Anda di halaman 1dari 8

Klasifikasi Penelitian

Penelitia n Pendidi kan Matema tika

Klasifik asi Peneliti an


Klasifikasi Penelitian

Penelitian adalah proses pendekatan dengan pembuktian ilmiah (yang sistematis dan objektif) untuk mencari kebenaran, memecahkan atau menjawab suatu permasalahan dan memperdalam ilmu di bidang tertentu.

Penelitian Pendidikan Matematika Penelitian

Klasifikasi Penelitian

Penelitian adalah proses pendekatan dengan pembuktian ilmiah (yang sistematis dan objektif) untuk mencari kebenaran, memecahkan atau menjawab suatu permasalahan dan memperdalam ilmu di bidang tertentu.

Klasifikasi Penelitian
Klasifikasi merupakan penggolongan sesuatu untuk mempermudah mempelajari dan dilakukan dengan cara-cara yang sistematis. Klasifikasi penelitian berdasar sifat teori sebagai tujuan atau sasaran penelitian, dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu: a. Penelitian Dasar (basic/fundamental research) Penelitian dasar adalah penelitian yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan bertujuan untuk merumuskan, memperluas atau mengevaluasi teori dan menerapkannya pada masalah-masalah praktis yang mempunyai nilai sosial. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu (Kegunaan hasil penelitian itu tidak segera dipakai namun dalam waktu jangka panjang juga akan terpakai). Contoh : penelitian tentang cara berpikir kreatif siswa. b. Penelitian Terapan (applied research) Penelitian terapan adalah penelitian yang menyangkut aplikasi teori untuk memecahlan permasalahan tertentu yang berkepentingan dengan penemuan-penemuan yang berkenaan dengan aplikasi dan suatu konsep-konsep teoritis tertentu untuk memecahkan masalah praktis yang terjadi dalam lingkungan pendidikan, seperti di kelas. Contoh : penelitian tentang penerapan model-model pembelajaran inovatif dalam matematika.

Klasifikasi penelitian berdasar asal dan cara pengumpulan datanya, dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : a. Penelitian Primer Ciri-ciri penelitian primer : 1. Data yang diperlukan belum ada 2. Proses penelitian dimulai dengan menyusun protokol penelitian. Sedangkan isi dari protokol penelitian tersebuta antara lain: a) rumusan masalah, tujuan dan hipotesis; b) menentukan populasi sasaran; c) menentukan rancangan penelitian observasi atau eksperimen untuk menghasilakan data; d) menentukan rencana pelaksanaannya (sasaran, waktu, lamanya, lokasi, pelaksana dan cara pengumpulan data); e) menentukan cara pencatatan hasil pengamatan dengan memenuhi persyaratan ketepatan, ketelitian dan rencana pengolahan data; f) memilih metodologi analisis data yang sesuai; g) menyusun laporan akhir.
Elina Wardatul Istiqomah/2010A/103174072

Penelitian Pendidikan Matematika

Klasifikasi Penelitian

b. Penelitian Sekunder Ciri-ciri penelitian sekunder : 1. Hasil pengamtaan atau data telah ada dalam bentuk-bentuk tertentu. 2. Peneliti tidak dapat memengaruhi proses pencatatan dan pengumpulan hasil-hasil pengamatan. 3. Lebih mmeperhatikan cara-cara analisisnya. 4. Perlu dipersoalkan derajat validitas dan reabilitasnya Klasifikasi penelitian berdasarkan tujuan, dapat dibagi menjadi 3 yaitu : a. Penelitian Eksploratif Penelitian eksploratif untuk menemukan sesuatu yang baru. b. Penelitian Developmental Penelitian developmental bertujuan untuk : mengikuti atau mengembangkan apa yang telah ditemukan terlebih dahulu. Mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi. c. Penelitian Verifikatif Penelitian verifikatif untuk menguji kebenaran suatu pengetahuan. Klasifikasi penelitian berdasarkan tingkatannya, dapat dibagi menjadi 2 yaitu : a. Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif untuk menggambarkan keadaan obyek penelitian. b. Penelitain Analitik/Inferensial Penelitain analitik/inferensial untuk dapat mengambil kesimpulan umum.

Klasifikasi penelitian berdasar masa terjadinya suatu objek, dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: a. Penelitian Historis Penelitian historis adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang sudah terjadi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan (hasil pengamatan orang lain seperti surat-surat arsip atau dokumen-dokumen masa lalu selain itu, peneliti juga mengumpulkan data yang menjelaskan aspek-aspek kehidupan sosial dalam periode-periode yang berbeda atau bentuk-bentuk kebudayaan yang berbeda dengan menggabungkan teknik pengamatan, wawancara dan dokumen stastistik) sehingga tingkat kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini paling rendah. Contoh : penelitian tentang sejarah penemuan konsep-konsep matematika. Langkahlangkah penelitiannya yaitu antara lain : penyelidikan, pencatatan, analisis dan interpretasi masa-masa lampau untuk menemukan generalisasi-generalisasi atau mendeskripsikan kejadian masa lalu. b. Penelitian Deskriptif
Elina Wardatul Istiqomah/2010A/103174072

Penelitian Pendidikan Matematika

Klasifikasi Penelitian

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kejadian atau peristiwa saat ini dengan sistematis dan cermat berdasar fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Contoh : penelitian tentang gaya belajar siswa dalam mempelajari konsep-konsep geometri (bangun datar). Langkah-langkah penelitiannya yaitu antara lain : mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan kejadiankejadian yang sekarang ini ada atau terjadi. c. Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang akan terjadi apabila variabel-variabel tertentu dikontrol atau dimanipulasi. Kondisi termanipulasi (memberi perlakuan secara khusus) bagi salah satu kelompok untuk dapat menyimpulkan berbagai perbedaan reaksi terhadap berbagai perlakuan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali karena bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi tertentu. Uji klisnisnya yaitu pemberian kelompok perlakuan dan kontrol dialokasi secara random. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. Penelitian ini bisa dilakukan terhadap individu-individu dan program masyarakat. Dalam penelitian eksperimen banyak digunakan model kuantitatif. Contoh : Penelitian tentang pengaruh bahasa sehari-hari terhadap kemampuan siswa memahami masalah dalam matematika. Penerapan tiap metode dicobakan terhadap kelompok-kelompok berbeda. Pada akhir percobaan prestasi belajar tiap kelompok dievaluasi. Klasifikasi penelitian berdasarkan pendekatannya, dapat dibagi menjadi 2 yaitu : 1. Penelitian Longitudinal Penelitian longitudinal yaitu penelitian yang dilakukan (terhadap gejala sosial) beberapa kali terhadap obyek yang sama dengan jarak periode waktu tertentu. Penelitian ini lebih rumit dan mahal tetapi efektif untuk melihat perubahan yang terjadi pada satu periode yang panjang dan informasi akan lebih kaya. Jenis penelitian ini terbagi atas : a. Panel study Panel study merupakan pengamatan atas kelompok orang yang sama dalam waktu yang berbeda. b. Time series Time series merupakan pengumpulan jenis informasi yang sama tentang perubahan gejala dari sekelompok orang dalam waktu yang berbeda sehingga dapat dilihat ada tidaknya perubahan dalam kelompok itu. c. Cohort study Cohort study merupakan pengalaman atas perubahan gejala pada sejumlah responden dengan karakteristik yang sama yang dapat dilihat dari pengalaman hidup yang dimiliki. 2. Penelitian Cross-sectional/Transversal

Elina Wardatul Istiqomah/2010A/103174072

Penelitian Pendidikan Matematika

Klasifikasi Penelitian

Penelitian cross-sectional/transversal yaitu penelitian (terhadap sebagian dari gejala dalam populasi) yang dilakukan sekali terhadap obyek tertentu. Penelitian ini lebih mudah dan murah tetapi tidak dapat meliputi perubahan sosial secara luas.

Klasifikasi penelitian berdasar paradigma atau filosofi metodologinya, dapat dibagi menjadi 2 yaitu: a. Penelitian kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci dengan menggunakan pola pikir kuantitatif yang terukur dan teramati, kerangka teori dirumuskan secara spesifik bertujuan menyusun generalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, memverifikasi atau menguji suatu gejala. Langkah-langkah penelitiannya yaitu antara lain : penetapan objek studi yang spesifik, membuat kerangka teori sesuai dengan objek studi, memunculkan hipotesis, instrumentasi penguml data, teknik sampling dan teknik analisis. b. Penelitian kualitatif Penelitian kualitatif adalah proses penelitian terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuan dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah yang mengupayakan dilakukannya investigasi atau eksplorasi fenomena-fenomena secara menyeluruh (holistik) Klasifikasi penelitian berdasar sifat masalahnya, dapat dibagi menjadi 7 yaitu: a. Penelitian Pengembangan Penelitian pengembangan adalah penelitian yang menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi dari waktu. Penelitian ini memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangannya selama jangka waktu tertentu (dengan meneliti pola-pola pertumbuhan, laju, arah, dan urutan perkembangan dalam beberapa fase). Penelitian pengembangan umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal dan dilakukan oleh peneliti ahli dengan fasilitas cukup. b. Penelitian Tindakan (Penelitian Tindakan Kelas) Penelitian tindakan (penelitian tindakan kelas) adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja (dengan menyiapkan program kerja untuk pemecahan masalah) atau kebutuhan praktis lain. Penelitian ini didasarkan pada pengamatan aktual dan data tingkah laku. Penelitian tindakan bersifat fleksibel sebab dapat diadakan perubahan selama proses penelitian bila dianggap penting untuk pembaruan (inovasi). Contoh : menliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. c. Penelitian Kasus Penelitian kasus adalah penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. Dalam penelitian ini, subjek diteliti dari suatu kesatuan (unit) secara mendalam sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus (terbatas pada satu orang saja, satu keluarga, satu daerah, satu peristiwa atau suatu kelompok terbatas lain) pada unit itu.
Elina Wardatul Istiqomah/2010A/103174072

Penelitian Pendidikan Matematika

Klasifikasi Penelitian

d.

e.

f.

g.

Selain terpusat pada satu unit, ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas dari ubahanubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya yang terpusat pada aspek yang menjadi kasus. Penelitian Kebijakan Penelitian kebijakan adalah usaha mengumpulkan informasi secara komprehensif untuk merumuskan kebijakan bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebbakan perubahan pada variabel bebas secara keseluruhan sudah terjadi. Penelitian kebijakan senantiasa berhubungan dengan maksimalisasi perolehan data agar peneliti mampu memetakan permasalahan, dan menyusun berbagai alternatif kebijakan. 1. Basic Social Research Basic social research yakni penelitian kebijakan harus dilaksanakan secara sesuai prosedur kerja ilmiah. 2. Technical Sosial Research Technical sosial research yakni penelitian kebijakan harus mampu merumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang dapat dikembangkan instrumen-instrumen teknisnya. 3. Policy Research Policy research penelitian kebijakan yang harus menghasilkan kebijakan publik. 4. Komprehensif Komprehensif yakni penelitian kebijakan harus menjangkau seluruh variabel yang terkait dan relevan dengan persoalan yang sedang dikaji untuk dirumuskan penyelesaiannya. Penelitian Ex Post Facto Penelitian ex post facto adalah penelitain yang kegiatan pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat, dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan telah terjadi. Penelitian ini meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Misalnya : penelitian untuk mengungkapkan sebab-sebab terjadinya kebakaran pabrik sepatu. Penelitian ex post facto secara metodis merupakan penelitian eksperimen yang juga menguji hipotesis tetapi tidak memberikan perlakuan-perlakuan tertentu karena sesuatu sebab kurang etis untuk memberikan perlakuan atau memberikan manipulasi. Biasanya karena alasan etika manusiawi atau gejala/peristiwa tersebut sudah terjadi dan ingin menelusuri faktor-faktor penyebabnya atau hal-hal yang mempengaruhinya. Penelitian Korelasional Penelitian korelasional adalahpenelitian yang bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. Misalnya meneliti adanya hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. Penelitian Kasual Komparatif Penelitian kasual komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat, dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan

Elina Wardatul Istiqomah/2010A/103174072

Penelitian Pendidikan Matematika

Klasifikasi Penelitian

telah terjadi (penelitian bersifat Ex Post Facto). Gejala yang diamati diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau. Contoh : sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja. Klasifikasi penelitian berdasar bidang ilmu yang digunakan, dapat dibagi menjadi 2 yaitu: a. Penelitian Displiner (menggunakan satu bidang ilmu) Penelitian displiner adalah pendekatan berdasarkan obyek pengenal ilmu yang digunakan. Penulis karya ilmiah melihat maslaah yang dihadapinya dari sudut satu cabang ilmu pengetahuan, atau satu disiplin ilmu pengetahuan saja. b. Penelitian Interdispliner (menggunakan gabungan bidang ilmu lain) Penelitian interdispliner adalah metode pendektaan dalam memecahlan masalah, penulis melihatnya dari berbagai ilmu pengetahuan yan gkorelatif dan berfungsi terhadap maslaah yang dihadapi. c. Penelitian Rekayasa Penelitian rekayasa (termasuk penelitian perangkat lunak) adalah penelitain yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Rancangan tersebut merupakan sintesis unsur-unsur rancangan yang dipadukan dengan metode ilmiah menjadi suatu model yang memenuhi spesifikasi tertentu. Penelitian jenis ini diarahkan untuk membuktikan sebuah rancangan memenuhi spesifikasi rancangan yang ditentukan; memilih alternatif yang terbaik dan membuktikan rancangan yang dipilih dapat memnuhi persyartaan yang ditentukan secara efisiensi, efektif dan biaya yang murah. Klasifikasi penelitian menurut tingkat eksplanasi dibagi menjadi 5 yaitu : a. Penelitian Pelaporan (Reporting Research) Penelitian pelaporan merupakan penelitian yang paling sederhana, karena tidak perlu ada hipotesis karena sifatnya pemberitahuan (laporan) tentang suatu fakta di lapangan sehingga tidak perlu ada simpulan. b. Penelitian Deskriptif (Descriptive Research) Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakuakn untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain, atua untuk mencari jawaban mengenai who, what, when, and where. Contoh : Profil pelaku bisnis di indonesia c. Penelitian Eksplanatori (Eksplanatori Research) Penelitian eksplanatori merupakan penelitian yang dilakukan untuk mencari jawaban why and how. Umumnya penelitian ini didasarkan pada teori yang dipakai sebagai kriteria untuk mencari jawaban tersebut. d. Penelitian Komparatif (Comparative Research) Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Contoh : Perbandingan kinerja BUMN dengan perusahaan swasta. e. Penelitian Asosiatif/hubungan Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala
Elina Wardatul Istiqomah/2010A/103174072

Penelitian Pendidikan Matematika

Klasifikasi Penelitian

tertentu. Misalnya : Pengaruh iklan terhadap nilai penjualan. Pada penelitian asosiatif terdapat dua variabel yang dihubungkan. Bentuk hubungan antar variabel ini ada tiga macam, yaitu : 1. Hubungan Simetris Hubungan simetris adalah suatu bentuk hubungan karena munculnya bersama-sama. Misalnya adanya hubungan antara datangnya kupu-kupu dengan datangnya tamu. 2. Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah suatu bentuk hubungan sebab-akibat. Misalnya bila gaji PNS maupun swasta naik, maka daya beli masyarakat akan naik. 3. Hubungan Interaktif/Resiprocal atau timbal-balik Hubungan interaktif/resiprocal atau timbal-balik adalah hubunagn yang saling memengaruhi. Misalnya : Bila penegluaran untuk iklan naik, maka nilai penjualan juga akan naik, dan bila nilai penjualan naik, maka biaya untuk iklan akan naik juga.

Elina Wardatul Istiqomah/2010A/103174072