Anda di halaman 1dari 5

Nama Pratana Riandika No : 13 Kelas Penulis Tahun Penerbit Jumlah halaman Judul : Green, Chris W : 2006 : Spirita : 83 : Pengobatan

untuk AIDS

: Ni Putu Devie

: XII IA3

Pengobatan untuk AIDS


HIV (Human Immunodeviciency Virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. HIV adalah penyebab dasar AIDS (Acquired Immunodeviciency Syndrome) yang merupakan gejala menurunnya kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar. Dalam tubuh manusia terdapat sel darah putih yang disebut sel CD4. fungsinya sebagai saklar yang menghidupkan dan mematikan sistem kekebalan tubuh, tergantung ada tidaknya kuman yang harus dilawan. HIV yang masuk ke tubuh menularkan sel ini, membajak sel tersebut dan kemudian menjadikannya pabrik yang membuat miliyaran tiruan virus. Ketika proses tersebut selesai, tiruan HIV itu meninggalkan sel dan masuk ke salam sel CD4 yang lain. Sel yang ditnggalkan menjadi rusak atau mati. Jika sel-sel ini hancur, maka sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk meelindungi tubuh dari serangan penyakit. Keadaan ini membuat tubuh mudah terserang berbagai penyakit. Seperti telah dijelaskan sebelumnya HIV secara terus-menerus memperlemah sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang dan menghancurkan kelompok-kelompok sel darah putih tertentu yaitu sel T-helper. Normalnya T-helper ini (juga disebut sel T4) memainkan suatu peranan penting pada pencegahan infeksi. Ketika terjadi infeksi, sel-sel ini akan berkembang dengan cepat, memberi tanda pada bagian sistem kekebalan tubuh yang lain bahwa telah terjadi infeksi. Hasilnya, tubuh memproduksi antibodi yang menyerang dan menghancurkan bakteri-bakteri dan virus-virus yang berbahaya.

Selain mengerahkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi infeksi, sel T-helper juga memberi tanda bagi sekalompok sel-sel darah putih lainnya yang disebut sel T-suppressor atau T8, ketika tiba saatnya bagi sistem kekebalan tubuh untuk menghentikan serangannya. Biasanya kita memiliki lebih banyak sel-sel Thelper dalam darah daripada sel-sel T-suppressor, dan ketika sistem kekebalan sedang bekerja dengan baik, perbandingannya kira-kira dua berbanding satu. Jika orang menderita penyakit AIDS, perbandingan ini kebalikannya, yaitu sel-sel T-suppressor melebihi jumlah sel-sel T-helper. Selain mengetahui bahwa virus HIV membunuh selsel T-helper, kita juga perlu tahu bahwa tidak seperti viris-virus yang lain, virus HIV ini mengubah struktur sel yang diserangnya. Virus ini menyerang dengan cara menggabungkan kode genetiknya dengan bahan genetik sel yang menularinya. Hasilnya, sel yang ditulari berubah menjadi pabrik penghasil virus HIV yang dilepaskan ke dalam aliran darah dan dapat menulari sel-sel T-helper yang lain. Proses ini akan terjadi berualang-ulang. Penanganan yang sering dilakukan untuk melawan virus HIV biasanya dilakukan dengan melakukan terapi seperti terapi informasi yaitu dengan melakukan konsultasi dengan dokter, terapi spiritual dengan melakukan aktivitas spiritual seperti berdoa, terapi alam dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi, terapi fisik dengan melakukan olahraga ringan seperti berjalan-jalan, dan terakhir adalah terpai musik yang dilakukan dengan mendengarkan musik yang dapat memberi ketenangan. Selain dengan melakukan terapi, ada pula obat yang dapat mengahmbat perkembangan virus HIV, obat ini disebut obat antiretroviral. Harga obat ini Rp 650.000 untuk pemberian selama satu bulan.

Oleh : XII IA3 1. Ayu Putu Widhyarti


2. Ni Putu Cahya Ningrum (09) 3. Ni Putu Devie Pratana R. (13) 4. Ni Luh Suryaningsih (37)

(04)

SMA NEGERI 1 MENGWI 2010


Paragraf 1 : Kalimat utama Ide Pokok Fakta : HIV (Human Immunodeviciency Virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. : HIV juga menyebabkan turunnya kekebalan tubuh. : HIV (Human Immunodeviciency Virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. HIV adalah penyebab dasar AIDS (Acquired Immunodeviciency Syndrome) yang merupakan gejala menurunnya kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar. Paragraf 2 : Kalimat utama Ide Pokok Fakta Paragraf 3 : Kalimat utama : Selain mengerahkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi infeksi, sel T-helper juga memberi tanda bagi sekalompok sel-sel darah putih lainnya yang disebut sel T-suppressor atau T8, ketika tiba saatnya bagi sistem kekebalan tubuh untuk menghentikan serangannya. Ide Pokok Fakta Opini : Proses penularan sel-sel T-helper. ke-3 merupakan fakta. : Biasanya kita memiliki lebih banyak sel-sel T-helper dalam darah daripada sel-sel T-suppressor, dan ketika sistem kekebalan sedang bekerja dengan baik, perbandingannya kira-kira dua berbanding satu. Paragraf 4 : : Selain opini yang telah disebutkan seluruh kalimat pada paragraf : Dalam tubuh manusia terdapat sel darah putih yang disebut sel CD4. : HIV juga menyerang sel darah putih yang disebut sel CD4. : Seluruh kalimat pada paragraf ke-2 merupakan fakta.

Kalimat utama : Penanganan yang sering dialakukan untuk melawan virus hip biasanya dilakukan dengan melakukan terapi seperti terapi. Ide Pokok Fakta : Upaya untuk melawan HIV. : Selain dengan melakukan terapi, ada pula obat yang dapat mengahmbat perkembangan virus HIV, obat ini disebut obat antiretroviral. Harga obat ini Rp 650.000 untuk pemberian selama satu bulan. Opini : Penanganan yang sering dilakukan untuk melawan virus HIV biasanya dilakukan dengan melakukan terapi seperti terapi informasi yaitu dengan melakukan konsultasi dengan dokter, terapi spiritual dengan melakukan aktivitas spiritual seperti berdoa, terapi alam dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi, terapi fisik dengan melakukan olahraga ringan seperti berjalan-jalan, dan terakhir adalah terpai musik yang dilakukan dengan mendengarkan musik yang dapat memberi ketenangan.