Anda di halaman 1dari 21

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem.

ATA 2006/2007
Kerja dan Energi
Senin, 11 Maret 2007
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
PENDAHULUAN
Gaya merupakan besaran yang menentukan sistem
gerak benda berdasarkan hukum Newton. Ada
beberapa kasus dalam menganalisis suatu sistem
gerak benda dengan menggunakan konsep gaya
menjadi lebih rumit
Ada alternatif lain untuk memecahkan masalah yaitu
dengan menggunakan konsep energi dan momentum.
Dalam berbagai kasus umum dua besaran ini
terkonservasi atau tetap sehingga dapat diaplikasikan
Hukum kekekalan energi dan momentum banyak
dimanfaatkan pada kasus-kasus pada sistem banyak
partikel yang melibatkan gaya-gaya yang sulit
dideskripsikan
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
KONSEP KERJ A (WORK)
Kerja atau work adalah kemampuan sebuah gaya untuk
memindahkan benda pada jarak tertentu


Gambar 1:
Kerja dengan gaya tetap


Satuan kerja sering digunakan adalah Joule atau J dan
dinyatakan sbb


dengan W = Kerja (J), F = gaya (N) dan d = perpindahan (m).
d F W . =
u cos . | | . | | . d F d F W = =
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
KONSEP KERJ A (WORK) - cont
Untuk kerja yang dilakukan oleh gaya yang tidak tetap
maka Pers (1) dapat dituliskan menjadi










Gambar 2: Kerja dengan gaya tetap dan tidak tetap
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Kerja pada gaya pegas




Gambar 3: Kerja yang dilakukan oleh gaya pegas
Konsep kerja karena gaya pegas adalah hukum Hooke
yaitu


dengan F = gaya pegas (N), k = konstanta pegas (N/m) dan
x= perubahan panjang (m).
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Kerja pada sistem bandul
Bandul adalah beban yang digantungkan dengan
menggunakan sebuah tali (biasanya massa tali diabaikan)
dengan panjang tertentu dan diberi gaya sehingga bandul
mengalami osilasi




Gambar 4: Kerja pada bandul
Pada gerak bandul memberikan ilustrasi gaya yang
berubah-ubah dalam pergerakannya.
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Kerja pada sistem bandul (cont)
Kerja pada sistem Bandul adalah
Kerja yang dilakukan oleh massa m bergerak dari sudut | =
0 sampai ke | = |
0
karena pengaruh gaya R sehingga





Kesetimbangan gaya pada sistem bandul
F
x
= T sin | ; mg = T cos | F
x
= mg tan |
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Kerja pada sistem bandul (cont)
Maka kerja pada pers di atas menjadi





dimana tan | = dy/dx dx tan | = dy

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Kerja pada gaya listrik
Kerja pada gaya listrik berdasarkan konsep hukum
Coulomb yaitu



dengan c
0
= permitivitas vakum 8.85 x 10
-12
C
2
/N.m
2
Kerja yang dilakukan untuk memindahkan muatan dari titik
r
1
r
2
adalah
r
r
q q
F

4
1
2
2 1
0
tc
=
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Kerja pada gaya gravitasi
Kerja pada gaya gravitasi berdasarkan hukum Newton
Gravitasi yaitu interaksi dua massa yang memenuhi



dengan G = tetapan gravitasi 6.67 x 10
-11
Nm
2
/kg
2

Kerja pada gaya gravitas! dapat dinyatakan
r
r
m m
G F

2
2 1
=

)
1 1
(
2 1
2 1
r r
m Gm W =
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Kerja pada gaya gravitasi (cont)

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
KONSEP ENERGI
Energi merupakan konsep yang sangat penting
dalan dunia sains.
Pengertian energi sangat luas sehingga ada yang
sulit untuk didefinisikan seperti energi
metabolisme, energi nuklir, energi kristal dsb
Secara sederhana energi dapat didefinisikan yaitu
kemampuan untuk melakukan kerja
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Energi Kinetik
Kata "kinetik" berasal dari kata "kinetikos" yang artinya
gerakan.
Apabila kecepatan benda berubah, maka kerja yang
dibutuhkan sama dengan perubahan energi kinetik yang
dikenal sebagai Teorema Kerja-Energi



Sebagai contoh : hitung kerja yang dibutuhkan untuk
mempercepat mobil bermassa 1000 kg dari 20m/s menjadi
30m/s
2
1
2
2
2
1
2
1
mv mv W =
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Dengan teorema Kerja-Energi



Dengan Konsep Gaya(misalkan waktu yang dibutuhkan adalah 1
detik)
v
2
= v
1
+ at a =10 m/s
2
S = v
1
t + at
2
= 25 m/s
F = ma = (1000 kg)(10 m/s
2
) = 10000 N
W = F.s = (10000) (25) = 2.5 x 10
5
J
Dari kasus ini ternyata lebih mudah menyelesaikan dengan
konsep energi dibandingkan gaya
J x kg mv mv W
5 2 2 2
1
2
2
10 5 . 2 ) 20 30 )( 1000 (
2
1
2
1
2
1
= = =
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Energi Potensial
Suatu benda mempunyai energi kinetik tidak hanya karena gerakan
tetapi juga pada posisi dan konfigurasi bentuk benda yang dikenal
dengan energi potensial.




Gambar 6: Posisi benda mempunyai energi yaitu energi potensial
Pada sistem bandul (Gambar 4) benda bergerak dari posisi y
1
y
2

maka kerja


dapat diartinya sebagai perubahan energi potensial gravitasi.
} } }
= = = =
2
1
2
1
1 2
2
1
) ( dy cos . . y y mg mg dl mg dl F W
g
u
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Energi Potensial (cont)
Energi potensial gravitasi (umum) antara dua massa adalah



dengan acuan r = E
p
= 0
Artinya, energi potensial gravitasi pada Pers(13) berlaku
jika gaya berat atau mg dianggap tetap dan menggunakan
Pers(14) berlaku umum, sangat berguna pada tinjauan
gerak planet atau benda-benda yang memiliki gaya tarik
gravitasi yang dianggap tidak tetap(bergantung pada jarak).
2
2 1
r
m m
G E
p
=
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Gaya Konservatif
Gaya konservatif adalah gaya yang hanya tergantung pada
posisi, kerja gaya ini hanya tergantung pada posisi awal
dan akhir dan tidak tergantung pada lintasannya ! contoh
gaya konservatif adalah gaya gravitasi, gaya pegas, gaya
listrik dan gaya non-konservatif, contohnya gaya gesek,
gaya stokes, dll
Gaya konservatif dan Energi potensial
Hubungan antara gaya konservatif dan energi potensial
dapat dinyatakan
}
= = A dl F E E E
p p p 1 2
dx
x dU
x F dx F x U E
p
) (
) ( ) ( = = =
}
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Energi merupakan fungsi posisi U(x,y,z) maka gaya
konservatif dapat dituliskan


Dengan menyertakan energi potensial dalam teorema
Kerja-Energi maka gaya yang bekerja pada benda dapat
berupa gaya konservatif dan non-konservatif
W = AE
k
W
nk
+ W
k
= AE
k
W
nk
=

AE
p
+ AE
k

dimana W
nk
= kerja gaya non-konservatif dan W
k
= kerja
gaya konservatif.
U k
z
U
j
y
U
i
x
U
F V =
c
c
+
c
c
+
c
c
= )


(
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Pada suatu sistem terdiri atas gaya-gaya konservatif maka
AE
p
+ AE
k
= 0
E
k1
+ AE
p1
= E
k2
+ AE
p2

DAYA
Daya dapat dinyatakan sebagai laju kerja atau laju energi
terhadap waktu dan dinyatakan secara umum



satuan daya adalah watt atau W
t
W
P =
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Latihan
Problem 1
Seorang lelaki menarik vacuum cleaner dengan gaya F =
50 N membuat sudut 30
o
. Hitunglah kerja yang dilakukan
pada vacuum cleaner jika vacuum cleaner bergeser 3 m ke
kanan


Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika Teknik Metalurgi dan Material Sem. ATA 2006/2007
Latihan
Problem 2
Sebuah mobil dengan massa 1200 kg mendaki sebuah bukit
dengan kemiringan 5
o
dengan kecepatan konstan 36 km/jam.
Hitunglah kerja yang dilakukan oleh mesin mobil selama 5 menit
dan daya yang dihasilkan. Gesekan-gesekan diabaikan
Problem 3
Sebuah balok 5 kg didorong ke atas pada sebuah bidang miring
30
o
dengan kecepatan awal 5 m/s setelah menempuh jarak 1,5
m berhenti dan meluncur ke bawah kembali
a. Hitung gaya gesek (dianggap mempunyai besar tetap) antara
balok dan bidang miring
b. Tentukan kecepatan balok ketika mencapai dasar bidang
miring