Anda di halaman 1dari 7

Chapter 8 : Foundations of Motivation

Theory

Bagian merupakan Peneliti

ini

akan

membahas yang

tentang dapat

Motivasi.

Motivasi dan untuk

proses

psikologis menjadi

meningkatkan motivasi

mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan . membagi dua kategori teori menjelaskan proses psikologis yang mempengaruhi motivasi para pekerja, yaitu (1) content theories of motivation , dan (2) process theories of motivation.

Content Theories of Motivation


Pada kategori ini, motivasi dalam diri seseorang akan sangat dipengaruhi adanya needs. Needs merupakan dorongan fisik mau pun psikologis seseorang yang mempengaruhi tindakannya. Needs ini akan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Maslows Need Hierarchy Theory Maslows Need Hierarchy

Selfactualization Self-esteem

Love

Safety

Physiological Needs

Maslow proposed that motivation is a function of five basic needs. 1. Physiological Needs Most basic need. Such as having food, air, and water to survive. 2. Safety Consist of the need to be safe from physical and psychological harm. 3. Love The desire to be loved and to love. Contains the needs for affection and belonging. 4. Self-esteem Need to be recognized from others. 5. Self-actualization Desire to self-fulfillment. To get the chance showing up the capabilities. Teori ini menyatakan bahwa, kebutuhan yang selanjutnya baru akan tercapai setelah kebutuhan sebelumnya dapat terpenuhi. Itulah mengapa teori ini berbentuk hirarki (bertahap).

Alderfers ERG Theory Alderfer juga memiliki ide utama yang mirip dengan teori yang dikembangkan oleh Maslow. Teori ini disebut ERG Theory. Growth Needs Relatedness Needs

Existence Needs

McClellands Need Theory The Need for Achievement Desire to accomplish something difficult. The Need for Affiliation Desire to spend time in social relationships and activities. The Need for Power Desire to influence, coach, teach, or encourage others to achieve.

Hygiene Factors Factors Hygiene Company Policies Policies Company Supervision Supervision Working Conditions Conditions Working Salary, etc. etc. Salary,

Herzbergs Motivator Hygiene Theory Hygiene Factors Merupakan faktor faktor yang berkaitan dengan Job Content. Faktor yang menjadi sumber ketidakpuasan kerja yang dirasakan oleh pekerja. Pemenuhan terhadap faktor ini tidak akan menambah kepuasan kerja.

Motivational Factors Merupakan faktor faktor yang berkaitan dengan Job Context. Faktor yang menjadi sumber kepuasan kerja dan pemenuhan terhadap faktor ini akan dapat meningkatkan motivasi kerja.

Process Theories of Motivation


Teori proses ini melakukan identifikasi proses dengan berbagai faktor internal yang mempengaruhi motivasi. Model ini menyatakan bahwa motivasi merupakan fungsi ( f) dari persepsi, pemikiran, dan kepercayaan yang dimiliki oleh para pekerja.

Adamss Equity Theory of Motivation Equity Theory, mengasumsikan sejauh mana seseorang

bersedia untuk memberikan kontribusi terhadap organisasinya akan sangat bergantung pada bagaimana mereka menilai keadilan dan kesetaraan, yang akan mereka dapatkan atas kontribusi yang telah mereka berikan.

Vrooms Expectancy Theory

Motivational Factors Factors Motivational Achievement Achievement Recognition Recognition Work Itself Itself Work Resposibility, etc. etc. Resposibility,

Expectancy bergantung tidak

Theory, hanya

mengasumsikan sejauh mana

bahwa individu

motivasi tersebut

pada

menginginkannya tetapi juga sejauh mana kesempatan yang dimiliki untuk mencapai hasil yang diinginkan tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi harapan para pekerja, antara lain: Self esteem Self efficacy Previous success at the task Help received from a supervisor and subordinates Information necessary to complete the task Good materials and equipment to work with

Motivation through Goal Setting


Selama ini, apa yang ingin dicapai oleh seseorang sebagai tujuannya akan sangat mempengaruhi motivasi dan usahanya. Goal merupakan apa yang ingin dicapai oleh individu. Beberapa hal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi melalui pendekatan Goal-Setting ini, antara lain: 1. Specific high goals lead to greater performance. 2. Feedback enhances the effect of specific, difficult goals. 3. Participative goals, assigned goals, and self-set goals are equally effective.

4. Goal commitment and monetary incentives affect goal-setting outcomes.

Motivating Employees through Job Design Hal melakukan yang Job dapat dilakukan Desain pihak manajerial yang untuk mampu

meningkatkan motivasi pekerja juga dapat dilakukan dengan Design. pekerjaan meningkatkan motivasi dan sesuai dengan kemampuan pekerja akan sangat mendukung terciptanya produktivitas kerja dalam organisasi. Job Enrichment Building achievement, recognition, stimulating work,

responsibility, and advancement into a job. Scheme:

A A1 A2 A3

Job Enlargement Putting more variety into a job. Scheme:

A A1 A2 A3

Job Rotation Moving employees from one specialized job to another. Scheme:

A A1 A2 A3

Putting Motivational Theories to Work


Berdasarkan penjabaran yang telah dilakukan di atas, maka akan ada banyak manfaat yang bisa didapatkan organisasi dan pihakpihak di dalamnya, apabila teori motivasi bisa diterapkan dengan baik. Supervisor dapat memotivasi para pekerja, dengan mengetahui apa saja yang menjadi keinginan pekerja tersebut atas input yang telah diberikan kepada organisasi.