Anda di halaman 1dari 7

TEKNOLOGI BUDIDAYA KOPI

Cara perbanyakan kopi robusta dan kopi arabika berbeda, sehingga penggunaan bahan tanam kopi robusta pun berbeda dengan kopi arabika. Kopi robusta diperbanyak secara vegetatif, sehingga bahan tanaman yang digunakan berupa klon. Sedangkan kopi arabika biasanya diperbanyak dengan benih sehingga bahan tanam anjurannya berupa varietas. Bahan tanam kopi arabika yang telah dilepas Menteri Pertanian ada lima varitas, yaitu: AB 3, USDA 762, S 795, Kartika 1, dan Kartika 2. Petani di Lampung kebanyakan menanam kopi robusta. Kopi robusta memiliki sifat menyerbuk silang, maka untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitasnya dapat dicapai dengan menggunakan (3-4) klon unggul (poliklonal) yang berkomposisi secara tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan tertentu

Iklim yang Cocok untuk Tanaman Kopi Persyaratan iklim kopi Arabika : o Garis lintang 69o LU sampai 24o LS. o Tinggi tempat 1250 s/d 1.850 m dpl. o Curah hujan 1.500 s/d 2.500 mm/th. o Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 13 bulan. o Suhu udara ratarata 1721o C. Persyaratan iklim Kopi Robusta : o Garis lintang 20o LS sampai 20o LU. o Tinggi tempat 300 s/d 1.500 m dpl. o Curah hujan 1.500 s/d 2.500 mm/th. o Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 13 bulan. o Suhu udara ratarata 2124o C. Pohon tanaman kopi tidak tahan terhadap goncangan angin kencang, lebih lebih dimusim kemarau. Karena angin itu mempertinggi penguapan air pada permukaan tanah perkebunan. Selain mempertinggi penguapan, angin dapat juga mematahkan dan merebahkan pohon pelindung yang tinggi, sehingga merusakkan tanaman di bawahnya.

Perkecambahan Sebelum ditanam di persemaian, semua biji dikecambahkan lebih dahulu. Pada tempat perkecambahan dibentuk bedenganbendengan dengan ukuran lebar 1,2 m dan panjang 2,4 m. Selanjutnya pada bedengan itu dilapisi pasir setebal 5 10 cm, dan di atas bedengan diberi atap. Semua biji dibenamkan pada lapisan pasir menghadap ke bawah, artinya bagian punggung di atas, dan bagian perut menghadap ke bawah. Pembenaman dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian teratas kelihatan rata dengan lapisan pasir. Biji dibenamkan secara berderet dalam satu baris, jarak antara baris larikan yang satu dengan lainnya 5 cm. Sedangkan jarak antara biji dengan biji 2,5 cm. Setiap 1 m bisa memuat 2.000 3.000 biji kopi, hal ini sangat tergantung pada besar kecilnya biji dan jenisnya. Biji yang ditaburkan bisa dengan kulit biji tanduk atau tanpa kulit tanduk. Tetapi lebih baik biji kopi tersebut dilepas kulit tanduknya, sehingga mereka akan lebih cepat tumbuh dan tidak menjadi sarang penyakit. Setelah selesai pembenaman, bijibiji kopi tersebut diberi pasir lagi, tipis tipis saja. Tempat perkecambahan ini harus dijaga supaya tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban bijibiji tersebut, di atas bedengan yang tertutup pasir tadi diusahakan ditutup dengan lalang atau jerami yang dipotongpotong antara 0,5 1 cm, kemudian diadakan penyiraman dua atau tiga kali sehari. Setelah berumur 4 8 minggu, biji kopi tersebut akan berkecambah, kemudian dapat dipindahkan ke persemaian atau tempat dederan. Proses perkecambahan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim. Di dataran rendah yang beriklim panas dengan suhu 820F, perkecambahan itu makan waktu 3 4 minggu. Sedangkan di dataran tinggi yang beriklim dingin perkecambahan makan waktu 6 8 minggu. Selama proses perkecambahan, cotyledoncotyledon dan embrio kecil pada biji kopi membengkak dengan menghisap endosperma, kemudian akar kecil (radicula) dan hypocotyl tumbuh. Akhirnya hypocotyl muncul dari tanah dengan bentuk membungkuk dan berdiri tegak dengan mengangkat cotyledoncotyledon yang masih tertutup oleh endosperma dan kulit ari serta endosperma. Pertumbuhan pada tingkat demikian sering disebut "soldatje" atau serdadu.

Dalam pertumbuhan soldatje itu untuk sementara berhenti tumbuh lebih kurang 1 bulan. Kemudian mulai tumbuh lagi, yakni cotyledon membesar sehingga endosperma dan kulit ari sobek kemudian endoscarp lepas. Selanjutnya cotyledon terangkat seolaholah masih melekat, kemudian terpisah, tumbuh sepasang keping daun yang disebut "kepel". Semai dalam tingkat ini sudah berumur 2 3 bulan, selanjutnya dapat dipindahkan ke persemaiaan.

Dederan Bibit Kopi Kecambah kopi yang dipindahkan dapat berupa serdadu (soldatje) atau kepel (kecambah yang kepingnya sudah membuka). Kecambah kopi yang dipindahkan kepersemaian harus dilakukan dengan sangat hatihati, supaya akar tidak rusak. Pemindahan ini tidak boleh dicabut, melainkan harus disongkel dengan sebilah bambu atau solet. Sebelum bibit dipindahkan kepersemaian harus diseleksi bentuk perakarannya terlebih dahulu, karena akar yang pertumbuhannya bengkok kurang baik, tanaman menjadi kerdil. Kecambah kopi dapat disemai dalam polybag. Polybag pertama-tama dilipat bagian atasnya selebar 3 cm, kemudian polybag diisi dengan tanah yang sebelumnya sudah dicampur pupuk kandang. Setelah semunya siap, kecambah kopi ditanam dengan cara tanah yang ada di polybag tengahnya dilubangi

sedalam akar kecambah kopi. Kemudian kopi dimasukkan ke dalam polybag dengan hati-hati jangan sampai akarnya bengkok dan ditanam sedalam akarnya sampai awal pembentukkan batang. Selain disemai dalam polybag, kecambah juga dalam di tanam dalam tanah persemian. Tanah persemaian dicangkul sedalam 30 cm atau lebih, karena bibit akan berada dipersemaian agak lama, sekurangkurangnya 9 bulan. Agar tanah itu strukturnya baik, setelah pencangkulan itu sudah bersih dari batubatuan dan sisa sisa kayu, kemudian barulah diberi pupuk organik. Pupuk tersebut dapat berupa pupuk kompos, pupuk kandang, ataupun pupuk hijau dan lain sebagainya. Selanjutnya pada tanah persemaian dibuat bedenganbedengan dengan ukuran lebar 1,20 m dan panjang 10 m, dan bedengan tersebut dibuat membujur ke arah utara selatan. Bilamana bedengan telah siap, semai dalam bentuk kepelan/serdadu dapat dipindahkan. Kalau semua ini akan ditanam sebagai zailing

yang lebih muda, jarak tanamnya bisa dibuat 15 x 30 cm. Tetapi kalau bibit tersebut akan disambung, jarak harus diperpanjang, antara 20 x 40 cm. Artinya jarak tanam 20 cm dan jarak antar baris 40 cm. Penanaman harus dilakukan dengan hatihati sekali, dengan maksud supaya akar dan batang kepelan tidak rusak. Untuk keperluan tersebut tempat tempat yang akan ditanami harus dibuat lubang terlebih dahulu dengan suatu alat tertentu, misalnya bilah bambu atau tusuk. Kemudian barulah bagian akar dan batang ditempelkan pada salah satu sisi lubang dengan tangan kiri, dan tangan kanan melakukan pemadatan tanah dengan hatihati sekali. Jarak antara daun kepelan dengan tanah lebih kurang 3 cm.

Penanaman Pohon Penaung Tanaman kopi tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Akan tetapi, tanaman kopi harus dinaungi oleh tanaman tahunan. Penaung tanaman kopi ditanam minimal satu tahun sebelum penanaman tanaman kopi. Syaratsyarat Pohon Penaung: Memiliki perakaran yang dalam. Memiliki percabangan yang mudah diatur. Ukuran daun relatif kecil tidak mudah rontok dan memberikan cahaya diffus. Termasuk leguminosa dan berumur panjang. Menghasilkan banyak bahan organik. Tidak menjadi inang hamapenyakit kopi. Setelah pohon pelindung tumbuh, sekitar 1-3 bulan menjelang musim hujan, dibuat lubang tanam untuk kopi dengan ukuran (panjang x lebar x dalam) 60x60x60 cm. Lubang tanam diisi pupuk kandang (kotoran sapi) sebanyak 10 kg/lubang, kemudian ditutup dengan tanah bekas galian. Lubang tanam digali lagi seluas satu cangkul (sedalam 20 cm) pada saat penanaman.

Penyulaman Penyulaman dilakukan untuk tanaman yang mati setelah 2-3 minggu tanam di lapang. Kemudian didangir di sekitar tanaman dengan jarak 30cm

sekeliling batang untuk pembersihan gulma (sekali setahun pada awal musim hujan).

Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan pupuk NPK (berupa campuran Urea, TSP, dan KCl) masing-masing dari dosis 100 gr Urea, 50 gr TSP, dan 50 gr KCl, pada saat tanaman berumur 2 tahun. Setelah tanaman berumur 3-4 tahun, tinggi tanaman mencapai 150 cm dilakukan pemangkasan 30 cm dari pucuk, bila tanah kurang subur diperpanjang pemangkasannya menjadi 40-50 cm dari pucuk.

Pengendalian hama dan penyakit Hama utama kopi yang dapat menurunkan produksi dan mutu kopi adalah: penggerek buah kopi oleh Hypothenemus hampei Ferr. Gejala serangannya dapat terjadi pada buah kopi yang muda maupun tua (masak), buah gugur mencapai 714% atau perkembangan buah menjadi tidak normal dan busuk. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara: Petik semua buah yang masak awal (baik pada buah yang terserang maupun tidak), biasanya dilakukan pada 15-30 hari menjelang panen raya. Untuk mencegah terbangnya hama, pada saat menampung buah digunakan kantong yang tertutup, kemudian buah direndam dalam air panas selama sekitar 5 menit. Lakukan lelesan, yaitu dengan mengumpulkan semua buah yang jatuh di tanah untuk menghilangkan sumber makanan bagi hama. Dilakukan racutan/rampasan, yaitu memetik semua buah yang telah berukuran 5mm yang masih ada di pohon sampai akhir panen (hal ini untuk memutus daur hidup hama). Lakukan pemangkasan terhadap tanaman pelindung agar kondisi lingkungan tidak terlalu gelap. Bisa juga dilakukan penyemprotan dengan agensia hayati, yaitu dengan pemanfaatan jamur Beauvaria bassiana dengan dosis 2,5 kg bahan padat per ha setiap kali aplikasi. Dalam satu periode panen kopi dapat dilakukan 3 kali aplikasi.

Penyakit pada tanaman kopi terutama disebabkan oleh nematoda parasit Pratylencus coffeae yang dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, kurus, batang mengecil, daun tampak tua menguning dan gugur sehingga daun yang tertinggal adalah yang diujung-ujung cabang. Pada serangan berat, pucuk akan mati, bunga dan buah prematur. Jika serangan sudah terjadi dari dalam tanah, tanaman akan mudah dicabut karena akar-akar serabutnya membusuk berwarna coklat sampai hitam. Teknik pengendalian penyakit ini sebagai berikut: Dilakukan dengan menyemprot tanaman menggunakan nematisida (Oksamail, Etoprofos dan Karbofuran) terhadap tanaman yang terserang dalam kategori ringan. Pemusnahan tanaman terserang pada pusat-pusat serangan, dilakukan jika serangan yang menyebabkan penyakit yang berat.

Pemanenan Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Ukuran kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah. Kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda, berwarna kuning ketika setengah masak dan berwarna merah saat masak penuh dan menjadi kehitam hitaman setelah masak penuh terlampaui (over ripe). Kematangan buah kopi juga dapat dilihat dari kekerasan dan komponen senyawa gula di dalam daging buah. Buah kopi yang masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis. Sebaliknya daging buah muda sedikit keras, tidak berlendir dan rasanya tidak manis karena senyawa gula masih belum terbentuk maksimal. Sedangkan kandungan lendir pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi. Tanaman kopi tidak berbunga serentak dalam setahun, karena itu ada beberapa cara pemetikan: 1. Pemetikan selektif dilakukan terhadap buah masak. 2. Pemetikan setengah selektif dilakukan terhadap dompolan buah masak.

3. Secara lelesan dilakukan terhadap buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan. 4. Secara racutan/rampasan merupakan pemetikan terhadap semua buah kopi yang masih hijau, biasanya pada pemanenan akhir.

Laporan Hasil Pengamatan Tanaman Kopi Arabica Tabel Tinggi Batang dan Jumlah Daun Kopi Arabica
No Tanaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tingggi (cm) 5 7 5 4 5,5 5 6 6,5 9,5 8 Jumlah Daun 2 2 2 2 4 2 2 3 4

Dari tabel tinggi batang dan jumlah daun kopi Daftar Pustaka [Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian].2008.Teknologi Budidaya Kopi Polikklonal.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian