Anda di halaman 1dari 2

Pada praktikum kali ini akan dibuat sediaan buffer tris.

Buffer Tris banyak digunakan sebagai penyangga pH dalam media biologis selama kurang lebih tiga puluh lima tahun. Sifat dari buffer tris ini adlah tidak hydroscopic, mudah larut dalam air, tersedia dalam kemurnian
tinggi, tidak dapat mengendapkan garam kalsium, stabil dalam bentuk larutan di suhu kamar selama berbulanbulan, dan umumnya tidak mengganggu sistem enzim. Tris (dengan HCl) memiliki kapasitas buffer sedikit basa dalam kisaran 7-9,2. Tris memiliki pK a 8.06 pada 25 C. PK a menurun sekitar 0,03 unit per derajat Celcius kenaikan suhu. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pH yang relatif dramatis ketika ada pergeseran dalam suhu larutan.

Langkah untuk membuat buffer tris HCL yaitu dengan melarutkan 1,114gr tris dalam 100 ml Aquadest. Digunakan aquadest sebagai pelarut karena sifat dari buffer tris yang mudah larut dalam air, selain itu juga ini dapat meminimalisasi biaya ekonomi dalam hal pemilihan pealrut. Setelah dilarutkan dalam 100 ml aquadest, larutan tersebut dihitung phnya dengan menggunakan ph meter. Ph meter adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH (kadar keasaman atau alkalinitas) ataupun basa dari suatu larutan (meskipun probe khusus terkadang digunakan untuk mengukur pH zat semi padat). pH meter yang biasa terdiri dari pengukuran probe pH (elektroda gelas) yang terhubung ke pengukuran pembacaan yang mengukur dan menampilkan pH yang terukur. Prinsip kekrja dari alat ini yaitu semakin banyak elaektron pada sampel maka akan semakin bernilai asam, begitu pun sebaliknya untuk basa karena batang pada pH meter ini berisi larutan elektrolit yang lemah. pH meter dapat digunakan juga untuk analisis kimia kuantitatif. Sebelum ph meter digunakan, alat tersebut harus dikalibrasi terlebih dahulu Seiring dengan jumlah pemakaian dan pengaruh dari lingkungan banyak dari alat menjadi tidak sensitif bahkan hasil pengukuran menjadi tidak akurat. Diperlukan kalibrasi alat ukur ph meter tersebut untuk menjamin nilai kebenaran alat tersebut. . Kalibrasi merupakan bagian dari pemeliharaan alat, yang bertujuan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran dari alat tersebut dapat diterima dan masuk dalam rentang validasi yang diperlukan.

Dalam perangkat pHmeter, komponen alat yang paling menentukan akuran pengukuran adalah elektroda gelas. Oleh karena itu, pemeliharaan berpusat pada elektroda. a. Pastikan bahwa selama tidak digunakan, elektrode harus tercelup ke dalam larutan KCl atau NaCl jenuh. b. Meskipun tidak digunakan, cek secara berkala kalibrasinya dengan cara yang sama seperti di atas. c. Setelah digunakan, pastikan elektrode bersih dari bahan yang telah diperiksa pHnya. d. Pastikan alat pHmeter dalam kondisi bersih dan kering setelah digunakan. e. Untuk menghindari kerusakan karena kesalahan pemakaian, ikuti manualnya apabila akan menggunakan.

f. Pastikan alat dalam keadaan off setelah digunakan.

Kalibrasi umumnya dilakukan setidaknya dengan dua macam cairan standard buffer yang sesuai dengan rentang nilai pH yang akan diukur. Untuk penggunaan umum buffer pH 4 dan pH 10 diperbolehkan. Dalam penggunaan pH meter ini, tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu zat ditentukan berdasarkan keberadaan jumlah ion hidrogen dan ion hidroksida dalam larutan. Ini dapat dinyatakan dengan persamaan : pH = -log [H+] pOH = -log [OH-] pH = 14 pOH keuntungan dari penggunaan pH meter dalam menentukan tingkat keasaman suatu senyawa adalah pemakainnya bisa berulang nilai pH terukur relatif cukup akurat dalam praktikum ini kalibrasi dilakukan dengan cara membilas ph meter tersebut menggunakan aquades dan dicelupkan pada larutan yang memiliki ph 7, sehingga dapat diamati phnya apakah alat tersebut telah terkalibrasi dengan baik. Didapatkan ph larutan tris tersebut sebesar 9, ini mengindikasikan bahwa tris merupakan zat yang bersifat basa yang harus dinetralkan dengan asam untuk mencapai ph yang diinginkan. Kemudian ditambahkan hcl sedikit demi sedikit hingga ph-nya mencapai ph yang diinginkan yaitu 6,8.
Kaliberasi pH meter memang sebaiknya dilakukan menggunakan 3 buffer yaitu buffer asam (biasanya ph 4), buffer netral (pH mendekati 7, kadang ada yang tidak pas 7), buffer basa ( pH sekitar 10. Ph ditentukan sebesar 6,8 yang bertujuan agar buffer dapat menjaga protein

cacing yang akan diisolasi tidak terdenaturasi. Setelah ph mencapai 6,8; larutan tersebut kemudian ditambahkan aquadest hingga volumenya mencapai 200ml. Proses pelarutan tris tidak kangsung dilarutkan dalam 200ml aquadest di langkah awal, karena apabila tris ditambah dengan aquadest sebanyak 200 ml, volume akhir larutan tidak akan tepat 200ml. Hal ini diakibatkan oleh penambahan zat(tris) dan hcl yang akan memperbesar/meningkatkan volume larutan buffer tersebut.