Anda di halaman 1dari 8

Fungi

Dian Pramita AK (8) Handhika Wiratama P (12) Rido Muhammad (27) Muhammad Kautsar Rahmareza (22)

Zygomycota
Zygomycota, is a fungal plant consisting of hyphae threads are insulated, but some are not insulated. Zygomycota, adalah tumbuhan jamur yang terdiri dari benangbenang hifa yang bersekat, tetapi ada pula yang tidak bersekat.

Sifat Zygomicota
This fungus is senositik and can form a temporary dormant structures called zigospora. Mushrooms in the subdivision was formerly incorporated together into classes Mastigomycota Phycomicetes, based on characteristics such as hyphae not sectional (aseptat), but it turns out the two subdivisions shows many different traits, such as where to live and the number of flagella on zoospore so need placed separately. Jamur ini bersifat senositik dan dapat membentuk struktur dorman bersifat sementara yang disebut zigospora. Jamur dalam subdivisi ini dahulunya dimasukkan bersama-sama Mastigomycota ke dalam kelas Phycomicetes, berdasarkan ciri khas berupa hifa yang tak bersekat-sekat (aseptat), tetapi ternyata kedua subdivisi ini menunjukkan banyak ciri yang berlainan, seperti tempat hidup dan jumlah flagel pada zoospore sehingga perlu ditempatkan secara terpisah.

Ciri-ciri Zygomycota
The mushrooms in this class most of the life on land and in the soil or on the plants and animals decaying. Zygomycota have senositik hyphae, the hyphae containing many nuclei and has no transverse bulkhead, so the hyphae form a smooth tube containing protoplast with a lot of heart. Jamur-jamur dalam kelas ini sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk. Zygomycota mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak initi.

The proliferation of fungi in this class is the sexual propagation of two hyphae angiogami gametes that each correspond to produce zigospora, while asexual propagation is done by forming spores that form berflagel not sporangiospora or conidia. Perkembangbiakan jamur dalam kelas ini adalah perkembangbiakan seksual dengan gamet angiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan menghasilkan zigospora, sedangkan perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan membentuk spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia.

Reproduksinya
Sexual reproduction is by conjugation. Positive and negative hyphae will join and through plasmogami. After experiencing kariogami and meiosis, forming spores which then becomes a new individual Reproduksi secara seksualnya adalah dengan cara konjugasi. Hifa positif dan negatif akan bergabung dan melalui proses plasmogami. Setelah mengalami kariogami dan meiosis, terbentuklah spora yang kemudian menjadi individu baru

Contoh jamur Zygomycota


1. Rhizopus oryzae (to make tempe) 2. Rhizphus Stolonifer (to make a bread) 3. Mucor mucedo (at animal waste) 4. Mucor javaicus (yeast of tempe)

Contoh gambarnya