Anda di halaman 1dari 26

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Singkat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Kapten A.Rivai Palembang Pada tanggal 16 Desember 1895 kira-kira pada abad XIX. Seorang putra pribumi bernama Raden Wiriatmadja dan kawan-kawan melakukan suatu kegiatan perbankan dengan jalan mendirikan De Poerwokertosche Hulpen Spaar Bank de Inladshe Hoofden (Bank Priyai Poerwokerto). Tahun 1896 W.P.D de Wolf Van Westerrode, Asisten Residen Purwokerto yang menggantikan E. Sieburgh bersama A.L Schiff mendirikan De

Poerwokertosche Hulp Spaar en Landbouw Credirt Bank sebagai kelanjutan De Poerwokertosche Hulpen Spaar Bank de Inladshe Hoofden . Pada tahun 1898 dengan bantuan pemerintah Hindia Belanda dimana-mana didirikan Volksbank atau Bank Rakyat. Awal abad XX Volksbanken tersebut mengalami kesulitan sehingga pemerintah Hindia Belanda ikut campur tangan dalam perkembangan perkreditan rakyat den sejak tahun 1904 didirikan Dients der Volkscrediet wesen (Dinas Perkreditan Rakyat) yang membantu Volksbanken dalam memberikan tambahan modal, bimbingan, pembinaan dan pengawasan sehingga perkreditan mulai tahum 1904 berubah menjadi Regerings Zong (Tugas Pemerintah). Dalam tahun 1912 dengan Stbl. 1912-393 didirikan suatu lembaga berbadan hukum dengan nama Centrale Kas yang berfungsi sebagai Bank Sentral bagi Volksbanken pada umumnya termasuk Bank Desa.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

10

Sebagai akibat krisis internasional atau resesi ekonomi dunia pada tahun 1929 hampir semua Volksbanken mengalami kesulitan hingga tugas dan kewajiban diambil alih oleh sentral kas. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka pada tahun 1934 dengan Stbl. 1934-82 didirikan Algemeene Volks Crediet Bank (AVB) yang berstatus badan hukum Eropa. Modal utama berasal dari likuiditas central kas, ditambah dengan kekayaan besih Volksbanken tersebut. Pada zaman kependudukan Jepang berdasarkan Undang-Undang No. 39 tanggal 3 Oktober 1942 Algemeene Volks Crediet Bank di pulau Jawa diganti namanya menjadi Syomin Ginko (Bank Rakyat). Setelah proklamasi kemerdekaan Reublik Indonesia 17 Agustus 1945, maka dengan peraturan pemerintahan No. 1 tanggal 22 Februari 1946 ditetapkan berdirinya Bank Rakyat Indonesia yang merupakan Bank Pemerintahan RI. Jadi Bank Rakyat Indonesia inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya BRI di Indonesia. Setelah beberapa lama beroperasi, berdasarkan keputusan pemerintah untuk memenuhi tuntutan perekonomian dan perdagangan maka Bank Rakyat Indonesia membuka cabangnya diseluruh Indonesia. Salah satu cabang dari cabang Bank Rakyat Indonesia tersebut adalah Bank Rakyat Indonesia Cabang Kapten A.Rivai Palembang, yang kemudian berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7/1992 tentang perbankan, maka diubahlah nama BRI tersebut menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Kapten A.Rivai Palembang yang pada saat itu dipimpin oleh Cornellius T. Parassa yang mempunyai karyawan sebanyak 108 orang yang terdiri dari 57 orang di kantor cabang dan 32 orang di kantor unit dan 19 orang karyawan kontrak. Sekian banyak perubahan yang telah dilakukan dan sekarang PT. Bank Rakyat

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

11

Indonesia (Persero), Tbk Cabang Kapten A. Rivai Palembang telah dipimpin oleh Bapak Djuandi sebagai pimpinan cabang dan bapak M. Candra Utama sebagai Manajer Operasional. Selain itu PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Kapten A. Rivai Palembang dijalankan oleh banyak karyawan yang telah ahli dan profesional pada bidangnya. 2.2 Deskripsi Jabatan Untuk memperjelas struktur organisasi, maka penulis menguraikan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : 1. Pemimpin Cabang a. Selaku pimpinan tertinggi di kantor cabang, pimpinan cabang mengkoordinir seluruh kegiatan agar terarah dan dapat mencapai target yang telah ditetapkan. b. Sebagai wakil direktur kantor pusat untuk aktivitas bisnis Bank Rakyat Indonesia di wilayah kerjanya dan bertanggung jawab terhadap terlaksananya prinsip-prinsip dan prosedur bisnis kerja. 2. Pejabat Internal Control (PIC) Merupakan pejabat yang bertugas mengontrol pekerjaan karyawan PT. BRI (Persero), Tbk setiap harinya. 3. Manajer Operasional Merupakan pejabat yang berada setingkat di bawah pimpinan cabang, bertugas untuk mengelola semua kegiatan operasional bank.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

12

4. Manajer Pemasaran Merupakan pejabat yang berada setingkat di bawah pimpinan cabang, bertugas untuk merecanakan, mengorganisisr dan mengelola serta melaksanakan pemberian kredit kepada setiap nasabah. 5. Pimpinan Cabang Pembantu (Pincapem) Merupakan pejabat yang berada setingkat di bawah manajer pemasaran, bertugas sebagai pembantu manajer pemasaran atau orang kedua dari manajer pemasaran yang bersifat membantu tugas manajer pemasaran. 6. Manajer Bisnis Mikro (MBM) Membuat Rencana Kerja Anggaran (RKA) PT. BRI (Persero), Tbk unit sewilayah kerjanya untuk mencapai target bisnis yang telah ditetapkan serta menetapkan strategi bisnis. a. Berdasarkan analisis pesaing yang telah dilakukan untuk meningkatkan dan menguasai bangsa pasar mikro. b. Pengembangan bisnis PT. BRI (Persero), Tbk unit di wilayah kerjanya untuk mencapai laba yang maksimal dan

mengevaluasi/memonitor bisnis PT. BRI (Persero), Tbk unit di wilayah kerjanya untuk mengetahui positioning PT. BRI (Persero), Tbk unit dibandingkan bank pesaing. c. Melakukan cross selling untuk mendukung sinergi bisnis PT. BRI (Persero), Tbk. d. Pembinaan nasabah dan PT. BRI (Persero), Tbk unit (kunjungan ke nasabah, pembrantasan tunggakan, pemasukan daftar hitam,

penyelamatan kredit melalui 3R (restructuring, reconditioning,

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

13

rescheduling) memotivasi dan memberikan petunjuk teknis kepada ka. unit dan mantra dalam meningkatkan atau memperbaiki keragaan unitnya,dan lain-lain). e. Mengusulkan dan merekomondasi reward dan punishment dengan mengacu pada sistem penghargaan yang telah ditetapkan dan melaksanakan waskat bidang logistik wilayah kerjanya untuk mengeliminasi terjadinya penyimpangan. 7. Account Officer (AO) Memiliki tugas sebagai berikut : a. Melakukan negosiasi dengan debitur dalam rangka menyusun struktur dan tipe kredit sesuai dengan batas kewenangannya. b. Bertindak sebagai pejabat pemrakarsa (penganalisa, pengevaluasi dan perekomondasi) kredit. c. Menyampaikan masalah-masalah yang timbul dalam pelayanan debitur kepada atasannya untuk diselesaikan dengan unit kerja terkait. d. Melaporkan situasi dan kondisi bisnis debitur baik yang masih lancar maupun memburuk serta memberikan usul, saran pemecahan atau penyelesaian. e. Melaksanakan fungsi penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah bila ditunjuk untuk menangani kredit bermasalah. f. Memahami account yang di backup nya sesuai dengan yang ditentukan oleh atasannya. g. Membantu pembinaan kredit-kredit putusan kantor wilayah/kantor pusat.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

14

8. Administrasi Kredit (ADK) Memiliki tugas sebagai berikut : a. Mengerjakan Prosedur Pemberian Kredit (PPK) Bisnis-Ritel, Surat Edaran (SE) dan sebagainya sehubungan dengan adanya perubahanperubahan. b. Mengusahakan agar kebijakan dan prosedur perkreditan di dalamPPK Bisnis-Ritel, SE dan lain-lain dilaksanakan secara konsisten, efektif dan efisien. c. Membantu dalam menafsirkan dan menerapkan kebijakan, Kebijakan Umum Perkreditan (KUP) PT. BRI (Persero), Tbk, Prosedur Pemberian Kredit (PPK) Bisnis-Ritel dan SE. d. Menjamin pendelegasian wewenang memutus kredit telah

dilaksanakan sesuai aturan. e. Menerima usulan Putusan Delegasi Wewenang Kredit (PDWK) dari kantor cabang/kantor wilayah untuk diteruskan kepada pejabat pemutus untuk mendapatkan putusan. f. g. Meneruskan PDWK yang telah diputus kepada unit kerja pengusul. Memastikan bahwa para pejabat kredit lini memutus krdit sesuai dengan PDWK yang telah diberikan. h. Menyajikan data-data untuk kepentingan Pimpinan Wilayah (Pinwil)/Pimpinan Cabang (Pinca) secara periodik guna memantau dan mengevaluasi kualitas penggunaan PDWK putusan kantor

wilayah/kantor cabang.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

15

9. Supervisor Memiliki tugas sebagai berikut : a. Mengelola dan memproses kegiatan yang berlangsung di perusahaan. b. c. d. Memastikan keefisien kerja bawahan. Memantau dan mengevaluasi cara kerja karyawan. Mengmbil keputusan sesuai dengan batasan jabatannya.

10. Account Officer Commercial a. Membuat Rencana Pemasaran Tahunan (RPT) pengkreditan atas sektor yang dikelolanya guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan. b. Mengelola account yang sesuai batas-batas yang ditetapkan untuk mencapai pendapatan yang optimal bagi kantor cabang. c. Menyampaikan masalah-masalah yang timbul pada atasannya dalam pelayanan debitur untuk diselesaikan dengan unit kerja terkait. d. Sebagai anggota Tim Penyelamat dan penyelesaian kredit bermasalah di kantor cabang dalam rangka penyelamatan dan penyelesaian kredit. 11. Account Officer Program Memiliki tugas sebagai berikut : a. Membuat program akuntansi yang baik yang akan dioperasikan oleh pegawai bank. b. Mengontrol program akuntansi yang telah ada.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

16

c.

Menjaga kebaikan dan kelayakan program akuntansi yang digunakan.

12. Account Officer Consumer a. Membuat RPT Kredit Pegawai Tetap (Kretap) atau Kredit Pensiunan (Kresun) dan bertanggung jawab atas tecapainya dalam mencapai RKA yang telah dicapai. b. Melakukan analisis terhadap debitur potensial secara kolektif untuk mengukur tingkat resiko kredit secara intensional guna menciptakan portofolio kredit yang menguntungkan. c. Melakukan penagihan angsuran debitur, khususnya pada saat pembayaran gaji pada instansi/perusahaan untuk mengelola kepastian pembayaran. d. Meneliti kebenaran dokumen yang dipersyaratkan pada

Kretap/kresun, sesuai keaslian surat keputusan, daftar gaji, dan lainlain untuk mengurangi resiko kredit. e. Bertindak sebagai pejabat pemrakarsa kredit.

13. Funding Officer Memiliki tugas sebagai berikut : a. Menyusun rencana pemasaran tahunan berdasarkan target yang telah ditetapkan oleh pemimpin cabang sebagai pedoman kerja. b. Menyusun rencana kerja tiga bulanan dan bulanan berdasarkan rencana kerja tahunan yang telah ditetapkan.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

17

c.

Mewakili PT. BRI (Persero), Tbk dalam negosiasi dengan calon nasabah penyimpan sesuai batas kewenangannya.

d.

Melakukan kegiatan pemasaran produk dana dan jasa dengan cross selling untuk mengoptimalkan bisnis PT. BRI (Persero), Tbk.

14. Asisten Manajer Penunjang Bisnis Memiliki tugas sebagai berikut : a. Membantu manajer bisnis dalam pembuatan RKA PT. BRI (Persero), Tbk unit sewilayah kerjanya untuk mencapai target bisnis yang telah ditetapkan serta menetapkan strategi bisnis berdasakan analisis pesaing yang telah dilakukan untuk meningkatkan dan menguasai bangsa pasar mikro. b. Ikut bertanggung jawab atas pengembangan bisnis PT. BRI (Persero), Tbk unit di wilayah kerjanya untuk mencapai laba yang meksimal dan mengevaluasi/memonitor bisnis PT. BRI (Persero), Tbk unit di wilayah kerjanya untuk mengetahui positioning PT. BRI (Persero), Tbk unit dibandingkan bank pesaing. c. Membantu dalam pembinaan nasabah dan PT. BRI (Persero), Tbk unit (kunjungan ke nasabah, pembrantasan tunggakan, pemasukan daftar hitam, penyelamatan kredit melalui 3R (restructuring, reconditioning, rescheduling) memotivasi dan memberikan petunjuk teknis kepada kepala unit dan mantara dalam meningkatkan atau

memperbaiki keragaan unitnya dan lain-lain). 15. Asisten Manajer Operasional

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

18

Bertugas membantu manajer operasional dalam menjalankan semua kegiatan operasional bank. 16. Supervisior Administrasi Kredit (Supervisior ADK) Memiliki tugas sebagai berikut : a. Mengelola proses dan prosedur administrasi kredit di kantor cabang. b. Memastikan bahwa ketaatan terhadap KUP PT. BRI (Persero), Tbk dan PPK untuk setiap permohonan kredit telah dilaksanakan dengan memberikan pendapat/opini bahwa pemberian kredit telah sesuai dengan KUP dan PPK serta kriteria yang ditetapkan telah dipenuhi. c. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Putusan Kredit Ritel (PTK) terutama mengenai pemenuhan persyaratan kredit dan dokumentasi kredit. d. Menginformasikan kredit-kredit yang akan jatuh tempo 3 bulan yang akan datang. e. f. Mengadministrasikan PDWK pejabat kredit lini di kantor cabang. Melakukan pembatasan pencairan kredit sesuai dengan yang dipersyaratkan dengan PTK. g. Menerima bukti asli kepemilikan agunan dari nasabah sesuai dengan yang dipersyaratkan. h. Mempunyai kewenangan menerbitkan IPK setelah semua

persyaratan kredit terpenuhi. 17. ADK Komersial Memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut :

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

19

a.

Menerima, meneliti dan mencatat setiap permohonan kredit sesuai dengan pasar sasaran, Kriteria Resiko Yang Dapat diterima (KRD), dan KND guna menjamin pinjaman yang sehat, menghasilkan dan menguntungkan.

b.

Menyiapkan dan mengisi formulir pengawasan ADK atas setiap permohonan kredit dalam rangka monitoring penyelesaian pemberian kredit oleh pejabat kredit ini.

c.

Menyiapkan perjanjian kredit di bawah tangan guna mengamankan kepentingan bank.

d.

Memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen kredit yang akan dicairkan dalam rangka kelancaran pelayanan nasabah dan menjaga kepentingan bank.

e.

Menyiapkan

dokumen

pendukung

yang

diperlukan

untuk

pembuatan perjanjian kredit notariil dalam rangka mengamankan kepentingan bank. 18. ADK Consumer Memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : a. Menyiapkan daftar penagihan dan melakukan kegiatan administrasi lainnya yang berkaitan dengan kredit guna menjamin pendapatan kantor cabang. b. Memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen kredit yang telah dicairkan dalam rangka kelancaran pelayanan nasabah dan menjaga kepentingan bank.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

20

c.

Memelihara dan mengerjakan berkas satu pinjaman dengan tertib/aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka mengamankan kepentingan bank.

d.

Menyiapkan perjanjian kredit guna mengamankan kepentingan bank.

19. Supervisor Pelayanan Intern Memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap semua kegiatan operasional. 20. Sekertariat SDM Memiliki tugas dan tangggung jawab sebagai berikut : a. Mengagendakan surat keluar dan surat masuk dengan tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. Mengatur lalu lintas komunikasi (telepon, faksimili, internet) dalam rangka menjaga efektifitas komunikasi kantor cabang. c. Mendistribusikan surat yang masuk kepada pejabat yang bewenang. d. Mengatur agenda kerja pimpinan cabang (pinca) dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas pinca. e. Mengatur pembagian kerja supir, pramubakti, satpam secara efektif dan mengadministrasikan semua bentuk hukuman jabatan bagi pekerja sesuai ketentuan yang berlaku. 21. Logistik Memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

21

a.

Memenuhi kebutuhan logistik kepada pekerja sesuai kebutuhan untuk kelancaran pelayanan kantor cabang.

b.

Mengadministrasikan semua aktiva tetap kantor cabang dengan tertib dan benar untuk mengamankan arsip bank serta melakukan penyusutan aktiva tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk terbitnya administrasi pembukuan.

c.

Menyiapkan laporan di bidang logistik sesuai permintaan kantor wilayah guna informasi bagi manajemen.

22. Arsip, Lapangan, IT, dan Support Memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : a. Menyiapkan laporan yang diperlukan baik oleh intern maupun ekstern PT. BRI (Persero), Tbk. b. Mengirimkan laporan-laporan kepada pihak-pihak yang

membutuhkan secara tepat waktu untuk memberikan nformasi bagi manajemen. c. Memelihara dan mengerjakan back up dana guna mengamankan kepentingan Bank. d. Menjaga kebersihan dan suhu ruangan hardware, serta keamanan ruang hardware dalam rangka menjaga asset bank. 23. Supervisor Pelayanan Kas Memiliki tugas dan tanggung jawab pada bagian keuangan (cashier). 24. Teller Memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

22

a. Melakukan tambahan kas agar kelancaran pelayanan kepada nasabah dapat berjalan dengan baik dan memuaskan. b. Menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokan dengan tanda setoran guna memastikan kebenaran transaksi dan keaslian uang yang diterima. c. Memastikan membayar uang kepada nasabah dan meneliti keabsahan bukti kas yang diterima guna memastikan kebenaran dan keamanan transaksi. d. Mengelola dan menyetor fisik kas pada supervisior baik selama jam pelayanan kas maupun akhir hari agar keamanan kas terjaga. e. Membayar biaya-biaya keperluan bank, realisasi kredit, transaksi lainnya, yang kuitansinya telah disahkan oleh pejabat yang berwenang dan serta melayani transaksi jual beli bank note agar pelayanan kepada nasabah berjalan dengan baik. f. Menerima dan meneliti keabsahan tanda setoran dan warkat kliring penyerahan dari nasabah/customer service/PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit guna memastikan kebenaran dan keamanan transaksi serta membukukan transaksi offering book (o/b), kliring dan nota kredit/nota debet sesuai ketentuan guna memastikan kebenaran dan keamanan transaksi. Bagian ini membawahi teller OB, teller kliring, payment point dan Teller Kredit Kas (TKK). 25. Supervisior Pelayanan Dana dan Jasa (DJS)

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

23

Supervisior ini memiliki bawahan yaitu bagian Unit Pelayanan Nasabah (UPN), Petugas Administrasi DJS, dan petugas kliring. 26. Unit Pelayanan Nasabah (UPN) Terdapat teller di bagian ini yang bertugas sebagai : a. Memberikan informasi kepada nasabah/calon nasabah mengenai produk PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk serta memberikan informasi saldo simpanan, transfer maupun pinjam bagi nasabah yang memerlukan guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah. b. Melayani permintaan salinan rekening koran bagi nasabah yang memerlukan dan memberikan pelayanan khusus kepada nasabah inti yang memerlukan agar memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah. c. Membantu nasabah yang memerlukan pengisian aplikasi dana maupun jasa PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah. 27. Supervisior Pelayanan Devisa a. Melayani dan melakukan segala kebutuhan nasabah yang berhubungan dengan devisa negara. b. Memberikan informasi tentang perkembangan devisa Negara. c. Ikut melaksanakan stabilisasi terhadap devisa Negara. 28. Asisten Manajer Bisnis Mikro (AMBM) a. Membuat RKA PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit sewilayah kerjanya untuk mencapai target bisnis yang telah ditetapkan

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

24

serta menetapkan strategi bisnis berdasarkan analisis peasing yang telah dilakukan untuk meningkatkan dan menguasai pangsa pasar bebas. b. Pengembangan bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit di wilayah kerjanya untuk mencapai laba yang meksimal dan mengevaluasi/memonitor bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit di wilayah kerjanya untuk mengetahui positioning PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit dibandingkan bank pesaing. c. Melakukan cross selling untuk mendukung sinergi bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. d. Pembinaan nasabah dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit (kunjungan ke nasabah, pembrantasan tunggakan, pemasukkan daftar hitam, penyelamatan kredit melalui 3R (restructuring, reconditioning, rescheduling) memotivasi dan memberikan petunjuk kepada kepala unit dan mantra dalam meningkatkan atau memperbaiki keragaman unitnya dan lain-lain). e. Mengusulkan dan merekomendasi reward dan punishment dengan mengacu pada sistem penghargaan yang telah ditetapkan dan melaksanakan waskat bidang logostik wilayah kerjanya untuk mengeleminasi terjadinya penyimpangan. 29. Supervisior Administrasi Unit a. Merupakan petugas yang berhubungan dengan administrasi di 8 unit dan kemudian melaporkan ke cabang. b. Melakukan pengecekan terhadap administrasi di unit.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

25

c. Mengontrol stabilitas administrasi di unit. 30. Petugas Administrasi Unit (PAU) a. Membuat dan mengadministrasikan laporan-laporan untuk menjaga ketertiban keakuratan laporan yang akan digunakan manajemen. b. Membuat konsep surat berdasarkan perintah/disposisi Manajer Bisnis Mikro (MBM)/Pimpinan Cabang (Pinca). c. Mengagenda surat masuk dan surat keluar dari bank PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit. d. Menyiapkan Surat Perjalanan Dinas (SPD) pagawai-pegawai di jajaran mikro wilayah kerjanya. e. Meneliti kelengkapan berkas pengajuan kredit yang akan diutus oleh MBM/Pinca/Asisten Manajer bisnis Mikro. f. Mengalokasi biaya supervise keseluruhan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit di wilayah kerjanya dalam rangka kewajaran biaya PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit. 31. Petugas Rekonsiliasi Unit (PRU) a. Mengelola register nota hubungan kantor cabang dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit Non SIBS untuk menjaga ketertiban administrasi lalu lintas nota. b. Mengentry nota UD-1A dan UD-1B ke PC hubungan Kanca dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. c. Mengarsipkan nota-nota hubungan kantor cabang dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit Non SIBS untuk ketertiban administrasi.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

26

d. Merekonsiliasi hubungan rekening kantor cabang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit Non SIBS, rekening PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit Non SIBS-kantor cabang dalam rangka ketertiban hutang piutang likuidasi kantor cabang-unit. e. Mencocokkan point a di atas dengan saldo rekening hubungan kantor cabang PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit Non SIBS yang berdasarkan dari sistem pembukuan sentral.

32. Pegawai Cadangan Pegawai cadangan bertanggung jawab langsung kepada supervisior administrasi unit atau AMBM/MBM/Pinca apabila tidak ada supervisior PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit. a. Membackup pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit atau TKK yang berhalangan sesuai instruksi AMBM/MBM/Pinca dalam rangka kelancaran operasional Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit. b. Berfungsi sebagai PAU atau PRU pada saat tidak menggantikan petugas PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit. c. Melakukan tugas lain sesuai dengan intruksi atasannya. 33. Pemilik a. Melaksanakan waskat sidur dan operasional PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk unit yang meliputi :

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

27

1. Kas (maksimal kas, saldo kas fisik, keabsahan bukti pergeseran kas dan lain-lain). 2. Kupedes (proses penyelesaian Surat Keterangan Permohonan Pinjam (SKKP), analisis kredit, Insentif Pembayaran Tepat Waktu (IPWT), restifusi bunga, perhitungan cadangan penghapusan dan lain-lain). 3. Simpanan (pengambilan simpanan, mutasi ob, perhitungan bunga dan lain-lain). 4. Jasa bank lainnya (nota-nota transfer dan kliring, bukti ob, dan lain-lain). 5. Operasional/administrasi pembukuan (kerahasiaan password,

verifikasi awal, register-register, penyimpanan bukti-bukti kas, saldo, rekening hutang piutang, rekening hubungan kantor cabangunit lainnya. 6. Sumber Daya Manusia (SDM) dan logistik. 7. Laporan (MIR 01 s/d 06) serta laporan insidentil lainnya. 8. Ketertiban pelaksanaan LPI (Laporan Pemeriksaan Individual), LPT (Laporan Pemeriksaan Tim), LTPT (Laporan Temuan Penting Triwulan) serta pengarsipannya. b. Monitoring pelaksanaan rencana tindak lanjut atas temuan pemilik sebelumnya dalam kanins oleh kepala unit dan AMBM. c. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait baik intern maupun ekstern.

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

28 pemeriksaan atau temuan penting kepada

d.

Melaporkan

hasil

MBM/Pimpinan Cabang dengan tindakan kantor wilayah dan memberikan petunjuk/solusi penyelesaian kepada kepala unit dan MO sehingga permasalahan dapat segera dilaksanakan. 34. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Merupakan unit cabang pembantu dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang A.Rivai Palembang. 2.3 Visi dan Misi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk 2.3.1 Visi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk 1. Menjadi Bank Komersial (Konsumtif) terbuka yang selalu mengutamakan kepuasan dan melayani kepentingan nasabah. 2. Lebih mengutamakan nasabah dan selalu menjadi yang terbaik. 3. Menjadi yang terdepan dan terpercaya. 2.3.2 Misi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik yang

mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang perkembangan ekonomi masyarakat. b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate govermance. c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan. 2.4 Aspek Kegiatan Perusahaan

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

29 dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia

Usaha-usaha

yang

(Persero),Tbk adalah : a. Menghimpun dana dari masyarakat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk menerima setoran uang dari masyarakat yang menyimpan/menyetor dananya ke dalam berbagai jenis simpanan. Adapun jenis-jenis simpanan yang dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang A. Rivai Palembang adalah :

Giro Yaitu simpanan pihak ketiga yang pengambilannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet, giro dan atau surat perintah pembayaran lainnya dan dapat juga dengan pemindahbukuan.

Deposito Berjangka Yaitu simpanan uang dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dengan bank yang bersangkutan.

Deposito Multiguna (DEMUNA) Yaitu deposito dalam rupiah dan valas US Dollar yang mempunyai keistimewaan bagi pemiliknya.

Sertifikat Bank Rakyat Indonesia (SERTIBRI)

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

30

Yaitu sertifikat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk dalam jangka waktu tetap atas pembawa yang dapat dipindahtangankan dan diperjualbelikan kepada pihak ketiga. Tabanas Bank Rakyat Indonesia (TABANAS BRI) Yaitu bentuk tabungan yang tidak terikat jangka waktu penyetoran dan pengambilannya dapat dilakukan setiap saat. Simpanan Masyarakat Kota (SIMASKOT) Yaitu simpanan dari masyarakat perkotaan dan termasuk dalam kelompok tabungan yang setiap dananya dapat ditarik tanpa dibatasi jumlah manapun frekuensinya sepanjang saldonya mencukupi.

Tabungan Ongkos Naik Haji BRI (Tabungan ONHBRI) Yaitu sarana untuk melunasi ongkos naik haji dan dalam jangka waktu yang tidak terbatas dengan melalui sarana tabungan terlebih dahulu.

Simpanan Pembangunan Desa (SIMPEDES) Yaitu simpanan masyarakat pedesaan di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk unit yang termasuk di dalam kelompok tabungan yang pengambilannya maupun penyetorannya tidak dibatasi jumlah maupun frekuensi sepanjang saldonya mencukupi.

SMARTBRI Yaitu fasilitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dalam SMARTBRI dengan

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

31

menggunakan kartu yang ber mikro chip (untuk menyimpan data transaksi). BRITAMA Yaitu nama pengganti tabungan TABANASBRI di kantor cabang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk yang telah memiliki fasilitas online, sehingga memberikan kemudahan bagi nasabah untuk menabung, transfer atau penarikan yang dilengkapi dengan kartu ATM untuk memberikan kemudahan dalam melakukan penarikan tunai atau informasi saldo. b. Menyalurkan Dana ke Masyarakat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk menyalurkan dana yang disimpan oleh masyarakat kepada para pengusaha dalam bentuk pinjaman atau kredit. Adapun jenis-jenis kredit yang diberikan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk Cabang Kapten A. Rivai Palembang adalah : Kredit kepada Golongan Penghasilan Tetap (KRETAP) Yaitu kredit yang diberikan kepada pegawai pemerintah/BUMN yang telah diangkat sebagai karyawan tetap/sementara di instansi/BUMN tersebut. Kredit kepada Pensiuna (KRESUN) Yaitu kredit yang diberikan kepada para pegawai instansi/BUMN yang memiliki hak uang pensiun. Kredit Pegawai

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

32

Yaitu kredit yang diberikan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk khususnya untuk pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk itu sendiri. Kredit Modal Kerja (KMK) Yaitu kredit yang digunakan untuk meningkatkan produksi baik kualitatif (mutu produksi) maupun kuantitatif (jumlah produksi), serta memperlancar pembiayaan perusahaan. Kredit Investasi Yaitu kredit yang dananya digunakan untuk pembelian barang-barang modal, yaitu barang yang tidak habis dalam satu perputaran usaha. c. Memberikan Pelayanan Jasa Perbankan Jasa-jasa yang terdapat di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk Cabang Kapten A.Rivai Palembang adalah :

Inkaso Yaitu permintaan nasabah kepada bank untuk melakukan penagihan kepada pihak ketiga melalui bank lain.

Akreditif Yaitu sejenis pengiriman uang yang merupakan perintah pembayaran secara continue pada waktu-waktu yang ditemukan oleh cabang pengirim atas permintaan pihak menyetor kepada cabang lainnya yang ditunjuk untuk dibayarkan kepada pihak ketiga lainnya di cabang penerima.

Kliring

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

33

Yaitu proses perhitungan di lembaga kliring (Bank Indonesia atau bank lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia sebagai penyelenggara kliring). Cek Perjalanan BRI (CAPEBRI) Yaitu surat berharga yang diterbitkan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk dalam mata uang rupiah, yang dapat dicairkan CAPEBRI tersebut masih berlaku. Safety Box Yaitu penitipan barang berharga berdasarkan perjanjian antara pihak bank dengan pihak penitip. Pembayaran Telepon. Pembayaran SPP. Pembayaran Lelang. Pembayaran Tilang. Pembayaran Telkomsel. Pembayaran PBB. Transfer/kiriman uang Yaitu pemindahan sejumlah dana tertentu atas permintaan nasabah untuk dibayarkan kepada orang tertentu ke tempat lain. Jual Beli Valas Yaitu transaksi jual beli uang kertas asing khususnya uang kertas asing Amerika Serikat (US Dollar).

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

34