Anda di halaman 1dari 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.1

STROKE

Stroke merupakan kerusakan pada otak yang disebabkan karena ketidaklancaran aliran darah keotak. Untuk melakukan fungsi dan aktifitas, otak memerlukan asupan oksigen dan nutrisi yang dialirkan melalui darah. Aliran darah yang terganggu antara otak dan jantung akan menyebabkan otak kekurangan oksigen. Sel otak sangat sensitif pada kekurangan pasokan oksigen, kekurangan oksigen dan nutrisi lebih dari 3 menit dapat menyebabkan kematian sel otak. Stroke dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan otak, di mana pada hampir seluruh kasus, menyebabkan cacat permanen pada penderita. Pasien yang mengalami stroke dapat mengalami paralisis pada satu atau kedua sisi tubuh, kesulitan untuk berjalan, makan atau melakukan aktifitas harian lainnya, juga dapat kehilangan kemampuan untuk berbicara (karena sulit untuk menggerakkan bibir). Jenis Stroke Stroke iskemik mengambil porsi 80 % dari seluruh kasus stroke, disebabkan adanya obstruksi pada arteri, umumnya pada arteri carotis, arteri utama pada leher yang membawa darah dari jantung ke otak. Terjadinya stroke iskemik atau stroke non-hemorragik diawali dengan atherosclerosis, di mana terjadi penumpukan lemak pada dinding dalam arteri. Penumpukan lemak pada dinding arteri akan mempersempit ruang aliran darah. Stroke iskemik dapat juga disebabkan berpindahnya gumpalan atau embolus berupa substansi asing, seperti gumpalan darah, udara, lemak, bakteri, atau sel tumor. Gumpalan bergerak mengikuti aliran darah hingga mengisi suatu pembuluh darah yang terlalu sempit untuk dilewati. Transient Ischemic Attack (TIA), kadang mengawali terjadinya stroke iskemik. TIA dikenal juga sebagai mini stroke, memiliki gejala seperti stroke yang kemudian hilang dalam waktu 5 menit hingga 24 jam. TIA terjadi karena gumpalan namun dapat dihancurkan seketika, atau emboli yang tersangkut pada pembuluh darah yang kemudian dapat lepas dengan sendirinya. TIA juga dapat disebabkan oleh atherosclerosis dimana penyempitan pembuluh darah karena atherosclerosis menghambat aliran darah k eotak. Hampir 10% stroke iskemik diawali serangan TIA. Stroke hemorragik memiliki angka kejadian sebanyak 20% dari seluruh kasus stroke. Stroke hemorragik terjadi ketika pembuluh darah pada otak melemah dan terjadi pendarahan pada jaringan sekitarnya. Pecahnya pembuluh darah dan bekuan darah dapat menekan pembuluh darah sekitar, memutus aliran darah dan mengurangi pasokan oksigen pada jaringan sekitar. Meskipun stroke hemorragik lebih jarang terjadi dibanding stroke iskemik, namun memberikan efek yang besar pada otak. Gejala stroke hemorragik lebih mendadak dan berbahaya dan resiko kematiannya lebih tinggi dibanding stroke iskemik. Stroke hemorragik dapat disebabkan oleh aneurisma dan arterio venous malformation (AVM). 1.2 HIPERTENSI

Hipertensi adalah keadaan tekanan darah yang melebihi 140 mmHg sistolik dan/atau melebihi 90 mmHg diastolic pada seseorang yang tidak sedang dalam pengobatan antihipertensi. Tabel 1. Klasifikasi tekanan darah untuk dewasa 18 tahun menurut JNC-7 2003 Klasifikasi Tekanan Darah Normal Prehipertensi Hipertensi stadium 1 Hipertensi stadium 2 Sistolik (mmHg) < 120 120-139 140-159 160 Diatolik (mmHg) dan < 80 atau 80-89 atau 90-99 atau 100

Berbagai faktor berkontribusi terhadap timbulnya hipertensi termasuk genetika, metabolik dan faktor lingkungan atau tingkah laku. Secara umum bila dalam satu keluarga ada yang menderita hipertensi, kemungkinan terjadinya hipertensi pada anggota keluarga lainnya di masa mendatang juga dapat meningkat. Laki-laki biasanya lebih dulu mendapatkan hipertensi dibandingkan wanita. Faktor-faktor metabolisme seperti obesitas, resistensi insulin dan intoleransi glukosa dapat menyebabkan regulasi yang abnormal, baik terhadap volume vaskuler maupun resistensi perifer yang akhirnya meningkatkan tekanan darah. Faktor tingkah laku, termasuk terpapar terhadap lingkungan sangat berat atau adanya stres sosial menghasilkan atau membawa ke peningkatan aktifitas neurogenik kronis sistim simpatikus. Faktor-faktor resiko yang mendorong timbulnya kenaikan tekanan darah tersebut adalah:7 1. Faktor resiko, seperti : diet dan asupan garam, stres, ras, obesitas, merokok, genetis. 2. Sistem saraf simpatis 3. Keseimbangan antara modulator vasodilatasi dan vasokonstriksi 4. Pengaruh sistem otokrin setempat yang berperan pada sistem renin, angiotensin dan aldosteron.

Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh bak secara langsung maupun tidak langsung. Kerusakan organ yang dapat terjadi adalah : jantung, otak, ginjal, arteri perifer, dan mata. Tingginya morbiditas dan mortalitas pasien hipertensi terutama disebabkan oleh timbulnya peyakit kardiovaskular. Faktor faktor resiko penyakit kardiovaskular pada pasien hipertensi antara lain : 1. Merokok 2. Obesitas 3. Kurangnya aktivitas fisik 4. Dislipidemia 5. Diabetes melitus 6. Mikroalbuminuria atau perhitungan LFG < 60 ml/menit 7. Umur (laki-laki > 55 tahun, perempuan 65 tahun) 8. Riwayat keluarga dengan penyakit jantung kardiovaskular prematur ( laki < 55 tahun, perempuan < 65 tahun)

Secara klinis hipertensi dibagi menjadi dua kelompok, namun lebih sering ditemukan Hipertensi Primer, yang terjadi karena refleks neurologis yang abnormal pada simpatis jantung dan resistensi perifer, gangguan pengaturan otot polos dan endotel setempat, serta gangguan pada pengaturan renal.
Kombinasi faktor neurohumoral dan abnormalitas metabolik memberikan saham terhadap peningkatan resistensi vaskuler sistemik secara bertahap yang akhirnya menyebabkan hipertensi primer. Aktifitas sistim saraf simpatetik dan hormon pressor seperti angiotensin mungkin merupakan faktor yang menyebabkan meningkatnya resistensi vaskuler. Penelitian-penelitian terbaru menunjukkan pengaruh defek primer keseimbangan kalsium dan natrium (sodium) pada otot polos vaskuler merupakan penyebab hipertensi primer.

Modifikasi Gaya Hidup Modifikasi gaya hidup cukup efektif untuk menurunkan risiko kardiovaskuler. selain itu, modifikasi gaya hidup dapat meningkatkan efektifitas obat antihipertensi. Tabel 3. Modifikasi gaya hidup untuk mengatasi hipertensi Modifikasi Rekomendasi Perkiraan penurunan tekanan darah sistolik

- Penurunan BB - Perencanaan pola makan - Diet rendah Natrium

Pertahankan BMI 18,5-24,9

5-20 mmHg/ 10 kg

Konsumsi kaya buah, sayur dan 8-14 mmHg rendah lemak Diet Natrium tidak lebih dari 2,4 2-8 mmHg g Na atau 6 g NaCl

- Aktivitas Fisik

Aktifitas aerobik minimal 30 4-9 mmHg menit sehari

- Pembatasan konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol tidak lebih 2-4 mmHg dari 2 gelas sehari.