetation) Ketua Panitia ; Bpk H.Zainul Abidin S.Pd. Sekretaris. Madi. Bendahara. Nurbanan. Dari 5 wilayah kecamatan seluruh Kepala UPTD ketua PGRI, K3S ikut mengawasi Ketat dengan Kordinator Pengawas (Korwas) dan soal soal Ujian datang tadi pagi langsung di bagi kepeserta tidak ada rekayasa jadi benar murni siapa yang menjadi juara Kabupaten akan membawa nama ke tingkat Propinsi ujar ketua PGRI Rinda. (Pat)

Wapres Hadiri Pelantikan Kapolri

Main Bulutangkis Pada Hari Kerja
di gedung olah raga bulutangkis Jatirasa adalah, Latiyo S, H. Achmadi, S.Pd, Kepala SDN Jatiasih VIII, Uca Junaidi, S.Pd, kepala SDN Jatisari II serta beberapa orang guru. Menurut beberapa kepala sekolah, keakraban antara Ltiyo S dan H. Achmadi bukan hanya di arena bulutangkis saja melainkan sudah dari dulu. Sehingga tidak heran jika kedua kepala sekolah ini tampak akrab, apalagi Latiyo pernah menjabat sebagai Ketua Gugus dan sekretarisnya H. Achmadi. Sejumlah kepala sekolah tidak setuju kalau melakukan kegiatan olah raga bulutangkis pada hari kerja (dinas) karena dianggap melanggar disiplin kerja. “Enak aja mereka asykasyk aja main bulutangkis sementara kita dari Senen hingga Sabtu masuk kerja terus, apa beda dan kelebihan mereka toh tugas dan tanggung jawabnya sama kok’, umpat salah seorang kepala sekolah yang tak mau ditulis namannya agak kesal. Ia juga malah mempertanyakan kenapa hal itu tak pernah disoroti atau mendapat tegoran/peringatan dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi maupun UPTD TK/SD Kec. Jatiasih. “Padahal kegiatan mereka itu setiap Jumat diketahui kepala UPTD TK/SD Kec. Jatiasih, H. Sanim Ahmadi kok, tapi anehnya justru dibiarkan aja. Saya juga hoby olah raga termasuk bulutangkis tapi tahu jadwalnya yakni di luar jam kerja”, tandasnya. Salah satu sumber mencurigai di samping main bulutangkis ada hal lain menyangkut kepentingan pribadi masingmasing di arena bulutangkis tersebut. Ketika didesak apa kepentingan tersebut, sumber tersebut cuma tersenyum saja. “Coba lacak aja sendiri, dan kalau memang anda sering ke gedung olah raga (GOR) tersebut gunakan inderamu. Katanya indera wartawan bukan cuma lima tapi lebih, jadi saya rasa tak perlu saya ajari”, kilah sumber tersebut. Namun terlepas dari kepentingan pribadi seperti disebutkan sumber tersebut, para kepala sekolah dan guru yang melakukan kegiatan olah raga pada hari kerja patut dikenakan sanksi serta ditindak, sebab sudah melanggar disiplin dengan melalaikan tugas dan tanggung jawabnya. (Jhon/BS)

Mobil Latiyo S dan H. Achmadi parkir di depan rumah makan Padang seusai main Bulu Tangkis

Bekasi, Radar NusantaraSejumlah kepala sekolah dan guru menghabiskan waktu di gedung olah raga bulutangkis. Hal ini dilakukan oleh beberapa kepala sekolah dan guru setiap Jumat di gedung olah raga bulutangkis Kel. Jatirasa Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Para kepala sekolah dan guru tersebut tampaknya tak peduli meskipun sudah berulang kali dikritisi kepala sekolah lain yang disiplin melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari. Untuk menemui para kepala

sekolah tersebut tak perlu ke sekolah melainkan ke arena bulutangkis setiap Jumat. Apalagi, seusai main bulutangkis mereka sangat jarang balik lagi ke sekolah melainkan ke acara lain di luar kedinasan. “Usil amat, memangnya siapa yang melarang kalau mengikuti kegiatan olah raga setiap Jumta, toh ada Perda nya kok”, kilah Latiyo S, S.Pd, Kepala SDN Jatiasih III tanpa menjelaskan entah Perda nomor berapa. Sesuai pemantauan Radar Nusantara, yang paling rajin main bulutangkis setiap Jumat

Jakarta, Radar NusantaraAgenda Wapres, Boediono hanya menghadiri pelantikan Kepala Polri (Kapolri) Komjen Pol Timur Pradopo di Istana Negara Jumat (22/10). Informasi dari Biro Media Massa Setwapres menyebutkan bahwa agenda Wapres pada pagi hari akan diisi dengan istirahat dan rapat internal setelah melakukan kunjungan kerja yang padat ke China pada pekan ini. Boediono tiba di Jakarta dari Beijing China sejak Kamis (21/10) siang dan langsung mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Bogor. Padahal sejak sebelumnya Boediono telah mempunyai agenda padat di Beijing dan Nanning. Boediono hanya istriahat di pesawat selama penerbangan Beijing-China. “Kemarin siang Pak Boediono tiba di Jakarta dan langsung rapat di Bogor,” ujar Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat saat dihubungi hari ini. Sementara itu, Timur Pradopo merupakan calon tunggal Kapolri yang akan menggantikan Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Sebelumnya, DPR menyatakan Timur Pradopo lulus uji kelayakan dan kepatutan. (tim)

Radar Jabodetabek

Minggu ke IV Oktober 2010

15

Ibu PKK Desa Setiasih Adakan Halal Bilhalal

Pedagang Mengamuk Saat Pembebasan Pasar Family
Bekasi, Radar NusantaraKetidak transparan para konglomerat bekasi membuat tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat kecil tanpa memikirkan kehidupan masyarakat kecil yang dianggap remeh hal ini terjadi di Pasaer family Harapan Indah Keluarahan Pejuang Medan Satria.
KETIKA wartawan radar mencoba konfirmasi ke para pedagang yang sedang unjuk rasa di pintu gerbang Pasar Family mengatakan awalnya pasar ini belum begitu rame namun sangat menderita karena pengunjung sangat sepi tetapi pedagang dapat bertahan hingga kini Pasar Family mulai berkembang tetapi setelah mulai rame pihak pasar atau Hasana damai Putra (HDP) menggusur suruh pindah ke pasar modern yang baru mulai bangun inilah taktik HDP Pemilik Perumahan Agar perumahan cepat laku dan tampak ramai karena adanya pasar sehingga di jadikan tameng untuk promosikan perumahan yang baru berdiri tampak pedulikan nasib pedagang yang mulai berkembang. Setelah demo berlanjut ke DPRD kota Bekasi karena adanya lahan Pasar Family Mart adalah diatas Fasos Fasum yang dimanfaatkan menjadi Bisnis Pemilik pasar mengambil keuntungan dari pedagang dengan modus membayar kios dan kaki lima dan tiap hari wajib bayar Rp 4000 yang di kutip pengelola pasar, sudah hampir berjalan 9 tahun, jumlah kios dan kaki lima kata Para pedagang kurang lebih 400 dan dengan luas tanah kurang lebih 4000 meter HDP diduga menggelapkan uang Negara mulai dari tahun 2000-2009. Yang akan perpanjang sampai tahun 2014 ujar para pedagang di depan kantor DPRD kota bekasi. (Pat)

Bekasi, Radar NusantaraSemenjak berdirinya Desa Setia asih belum pernah meriah seperti ini kata warga pada Radar Nusantara di halaman Desa Setia Asih.. Acara tersebut dihibur dengan kelompok ibu PKK oleh lagu lagu kosidahan, Group Al-Kaidah cukup melawak membuat para pengunjung sampai tertawa dengan gembira. Acara Halal bihalal membuat warga berjiwa social rasa kebersamaan menjalin dan mempererat tali silaturahmi di lingkungan desa Setia Asih, tokoh masyarakat anggota majelis Taklim dan kelompok ibu ibu PKK Antutias dan kompak untuk membangun Desa. Kepala Desa Setia Asih Hj Siti Qomaryah mengucapkan terima kasih atas bantuan warga dan kelompok PKK baik secara moril dan Spiritual kebersamaan lurah memohon untuk kedepan lebih meningkatkan kerja sama demi kemajuan Desa Setia Asih. Tokoh Masyarakat H. Fatullah mengatakan dalam sambutan nya sekaligus dalam Pembukaan Pengajian bulanan awal Oktober ini dan lebaran saling memaafkan semua manusia punya kesibukan, kesempatan yang baik ini dalam acara Halal Bihalal kita saling bermaafan ujar Tokoh masyarakat ini dan langsung membaca Doa Penutup. (Pat)

Sampah Menumpuk di Terminal Pinang Baris
selalu dikutip retribusinya oleh Pejabat Terminal itu sendiri, sementara kemanan dari pada kios tidak terjaga. Banyak para pemilik kios yang kemalingan sementara petugas Terminal tidak ambil tahu betapa ironisnya kondisi seperti ini petugas Terminal terkesan kurang peduli atas kejadian tersebut ungkap Marihot Silalahi Ketua Ekuin LSM KPK Sumut kepada Wartawan. Menurut keterangan warga pemilik kios tak mau disebutkan namanya mengatakan, kami pemilik kios yang ada disini sangat prihatin melihat keadaan Terminal Pinang Paris akhir-akhir ini yang jauh berbeda dengan kepemimpinan Terminal yang sekarang ini. Dengan kata lain kurang peduli dengan kondisi Terminal baik kondisi jalan didalam banyak berlobang-lobang dan sampah yang menumpuk yang datang dari arah luar datang membuang kesini sehingga kondisinya sangat mengganggu kesehatan serta merusak pemandangan keindahan Terminal Anggkutan demikian ungkap warga. (Edy S/Arifin P)

Dibuka Kursus Menjahit di Desa Setia Asih
Bekasi, Radar NusantaraKepala Desa Setia Asih, Hj. Siti Qomariyah membuka kursu menjahit untuk warga yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah , dan memperdayakan masyarakat miskin yang mau meningkat kan Potensi tarap hidup nya masa depan warga. Kursus ini diadakan dengan Cuma Cuma tanpa di pungut biaya ,kegiatan ini diikuti setiap dusun warga setia asih. Kades Setia Asih mengutarakan dalam kata sambutannya bila ada belum terdaftar dari Dusun lain saat ini, akan di gilir tahap ke dua akan di beri nkesempatan kemudian hari warga bersabar , sesuai adanya jumlah mesin jahit baru 60 unit jadi nanti akan bergilir bagi warga Desa Setia Asih tidak perlu cemas”, ujar Siti Qomariyah di Forum dengan tegas. Dan saat ini saya buka dengan Syah dengan menggunting Pita Peresmian Kursus menjahit di Desa Setia Asih. (Pat)

Medan Satria, Radar Nusantara Terminal Angkutan Umum penumpang untuk dalam, antar dan luar kota Medan yang berpusat di Terminal Pinang Baris yang selalu dipadati oleh para calon penumpang silih bergan-

ti setiap hari yang lalu lalang. Kondisinya sangat memprihatinkan, disebabkan oleh disamping dipadati oleh berbagai jenis merk kenderaan keberbagai tujuan para penumpang yang selalu memadati Terminal.

Dalam keadaan seperti ini diperparah lagi dengan keadaan jalan didalam terminal yang berlobang-lobang tanpa ada perbaikan sama sekali. Padahal didalam Terminal itu sendiri banyak terdapat kios kecil yang

Radar Daerah

Minggu ke IV Oktober 2010

16

Borsak Mangatasi Nababan

Rayakan Persekutuan Doa Dunia Ke 55
Radar NusantaraBorsak Mangatasi Nababan rayakan persekutuan doa sekaligus hari ulang tahun (HUT) yang ke-55 se-dunia belum lama ini. Pesatuan Borsak Mangatasi Nababan telah menetapkan hari istemewa yakni setiap tanggal 13 Oktober dan ketuanya umumnya adalah Dr. Hc. Anton Nababan atau yang lebih dikenal dengan Anton Sihombing, salah seorang promotor di Jakarta.
PERSEKUTUAN doa sekaligus perayaan HUT marga Nababan, boru, bere dan ibabere se-dunia tersebut diasdakan di Bagan Batu Rokan Hilir, Riau. Acara yang ke-20 tersebut berlangsung khitmat diearnai sikap rendah hati. Begitu meriah dihibur music band dan Gondang Batak dengan persiapan matang jauh-jauh hari sebelumnya oleh panitia. Persekutuan doa di Bagan Batu itu tidak membedakan umat beragama, di mana bagi umat nasrani membawakan kotbah dipimpin Pdt. H Simamora dan umat muslim oleh Ustatz Mhd Abdullah Nababan didampingi Sahdon Muslim Nababan. Acara persekutuan doa marga Nababan telah dimulai pada tahun 1990 di rumah Op. Sherli Nababan/Br aritonang. Usai acara doa bersama bagi seluruh marga Nababan boru, bere dan ibabere, baik umat nasrani dan muslim melanjutkan acara adat istiadat sesuai tradisi budaya serta tata karma Batak yakni, “Manat mardongan tubu, somba marhula-hula dan elek marboru. Yang artinya, hati-hati terhadap satu marga, menghargai/menghormati yang di atas tuturnya (rajanya) dan baik ke boru (anak perempuan). Selajutnya diadakan tari-tarian (tortor batak) yang diiringi dengan alat music khas Batak (gondang) kemudian saling bermaaf-maafan. Acara tortor berjalan sesuai dengan tradisi dan tata karma Batak. Hal itu juga bertujuan agar marga Nababan tidak ada kesombongan satu sama lain dan menempuh cita-citanya serta mendapatkan keturunan yang pintar, baik serta berbakti pada orangtua, nusa dan bangsa terlebih kepada Tuhan. Selain itu juga diharapkan agar marga Nababan memiliki rasa simpati dan kekeluargaan terhadap sesame umat manusia

Sikap Keterbukaan Dimiliki Camat Tebing Syahbandar

khususnya marga Nababan. Sementara acara Persekutuan Doa dimulai sejak 13 Oktober1955 yang jadi Borsak Mangatasi Nababan. Pesta Jubeleum 25 tahun atau disebut dengan pesta perak diadakan tanggal 13 Oktober 1983 dipusatkan di Siborong-borong Tapanuli Utara (Taput). Lalu pada thn 1992 dirayakan di Jetun Silangit sekaligus ditetapkan dengan logo marga Nababan merupakan peruwjudan sejarah. Sementara pada 13 Oktober 2005 juga diadakan pesta Jubeleum ke-50 yang juga disebut sebagai ulang tahun emas dipusatkan juga di Siborongborong, serta yang ke-55 dipusatkan di Tano Tipang Samosir. Melalui musyawarah besar (mubes) Nababan se-dunia di Jetun Silangit akhirnya terpilih pengurus dimana Kapten Dr. Hc. Anton Nababan dilantik sebagai ketua umu. (RamsesNababan)

Rumah Tinggal Merangkap Kantor Desa
berkunjung dan bahkan tidak mengetahui serta tak habis pikir melihat keberadaan situasi Kantor Kepala Desa kondisinya yang sangat memprihatinkan selalu tertutup dan terkesan tidak ada penghuninya. Padahal bantuan Dana dari Pemerintah Daerah maupun dari Pemerintah Pusat bertahuntahun telah diberikan, namun pada kenyataannya pembangunan kantor tidak dilaksanakan. Secara otomatis dikalangan berbagai pihak mengundang tanda tanya ada apa sebenarnya dengan oknum Kepala Desa yang bernama H.M.Amin didalam kepemimpinannya yang tidak Transparan terhadap publik, jelas dalam kondisi seperti ini diduga banyak ketidak becusannya baik didalam kepemimpinannya dan terhadap Masyarakatnya. Apalagi dari segi administrasi penggunaan keuangan Negara diduga banyak terjadi penyimpangan. Untuk itu diminta perhatian yang serius dari Tokoh Masyarakat, LSM serta Wartawan agar dapat menyikapi kondisi seperti ini. Terkesan Camat Kecamatan Galang serta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kurang peduli serta tanggap melihat keberadaan dan situasi seperti ini”, kata Ketua Ekuin LSM KPK Sumut. (T.ES Sianturi)

Tebing Syahbandar, Radar NusantaraSosok kepemimpinan seorang Camat Tebing Syahbandar yang penuh dengan keterbukaan terhadap LSM, Wartawan dan Masyarakat. Pada saat ditemui diruang kerjanya memberikan pelayanan yang penuh terhadap warga yang ia pimpin didaerahnya. Dengan penuh perhatian terhadap Masyarakatnya tentang Usaha Kecil, menengah dan home Industri. Terlebih lagi didaerahnya banyak terdapat kilang padi keliling kepada petani yang memiliki pertanian padi disawah serta terus memperhatikan keluhan masyarakat petani tentang irigasi. Tidak hanya itu juga memperhatikan tentang keberadaan pupuk sesuai kebutuhan petani .Selain dari pada kegiatan sehari-harinya kelapangan, juga jam dinas kantor yang selalu aktif dikantor. Sehingga dalam kondisi seperti ini sesuai fungsinya sebagai pejabat publik yang selalu pro aktif didalam melaksanakan tugas-tugasnya didalam melaksanakan program pembangunan diwilayahnya dengan tidak mengenyampingkan tamu-tamunya dikantor tetap dapat dilayaninya dengan baik demikian dikatakan Marihot Silalahi Ketua Ekuin LSM KPK Sumut beberapa waktu lalu diruang kerjanya. Menurut T.ES.Sianturi dari LSM LP2KN (Lembaga Pemantau Penggunaan Keuangan Negara) mengatakan, sosok kepemimpinan seorang Camat Tebing Syahbandar sangat bagus. Terbukti dengan keterbukaannya terhadap semua lapisan Masyarakat didalam melaksanakan Program Pemerintah terhadap Masyarakat petani diwilayahnya. Dan melakukan upaya kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti Home Industri dsb nya, pada dasarnya mengarah kepada Pembangunan disegala bidang demikian dikatakan T.ES.Sianturi. (Edy S)

Sulut Programkan Pembangunan Jalan ke Obyek Wisata
Sulawesi, Radar NusantaraPemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memprogramkan pembangunan sejumlah ruas jalan ke berbagai obyek wisata yang ada di daerah itu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulut, Alex Wowor di Manado mengatakan, telah memprogramkan pembangunan jalan dari Maruasey ke Sonder Kabupaten Minahasa. “Pembangunan ruas jalan sepanjang 13 kilometer direncanakan tahun 2011,” kata Wowor. Alex Wowor menambahkan, infrastruktur jalan tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit sebab diperkirakan pembangunannya menelan dana sekitar Rp13 miliar. Sehingga untuk pembangunan jalan itu, pemerintah provinsi akan membicarakan dengan DPRD Sulut. Pembangunan jalan itu, lanjutnya, sangat dibutuhkan, selain untuk peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah itu juga dalam rangka mendukung sektor pariwisata. “Di lokasi tersebut memiliki berbagai potensi wisata seperti air terjun serta sungai yang digunakan untuk arung jeram, dan menarik bagi wisatawan mancanegara maupun domestic”, katanya. Selain ruas jalan Maruasey-Sonder, kata Wowor, pemerintah juga sementara memprogramkan pembangunan jalan Remboken-Kawangkoan serta Bukit Kasih- Sonder. Pembangunan sejumlah ruas jalan tersebut dalam menunjang sektor pariwisata di Sulut. Sehingga ketika wisatawan mancanegara maupun domestik datang ke Sulut, tujuannya tidak hanya melihat keindahan Taman Laut Bunaken saja, tetapi obyek wisata lainnya di daerah itu. Para Wisman dapat mengunjungi sejumlah obyek wisata dalam satu paket perjalanan, seperti dari Manado kemudian ke obyek wisata Danau Tondano lalu ke Bukit Kasih dan Maruasey. (jarwo)

Kantor Kepala Desa Paya Kuda. Kecamatan Galang

Galang, Radar NusantaraKondisi Kantor Pelayanan Publik yang sangat memprihatinkan di Desa Paya Kuda Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang dari dahulu hingga kini keberadaannya belum mengalami perubahan kearah kemajuan sesuai perkembangan situasi zaman pada saat sekarang ini. Padahal bantuan serta Anggaran yang telah dialokasikan terhadap Desa dari Pemerintahan Kabupaten maupun dari Pemerintah Pusat begitu besarnya, namun pada kenyataannya dilapangan tak sesuai dengan yang diharapkan.

Disamping itu masih saja oknum Kepala Desa Paya Kuda Kecamatan Galang diduga yang kurang bersungguhsungguh dapat melaksanakan Program Pemerintah Pusat terhadap daerah. Terbukti didalam kepemimpinannya selaku Kepala Desa sejak sekian lamanya, masih saja banyak melakukan kesalahan didalam menjalankan Manajemen di Desanya serta kebijakan yang dilakukannya tidak tepat menuju sasaran yang menyentuh langsung kepada warganya. Bahkan justru sering terjadi kekisruhan didalam memimpin

terhadap perangkat di Kantor dimana tempat Desanya berada. Tak hanya itu bahkan warga yang dipimpinnya merasa tak tahu harus mengadukan kondisi seperti kepemimpinannya seperti ini untuk mengadu betapa ironisnya demikian dikatakan Marihot Silalahi Ketua Ekuin LSM KPK Sumut ketika terjun langsung meninjau kelapangan dan bertemu dengan warga Desa Paya Kuda Kecamatan Galang beberapa waktu lalu. Menurut Ketua Ekuin LSM KPK Sumut Marihot Silalahi, beberapa kali tim hendak

Harga Kakao di Makassar Turun
Sulaewsi, Radar NusantaraHarga kakao yang dijual pedagang pengumpul di Makassar, Sulawesi Selatan, turun dibanding pekan lalu. Pemantauan pada pedagang pengumpul di Makassar, komoditi kakao harganya turun dari Rp25.500 pekan lalu menjadi Rp20.500/kg. Seorang pedagang pengumpul kakao di Makassar, Yusuf mengatakan, harga kakao turun karena pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Menurut dia, pekan lalu harga kakao sempat naik dari Rp19.000/kg menjadi Rp25.500/kg. Sementara di Luwu Utara salah satu daerah penghasil kakao Sulsel harganya Rp17.000/kg pada tingkat petani sedang pada tingkat pengumpul Rp19.000/kg. Daerah produktif penghasil kakao di Sulsel antara lain Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, Wajo, Soppeng, Bone, Pinrang, Sinjai dan kabupaten Bulukumba. (yudi)

Radar Daerah

Minggu ke IV Oktober 2010

17

Bupati Karawang

Resmikan Gedung Prototipe Kantor Desa Cilamaya dan Sukakerta
Karawang, Radar NusantaraSalah satu dari gedung prototype kantor desa di Kabupaten Karawang yaitu Kantor Desa Cilamaya dan Desa Sukakerta Kec. Cilamaya Wetan akhirnya selesai dibangun dan siap digunakan. Peresmian kedua gedung kantor desa yang megah tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar, Rabu (20/10).
PERESMIAN kedua gedung prototype kantor desa tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya Pemerintah Kab. Karawang untuk membangun dan menseragamkan seluruh kantor desa yang ada. Gedung kantor desa yang baru tersebut jauh lebih representatif dari gedung sebelumnya karena dilengkapi oleh sejumah fasilitas ruangan, antara lain ruang Kepala Desa, Sekdes, Kaur Desa, LPM Desa, Bidan Desa, Perpustakaan, serta ruangan khusus petugas Babinsa dan Babinkamtibmas. Bupati Dadang S. Muchtar saat peresmian tersebut mengatakan, belum ada daerah lain yang telah menseragamkan gedung kantor desa dan dilengkapi dengan sejumlah ruang guna menunjang kegiatan Pemerintah Daerah dalam pelayanan masyarakat desa. “Kabupaten Karawang merupakan daerah pertama yang mempelopori program penyeragaman gedung kantor desa di seluruh Indonesia, jelasnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan selain dilengkapi dengan ruangan perpustakaan desa, gedung prototipe kantor desa juga dilengkapi dengan ruangan khusus untuk bidan desa, serta para petugas Babinsa TNI dan Babinkamtibmas Polri. “Dengan demikian, mereka tidak perlu lagi nongkrong di warungwarung karena telah memiliki ruangan kantor tersendiri,” ujarnya. Bupati melanjutkan, program pembangunan gedung prototipe kantor desa ini menggunakan anggaran yang berasal dari APBD Kab. Karawang, yang dalam pengelolaannya diserahkan ke masing-masing pemerintahan desa. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah tersendiri dalam proses pelaksanaannya. “Seperti di Desa Cilamaya yang ternyata mampu melengkapi kantor desa dengan sebuah mushola,” imbuhnya. Bupati menambahkan, dirinya atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kab, Karawang secara khusus memberikan penghargaan kepada Kepala Desa CIlamaya dan Sukakerta, karena mereka merupakan dua desa pertama yang berhasil menyelesaikan pembangunan gedung prototipe kantor desa. “Dengan adanya penghargaan ini, mudah-mudahan dapat memotivasi kepala desa lainnya untuk menyelesaikan kantor desa mereka, khususnya terkait sertifikat tanah kantor desa,” tambahnya. Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Pemkab Karawang juga menyerahkan bantuan berupa alat teknologi penunjuk lokasi keberadaan ikan serta alat telekomunikasi bagi kelompok nelayan di Desa Pasirukem, Kec. Cilamaya Wetan. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan Kab. Karawang, Hendro Subroto kepada perwakilan dari kelompok nelayan Desa Pasirukem. (HP)

Pengalokasian Dana ADD 2009 Desa Ujung Jawi Dipertanyakan
Bangun Purba, Radar NusantaraPengalokasian/penggunaan Dana ADD 2009 di Desa Ujung Jawi Kecamatan Bangun Purba Deli Serdang diragukan serta dipertanyakan. Kepala Desa Ujung Jawi, Sarimin dan Sekretaris Desa (Sekdes), Sukini terkesan menghindar saat ditemui wartawan dan LSM KPK Sumut. Sikap Kades beserta jajarannya itu membuat wartawan, LSM dan masyarakat semakin cuiriga terkait penggunaan anggaran dana ADD tahun 2009. “Tak bersedia ditemui dan terkesan menghindar, ada apakah gerangan? Tentu ada sesuatu yang disembunyikan Kades. Kaur Pembangunan, Desa Ujung Jawi, Suyanto menjelaskan menjelaskan bahwa penggunaan dana ADD 2009 Desa Ujung Jawi diperuntukkan untuk pembibitan ikan dan pembersihan parit limbah keluarga. Padahal kenyataannya kondisi kantor dilihat bagaikan rumah tempat tinggal bersatu dengan rumah warga dan tampak seperti bukan kantor”, kata Marihot Silalahi, Ketua Ekuin LSM KPK Sumut. Ia menambahkan, sebenarnya kebijakan yang telah dibuat Sarimin selaku Kades Ujung Jawi telah banyak penyimpangan, tidak sesuai Peraturan Bupati Deli Serdang No. 633 tahun 2009 tentang petunjuk teknis (Juknis) serta petunjuk pelaksanaan (Juklak) soal Pengelolaan Keuangan Desa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009. “Padahal Alokasi Dana Desa (ADD)adalah merupakan dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang untuk desa yang bersumber dari bagian Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang diterima oleh Kabupaten Deli Serdang setelah dikurangi belanja pegawai. Kemudian ADD dan bantuan keuangan Kab. Deli Serdang kepada Desa bersumber dari APBD Kab. Deli Serdang”, kata Marihot. Terkait soal pengalokasian dana ADD tahun 2009 tersebut, Suyanto mengaku tidak tahu menahu. “Meskipun saya sebagai Kaur Pembangunan di sini tidak tahu menahu soal itu sehingga tidak dapat menjelaskan atau memberikan keterangan, sebab segala permasalahan di desa kami diserahkan ke Kades pak Sarimin. Sementara mengenai kehadiran tim ini telah saya beritahukan kepa beliau tapi beliau tidak bersedia ditemui”, ujar Suyanto. (Edy S/TES Sianturi)

MPI Kec. Perbaungan Adakan Kegiatan Penghijauan
MPI dapat diterima dan diakui keberadaannya ditengah-tengah Masyarakat khususnya di kecamatan Perbaungan dan di Kabupaten Sergai.
memberikan sumbangan bantuan kepada kaum dhuafa anak yatim dan fakir miskin berupa sejumlah bahan kebutuhan pokok, kegiatan ini semua dilakukan adalah tidak terlepas dari kepemimpinan MPI Tingkat Kabupaten Sergai yang telah banyak membimbingan serta arahan kepada kami di Kecamatan Perbaungan dengan kata lain MPI Kecamatan Perbaungan siap secara bahu membahu dan gotong royong sesama anggota dan warga sekitarnya. Demikian juga dengan kegiatan yang belum dan akan dilaksanakan, pada prinsipnya MPI Kecamatan Perbaungan siap secara bersama sama dengan Pemerintah Kabupaten Sergai untuk turut mengawal pembangunan demikian dikatakan Rustam Dalimunthe Ketua MPI tingkat Kecamatan Perbaungan. Ditambahkan Rustam Dalimunthe, setiap kegiatan kepengurusan MPI pada tingkat Desa yang ada dikecamatan Perbaungan secara perlahanlahan telah terbentuk dan masing – masing kepengurusan di Desa telah menyusun masing – masing program kerja organisasi yang belum, telah dilaksanakan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan harapan kedepan nantinya MPI dapat diterima dan diakui keberadaannya ditengahtengah Masyarakat khususnya di kecamatan Perbaungan dan di Kabupaten Sergai. Sesuai dengan Motto dari MPI yaitu MPI JAYA, INDONESIA RAYA kata Rustam Dalimunthe. (Edy.S)

Perbaungan, Radar NusantaraMeskipun keberadaan Organisasi Masyarakat Pancasila Indonesia baru tumbuh dan berkembang di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai. Namun kehadirannya ditengah-tengah Masyarakat telah banyak berkiprah seperti melakukan kegiatan gotong royong membuat taman pada pinggiran jalan lintas Sumatera

dengan memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan taman keindahan kota. Selain dari pada kegiatan tersebut juga melaksanakan gotong-royong melaksanakan pembersihan dilokasi tempat pekuburan warga, serta membersihkan pinggiran jalan utama baik dipedesaan maupun diperkotaan dan telah banyak melakukan kegiatan sosial

Biro-Biro Daerah : Sulawesi : Jarwo, Irwansyah, Maluku : Budiman, Irian Jaya : Wilman, Budi, Papua : Wati, Herman, Jawa Tengah : Sugiarto, Hartoyo, Jogya : Sulaeman, Danuri, Jawa Timur: Binsar,Reno, Bangkalan: Sudirman.Wanti, Magelang: Kardi,SH.Dasila, Banyuwangi : Budiman,Robi.SE,Blitar: Hasbi.SE, Bojonegoro: Burhan.Bertus.Bondowoso: Sugeng, Gersik: Maulana, Ibrahim Jombang: Kusnadi,Hadiro,Kediri: Sugeng, Ramlan,SH Makasar: Yudi, Arifin, Sorong: Antonius, Yudika, Fakfak: Saor,SH,Didi, Sorong: Leo,Fernando,Mandailing Natal; Julius. SH, Maria. Langkat: Sorta,Jonny Pardede.SE,Karo: Kondy. Elly,Dairi: Imam.SH,Budiman, Asahan: Patar,Gukis,Marta Nias: Samsul, Ikhmal, Bengkulu: Radit, Samsudin, Tebing Tinggi: Rizal Budi, Medan: T. Edi. S. Sianturi, (perwakilan) Gorontalo: Nikmal, Wawan, Batam: Presly sitompul,Serdang Bedage: Edi.Sianturi, Majalengka: Harol Simatupang, Karawang: Hasudungan pardede, Deliserdang: Jenting, Nangro Aceh Darusalam: Budiman.Jamin.Ginting. Aceh Tenggara: Edison Nabaan,Mindo.Riau: Robinson Sirait.Waldimar.P, Lampung: Marto,Budiman,Merry,Bali: Henri, Agung, Bandung: Cecep. Iwan, Cirebon: Carles, Biman, Ciamis: waluyo, Marto, Banjar: Yansen Napitupulu: Widiawaty. Bangka Belitung: Rudi. Richat. Manurung. Albiner.Siagian, Banten: Yogi. Sudirman, Lebak: Burhan Samosir. Ricardo, Tangerang: Abner,Yunus, Pandeglang: Justin Simamora, SE. Marlon. Tulang Bawang; Harti, Sahat. SH, Tanggamus: Lambok,Rico.Sarden, Merto: Darwin.SH. Pekan Baru: Aminuddin Sitompul Wartawan Radar Nusantara selalu dibekali Tanda Pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber.

Radar Daerah

Minggu ke IV Oktober 2010

18

Pasangan Elang Layak Jadi Pemimpin
penting ingin mengabdikan diri lebih jauh untuk masyarakat Karawang” jawabnya dengan nada santun. Sejumlah sumber mempridiksi bahwa pasangan Elang akan mendapat dukungan positif dari kalangan masyarakat, maka dengan dukungan tersebut, bisa di yakini bahwa pasangan no urut satu ini akan menang Hj. Eli Amalia P yang sudah tidak asing lagi mata seluruh masyarakat Karawang,sebab selama menjabat wakil bupati, srikandi Karawang ini selalu menabur buah kemesraan terhadap masyarakat, terkadang lupa akan dirinya sebagai pejabat kalau sudah berbaur dengan masyarakat.dukungan dari kalangan Pers,LSM dan Ormas,terus bergulir., Dukungan oleh ketua LSM P2KN (Pemantau Penggunaan Keuangan Negara) Kab Karawang, Budiman S, bahwa pencalonan pasangan Elang untuk maju menjadi calon bupati/wakil pada periode 20100215 sangatlah tepat dan patut didukung,karena selama Hj. Eli Amalia selama menjadi wakil Bupati, tidak masuk ketegori pejabat terindiaksi korupsi dan bersih dari sorotan public terkait dugaan melakukan penyimpangan, maka karakter yang dimiliki oleh Hj. Eli selaku pemimpin patut di puji diatuladani. Karawang adalah sebuah Kab yang cukup diperhitungkan kemajuanya,selain penghasil PAD yang cukup tinggih juga sebagai lumbung padi, harus di pimpin calon seperti Hj. Eli Amalia, sosok Eli tidak perongrong namun pengayom,lemah lembut pada sesama masyarakat, dan tegas dalam konsekwen pada prinsip,benar-benar bebas dari dugaan praktek korupsi, terang Budiman. Seraya menambahkan, bila masyarakat Karawang memiliki rasa ragu-ragu untuk memberikan kepercayaan terhadap Hj. Eli Amalia Priatna untuk menjadi bupati Karawang sangat disayangkan, Karawang mau memiliki pemimpin yang handal dan bersih atau bagaimana? Kata Budiman dengan nata Tanya. Seorang pemimpin yang tidak mementingkan akan kepentingan pribadi atau kelompok dan yang bersih dari dugaan praktek KKN, pihaknya melihat ada disosok Hj. Eli Amalia Priatna,selain sudah juga sudah cukup mapan dalam pemerintahan atau birokrat, taat pada agama,sebab bila seorang taat pada ajaran agamanya tidak bakal berpikiran melakukan kejahatan, namun akan bekerja dengan baik karena tahu bahwa rizki itu tidak akan hilang kalau memang sudah menjadi miliknya.. Jadi bila masyarakat Karawang memberikan kepercayaan kepada pasangan Hj. Eli Amalia Priatna dengan Endang Abdullah adalah keputusan yang paling tepat,pesanya. (HP)

Membongkar Mavia Stimulan
Cikarang. Radar NusantaraTumpang tindih dalam hal pekerjaan proyek Stimulan Aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi masih saja terus berjalan Inilah yang dibilang kegagalan Badan Pemeriksa Keuangan Pusat ataupun Daerah (BPK) didalam melaksanakan tugasnya menyelamatkan uang negara yang banyak digondol maling atau memang para Pejabatnya enggan turun karna takut dibilang over acting. Milyaran rupiah uang rakyat yang berada diPemkab Bekasi terus menerus dikucurkan, maklum saja penegak hukum baik pihak Kejaksaan Negeri Cikarang (Kajari) maupun Lembaga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat dan Daerah Bahkan lembaga sekelas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pura-pura tidak tahu atau memang keterbatasan profesional mereka membuat mereka tidak tahu. Rampok uang rakyat Kenapa kajari Cikarang tidak mau mencokok para bekas anggota DPRD maupun yang aktif termasuk Bupati Bekasi terkait proyek stimulan yang banyak menghabiskan uang rakyat dengan anggaran cecebelece ?..atau alat bukti yang miliki kurang memenuhi syarat Sebut saja Dul Hadi, yang menjadi kaki tangan sekaligus orang kepercayaan anggota legislatif diKabupaten Bekasi dengan terang-terangan mengajukan bermacam proyek Stimulan yang sekarang berganti nama Dana Hibah 2010 mulai dari bantuan untuk Majlis Taklim, TPQ maupun perbaikan jalan lingkungan dan Drainase ataupun membantu Usaha Kecil Menengah semuanya digarap yang jumlahnya puluhan titik dengan anggaran ratusan juta rupiah, semua itu tidak tepat sasaran. Maling berkedok dana bantuan pemerintah ini adalah kesempatan mengeruk uang rakyat yang terus dikucurkan pada tiap tahunnya mulai dari tahun 2008,2009 dan sekarang 2010. Hal ini tak pernah digubris dari lembaga manapun terutama dinas terkait yang sebagai pengguna anggaran langsung. Sampai berita ini diturunkan Redaksi Radar Nusantara akan terus memberitakan bantuan Stimulan ataupun Dana Hibah yang selalu masuk kantong pribadi yang tidak tepat sasaran sampai mereka benar dan jelas peruntukannya terutama anggaran tahun 2010. (tim)

Budiman (Ketua LSM P2KN)

Hj.Eli Amalia

Karawang, Radar NusantaraPasangan Elang atau Eli Amalya Priatna yang berpasangan dengan Endang Abdullah dalam pesta Demokrasi pada pemilihan Bupati/wakil Kab Karawang pada masa periode 2010-2015, patut mendapat kepercayaan penuh dari lapisan masyarakat.
PASANGAN ELANG yang diusung oleh partai politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bintang Reformasi (PBR),Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki 15% jumlah kursi di DPRD Karawang. Yang awalnya berharap bisa maju bersama Golkar,tapi anggap sebagai lawan berat, Golkar tidak merekomendasi. Maka dengan tampilnya pasangan yang di tolak Golkar tumbuh sejumlah partai politik siap mendukungnya, hal itu terjadi, bahwa pencalonan Hj. Eli Amalia Priatna sudah tidak diragukan krediblitasnya sebagai seorang calon pemimpin lima tahun ke depan.. Sebab niatan tulus untuk mencurahkan pemikiranya untuk membangun Karawang, adalah berupakan suatu pengabdian yang tidak ternilai harganya. “Bagi saya sama saja yang

Jamaah Haji Kloter 22 Karawang Diberangkatkan
Karawang, Radar NusantaraTepat pada pukul 11.45 WIB, Rombongan Jamaah Haji asal Kabupaten Karawang yang tergabung dalam Kloter 22 diberangkatkan. Dengan menggunakan bis menuju Embarkasi Bekasi, para jamaah tersebut akan menuju Asrama Haji Pondok Gede Bekasi yang informasinya akan sampai pukul 14.30 dan langsung berangkat menujuh Tanah Suci, sebelum berangkat ke tanah suci. Rombongan tersebut dilepas oleh Bupati Dadang S. Muchtar dan kakandepag Kab. Karawang Drs. H. Suhendar, MM di Islamic Center Karawang, Selasa (19/10). Bupati Dadang S. Muchtar saat melepas kepergian para jamaah tersebut mengatakan bahwa dirinya atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Karawang mengiringi kepergian mereka dengan iringan doa. “Mudah-mudahan para jamaah dapat kembali dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” sebanyak 424 Jamaah Calon haji siap di lepas oleh Bupati Drs. H. Dadang S. Muchtar, Bupati berharap apabila mereka berdoa demi keselamatan Karawang pasti doanya di kabulkan, doakan agar di musim cuaca ekstrim pada bulan ini yang dimana alam sudah tidak lagi bersahabat doakan semoga kami yang berada di Karawang, karawang tetap aman dan terbebas dari bencana-bencana dan musibah, dan doakan juga saya selaku pribadi selama memimpin Karawang agar di berikan kekuatan, kesehatan lahir dan bathin dan semoga saya menjadi pemimpin yang baik yang bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakat karawang, doa Bupati. Bupati Juga mengatakan bahwa 14 November 2010 mendatang Karawang akan menggelar Pemilukada dimana para Jamaah Haji Karawang yang nantinya akan berdoa di Arafah yang pasti doa-doa dikabulkan, oleh karenanya doakan agar pemilukada di Karawang sejuk, damai, aman, dan sukses tanpa ekses. Ucapnya. Dalam laoprannya Kapala Kementrian Agama Kabupaten Karawang Drs. H. Suhendra, MM, mengatakan bahwa keberangkatan kali ini adalah keberakangatan ke tiga bagi warga karawanga dengan jumlah calon jamaah haji sebanyak 424 orang. Dan atas nama Kementrian Agama mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Haji, Semoga para Haji Kab. Karawang mendapatkan naungan ridho Allah, disehatkan jasmani dan ruhaninya di selamatkan dalam perjalanannya dan semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah, dan juga berdoa semoga Drs. H. Dadang S. Muchtar diberikan kesehatan lahir dan bathin dijadikan pemimpin yang amanah dan istiqomah dapat bekerja dengan baik dan dapat mensejahterahkan masyarakat Karawang. Hadir dalam pelepasan Calon Jamaah Haji kloter 22 Sekda Ir. H. Iman Sumantri, Para Asisten, Pejabat di lingkungan Kantor Kementrian Agama dan Pemkab Karawang. (HP)

Keterlambatan didalam hal pengerjaan jalan dan jembatan Lau Luhung antara lain disebabkan oleh karena banyak faktor diantaranya masalah pembebasan lahan terhadap masyarakat

Proyek Pembangunan Jembatan Lau Luhung Dipertanyakan
Deli Serdang, Radar Nusantara Unit penanganan rehabilitasi/pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPRPJJ)Dinas Bina Marga Medan dinilai lamban dalam pengerjaan sejumlah proyek. Dinas Bina Marga Prop. Sumatera Utara (Sumut) selaku pengguna anggaran harus bertanggung jawab atas pekerjaan di lapangan yang dinilai tidak maksimal. Seperti pengerjaan proyek pembangunan jembatan Lau Luhung di Kabupaten Deli Serdang senilai Rp38.954.433.985,08 dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Sumatera Utara. Proyek yang dikerjakan oleh PT.Wijaya Karya (Wika), Persero, Tbk terkesan aneh sesuai dengan papan nama. Pasalnya, sesuai papan nama proyek, tanggal kontrak 28 Desember 2009 dengan lama pengerjaan 540 hari kerja yakni tahun anggaran 2009-2011. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bukankah anggaran yang telah dikeluarkan cukup besar untuk itu. Sementara warga yang berdomisili antara dua kecamatan dan salah satunya jalan Alternatif untuk menghubungkan antar dua Kabupaten yaitu Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun bahkan sampai ke Kabupaten Tanah Karo. Betapa ironisnya lagi warga penduduk yang berdomisili didaerah tersebut dengan berjalan kaki naik turun bukit disertai dengan kondisi jalan pada umumnya rusak parah penuh dengan bebatuan serta tebing dan jurang yang selalu mengintai maut demikian dikatakan Marihot Silalahi Ketua Ekuin LSM KPK Sumut pada saat berkunjung kelapangan beberapa waktu lalu bersama dengan Tim dari LSM serta Wartawan. Menurut Halim selaku pelaksana lapangan jembatan Lau Luhung mengatakan, tentang masalah keterlambatan didalam hal pengerjaan jalan dan jembatan Lau Luhung antara lain disebabkan oleh karena banyak faktor diantaranya masalah pembebasan lahan terhadap masyarakat, kemudian ada masalah revisi Anggaran dan beberapa hal lain sebagai penyebab keterlambatan didalam pengerjaannya dan sebenarnya bukan kapasitas saya untuk dapat menjelaskannya. Dan saya disini hanya sebagai pelaksana lapangan untuk masalah jembatan Lau Luhung demikian, kata Halim. (Edy S)

Radar Daerah

Minggu ke IV Oktober 2010

19

Kondisi Jalan di Kec. Gunung Meriah Rusak Parah

Kunker Pangdam I/BB Ke Riau
Riau, Radar NusantaraPanglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan TNI Angkatan Darat (AD), Mayjen Leo Siger melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Korem 031 Wira Bima Pekanbaru, Riau belum lama ini. Kunker tersebut dalam rangka meninjau langsung keberadaan jajaran TNI AD di Riau sekaligus memberangkatkan ratusan personil TNI AD Kompi 132 Riau ke Papua. Namun belum diketahui secara pasti maksud dan tujuan pemberangkatan personil TNI AD Kompi 132 Riau tersebut. Usai acara pemberangkatan, Pangdam I BB, Mayjen Leo Sigar kemudian meninjau beberapa kantor Koramil di wilayah Bengkalis dan Rokan Hilir, Riau. Kunjungan terakhir ke wilayah Bagan Batu adalah Koramil Bagan Sinembah. Leo Sigar didampingi Dandim Dumai, Letkol Soni Afrianto yang disambut Danramil Bagan Sinembah, Kapten Rismanto beserta jajarannya. Pangdam I/BB menilai kantor Koramil Bagan Sinembah cukup bagus. Pada kesempatan tersebut ia berpesan kepada jajaran Koramil Bagan Sinembah agar lebih meningkatkan kinerja serta menghargai martabat masyarakat. Setibanya di kantor Koramil Bagan Sinembah, Pangdam membagi bagikan rokok kepada anggota Koramil Bagan Sinembah. Ia juga memberikan kesempatan untuk foto bersama dengan para anggota Koramil Bagan Batu serta Danramil. Sejumlah anggota Koramil Bagan Sinembah mengaku baru kali ini ketemu dengan pimpinan atau Pangdam yang ramah serta terbuka. Seusai foto bersama, Pangdam kemudian berangkat meninggalkan daerah Propinsi Riau menuju kantornya di Medan (Sumut) sambil melambaikan tangan penuh haru dan rasa simpati. (Sahdon Muslim)

Kondisi Jalan di Kec. Gunung Meriah Rusak Parah

Gunung Meriah, Radar NusantaraPada umumnya kondisi jalan yang menghubungkan kota Kabupaten Deli Serdang menuju Kabupaten Simalungun tepatnya di Kecamatan Gunung Meriah dari tahun ke tahun tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Propinsi.

DALAM hal ini Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Sumatera Utara, padahal anggaran untuk jalan dari Pemerintah cukup besar, namun pada kenyataannya dari dahulu hingga kini tak kunjung diperbaiki meskipun kondisinya rusak parah. Adapun pada saat sekarang ini ditemui dilapangan sedang mengerjakan perbaikan serta pelebaran dengan menggunakan alat berat, namun didalam pelaksanaanya terkesan agak lambat sehingga apabila musim panas menimbulkan abu dan apabila hujan mengakibatkan jalanan licin oleh tanah yang dikeruk untuk pelebaran. Ditambah lagi disamping kanan kiri badan jalan tepi jurang yang dalam yang rawan akan terjadi kecelakaan oleh pengendara kenderaan baik roda dua maupun kenderaan roda

empat demikian kata Marihot Silalahi Ketua Ekuin LSM KPK Sumut dan tim saat melintasi jalan rusak parah tersebut turut gotong royong melaksanakan penimbunan dengan warga pada saat melintas dengan menyusun batu koral. Menurut Budiman Sembiring Sekcam Gunung Meriah saat ditemui mengatakan, memang masalah jalan yang ada dikecamatan Gunung Meriah ini sudah sejak dahulu telah pernah diberitakan dibeberapa Media Cetak dan Elektronik jauh sebelumnya, namun bagaimana pak kondisi jalan tersebut tetap saja dari dahulu hingga kini seperti itu dan ini adalah merupakan jalan Propinsi. Dan kami berharap agar masalah jalan yang ada di Kecamatan Gunung Meriah tempat kami dapat segera diperbaiki oleh

Pemerintah Propinsi. Oleh karena warga kami sudah sejak lama mendambakan perbaikan jalan yang rusak didaerah kami oleh karena jalan adalah merupakan urat nadi perekonomian Masyarakat kata Budiman Sembiring. Menurut salah seorang warga yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan, kami disini pak sepertinya merasa bukan warga Negara Republik Indonesia. Oleh karena kurang pedulinya Pemerintah terhadap jalan yang ada di Kota Gunung Meriah ini padahal kota ini adalah merupakan tempat kelahiran serta tempat kami hidup tumbuh dan berkembang keluarga kami sejak dahulu para leluhur kami yang tetap setia membangun serta mempertahankan Negara RI ini kata warga. (Edy S/T.ES Sianturi)

Ibukota Kab. Rohil Belum Jelas
Rohil, Radar Nusantara Kabupaten Rokan Hilir merupakan pecahan dari Kab. Bengkalis pada tahun 1999. Sesuai dengan UU No. 53 tahun 1999 tentang penetepan ibukota Kab. Rokan Hilir di Ujung Tanjung belum terealisasi bahkan sampai saat ini sampai saat ini tidak jelas. Pasalnya, sejak dibentuk Kab. Rokan Hilir hingga saat ini kegiatan apapun termasuk perayaqan hari-hari besar seperti hari kemerdekaan RI, 17 Agustus, pelaksanaannya tetap di Bagan Siapi-api Kec. Bangko Jaya. Bahkan pelaksanaan peringatan Hari Jadinya (hari ulang tahun) Kabupaten Rohil selama 11tahun ini belum pernah di Ujung Tanjung. “Apakah UU No. 53 thn 1999 tentang penetapan ibukota Kab. Rohil di Ujung Tanjung dirubah, aau ibukota Kab. Rohil sudah menjadi hak peto Bagan Siapi Api, Kec- Bangko? Padahala yang diketahu publik maupun masyarakat, penetapan ibukota Kab. Rohil adalah di Ujung Tanjung”, ujar Aron Nababan, pengusaha toko sepatu AN Shoes di Jl. Sudirman Bagan Batu kepada RaNus baru-baru ini. Sembilan dari 13 kecamatan wilayah Kab. Rokan Hilir mengharapkan agar ibukota Rohil di Ujung Tanjung, seba selain strategis juga posisinya di tengah-tengah wilayah Kab. Rohil. Kesembilan kecamatan yang mengharapkan ibukota Ujung Tanjung jadi ibukota Ka. Rohil antara lain, Simpang Kanan,, Bagan Sinembah, Pujut, Tanah Putih, Kubu, Rimbo Melintang, Rantau Kopar, Bagko Pusako dan Rimbo Melintang. Setiap kecamatan tersebut selama 11 tahun ini dalam urusan sekecil apapun telah mengalami beban berat dengan mengeluarkan biaya perongkosan (transportasi) ratusan ribu rupiah ke Bagan Siapi Api khususnya Simpang Kanan dan Bagan Batu. Masyarakat telah merasakan selama 11 tahun berjalan. (S Muslim)

NTB Dapat Jatah Penyambungan 13.508 Pelanggan
Bali Nusa, Radar NusantaraPT PLN wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat jatah penyambungan 13.508 pelanggan pasang baru sebagai bagian dari program satu juta sambungan di seluruh Indonesia terkait peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-65 pada 27 Oktober 2010. Manajer Bidang Niaga PT PLN Wilayah NTB, Anggoro Tjiptoharto di Mataram, belum lama ini mengatakan, dari 13.508 pelanggan pasang baru itu sebanyak 11.058 di antaranya di PT PLN Cabang Mataram, cabang Sumbawa 1.500 dan 1.000 pelanggan untuk cabang Bima. “Dalam pelaksanaan program satu juta sambungan baru di seluruh Indonesia serangkaian peringatan HLN pada 27 Oktober 2010 seluruh pejabat PLN di berbabagai tingkatan akan turun ke lapangan untuk menyalakan sambungan listrik baru,” katanya. Pada pengoperasian listrik pasang baru itu, para pejabat PLN di semua tingkatan juga berdioalog dengan pelanggan sekaligus menjelaskan mengenai hak dan kewajibanya sebagai pelanggan serta bagaimana menghemat listrik. Ia mengatakan, pelayanan pasang baru tersebut didominasi oleh pelanggan rumah tangga yang mencapai 95 persen, selebihnya untuk pelanggan bisnis dan sosial, jadi program sejuta pelanggan baru untuk seluruh Indonesia itu diprioritaskan pelanggan rumah tangga dengan daya 450, 900 dan 1.300 volt ampere. Anggoro mengatakan, pihaknya bersyukur dengan adanya program satu juta pelanggan pasang baru tersebut, sekitar 10 persen dari 150.000 calon pelanggan yang masuk daftar tunggu bisa dilayani. “Pelanggan yang bisa dilayani hanya mereka yang telah lama masuk daftar tunggu dan di depan rumahnya sudah tersedia jaringan listrik,” kata Anggoro didampingi Deputi Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) wilayah NTB Amrullah. Ia mengakui ada beberapa calon pelanggan yang gagal dilayani, karena yang bersangkutan tidak memiliki biaya, sehingga terpaksa dialihkan ke calon pelanggan lainnya yang berada pada urutan berikutnya. Anggoro mengatakan, pelayanan pasang baru secara massal itu tidak mengganggu, karena daya yang digunakan hanya sekitar 500 kilo watt (KW) atau 0,5 mega watt (MW), sementara di pembangkit Sistem Lombok ada kelebihan sekitar 5 MW, sehingga masih ada 4,5 MW. “Karena itu pada pelanggan tidak perlu khawatir sehubungan dengan adanya penambahan pelanggan baru yang jumlahnya cukup banyak, karena masih ada kelebihan sekitar 4,5 MW, bahkan setelah sejumlah mesin pembangkit diperbaiki kelebihan daya pada beban puncak mencapai 15 MW,” ujarnya.(herman)

Radar Daerah

Minggu ke IV Oktober 2010

20

Biaya Pembuatan KTP Kilat Rp100.000
Bekasi, Radar NusantaraBelum lama ini dilaksanakan pembuatan KTP kilat di kelurahan Jatiasih, Kota Bekasi. Pelaksanaan pembuatan baru dan perpanjangan KTP itu disebut dengan program jemput bola.

Tono Bahtiar Ketua DPRD Sementara Gantikan Karda Wiranata
Karawang, Radar NusantaraDPRD Karawang akhirnya menetapkan secara resmi H. Tono Bachtiar, S.Ip sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPRD Sementara menggantikan H. Karda Wiranata yang telah ditetapkan sebagai Calon Bupati Karawang. Penetapan Tono Bachtiar sebagai Plt. Ketua DPRD Sementara tersebut dilakukan mekanisme Sidang Paripurna DPRD yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Kab. Karawang, Selasa (19/10). Menyikapi penetapan tersebut, Bupati Dadang S. Muchtar yang turut hadir dalam sidang mengatakan, dirinya atas nama pemerintah daerah mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras anggota DPRD yang dalam waktu singkat telah mampu menetapkan Plt. Ketua DPRD Sementara guna mengisi kekosongan yang ada. “Dengan dilantikan sdr. Tono Bachtiar, Insya Allah, tidak akan ada keterlambatan, kekurangan terhadap tugas-tugas yang harus dilaksanakan DPRD,” ujarnya. Terlebih saat ini, lanjut Bupati, DPRD tengah membahas KUA – PPAS, pembahasan anggaran tahun 2011, serta sejumlah raperda yang harus segera disusun dan diselesaikan tepat waktu. “Namun demikian, dengan sikap enerjik dan semangatnya, saya kira beliau akan mampu mengisi kekosongan yang ada,” imbuhnya. Di sisi lain menjelang diselenggarakannya Pemilukada tanggal 14 November 2010 mendatang, Bupati Dadang S. Muchtar juga mengingatkan seluruh elemen pemerintahan daerah, untuk tetap utuh dan menghilangkan sekat-sekat yang ada, khususnya terkait kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan, karena Pemerintah harus tetap eksis sebagai pelayan masyarakat. “Untuk itu, mari kita jaga kekompakan bersama, dan jangan saling menjelekkan, karena kita merupakan satu badan dalam pemerintahan,” tambahnya. Wakil Ketua II DPRD Karawang, Ir. Teddy Luthfiana, menjelaskan, berdasarkan peraturan yang ada, DPRD Karawang sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Fraksi PDI-Perjuangan terkait non aktifnya Ketua DPRD yang berasal dari fraksi tersebut. Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan dikirimkannya surat dari DPC PDIPerjuangan yang mengusulkan H. Tono Bachtiar, S.Ip sebagai pelaksana tugas Ketua DPRD. Sementara itu, dalam Pemilukada Karawang Tahun 2010, KPUD Karawang telah menetapkan Karda Wiranata yang berpasangan dengan Deden Darmansyah sebagai salah satu dari lima pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang dengan nomor urut 2. Pasangan lainnya adalah Eli Amalia – Endang Abdullah (No. 1), Sony Hersona – Dadang S. Muchtar (No.3), Ade Swara – Cellica Nurachdiana (No. 4), dan Endang Warsa – Agustia Mulyana (No.5). (HP)

DARI segi teknis, program tersebut memang sangat menguntungkan warga, namun yang mengecewakan adalah soal biayanya yang dinilai terlalu memberatkan yakni sebesar Rp100.000 per lembat KTP. Masyarakat justru mengharapkan keringanan biaya dari pemerintah koota (Pemkot) Bekasi tapi sebaliknya malah memberatkan. “Saya kira tadinya biayanya ringan atau gratis sehingga buru-buru saya ke kantor kelurahan ini, eeh malah sebaliknya mencekik. Cuma memperpanjang KTP saja dikenakan biaya Rp100.000, padahal kalau melalui RT/RW atau kecamatan paling saya bayar Rp10.000, ya sudah lebih baik saya pulang saja”, ujar salah seorang warga Jatiasih yang tak bersedia ditulis namanya ketika ditemui Radar Nusantara di depan kantor kelurahan

Jatiasih Sabtu (16/10) saat pelaksanaan pembuatan KTP kilat oleh petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bekasi. Sementara Ny. Sagala terpaksa membayarnya karena sangat butuh mendesak. “Dari pada menunggu bermingguminggu bahkan berbulan-bulan melalui RT/RW terpaksa saya bayar Rp100.000 yang penting langsung jadi”, imbuh Ny. Sagala sembari memperlihatkan kwitansi bukti pembayarannya. Sehubungan dengan hari libur bagi pegawai pemerintah sehingga hanya beberapa orang saja staf kelurahan yang ikut membantu melayani. Dari hasil pemantauan Radar Nusantara, proses pembuatan KTP dilakukan di dalam mobil dinas yang sudah disiapkan oleh petugas Dukcapil Kota Bekasi. Muliadi, salah seorang

petugas Dukcapil di lokasi mengatakan bahwa program ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu. Menurut dia, program ini berikut biayanya sebesar Rp100.000 per KTP dilaksanakan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) tahun 2007. “Perdanya dikeluarkan tahun 2007 tapi pelaksanaannya berjalan sejak 2008”, kata Muliadi. Menurut dia, program ini diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan KTP dengan secepatnya atau mendesak. “Jika memang tidak buru-buru dipakai tidak apa bisa melalui RT/ RW dan kelurahan”, katanya. Ia menambahkan bahwa di kecamatan dan dan di kantor Dinas Dukcapil juga melayani pembuatan KTP kilat dengan biaya sama yakni Rp100.000. Sementara salah seorang sumber menyebutkan bahwa program tersebut bukan ber-

dasarkan Perda melainkan peraturan walikota (Perwal). Berarti hal ini adalah merupakan kebijakan dari walikota pribadi bukan berdasarkan persetujuan dari DPRD. Yang menjadi pertanyaan, ada apa dan untuk apa walikota Bekasi, Mokhtar Muhammad mengeluarkan kebijakan yang memberatkan warga? Kemudian masyarakat juga mempertanyakan kenapa tidak ada keseragaman yang identik dengan percaloan alias jika pengen cepat bayar Rp100.000 dan kalau pengen lama silahkan melalui prosedur. Sehingga muncul paraduga masyarakat bahwa selama ini proses perpanjangan KTP sengaja diperlambat agar masyarakat beralih ke program system kilat (jemput bola). Dan sebaliknya masyarakat Kota Bekasi mempertanyakan kebenaran dari perda ataupun perwal tersebut. (BS)

Rumah Kumuh di Desa Bandar Gugung Memprihatinkan
terkesan oknum Kepala Desa yang kurang peduli terhadap warganya meskipun letaknya tepat didepan rumahnya. Padahal sebagai seorang oknum Kepala Desa sebenarnya adalah merupakan Presiden di Desanya namun hal ini seperti tidak mempedulikan akan nasib warganya demikian ujar Marihot Silalahi, BA kepada Wartawan. Menurut Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut mengatakan, sebenarnya selaku pemimpin di Desa Bandar Gugung sudah sepantasnya harus tanggap dengan keberadaan warga yang miskin didaerahnya terlebih lokasi letak tempat tinggal warga miskin tersebut tepatnya dipelupuk mata. Betapa ironisnya selaku orang nomor satu di Desa tersebut terkesan kurang peduli dengan kondisi seperti ini. Ketika semua orang yang berkunjung kedaerah seperti ini merasa sangat teriris dan tersayat serta merasa sedih akan melihat keadaan seperti ini. Sungguh tidak layak rasanya bangsa kita yang sebenarnya kaya dengan hasil bumi dan pertaniannya katanya. Ditambahkan Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut, sebenarnya cukup besar bantuan Dana dari Pemerintah Pusat maupun dari Propinsi dan Pemerintah Kabupaten disalurkan sampai kepelosok Desa yang ada didaerah ini. Dengan kata lain didapat dari rakyat dan dipergunakan sepenuhnya untuk rakyat seperti bantuan – bantuan untuk bantuan untuk rumah kumuh disetiap daerah pelosok, namun pada kenyataan yang kita lihat dilapangan selalu saja masih ada dilihat tidak sesuai dengan kenyataan yang diharapkan oleh Pemerintah Pusat maupun dari daerah ungkapnya. (Edy.S dan/ T.ES.Sianturi)

Bangun Purba, Radar NusantaraMasih banyak keberadaan warga miskin yang hidup dan berkembang di Desa Bandar Gugung Kecamatan Bangun Purba kondisinya yang memprihatinkan keberadaannya. Padahal letak bangunan rumah

kumuh tersebut terdapat dibeberapa rumah lainnya ditengah-tengah pemukiman warga yang mampu, sekali gus bertempat tinggal didepan rumah seorang oknum Kepala Desa Bandar Gugung. Dalam kondisi seperti ini

Air terjun Oehala merupakan obyek wisata yang terletak di Nusa Tenggara Timur.

Radar Daerah

Minggu ke IV Oktober 2010

21

Kajari Batam,
Batam, Radar Nusantara“Masih harus ditelusuri dan perlu akurat,proses hukum tetap berlanjut,dalam waktu dekat pasti ada tersangka”.
INTRUKSI kerja 90 hari yang diberikan oleh Kejaksaan Agung kepada Kajari Kota Batam Adhe Adyaksa untuk mengungkap kasus bansos belum memuaskan.ini berarti proses hukum di Kota Batam masih tergolong lamban dan ada dugaan kasus bansosgate sudah dipetieskan meskipun informasi yang beredar di media cetak bahwa kasus bansosgate sudah sampai di mejah penyidik Kejagung namun samapai sejauh ini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangkanya. Menururt info yang layak dipercaya dikalangan Kejagung, masalah Bansosgate tersebut sebenarnya sudah ditangani dan direspon oleh penyidik Kejagung, hanya saja banyak kasus yang belum terselesaikan seperti kasus BLBI dan Bank Century. Ada sekitar 5 Walikota, beberapa Bupati dan sekitar 265 pejabat daerah seluruh indonesia yang akan diperiksa Kejagung dan menjadi daftar tunggu KPK.beberapa pejabat Pemkot Batam juga menjadi

Kasus Bansosgate Tetap Berlanjut
target terkait dengan Bansosgate. ”ujar sumber. Adhe Adyaksa Kajari Kota Batam menegaskan” apapun yang terkait dengan masalah bantuan sosial Pemkot Batam tolong segera tanya ke saya,jangan kemana-mana nanti amburadul dan akan menjadi fitna.Kasus bansos tetap berlanjut.siapa bilang tetap di tempat?!” “Proses pemeriksaan seorang pejabat daerah memerlukan buktibukti yang akurat. Sekarang ini masih taraf penyidikan. Tersangka sudah dikantong kami,tinggal menambah bukti lagi.Pokoknya dalam waktu dekat sudah ada titik terang,”ujar Adhe Adyaksa ketika ditemui di kantornya.Thomas AE,Ketua LSM GEBUKI ( Gerakan Berantas Korupsi ) Provinsi Kepri dengan tegas memberi himbauan kepada Kajari Kota Batam.”tolong pak Kajari yang terhormat, sebagaimana diketahui oleh masyarakat,bahwa Kejaksaan bukan lembaga 86 dan lembaga transaksi perkara. Oleh karna itu. Masyarakat sangat mengharapkan penegakan hukum yang pro Keadilan, karena selama ini masyarakat sudah terkesan negative terhadap kinerja beberapa Kajari sebelumnya”, tegas Thomas yang terus memantau pergerakan kasus bansos Kota Batam. Selanjutnya dia katakan, ”Seriuslah menangani perkara Bansosgate ini.jangan hanya mengatakan bahwa sudah ada tersangka dan masih perlu bukti lagi.Waktu tetap berjalan dan masyarakat mengharap bukti nyata.kalau memang salah segera tangkap dan penjarakan. Tapi kalau tidak terbukti yach segera tutup kasus ini biar tidak menjadi kisruh di tengah-tengah masyarakat.”hal yang sama juga diutarakan Kabag Humas Pemkot Batam Yusfa Hendry.” saya sendiri sudah capek dan bosan pemberitaan di beberapa media cetak khususnya mingguan yang selaluh menulis mengenai Bansosgate Yusfa Hendri sudah mengatakan kepada koran ini tanyalah pemretmu maunya apa? Karna masalah bantuan sosial Pemkot Batam sudah diperiksa Kejaksaan. Biarlah Kejaksaan bekerja. Kami tetap membantu apabila diminta untuk memberikan kesaksian.Semua itu ada prosedurnya dan kami tetap welcome kalau kawan-kawan media ingin info dari saya seputar persoalan Bansos, saya akan jawab sesuai kapasitas saya sebagai Humas. Lebih dari itu,silakan tanya aja Kejaksaan,” jelas Yusfa. Memang kalau dilihat dari awal tentang proses kasus Bansos yang sebagian besar diperuntukan bagi Yayasan anak yatim piatu, mesjid dan organisasi sosial lainya. Dari mata Pos Anggaran Bantuan Sosial APBD Kota Batam tahun 2009 sebesar Rp 23 miliar.sekitar Rp 10,15 miliar diduga masuk ke kantong pejabat elite Pemkot Batam. Bahkan,ada dugaan terjadi juga pada mata anggaran Bansos APBD tahun 2007 sebesar Rp 54 miliar dan tahun 2008 sebesar 25 miliar. Semua masalah itu akan terungkap, apabila Kejaksaan Negeri Batam profesional dan serius menangani Bnsosgate ini. Masyarakat sendiri sudah pesimis dengan kinerja para aparatur hukum di indonesia.”Pak Adhe,buktikan bahwa Kejaksaan Kota Batam sanggup menuntaskan kasus bansosgate ini.anak yatim piatu,masjid,gereja,serta organisasi sosial lainnya akan mendoakanmu,bila sanggup menyelesaikan Bansosgate. (Fres)

Radar Ragam

Minggu ke IV Oktober 2010

22

BLM-PUAP Dipotong 10%

Tindak Tegas Anggota DPRD Ketua Gapoktan
Serdang Begadai, Radar NusantaraProgram BLM-PUAP yang diluncurkan oleh pemerintah pusat,melalui Depertemen Pertanian pada tahun 2008-2009 bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan tingkat penganguran. Melalui percepatan pertumbuhan dan perkembangan usaha agribisnis di perdesaan melalui gabungan kelompok tani(Gapoktan) yang ada di tiap desa mendapat bantuan BLM-PUAP RP 100 juta/desa ternyata menjadi suatu 1001 problem masalah yang timbul bagi petani petani yang ada didesa, disebabkan dana BLM-PUAP ini di pinjamkan kepada para petani dengan suku bunga yang berpariasi/bulannya, Buktinya, di desa sementara, pantai cermin kabupaten serdang bedagai terjadinya pemotongan 10% oleh ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan), kepada poktan poktan yg ada didesa sementara. Bukan saja terjadi pemotongan 10%, tapi dana bantuan BLM-PUAP ini dipinjamkan kepada petani miskin dengan suku bunga 2%/bulannya ketika ketua Gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang ada didesa sementara di kompirmasi pemotongan 10% dari poktan poktan yg ada didesa sementara untuk jasa gapoktan, pemotongan ini juga disaksikan oleh Bapak Rijal ritongah (kepala bagian BP4K)dan disaksikan juga oleh PMT serdang bedagai (bapak ardyansyah). Sedangkan didesa bengkel perbaungan,dana BLM-PUAP ini dipinjamkan kepada petani miskin 2,5 %/bulannya dan petani harus menyerahkan jaminan atau anggunan yang harus di sesuaikan dengan besar pinjaman yang diterima oleh petani miskin,dan juga terjadi di desa dolok masihul ketua gapoktannya dijabat seorang anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Serdang Bedagai di komisi B ada Rasdiaman Damanik, dana BLM-PUAP ini juga dipinjamkan kepada petani miskin dengan suku bunga 1,5%/bulan,sedangkan menurut Permentan No.16/permentan/OT.140/2/2008 Pasal 3 ayat 3 huruf C, pengelolah atau ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dimiliki dan harus dikelolah oleh petani itu sendiri. Untuk itu, diharapkan penegak hukum yg ada di sumatra utara,untuk menikdak tegas oknum oknom pejabat yg terlibat dalam pemotongan dana BLM-PUAP yg terjadi di serdang bedagai.dan menikdak tegas oknum anggota DPRD yg menyusahkan para petani miskin dengan dipinjamkankannya dana BLM-PUAP kepada petani dengan suku bunga yg mencapai 2%/bulannya,padahal pemerintah pusat sudah cukup untuk membuat program untuk kesejatraan untuk petani miskin yg ada di perdesaan tetapi sesampai di daerah petunjuk teknis yg di buat oleh mentri pertanian dikangkangi oleh pemerintahan daerah. (J. Ginting/T.ES Sianturi)

Banjir di Lingkungan GRIYA BEKASI PERMAI RT. 006/011 Desa Telajung Kec. Cikarang Barat Kab. Bekasi

BANJIR MENGHANTUI Perumahan Griya Bekasi Permai (GBP) Desa Telajung
Cikarang, Radar NusantaraSaat ini Warga Perumahan GBP selalu dihantui oleh banjir yang apabila hujan datang ataupun tidak hujan dikarenakan saluran pembuangan air / drainase nya yang kurang memadai.
UNTUK menampung jumlah debit air apabila terjadi hujan atupun air kiriman, hujan yang terjadi di daerah lain yang menggunakan saluran air yang sama padahal GBP mempunyai moto adalah Perumahan Bebas Banjir. PT. MITRA SEJATI PROPERTINDO Dianggap tidak ada usaha untuk menangani banjir, diduga terkesan tidak bertanggung jawab. PT. MSP selama ini hanya obral janji saja dalam mengatasi pencegahan banjir padahal sebagai pihak pengembang PT. MSP sudah seharusnya memberikan fasilitas dan pelayanan termasuk memberikan kenyamanan bagi warga perumahan Griya Bekasi Permai dalam hal Banjir ungkap ketua RT. 006/011 Bp. Gunawan. Sementara itu justru Bapak H. Acep Sunarya selaku Kepala Desa Telajung yang pada saat banjir senantiasa selalu siap dan respon menaggapi laporan dari warga Perumahan Griya Bekasi Permai, Insya Allah apabila anggaran dari propinsi sudah turun maka Kali Sadang akan dikeruk dan dibuatkan saluran untuk normalisasi saluran demikian ucapnya singkat dan jelas kepada media Radar Nusantara ditambahkan pula oleh dukungan ketua Karang Taruna Desa Telajung Bp. AA. Andi mohon agar kiranya PEMKAB Bekasi segera merealisasikannya agar dapat tercipta dan terlaksananya pengerukan kali sadang. Khususnya warga Rt. 006 / 011 sedang menggalakkan kerja bakti bersama membersihkan sampah sisa banjir serta memotong rumput /alang-alang. (Gunawan)

Lepas Sambut Camat dan Ketua Tim Penggerak PKK Cikarang Utara 21 Oktober 2010
datonya beliau mengatakan mari kita tingkatkan silaturahmi dan koordinasi peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dan saling bekerja sama bahu membahu sehingga dapat tercipta satu kebersamaan, lebih lanjut Bapak Karnadi meminta dukungan kepada jajarannya untuk melaksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab dan ikhlas demikian ungkapnya. Saat dikonfirmasi Radar Nusantara Bapak Karnadi ingin Kecamatan Cikarang Utara yang dipimpinbya meraih ADIPURA namun intinya adalah kebersihan Lingkungan, karna bersih itu adalah sehat dan bersih itu sebagian dari iman. Acara lepas sambut tersebut dihadiri oleh unsur Tripika. 11 kelurahan Kepala Desa seCikarang Utara yang diketuai H. Ibnu , tokoh masyarakat, LSM, dan organisasi FKPPI, Ibu-ibu PKK, serta ketua MUI Cikaranga Utara Bp. H. Ilyas. (Gunawan)

FAM UI: Gelar Pahlawan Tak Pantas Bagi Soeharto
Depok, Radar NusantaraPenolakan terhadap wacana pemberian gelar pahlawan bagi mantan Presiden Soeharto kembali datang dari kalangan mahasiswa. Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Indonesia (UI) mengaku menentang rencana tersebut meski belum akan menggelar aksi. Humas FAM UI Hafiyah mengatakan, Soeharto tidak pantas menerima gelar pahlawan sebab banyak kasus kekerasan di masa Orde Baru, hingga kini belum tuntas. Bahkan, kata Hafiyah, mahasiswa menyebutnya sebagai penjahat Hak Asasi Manusia (HAM). “Rencana aksi belum ada, tapi kami menolak rencana tersebut, pemberian gelar pahlawan sangat tidak pantas, Soeharto adalah penjahat HAM,” ujarnya kepada Okezone, Minggu (24/10/2010). Hafiyah juga menyebut Soeharto sebagai pewaris korupsi dan kebobrokan di segala bidang di Indonesia. Sayangnya, kata Hafiyah, warisan kesalahan Soeharto juga tidak mampu diselesaikan oleh pemerintahan yang dipimpin presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Soeharto adalah pewaris kerajaan korupsi, banyak kasus tidak tuntas,” jelasnya. FAM UI menyebutkan sejumlah kasus yang terjadi di masa orde baru adalah seperti kasus 27 Juli, Kedung Ombo, dan kasus korupsi. (jaya)

Gambar Bersama Camat Dan Ibu Beserta unsur Tripika

Radar NusantaraSerah terima jabatan Camat dari Bp Drs. Ali Syahbana MM. yang sekarang menjabat staff ahli bidang pembangunan kepada

Bapak Karnadi S Sos MM. yang dilakukan di PEMKAB Bekasi pekan kemarin berlangsung hikmat dan lancar dari awal penyambutan hingga pelepasan.

Baru-baru ini Camat Cikarang Utara Bp. Karnadi S Sos MM. menggelar acara lepas sambut dengan ketua Tim Penggerak PKK. Dalam pi-

Radar Ragam

Minggu ke IV Oktober 2010

23

KAWASAN WISATA BAHARI SERGAI

KURANG “INTEGRATED”
Sergai, Radar NusantaraPada umumnya kawasan Wisata Bahari yang terdapat diujung Lokasi Pinggiran Laut lepas Pantai Cermin Kabupaten Sergai dan sampai kepinggiran perbatasanPantai Kabupaten Batu Bara belum ada pihak Pengelola Kawasan Wisata Pantai yang memiliki wawasan lingkungan seperti membangun bentuk bangunan ciri khas bentuk bangunan rumah panggung.

Panda Nababan Laporkan Hakim Tipikor
Jakarta, Radar NusantaraAnggota Komisi III DPR, Panda Nababan, melaporkan lima hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kepada Mahkamah Agung. Mereka dilaporkan atas dugaan pemalsuan fakta dalam persidangan kasus cek perjalanan di balik terpilihnya Miranda Goeltom sebagai Deputi Senior Bank Indonesia. Panda mengaku kecewa saat majelis hakim menyebut bahwa dirinya sebagai koordinator pemberian cek senilai Rp 1,450 miliar. Atas laporan tersebut Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung Hatta Ali berjanji akan membentuk tim khusus untuk mempelajari kasus yang dilaporkan Panda Nababan tersebut . (tim)

ADAPUN bentuk rumah panggung tersebut disamping para pengunjung yang datang bersama dengan keluarganya hendak mandi air laut dengan membawa kenderaan roda empat, sekaligus dapat parkir dibawah rumah panggung tersebut dan sang suami yang telah kelelahan mengemudikan mobilnya hendak beristirahat

diatas rumah panggung tersebut merupakan tempat untuk menginap. Ketika anak istri sedang mandi-mandi dipinggir pantai tentunya sang suami yang tidak mungkin menunggui keluarganya yang sedang menikmati suasana pinggiran pantai. Disamping itu sebenarnya nilai bentuk bangunan yang diperlukan sangat sederhana yang terbuat dari pada bahan kayu misalnya disesuaikan dengan bentuk rumah dipinggir pantai meskipun dari atap nipah atau dari pada ijuk pohon Nira dsb. Dengan jumlah nilai sebuah bangunan Rp.10 juta saja sudah cukup untuk membangun satu buah rumah penginapan. Dan disamping itu perlu dibangun beberapa buah “Kolam Renang” air tawar, untuk ting-

katan anak-anak serta orang Dewasa. Adapun kegunaan dari pada Kolam Renang Air Tawar tersebut ketika para pengunjung telah selesai mandi air asin dapat kembali mandi dengan air tawar serta dibangunnya Toilet secara permanen dan kamar tempat berganti pakaian, pengadaan sarana hiburan dengan tetap memperhatikan penataan tanaman penghijauan dengan menciptakan suasana keindahan, kenyamanan, keamanan bagi para pengunjung. Kemudian dari segi pelayanan untuk para pengunjung ketika menikmati makanan yang ada dikenakan dengan tarif yang Ekonomis atau tidak terlalu mahal. Sehingga bagi para pengunjung yang datang ketempat lokasi Wisata tersebut terkesan betah untuk berlamalama menginap.Adapun pada

umumnya para pengunjung yang datang sudah terlalu penat dengan segala macam permasalahan yang dihadapi diluar sana sehingga kini saatnya tempat untuk memberikan ketenangan dengan menikmati suasana dipinggiran Pantai dengan desir ombak, serta angin yang berhembus. Dan pada umumnya pengunjung yang mengenderai kenderaan roda empat merasa lelah justru itu, berkeinginan untuk menginap beberapa hari misalnya. Seandainya kondisi seperti ini dapat terwujud secara Otomatis para Pengunjung tidak hanya berdatangan dari Dalam Negeri, bahkan banyak pengunjung yang berdatangan dari Luar Negeri. Hal ini akan menyebabkan dapat menambah Devisa Negara dari Pariwisata. (Edy S/T.ES Sianturi)

PLN Tangani 23.000 Pelanggan KLP Sinar Rinjani
Bali Nusa, Radar NusantaraPT PLN (Persero) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menangani 23.000 pelanggan eks Koperasi Listrik Pedesaan Sinar Rinjani Lombok Timur yang hingga kini belum terlayani karena masih minimnya persediaan daya listrik. Manajer Bidang Niaga PT PLN (Persero) wilayah NTB, Anggoro Tjiptoharto di Mataram, belum lama ini mengatakan bahwa mutasi pelanggan eks Koperasi Listrik Pedesaan (KLP) Sinar Rinjani Lombok Timur yang tersebar di 42 desa pada sembilan kecamatan itu akan diselesaikan pada 2011. “Awal 2011 seluruh pelanggan akan menjadi pelanggan PLN, saat ini kami sedang memperbaiki dan menambah satu jaringan, karena fasilitas eks KLP Sinar Rinjani yang masih ada tidak memenuhi persyaratan teknis,” katanya. Ia mengatakan, saat ini penyelesaian pembangunan jaringan sudah mencapai 80 persen, termasuk penambahan satu `penyulang` (sistem jaringan distribusi) yang diharapkan pada akhir 2010 semunya sudah siap. Menurut dia, para pelanggan eks KLP Sinar Rinjani Lombok Timur yang menjadi pelanggan PLN harus mendaftar sebagaimana yang berlaku pada pasang baru, artinya mereka harus membayar biaya sesuai dengan tarif yang berlaku untuk pelanggan baru. Anggoro mengatakan, dengan masuknya 23.000 pelanggan eks KLP Sinar Rinjani tersebut tidak akan menimbulkan masalah, karena ketersediaan daya listrik pada 2011 sudah mencukupi, bahkan ada kelebihan sekitar 15 mega watt (MW). Cadangan daya listrik akan lebih banyak lagi karena pada 2011 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di Jeranjang Lombok Barat berkapasitas 25 MW mulai beroperasi. “Karena itu pada 2011 kami akan melayani sekitar 50.000 calon pelanggan baru, sehingga secara bertahap 150.000 calon pelanggan yang masuk daftar tunggu bisa dilayani,” katanya. PLN Wilayah NTB menargetkan seluruh calon pelanggan yang masuk daftar tunggu itu bisa dilayani pada 2013, karena pada akhir 2012 akan ada tambahan daya 50 MW asalkan anggaran yang diperlukan untuk pembangunan pembangkit tersedia. “Karena itu calon pelanggan yang belum mendapat kesempatan diharapkan tetap bersabar. Kami akan terus berupaya agar seluruh calon pelangan bisa menikmati aliran listrik,” katanya. (agung)

Kepri Dicurigai Lokasi Perdagangan Senpi
yang digunakan komplotan perampok di Medan. “Setelah kita melakukan pengujian, senjata api yang disita mirip dengan senjata api yang ditemukan dan digunakan perampok di Medan. Senjata yang diuji itu jenis Glory buatan Belgia, sementara dua lagi jenis FN kaliber 9 mm dilengkapi magazine yang digunakan pelaku perampokan ATM di UBH yang berhasil di amankan polisi saat baku tembak,” katanya. Saat ini pihak polisi sedang menelusuri asal senjata ini, sampai bisa jatuh ke tangan perampok. “Terkait letak geografinya, Kepri kami curigai asal senjata illegal ini,” ungkapnya. Sementara berkas kasus perampok ATM ini sudah dilimpahkan pada Kejari Padang, tapi baru berkas awal sebagai bahan untuk dipelajari Jaksa. (robinson)

Kepri, Radar NusantaraPolda Sumatera Barat mencurigai asal senjata para perampok ATM Padang dijual di pasar gelap di Kepulauan Riau. “Meski sudah melakukan pengawalan yang ketat bukan berarti senjata tak bisa

masuk, karena di Riau memiliki banyak kepulauan, bisa saja itu sebagai ajang perdagangan senjata api illegal dari luar negeri,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Kawedar kepada wartawan baru-baru ini. Hal itu, menurut Kawedar

masih tahap prediksi dan ia belum memiliki bukti yang kuat. Karena hasil uji balisitik senjata api yang digunakan komplotan perampok mesin ATM di Universitas Bung Hatta (UBH) Padang beberapa waktu lalu, mirip dengan

Ramaikan Blantika Musik
Jakarta, Radar Nusantara Dengan talenta yang dimilikinya membuat Gracia Indri yang selama ini dikenal pemain sinetron, kini merambah ke dunia tarik suara. Unikny, Gracia Indri tidak sendiri, melainkan ditemani oleh
Nyambung Ke Hal......12

Gracia Indri

Bunga Citra Lestari
Jakarta, Radar NusantaraSiapa lagi yang tidak mengenal arts cantik Bunga Citra Lestari (BCL). Pada usia yang relatif muda, BCL telah berhasil menorehkan prestasi sebagai seorang penyanyi idola di blantika hiburan, tak hanya di dalam negeri tapi juga sampai ke mancanegara khusnya Malaysia. Ia mengawali karir sebagai pemain sinteron, namun BCL justru berkibar lewat album berjudul Cinta Pertama. Single-single dalam dua albumnya mencetak platinum dan bertengger di jajaran pertama tangga lagu tanah air. BCL putri pasangan Muchlis Rusli dan Emmy Syarif, menghabiskan masa kecil berpindah-pindah di berbagai kota. Berkat itu pula, Bunga kanak-kanak yang berpenampilan tomboy dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Masa SMP dia habiskan di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Lepas itu, dara kelahiran Jakarta, 22 Maret 1983, pindah ke Jakarta. Di Jakarta, Bunga memilih karir di dunia modeling dan belajar di

Sukses Dari Karir Menyanyi
sekolah modeling John Casablanca. Suatu hari dia mengantar temannya ikut kasting iklan produk sakit kepala. Akhirnya ia dibujuk agar ikut kasting. Tak dinyana, malah ia yang terpilih membintangi iklan tersebut. Dari situ, ia mulai menjelejah dunia sinetron. Wajahnya tampil dalam sinetron seri ABG, Senandung Masa Puber, Dari Temen Jadi Demen dan Penjaga Hati. Dari perannya di sinetronsinetron inilah publik mulai melirik dirinya. Rupanya Bunga menyimpan keinginan lain, yakni bernyanyi. Sejak kecil, bungsu dari dua bersaudara ini memang hobi bernyanyi. Kesempatan akhirnya datang dari manajemen Pas Band. Dia berduet dengan PAS Band yang merupakan awal kariernya di dunia musik. Dalam sebuah soundtrack film Dealova, manajemen yang menyukai karakter suaranya lantas meminta Unge, sapaan akrab Bunga membawakan lagu berjudul Saat Kau Pergi. Ternyata vokal Bunga mencuri perhatian publik. Ia kemudian berlatih vokal bersama Elfa Secoria untuk mematangkan vokal sebelum masuk dapur rekaman. Bunga mengeluarkan lagu yang menjadi hits berjudul Sunny ciptaan Dewiq dalam sebuah album berjudul Cinta Pertama. Album yang sama juga mengisi soundtrack album untuk film Cinta Pertama. Hampir semua lagunya di album Cinta Pertama mendapat sambutan pendengar. Singlesinglenya, seperti Aku Tak Mau Sendiri, Cinta Pertama (Sunny) laris manis di pasaran. Album solo perdananya terjual hingga 75 ribu kopi dalam dua minggu. Dalam album “The Best of Ari Lasso” , Bunga berduet dengan Ari Lasso dan berhasil mencetak hits lewat lagu Aku dan Dirimu. Alhasil, namanya kian melambung. Setelah berperan bersama dalam sinetron ABG, BCL sempat berpacaran dengan Hengky Kurniawan. Ia juga pernah disebut berada di balik perceraian Ariel, vokalis Peterpan. Namun semua gosip pupus saat BCL menggandeng kekasih barunya, Ashraf Sinclair. Ashraf adalah aktor asal Malaysia keturunan Melayu-Inggris sekaligus putra seorang miliarder. Hubungan mereka mulai terendus saat foto-foto yang menampilkan kemesraan keduanya ketika berlibur
Bersambung ke Hal......12

Dapatkan di Mall-mall Terdekat di Kota Anda

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->