Anda di halaman 1dari 5

INTERAKSI OBAT BETA BLOKER Obat golongan beta bloker terbagi atas dua golongan, yaitu: 1.

Selektif Kardio, meliputi: Acebutolol, Atenolol, Betaxolol, Bisoprolol, Esmolol, Metoprolol, Nadolol. 2. Nonselektif kardio, meliputi Carteolol, Carvedilol, Labetolol, Penbutolol, Pindolol, Propanolol, Sotalol, Timolol

Interaksi Obat Selektif Kardio dan Nonselektif Kardio Beta Bloker Barbiturat (amobarbital, aprobarbital, butabarbital, butalbital, mephobarbital, pentobarbital, phenobarbital, primidone, secobarbital). Interaksi ini menyebabkan penurunan bioavailabilitas obat-obat beta bloker. Manajemen terapi yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan dosis beta bloker jika diperlukan Cimetidine. Interaksi ini menyebabkan peningkatan konsentrasi beta bloker. Manajemen terapi yang dapat dilakukan yaitu dengan memonitor status kardiovaskular dan meningkatkan dosis beta bloker jika diperlukan. Clonidine. Interaksi ini menyebabkan peningkatan tekanan darah. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor tekanan darah ketika memulai atau menghentikan kedua obat tersebut. Atau dengan menghentikan kedua obat tersebut secara bertahap. Hydralazine. Interaksi ini akan meningkatkan konsentrasi kedua obat. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan mengurangi dosis salah satu atau kedua obat tersebut jika diperlukan. NSAIDs, seperti ibuprofen, indomethacin, naproxen, piroxicam. Interaksi ini akan menyebabkan penurunan efek dari beta bloker. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu gunakan NSAID yang tidak berinteraksi, seperti sulindak. Memonitor tekanan darah, dan meningkatkan dosis beta bloker jika diperlukan. Prazosin. Interaksi ini akan meningkatkan hipotensi postural. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor gejala gejala atau hipotensi postural. Propafenone. Interaksi ini akan meningkatkan efek dari betabloker (metoprolol, propanolol). Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor status kardiovaskular dan menurunkan dosis beta bloker jika diperlukan.

Quinidine. Interaksi ini akan meningkatkan efek dari betabloker (atenolol, propanolol, metoprolol, timolol). Manajemen terapi yag dilakukan yaitu dengan memonitor status kardiovaskular dan menurunkan dosis beta bloker jika diperlukan. Rifamycins (rifabutin, rifampin). Interaksi ini akan menurunkan efek dari beta bloker (atenolol, bisoprolol, metoprolol, propanolol). Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor status kardiovaskular dan meningkatkan dosis betabloker jika diperlukan. Verapamil. Interaksi ini akan meningkatkan efek dari kedua obat. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor status kardiovaskular dan menurunkan dosis dari salah satu obat atau kedua obat tersebut jika diperlukan.

Interaksi Obat Beta Bloker Golongan Nonselektif Kardio Alkaloid ergot. Interaksi ini akan menyebabkan peningkatan risiko toksisitas ergot, seperti iskemia periferal, ganggren. Manajemen yang dilakukan yaitu dengan menghentikan penggunaan beta bloker atau menurunkan dosis alkaloid ergot jika diperlukan. Insulin. Interaksi ini menyebabkan hipoglikemia berkepanjangan tanpa terlihat gejalagejalanya. Manajemen terapi yag dilakukan yaitu menggunakan beta bloker golongan selektif kardio, memonitor gejala-gejala hipoglikemia yang tidak terpengaruh oleh beta bloker. Teofilin. Interaksi ini akan meningkatkan konsentrasi teofilin. Antagonis farmakologi dapat menurunkan efek salah satu atau kedua obat tersebut. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor konsentrasi teofilin dan menggunakan beta bloker golongan selektif kardio. Interaksi Atenolol Ampisilin. Interaksi ini akan menurunkan efek dari atenolol. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memisahkan waktu pemberian obat, memonitor tekanan darah dan meningkatkan dosis atenolol jika diperlukan. Interaksi Carvedilol Siklosporin. Interaksi ini akan meningkatkan konsentrasi siklosporin. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor konsentrasi siklosporin dan gejala-gejala toksisitas. Bisa juga dengan menurunkan dosis siklosporin jika dipelukan.

Interaksi Labetalol Anastetik inhalasi (desflurane, enflurane, halothane, isoflurane, sevoflurane). Interaksi ini akan menyebabkan hipotensi yang berlebihan. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor tekanan darah, menggunakan kombinasi dengan hatihati. Konsentrasi halothane tidak melebihi 3%. Interaksi Metoprolol Lidokain. Interaksi ini akan menyebabkan peningkatan konsentrasi lidokain. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan mengatur dosis bolus lidokain pada kecepatan yang lambat untuk mencegah toksisitas, memonitor konsentrasi lidokain dan menurunkan dosis lidokain. Thioamin (methimazole, propilthiourasil). Interaksi ini akan menyebabkan peningkatan efek metoprolol. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor status kardiovaskular, menurunkan dosis metoprolol jika diperlukan pasien menjadi euthyroid. Selain itu bisa juga dengan menggunakan betabloker lain seperti atenolol, nadolol. Interaksi Nadolol Lidokain. Interaksi ini akan menyebabkan peningkatan konsentrasi lidokain. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan mengatur dosis bolus lidokain pada kecepatan yang lambat untuk mencegah toksisitas, memonitor konsentrasi lidokain dan menurunkan dosis lidokain.

Interaksi Pindolol Lidokain. Interaksi ini akan menyebabkan peningkatan konsentrasi lidokain. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan mengatur dosis bolus lidokain pada kecepatan yang lambat untuk mencegah toksisitas, memonitor konsentrasi lidokain dan menurunkan dosis lidokain. Fenotiazin (klorpromazine, thioridazine). Interaksi ini akan meningkatkan efek dari salah satu atau kedua obat. Manajemen terapi dilakukan dengan menurunkan dosis salah satu atau kedua obat tersebut jika diperlukan. Interaksi Propanolol

Lidokain. Interaksi ini akan menyebabkan peningkatan konsentrasi lidokain. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan mengatur dosis bolus lidokain pada kecepatan yang lambat untuk mencegah toksisitas, memonitor konsentrasi lidokain dan menurunkan dosis lidokain. Fenotiazin. (klorpromazine, thioridazine). Interaksi ini akan meningkatkan efek dari salah satu atau kedua obat. Manajemen terapi dilakukan dengan menurunkan dosis salah satu atau kedua obat tersebut jika diperlukan. Thioamin (methimazole, proprilthiouracil). Interaksi ini akan meningkatkan efek dari propanolol. Manajemen terapi dilakuka dengan memonitor status kardiovaskular, menurunkan dosis propanolol jika diperlukan pada pasien menjadi euthyroid. Selain itu bisa juga dengan menggunakan betabloker lain seperti atenolol, nadolol. Interaksi Sotalol Quinolon (gatifloxacin, moxifloxacin, sparfloxacin). Interaksi ini menyebabkan risiko terkena aritmia kardiak, termasuk torsades de pointes. Manajemen terapi yang diberikan yaitu dengan mencegah kombinasi kedua obat ini. Gunakan alternatif quinolone seperti ciprofloxacin, levoploxacin.

INTERAKSI OBAT DIURETIK Diuretik loop (furosemide, torsemide ) Cholestyramine. Interaksi obat ini menyebabkan penurunan absorbsi furosemide pada gastrointestinal. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan mengatur penggunaan cholestyramine 2 jam setelah furosemide. Colestipol. Interaksi obat ini menyebabkan penurunan absorbsi furosemide pada gastrointestinal. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan mengatur penggunaan colestipol 2 jam setelah furosemide. Cisplatin. Interaksi obat ini menyebabkan ototoksisitas. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan sebisa mungkin mencegah penggunaan kombinasi kedua obat ini. Jika tidak, lakukan kontrol pada fungsi pendengaran. Diuretik thiazid

Litium. Interaksi ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi litium. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor konsentrasi litium dan menurunkan dosis litium jika diperlukan. Sulfonilurea. Interaksi ini akan meningkatkan konsentrasi dari kadar gula darah puasa dan menurunkan efek hipoglikemik dari sulfonilurea. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor kadar gula darah puasa dan meningkatkan dosis sulfonilurea.

INTERAKSI ANTAR OBAT KARDIOVASKULAR Diuretik Loop Digoxin Interaksi antara kedua obat ini akan menyebabkan risiko terserang aritmia. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan memonitor kadar kalium dan magnesium dalam serum. Jika perlu beri tambahan berupa suplemen elektrolit. Batasi asupan makanan dan natrium. Diuretik Loop Diuterik Tiazid Interaksi kedua obat ini akan menyebabkan diuresis parah dan gangguan elektrolit. Manajemen terapi yang dilakukan yaitu dengan menyesuaikan dosis diuretik sesuai kebutuhan, memonitor abnormalitas elektrolit dan status hidrasi ketika memulai menggunakan terapi kombinasi ini.