Anda di halaman 1dari 2

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Infeksi Ssaluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang menyerang bagian dari saluran pernapasan. Penyakit ini sering sekali menginfeksi balita dikarenakan sistem pertahanan tubuhnya masih belum optimal sehingga angka pravalensi penyakit ISPA pun lebih tinggi apabila dibandingkan dengan remaja atau dewasa. Sebagai gambaran umum, di Indonesia sendiri angak mortalitas bayi dan balita akibat ISPA sebesar 22,5% pertahunnya (Depkes, 2008). Faktor penyebab dari ISPA sendiri bermacam-macam seperti kuman (jamur, bakteri, virus), sistem imunintas, dan lingkungan. Lingkungan sebagai fokus dari keperawatan komunitas merupakan hal yang sangat diperhatikan untuk menanggulangi dan mencegah kenaikan prosentase pravalensi ISPA pada bayi dan balita di Indonesia, khususnya di kota Depok. Yusniato, 2007 mengatakan bahwa lingkungan sangat mempengaruhi pravalensi ISPA adalah lingkungan yang dimana kualitasnya berdampak keapada kesehatan anggotanya. Hal ini dapat terliat dari pemenuhan ventilasi, kebersihan rumah, bahan bakar yang digunakan dan kepadatan hunian rumah. Data yang diperoleh dari Puskesmas Depok Jaya pada tahun 2011 adalah penyakit ISPA sebagai penyakit pertama dan terbanyak yang diderita oleh para bayi dan balita di area sekitar Puskesmas Depok Jaya dengan rata-rata 576 kasus perbulan. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik dalam membahas mengenai peran perawat dalam pengorganisasian masyarakat sebagai upaya untuk menanggulangi dan menurunkan pravalensi penyakit ISPA pada bayi dan balita di kota Depok. B. Perumusan masalah 1. Apakah faktor yang menyebabkan ISPA? 2. Apakah peran perawat dalam menanggulangi ISPA di dalam komunitas? 3. Bagaimanakah tata laksana pengorganisasian masyarakat terhadap ISPA? 4. Bagaimanakah pemberdayaan masyarakat terhadap ISPA? 5. Apa saja yang telah dilakukan secara kolaborasi anatar perawat dan masyarakat sebagai stakeholders dalam menanggulangi dan preventif terhadap ISPA? C. Tujuan Penulisan Untuk menjelaskan keterkaitan antara tingkat pengetahuan masyarakat Depok terkait dengan ISPA dan penanganannya dalam bentuk pengorganisasian di masyarakat.

D. Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah focus group discussion dan studi pustaka. Pengkajian studi mengenai topik diskusi ditelaah melalui studi pustaka dengan menggunakan berbagai literatur dan pencarian data dari internet. Penulis mencari literatur-literatur baik dari buku literatur maupun dari internet yang berkaitan dengan topik dan sumbernya bisa dipercaya. Literatur tersebut kemudian

analisis dengan cara berdiskusi dalam kelompok focus group discussion dan diinterpretasikan dengan topik. E. Sistematika penulisan Makalah ini terdiri dari tiga bab. Bab pertama adalah pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Bab kedua merupakan tinjauan teori yang membahas teori dan konsep pengorganisasian masyarakat dan, continuity of care. Selanjutnya adalah bab ketiga adalah asuhan keperawatan dan strategi intervensi ISPA di dalam komunitas dengan teori yang sudah ada. Bab IV merupakan analisa masalah dari ISPA yang terdapat di Kota Depok. Bab V merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran.