Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

OPERASI, LIMIT, DAN KEKONTINUAN FUNGSI VEKTOR


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kalkulus Lanjut I Dosen Pengampu : Dra. Emi Puji Astuti

Disusun oleh:

Wahyu Nugroho S. Gilang Muhammad Bintang Gilang Anjar Permatasari Suryati Setiasih Alfindah Fenti Nugraheni

(4101409007) (4101409078) (4101409083) (4101409088) (4101409096) (4101409100)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Pemahaman tentang pengertian dan konsep-konsep fungsi vektor, operasi-operasi vektor, limit dan kekontinuan fungsi vektor sangat penting untuk dipelajari, karena akan mendasari pembelajaran lain seperti keterdifferensialan dan integral fungsi vektor beserta sifat-sifatnya serta penggunaan konsep kalkulus differensial fungsi vektor.

B.

RUMUSAN MASALAH 1. Apa pengertian fungsi vektor dan konsep-konsepnya? 2. Bagaimana operasi aljabar pada fungsi vektor? 3. Apa pengertian limit dan kekontinuan fungsi vektor beserta sifat-sifatnya?

C.

TUJUAN PENULISAN 1. Memenuhi tugas kalkulus lanjut 1. 2. Sebagai bahan pembelajaran dan referensi.

BAB II ISI

A. FUNGSI VEKTOR BESERTA OPERASINYA Suatu kurva di bidang datar dapat kita tampilkan sebagai fungsi real baik eksplisit maupun implisit. Tetapi banyak ilustrasi yang tidak dapat terlihat dalam penampilan ini. Sebagai contoh: aturan lingkaran 2 + 2 = 2 , > 0, belum memperlihatkan apakah setiap titik pada lintasannya dijalani tepat satu kali, apakah lintasannya dijalani searah atau berlawanan arah dengan putaran jarum jam serta di manakah titik pangkal dan titik ujung dari lintasannya. Bila lingkaran tersebut ditampilkan dalam bentuk : = + , > 0, 0 2 dimana parameter dan , adalah vektor basis untuk 2 terlihat bahwa lintasannya dimulai dari titik pangkal (, 0) dan berakhir di titik (, 0) serta setiap titik dijalani tepat satu kali kecuali titik pangkal dan titik ujung dengan orientasi berlawanan arah dengan jarum jam. Misalkan = () = ; > 0 , 0 2 = () = ; > 0 , 0 2 dengan mensubtitusi dari kedua persamaan ini diperoleh 2 + 2 = ( cos ) 2 + ( sin ) 2 = 2 , > 0 yang merupakan persamaan lingkaran. Penampilan lingkaran sebagai suatu fungsi vektor di bidang tidak tunggal, beberapa bentuk lain adalah () = ( 2) + ( 2), () = ( ) ( ), > 0, 0 > 0, 0 2

Dengan mengeliminasi dari setiap persamaan terakhir, kita akan memperoleh lingkaran 2 + 2 = 2 . Terlihat bahwa penampilan suatu kurva bidang sebagai fungsi vektor dapat memperlihatkan arah gerakan dan berapa kali lengkungan tersebut dijalani. Kelemahannya adalah penampilan suatu kurva dapat dibuat dengan lebih dari satu cara. 1. Fungsi Vektor di Bidang dan Ruang Grafik fungsi vektor di dalam ruang dan bidang dinamakan kurva bidang di bidang dan ruang. Kurva ini dapat didefinisikan sebagai berikut:

Definisi 1.1.1 1. Misalkan fungsi = () dan = () terdefinisi pada himpunan dengan parameter. Fungsi : 2 . () = () + () dimana (, ) basis baku untuk 2 dinamakn fungsi vektor bidang. 2. Misalkan fungsi = (), = () dan = () terdefinisi pada himpunan dengan t parameter. Fungsi : 3 . () = () + () + () dimana (, , ) basis baku untuk 3 . dinamakan fungsi vektor di ruang. Diagram panah dari definisi 1.1.1 diperlihatkan pada Gb.1 dan Gb.2 di bawah.

Catatan : 1. Bila diketahui kurva sebagai fungsi vektor di 2 atau 3 , arah dan berapa kali kurva dijalani sudah tertentu. 2. Bila diketahui kurva dalam kartesius, arah dan berapa kali dijalani belum diketahui. 3. Fungsi vektor di bidang memuat pengertian sebagai fungsi implisit dari . fungsi vektor di ruang peubah , , terlibat, peubah yang satu merupakan fungsi implisit dari peubah lainnya. 4. Fungsi vektor sering kali dinamakan fungsi parameter. Istilah yang lengkap adalah fungsi bernilai vektor dengan peubah real Contoh 1.1 : Diketahui fungsi vektor di bidang = 1 + 2 1 , 2 2 a. Jika = 1 dan = 2 1, nyatakan secara eksplisit sebagai fungsi dari .

b. Gambarkan grafik fungsi di bidang XOY sebagai kurva .

Penyelesaian: a. Mengeliminasi dari persamaan yang diberikan. Dari = 1 diperoleh = + 1 yang bila digantikan ke persamaan = 2 1 menghasilkan = ( + 1)2 1 = 2 + 2 karena 2 2 maka 3 1 1, sehingga 3 1. jadi fungsi parameter dapat ditampilkan sebagai = 2 + 2, 3 1 b. Perhatikan bahwa disini arah kurva adalah dari titik pangkal (3,3) ke titik ujung (1,3) dengan setiap titik pada kurva dijalani satu kali. Kurva yang berbentuk parabola diperlihatkan pada gambar di bawah ini:

Jelas

= 2 + 2 , 3 1,

dan

= 1 +

2 1 , 2 2. Jelas gambar grafik atau fungsi () mempunyai titik pangkal di (3,3), ini bisa dihitung dengan menggunakan = 2 + 2 , dengan cara memasukkan = 3 sehingga diperoleh = (3)2 + 2 3 = 9 6 = 3. Juga bisa dihitung dengan menggunakan = 2, sehingga diperoleh = 2 1 = 3 dan = (2)2 1 = 3. Dan cara yang sama kita dapat mencari titik ujung kurva, sehngga di dapat titik ujung kurva (1,3). Jelas disini arahnya berlawanan dengan jarum jam.

Titik potong dengan sumbu 0 = 2 + 2 0 = ( + 2) 1 = 0; 2 = 2

Titik potong dengan sumbu = 02 + 2.0 = 0

Koordinat titik balik (1, 1) = 2 = = 1 2 2 1

= (1)2 + 2(1) = 1 2 = 1

Contoh 1.2 Nyatakan lingkaran yang berpusat di titik (0,0,0), berjari-jari 4 satuan dan terletak pada bidang = 3 3 sebagai suatu fungsi vektor di ruang. Penyelesaian: Perhatikan gambar di bawah ini yang memperlihatkan lingkaran berpusat di titik (0,0,0), berjari-jari 4 satuan dan terletak pada bidang : =
1 3 1

3 .

Cara pertama Lingkaran berpusat di (0,0,0) dengan jari-jari 4, terletak pada bidang : = 3 3 . Jelas = 3 3 = Mencari Perhatikan persegi panjang OQPZ, (OQPZ persegi panjang karena dan sehingga OQPZ tegak lurus dengan semua garis yang ada di bidang OXQY termasuk OQ). = Jelas = sin = 4 sin Perhatikan persegi panjang OXQY Didapat = cos 6 = 4 sin 2 3 = 2 3 sin . Mencari Perhatikan bidang OQPZ Jelas = 4 sin Perhatikan bidang OXQY Didapat = sin 6 = 4 sin 2 = 2 sin . Mencari Perhatikan bidang ZOQP = cos = 4 cos . Dari perhitungkan di atas kita peroleh ke = 2 3 sin , = persamaan umum 2 sin , dan = 4 cos
1 1 1 1 3 3

= 6 .

Kita dapatkan gambar sketsanya seperti pada gambar 4.

disubstitusikan

() = + + , didapat persamaan vektornya: = (2 3 sin ) + (2 sin ) + (4 cos ) , 0 2.

Cara kedua Lingkaran di ruang berarti berbentuk bola dengan persamaan 2 + 2 + 2 = 16 dan = 3 3. Perhatikan persegi panjang OZPQ = sin = 4 sin . Perhatikan persegi panjang OXQY = = sin 6 = 4 sin 2 = 2 sin .
1 1

Ambil = 2 sin . =
3 3

3 3

2 sin = 2 3 sin .

2 + 2 + 2 = 16. (2 3 sin ) 2 + (2 sin ) 2 + 2 = 16. 12 2 + 4 2 + 2 = 16 16 2 + 2 = 16. 2 = 16 16 2 = 16 1 2 = 16 2 . = 4 cos . Jadi = (2 3 sin ) + (2 sin ) + (4 cos ) , 0 2 Jadi suatu fungsi vektor untuk kurva ruang ini adalah : = (2 3 sin ) + (2 sin ) + (4 cos ) , 0 2.

Cara ketiga Perhatikan kembali Gb.4, perpotongan antara bidang : = 3 3 dengan bidang XOY adalah garis lurus 1 = 3 : 3 = 0
1

Garis lurus ini dan bidang r yang memuat lingkaran L memperlihatkan pada Gb.5 dan Gb.6.

Misalkan u adalah vektor satuan sepanjang garis g, maka vektor u dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari i dan j, yaitu = 1 1 3 + 2 2

Suatu fungsi vektor untuk persamaan lingkaran L yang terletak pada bidang r adalah = (4 sin ) + (4 cos ) = (4 sin ) 1 1 3 + + (4 cos ) 2 2

= (2 3 sin ) + (2 sin ) + (4 cos ), 0 2 Perhatikan bahwa cara ini memberikan hasil yang sama.

2. Operasi Pada Fungsi Vektor Kita telah mempelajari bahwa kurva bidang dan ruang dapat ditampilkan sebagai fungsi vektor di 2 dan 3 . Selanjutnya, kita mendefinisikan fungsi vektor di sebagai berikut.

Definisi 1. 1. 2 Misalkan 1 = 1 ; 2 = 2 , , = () terdefinisi pada himpunan dengan parameter dan 1 , 2 , , adalah basis baku untuk Fungsi : ,

= 1 1 + 2 2 + + =
=1

()

Dinamakan fungsi vektor di . Grafik fungsi ini dinamakan kurva di . Diagram panah untuk fungsi ini diperlihatkan pada gambar berikut ini.

Definisi 1. 1. 3 Misalkan , , : dan : adalah fungsi vektor di Fungsi dikatakan sama (ekivalen) dengan jika dan menjalani dalam jumlah yang sama dan dengan arah yang sama dari titik pangkal dan titik ujung yang sama pula.

Bila kita mempunyai dua vektor di , maka operasi aljabar yang dapat dilakukan padanya ialah penjumlahan, pengurangan, perkalian dengan skalar, perkalian skalar, dan khusus untuk = 3 perkalian silang vektor.

Berikut ini adalah definisi dari semua operasi pada fungsi vektor tersebut. Definisi 1. 1. 4 A. Operasi Aljabar pada Fungsi Vektor di . Misalkan , : , ;

=
=1

1 dan =
=1

()

Adalah fungsi vektor di Penjumlahan, pengurangan, perkalian dengan skalar dan perkalian skalar dari dan , ditulis: + , , , konstanta real dan . . didefinisikan sebagai berikut.

Penjumlahan : + = + =
=1

+ () 1

Pengurangan : = () =
=1

() 1

Perkalian dengan skalar : ( ) = =


=1

()

Perkalian skalar : . = () . B. Perkalian Silang Dua Fungsi Vektor di 3 . Jika

=
=1

[ . ]

= 1 + 2 + 3 , dan = 1 +

2 + 3 , maka perkalian silang (vektor) dari dan , ditulis didefinisikan sebagai vektor: = 1 () 1 () = + 2 () 2 () 3 () 3 () 3 () 3 ()

2 () 3 () () 1 2 () 3 () 1 () 1 () 2 () 1 () 2 ()

C. Komposisi Fungsi Real dengan Fungsi Vektor.

10

Misalkan , ; : , = () fungsi real dengan = dan : , =


() =1

fungsi vektor di .

Komposisi dari dan , ditulis F g , didefinisikan sebagai:

=
=1

[ ]

Situasi definisi ini diperlihatkan pada gambar berikut ini: D. Operasi Perkalian Fungsi Real dengan Fungsi Vektor. Misalkan , : , = fungsi real dan : , =
() =1

fungsi vektor di . Perkalian antara dengan , ditulis ,

didefinisikan sebagai: =
=1

. ,

Contoh: Diketahui fungsi = sin + cos + , = cos sin + , = , Tentukan fungsi + , , , , , , .

11

Penyelesaian: Berdasarkan Definisi 1.1.4 diperoleh hasil berikut. + = (cos + sin ) + cos sin + + = sin cos + sin + cos + = sin cos cos sin + = sin cos cos sin cos sin = sin cos = =

sin cos

cos sin

= ( cos + sin ) ( sin cos ) = = (sin ) + (cos ) + = = (cos ) + +

= = ( sin ) + ( cos ) + = = ( cos ) ( sin ) +

B. LIMIT DAN KEKONTINUAN FUNGSI Sebelum membahas limit fungsi vektor, kita perlu mengingat kembali konsep limit fungsi real sebagai dasar atau analogi untuk mendefinisikan limit fungsi vektor. Denifisi formal limit fungsi real adalah : Dipunyai fungsi terdefinisi pada selang yang memuat kecuali mungkin di sendiri. Limit fungsi () bernilai untuk mendekati ditulis

lim =

Jika dan hanya jika > 0 > 0 < apabila 0 < <

12

Pada grafik di atas terlihat bahwa nilai () dapat dibuat sebarang dekat ke dengan cara mengambil nilai yang cukup dekat dengan . Dengan kata lain, jarak () ke L dapat dibuat sebarang kecil dengan cara mengambil jarak x ke cukup kecil. Bila ukuran jarak yang digunakan di sini adalah nilai mutlak, maka diperoleh rancangan konsep limit yang hasilnya seperti di atas. 1. Limit Fungsi Vektor Konsep limit fungsi vektor di dirancang serupa dengan limit fungsi real. Namun sebelumnya, perlu diterjemahkan simbol fungsi vektor yang berbeda dengan simbol fungsi real.
Rumus fungsi vektor di masing-masing ruang dituliskan :

2 : () = + () 3 : = + + () 4 : = 1 1 + 2 2 + 3 3 + 4 ()4 : = 1 1 + 2 2 + + ()

=
=1

: :
Komponen fungsi vektor.

Dimana disepakati bahwa () ()

Fungsi vektor pada satu arah dengan melambangkan fungsi, sebagai variabel (pengganti pada fungsi real) dan

menyatakan arah vektor (vektor satuan). Namun demikian dalam makalah ini simbol 1 , 2 , , digantikan 1 , 2 , , . Sehingga = 1 1 + 2 2 + + () . Disini kita menggunakan ukuran jarak dua vektor di sebagai berikut: Untuk = (1 , 2 , , ) dan = (1 , 2 , , ) Maka jarak ke ditulis didefinisikan sebagai: = (1 1 )2 + (2 2 )2 + + ( )2

Agar limit fungsi vektor () untuk mendekati dapat dibahas, di sekitar harus terdapat tak berhingga banyaknya titik dari domain . Untuk ini kita mengambil domain selang terbuka yang memuat kecuali mungkin di sendiri.

13

Situasi yang terjadi adalah jarak () ke suatu vektor tetap = (1 , 2 , , ) dapat dibuat sembarang dekat dengan cara membuat jarak ke cukup dekat. Dengan demikian diperoleh konsep limit fungsi vektor sebagai berikut: Definisi 1.2.1 Misalkan fungsi vektor () = 1 () 1 + 2 () 2 + + () terdefinisi pada selang terbuka di D yang memuat , kecuali mungkin di sendiri dan = (1 , 2 , , ) vektor di . Limit fungsi jika t mendekati a sama dengan L, ditulis () = , jika > 0 > 0 0 < < < . Adapun limit sepihak fungsi vektor didefinisikan sebagai berikut:
+

lim () = > 0 > 0 0 < < < lim () = > 0 > 0 0 < < <

Teorema 1.2.1 Misalkan fungsi vektor = () terdefinisi pada selang terbuka yang memuat , kecuali mungkin di sendiri. Maka () = () = 0 Bukti: Dipunyai () = Bukti ke kanan : > 0 > 0 0 < < < 0 < lim = 0

Bukti ke kiri : > 0 > 0 0 < t a < F t L 0 < F t L < Jadi limt a F(t) = L Jadi terbukti bahwa teorema di atas benar.

14

Teorema 1.2.2 Misalkan fungsi vektor () = 1 () 1 + 2 () 2 + + () terdefinisi pada selang terbuka di yang memuat , kecuali mungkin di sendiri dan = (1 , 2 , , ) suatu vektor di . Maka lim = lim = , = 1,2,3, ,

Bukti : diketahui lim = ini berarti bahwa

> 0 > 0 0 < < < Karena


1/2

= [ 2 ]1/2
=1

[ ]2

Untuk > 0 di atas berlaku 0 < < < Sehingga terbuktilah lim = , = 1,2,3, ,

diketahui lim = , = 1,2,3, , dari sini diperoleh

lim [ ] = 0, = 1,2,3, , Sehingga lim[ ]2 = 0

Akibatnya
1/2

lim = lim
=1

[ ]

=0

Menurut Teorema 1.2.1 terbukti lim = . Teorema 1.2.3 Misalkan fungsi vektor () = 1 () 1 + 2 () 2 + + () dan () = 1 () 1 + 2 () 2 + + () , dan fungsi real = () semua terdefinisi pada selang terbuka yang memuat , kecuali mungkin di sendiri. Jika (), () , () ada dan berhingga, maka 1. () tunggal, yaitu jika lim () = dan lim () = maka = . Bukti :

15

Dipunyai lim () = dan lim () = maka = . Ambil sembarang > 0. Pilih 1 > 0 dan 2 > 0 sehingga () < /3 apabila 0 < < 1 dan () < /3 apabila 0 < < 2 . Pilih = min(1 , 2 ). Jelas = () + () + < /3 + /3 < . Dengan kata lain terbukti bahwa = . 2. limt a F t + G t Bukti : Ambil sembarang bilangan > 0. Menurut yang diketahui, ada bilangan 1 > 0 dan 2 > 0 sehingga () (, ) = (1 (), ()) (, ) < /3 Untuk setiap = , 0 dan 0 < 0 . Dengan mengambil = min 1 , 2 diperoleh : () + () ( + ", + ") = 1 (), 1 ()) (, ) + (2 (), 2 ()) (", ") (1 (), 1 ()) (, ) + (2 (), 2 ()) (", ") < 3 + 3 < . Untuk setiap + = , 0 , dan 0 < 3. limt a F t G t = limt a F t lim G t
t a

= limt a F t + lim G t
t a

4. limt a cF(t) = limt a F(t), c konstanta real 5. . = . 6. limt a gF(t) = limt a g(t) . limt a F(t) Contoh : Hitunglah setiap limit fungsi vektor berikut. a) 0 b) 0 Jawab : a) Kita hitung dahulu limit setiap komponen fungsi vektornya.
0 1 1+ 1+ 2

1 1 + 1 + 2 + +

1 = = 1 0 1
16

1 1 + = 1 + = 1 0 0 1
0

1 + 2 = 2 = 0 0
1

jadi,

1+

1+ 2

= + .

b) Kita hitung dahulu setiap komponen fungsi vektornya. + 0 =1 0 = 0 0 Jadi, 0


+ = 1.

2. Kekontinuan Fungsi Vektor Seperti pada fungsi real, konsep kekontinuan fungsi vektor di satu titik dapat di definisikan limit fungsi dititik itu, yang harus sama dengan nilai fungsinya. Berikut adalah definisi formalnya.

Definisi 1.2.2 Misalkan fungsi vektor = 1 1 + + terdefinisi pada selang terbuka yang memuat , dikatakan kintinu di jika = . Definisi 1.2.3 Misalkan fungsi vektor = 1 1 + + terdefinisi pada himpunan yang memuat , fungsi dikatakan kontinu di jika > 0 > 0 < () < .

Definisi 1.2.4 Fungsi vektor = 1 1 + + yang terdefiinisi pada himpunan dikatakan kontinu pada jika fungsi kontinu di setiap titik pada .

Teorema 1.2.4 Fungsi vektor = 1 1 + + kontinu pada fungsi real kontinu pada = 1 , = 1, 2, , .
17

Bukti : Bukti ke kanan : = 1 1 + + kontinu pada kontinu pada setiap titik di kontinu pada 1 , = 1, 2, , . () kontinu pada ( ) kontinu pada () kontinu pada = 1 . Bukti ke kiri () kontinu pada = 1 .

() kontinu pada () kontinu pada () kontinu pada setiap titik di


Jadi teorema di atas terbukti kebenarannya.

Teorema 1.2.5 Misalkan fungsi vektor = 1 1 + + dan = 1 1 + + () dan fungsi real = () semuanya terdefinisi pada selang terbuka = , maka fungsi + , , konstanta real, . dan semuanya kontinu pada . Bukti: Misalkan fungsi vektor = 1 1 + + dan = 1 1 + + () dan fungsi real = () semuanya kontinu pada himpunan = , terdefinisi = ()

= = Maka + = + = +

= + = + () Ini menunjukan bahwa fungsi + kontinu pada . =


18

= ()

= = () Ini menunjukan bahwa fungsi kontinu pada . = =

Ini menunjukan bahwa fungsi kontinu pada . . = . ()

= () .

= . () = . () Ini menunjukan bahwa fungsi . kontinu di () = (0. () = .


= . () = () Ini menunjukan bahwa fungsi kontinu pada

Teorema 1.2.6 1. Jika fungsi real = () semuanya terdefinisi pada selang terbuka yang memuat dengan () =

dan fungsi vektor , = 1 1 + + kontinu di , maka ( ) = () = ()


2.

Jika fungsi real u = g(t) terdefinisi pada himpunan D dengan =g(D) E R dan fungsi vektor = 1 1 + + kontinu pada , maka fungsi vektor ( ) kontinu pada .

Bukti : 1. Diberikan > 0, akan ditunjukan terdapat suatu > 0 sehingga 0 < < maka () < . diketahui kontinu di , Dari

1 > 0 0 < < 1 () < .

() = diperoleh bahwa untuk 1 > 0 terdapat > 0 sehingga 0 < < < 1 . Ambil = , maka 0 < <
19

= < 1 < 1 () < () < .

Jadi terbuktilah yang diinginkan 2. Sama seperti bukti rumus pertama dan diserahkan pada pembaca.

Contoh : Diketahui fungsi vektor adalah ln(1 + 2 ) 21 sinh + , 0 = 2 , = 0 Tentukan semua nilai sehingga fungsi kontinu. Penyelesaian : Komponen fungsi vektor adalah sinh ln(1 + 2 ) 21 , 0 , 0 , 0 , = = ; = 1, = 0 0, = 0 2, = 0 Karena setiap komponen fungsi terdefinisi pada , maka terdefinisi pada . Sekarang selidiki kekontinuan setiap komponen fungsi pada . Fungsi = (); Untuk 0, = () kontinu karena merupakan hasil bagi dari dua fungsi kontinu. Untuk = 0, karena 2 (1 + 2 ) 1 + 2 = 0 = (0) () = = 0 1 Maka fungsi = () juga kontinu di = 0. Dari kedua hasil diatas diperoleh bahwa = () kontinu pada . Fungsi = () Untuk 0, = () kontinu karena merupakan hasil bagi dari dua fungsi kontinu. Untuk = 0, karena () =

21 2 = = 2 = (0) 0 0 1

20

Maka fungsi = () juga kontinu di = 0. Dari kedua hasil diatas diperoleh bahwa = () kontinu pada . Fungsi = () Untuk 0, = () kontinu karena merupakan hasil bagi dari dua fungsi kontinu. Untuk = 0, karena () =

= = 1 = (0) 0 0 1

Maka fungsi = () juga kontinu di = 0. Dari kedua hasil diatas diperoleh bahwa = () kontinu pada Karena = (), = (), = () semuanya kontinu pada , maka fungsi juga kontinu pada .

21

BAB III PENUTUP

A.

KESIMPULAN Konsep fungsi vektor dan operasinya ternyata serupa dengan fungsi real dalam kalkulus dan secara umum fungsi vektor dikenal dengan fungsi parameter yakni fungsi bernilai vektor dengan peubah real. Operasi yang dapat dilakukan pada fungsi vektor adalah fungsi aljabar, dan operasi

perkalian antara fungsi real dengan fungsi vektor. Demikian juga konsep limit dan kekontinuan fungsi vektor yang didefinisikan dengan memanfaatkan konsep limit dan kekontinuan fungsi real.

B.

SARAN Konsep fungsi vektor, operasi vektor, limit dan kekontinuan harus benar-benar dipahami karena mendasari pemahaman pembelajaran materi selanjutnya. Agar lebih mudah dalam memahami konsep-konsep tersebut, disarankan untuk terlebih dahulu memahami konsep fungsi, limit dan kekontinuan fungsi real serta materi pendukung lainnya dalam mata kuliah kalkulus 1 dan 2.

22

SOAL LATIHAN
Dipunyai fungsi vektor = + 1 + 3 + 1 , . Jika = + 1 dan = 3 + 1. Tentukan persamaan koordinatnya! 2. Dipunyai fungsi vektor = (4 cos ) + ( 3 sin ), (0, 2) Jika = 4 cos dan = 3 sin . Tentukan persamaan koordinatnya! 3. Hitunglah lim0 Tunjukkan bahwa
, (0,0) 2 2

1.

4.

lim

2 + 2

= 0.

5.

Dipunyai fungsi vektor = sin1 + cos1 + . Selidiki kekontinuan fungsi pada daerah definisinya.
tan 1 1

6.

Dipunyai fungsi vektor = sin1 (2 + 3) +

Selidiki kekontinuan fungsi pada daerah definisinya.

23

DAFTAR PUSTAKA
Berkey, D. Dennis.1988.Calculus, 2nd Edition. New York : Sounders College Publishing Chotim, Moch.2008.Kalkulus 1. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Martono, K.1992.Kalkulus Lanjut 1. Bandung : Institut Teknologi Bandung. Purcell, E & Varberg, D.1987.Kalkulus dan Geometri Analitis, Jilid 1. Terjemahan I Nyoman Susilo, Bana Kartasasmita, dan Rawuh. Jakarta : Penerbit Erlangga. Purcell, E & Varberg, D.1987.Kalkulus dan Geometri Analitis, Jilid 2. Terjemahan I Nyoman Susilo, Bana Kartasasmita, dan Rawuh. Jakarta : Penerbit Erlangga.

24