Anda di halaman 1dari 12

PERALATAN PELUMASAN

MAKALAH Untuk memenuhi tugas matakuliah Peralatan Otomotif yang dibina oleh Ibu Anny Martiningsih

Oleh: AHMAD ZAKKY HUSADA RYAN INDRA P

110513428040 110513428039

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN September 2012

PERALATAN PELUMASAN

1.

DEFINISI Pelumas adalah zat kimia, yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Sistem Pelumasan adalah suatu sistem yang bertujuan memberikan lapisan film (oil film) untuk mencegah kontak langsung pada komponen-komponen yang bergesekan.

2. FUNGSI PELUMASAN Membentuk oil film untuk mencegah kontak langsung permukaan logam dengan logam. Mengurangi gesekan, mencegah keausan dan panas. Mendinginkan Sebagai seal (perapat) antara torak dengan dinding silinder. Mengeluarkan kotoran dari bagian-bagian mesin. Mencegah karat.

3. MACAM-MACAM PERALATAN PELUMASAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Kunci pas/ring sesuai ukuran Kacamata spray lube Waste and drainer oil Hand operated oil pump ATF Changer Grease gun

1) Kunci pas/ring sesuai ukuran Fungsi : untuk melepas baut pada output tangki oli pada mesin.

Gambar kunci pas / ring

2) Kacamata Fungsi : melindungi mata dari debu atau kotoran yang jatuh saat melepas baut output oli.

Gambar kacamata

3) spray lube spray lube adalah pelumas yang di masukkan ke dalam tabung bertekanan tinggi. Cara penggunaannya dengan menekan tuas penyemprot. Kemudian pelumas akan keluar.

Gambar spraylube

4) Waste oil suction and drainer Waste oil suction and drainer adalah alat untuk menguras dan menghisap oli pada kendaraan. Bagian bagian waste oil suction and drainer :
1 2 6 3 Keterangan : 1. air preasure 2. regulator 3. tabung penampung sementara 4. selang pembuangan 5. tangki penampung oli 6. selang penyambung (hisap) 7. selang hisap 8. katub buang

4 7 8 5

Cara kerja: 1. Menggunakan udara dari kompresor dengan tekanan 6.5-7 psi 2. Udara masuk ke regulator dan diukur tekanannya 3. Di dalam regulator terdapat sistem venture yang menyebabkan udara di dalam tangki terjadi kevacuman

Sistem venture pada regulator

4. Akibat vacumnya tabung oli pada kendaraan dapat terserap ke dalam tangki.

Macam -macam Waste oil suction and drainer : 1. Portable Waste oil suction and drainer Waste oil suction and drainer ini pengoperasianya hanya dengan udara yang di hasilkan oleh kompresor,.

Gambar portable Waste oil suction and drainer

2. Professional Waste oil suction and drainer Waste oil suction and drainer ini dapat digunakan dengan cara grafitasi dan udara, maksudnya grafitasi Waste oil suction and drainer ditaruh di bawah mobil.

Gambar professional Waste oil suction and drainer

3. Pantograph Waste oil suction and drainer Waste oil suction and drainer ini dilengkapi wadah yang terhubung dengan tangki sehingga tidak perlu di taruh dibawah kendaraan, namun cukup wadahnya saja yang ditaruh dibawah kendaraan.

Gambar Pantograph Waste oil suction and drainer

5) Hand operated oil pump Hand operated oil pump adalah alat pelumasan yang digunakan untuk memasukkan oli ke transmisi maupun deferensial. Bagian bagian Hand operated oil pump:
1. 2. 3. 4. 5. Tuas pegangan alat Batang output Slangflexible Tangki / reservoir Batang penekan

1 5 5

4 3

Gambar bagian bagian hand operated oil pump

Cara kerja: 1. oli dimasukkan kedalam tangki / reservoir 2. batang output di tempatkan pada tempat yang akan diisi oli 3. tekan tuas penekan 4. batang penekan akan menekan oli 5. oli akan keluar karena tekanan.

6) ATF Changer ATF Changer adalah alat untuk mengganti oli transmisi otomatis (matic)

Gambar ATF Changer

1. Bagian bagian ATF Changer :


1-Control panel; 2-New fluid tank; 3-Used fluid tank; 4-Sight glass for new fluid; 5-Sight glass for used fluid; 6-Pressure gauge; 7-Air pressure adjusting valve; 8-Adjusting valve for fluid return; 9-Handle; 10-Filter assembly; 11-Fluid outlet; 12-Fluid return port; 13-Air inlet.

1 Base seat 2 Plastic tank 3 Directional caster 4 Left pole 5 Back door 6 Right pole 7 Clapboard 8 Back beam 9 Support board 10 Filter seat 11 Gasoline filter 12 Pneumatic pump 13 Handle 14 Back side panel

15 Air pressure gauge 16 Tower connector(Inside thread) 17 Pneumatic connector 18 Transparence tube 19 Air pressure adjusting valve 20 Needle valve 21 Tower connector(elbow, outside, thread) 22 Control panel 23 Body case 24 Quick male connector 25 Tower connector 26 Hook 27 Universal caster

2. PROSEDURE MENGGUNAKAN ATF CHANGER 1. Periksa dan lihat in out selang oli yang terdapat di transmisi kemudian lepas (klem) salah selang. 2. Hidupkan mesin sesaat agar dapat diketahui mana selang yang buat oli masuk dan selang yang buat oli keluar. Setelah dapat diketahui matikan mesin mobil. 3. Setelah diketahui, sambungkan dengan selang adaptor (selang sambungan yang berwarna hitam dan kencangkan dengan klem) yang terdapat di mesin ATF Changer. 4. Untuk selang masuk oli hubungkan selang adaptor tersebut dengan Fluid outlet dan untuk selang yang keluar oli hubungkan selang adaptortersebut dengan Fluid return port yang terdapat pada ATF Changer. 5. Lakukan proses sirkulasi dengan memutar putaran kearah sirkulasi kemudian hidupkan mesin sambil menekan tombol power yang berwarna hijau selama 5 10 menit agar oli dapat bersikulasi sehingga kotoran yang terdapat di dalam transmisi dapat tersaring dan matikan tombol power yng berwarna hijau.

6. Setelah selama 5 10 menit pastikan filter oli akan terasa panas (hangat) itu menandakan sirkulasi oli berjalan dengan baik dan kotoran dapat tersaring di filter oli. 7. Masukan oli baru kedalam mesin ATF changer sesuai kebutuhan kapasitas oli , putar putaran yang terdapat pada mesin ATF Changer ke arah Dryn to the tank, hidupkan mobil dan tekan tombol power yang berwarna hijau. 8. Lihat dengan teliti, jumlah oli yang keluar dan oli baru haruslah sama jumlah liternya, jika oli lama yang tersedot sebanyak 6 liter maka oli baru haruslah 6 liter dan matikan tombol power yang berwarna hijau, dan jika oli baru yang dituang kedalam mesin ATF Changer berlebihan cukup disimpan didalam mesin ATF Changer untuk kemudian apabila ada pergantian oli berikutnya tinggal menambahkan kekurangannya saja. 3. PROSEDURE MEMBUANG OLI BEKAS APABILA OLI SUDAH PENUH DIDALAM MESIN ATF CHANGER 1. Sambungkan selang adaptor yang berwarna hitam yang terdapat di mesin ATF changer dengan selang yang berada disebelah dekat dengan filter oli yang berwarna bening (transparan) 2. Kemudian putar putaran yang terdapat dimesin ATF Changer ke arah Discharge from tank kemudian siapkan wadah untuk menampung/membuang oli bekas tersebut, setelah itu tekan tombol merah.

7) Grease gun Grease gun adalah alat pelumasan yang memungkinkan melumasi benda tepat pada satu titik. Macam macam grease gun: 1. Grease gun mekanik Grease gun yang menggunakan penggerak mekanik atau menggunakan tenaga otot untuk mengeluarkan pelumas.

Gambar Grease gun mekanik

Bagian bagian grease gun mekanik: 1. Tangki (reservoir) 2. Tuas penekan 3. Piston/ batang penekan 4. Flexible hose assy Cara kerja: Jika tuas di tekan piston akan bergerak dan menekan pelumas yang berasal dari reservoirdan keluar melalui fexible hose assy.

2. Grease gun pneumatic Grease gun yang menggunakan penggerak udara atau menggunakan udara bertekanan untuk mengeluarkan pelumas.

Gambar Grease gun pneumatic Bagian bagian Grease gun pneumatic:

Cara kerja: 1. Pelumas dimasukkan dalam reservoir 2. Udara bertekanan masuk ke rear housing 3. Jika trigger di tekan maka katub terbuka dan udara akan masuk ke front housing dan pelumas akan tertekan oleh udara 4. Pelumas akan keluar.

3. Grease gun elecktrik Grease gun yang menggunakan tenaga baterai / listrik untuk mengeluarkan pelumas. Alat ini dapat mengeluarkan pelumas sampai tekanan 6000 psi.

Grease gun elecktrik Bagian bagian Grease gun elecktrik:

Cara kerja: 1. Pelumas dimasukkan ked lm reservoir 2. Tenaga baterai akan menggerakkan piston 3. Jika trigger di tekan katup tekan / pressure relief akan terbuka dan pelumas akan keluar.

Cara memasukkan pelumas ke dalam reservoir:

1. Filler pump Yaitu filler hose di pasang pada filling pump dan tuas filler pump di tekan sehingga pelumas yang ada di filler pump akan masuk ke dalam reservoir. 2. Suction filling Yaitu memasukkan dengan cara di sedot. Pelumas langsung di sedot ke dalam reservoir dengan cara menarik tuas yang ada di reservoir. 3. Cartridge filling Yaitu pengisian dengan cara memasukkan langsung pelumas kedalam reservoir dengan cara melepas reservoir dan memasukkan pelumas yang sudah ada dalam kemasan.