Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN IODOFORM Percobaan kali ini yaitu iodoform.

Iodoform adalah senyawa yang dibentuk dari reaksi antara iodin dengan etanol atau aseton dan asetaldehida dalam suasana basa. Percobaan ini bertujuan untuk mengenal proses halogenasi dan memahami cara rekristalisasi dengan pelarut tunggal. Langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahannya. Yaitu menimbang iodium sebanyak 7,07 gram menggunakan kaca arloji. Menimbang iodium tidak menggunakan kertas perkamen karena massa nya bisa berkurang akibat menyerap kedalam kertas perkamen terbukti dengan adanya warna kecoklatan pada penimbangan sebelumnya saat menggunakan perkamen oleh karena itu harus menggunakan kaca arloji agar massanya tetap. Kemudian menimbang aseton dalam erlenmeyer sebanyak 10 ml dan ditutup dengan plastik krep karena alkohol sifatnya mudah menguap. Langkah berikutnya melarutkan iodium dengan aseton. Iodium dimasukan ke dalam erlenmeyer lalu dimasukkan aseton dan dilarutkan dengan cara diputar-putar sampai semua iodium larut. Dilarutkan dahulu dengan aseton karena iodium sukar larut dalam air jadi harus ditambah KI jika dilarutkan dalam air dulu oleh karena itu melarutkan iodium menggunaka seton baru meudian ditambah ai sebanyak 5 ml. Aseton juga dapat menggeser kepolaran air sehingga iodiumnya masih larut saat ditambahkan air. Setelah itu larutan ditambahkan NaOH 2N tetes demi tetes sebanyak 7ml. Penambahan NaOH ini bertujuan agar reaksi terjadi pada suasana basa dan untuk menyempurnakan reaksi sehingga produk cepat terbentuk, hasil pengamatannya yaitu berupa larutan coklat muda dan terdapat endapan. Kemudian dilakukan dekantasi. Dekantasi adalah proses pemisahan zat pada yang tidak ikut terlarut di dalam pelarutnya dengan cara dituangkan, sehingga akibatnya cairan tersebut akan terpisah dari zat padat yang tercampur tujuannya untuk memisahkan endapan yang terbentuk dan fase airnya. Masukkan kembali air sebanyak 12,5ml agar kembali terbentuk endapan. Kemudian larutan disaring dengan kertas saring dan corong gelas agar endapan banyak yang terkumpul. Endapan dicuci dengan air agar endapan tersebut bebas NaOH. Langkah berikutnya dilakukan rekristalisasi dengan menggunakan pelarut tunggal. Rekristalisasi. Rekristalisasi merupakan suatu teknik pemisahan dengan tujuan untuk pemurnian zat tersebut (purification). Iodoform ditempatkan dalam labu erlenmeyer kemudian dilarutkan dengan etanol malalui corong harus sesedikit mungkin, kemudian dihangatkan sambil dikocok dipenangas air, larutan dihangatkan agar mempercepat kelarutan kemudian ditambah etanol lagi dan tunggu sampai larutan tersebut panas. Larutan panas tadi didinginkan, setelah dingin disaring dengan menggunakan kertas saring dan corong kaca sehingga didapat endapan kuning pada kertas saring. Endapan tersebut ditempatkan dalam kaca arloji dan dikeringkan dalam oven. Endapan dimasukkan ke dalam oven untuk menghilangkan pengotornya, suhunya harus disesuaikan, yaitu suhu diatas titik didih air dan aseton dan dibawah suhu iodoform agar air dalam kristal hilang dan kristal tidak terhidrolisis. Setelah dioven, ditentukan titik leburnya, biasanya dengan menggunakan melting point aparatus, yaitu dengan membandingkan titik leleh antara zat murni dengan zat hasil sintesis. Jika titik leburnya sama maka zat yang hasil sintesis bisa dikategorikan

sama dengan zat murni. Kemudian endapan tersebut ditimbang dan diperoleh beratnya yaitu 0,72 gram. Endapan yang sudah kering ditepping kedalam pipa kapiler yang ditutup salah satu ujungnya dan dimasukkan kedalam melting apparartus dan diatur suhunya dan diamati. Iodoform tersebut melebur pada suhu 122 derajat celsius.