Anda di halaman 1dari 16

GEOLOGI TATA LINGKUNGAN

GAS BERACUN
KELOMPOK 7
Ajiditya Putro Fadlillah Astri Indra Mustika Bilfaqih Rizkya F P Fatir Yuslihanu Luthfi Hakim 21100110130074 21100110120050 21100110120060 21100110141038 L2L 009 012

Geologi Tata Lingkungan


Geologi Tata Lingkungan adalah penerapan dasar pengetahuan geologi pada masalah yang diciptakan manusia. Serta penggunaan eksploitasi alam lingkungan. Didalamnya mencakup pengkajian hidrogeologi, topografi, geologi teknik dan geologi ekonomi. (Suroto dkk, 1996)

Gas beracun
Gas beracun merupakan gas kimia yang menyebabkan keracunan apabila gas tersebut terhirup.
Gas racun dapat membunuh atau melukai seseorang jika ada dalam konsentrasi yang cukup tinggi

Sumber
Sumber-sumber gas beracun
Akibat aktivitas manusia - asap pembangkit listrik, fasilitas manufaktur (pabrik) dan insinerator sampah, serta tungku dan jenis-jenis bahan bakar pembakaran alat pemanas

- kendaraan bermotor
- Bahan kimia - Limbah pengendapan di tempat pembuangan sampah, yang menghasilkan metana

Sumber
Alami
- Metana, yang dipancarkan oleh pencernaan makanan oleh hewan - Radon gas dari peluruhan radioaktif di dalam kerak bumi - Aktivitas gunung berapi

Jenis Gas Beracun


Arsenic pentafluoride Chlorofluorocarbons Hydrogen azide
Hydrogen cyanide Hydrogen selenide Hydrogen sulfide Hydrogen telluride

Phosphorus pentafluoride
Selenium hexafluoride Silicon tetrachloride Silicon tetrafluoride Stibine

Bis(trifluoromethyl)peroxid Chloropicrin e Cyanogen Boron tribromide Cyanogen chloride Boron trichloride Diazomethane Boron trifluoride Diborane Bromine Dichloroacetylene Bromine chloride Dichlorosilane Bromomethane Disulfur decafluoride Carbon monoxide Fluorine Carbon dioxide Formaldehyde, gas Chlorine Germane Chlorine pentafluoride Hexaethyl tetraphosphate Chlorine trifluoride

Nickel tetracarbonyl
Nitrogen dioxide Osmium tetroxide Oxygen difluoride

Sulfur oxide
Tellurium hexafluoride Tetraethyl dithiopyrophosphate Tetraethyl pyrophosphate Trifluoro acetylchloride Tungsten hexafluoride

Perchloryl fluoride
Perfluoroisobutylene Phosgene Phosphine

CO
1. Gas CO / Karbon Monoksida / Karbon Mono Oksida Karbon monoksida adalah gas yang bersifat membunuh makhluk hidup termasuk manusia. Zat gas CO ini akan mengganggu pengikatan oksigen pada darah karena CO lebih mudah terikat oleh darah dibandingkan dengan oksigen dan gas-gas lainnya.

Pada kasus darah yang tercemar karbon monoksida dalam kadar 70% hingga 80% dapat menyebabkan kematian pada orang.

CO2
2. Gas CO2 / Karbon Dioksida / Karbon Di Oksida Karbon dioksida adalah zat gas yang mampu meningkatkan suhu pada suatu lingkungan sekitar kita yang disebut juga sebagai efek rumah kaca. Dengan begitu maka temperatur udara di daerah yang tercemar CO2 itu akan naik dan otomatis suhunya menjadi semakin panas dari waktu ke waktu

Hal ini disebabkan karena CO2 akan berkonsentrasi dengan jasad renik, debu dan titik-titik air yang membentuk awan yang dapat ditembus cahaya matahari namun tidak dapat melepaskan panas ke luar awan tersebut. Keadaan seperti itu mirip dengan kondisi rumah kaca tanpa AC dan fentilasi udara yang

H2S
Hidrogen sulfida, H2S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam.

Dampak
Dampak dari gas beracun sangat beragam mulai dari ringan seperti iritasi sampai dapat menyebabkan kematian pada konsentrasi tertentu.

Dapat menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kematian

Mencemari udara

Dapat bereaksi dengan air, dan mencemari sumber-sumber air

Contoh Kasus
Dieng siaga, waspadai rekahan gas beracun Elis Novit Kamis, 28 Maret 2013 13:43 WIB Sindonews.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan agar warga sekitar Kawah Timbang tidak mendekat area dalam radius satu kilometer. DIkhawatirkan, dalam area tersebut terjadi rekahan tanah yang mengeluarkan gas beracun. "Sejak status Gunung DIeng menjadi siaga, kami sudah ingatkan agar warga tidak mendekat diarea satu kilometer," kata Zaenudin petugas PVMBG di Pos Pengamatan Gunung Dieng, Desa Sumberejo, (Kamis (28/3/2013). Area tersebut, lanjutnya, masuk dalam zona bahaya sebaran gas beracun. Meningkatnya aktivitas kegempaan di area kawah dapat memicu terjadinya rekahan tanah yang bisa mengeluarkan gas beracun. Pantauan di lapangan, konsentrasi gas beracun masih tinggi di pusat semburan, sementara asap putih terlihat membubung hingga ketinggian 200 meter. Aliran gas beracun masih mengarah ke selatan dengan jarak luncur 50 hingga 200 meter.

Meski status naik dari waspada ke siaga, warga di minta tetap tenang dan tidak panik karena pemukiman masih berada di luar zona bahaya sebaran gas beracun.

Gas beracun mengganggu aktivitas warga

Konsep pembentukan gas dalam Volcanic-hydrothermal system

Anda mungkin juga menyukai