Anda di halaman 1dari 14

Tugas Kimia Analitk

Spektrofotometri UV-CahayaTampak

Nama NRP Nama NRP

: HandiWiranata : 6211016 : AlvianPratamaSetiawan : 6211090

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN BANDUNG 2013

Spektrofotometrimerupakansuatumetodaanalisa

yang

didasarkanpadapengukuranserapansinarmonokromatisolehsuatularutanberwarnapadapanjanggelo mbangspesifikdenganmenggunakanalat yang

disebutspektrofotometer.Spektrofotometeradalahalatuntukmengukurtransmitanatauabsorbansuatu sampelsebagaifungsipanjanggelombang. (http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_analisis/spektrofotometri/) Penyerapan radiasi ultraviolet umumnya terjadi dalam satu atau lebih ikatan pada elektron. Yang mana masing-masingnya terdiri dari banyak kesatuan yang dekat namun berbeda lintasan. Setiap lintasan muncul dari transisi elektron dengan keadaan awal ke salah satu keadaan yang memiliki banyak energi vibrasi dan rotasi yang terkait dengan energi elektronik yang tereksitasi. (skoog,7th ed Ch24.Pg 557)

Rumus-rumus perhitungan spektrofotometri mengikuti hukum Lambert-Beer:

Perbandingantransmisi/transmitan (T).

Cara lainuntukmenyatakanperbandinganiniadalah:

Dapatjugadituliskan :

A = .b .c dimana:

A = absorbansi b = teballarutan (tebalkuvetdiperhitungkanjugaumumnya 1 cm) c = konsentrasilarutan yang diukur = tetapanabsorptivitas molar (jikakonsentrasilarutan yang diukurdalam molar) a = tetapanabsorptivitas (jikakonsentrasilarutan yang diukurdalam ppm). I0 = merupakanintensitascahayadatang It = intensitascahayasetelahmelewatisampel

(http://www.oseanografi.lipi.go.id/sites/default/files/oseana_x(1)39-47.pdf)

Faktor yang terkaitdalam proses Spektrofotometri:


Panjanggelombang ()

Setiap zat yang di uji memiliki kemampuan tersendiri untuk menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu Absorban(A)

Daya radiasi sinar yang mampu di serap oleh zat yang di uji Absorbsivitas molar ()

Absorbansi larutan yang diukur dengan ketebalan 1 cm dengan konsentrasi 1 mol/L Transmitan(%T)

Daya radiasi sinar yang diteruskan atau yang keluar dari kuvet dan daya radiasi sinar yang masuk ke dalam kuvet Pada percobaan dengan 3 jenis zat yaitu uap 1,2,4,5-tetrazine; juga menggunakan larutan encer dan larutan heksana ditunjukkan dalam grafik absorpsi berikut:

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa setiap zat memiliki panjang gelombang dan absorbansi yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan setiap zat mampu menyerap cahaya pada rentang panjang gelombang tertentu yang mana absorbansi merupakan daya absorpsi suatu zat dalam menyerap radiasi suatu sumber cahaya.

Absorpsi oleh komponen organik

Absorpsi dari suatu radiasi oleh molekul organik berada pada rentang panjang gelombang antara 180 dan 780 nm. Hal ini didapatkan dari interaksi antara foton dan elektron. Panjang gelombang absorpsi molekul organik tergantung pada ikatan antar molekulnya. Ikatan rangkap dua dan tiga adalah ikatan tidak jenuh karena dapat mengalami pemutusan ikatan. Ikatan tidak jenuh yang dapat menyerap cahaya sinar Ultraviolet atau sinar tampak dikenal dengan nama chromophores.Pada ikatan molekul organik rangkap dua dan rangkap tiga tidak begitu kuat dan mudah terganggu oleh adanya radiasi. Hal ini ditunjukkan oleh tabel berikut:

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Max adalah panjang gelombang maksimum pada saat nilai absorbansi tertinggi dan Max adalah absorptivitas molar yang merupakan absorbansi larutan yang diukur dengan ketebalan 1 cm dengan konsentrasi 1 mol/L. Ikatan yang terdiri dari heteroatom seperti oksigen, nitrogen, sulfur atau halogen. Yang memiliki rentang panjang gelombang antara 170-250 nm. Berikut tabel absorpsi dengan komponen organik yang tidak memiliki ikatan rangkap:

(skoog 8thed, CH26 pg.786) Metode standar adisi Dalam melakukan analisa kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometer, memerlukan standar sebagai pembanding dari analit. Standar yang digunakan adalah zat yang sama dengan analit namun memiliki kadar yang sudah diketahui dengan pasti. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan metode standar adisi. Metode standar adisi adalah metode yang menggunakan satu buah standar yang sudah diketahui dengan pasti kadarnya, kemudian dibandingkan dengan sampel. Intinya pada setiap larutan standar ditambahkan sampel dengan jumlah sama banyak. Sehingga dalam perhitungan memerlukan beberapa perubahan dibandingkan dengan perhitungan standar spektrofotometri. Tujuan digunakan metode adisi standar adalah agar diketahui ke akuraatan hasil percobaan yang didapat. Perhitungan untuk adisi standar adalah sebagai berikut:

Dimana: As
b Vx Cx Vs Cs Vt

: Absorban standar
: Absorptivitas molar : panjang medium : volume sampel : konsentrasi sampel :Volume standar : konsentrasi standar : Volume total

Sumber : ml.scribd.com/doc/.../PRINSIP-SPEKTROFOTOMETER-UV-VIS

Instrumen Spektrofotometer Komponen-komponenpunyusundari spektrofotometerantara lain: SumberCahaya Sumber yang biasa yang digunakanadalahlampu wolfram/tungsten.Tetapiuntukdaerah Ultra violet digunakanlampuhydrogenataulampudeutrium.Kebaikanlampu wolfram adalahenergi radiasi

yangdibebaskantidakbervariasipadaberbagaipanjanggelombang.Padapanjanggelombangtertentu, terjadipenyerapanwarnatertentudanpemancaranwarna Lebihjelasnyadapatdilihatpadatabelberikut : lain dariwarna yang diserap.

(skoog CH22, 7ed, pg 504) Dari tabel di atas, padabarispertamadapatdisimpulkan, padapanjanggelombang 400-435 nm, warna yang diserapadalahungu, sedangkanwarna yang dipancarkanyaitu yang

terlihatolehmatakitaadalahwarnakuning-kehijauan. Monokromator Digunakan untuk memperoleh sumber sinar yang monokromatis. Alatnya berupa prisma ataupun grating. Untuk mengarahkan sinar monokromatis yang diinginkan dari hasil penguraian dapat digunakan celah. Jika celah posisinya tetap maka prisma ataupun gratingnya yang dirotasikan untuk mendapatkan panjang Gelombang () yang diinginkan.

SelAbsorbsi

Padapengukurandidaerahtampakkuvetkacadapatdigunakan, Ultra

tetapiuntukpengukuranpadadaerah violet

kitaharusmenggunakanselkuarsakarenagelastidaktembuscahayapadadaerahini.Umumnyatebalkuvet nyaadalah 10 mm, tetapi yang lebihkecilataupun yang lebihbesardapatdigunakan.Sel yang biasadigunakanberbentukpersegi, harusmenggunakankuvet yang tetapibentuksilinderdapatjugadigunakan.Kita bertutupuntukpelarutorganik.Sel yang

baikadalahkuarsaataugelashasilleburansertaseragamseluruhnya.

Detektor Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada berbagai panjang gelombang ( Khopkar, 1990). (http://www.psychologymania.com/2012/06/spektrofotometri.html)

Untuk daerah UV dan Sinar tampak : Lampu wolfram (lampupijar) menghasilkan spectrum kontinyu pada gelombang 320-2500 nm Lampu hydrogen atau deutrium (160-375 nm)

Spektrofotometer UV/ SinarTampak

(skoog CH24 7th ed. Fig 24-9 pg.564)

Prinsipkerjaspektrofotometer : suatu sumber cahaya dipancarkan melalui monokromator. Monokromator menguraikan sinar yang masuk dari sumber cahaya tersebut menjadi pita-pita panjang gelombang yang diinginkan untuk pengukuran suatu zat tertentu yang menunjukkan bahwa setiap gugus kromofor mempunyai panjang gelombang maksimum yang berbeda. Dari monokromator tadi cahaya/energi radiasi diteruskan dan diserap oleh suatu larutan yang akan diperiksa di dalam kuvet. Kemudian jumlah cahaya yang diserap oleh larutan akan menghasilkan signal elektrik pada detektor, yang mana signal elektrik ini sebanding dengan cahaya yang diserap oleh larutan tersebut. Besarnya signal elektrik yang dialirkan ke pencatat dapat dilihat sebagai angka.

Secaramudahdapatkitaringkasdengan proses sebagaiberikut:

(http://www.oseanografi.lipi.go.id/sites/default/files/oseana_x(1)39-47.pdf)

Aplikasispektrofotometri:
1. APLIKASI SPEKTROFOTOMETRI UNTUK UJI KUALITAS WARNA PRODUK HASIL PENGOLAHAN MINYAK BUMI Salah satu pengujian kualitas minyak bumi adalah uji kualitas warna warna produk yang tidak sesuai dengan standar tidak layak untuk dipasarkan Karena itu penting untuk melahirkan pengujian warna yang efektif, yaitu dilakukan secara spektrofotometri yang menguraikan cahaya polilkromatis menjadi monokromatis. Cahaya tersebut dilewatkan pada sampel minyak bumi, dimana sebagian energinya diserap, kemudian diukur intensitas radiasi yang diteruskan. Dengan demikian didapatkan transmitansi spektral, yang merupakan perbandingan intensitas cahaya yang diteruskan dengan intensitas datang. Spektrum yang dihasilkan di analisa pengaruh perubahan spektrum dan tingkat luminasi standar CIE terhadap kenaikan nomor warna dari minyak bumi. Dari hasil analisa setelah dibandingkan dengan alat tersebut didapatkan analisa tingkat luminasi standar lebih tepat dengan hasil penyimpangan maksimal I tingkat warna dibandingkan dengan analisa perubahan spektrum yang menghasilkan penyimpangan maksimal 7 tingkat warna. (http://digilib.its.ac.id/aplikasi-spektrofotometri-untuk-uji-kualitas-warna-produk-hasilpengolahan-minyak-bumi-di-pusdiklat-migas-cepu-11104.html)

2. APLIKASI DALAM OSEANOLOGI Spektrofotometri Ultra-violet danSinarTampakmerupakansalahsatucara parameter ekologi yang di yang yang yang yang di

sederhanadanpraktisuntukmenentukanbeberapa

laut.Tingkatkesuburansuatuperairanditunjukkanolehbesarnyaproduksizatorganik dihasilkanolehperairantersebut dihasilkantersebutbisamelalui mengandungpigmenfotosintetik. yang proses biasadisebutproduktivitasprimer.Produksizatorganik fotosintesa Salah yang terjadipadatumbuhan satucara

sudahumumdanluasdipakaiuntukmengetahuibanyaknyabiomassafitoplankton lautadalahmenentukankadarklorofilfitoplanktondenganmetodeSpektrofotometri. Zatterlarutataupuntidakterlarutdalam air laut,

sepertiunsur-

unsurharadanbeberapalogamsangatdibutuhkanoleh biota lautuntukpertumbuhannya,sepertinitrat (NO3=), fosfat (PO4-3), sulfat (SO4-2), besi (Fe), seng (Zn) dansebagainya. Kadar zatzatterlarutataupuntidakterlarutdalam sepertilogamdansenyawanyamempunyaibatastertentuuntukamannya air biota

laut.Dosistertentumenyebabkanpengaruh yang seriuspadakehidupanbiologisseperti zoo-plankton, fitoplankton, ikanbahkanpadamanusiabaiksecaralangsungmaupuntidaklangsung satucara yang yang

akhirnyabisamenimbulkankematian.Salah

praktisdansudahumumdipakaiuntukmenentukanunsur-unsurharadankadarlogamlogamtersebutadalahdenganmetodeSpektrofotometri Ultra-violet danSinarTampak.

PenggunaanSpektrofotometer Ultra-violet danSinarTampakbisauntukcontohcairanmaupunpadatan, seperti air laut, lumpur/sedimendanbatuan.OlehkarenaprinsipkerjaSpektrofotometer Ultraviolet danSinarTampakberdasarkanpenyerapancahayaolehsuatularutan, akandiperiksaharusdiubahterlebihdahulumenjadibentuklarutan. UntukpemakaianSpektrofotometerSinarTampaklarutantersebutharusberwarna.Hal inibisadikerjakandenganmenambahkanpereaksitertentupadacontoh diperiksa.KemudianhasilpengukurandariSpektrofotometerdimasukkankedalamrumus BEER, makaakandidapatkankadarzat yang dicari. (http://www.oseanografi.lipi.go.id/sites/default/files/oseana_x(1)39-47.pdf) yang LAMBERTmakasemuacontoh yang

CONTOH SOAL Tolbutamid (BM 270,4) memiliki absorbtivitas molar 703 M/L.cm, pada 262 nm. Jika tablet tunggal tolbutamid dilarutkan dalam air sampai 250,0 mL, absorbansinya 0,520 pada 262 nm, dan kuvet 1 cm. Tentukan berat tolbutamid yang terkandung dalam tablet tersebut !

Diketahui:

= 703 M/L.cm
=262 nm A=0.520 Diameter kuvet= 1 cm Volume = 250 ml Jawab: A=a x b x c= x b x c 0.52=x b x c

0.52=703 x 1 x c C= 0.0007397 M n= 0.0007397 M x 250 ml = 0.1849 mmol massa tolbutamid = 0.1849 x 270.4 = 50.002 mg

(http://www.slideshare.net/mahboeb/spektro-uvvis21)

DAFTAR PUSTAKA

SKOOG. D,A. Fundamental of Analytical Chemistry, seventh editition, Saunders college Publishing 1996 http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_analisis/spektrofotometri/ http://www.oseanografi.lipi.go.id/sites/default/files/oseana_x(1)39-47.pdf http://digilib.its.ac.id/aplikasi-spektrofotometri-untuk-uji-kualitas-warna-produk-hasilpengolahan-minyak-bumi-di-pusdiklat-migas-cepu-11104.html http://www.psychologymania.com/2012/06/spektrofotometri.html http://www.slideshare.net/mahboeb/spektro-uvvis21