Anda di halaman 1dari 81

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri

Modul 8 Analisis Finansial


Kelompok 22


1
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada era investasi dimana banyak perusahaan baru mulai bermunculan, persaingan
usaha menjadi aktifitas utama untuk dapat bertahan dalam dunia bisnis, perusahaan baru
tersebut memerlukan salah satu strategi untuk dapat bertahan dalam kondisi tersebut.
Perusahaan baru harus dapat mengembangkan bisnisnya dengan melakukan berbagai
pendekatan, salah satunya dengan melakukan analisis finansial. Analisis finansial
merupakan salah satu kunci penting dalam membangun dan mengembangkan sebuah
perusahaan yang digunakan untuk mengetahui apakah usaha yang diusahakan layak dan
menguntungkan untuk dikembangkan atau dikatakan masih dalam tingkat efisiensi.
Dengan melakukan analisis finansial, sebuah perusahaan baru dapat membuat sebuah
keputusan untuk mengembangkan bisnisnya.
PT. Indonesia Tamiya Motor merupakan perusahaan yang bergerak dibidang mainan
anak-anak dimana memproduksi tamiya mini 4WD. Perusahaan ini harus bersaing
dengan perusahaan lain yang memproduksi produk yang serupa. Untuk dapat bertahan
dalam persaingan terutama persaingan dalam harga, perusahaan harus melakukan
analisis kelayakan finansial untuk mengetahui harga pokok produk sehingga dapat
diketahui apakah produk tersebut masih layak atau menguntungkan apabila
dikembangkan.
Selain itu, pada PT. Indonesia Tamiya Motor akan melaksanakan pembebanan biaya
berdasarkan metode ABC (Activity Based Costing) untuk menentukan harga pokok
produk. Metode ini melalui dua tahapan yang harus dilalui yaitu dengan
mengidentifikasi aktifitas serta membebankan biaya sumber daya ke aktifitas. Dengan
metode ini perusahaan dapat menentukan harga pokok produk, sehingga perusahaan
selanjutnya dapat melakukan analisis kelayakan investasi.
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


2
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Berbagai kriteria investasi dapat dipertanggungjawabkan dan sering digunakan
untuk menilai kelayakan investasi tersebut adalah Net Present Value (NPV), Break
Event Point (BEP), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Apabila
kriteria-kriteria investasi tersebut menjanjikan keuntungan yang menarik bagi
stakeholder maka sebuah usaha dapat dikatakan layak untuk diinvestasikan modal
kedalamnya.
1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum dari Analisis Finansial ini adalah:
1. Praktikan dapat memahami perhitungan biaya langsung dan tak langsung
2. Praktikan dapat memahami penggunaan metode ABC
3. Praktikan mampu menentukan harga pokok produksi dan harga jual suatu
produk dengan menggunakan metode ABC
4. Praktikan mampu menganalisis aliran kas yang terjadi selama masa investasi
5. Praktikan mampu melakukan analisis kelayakan investasi dengan menggunakan
indikator NPV, IRR, dan Payback Period

1.3 Pembatasan Masalah
Dalam proses bisnis yang berhubungan dengan finansial maka perusahaan
memerlukan kegiatan seperti menentukan harga barang/jasa yang akan dijual, membuat
perkiraan pendapatan penjualan perusahaan serta menyiapkan rencana penjualan dan
biaya. Analisis finansial pada PT. Indonesia Tamiya Motor mengunakan data harga
material, JIP, AP, hasil peramalan, jumlah lini, jumlah operator, kecepatan produksi,
biaya kualitas, arah organisasi, STO, kebijakan perusahaan, luas lantai produksi,
fasilitas pendukung, aset awal perusahaan, biaya asuransi dan reparasi, semua data
tersebut digunakan untuk mencari HPP, harga jual, cash flow, proyeksi rugi laba,
proyeksi cash flow dan analisis kelayakan investasi.



Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


3
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang disusun dalam laporan praktikum analisis finansial ini
adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, tujuan praktikum, pembatasan masalah
dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi tentang tinjauan pustaka yang berhubungan dengan analisis
finansial dalam perusahaan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Berisi tentang metodologi penelitian analisis finansial dalam perusahaan.
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Berisi tentang data yang dibutuhkan untuk analisis finansial dalam
perusahaan dan pengolahan data analisis finansial dalam perusahaan
berupa penentuan rencana produksi dan perhitungan biaya-biaya yang
ada dalam perusahaan.
BAB V ANALISIS
Berisi tentang analisis yang dilakukan terhadap hasil pengolahan data
yang dilakukan pada bab sebelumnya. Terdiri dari analisis rencana
produksi dan perhitungan biaya-biaya yang ada dalam perusahaan.
BAB VI PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran.



Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


4
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian ABC (Activity Based Costing)
Activity Based Costing Systemmerupakan suatu system pembebanan biaya
berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk.
Dengan didorong oleh tuntutan untuk lebih dapat bersaing, beberapa perusahaan
manufaktur telah mencoba untuk menerapkan Activity Based Costing Systemini dalam
rangka pembebanan biaya produksi yang lebih akurat.
( Trischler, 1996 : 9 )
Activity Based Costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep
akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih
akurat. Namun dari perspektif manajerial, sistem ABC menawarkan lebih dari sekedar
informasi biaya produk yang akurat akan tetapi juga menyediakan informasi tentang
biaya dan kinerja dari aktivitas dan sumber daya serta dapat menelusuri biaya-biaya
secara akurat ke objek biaya selain produk, misalnya pelanggan dan saluran distribusi.
Pengertian akuntansi aktivitas menurut Amin Widjaja (1992; 27) adalah :
Bahwa ABC Sistem tidak hanya memberikan kalkulasi biaya produk yang lebih
akurat, tetapi juga memberikan kalkulasi apa yang menimbulkan biaya dan bagaimana
mengelolanya, sehingga ABC System juga dikenal sebagai sistem manajemen yang
pertama.
Sedangkan menurut Mulyadi (1993:34) memberikan pengertian ABC sebagai
berikut :
ABC merupakan metode penentuan HPP (product costing) yang ditujukan untuk
menyajikan informasi harga pokok secara cermat bagi kepentingan manajemen, dengan
mengikursecara cermat konsumsi sumber daya alam setiap aktivitas yang digunakan
untuk menghasilkan produk.
Pengertian ABC Sistem yang lain juga dikemukakan oleh Hansen and Mowen
(1999: 321) sebagai berikut :
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


5
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Suatu sistem kalkulasi biaya yang pertama kali menelusuri biaya ke aktivitas
kemudian ke produk.

2.2 Perbedaan ABC(Activity Based Costing) dan Tradisional
Metode ABC memandang bahwa biaya overhead dapat dilacak dengan secara
memadai pada berbagai produk secara individual. Biaya yang ditimbulkan oleh cost
driver berdasarkan unit adalah biaya yang dalam metode tradisional disebut sebagai
biaya variabel.
Metode ABC memperbaiki keakuratan perhitungan harga pokok produk dengan
mengakui bahwa banyak dari biaya overhead tetap bervariasi dalam proporsi untuk
berubah selain berdasarkan volumeproduksi. Dengan memahami apa yang
menyebabkan biaya-biaya tersebut meningkat dan menurun, biaya tersebut dapat
ditelusuri kemasing-masing produk. Hubungan sebab akibat ini memungkinkan manajer
untuk memperbaiki ketepatan kalkulasi biaya produk yang dapat secara signifikan
memperbaiki pengambilan keputusan.
(Hansen dan Mowen, 1999: 157-158)
Sistem biaya tradisional memang memeperhatikan biaya total perusahaan, akan
tetapi mereka mengabaikan below the line expenses, seperti penjualan, distribusi,
riset, dan pengembangan serta biaya administrasi. Hal ini disebabkan karena lingkungan
global menimbulkan banyak pertanyaan yang tidak dapat dijawab sistem akuntansi
biaya tradisional, antara lain:
1. Sistem akuntansi biaya tradisional terlalu menekankan pada tujuan penentuan
harga pokok produk yang dijual.
2. Sistem akuntansi biaya tradisional untuk biaya overhead terlalu memusatkan
pada distribusi dan alokasi biaya overhead daripada berusaha keras untuk
mengurangi pemborosan dengan menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai
tambah.
3. Sistem akuntansi biaya tradisional tidak mencerminkan sebab akibat biaya
karena seringkali beranggapan bahwa biaya ditimbulkan oleh faktor tunggal
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


6
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4. Sistem akuntansi biaya tradisional menghasilkan informasi biaya yang
terdistorsi sehingga mengakibatkan pembuatan keputusan yang menimbulkan
konflik dengan keunggulan perusahaan.
5. Sistem akuntansi biaya tradisional menggolongkan biaya langsung dan tidak
langsung serta biaya tetap dan variabel hanya mendasarkan faktor penyebab
tunggal.
6. Sistem akuntansi biayaa tradisional menggolongkan suatu perusahaan kedalam
pusat-pusat pertanggung jawaban yang kaku dan terlalu menekankan kinerja
jangka pendek.
7. Sistem akuntansi biaya tradisional memusatkan perhatian kepada perhitungan
selisih biaya pusat-pusat pertanggngjawaban tertantu dengan menggunakan
standar.
8. Sistem akuntansi biaya tradisional tidak banyak memerlukan alat-alat dan
teknik-teknik yang canggih dalam sistem informasi dibandingkan pada
lingkungan teknologi maju.
9. Sistem akuntansi biaya tradisional kurang menekankan pentingnya daur hidup
produk. Hal ini dibuktikan dengan perlakuan akuntansi biaya tradisional
terhadap biaya aktivitas-aktivitas perekayasaan, penelitian dan pengembangan.
Biaya-biaya tersebut diperlakukan sebagai biaya periode sehingga
menyebabkan terjadinya distorsi harga pokok daur hidup produk.
(rac.uii.ac.id/server/document/Private/2008042504115400312268.pdf)







Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


7
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Digambarkan dalam tabel, perbedaan antara penentuan harga pokok produk
tradisional dan sistem ABC, yaitu:
Tabel 2.1 Perbedaan Penetapan Harga Pokok Produk Tradisional dengan Metode ABC

2.3 Keuntungan dan Kelemahan Menggunakan ABC (Activity Based Costing)
Keunggulan Metode ABC
1. Suatu pengkajian ABC dapat meyakinkan manajemen bahwa mereka harus
mengambil sejumlah langkah untuk menjadi lebih kompetitif. Sebagai hasilnya
mereka dapat berusaha untuk meningkatkan mutu sambil secara simultan
memfokus pada mengurangi biaya. Analisis biaya dapat menyoroti bagaimana
benar-benar mahalnya proses manufakturing, yang pada akhirnya dapat memicu
aktivitas untuk mereorganisasi proses, memperbaiki mutu dan mengurangi biaya
2. ABC dapat membantu dalam pengambilan keputusan
3. Manajemen akan berada dalam suatu posisi untuk melakukan penawaran
kompetitif yang lebih wajar.
4. Dengan analisis biaya yang diperbaiki, manajemen dapat melakukan analisis
yang lebih akurat mengenai volume, yang dilakukan untuk mencari break even
atas produk yang bervolume rendah.
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


8
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

5. Melalui analisis data biaya dan pola konsumsi sumber daya, manajemen dapat
mulai merekayasa kembali proses manufakturing untuk mencapai pola keluaran
mutu yang lebih efisien dan lebih tinggi.
(Amin, 1994)
Beberapa keunggulan dari sistem biaya Activity Based Costing (ABC) dalam
penentuan biaya produksi adalah sebagai berikut :
a. Biaya produk yang lebih realistik, khususnya pada industri manufaktur teknologi
tinggi dimana biaya overhead adalah merupakan proporsi yang signifikan dari
total biaya.
b. Semakin banyak overhead dapat ditelusuri ke produk. Dalam pabrik yang
modem, terdapat sejumlah akrivitas non lantai pabrik yang berkembang.
Analisis sistem biaya ABC itu sendiri memberi perhatian pada semua aktivitas
sehingga biaya aktivitas yang non lantai pabrik dapat ditelusuri.
c. Sistem biaya ABC mengakui bahwa aktivitaslah yang menyebabkan biaya
bukanlah produk, dan produklah yang mengkonsumsi aktivitas.
d. Sistem biaya ABC memfokuskan perhatian pada sifat riil dari perilaku biaya dan
membantu dalam mengurangi biaya dan mengidentifikasi aktivitas yang tidak
menambah nilai terhadap produk.
e. Sistem biaya ABC mengakui kompleksitas dari diversitas produksi yang modem
dengan menggunakan banyak pemacu biaya (multiple cost drivers), banyak dari
pemacu biaya tersebut adalah berbasis transaksi (transaction-based) dari pada
berbasis volume produk.
f. Sistem biaya ABC memberikan suatu indikasi yang dapat diandalkan dari biaya
produk variabel jangka panjang (long run variabel product cost) yang relevan
terhadap pengambilan keputusan yang strategik.
g. Sistem biaya ABC cukup fleksibel untuk menelusuri biaya ke proses, pelanggan,
area tanggungjawab manajerial, dan juga biaya produk.
(blogspot, 2009)


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


9
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Kelemahan Activity Based Costing System adalah sebagai berikut :
a. Activity Based Costing System gagal untuk memotivasi manajer dalam
melakukan process improvement karena dalam Activity Based CostingSystem
tidak diketahui apakah aktivitas tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan oleh
customer.
b. Manajer membutuhkan waktu yang lama untuk mendeteksi produk apa yang
menjadi kebutuhan dan keinginan customer.
c. Dalam Activity Based Costing System tidak berfokus pada pengukuran waktu
setiap aktivitas yang dilakukan dan tidak terdeteksi adanya efisiensi waktu dan
produktivitas proses produksi.
(Gayle, 1996 : 132)
2.4 Klasifikasi Biaya
Biaya material
Merupakan biaya untuk pembelian dan penyimpanan material sebagai bahan
baku proses produksi.
Biaya operator
Merupakan biaya yang dikeluarkan sebagai upah pekerja/operator perakitan.
Biaya transportasi
Biaya perjalanan berkaitan dengan pengeluaran untuk melakukan
perjalanan/transportasi.
Biaya manajerial
Biaya untuk menggaji pekerja atau supporting staff yang ada pada perusahaan.
Biaya utilitas
Biaya utilitas meliputi biaya listrik, air, biaya operasional, dan lain-lain yang
menunjang berjalannya suatu perusahaan.
Biaya operasional
Biaya yang dikeluarkan untuk kelangsungan perusahaan


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


10
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Biaya depresiasi
Depresiasi pada dasarnya adalah penurunan nilai suatu properti atau aset karena
waktu dan pemakaian. Depresiasi bisa disebabkan oleh faktorfaktor berikut:
a. Kerusakan fisik akibat pemakaian dari alat atau properti tersebut
b. Kebutuhan produksi atau jasa yang lebih baru dan lebih besar
c. Penurunan kebutuhan produksi atau jasa
d. Properti atau aset tersebut menjadi usang karena adanya perkembangan
teknologi
e. Penemuan fasilitas-fasilitas yang bisa menghasilkan produk yang lebih baik
dengan ongkos yang lebih rendah dan tingkat keselamatan yang lebih
memadai
Terdapat beberapa metode perhitungan depresiasi, antara lain
- Straight Line method
Metode ini mengasumsikan bahwa aset terdepresiasi secara konstan setiap
tahunnya selama umur.manfaatnya. pada metode ini, depresiasi tiap tahun
dianggap sama. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
( )
N
L I
d
i

=

=
=
t
i
i t
d D
1

t t
D I B =
Keterangan :
I = harga awal
N = masa pakai
L = harga akhir
d
i
= depresiasi tahun ke-i
D
t
= akumulasi depresiasi sampai pada tahun ke-t
B
t
= nilai buku pada akhir tahun ke-t
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


11
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

- Sum of The Year Digit
Digit yang digunakan pada metode SOYD adalah sisa umur manfaat dari
aset.
( )
( ) L
N N
t N
d
i

+
+ +
= 1
2 / 1
1

( ) ( )
( )
( ) L
N N
t t N t
D
t

+
+ +
= 1
2 / 1
2 / 1 1

t t
D I B =
- Declining Balance
Biaya depresiasi tahunan adalah suatu persentase yang tetap dari buku
awal tahun.
N
I
L
f
/ 1
1
(

=
( ) f f I d
t
i
1
1

=
( ) ( ) ( ) | |
1 2
1 ... 1 1 1

+ + + + =
t
t
f f f If D
( )
t
t
f I B = 1
- Sinking Fund
Biaya depresiasi pada metode ini ditabung tiap periode sama rata, sehingga
mengalami proses pembungaan. Oleh karena itu, besarnya dana depresiasi
berbeda dengan besarnya biaya depresiasi. Pada metode ini diasumsikan
bahwa penurunan nilai aktiva linier terhadap waktu dan besarnya depresiasi
per tahun adalah konstan.
( )( ) N i F A L I d d
t
; ; / ' ' = =
( ) 1 ; ; / ' = t i P F d d
t

( ) t i A F d D
t
; ; / ' =
t t
D I B =

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


12
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Dimana d
t
= dana depresiasi pada tahun ke-t.
- Production Unit
Metode unit produksi digunakan karena pertimbangan bahwa berkurangnya
nilai aset terjadi terutama oleh fungsi pemakaiannya.
Biaya Pemasaran
Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kebutuhan pemasaran produk, seperti
biaya untuk iklan, pameran, dan sebagainya.
Biaya komunikasi
Dalam menjalankan perusahaan pastinya dibutuhkan komunikasi baik kepada
supplier, distributor, dan lain-lain.
Biaya Asuransi
Biaya asuransi dikeluarkan dalam rangka menjamin keselamatan pekerja selama
bekerja di perusahaan.
Biaya Reparasi
Biaya yang dikeluarkan dalam rangka perbaikan segala asset perusahaan, baik
berupa mesin-mesin produksi juga berupa alat-alat penunjang kegiatan
perusahaan.
Biaya Kualitas
Adalah biaya untuk melakukan pengendalian kualitas yang berkesinambungan.
Biaya ini berhubungan dengan produk atau pelayanan yang diberikan oleh
perusahaan berdasarkan syarat-syarat yang diminta oleh pelanggan. Macam-
macam biaya kualitas terdiri dari:
- Biaya pencegahan
Muncul untuk mencegah terjadinya kualitas buruk dalam produk atau jasa
yang diberikan.
- Biaya penilaian
Muncul untuk menentukan apakah produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan
pelanggan atau spesifikasi mereka. Biaya ini muncul setelah produksi selesai
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


13
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

tapi sebelum penjualan, untuk memastikan bahwa semua unit yang
dihasilkan sesuai syarat yang diminta pelanggan.
- Biaya kegagalan internal
Timbul karena produk dan jasa tidak sesuai dengan spesifikasi dan
kebutuhan pelanggan.
- Biaya kegagalan eksternal
Muncul karena produk dan jasa gagal memenuhi persyaratan pelanggan
setelah produk atau jasa dikirim ke pelanggan.
Biaya pengembangan SDM
Yaitu segala biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk lebih mengembangkan
potensi SDM yang dimiliki sehingga dapat menghasilkan SDM yang berkualitas.
Biaya administrasi
Biaya yang digunakan untuk keperluan administrasi perusahaan
Biaya PBB
PBB dikenakan terhadap Objek Pajak berupa tanah dan bangunan yang
didasarkan pada asas kenikmatan dan manfaat dan dibayar setiap tahun. PBB
pengenaannya didasarkan pada Undang-Undang No. 12 tahun 1985
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.12 tahun 1994 Tentang
Perubahan atas Undang-Undang No.12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan
Bangunan. Dalam bab I diatur tentang Ketentuan Umum yang memberikan
penjelasaan tentang istilah-istilah teknis atau definisi-definisi PBB seperti
pengertian :
1. Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya.
Pengertian ini berarti bukan hanya tanah permukaan bumi saja tetapi
betulbetul tubuh bumi dari permukaan sampai dengan magma, hasil
tambang, gas material yang lainnya.
2. Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara
tetap pada tanah dan/atau perairan.
Agar Objek Pajak yang berupa bumi dan bangunan seperti tersebut di atas dapat
dikenakan pajak maka perlu dihitung Nilai Jual Objek Pajaknya (NJOP) dan
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


14
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

untuk itu diatur dan ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan
No.523/KMK.04/1998 tanggal 18 Desember 1998 tentang Penentuan
Klasifikasi dan Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Sebagai Dasar Pengenaan PBB.
Penetuan NJOP ditetapkan atau dinilai oleh Fungsional penilai Direktorat
Jenderal Pajak dengan menggunakan pendekatan-pendekatan ilmu penilaian. Di
dalam aturan tersebut ketentuan umum sebagaimana biasanya memuat
definisidefinisi, dan pengertian pengertian, serta singkatansingkatan seperti
dibawah ini :
1. NJOP adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual-beli
yang terjadi secara wajar, dan bilamana tak terdapat transaksi jual-beli,
NJOPditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang
sejenis, ataunilai perolehan baru, atau NJOP pengganti.
2. NJOP meliputi nilai jual permukaan bumi (tanah, perairan pedalaman serta
laut wilayah Indonesia) beserta kekayaan alam yang berada di atas maupun
di bawahnya, dan/atau bangunan yang melekat di atasnnya.
3. Klasifikasi adalah pengelompokan nilai jual rata-rata atas permukaan bumi
berupa tanah dan/atau bangunan yang digunakan sebagai pedoman untuk
memudahkan perhitungan PBB yang terutang .
(Modul Praktikum PTI 2012)
2.5 Klasifikasi Aktivitas
1. Aktivitas Berlevel Unit (Unit Level Activities)
Aktivitas ini dilakukan untuk setiap unit produksi. Biaya aktivitas berlevel unit
bersifat proporsional dengan jumlah unit produksi. Sebagai contoh,
menyediakan tenaga untuk menjalankan peralatan, karena tenaga tersebut
cenderung dikonsumsi secara proporsional dengan jumlah unit yang
diproduksi.
2. Aktivitas Berlevel Batch (Batch Level Activities)
Aktivitas dilakukan setiap batch diproses, tanpa memperhatikan berapa unit
yang ada pada batch tersebut. Misalnya, pekerjaan seperti membuat order
produksi dan pengaturan pengiriman konsumen adalah aktivitas berlevel batch.
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


15
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

3. Aktivitas Berlevel Produk (Produk Level Activities)
Aktivitas berlevel produk berkaitan dengan produk spesifik dan biasanya
dikerjakan tanpa memperhatikan berapa batch atau unit yang diproduksi atau
dijual. Sebagai contoh merancang produk atau mengiklankan produk.
4. Aktivitas Berlevel Fasilitas (Fasility level activities)
Aktivitas berlevel fasilitas adalah aktivitas yang menopang proses operasi
perusahaan namun banyak sedikitnya aktivitas ini tidak berhubungan dengan
volume. Aktivitas ini dimanfaatkan secara bersama oleh berbagai jenis produk
yang berbeda. Kategori ini termasuk aktivitas seperti kebersihan kantor,
penyediaan jaringan komputer dan sebagainya.
(Mulyadi, 1993 : 94)

2.6 Tahap-tahap dalam ABC
Untuk melaksanakan pembebanan biaya berdasarkan metode activity based costing
ada beberapa tahapan yang harus dilalui, tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Penentuan aktivitas (mengidentifikasi aktivitas)
Proses produksi dalam suatu perusahaan tenunya terdapat banyak aktivitas.
Seluruh aktivitas yang mengkonsumsi sumber daya harus diidentifikasi.
Misalnya : aktivitas pembelian bahan, aktivitas pemeriksaan bahan.
2. Membebankan biaya sumber daya ke aktivitas
Aktivitas yang berkaitan dikelompokkan dalam kelompok aktivitas yang
homogen. Untuk menyederhanakan proses, aktivitas dikelompokkan dalam
kelompok yang homogeny dengan mendasar pada karakteristik :
- Aktivitas tersebut secara logika berkaitan
- Aktivitas tersebut mempunyai rasio konsumsi yang sama untuk semua
produk.
3. Perhitungan biaya pool
Biaya yang terjadi pada perusahaan dikumpulkan dalam setiap pusat kegiatan,
atau sering disebut sebagai cost pool. Biaya aktivitas yang telah dikelompokkan
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


16
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

dijumlah untuk menentukan biayas setiap pool. Aktivitas-aktivitas
dikelompokkan pada kumpulan yang sejenos berdasarkan karakteristik yang
sama yaitu :
- Secara logika berkorelasi
- Memiliki rasio konsumsi yang sama untuk semua produk
(Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri, 2012)

2.7 Analisis kelayakan investasi
Aliran kas (Cash flow) mengandung multidimensi yang harus dibandingkan, yaitu
besarnya aliran dan dimensi waktu maka sulit dibandingkan secara langsung. Untuk itu,
perlu menggunakan beberapa indicator yaitu:
1. Metoda Pay Back Period
Payback Periode (PB) adalah jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk
mengembalikan biaya investasi awal dengan tingkat pengembalian
tertentu.Payback Period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk
mengembalikan investasi semula. Dengan demikian kriteria keberhasilan
metoda ini adalah jangka waktu yang sesingkat mungkin dalam mengembalikan
biaya investasi. Adapun perhitungannya sebagai berikut:
a) Jika memperhitungkan tingkat suku bunga (i)

b) Jika tidak memperhitungkan tingkat suku bunga (i)

Perhitungannya dilakukan berdasarkan aliran kas, baik tahunan maupun yang
merupakan nilai sisa. Untuk mendapatkan periode pengembalian pada suatu
tingkat pengembalian tertentu digunakan model formula berikut:


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


17
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Keterangan:
NPV1 = Nilai NPV kumulatif negatif
NPV2 = Nilai NPV kumulatif positif
t1 = Tahun umur proyek yang memiliki NPV kumulatif negatif
t2 = Tahun umur proyek yang memiliki NPV kumulatif positif
Apabila nilai PB lebih besar dari pada umur proyek, maka proyek tersebut
tidak layak untuk dilaksanakan, dan sebaliknya proyek tersebut layak untuk
dilaksanakan.
2. Net Present Value (NPV)
Net Present Value adalah perbedaan antara nilai sekarang dari benefit
(keuntungan) dengan nilai sekarang biaya, yang besarnya dapat dihitung dengan
rumus sebagai berikut
(Kadariah et al. 1978; Djamin 1993)

Keterangan:
Bt = Benefit bruto proyek pada tahun ke t
Ct = Biaya bruto proyek pada tahun ke-t
n = Umur ekonomis proyek
i = Tingkat bunga modal (%)
t = Periode per tahun
Ko = Investasi awal (Initial Investment)
Pendapat ahli lain mendefinisikan NPV sebagai metode dimana net cash flow
di masa depan didiskontokan menjadi nilai sekarang dengan menggunakan suku
bunga tertentu dikurangi dengan biaya investasi awal. Persamaannya adalah:


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


18
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Apabila alternatif-alternatif yang dianalisis bersifat mutually exclusive, maka
kriteria penerimaannya adalah sebagai berikut:
Jika suatu alternatif mempunyai:
Umur yang diharapkan = n
Tingkat suku bunga yang berlaku = i
Nilai aliran kas pada periode ke-t, dari t=0 sampai t =n = Ct

Jika NPV positif maka dapat disimpukan bahwa pada tingkat suku bunga i
yang berlaku maka investasi tersebut menghasilkan keuntungan. Sedangkan jika
NPV negatif maka investasi tersebut bila dijalankan akan menimbulkan
kerugian. Perbandingan dengan menggunakan NPV hanya dapat digunakan jika
masa guna proyek yang dibandingkan sama panjang.
Apabila dalam perhitungan NPV diperoleh lebih besar dari nol atau positif,
maka proyek yang bersangkutan diharapkan menghasilkan tingkat keuntungan,
sehingga layak untuk diteruskan. Jika nilai hasil bersih lebih kecil dari nol atau
negatif, maka proyek akan memberikan hasil yang lebih kecil dari pada biaya
yang dikeluarkan atau akan merugi (ditolak).
3. Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return dari suatu investasi adalah suatu nilai tingkat bunga yang
menunjukan bahwa nilai sekarang netto (NPV) sama dengan jumlah seluruh
ongkos investasi proyek.
Pada metoda ini, tingkat pengembalian investasi harus dicari dan dibandingkan
dengan Minimum Attractive Rate of Return (MARR). IRR didefinisikan sebagai
tingkat pengembalian yang dihasikan oleh suatu investasi yang menjadikan
NPV aliran kas bernilai nol. Berikut ini adalah persamaan untuk rencana IRR

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


19
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Jika IRR > MARR berarti investasi tersebut layak secara ekonomis. Untuk
menghitung harga IRR pada umumnya dilakukan dengan cara coba coba. IRR
dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan :
Bt = Total penerimaan pada tahun ke t
Ct = Total biaya pada tahun ke-t
I = IRR (%)
N = Umur ekonomi proyek
Jika nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (IRR>1),
makasuatu perencanaan proyek dinyatakan layak untuk dilanjutkan, dan
sebaliknya jika IRR<1,maka proyek ditolak.

4. Break Even Point (BEP)
Penentuan titik impas dengan teknik persamaan dilakukan dengan mendasarkan
padapersamaan pendapatan sama dengan biaya ditambah laba. Penentuan titik
impas denganpendekatan grafis dilakukan dengan cara mencari titik potong
antara garis pendapatan penjualan dengan garis biaya dalam suatu grafik yang
disebut grafik impas. Penentuantitik impas dengan teknik persamaan dapat
dilakukan dengan dua cara yakni sebagai berikut:
a. Laba adalah sama dengan pendapatan penjualan dikurangi dengan biaya
atau dapatdinyatakan dalam persamaan berikut:
Y = cx bx a

Keterangan :
Y : Laba
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


20
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

a : Biaya tetap
b : Biaya variabel per satuan
c : Harga jual per satuan
x : Jumlah produk yang dijual
b. Persamaan dinyatakan dalam bentuk laporan rugi laba dengan metode
variabel costing,
persamaan tersebut berbentuk sebagai berikut:
Y = cx bx a
Keterangan :
Y : Laba bersih
a : Biaya tetap
bx : Biaya variabel
cx : Pendapatan penjualan
Titik impas (break even) adalah volume output yang membuat pendapatan
operasi persis menutup biaya operasi. Untuk menjelaskan konsep ini kita review
sekilas Laporan Laba-Rugi yang formatnya secara umum sebagai berikut:

Dikaitkan degan sifatnya, Harga Pokok Penjualan, Biaya umum dan Biaya
Penjualan terdiri atas biaya-biaya yang bersifat variabel (ikut berubah jika
volume output berubah). Pada situasi tertentu dijumpai pula kelompok biaya
yang bersifat semi variable yaitu mengandung sifat-sifat biaya tetap dan
variabel. Biaya semi variable adalah biaya yang mempunyai unsur tetap dan
variabel, misalnya saja imbalan untuk salesman yang terdiri atas gaji tetap
bulanan ditambah komisi penjualan yang variabel. Biaya semi variable ini dapat
dialokasikan ke dalam biaya tetap dan biaya variabel.


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


21
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Dengan me-reklasifikasi biaya Harga Pokok Penjualan dan biaya operasi
menjadi biaya tetap dan variabel, maka:

Sehingga laba operasi pada persamaan (1) dapat dinyatakan juga sebagai :
Laba operasi = Pendapatan [ Biaya tetap operasi + Biaya variabel
operasi]
Pada umumnya digunakan model linier dimana diasumsikan bahwa biaya
variabel berubah secara linier dengan perubahan volume produksi, demikian
juga pendapatan berubah secara linier dengan perubahan volume produksi.
Berdasarkan asumsi itu dapat dituliskan persamaan sebagai berikut:

Keterangan:
P: harga jual per unit
v: biaya variable per unit output
Q: volume output

Gambar 2.1 Grafik BEP
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


22
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Dengan menggunakan model biaya seperti di atas maka laba operasi dapat
dinyatakan dengan persamaan :

Titik impas (break even point) adalah tingkat volume produksi Q yang
menjadikan pendapatan operasi yang diterima impas dengan biaya operasi atau
dengan perkataan lain titik impas adalah volume produksi yang menghasilkan
laba operasi sebesar nol. Jadi

Selisih antara harga jual dengan biaya varibel per unit [P v] dikenal dengan
istilah marjin kontribusi. Informasi tentang titik impas dapat digunakan sebagai
salah satu pertimbangan dalam menentukan volume output dan harga jual.
Perusahaan tentu saja berusaha menghindari beroperasi pada tingkat output
sama atau lebih rendah dari titik tersebut. Perusahaan berusaha agar outputnya
diatas titik impas dan akan merasa lebih aman jika outputnya semakin jauh
diatas titik impas tersebut.
(www.ti.itb.ac.id/~myti/files/.../PTI%202/.../PTI2-Modul%206-AKI.pdf )











Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


23
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

Berikut merupakan metodologi penelitian Analisis Finansial PT. Indonesia Tamiya
Motor:

s

Gambar 3.1 Metodologi Praktikum


Mulai
Perhitungan:
1. Biaya Material
2. Biaya Operator
3. Biaya Transportasi
4. Biaya Manajerial
5. Biaya Utilitas
6. Biaya Operasional
7. Biaya Depresiasi
8. Biaya Pemasaran
9. Biaya Komunikasi
10. Biaya Asuransi
11. Biaya Reparasi
12. Biaya Kualitas
13. Biaya Pengembangan SDM
14. Biaya Administrasi
15. PBB
HPP
Perhitungan:
1. NPV
2. Payback Period
3. IRR
Selesai
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


24
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Pengumpulan Data
Asset Awal Perusahaan
Tabel 4.1 Asset Awal Perusahaan
Tanah (1.500 m2) 1.050.000.000
Bangunan (sesuaikan dengan luas bangunan sesuai kebutuhan) 1.000.000/m
2

Perangkat elektronik (komputer, AC, instalasi lampu, dll) 400.000.000
Perangkat furniture (meja, kursi, lemari, dll) 425.000.000
Alat kantor dan pabrik lainnya (telepon, kalkulator, alat tulis,
dll)
320.000.000
Kendaraan :

3 mobil box 600.000.000
5 mobil 1.050.000.000

Daftar Perhitungan Biaya
Tabel 4.2 Daftar Perhitungan Biaya
Hitung Biaya Ketentuan Input
Biaya Material Biaya Material + Biaya Pesan
Modul 5 (Biaya Material dan
Biaya Pesan)
Biaya Operator
=
1
60 60

Modul 1 (hari kerja dan jam
kerja)
Modul 4 (jumlah operator,
waktu stasiun, output standar)
Gaji Pokok = WS per SK x OS min SK x
Biaya Rakit
OS=1/WS
Gaji per bulan = gaji pokok + tunjangan
transportasi + tunjangan kesehatan
Tunjangan transportasi 10% gaji pokok

Tunjangan kesehatan 20% gaji pokok

Biaya Transportasi
Transportasi material handling (pabrik ke
gudang)
Modul 5 (JIP)

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


25
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.2 Daftar Perhitungan Biaya
Biaya Transportasi
Transportasi pemasaran (expo di kota
distribution center)
Modul 1 (lokasi, wilayah
pemasaran)
Expo dilakukan 1x dalam sebulan
Tentukan kota letak
distribution
1L bensin = 15 km


Center (3 kota) beserta
wilayah pemasarannya sesuai
Modul 1(Analisis Pasar)
Transportasi pabrik distribution center
Pengiriman dilakukan 2x dalam sebulan
Biaya Manajerial Gaji pegawai tetap
Tentukan jumlah karyawan
dan karyawan tambahan
sesuai Modul 1 (kebijakan
karyawan
Modul 1 (STO, jobdesc)
Biaya Utilitas Luas bangunan (<= 1.500 m2)
Modul 1 (STO, karyawan
tambahan, jam kerja, hari
kerja)
Modul 7 (Luas lantai
perakitan, jumlah lampu,
jumlah
turbin ventilator) tentukan
luas masing-masing ruangan,
jumlah lampu,jumlah AC
selain lantai perakitan
Lampu gudang = 120 watt,
lampu ruang manajerial = 40
watt
AC = 120 watt, Exhaust fan =
240 watt, setiap 10m2 = 1
lampu
Biaya Operasional
Air Rp. 240.000,00/ bulan
Listrik (dispenser, TV, printer, komputer) Rp. 700.000,00/ bulan
Biaya Depresiasi
Metode straight line

Usefull line = 10 tahun

Salvage value

3 mobil box = 145.000.000

5 mobil = 450.000.000

Perangkat elektronik = 55.000.000

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


26
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.2 Daftar Perhitungan Biaya
Biaya Depresiasi
Perangkat furniture = 20.000.000

Alat kantor dan pabrik = 50.000.000

Bangunan = 50% dari nilai awal

Biaya Pemasaran
Meliputi buka stand, iklan, majalah atau
website
Tentukan biaya pemasaran
Biaya Komunikasi Telepon dan internet
Tentukan biaya telepon dan
internet
Biaya Asuransi Rp 100.000.000 per tahun Tentukan asuransi apa
Biaya Reparasi Soft floor dan hard floor
Soft floor 210.000/bulan
Hard floor 320.000/bulan
Sesuaikan dengan modul 1
(kebijakan perawatan)
Biaya Kualitas Modul 6 (biaya kualitas)
Biaya Pengembangan
SDM
Building dan training karyawan
Modul 1 (STO)
Jumlah karyawan
Biaya Administrasi
Administrasi penjualan

Biaya administrasi gudang
Biaya administrasi akuntansi
Biaya administrasi karyawan baru
Biaya audit
Biaya PBB
Ketentuan biaya PBB sesuai daerah tempat
bangunan berdiri
Sesuaikan biaya PBB sama
dengan yang berdiri di daerah
ybs

Cash flow
Dari tahun 0-10
Asumsi :
Penjualan sesuai dengan JIP. Setiap tahun terjadi kenaikan penjualan sebesar 2
% yang otomatis berdampak pada kenaikan biaya material sebesar 2 %
Terjadi kenaikan BBM sebesar 30% pada tahun ke-5
Terjadi kenaikan UMR sebesar 5% pada tahun ke-3 dan terjadi kenaikan UMR
sebesar 5% pada tahun ke-7
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


27
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Akibat kenaikan BBM dan UMR, harga jual meningkat 10% pada tahun ke-5
dan meningkatkan kembali sebesar 10% pada tahun ke-7
Pajak 10 %
Pembagian deviden 40%
Tingkat suku bunga (i) = 5,5%
MARR = i
Ukuran box tamiya = 23,5 x 16 x 4,5 cm
Berat 1 box = 500gram

4.2 Perhitungan Biaya-Biaya
4.2.1 Biaya Material
Hasil JIP didapat dari output modul 5 sebagai berikut:
Tabel 4.3 JIP
Periode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 total %
Spin 12235 12280 12325 12370 12415 12460 12507 12553 12600 12647 12693 12741 149826 45,52
Aero 5340 5359 5379 5398 5418 5438 5458 5478 5499 5519 5539 5560 65385 19,87
Blaster 9302 9336 9370 9405 9439 9473 9509 9544 9579 9615 9651 9687 113910 34,61
jumlah 329121 100

Dari hasil MRP modul 5 didapat biaya material sebagai berikut:
Tabel 4.4 Biaya Komponen
Komponen
biaya 3
bulan
biaya 1
tahun
body A 9672000 38688000
body B 16831200 67324800
body C 22129700 88518800
penutup baterai 4070000 16280000
pengunci body 4070000 16280000
pengunci dinamo 4070000 16280000
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


28
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.4 Biaya Komponen
gear kecil 4070000 16280000
penutup plat depan 4070000 16280000
plat depan 3260560 13042240
chasis 40492900 161971600
gear besar 4070000 16280000
tuas on-off 4070000 16280000
Garden 16211600 64846400
Roller 24294600 97178400
Baut 8105800 32423200
bumper belakang 16196400 64785600
Sekrup 3997875 15991500
as roda 16202100 64808400
Roda 48577800 194311200
Dynamo 218569696 874278784
gear dynamo 4070000 16280000
plat belakang kecil 2451120 9804480
plat belakang besar 2451120 9804480
rumah dinamo 3854118,3 15416473,2
jumlah 485858589 1943434357

Jadi total biaya komponen selama 1 tahun sebesar Rp 1.943.434.357,00

4.2.2 Biaya Operator
Asumsi yang digunakan:
1 = Rp 991.500,00
(http://allows.wordpress.com/2009/01/12/informasi-upah-minimum-regional-umr/)
Hari Kerja tiap bulan = 20 hari
Jam Kerja tiap hari = 8 jam

=
1
60 60


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


29
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

=
Rp 991.500,00
20 x 8 x 60 x 60
= Rp 1,7213542

WS = 19,23 detik

=
1
19,23
= 0,0520021

= 0,0520021 3600 = 187,20749 187



Contoh perhitungan:
Untuk stasiun kerja 1:
1. Gaji pokok /bulan
= WS per SK x OS min SK x biaya rakit
= (8,9967 + 9,0233) x 187 x 1,7213542 x 8 x 20
= Rp 929.112,00 / bulan
2. Gaji per bulan
= gaji pokok + tunjangan transportasi + tunjangan kesehatan
= Rp 929.112,00 + Rp 92.911,00 + Rp 185.822,00
= Rp 1.207.846,00
3. Tunjangan transportasi
= 10% gaji pokok
= 10% x Rp 929.112,00
= Rp 92.911,00 / bulan
4. Tunjangan kesehatan
= 20% gaji pokok
= 20% x Rp 929.112,00
= Rp 185.822,00 / bulan



Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


30
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.5 Biaya operator per SK
SK WS (detik)
OS
(unit/jam)
biaya
rakit/detik
gaji pokok/bulan
biaya
transportasi
biaya
kesehatan
gaji/bulan gaji/tahun
1
8,9967 187 1,721354167 Rp463.356 Rp46.336 Rp92.671 Rp602.363 Rp7.228.358
9,0233 187 1,721354167 Rp464.726 Rp46.473 Rp92.945 Rp604.144 Rp7.249.730
total Rp928.083 Rp92.808 Rp185.617 Rp1.206.507 Rp14.478.088
2a
15,2078 187 1,721354167 Rp783.246 Rp78.325 Rp156.649 Rp1.018.220 Rp12.218.638
4,5568 187 1,721354167 Rp234.688 Rp23.469 Rp46.938 Rp305.095 Rp3.661.140
total Rp1.017.935 Rp101.793 Rp203.587 Rp1.323.315 Rp15.879.779
2b
15,2078 187 1,721354167 Rp783.246 Rp78.325 Rp156.649 Rp1.018.220 Rp12.218.638
4,5568 187 1,721354167 Rp234.688 Rp23.469 Rp46.938 Rp305.095 Rp3.661.140
total Rp1.017.935 Rp101.793 Rp203.587 Rp1.323.315 Rp15.879.779
3a
17,86626667 187 1,721354167 Rp920.165 Rp92.016 Rp184.033 Rp1.196.214 Rp14.354.572
total Rp920.165 Rp92.016 Rp184.033 Rp1.196.214 Rp14.354.572
3b
17,86626667 187 1,721354167 Rp920.165 Rp92.016 Rp184.033 Rp1.196.214 Rp14.354.572
total Rp920.165 Rp92.016 Rp184.033 Rp1.196.214 Rp14.354.572
3c
17,86626667 187 1,721354167 Rp920.165 Rp92.016 Rp184.033 Rp1.196.214 Rp14.354.572
total Rp920.165 Rp92.016 Rp184.033 Rp1.196.214 Rp14.354.572
4
16,3269 187 1,721354167 Rp840.883 Rp84.088 Rp168.177 Rp1.093.148 Rp13.117.774
total Rp840.883 Rp84.088 Rp168.177 Rp1.093.148 Rp13.117.774
5
9,1867 187 1,721354167 Rp473.142 Rp47.314 Rp94.628 Rp615.084 Rp7.381.013
6,8547 187 1,721354167 Rp353.037 Rp35.304 Rp70.607 Rp458.948 Rp5.507.378
total Rp826.179 Rp82.618 Rp165.236 Rp1.074.033 Rp12.888.391
6a
15,25405 187 1,721354167 Rp785.628 Rp78.563 Rp157.126 Rp1.021.316 Rp12.255.798
total Rp785.628 Rp78.563 Rp157.126 Rp1.021.316 Rp12.255.798
6b
15,25405 187 1,721354167 Rp785.628 Rp78.563 Rp157.126 Rp1.021.316 Rp12.255.798
total Rp785.628 Rp78.563 Rp157.126 Rp1.021.316 Rp12.255.798
7a
10,5859 187 1,721354167 Rp545.205 Rp54.520 Rp109.041 Rp708.766 Rp8.505.194
8,2675 187 1,721354167 Rp425.800 Rp42.580 Rp85.160 Rp553.540 Rp6.642.486
total Rp971.005 Rp97.101 Rp194.201 Rp1.262.307 Rp15.147.679
7b
10,5859 187 1,721354167 Rp545.205 Rp54.520 Rp109.041 Rp708.766 Rp8.505.194
8,2675 187 1,721354167 Rp425.800 Rp42.580 Rp85.160 Rp553.540 Rp6.642.486
total Rp971.005 Rp97.101 Rp194.201 Rp1.262.307 Rp15.147.679
8a
10,1151 187 1,721354167 Rp520.957 Rp52.096 Rp104.191 Rp677.244 Rp8.126.932
8,79185 187 1,721354167 Rp452.806 Rp45.281 Rp90.561 Rp588.648 Rp7.063.772
total Rp973.763 Rp97.376 Rp194.753 Rp1.265.892 Rp15.190.704
8b
10,1151 187 1,721354167 Rp520.957 Rp52.096 Rp104.191 Rp677.244 Rp8.126.932
8,79185 187 1,721354167 Rp452.806 Rp45.281 Rp90.561 Rp588.648 Rp7.063.772
total Rp973.763 Rp97.376 Rp194.753 Rp1.265.892 Rp15.190.704
9
19,6366 187 1,721354167 Rp1.011.342 Rp101.134 Rp202.268 Rp1.314.745 Rp15.776.938
total Rp1.011.342 Rp101.134 Rp202.268 Rp1.314.745 Rp15.776.938
10
16,7233 187 1,721354167 Rp861.299 Rp86.130 Rp172.260 Rp1.119.688 Rp13.436.260
total Rp861.299 Rp86.130 Rp172.260 Rp1.119.688 Rp13.436.260
11
3,2083 187 1,721354167 Rp165.237 Rp16.524 Rp33.047 Rp214.808 Rp2.577.694
10,3126 187 1,721354167 Rp531.129 Rp53.113 Rp106.226 Rp690.468 Rp8.285.612
total Rp696.366 Rp69.637 Rp139.273 Rp905.276 Rp10.863.306
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


31
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.5 Biaya operator per SK
12
25,0853 187 1,721354167 Rp1.291.966 Rp129.197 Rp258.393 Rp1.679.556 Rp20.154.671
total Rp1.291.966 Rp129.197 Rp258.393 Rp1.679.556 Rp20.154.671
13
18,0645 187 1,721354167 Rp930.374 Rp93.037 Rp186.075 Rp1.209.487 Rp14.513.841
total Rp930.374 Rp93.037 Rp186.075 Rp1.209.487 Rp14.513.841
TOTAL GAJI OPERATOR Rp275.240.905

Jadi total biaya operator selama 1 tahun sebesar Rp 275.240.905,00

4.2.3 Biaya Transportasi
a. Biaya Transportasi Material Handling
Rata-rata output produk harian adalah sebesar 1371 unit yang didapatkan dari
hasil JIP. Jadi, dengan jumlah output sebesar itu penggunaan forklift dirasa sangat
tidak efisien. Kegiatan material handling cukup dilakukan dengan menggunakan
hand pallet dengan kapasitas 150 kg. Berat 1 box tamiya adalah 500 gram (0,5 kg).
Satu kali pengangkutan dengan hand pallet bisa memuat 300 unit produk. Jadi
dalam sehari terdapat kira-kira 4 sampai 5 kali proses pengankutan. Jadi,
kesimpulannya tidak terdapat biaya transportasi pada material handling karena
hanya menggunakan hand pallet. Hand pallet dapat dinaik turunkan, sehingga
proses pemindahan material ketempat dengan ketinggian tertentu dapat lebih
mudah dilakukan. Jumlah tersebut dirasa cukup feasible untuk dilakukan.

b. Biaya Transportasi Pemasaran
Lokasi pemasaran dilihat dari tingkat keramaian didaerah tersebut, seperti di
Jakarta lokasi pemasaran berada di daerah pusat kota Jakarta, di Surabaya lokasi
pemasaran berada di kota Surabaya dan di Semarang lokasi pemasaran berada di
kota Semarang.

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


32
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.6 Biaya transportasi pemasaran
Aktivitas
bisnis
Rute Jarak
Harga
bensin
/ liter
Konsumsi
bensin
Biaya
bensin
Perjalana
n dalam 1
bulan
Biaya
bensin
/ bulan
Biaya
bensin /
tahun
Melakukan
promosi
Semarang-
Jakarta
425 km 4500 28,333333 126900 1 kali 127500 1530000
Melakukan
promosi
Semarang-
Surabaya
310 km 4500 20,666667 91500 1 kali 93000 1116000
Melakukan
promosi
Semarang 25 km 4500 0,8 6000 1 kali 3600 43200
Total biaya 2689200

Total biaya transportasi pemasaran selama satu tahun
= total biaya bensin per tahun x 2 (pulang pergi)
= Rp 2.689.200,00 x 2
= Rp 5.378.400,00

c. Biaya Transportasi Pabrik-Distribution Centre
Letak distribution centre dipengaruhi oleh populasi penduduk ditiap daerah,
untuk distribution centre di Jakarta untuk mendistribusikan barang di daerah
Sumatra dan sekitarnya, untuk distribution centre di Semarang untuk
mendistribusikan barang di daerah Kalimantan dan sekitarnya dan untuk
distribution centre di Surabaya untuk mendistribusikan barang di daerah Bali dan
sekitarnya.




Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


33
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.7 Biaya transportasi pabrik-distributor
Aktivitas bisnis Rute Jarak
Harga
bensin
/ liter
Konsumsi
bensin
Biaya
bensin
Perjalana
n dalam 1
bulan
Biaya
bensin
/ bulan
Biaya
bensin /
tahun
Melakukan
pengiriman
tamiya ke
distributor
Semarang-
Jakarta
423 km 4500 28,2 126900 2 kali 253800 3045600
Melakukan
pengiriman
tamiya ke
distributor
Semarang-
Surabaya
305 km 4500 20,33333 91500 2kali 183000 2196000
Melakukan
pengiriman
tamiya ke
distributor
Semarang 20 km 4500 1,333333 6000 2 kali 12000 144000
Total biaya 5385600

Total biaya transportasi pabrik-distributor selama satu tahun:
= total biaya bensin per tahun x 2 (pulang pergi)
= Rp 5.385.600,00 x 2
= Rp 10.771.200,00
Sehingga total biaya transportasi selama setahun :
= Rp 5.378.400,00 + Rp 10.771.200,00
= Rp 16.149.600

4.2.4 Biaya Manajerial
Tabel 4.8 Biaya Manajerial
Departemen Jabatan
Jumlah
Karyawan
(orang)
Gaji Setiap
Karyawan
(Rp)
Gaji Keseluruhan
(Rp)

RUPS
Seluruh pemegang
saham - -
CEO (Direktur Utama) 1 12000000
12000000
General Manager 1 10000000
10000000

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


34
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.8 Biaya Manajerial
Development
Manejer Developement 1
8000000 8000000
Kepala Unit HRD 1
6000000 6000000
Staff HRD 2
3000000 6000000
Kepala Unit RnD 1
6000000 6000000
Staff Unit RnD 2
3000000 6000000
Kepala Unit GA & IT 1
6000000 6000000
Staff Unit GA & IT 2
3000000 6000000
Logistik
Manejer Logistik 1
8000000 8000000
Kepala unit purchasing 1
6000000 6000000
Staff logistik 2
3000000 6000000
Kepala unit warehaouse 1
6000000 6000000
Staff warehouse 2
3000000 6000000
Kepala unit distribusi 1
6000000 6000000
Staff distribusi 2
3000000 6000000
Produksi
Manejer Produksi 1
8000000 8000000
Kepala Unit PPIC 1
6000000 6000000
Staff Unit PPIC 2
3000000 6000000
Kepala Unit Assembly 1
6000000 6000000
Staff Unit Assembly 2
3000000 6000000
Kepala Unit QC 1
6000000 6000000
Staff Unit QC 2
3000000 6000000
Sales &
Marketing
Manejer Sales &
Marketing 1
8000000 8000000
Kepala Unit Marketing 1
6000000 6000000
Staff Unit Marketing 2
3000000 6000000
Kepala Unit Sales 1
6000000 6000000
Staff Unit Sales 2
3000000 6000000
Finance
Manejer Finansial 1
6000000 6000000
Staff Departement
Finance 2
3000000 6000000
Loby area
Receptionist 1
3000000 3000000
Non-Staff
Office Boy 2
991500 1983000
Security 2
991500 2974500
Jumlah Gaji Per bulan Rp 204.966.000,00
Jumlah Gaji Per Tahun Rp 2.459.592.000,00

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


35
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.2.5 Biaya Utilitas
Contoh perhitungan biaya utilitas
Biaya listrik per KWH adalah Rp 885,00
- Biaya utilitas lampu
Luas ruangan = 40 m
2

Jam kerja = 8 jam
Biaya lampu = Rp 885 kw/h
Daya setiap lampu = 0,12 kw
Biaya utilitas lampu/ hari = jumlah lampu x jam kerja x biaya lampu x daya
tiap lampu
= 4 x 8 jam x Rp 885 kw/h x 0,12
= Rp 3398.4/ hari
Biaya utilitas lampu = Rp 3398.4 x 30 hari x 12 bulan
= Rp 1223424 /tahun

- Biaya utilitas AC
Luas ruangan = 5 m
2

Jam kerja = 8 jam/ hari
Biaya AC = Rp 885 kw/h
Daya setiap AC = 0,6 kw
Biaya utilitas AC/ hari = jumlah AC x jam kerja x biaya AC x daya AC
= 1 x 8 jam x Rp 885 kw/h x 0,6
= Rp 4248/hari
Biaya utilitas AC = Rp 4248 x 20 hari x 12 bulan
= Rp 1019520/tahun
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


36
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.9 Biaya Utilitas Penerangan
Ruangan Manager Kepala
Bagian
Staff Luas Jumlah
luas
(m2)
Jumlah
lampu
Daya
kW
Harga
/KWH
Jam
Kerja
(jam)
Total
biaya/tahun
Direktur 1 5x4 m2 20 2 0.04 885 8 135936
General Manager 1 5x4 m2 20 2 0.04 885 8 135936
Departemen
Pengembangan
1 5x4 m2 20 2 0.04 885 8 135936
Unit HRD 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Unit RnD 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
GA&IT 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Departemen
Logistik
1 5x4 m2 20 2 0.04 885 8 135936
Unit Purchasing 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Unit Warehouse 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Unit Distribution 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Departemen
Produksi
1 5x5 m2 25 3 0.04 885 8 203904
Unit PPIC 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Unit Assembly 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Quality Control 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Departemen
Pemasaran
1 5x4 m2 20 2 0.04 885 8 135936
Unit Marketing 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Unit Sales 1 2 4x4 m2 16 2 0.04 885 8 135936
Departemen
Keuangan
1 2 5x4 m2 20 2 0.04 885 8 135936
Lantai produksi 408,2 40 0.12 885 8 8156160
Ruang Rapat 8x6 m2 48 5 0.04 885 3 12744
Lobby Area 1 7x5 m2 35 4 0.04 885 8 271872
Gudang 15,5 3 0.12 885 12 917568
Pos Satpam 2 4x3 m2 12 1 0.04 885 12 101952
Mushola 6x6 m2 36 4 0.04 885 6 203904
Tempat Office
Boy/Girl
2 4x3 m2 12 1 0.04 885 8 67968
Toilet Umum 3x3 m2 9 1 0.04 885 8 67968
Kantin 8x6 m2 48 3 0.04 885 3 76464
Parkir 30x10
m2
300 10 0.04 885 12 1019520
Total 1244,7 95 13410936


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


37
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.10 Biaya Utilitas Pendingin
Ruangan Manager
Kepala
Bagian
Staff Luas
Jumlah
luas
(m2)
Jumlah
AC
kW
Harga
/KWH
Jam
Kerja
Total
biaya/tahun
Direktur 1

5x4 m2 20
1 0.6 885 8 1019520
General Manager 1

5x4 m2 20
1 0.6 885 8 1019520
Departemen
Pengembangan 1

5x4 m2 20
1 0.6 885 8 1019520
Unit HRD

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Unit RnD

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
GA&IT

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Departemen
Produksi 1

5x4 m2 25
1 0.6 885 8 1019520
Unit PPIC

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Unit Assembly

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Quality Control

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Departemen
Pemasaran 1

5x5 m2 20
1 0.6 885 8 1019520
Unit Marketing

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Unit Sales

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Departemen
Logistik 1

4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Unit Purchasing

1 2
5x4 m2 20
1 0.6 885 8 1019520
Unit Warehouse

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Unit Distribution

1 2
4x4 m2 16
1 0.6 885 8 1019520
Departemen
Keuangan 1

2
5x4 m2 20
1 0.6 885 8 1019520
Ruang rapat

8x6 m2 48 3 0.6 885 3 114696
Lantai produksi Jumlah exhaust fan 408,2 3 0.72 885 8 3670272
Total

777,2 24

22136328

Perhitungan luasan gudang
Pengiriman 6 kali ( 2 kali per kota)
Leadtime 3 hari
Luas box tamiya ( 23,5 cm x 16 cm = 376 cm
2
= 0,0376 m
2

JIP / hari = 1371 x 3
= 4113
=
4113
30
0,0376 2 = 5,15496 m
2

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


38
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Aisle = 100 % x 51,5496 = 5,15496
Reverse area = 50% x 5,15496 = 2,57748
Storage (RM) = 50 % 5,15496 = 2,57748
Total gudang = 5,15496 + 5,15496 + 5,15496 + 2,57748
= 15,46488 m
2
= 15,5 m
2
Luas bangunan total 408.2 m2
Jumlah lampu 95
Jumlah AC 21
Jumlah exhaust fan 3
Total biaya Lampu (penerangan) = Rp 13.410.936,00
Total biaya Pendinginan = Rp 22.136.328,00
Total biaya penerangan dan pendinginan = Rp 35.547.264,00

4.2.6 Biaya Operasional
Biaya Listrik = Rp 700.000/Bulan= Rp 8.400.000/Tahun
Biaya Air = Rp 240.000/Bulan= Rp 2.880.000/Tahun
Total Biaya Utilitas = Rp 35.547.264 + Rp 8.400.000 + Rp 2.880.000
= Rp 46.827.264,00

4.2.7 Biaya Depresiasi
Metode Straight Line
( )
N
L I
d
i

=

=
=
t
i
i t
d D
1

t t
D I B =



Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


39
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Keterangan :
I = harga awal
N = masa pakai
L = harga akhir
d
i
= depresiasi tahun ke-i
D
t
= akumulasi depresiasi sampai pada tahun ke-t
B
t
= nilai buku pada akhir tahun ke-t
useful life year, N = 10 tahun
Contoh perhitungan depresiasi tanah dan bangunan:

( )
45500000
10
145000000 600000000
1
=

= d

- 3 Mobil Box

Tabel 4.11 Perhitungan Biaya Depresiasi 3 Mobil Box
3 mobil box
cost of asset periode
Annual Depreciation
Charge
Salvage
Value
600000000 1 45500000 554500000

2 45500000 509000000

3 45500000 463500000

4 45500000 418000000

5 45500000 372500000

6 45500000 327000000

7 45500000 281500000

8 45500000 236000000

9 45500000 190500000

10 45500000 145000000
Total Depreciation Cost 45500000





Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


40
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

- 5 Mobil

Tabel 4.12 Perhitungan Biaya Depresiasi 5 Mobil
5 Mobil
cost of asset periode
Annual Depreciation
Charge
Salvage
Value
1050000000 1 60000000 990000000

2 60000000 930000000

3 60000000 870000000

4 60000000 810000000

5 60000000 750000000

6 60000000 690000000

7 60000000 630000000

8 60000000 570000000

9 60000000 510000000

10 60000000 450000000
Total Depreciation Cost 60000000


- Perangkat Elektronik

Tabel 4.13 Perhitungan Biaya Depresiasi Perangkat Elektronik
perangkat elektronik
cost of asset periode
Annual Depreciation
Charge
Salvage
Value
700000000 1 64500000 635500000

2 64500000 571000000

3 64500000 506500000

4 64500000 442000000

5 64500000 377500000

6 64500000 313000000

7 64500000 248500000

8 64500000 184000000

9 64500000 119500000

10 64500000 55000000
Total Depreciation Cost 64500000
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


41
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

- Perangkat Furniture

Tabel 4.14 Perhitungan Biaya Depresiasi Perangkat Furniture
perangkat furniture
cost of asset periode
Annual Depreciation
Charge
Salvage
Value
425000000 1 40500000 384500000
2 40500000 344000000
3 40500000 303500000
4 40500000 263000000
5 40500000 222500000
6 40500000 182000000
7 40500000 141500000
8 40500000 101000000
9 40500000 60500000
10 40500000 20000000
Total Depreciation Cost 40500000

- Alat Tulis

Tabel 4.15 Perhitungan Biaya Depresiasi Alat Tulis
alat tulis
cost of asset periode
Annual Depreciation
Charge
Salvage
Value
320000000 1 27000000 293000000
2 27000000 266000000
3 27000000 239000000
4 27000000 212000000
5 27000000 185000000
6 27000000 158000000
7 27000000 131000000
8 27000000 104000000
9 27000000 77000000
10 27000000 50000000
Total Depreciation Cost 27000000

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


42
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

- Bangunan
Cost of Asset = luas bangunan x harga bangunan/m
2

= 1244.7 m
2
x Rp 1.000.000,00
= Rp 1.244.700.000,00
Salvage Value = 50% Cost of Asset
= 50% x 1.244.700.000
= Rp 622.350.000,00

Tabel 4.16 Perhitungan Biaya Depresiasi Bangunan
bangunan
cost of asset periode Annual Depreciation Charge Salvage Value
1244700000 1 62235000 1182465000
2 62235000 1120230000
3 62235000 1057995000
4 62235000 995760000
5 62235000 933525000
6 62235000 871290000
7 62235000 809055000
8 62235000 746820000
9 62235000 684585000
10 62235000 622350000
Total Depreciation Cost 62235000


Tabel 4.17 Rekap Nilai biaya depresi PT. Indonesia Tamiya Motor
Benda Investasi awal Salvage Value Depresiasi (per tahun)
3 mobil box Rp 600.000.000,00 Rp 145.000.000,00 Rp 45.500.000,00
5 mobil Rp1.050.000.000,00 Rp 450.000.000,00 Rp 60.000.000,00
Perangkat Elektronik Rp 700.000.000,00 Rp 55.000.000,00 Rp 64.500.000,00
Perangkat furniture Rp 425.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 40.500.000,00
Alat tulis Rp 320.000.000,00 Rp 50.000.000,00 Rp 27.000.000,00
Bangunan Rp 1.244.700.000,00 Rp 622.350.000,00 Rp 62.235.000,00
Total Biaya Depresi Rp 299.735.000,00


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


43
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.2.8 Biaya Pemasaran
Tabel 4.18 Biaya Pemasaran PT. Indonesia Tamiya Motor
Jenis Biaya Per bulan
Per tahun
Iklan majalah harian posisi 1/2 page Rp 1.260.000,00 @ 3
bulan
Sumber: http://www.eksekutif.co.id/comercial/46-tarif-iklan-
majalah-2012.html
Rp 420.000,00


Rp 5.040.000,00
Biaya buka stand satu tenda Rp 2.000.000,00 @ 2 minggu
Sumber: http://satukataexhibition.blogspot.com/2010/06/daftar-
harga-sewa-stand-partisi-
tenda.htmlhttp://satukataexhibition.blogspot.com/2010/06/daftar-
harga-sewa-stand-partisi-tenda.html
Rp 4.000.000,00 Rp 48.000.000,00
Biaya iklan website @bulan 520px 70px di halaman utama
atas
Sumber:
https://www.facebook.com/note.php?note_id=237112392984948
Rp 500.000,00 Rp 6.000.000,00
Total Rp 4.920.000,00
Rp 59.040.000,00

4.2.9 Biaya Komunikasi
Tabel 4.19 Biaya komunikasi PT. PT. Indonesia Tamiya Motor
Jenis Biaya Per bulan Per tahun
biaya telepon @ bulan
sumber:
http://infobill.telkom.co.id/index.php?time=1334672569
Rp 687.249,00 Rp 8.246.988,00
biaya internet @ bulan (speedy 3 Mbps)
sumber: http://telkomspeedy.com/paket-harga

Rp1.695.000,00

Rp 20.340.000,00
Total Biaya Rp2.382.249,00 Rp 28.586.988,00

4.2.10 Biaya Asuransi
Salah satu cara untuk mencapai tujuan perusahaan adalah dengan adanya
Sumber Daya Manusia yang handal dan bermutu. Untuk mendapatkan kehandalan
dan mutu dari karyawan tersebut, PT. Indonesia Tamiya Motor memberikan
jaminan asuransi kepada seluruh karyawannya. Biaya asuransi yang ditanggung
oleh perusahaan untuk seluruh karyawan selama bekerja di PT. Indonesia Tamiya
Motor sebesar Rp 100.000.000,00 per tahun. PT. Indonesia Tamiya Motor
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


44
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

menggunakan jasa asuransi PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan jenis
program:
1. Program asuransi kesehatan
Program asuransi kesehatan untuk seluruh karyawan selama bekerja di
PT. Indonesia Tamiya Motor sebesar Rp. 30.000.000,00 per tahun
2. Program asuransi jiwa
Program asuransi jiwa untuk seluruh karyawan selama bekerja di PT.
Indonesia Tamiya Motor sebesar Rp. 30.000.000,00 per tahun
3. Program asuransi kecelakaan kerja
Program asuransi kecelakaan kerja untuk seluruh karyawan selama
bekerja di PT. Indonesia Tamiya Motor sebesar Rp. 20.000.000,00 per
tahun
4. Program pesangon dan pensiun
Program asuransi pesangon dan pensiun untuk seluruh karyawan PT.
Indonesia Tamiya Motor sebesar Rp. 20.000.000,00 per tahun

4.2.11 Biaya Reparasi
Biaya reparasi dikeluarkan oleh PT. Indonesia Tamiya Motor untuk
merawat dan memperbaiki segala kerusakan yang terjadi pada alat-alat produksi
dan alat-alat penunjang kegiatan perusahaan lainnya. Biaya reparasi pada PT.
indonesia Tamiya Motor yaitu Soft floor sebesar 210.000/bulan dan Hard floor
sebesar 320.000/ bulan
Biaya reparasi per tahun:
- Soft floor : Rp 210.000,00 x 12 = Rp 2.520.000,00
- Hard floor : Rp 320.000,00 x 12 = Rp 3.840.000,00 +
Total = Rp. 6.360.000,00

Biaya reparasi soft floor merupakan biaya perbaikan pada alat/ fasilitas
kantor perusahaan seperti computer, printer, dan mesin foto copy. Sedangkan
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


45
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

biaya reparasi hard floor merupakan biaya perbaikan pada alat-alat atau mesin-
mesin produksi.

4.2.11 Biaya Kualitas
Biaya kualitas yang diperlukan oleh PT. Indonesia Tamiya Motor adalah:

Tabel 4.20 Tabel Penentuan Biaya Kualitas
Biaya per Tahun Nominal %an
Biaya Penilaian
a. Pengadaan Jangka sorong
Ketelitian 0.05 mm ( 5 x @ Rp 45.000.00) Rp 225.000,00
Ketelitian 0.02 mm (5 x @ Rp 50.000.00) Rp 250.000,00
b. Pengadaan checksheet
(24 rim x @ Rp 30.000.00)
Rp 720.000,00
c. Pemeliharaan peralatan Rp 100.000,00
d. Pembelian Batu Baterai (60 x @ Rp 1.500.00) Rp 90.000,00
Biaya Pencegahan
Pelatihan Kualitas Rp 3000.000,00
Biaya Kegagalan Internal


a. Rework Rp. 194.343.435,70 10% dari biaya material
b. Scrap Rp. 97.171.717,85 5% dari biaya material
c. Downgrading Rp. 194.343.435,70 10% dari biaya material
Biaya Kegagalan eksternal

Warranty Rp. 58.303.030,71 3% dari biaya material
Total Biaya Rp. 548.546.619,96


Total biaya kualitas yang dikeluarkan PT. Indonesia Tamiya Motor sebesar Rp.
548.546.619,96.

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


46
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.2.12 Biaya Pengembangan SDM
Peran depertemen SDM adalah untuk memfasilitasi kebutuhan perusahaan
akan karyawan yang berkualitas dan rutin mengadakan pelatihan karyawan dan
pengembangan karyawan. Program pelatihan penting untuk mempertahankan
kualitas kenerja karyawan.Sementara pengembangan karyawan penting dengan
harapan seluruh karyawan mampu menetapkan tujuan, sasaran, proses kegiatan, dan
tolak ukur unjuk kerjanya masing-masing sehingga menghasilkan kualitas
pekerjaan yang lebih efisien, efektif, dan produktif. Pada PT. Tamiya Motor
Indonesia ini pengembangan SDM yang dilakukan adalah dengan cara pelatihan
karyawan (training karyawan). Training karyawan yang diadakan oleh PT. Tamiya
Motor Indonesia ini diperuntukkan bagi kepala unit dan staff.

Asumsi:
Dalam 1 tahn ada 3 kali training karyawan
Dalam 1 tahun diadakan 1 kali Outbond
- Training Karyawan
Departemen Pengembangan
Terdiri dari 2 pegawai kepala departemen dan staf, di dalam departemen
pengembangan terdapat beberapa divisi yaitu HRD , RnD, Ga&T yang
terdiri dari kepala unit dan staf. Jadi jumlah pegawai yang di training
berjumlah 7 orang diantaranya kepala unit dan staf.

Tabel 4.21 Perhitungan Biaya Pengembangan SDM untuk Training Karyawan Departemen
Pengembangan
Biaya Trainer + Modul
Training + Administrasi (Rp)
Transportasi (PP)
(Rp)
Akomodasi
(Rp)
2.992.500 420.000 1.120.000


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


47
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Jumlah Karyawan= 7 orang
Biaya Trainer + Modul Training + Administrasi:
= Rp 142.500 x 7 orang x 3 = Rp 2.992.500,00
Transportasi (PP) = Rp 20.000 x 7 orang x 3= Rp 420.000
Akomodasi = Transportasi + (Rp 100.000 x 7 orang) = Rp 1.120.000

Departemen Logistik
Terdiri dari 2 pegawai kepala departemen dan staf, di dalam departemen
pengembangan terdapat beberapa divisi yaitu Purchasing , Warehouse,
Distribusi yang terdiri dari kepala unit dan staf. Jadi jumlah pegawai
yang di training berjumlah 7 orang diantaranya kepala unit dan staf.

Tabel 4.22 Perhitungan Biaya Pengembangan SDM untuk Training Karyawan Departemen
Logistik
Biaya Trainer + Modul
Training + Administrasi (Rp)
Transportasi (PP)
(Rp)
Akomodasi
(Rp)
2.992.500 420.000 1.120.000

Jumlah Karyawan= 7 orang
Biaya Trainer + Modul Training + Administrasi:
= Rp 142.500 x 7 orang x 3 = Rp 2.992.500
Transportasi (PP) = Rp 20.000 x 7 orang x 3= Rp 420.000
Akomodasi = Transportasi + (Rp 100.000 x 7 orang) = Rp 1.120.000

Departemen Produksi
Terdiri dari 2 pegawai kepala departemen dan staff, di dalam departemen
pengembangan terdapat beberapa divisi yaitu PPIC, Assembly, QC yang
terdiri dari kepala unit dan staf. Jadi jumlah pegawai yang di training
hanya pada unit PPIC dan assembly yang berjumlah 4 orang ditambah 1
orang dari staff Departemen produksi diantaranya kepala unit dan staf.
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


48
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.23 Perhitungan Biaya Pengembangan SDM untuk Training Karyawan Departemen
Produksi
Biaya Trainer + Modul
Training + Administrasi (Rp)
Transportasi (PP)
(Rp)
Akomodasi
(Rp)
2.137.500 300.000 800.000

Jumlah Karyawan= 5 orang
Biaya Trainer + Modul Training + Administrasi:
= Rp 142.500 x 5 orang x 3 = Rp 2.137.500
Transportasi (PP) = Rp 20.000 x 5 orang x 3= Rp 300.000
Akomodasi = Transportasi + (Rp 100.000 x 5 orang) = Rp 800.000

Departemen Sales & Marketing
Terdiri dari 2 pegawai yaitu kepala departemen dan staff, di dalam
departemen pengembangan terdapat beberapa divisi yaitu marketing dan
sales yang terdiri dari kepala unit dan staf. Jadi jumlah pegawai yang di
training berjumlah 5 orang diantaranya kepala unit dan staf.

Tabel 4.24 Perhitungan Biaya Pengembangan SDM untuk Training Karyawan Departemen Sales
& Marketing
Biaya Trainer + Modul
Training + Administrasi (Rp)
Transportasi (PP)
(Rp)
Akomodasi
(Rp)
2.137.500 300.000 800.000

Jumlah Karyawan= 5 orang
Biaya Trainer + Modul Training + Administrasi:
= Rp 142.500 x 5 orang x 3 = Rp 2.137.500
Transportasi (PP) = Rp 20.000 x 5 orang x 3= Rp 300.000
Akomodasi = Transportasi + (Rp 100.000 x 5 orang) = Rp 800.000
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


49
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012


Departemen Keuangan
Terdiri dari 2 pegawai yaitu kepala departemen dan staff, di dalam
departemen keuangan.
Tabel 4.25 Perhitungan Biaya Pengembangan SDM untuk Training Karyawan Departemen
Keuangan
Biaya Trainer + Modul
Training + Administrasi (Rp)
Transportasi (PP)
(Rp)
Akomodasi
(Rp)
855.000 120.000 320.000

Jumlah Karyawan= 2 orang
Biaya Trainer + Modul Training + Administrasi:
= Rp 142.500 x 2 orang x 3 = Rp 855.000
Transportasi (PP) = Rp 20.000 x 2 orang x 3= Rp 120.000
Akomodasi = Transportasi + (Rp 100.000 x 2 orang) = Rp 320.000
Total biaya training karyawan adalah Rp 4.112.500,00 + Rp 4.112.500,00 + Rp
2.397.500,00 + Rp 2.397.500,00 + Rp 1.175.000,00 = Rp 14.195.000,00
- Training Building up
Departemen Pengembangan
Outbond = Rp 80.000 x 7 orang = Rp 560.000
Rincian biaya Outbond:
Transportasi: Rp 5000 x 7 orang = Rp 35.000
Akomodasi:
Transportasi + Snack dan Makan siang + (Ticket Masuk + permainan
Areal Outbond)
= Rp 35.000 + (Rp 20.000 x 7 orang) +(55000x 7 orang)
= Rp 35.000 + Rp 140.000 + Rp 385.000
= Rp 560.000

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


50
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Departemen Logistik
Outbond = Rp 80.000 x 7 orang = Rp 560.000
Rincian biaya Outbond:
Transportasi: Rp 5000 x 7 orang = Rp 35.000
Akomodasi:
Transportasi + Snack dan Makan siang + (Ticket Masuk + permainan
Areal Outbond)
= Rp 35.000 + (Rp 20.000 x 7 orang) +(55000x 7 orang)
= Rp 35.000 + Rp 140.000 + Rp 385.000
= Rp 560.000

Departemen Produksi
Outbond = Rp 80.000 x 5 orang = Rp 400.000
Rincian biaya Outbond:
Transportasi: Rp 5000 x 5 orang = Rp 25.000
Akomodasi:
Transportasi + Snack dan Makan siang + (Ticket Masuk + permainan
Areal Outbond)
= Rp 25.000 + (Rp 20.000 x 5 orang) +(55000x 5 orang)
= Rp 25.000 + Rp 100.000 + Rp 275.000
= Rp 400.000

Departemen Sales & Marketing
Outbond = Rp 80.000 x 5 orang = Rp 400.000
Rincian biaya Outbond:
Transportasi: Rp 5000 x 5 orang = Rp 25.000
Akomodasi:
Transportasi + Snack dan Makan siang + (Ticket Masuk + permainan
Areal Outbond)
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


51
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

= Rp 25.000 + (Rp 20.000 x 5 orang) +(55000x 5 orang)
= Rp 25.000 + Rp 100.000 + Rp 275.000
= Rp 400.000

Departemen Keuangan
Outbond = Rp 80.000 x 2 orang = Rp 160.000
Rincian biaya Outbond:
Transportasi: Rp 5000 x 2 orang = Rp 10.000
Akomodasi:
Transportasi + Snack dan Makan siang + (Ticket Masuk + permainan
Areal Outbond)
= Rp 10.000 + (Rp 20.000 x 2 orang) +(55000x 2 orang)
= Rp 10.000 + Rp 40.000 + Rp 110.000
= Rp 160.000,00

Total biaya building Up adalah
Rp 560.000 + Rp 560.000 + Rp 400.000 + Rp 400.000 + Rp 160.000,00
= Rp 2.080.000,00

Jadi, biaya yang dikeluarkan PT Tamiya Motor Indonesia untuk training
Kepala Unit dan Building Up adalah
Rp 14.195.000,00 + Rp 2.080.000,00
= Rp 16.275.000,00
Persaingan bisnis semakin hari semakin ketat. Perusahaan berlomba lomba
menjadi yang terbaik dan menaklukan pesaingnya. Persaingan yang ketat ini
berimbas pada sumber daya manusia perusahaan yang dituntut untuk senantiasa
dinamis dan sejalan dengan apa yang ingin dicapai perusahaan..Namun SDM bukan
lah mesin atau benda mati yang bisa di atur semau perusahaan agar bisa mengikuti
perkembangan usaha secepat mungkin. Semuanya membutuhkan proses dan
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


52
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

pembelajaran agar karyawan senantiasa bisa mengupdate keterampilanya sesuai
tuntutan perusahaan. Disinilah peran depertemen SDM untuk memfasilitasi
kebutuhan perusahaan akan karyawan yang berkualitas dengan mengadakan
pelatihan karyawan dan pengembangan karyawan. Program pelatihan sangat lah
penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas karyawan serta
mwmbuat suatu team work yang lebih solid. Sementara pengembangan karyawan
sangat penting untuk memotivasi karyawan agar berkinerja lebih baik. Biaya yang
dikeluakan untuk mambayar trainer, modul training, dan administrasi adalah
sebesar Rp 10.260.000, biaya akomodasinya sebesar Rp3.840.000, dan biaya
outbond sebesar Rp 1.920.000. jadi total untuk keseluruhan biaya pengembangan
SDM adalah sebesar Rp16.020.000.
Sumber : http://www.timah.com/ina/pengembangan-sdm/

4.2.13 Biaya Administrasi
Diketahui:
Biaya 1 rim kertas A4 GOLD : Rp 30.000,00
Biaya fotokopi hitam putih @lembar : Rp 150,00
Biaya fotokopi full colour @lembar : Rp 1.000,00
Biaya tinta printer : Rp 25.000,00
Peralatan lain-lain (bolpoin,penghapus,gunting,dll) : Rp 200.000,00

1. Biaya Administrasi Penjualan
Meliputi kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan proses penjualan
produk selama 1 tahun. Biaya yang keluar dari produk di packaging sampai
dengan ketangan distributor.
- Packaging
- Kardus Rp 1000.000,00
- Alat-alat packaging Rp 200.000,00
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


53
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

- Pengiriman
- Kwitansi Rp 1.000.000,00
- Peralatan Rp 300.000,00
TOTAL = Rp 2.500.000,00
http://id.88db.com/q-tamiya%20surabaya/474/

2. Biaya Administrasi Gudang
Meliputi kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan proses
pergudangan selama 1 tahun.
- Alat tulis = Rp 250.000,00
- Tinta printer = Rp 500.000,00
- Maintenance = Rp 1000.000,00

TOTAL = Rp 1.750.000,00
3. Biaya Administrasi Akuntansi
Meliputi kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan proses
perhitungan laba perusahaan selama 1 tahun.
Proses pembukuan :
- Biaya kertas : 30.000 x 24 = Rp 720.000,00
- Biaya tinta printer : 25.000 x 8 = Rp 184.000,00
- Biaya fotokopi hitam putih = Rp 150.000,00
- Biaya fotokopi full colour = Rp 200.000,00
- Peralatan lain-lain = Rp 200.000,00
TOTAL = Rp 1.454.000,00

4. Biaya Administrasi Perekrutan Karyawan Baru
Meliputi kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan proses
perekrutan karyawan baru selama 1 tahun.
- Tes Karyawan = Rp 2.500.000,00
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


54
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

- Informasi( iklan, Web, Pamflet) = Rp 1.500.000,00
TOTAL = Rp 4.000.000,00

5. Biaya Audit
Meliputi kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan proses audit
karyawan selama 1 tahun Rp 4.500.000,00
Total Biaya Administrasi per Tahun = Rp 14.204.000,00

Biaya administrasi terdiri dari biaya administrasi penjualan. Biaya
administrasi gudang, biaya administrasi akuntasi, biaya administrasi perekrutan
karyawan baru dan iaya administrasi audit. Biaya administrasi penjualan meliputi
kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan proses penjualan produk selama
1 tahun. Biaya yang keluar dari produk di packaging sampai dengan ketangan
distributor, biaya administrasi penjualan terdiri dari packaging dan pengiriman
dengan total Rp 3.960.000,00. Biaya administrasi gudang meliputi kebutuhan
administrasi yang berhubungan dengan proses pergudangan selama 1 tahun, yang
terdiri dari inventori dan maintenance dengan total Rp 3.702.200,00. Biaya
administrasi akuntasi meliputi kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan
proses perhitungan laba perusahaan selama 1 tahun yang terdiri dari proses
pembukuan dengan total biaya Rp 1.454.000,00. Biaya administrasi perekrutan
karyawan baru meliputi kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan proses
perekrutan karyawan baru selama 1 tahun yang terdiri dari tes karyawan dan
kebutuhan informasi dengan tital biaya Rp 4.000.000,00. Biaya audit meliputi
kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan proses audit karyawan selama 1
tahun sebesar Rp 4.500.000,00. Total biaya administrasi secara keseluruhan sebesar
Rp 17.616.000,00


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


55
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.2.14 Biaya PBB
= =
=
, 000 . 000 . 053 . 1 , 000 . 702 1500
tan
Rp Rp NJopTanah
dustri hkawasanin pajakdaera ah Luas NJopTanah

Nilai pajak tanah Rp 702.000,00 di dapat dari tabel pajak bumi dan bangunan
dengan harga tanah Rp 1.050.000.000,00 / 1500 = Rp 700.000,00 / m
2
.
Berdasarkan ketetapan PBB pada booklet pajak bumi dan bangunan Rp 958.000,00
dikarenakan harga tanah pabrik kami adalah Rp 1000.000,00 / m2

= =
=
, 600 . 869 . 204 . 1 , 00 , 000 . 968 7 , 1244
tan
Rp Rp an NJopBangun
dustri hkawasanin pajakdaera ah Luas an NJopBangun

Untuk mendapatkan Nilai Jual Objek pajak, maka NJop tanah dijumlahkan dengan
NJop bangunan, sebagai berikut :

00 , 600 . 869 . 257 . 2 , 600 . 869 . 204 . 1 , 000 . 000 . 053 . 1 Rp Rp Rp NJopTotal
an NJopBangun NJopTanah NJopTotal
= + =
+ =

NJOPTKP = Rp 12.000.000
NJOPTKP bernilai Rp 12.000.000,00 berdasarkan ketetapan UU PBB dimana
NJOPTKP paling tinggi adalah Rp 12.000.000,00
NJOP untuk perhitungan PBB = 00 , 600 . 869 . 257 . 2 Rp - Rp 12.000.000,00 = Rp
2.245.869.600,00
NJop > Rp 1.000.000.000 objek pajaknya adalah 40%
20 , 739 . 491 . 4 00 , 840 . 347 . 898
100
5 . 0
00 , 840 . 347 . 898 600,00 2.245.869.
100
40
Rp Rp PBB
Rp NJkp
= =
= =



Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


56
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Selengkapnya dapat dilihat pada gambar tabel berikut :
Tabel 4.26 Perbandingan Pengaturan PBB Pedesaan dan Perkotaan dalam UU PBB dengan UU
PDRD

Sumber :
http://www.pajak.go.id/content/booklet-pajak-bumi-dan-bangunan


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


57
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Harga jual tanah
Tabel 4.27 Harga Jual Tanah




Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


58
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Harga jual bangunan
Tabel 4.28 Harga Jual Bangunan


Sumber :
http://www.pajak.go.id/content/booklet-pajak-bumi-dan-bangunan
http://www.tarif.depkeu.go.id/Bidang/?bid=pajak&cat=pbb



Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


59
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.3 Perhitungan HPP Dengan Metode ABC
4.3.1 Perhitungan Biaya Produksi
Biaya Langsung
Tabel 4.29 Biaya Langsung
Data
JumlahProduksi
Tamiya
Spin
(45,52%)
Tamiya
Aero
(19,87%)
Tamiya
Blaster
(34,61 %)
Total
149826 unit 65385 unit 113910 unit 329121 unit
Biaya Material 884651319,3 386160406,7 672622631 1.943.434.357
Biaya Operator 125289660 54690367,82 95260877,22 275.240.905
TOTAL Rp 2.218.675.262,00

Biaya Tidak Langsung (Overhead)
- Alokasi Biaya Overhead Ke Aktivitas
Tabel 4.30 Biaya Tidak Langsung (Overhead)
Data Biaya Overhead Biaya Total
Biaya Kualitas 548.546.619,96
Biaya Manajerial
2.459.592.000
Biaya Transportasi Transportasi Pemasaran 5.378.400,00
Transportasi Pabrik-
Distributor
10.771.200,00
TOTAL 16.149.600,00
Biaya Asuransi 100.000.000,00
Biaya Depresiasi 299.735.000,00
Biaya Reparasi 6.360.000,00
Biaya Komunikasi 38.340.000,00
Biaya Administrasi Administrasi Penjualan 3.960.000,00
Administrasi Gudang 3.702.200,00
Administrasi Akuntansi 1.454.000,00
Administrasi Perekrutan
Karyawan Baru
4.000.000,00
Audit 4.500.000,00
TOTAL 17.616.000,00
Biaya Pemasaran 59.040.000,00

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


60
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.30 Biaya Tidak Langsung (Overhead)
Biaya Pengembangan SDM 16.020.000,00
Biaya Utilitas Biaya Penerangan 13.410.936,00
Biaya Pendinginan 22.136.328,00
Biaya Air 2.880.000,00
Biaya Listrik 8.400.000,00
TOTAL 46.827.264,00
Biaya PBB 4.491.739,20
Total Biaya Overhead Rp 3.628.869.526,00

4.3.2 Daftar Cost Driver Tahap I
Tabel 4.31 Data Aktivitas Perusahaan
No Aktivitas
1 Pemeliharaan
2 Operasional
3 Komunikasi
4 Pemasaran
5 Pengembangan
6 Inspeksi
7 Penjualan
8 Pergudangan

Tabel 4.32 Cost Driver Tahap Pertama
Data biaya overhead Cost Driver
Biaya Kualitas Aktivitas inspeksi
Biaya Manajerial Jumlah Karyawan
BiayaTransportasi
Transportasi pemasaran
Jarak Tempuh,
Transportasi pabrik-distributor
Jarak Tempuh
Biaya Asuransi Aktivitas pemeliharaan
Biaya Depresiasi Aktivitas pemeliharaan
Biaya Reparasi Aktivitas pemeliharaan
Biaya Komunikasi Aktivitas komunikasi
Biaya Administrasi Administrasi penjualan
Aktivitas penjualan
Administrasi gudang
Aktivitas pergudangan
Administrasi akuntansi
Aktivitas penjualan
Administrasi perekrutan
karyawan baru Aktivitas pengembangan
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


61
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.32 Cost Driver Tahap Pertama
Biaya Administrasi Biaya audit
Aktivitas pengembangan
Biaya Pemasaran
Aktivitas pemasaran
Biaya Pengembangan SDM Aktivitas pengembangan
Biaya Utilitas Biaya Penerangan Luas
Biaya Pendinginan Luas
Biaya Air Aktivitas operasional
Biaya Listrik Aktivitas operasional
Biaya PBB Pemeliharaan


Tabel 4.33 Daftar Data Cost Driver
No Aktivitas Jarak
(m)
Luas Tempat (m
2
) /
Penerangan
Luas
Tempat
(m
2
)
Pendinginan
Jumlah
Pegawai
Keterangan
1 Pemeliharaan
(GA)
- 8 8 2 Kanit , staff GA
2 Operasional - 12+12+300+9+48+
36+35+408,2 = 860,2

408.2 5 OB, Satpam,
parkir, toilet ,
kantin ,mushola,
loby, lantai
produksi
3 Komunikasi - 8

8 1 Staff IT
4 Pemasaran 18.240 16+16 =32


32 6 Marketing, PPIC
5 Pengembangan - 20+20+85+16+16+48
=205


205 12 Dirut, GM,
Manajerial, RnD,
HRD, ruang
rapat
6 Inspeksi - 16+16 =32 32 6 Assembly, QC,
7 Penjualan 36.480 16+20+16=52

52 9 Sales, Finance
dan distribusi
8 Pergudangan - 15,5 +16+16 = 47,5

32 6 Gudang,
warehouse dan
purchase
TOTAL 54.720 1244,7 777.2 47


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


62
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.3.3 Penjabaran Aktivitas-Aktivitas
Tabel 4.34 Penjabaran aktivitas-aktivitas
Aktivitas Biaya Overhead
Pemeliharaan Biaya Asuransi
Biaya Depresiasi
Biaya Reparasi
Biaya PBB
Biaya Penerangan
Biaya Pendinginan
Biaya Manajerial
Operasional Biaya Air
Biaya Operasional
BiayaPenerangan
Biaya Manajerial
Komunikasi Biaya Komunikasi
Biaya Penerangan
Biaya Pendinginan
Biaya Manajerial
Pemasaran Biaya Pemasaran
Biaya Penerangan
Biaya Pendinginan
Biaya Manajerial
BiayaTransportasi
Pengembangan Biaya Pengembangan SDM
Biaya Audit
Biaya Administrasi perekrutan karyawan baru
Biaya Penerangan
Biaya Pendinginan
Biaya Manajerial
Inspeksi Biaya Kualitas
Biaya Penerangan
Biaya Pendinginan
Biaya Manajerial
Penjualan Biaya Administrasi Penjualan
BiayaAdministrasiAkuntansi
BiayaPenerangan
BiayaPendinginan
BiayaManajerial
BiayaTransportasi
Pergudangan Biaya Administrasi gudang
BiayaPenerangan
BiayaPendinginan
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


63
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Ket : Total Biaya Lampu (penerangan) = Rp 13410936,00
Total Luas Penerangan = 1.244,7 m
2

Total Biaya Pendinginan = Rp 22.136.328,00
Total Luas Pendinginan = 777,2 m
2

Tabel 4.35 Penjabaran biaya tiap aktivitas
1 Aktivitas Pemeliharaan
Biaya Asuransi 100000000
Biaya Depresiasi
299735000

Biaya Reparasi 6360000
Biaya PBB
4491739.20

Biaya Manajerial 17199 x 2459592000 104663489.4
Biaya Penerangan 8/1244,7 x 13410936 8619545915 +
Biaya Pendinginan 8/777.2 x 22136328 227857.2
Total 515564281.3
2 Aktivitas Operasional
BiayaAir 2880000
BiayaOperasional 8400000
Biaya Manajerial 17288 x 2459592000 261658723.4
Biaya Penerangan 452/1244.7 x 13410936 9268166745 +
Biaya pendinginan 408.2/777.2 x 22136328 11626414.17
Total 293833304.3
3 Aktivitas Komunikasi

Biaya Komunikasi 38340000
Biaya Manajerial 17168 x 2459592000 52331744.68
Biaya Penerangan 8/1244.7 x 13410936 8619545915 +
Biaya Pendinginan 8/777.2 x 22136328 227857.2
Total 90985797.34
4 Aktivitas Pemasaran
Biaya Pemasaran
59040000

Biaya Transportasi Pemasaran
5378400

Biaya Manajerial 17319 x 2459592000 313990468.1
Biaya Penerangan 32/1244.7 x 13410936 3447818366
Biaya Pendinginan 32/777.2 x 22136328 911428842
BiayaTransportasi 40969 x 16149600 5383200 +
Total 385048278.8
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


64
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.35 Penjabaran biaya tiap aktivitas
5 Aktivitas Pengembangan
BiayaPengembanganSDM
16020000

Biaya Audit
4500000

BiayaAdministrasiKaryawanBaru
4000000

Biaya Manajerial 17502 x 2459592000 627980936.2
Biaya Penerangan 205/1244.7 x 13410936 2208758641 +
Biaya Pendinginan 205/777.2 x 22136328 5840344
Total 660550038.8
6 Aktivitas Inspeksi
Biaya Kualitas
548546619.96

Biaya Manajerial 17319 x 2459592000 313990468.1
Biaya Penerangan 32/1244.7 x 13410936 3447818366 +
Biaya Pendinginan 32/777.2 x 22136328 911428842
Total 863793298.7
7 Aktivitas Penjualan
Biaya Administrasi Penjualan 3960000
Biaya Administrasi Akuntansi 1454000
Biaya Pabrik Distributor 10771200
Biaya Manajerial 17411 x 2459592000 470985702.1
Biaya Penerangan 47.5/1244.7 x 13410936 5602704845
Biaya Pendinginan 32/777.2 x 22136328 1481071868
BiayaTransportasi 40970 x 16149600 10766400 +
Total 499978644.5
8 Aktivitas Pergudangan
Biaya Administrasi Gudang 3702200
Biaya Penerangan 47.5/1244.7 x 13410936 5117855387 +
Biaya Manajerial 17319 x 2459592000 313990468.1
Biaya Pendinginan 32/777.2 x 22136328 911428842
Total 319115882.5





Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


65
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.36 Alokasi Biaya Overhead Ke Aktivitas
AKTIVITAS BIAYA (Rp)
Aktivitas Pemeliharaan Rp 515564281.3
Aktivitas Operasional Rp 293833304.3
Aktivitas Komunikasi Rp 90985797.34
Aktivitas Pemasaran Rp 385048278.8
Aktivitas Pengembangan Rp 660550038.8
Aktivitas Inspeksi Rp 863793298.7
Aktivitas Penjualan Rp 499978644.5
Aktivitas Pergudangan Rp 319115882.5
Total Rp 3.628.869.526,00

4.3.4 Daftar Cost Driver Tahap II
Tabel 4.37 Daftar Cost Driver Tahap 2
Kelompok Biaya (Cost Pool) Cost Driver (Tahap Kedua)
I.Unit Level Activities Kapasitas normal (unit)
II.Batch Level Activities Berapa kali pesan
III.Product Level Activities Jenis produk
IV.Facility Level Activities Jam kerja

Tabel 4.38 Penjabaran Cost Driver Tahap 2
Cost Driver Tamiya Spin
(45,52%)
Tamiya Aero
(19,87%)
Tamiya Blaster
(34,61 %)
Total
Kapasitas normal 161053unit 70302unit 122453 unit 353808unit
Berapa kali pesan 6 kali 2 kali 4 kali 12 kali
Jenis produk 1 jenis 1 jenis 1 jenis 3 jenis
Jam kerja 885 jam 386 jam 673 jam 1944jam

Tabel 4.39 Pengelompokan Aktivitas ke Pusat Biaya yang Homogen
Kelompok Biaya (Cost Pool) Aktivitas Biaya (Rp)
I.Unit Level Activities Inspeksi
Rp 863793298.7
Pergudangan Rp 319115882.5
Total Rp 1182909181.2
II.Batch Level Activities Penjualan Rp 499978644.5
III.Product Level Activities Pengembangan Rp 660550038.8
Pemasaran Rp 385048278.8
Total Rp 1045598318

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


66
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.39 Pengelompokan Aktivitas ke Pusat Biaya yang Homogen
IV.Facility Level Activities Pemeliharaan Rp 515564281.3
Operasional Rp 293833304.3
Komunikasi Rp 90985797.34
Total Rp 900483382.9

Tabel 4.40 Tarif Biaya Overhead
Kelompok Biaya (Cost Pool) Biaya Overhead Pabrik (Rp) Cost Driver Tarif (Rp)
I.Unit Level Activities Rp 1182909181.2 353808 unit 3343.36
II.Batch Level Activities Rp 499978644.5 12 kali 41664887.04
III.Product Level Activities Rp 1045598318 3 jenis 348532772.7
IV.Facility Level Activities Rp 900483382.9 1944 jam 463211.62

Tabel 4.41 Alokasi Biaya Overhead Pabrik ke Produk
Data
Tamiya Spin
(Rp)
Tamiya Aero
(Rp)
Tamiya Blaster
(Rp)
161053 unit x Rp 3343.36 538458158.1

70302 unit x Rp 3343.36 235044894.7

122453 unit x Rp 3343.36

409404462.1



6 kali x Rp 41664887.04 249989322.2


2 kali x Rp 41664887.04

83329774.08

4 kali x Rp 41664887.04

166659548.2



1 jenis x Rp 348532772.7 348532772.7


1 jenis x Rp 348532772.7

348532772.7

1 jenis x Rp 348532772.7

348532772.7



885 jam x Rp 463211.62 409942283.7


386 jam x Rp 463211.62

178799685.3

673jam x Rp 463211.62

311741420.3


Total Biaya Overhead
Pabrik
1546922537 845707126.8 1236338203
Unit Produksi
161053 unit 70302 unit 122453 unit
Biaya Overhead Per unit
9605.05 12029.63 10096.43



Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


67
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.42 Rekap Biaya Setelah Sistem ABC
Produk
Biaya Bahan Baku
(Rp)
Biaya Tenaga Kerja
Langsung (Rp)
Biaya Overhead
(Rp)
Tamiya Spin
(45,52%)
Rp 884.651.319,3 Rp 217.971.143,5 Rp 1.546.922.537
Tamiya Aero
(19,87%)
Rp 384.411.315,8 Rp 95.146.894,13 Rp 845.707.126,8
Tamiya Blaster
(34,61 %)
Rp 672.622.631 Rp 165.728.938,4 Rp 1.236.338.203

Tabel 4.43 Harga Pokok Produksi per Unit Menurut Sistem ABC
Produk
Biaya Bahan
Baku (Rp)
Biaya Tenaga Kerja
Langsung (Rp)
Biaya Overhead
(Rp)
Harga Pokok (Rp)
Tamiya Spin
(45,52%)
Rp 5492.92 Rp 1353.413 Rp 9605.05
Rp 16451.383
Tamiya Aero
(19,87%)
Rp 5468 Rp 1353.402 Rp 12029.63
Rp 18851.032
Tamiya Blaster
(34,61 %)
Rp 5492.904 Rp 1353.409 Rp 10096.43
Rp 16942.743

Harga jual tamiya Spin = HPP x 150% = Rp 24.677,08 per unit
Harga jual tamiya Aero = HPP x 150% = Rp 28.276,55 per unit
Harga jual tamiya Blaster = HPP x 150% = Rp 25.414,11 per unit







Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


68
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.4 Cash flowPerusahaan
Tabel 4.44 Banyaknya unit tamiya penjualan dan harga selama 10 tahun
No Unit Produksi Penjualan (Rp)

Spin Aero Blaster Spin Aero Blaster
1 149826 65385 113910 3697268188 1,848,862,222 2894921270
2 179791.2 78462 136692 3771213552 1885839446 2952819696
3
215749.44 94154.4 164030.4 3846637823 1923556256 3011876089
4 258899.328 112985.28 196836.48 3923570579 1962027381 3072113611



5 284789.261 124283.808 216520.128 4,145,466,418 2,426,153,920 3,798,836,119
6 313268.187 136712.189 238172.141 4,228,375,747 2,474,676,998 3,874,812,842



7 344595.006 150383.408 261989.355 4,558,262,023 2,286,616,828 3,580,350,994
8
379054.506 165421.748 288188.29 4,649,427,263 2,332,349,165 3,651,958,014
9 416959.957 181963.923 317007.119 4,742,415,808 2,378,996,148 3,724,997,174
10 458655.952 200160.316 348707.831 4,837,264,124 2,426,576,071 3,799,497,117

Pada tahun unit produksi terjadi kenaikan penjualan sebesar 2% dari tahun ke-1 sampai
tahun ke-4, akibat kenaikan BBM dan UMR terjadi peningkatan kembali sebesar 10%
pada tahun ke-5 dan ke-7.


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


69
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Tabel 4.45 Chas flow
Periode 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022
Pemasukan
Penjualan spin

3,697,268,188 3,771,213,552 3,846,637,823 3,923,570,579 4,145,466,418 4,228,375,747 4,558,262,023 4,649,427,263 4,742,415,808 4,837,264,124
aero 1,848,862,222 1,885,839,466 1,923,556,256 1,962,027,381 2,426,153,920 2,474,676,998 2,286,616,828 2,332,349,165 2,378,996,148 2,426,576,071

blaster

2,894,921,270 2,952,819,696 3,011,876,089 3,072,113,611 3,798,836,119 3,874,812,842 3,580,350,994 3,651,958,014 3,724,997,174 3,799,497,117
total 8,441,051,680 8,609,872,714 8,782,070,168 8,957,711,571 10,370,456,458 10,577,865,587 10,425,229,844 10,633,734,441 10,846,409,130 11,063,337,313
Pengeluaran

Asset Awal 3,846,000,000.00
Biaya Material 1,943,434,357.00 1,982,303,044 2,021,949,105 2,062,388,087 2,681,104,513 2,734,726,604 2,789,421,136 2,845,209,558 2,902,113,749 2,960,156,024
Biaya Operator

275,240,905.00 275,240,905 289,002,950 289,002,950 289,002,950 289,002,950 303,453,098 303,453,098 303,453,098 303,453,098
Biaya Kualitas 548,546,619.96 548,546,620 548,546,620 548,546,620 548,546,620 548,546,620 548,546,620 548,546,620 548,546,620 548,546,620
Biaya Manajerial

2,459,592,000.00 2,459,592,000 2,582,571,600 2,582,571,600 2,582,571,600 2,582,571,600 2,711,700,180 2,711,700,180 2,711,700,180 2,711,700,180
Biaya Transportasi 16,149,600.00 16,149,600.00 16,149,600.00 16,149,600.00 16,149,600.00 16,149,600.00 16,149,600.00 16,149,600.00 16,149,600.00 16,149,600.00
Biaya Depresiasi 299,735,000.00 299,735,000 299,735,000 299,735,000 299,735,000 299,735,000 299,735,000 299,735,000 299,735,000 299,735,000
Biaya Reparasi

6,360,000 6,360,000 6,360,000 6,360,000 6,360,000 6,360,000 6,360,000 6,360,000 6,360,000 6,360,000
Biaya Komunikasi 38,340,000 38,340,000 38,340,000 38,340,000 38,340,000 38,340,000 38,340,000 38,340,000 38,340,000 38,340,000
Biaya Administrasi

17,616,000 17,616,000 17,616,000 17,616,000 17,616,000 17,616,000 17,616,000 17,616,000 17,616,000 17,616,000
Biaya Pemasaran 59,040,000 59,040,000 59,040,000 59,040,000 59,040,000 59,040,000 59,040,000 59,040,000 59,040,000 59,040,000
Biaya Pengembangan
SDM
16,020,000 16,020,000 16,020,000 16,020,000 16,020,000 16,020,000 16,020,000 16,020,000 16,020,000 16,020,000
Biaya Utilitas 46,827,264 46,827,264 46,827,264 46,827,264 46,827,264 46,827,264 46,827,264 46,827,264 46,827,264 46,827,264
Biaya PBB

4,491,739.20 4,491,739 4,491,739 4,491,739 4,491,739 4,491,739 4,491,739 4,491,739 4,491,739 4,491,739
Biaya Operasional 8,400,000 8,400,000 8,400,000 8,400,000 8,400,000 8,400,000 8,400,000 8,400,000 8,400,000 8,400,000

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


70
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.45 Chas flow
Biaya Asuransi 100,000,000 100,000,000 100,000,000 100,000,000 100,000,000 100,000,000 100,000,000 100,000,000 100,000,000 100,000,000
Total Pengeluaran 3,846,000,000 5,839,793,485 5,878,662,172 6,055,049,878 6,095,488,861 6,714,205,287 6,767,827,377 6,966,100,637 7,021,889,059 7,078,793,250 7,136,835,525
Laba

(3,846,000,000) 2,601,258,195 2,731,210,541 2,727,020,289 2,862,222,711 3,656,251,171 3,810,038,210 3,459,129,208 3,611,845,382 3,767,615,880 3,926,501,787
Pajak 260,125,819 273,121,054 272,702,029 286,222,271 365,625,117 381,003,821 345,912,921 361,184,538 376,761,588 392,650,179
Pengembalian Deviden

936,452,950.12 983,235,794.84 981,727,304.17 1,030,400,175.82 1,316,250,421.63 1,371,613,755.63 1,245,286,514.86 1,300,264,337.56 1,356,341,716.72 1,413,540,643.46
Laba Bersih 1,404,679,425 1,474,853,692 1,472,590,956 1,545,600,264 1,974,375,632 2,057,420,633 1,867,929,772 1,950,396,506 2,034,512,575 2,120,310,965
Cash Balance

(3,846,000,000) (2,441,320,575) (966,466,883) 506,124,074 2,051,724,337 4,026,099,970 6,083,520,603 7,951,450,376 9,901,846,882 11,936,359,457 14,056,670,422


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


71
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.5 Perhitungan HPP Dengan Metode ABC
4.5.1 Payback Period
Tabel 4.46 Perhitungan akumulasi profit
tahun net profit akumulasi profit
1 Rp 1.404.679.425 Rp 1.404.679.425
2 Rp 1.474.853.692 Rp 2.879.533.117
3 Rp 1.472.590.956 Rp 4.352.124.074
4 Rp 1.545.600.264 Rp 5.897.724.337
5 Rp 1.974.375.632 Rp 7.872.099.970
6 Rp 2.057.420.633 Rp 9.929.520.603
7 Rp 1.867.929.772 Rp 11.797.450.376
8 Rp 1.950.396.506 Rp 13.747.846.882
9 Rp 2.034.512.575 Rp 15.782.359.457
10 Rp 2.120.310.965 Rp 17.902.670.422

Bisa dilihat dari table diatas pada periode pertama net profit yang dihasilkan
oleh perusahaan PT Indonesia Tamiya Motor adalah sebesar Rp 1.404.679.425 yang
berarti belum bisa mengembalikan investasi awal, perusahaan terus menghitung sampai
pada periode ke 3, ternyata jumlah yang di hasilkan sudah mencapai angka Rp
3.846.000.000,00. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk mengembalikan investasi awal
yang nominalnya sebesar Rp 3.846.000.000,00, dibutuhkan waktu selama 2 tahun 7
bulan.
3.846.000.000,00 2.879.533.117
2
=
4.352.124.074 2.879.533.117
3 2


966466883
2
= 1472590957
X = 2,6563 tahun = 31 bulan = 2 tahun 7 bulan




Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


72
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

4.5.2 NPV
Tabel 4.47 Perhitungan NPV
Periode Net Benefit DF (5,5%) PV net benefit
0 (Rp3.846.000.000) 1 (Rp3.846.000.000)
1 Rp1.404.679.425 0,947867299 Rp1.331.449.692
2 Rp1.474.853.692 0,898452416 Rp1.325.085.863
3 Rp1.472.590.956 0,851613664 Rp1.254.078.580
4 Rp1.545.600.264 0,807216743 Rp1.247.634.411
5 Rp1.974.375.632 0,765134354 Rp1.510.662.624
6 Rp2.057.420.633 0,725245833 Rp1.492.135.741
7 Rp1.867.929.772 0,687436809 Rp1.284.083.681
8 Rp1.950.396.506 0,651598871 Rp1.270.876.161
9 Rp2.034.512.575 0,617629261 Rp1.256.574.499
10 Rp2.120.310.965 0,585430579 Rp1.241.294.877
TOTAL (NPV) Rp9.367.876.129

Bila nilai NPV lebih dari 0, maka NPV tersebut dapat dikatakan layak. Maka
investasi perusahaan tersebut di masa yang akan datang, akan menghasilkan
keuntungan dan layak sehingga perusahaan PT Indonesia Tamiya Motor dapat
didirikan.

4.5.3 IRR
Tabel 4.48 Perhitungan NPV
1

Periode Net Benefit DF (5,5%) PV net benefit
0 (Rp3.846.000.000) 1 (Rp3.846.000.000)
1 Rp1.404.679.425 0,947867299 Rp1.331.449.692
2 Rp1.474.853.692 0,898452416 Rp1.325.085.863
3 Rp1.472.590.956 0,851613664 Rp1.254.078.580
4 Rp1.545.600.264 0,807216743 Rp1.247.634.411
5 Rp1.974.375.632 0,765134354 Rp1.510.662.624
6 Rp2.057.420.633 0,725245833 Rp1.492.135.741
7 Rp1.867.929.772 0,687436809 Rp1.284.083.681
8 Rp1.950.396.506 0,651598871 Rp1.270.876.161
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


73
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

Lanjutan Tabel 4.50 Perhitungan NPV
1

9 Rp2.034.512.575 0,617629261 Rp1.256.574.499
10 Rp2.120.310.965 0,585430579 Rp1.241.294.877
TOTAL (NPV) Rp9.367.876.129

Tabel 4.49 Perhitungan NPV
2

Periode Net Benefit DF (40%) PV net benefit
0 (Rp3.846.000.000) 1 (Rp3.846.000.000)
1 Rp1.404.679.425 0,7143 Rp1.003.362.513
2 Rp1.474.853.692 0,5102 Rp752.470.354
3 Rp1.472.590.956 0,3644 Rp536.612.144
4 Rp1.545.600.264 0,2603 Rp402.319.749
5 Rp1.974.375.632 0,1859 Rp367.036.430
6 Rp2.057.420.633 0,1328 Rp273.225.460
7 Rp1.867.929.772 0,0949 Rp177.266.535
8 Rp1.950.396.506 0,0678 Rp132.236.883
9 Rp2.034.512.575 0,0484 Rp98.470.409
10 Rp2.120.310.965 0,0346 Rp73.362.759
TOTAL (NPV) (Rp29.636.763)

Irate
5,5 % = 9367876129
X % = 0
40 % = - 29636763

Interpolasi
93678761290
5,5
=
9367876129(29636763)
5,5 40

9367876129
5,5
= 272391678
X = 39,8912 %


Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


74
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

IRR
( )
1 2
2 1
1
1
i i
NPV NPV
NPV
i IRR
|
|
.
|

\
|

+ =
( ) 0,055 40 , 0
29636763 9367876129
9367876129
0,055 IRR
|
.
|

\
|
+
+ =
IRR = 0,398912 = 39,8912 %
Interest rate (i) > MARR, maka investasi akan menguntungkan dan proyek PT.
Indonesia Tamiya Motor layak untuk dijalankan.














Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


75
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

BAB V
ANALISIS

5.1 Analisis HPP
HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah gabungan dari seluruh biaya yang
dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh harga dari barang yang akan dijual ke
pasaran. Dalam menentukan HPP pada PT. Indonesia Tamiya Motor ditentukan dengan
metode ABC, karena metode ini lebih akurat dengan menggunakan dua tahap cost
driver, dilakukan dengan menelusuri biaya dari aktivitas dan setelah itu menelusuri
biaya dari aktivitas ke produk. Agar tidak terjadi kesalahan di dalam melakukan
perhitungan dengan menggunakan metode ini, harus dilakukan dengan perhitungan
yang teliti dan harus tepat dalam mengumpulkan biaya dalam cost pool yang memiliki
aktifitas yang sejenis.
Untuk menentukan HPP selama satu tahun dengan cara menjumlahkan biaya
material, biaya operator, dan biaya overhead, sehingga didapatkan biaya HPP untuk
tamiya Spin sebesar Rp 16451.383 tamiya Aero sebesar Rp 18851.032 dan tamiya
Blaster sebesar Rp 16942.743 dan diperoleh harga jual (HPP ditambahkan dengan 50%
dari biaya HPP) untuk tamiya Spin sebesar Rp 24.677,08 tamiya Aero sebesar Rp
28.276,55 dan tamiya Blaster sebesar Rp 25.414. Laba yang diambil adalah 50% dari
HPP dikarenakan agar PT. Indonesia Tamiya Motor dapat segera mengembalikan modal
dan memperoleh keuntungan.
Pada gudang tidak diberi pendinginan dikarenakan selain untuk mengurangi cost,
Tamiya merupakan produk barang padat yang tidak harus disimpan di tempat yang
dingin dan tidak harus diperlakukan khusus, sehingga gudang tidak perlu dipasang alat
pendingin. Pada lobby pun tidak diberi pendinginan atau AC dikarenakan lobby tersebut
terletak di luar, tidak terletak pada ruangan sehingga pendingin atau AC tidak
diperlukan.
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


76
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

5.2 Analisis Cash Flow
Cash flow adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk melihat aliran
uang pada suatu perusahaan. Dalam Cash flow, dikenal beberapa istilah yaitu
pemasukan, pengeluaran, total pengeluaran, laba, pajak, pembagian deviden, laba
bersih, dan cash balance. Pemasukan merupakan asset awal yang dimiliki oleh
perusahaan dan hasil penjualan produk perusahaan, pengeluaran terdiri atas biaya utama
dan biaya overhead perusahaan. Laba merupakan selisih antara pemasukan dan
pengeluaran, pajak dihitung 10% dari laba, sedangkan pembagian deviden dihitung
sebesar 40% dari laba. Laba bersih adalah hasil pengurangan laba dengan pajak dan
pembagian deviden, sedangkan cash balance adalah kumulatif laba bersih setiap
tahunnya. Berdasarkan perhitungan cash flow yang telah dilakukan, pada tahun ketiga
baru terjadi keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan , dilihat dari nilai cash
balance yang mulai menunjukka nilai positif. Dari cash flow didapat total penjualan
tamiya spin dari tahun pertama sampai tahun kesepuluh. Terlihat pula hasil minus tahun
ke 0 yang didapat dari asset awal perusahaan juga pada tahun pertama dan tahun kedua
perusahaan belum mendapat laba dari penjualan tamiya dengan kerugian sebesar
2.441.320.575,00 dan 966.466.883,00. Keuntungan rata-rata yang didapat selama 10
tahun adalah Rp1,790,267,042 yang didapat dari jumlah rata-rata laba bersih. Dimana
setiap tahun telah diperhitungkan kenaikan-kenaikan yang terjadi seperti setiap tahun
terjadi kenaikan penjualan sebesar 2 % yang otomatis berdampak pada kenaikan biaya
material sebesar 2 %, terjadi kenaikan BBM sebesar 30% pada tahun ke-5, terjadi
kenaikan UMR sebesar 5% pada tahun ke-3 dan terjadi kenaikan UMR sebesar 5%
pada tahun ke-7, serta akibat kenaikan BBM dan UMR, harga jual meningkat 10% pada
tahun ke-5 dan meningkatkan kembali sebesar 10% pada tahun ke-7.



Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


77
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

5.3 Analisis Kelayakan Investasi
5.3.1 Analisis Payback Period
Payback periode merupakan suatu metode untuk melihat seberapa lama
investasi bisa kembali dengan menggunakan aliran laba bersih (net cash flow). Laba
bersih didapat dari laba kotor dikurangi ppn 10%. Dengan demikian payback
periode dari suatu investasi menggambarkan lamanya waktu yang diperlukan agar
dana yang tertanam pada suatu investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya yang
berarti akan memberikan informasi resiko dan likuidas proyek pada perusahaan.
Dalam menggunakan kriteria ini perusahaan yang bersangkutan perlu menentukan
batasan maksimum waktu pengembalian, dimana pada batas waktu maksimum
tersebut semua modal yang berasal dari luar juga dapat tertutupi. Namun kelemahan
dari metode payback period adalah tidak memeperhitungan nilai waktu uang dan
tidak memperhitungan aliran kas sesudah periode payback. Pada perhitungan
payback period terhadap investasi yang ditanamkan pada PT. Indonesia Tamiya
Motor didapatkan investasi balik modal terjadi pada tahun ke-2 lebih 7 bulan,
Sehingga investasi tersebut dapat dikatakan layak.

5.3.2 Analisis NPV
NPV merupakan metode analisis kelayakan yang digunakan untuk mengetahui
bahwa suatu investasi layak dilakukan atau tidak. Keuntungan dari metode NPV
ini adalah metode ini memperhitungkan semua arus kas dan semua arus kas tersebut
didiskontokan pada biaya modal untuk menentukan nilai sekarang.. Perhitungan
NPV dipengaruhi oleh discount faktor (DF). DF merupakan suatu nilai yang
didapatkan dari investor dan dengan kata lain DF merupakan resiko penanaman
investasi dari suatu bisnis. Apabila nilai DF adalah 2%, maka resiko investasi
sangat rendah sehingga nilai NPV tersebut dapat melebihi angka investasi awal dan
hal tersebut menandakan bahwa investasi layak dilakukan. Namun apabila nilai DF
adalah 95% maka resiko investasi sangat tinggi sehingga nilai NPV menghasilkan
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


78
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

nilai lebih rendah dari angka investasi awal dan hal tersebut menandakan bahwa
investasi tidak layak dilakukan. Pada perusahaan PT. Indonesia Tamiya Motor,
menggunakan nilai DF adalah 5.5%. Dari perhitungan didapatkan nilai positif, hal
ini menandakan bahwa investasi yang ditanamkan pada PT. Indonesia Tamiya
Motor layak, dan memberikan net present value ditahun kesepuluh sebesar
Rp9.367.876.129,00.

5.3.3 Analisis IRR
IRR adalah suatu nilai petunjuk yang identik dengan seberapa besar suku bunga
yang dapat diberikan oleh investasi tersebut dibandingkan dengan suku bunga bank
yang berlaku umum (suku bunga pasar atau Minimum Attractive Rate of
Return/MARR). Nilai IRR diterima bila memiliki nilai lebih dari 5.5% yang
mengacu pada nilai suku bunga tertinggi pada tabungan berjangka. Jika nilai IRR
kurang dari 5.5% maka kondisi tersebut tidak layak untuk melakukan investasi
karena lebih baik modal tersebut diinvestasikan pada tabungan berjangka dengan
suku bunga lebih tinggi yang cenderung menguntungkan daripada diinvestasikan
pada perusahaan yang cenderung menghasilkan profit yang rendah. Dari hasil
perhitungan IRR dibandingkan terhadap suku bunga Indonesia pada PT. Indonesia
Tamiya Motor yaitu 39.8912% > 5.5%, maka hal ini menunjukkan bahwa kondisi
investasi pada PT. Indonesia Tamiya Motor layak, karena suku bunga yang
didapatkan dari hasil investasi nantinya akan lebih besar daripada suku bunga bank
yang berlaku di Indonesia, sehingga proyek tersebut layak untuk dijalankan,





Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


79
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
- Biaya langsung merupakan biaya yang memiliki hubungan langsung dengan
proses produksi. Biaya langsung yang dikeluarkan oleh PT. Indonesia Tamiya
Motor adalah biaya material dan biaya operator sebesar Rp 2.218.675.262,00.
Sedangkan biaya tak langsung adalah biaya yang tidak memilii hubungan
langsung dengan proses produksi, biaya tak langsung biasa disebut dengan biaya
overhead. Biaya overhead meliputi biaya kualitas,asuransi,transportasi,dll.
Besarnya biaya overhead adalah Rp 3.628.869.526,00.
- Metode penentuan HPP yang digunakan pada PT. Indonesia Tamiya Motor
adalah dengan metode ABC (Activity Based Costing), metode ini lebih akurat
dengan menggunakan dua tahap cost driver, dilakukan dengan menelusuri biaya
dari aktivitas dan setelah itu menelusuri biaya dari aktivitas ke produk.
- Dari perhitungan dengan menggunakan metode ABC diperoleh HPP untuk
untuk tamiya Spin sebesar Rp 16451.383 tamiya Aero sebesar Rp 18851.032
dan tamiya Blaster sebesar Rp 16942.743 dan diperoleh harga jual untuk tamiya
Spin sebesar Rp 24.677,08 tamiya Aero sebesar Rp 28.276,55 dan tamiya
Blaster sebesar Rp 25.414.
- Pada cash flow dapat dilihat bahwa keadaan keseimbangan antara pengeluaran
dan pemasukan terjadi pada tahun ketiga.
- Dari Hasil Analisa kelayakan dengan menggunakan metode Pay Back Period,
Net Present Value (NPV), dan IRR menyatakan bahwa perusahaan dinyatakan
Layak investasi. Pada analisa kelayakan investasi dengan menggunakan metode
- Payback Period dapat diketahui periode pengembaliannya pada jangka waktu
2 tahun 7 bulan.
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


80
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

- Nilai Net Present Value (NPV) yang didapatkan yaitu sebesar
Rp9.367.876.129Karena nilai NPV positif. maka investasi perusahaan
tersebut di masa yang akan datang akan menghasilkan keuntungan dan layak
untuk didirikan.
- Nilai Internal Rate of Return (IRR) yang didapatkan yaitu sebesar
39,685173956. Nilai IRR > MARR (5.5%) , sehingga diterima, perusahaan
layak.
Dari analisa kelayakan tersebut, perusahaan dinyatakan layak didirikan karena
investasi akan menguntungkan.

6.2 Saran
1. Sebaiknya antara praktikan dan asisten tidak sering terjadi salah paham sehingga
proses pembuatan laporan dapat berjalan dengan lancar.
2. Sebaiknya praktikan lebih memahami lagi konsep perhitungan dengan
menggunakan metode Activity Based Costing (ABC).
3. Sebaiknya praktikan lebih teliti lagi dalam menghitung biaya-biayanya.










Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 8 Analisis Finansial
Kelompok 22


81
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2012

DAFTAR PUSTAKA

Amin. 1994. Analisis Finansial. Jakarta: Gramedia.
Gayle. 1996. Engineering Economic Analysis. California: Engineering Press Inc.
Hansen,Mowen.1999.Management and Cost Accounting. London : Pat Bond.
Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri 2011-2012.
Mulyadi.2001.Sistem Perencanaan dan Pengendalian Managemen.Jakarta : Salemba
Empat
Trischler.1996. Distributorship Management. Jakarta : Gramedia.
(http://endi-prehanto19.blogspot.com/2011/05/keunggulan-sistem-biaya-ABC).
[17 April 2012].
(rac.uii.ac.id/server/document/Private/2008042504115400312268.pdf.[17 April 2012].
(www.ti.itb.ac.id/~myti/files/.../PTI%202/.../PTI2-Modul%206-AKI.pdf ).[17 April
2012].