Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PEMERIKSAAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH JERUK

KELOMPOK 1 KLOTER 1 YULLY TRESNAWATI BASIR TOTOH SITI MUTOHAROH EL ROSALINA BURDAH ISTI NURWAHYUNI VENNY TRI HARLANI HISNA ADILLA RIZKA RAHMAHARYANTI NITA SRI MULYANTINI G1D010001 G1D010002 G1D010003 G1D010004 G1D010005 G1D010006 G1D010007 G1D010008

ASISTEN: TATI HARDIYANI G1D009007

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN PURWOKERTO 2011

I. JUDUL Pemeriksaan Kadar Vitamin C pada Buah Jeruk II. TANGGAL PRAKTIKUM Praktikum biokimia 1, blok Nutrisi dilaksanakan pada tanggal 10 November 2011. III. TUJUAN Adapun tujuan dari praktikum biokimia 1 adalah sebagai berikut : 1. Mengukur dan mengetahui kadar vitamin C dalam jeruk 2. Menjelaskan nilai vitamin C yang terkandung dalam jeruk IV. DASAR TEORI Vitamin C (asam askorbat) merupakan mikronutrien penting yang diperlukan untuk fungsi metabolisme normal tubuh. Manusia dan primata lainnya tidak memiliki kemampuan untuk mensintesis vitamin C sebagai hasil dari mutasi dalam pengkodean gen untuk L-gulonolactone oksidase, suatu enzim yang diperlukan untuk biosintesis vitamin C melalui jalur asam glukuronat. Jadi, vitamin C harus diperoleh melalui diet. Vitamin C banyak terdapat dalam buah segar, khususnya dalam buah jeruk, dan sayuran. V. PRINSIP KERJA

VI. ALAT DAN BAHAN 1. Alat a. Blender b. Pisau c. Talenan d. Saringan e. Pipet Tetes f. Tabung Ukur g. Buret h. Statif i. Labu erlenmeyer 2. Bahan a. Larutan Yodium 0,01 N b. 1 buah Jeruk Sunkist c. Amilum 1% VII. CARA KERJA 1. Buah jeruk dipotong menjadi bagian-bagian kecil, lalu diblender. Kemudian hasilnya disaring sehingga sari buah yang bening terpisah dari serat jeruknya. 2. Sari buah jeruk yang sudah terpisah diambil sebanyak 12,5 ml dengan menggunakan tabung ukur. 3. Memasukkan 12,5 ml sari buah jeruk ke dalam labu erlenmeyer 4. Menambahkan 2 tetes amilum 1% 5. Sari buah jeruk yang telah ditetesi amilum, dititrasi oleh larutan yodium 0,01 N dengan menggunakan buret. 6. Sebelum sari buah jeruk dititrasi, melakukan pengecekan berapa banyak volume larutan yodium pada buret yang tersedia 7. Memulai titrasi 8. Pada saat melakukan titrasi, memperhatikan perubahan warna biru pada sari buah jeruk yang telah ditambah amilum

9. Ketika perubahan warna biru diperoleh, titrasi dihentikan, kemudian mengecek berapa volume yodium yang digunakan hingga menghasilkan warna biru pada sari buah jeruk. VIII. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Percobaan Jumlah yodium yang digunakan untuk menghasilkan perubahan warna biru pada sari buah jeruk sebanyak 49,7 ml

Jadi, dalam 1ml sari buah jeruk terdapat 6, 7592 mg vitamin C. 2. Pembahasan Hasil perhitungan pada percobaan kadar vitamin C pada sari buah jeruk sunkist menunjukkan adanya kadar vitamin C sebesar 6,76 mg/ml sari buah dimana yodium yang diberikan sebesar 49,7 ml. Penambahan yodium sebesar 49,7 ml ini belum menunjukkan warna biru pada indikator amilum yang terkandung dalam sari buah. hal ini terjadi karena adanya hambatan dari alat yang digunakan dan jumlah yodium yang terbatas. Untuk mengatasi masalah tersebut, konsentrasi pada yodium dan amilum ditambahakan hingga pada konsentrasi lebih tinggi dari sebelumnya. Peningkatan konsentrasi ini pada akhirnya menunjukkan adanya perubahan warna pada sari buah.

IX. KESIMPULAN Jadi, percobaan yang dilakukan untuk mengukur kadar vitamin C pada sari buah jeruk sunkist ini tinggi terbukti dari adanya pemberian larutan yodium yang cukup besar. Selain itu hal ini juga membuktikan adanya larutan yodium yang mampu mengoksidasi vitamin C pada sari buah sebagai tolak ukur dari kadar vitamin C yang terkandung.

X. DAFTAR PUSTAKA Ahmad, Raus et al. (2001). Lowering of lipid composition in aorta of guinea pigs by Curcuma domestica. BMC Complementary and Alternative Medicine. 1:6. Armstrong, Frank B. (1995). Buku Ajar Biokimia. Edisi ketiga. EGC: Jakarta Darmayasa, I. B. G. (2008). Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Pendegradasi Lipid (Lemak) Pada Beberapa Tempat Pembuangan Limbah Dan Estuari DAM Denpasar. Jurnal Bumi Lestari, 8, 2, 122-127. Gilvery, Goldstein. (1996). Biokimia Suatu Pendekatan Fungsional. Edisi 3. Airlangga University Press: Surabaya Harper, et al. (1980). Biokimia (Review of Physiological Chemistry). Edisi 17. EGC: Jakarta Riawan, S. (1990). Kimia Organik. Edisi 1. Binarupa Aksara: Jakarta

XI. LAMPIRAN