Anda di halaman 1dari 4

Replikasi Virus Influenza

Virus Influenza adalah virus dari family Orthomyxoviridae yang mempengaruhi

burung dan mamalia. Virus Influenza dengan artian myxo berarti virus berinteraksi dengan mucus atau lendir dari permukaan sel. Virus influenza merupakan grup virus gram

negative. Virus influenza dibagi menjadi beberapa tipe Influenza A, Influenza B, dan Inluenza C. Tipe yang paling banyak diteliti adalah tipe Influenza A karena paling berbahaya dan sering menyebabkan pandemik bagi manusia. Hal ini diakibatkan virus influenza A mampu mengubah diri atau mutasi dari gen gennya seperti yang sudah kita ketahui yaitu H5N1 dan H1N1. Oleh sebab itu untuk mencegah pandemik yang semakin berkelanjutan dibutuhkan cara untuk pencegahannya dengan itu pula dilakukan penilitian bagaimana cara virus influenza bereplikasi. Tahap tahap replikasi virus influenza :

1. Binding Pada tahapan pertama ini sel virus influenza akan menganali sel inang yang ingin diinfeksi dan menempel pada sel inang. Virus influenza yang tersusun atas envelope dan 8 segmen genome yang single strain dengan 890 sampai 2341 nukleotida serta kapsid dengan simetri helical dengan diameter 6-9nm dan panjang 60nm. Pada Envelope terdapat hemagglutinin dan neuraminidase. Hemagglutinin berfungsi sebagai pengenal dengan sel inang sehingga virus bisa masuk kedalam sel inang. Hemagglutinin akan menembus mukus karena susunannya yang mirip dengan asam sialic dilihat dari membrannya dan karakter kimia yang ada. Dengan begitu virus akan berhasil masuk ke dalam sel inang. Neuraminidase juga ikut berperan dalam proses binding yaitu dengan menghancurkan lapisan asam sialic yang terdapat pada komponen sitoplasma sel, yang merupakan dari asam neuraminic.

2. Endositosis Tahapan ini virus akan masuk kedalam sel. Virus yang masuk kedalam sel melalui proses endonuklease. Setelah virus berhasil masuk kedalam maka target berikutnya adalah untuk merilis genom dari virus tersebut. Selain itu untuk mengasamkan RNA virus menggunakan ion M2 sehingga memungkinkan proton untuk bergerak bebas di envelope yang mengakibatkan asam molekul, protein inti dan protein aksesori siap untuk dilepaskan kedalam sitoplasma sel. Untuk mencegah adanya infeksi dari sel maka saluran ion diblokir oleh amantadine.

3. Uncoating Pada tahapan ini virus yang sudah masuk kedalam sitoplasma sel akan melepaskan envelope dan juga kapsidnya dan berpindah ke nukleus. Hasil dari proses uncoating ini akan membuat RNA polimerase dari virus aktif. RNA ini akan digunakan untuk tahap translasi dan transkipsi virus tersebut.

4. Replikasi Replikasi virus dilakukan didalam nukleus sel inang. Genom genom yang ada pada virus bisa langsung direplikasi didalam nukleus tersebut. Virus influenza yang merupakan virus dengan RNA negative tetap bisa untuk langsung direplikasi. Meskipun demikian hal ini tidak berarti bahwa protein dari virus bisa dibuat didalam nukleus tetapi harus disitoplasma.

5. Transkripsi Transkripsi mRNA virus dilakukan didalam nukleus dari sel inang dari RNA virus tersebut. RNA virus influenza yang bertipe negative membuat RNA tidak bisa langsung ditranskripsikan tetapi harus diubah dulu susunan RNAnya menjadi RNA positif sehingga ditranskripsikan. Proses ini menggunakan oligonukleotida primer yang sudah terpotong diujung 5 yang menghasilkan mRNAs. Hal ini membuat viral mRNAs memiliki ujung 5 dan viral poly ini memiliki buntut yang akan bisa ditambahkan saat sudah dilepaskan ke sitoplasma untuk proses selanjutnya yaitu translasi.

6. Translasi Sepuluh protein virus dikodekan oleh 8 genom. Enam mRNAs ditranskripsi dari segmen 1 sampai 6. Hal ini karena dalam bakteri eukariotik hanya mengenali kodon AUG yang sangat spesifik. Dalam proses translasi ini yang dilakukan disitoplasma akan menghasilkan protein protein yang kemudian akan disalurkan ke aparatus golgi. Protein protein yang penting yaitu hemagglutinin, neuraminidase. Setelah dipasangkannya RNA yang ada pada virus dan menghasilkan protein maka proses ini pun selesai dan akan digabung dengan genom genom virus yang sudah direplikasi.

7. Assembly Tahap ini adalah saatnya penggabungan antara materi genetik dari virus dan protein yang sudah dibentuk. Materi genetik virus akan kembali dibungkus oleh nukleokapsid yang ada. Setelah terbentuk virus dengan protein yang lengkap dan materi genetik virus belum bisa dikeluarkan dari dalam sel.

8. Budding Proses ini dilakukan persiapan untuk pengeluaran virus baru yang sudah dibentuk. Tahapan ini hemagglutinin dan neuramidase dari virus akan menempel pada membran sel. Dalam tahapan ini peran dari hemagglutinin menjadi sangat penting karena hemagglutinin adalah penghubung dari sel dan virus itu sendiri. Dengan adanya kuncup kuncup yang sudah tertancap pada membran sel akan memungkinkan virus untuk masuk dan siap untuk keluar sampai akhirnya kuncup kuncup tersebut dewasa.

9. Release Tahapan ini adalah akhir dari replikasi virus influenza. Virus infuenza yang sudah ada akan keluar melalui membran sel inang. Virus yang telah menempel dan bergabung dengan kuncup kuncup akan keluar setelah neuramidase mengeluarkan residu yang akan membelah membran sel dari asam sialic dari sel inang. Dengan begitu keluarlah virus influenza dari sel inang yang ditumpangi.

Setelah sembilan tahapan yang sudah dilakukan virus influenza selesai maka virus sudah berhasil mereplikasi dirinya dan membentuk virus virus yang baru. Demikilianlah bagaimana virus tersebut menginfeksi tubuh dari manusia. Dan dengaan mengetahui tahapan tahapan dari replikasi ini diharapkan mampu mencegah proses infeksinya dengan menciptakan obat maupun vaksin yang ada.

Yulianto 1106002116 Teknologi Bioproses