Anda di halaman 1dari 6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Tegangan awal baterai = 10,07 Volt Tegamgan akhir baterai = 9,3 Volt

4.1.1 Hasil Aktual Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Hambatan dan Tegangan Aktual Jarak (cm) 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 Hambatan (Rx) (k) 0,85 4,58 14,69 23,2 25 31 33,9 Tegangan (Vo) (Volt) 0 2,18 0,71 0,38 0,33 0,24 0,02

Grafik 1. Jarak terhadap Hambatan Aktual


40 35 y = 11.593x + 1.6421 R = 0.9643

Hambatan (k)

30 25 20 15 10 5 0 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

Jarak (cm)

Grafik 2. Jarak terhadap Tegangan Aktual


2.5 2

Tegangan (Volt)

1.5 1 0.5 0 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 y = -0.3x + 1.0014 R = 0.1832

Jarak (cm)

4.1.2 Hasil Teoritis

1. 2. 3. 4.

( ( ( (

) ) ) )

5. 6. 7.

( ( (

) ) )

1. 2. 3. 4.

( ( ( (

) ) ) )

5. 6. 7.

( ( (

) ) )

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Hambatan dan Tegangan Teoritis Jarak (cm) 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 Hambatan (Rx) (k) 0 5,65 11,30 16,95 22,60 28,25 33,90 Tegangan (Vo) (Volt) 0 0,36 0,73 1,09 1,45 1,82 2,18

Grafik 3. Jarak Terhadap Hambatan Teoritis


40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

Hambatan (k)

Jarak (cm)

Grafik 3. Jarak Terhadap TeganganTeoritis


40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

Tegangan (Volt)

Jarak (cm)

4.2 Pembahasan Pada praktikum Sistem Intrumentasi ini, praktikan melakukan praktikum dengan menggunakan potentiometer. Komponen ini merupakan salah satu transducer yang mengkonversi jarak perpindahan secara linear menjadi besaran tegangan. Komponen ini memiliki cara kerja menggunakan konsep sebagai pembagi tegangan (voltage devider). Pada praktikum ini, praktikan mengamati hubungan antara jarak perpindahan swiper pada potentiometer dengan hambatan dan tegangan, baik secara aktual maupun teoritis. Secara aktual, praktikan melakukan pengukuran hambatan dan tegangan dengan menggunakan multimeter setiap kali dilakukan perpindahan swiper. Perpindahan dilakukan dengan jarak 0,5 cm setiap kali perpindahan. Jarak yang digunakan adalah jarak 0 cm hingga jarak 3 cm. Setelah itu, praktikan melakukan perhitungan hambatan dan tegangan untuk mengetahui besar hambatan dan tegangan secara teoritis setiap perpindahan swiper. Selanjutnya, praktikan membuat grafik hubungan jarak terhadap hambatan dan jarak terhadap tegangan, baik secara aktual maupun teoritis. Grafik tersebut kemudian dibuat garis linearnya. Grafik jarak terhadap hambatan aktual menunjukkan semakin besar jarak perpindahan swiper maka hambatan potentiometer semakin besar. Nilai R2 dari grafik tersebut adalah 0,964. Hal ini menunjukkan hasil pengukuran hambatan pada potentiometer cenderung akurat. Sedangkan secara teoritis, grafik jarak terhadap hambatan menunjukkan hal yang serupa pula, semakin besar jarak perpindahan swiper maka hambatan potentiometer semakin besar. Grafik jarak terhadap tegangan aktual menunjukkan semakin besar jarak perpindahan swiper maka tegangan potentiometer cenderung semakin kecil. Meskipun pada jarak 0,5 cm terjadi kenaikan tegangan yang cukup signifikan. Setelah jarak 0,5 cm tegangan semakin menurun. Nilai R2 dari grafik tersebut adalah 0,183. Hal ini menunjukkan hasil pengukuran hambatan pada potentiometer cenderung kurang akurat. Sedangkan secara teoritis, grafik jarak terhadap tegangan menunjukkan sebaliknya, semakin besar jarak perpindahan swiper maka tegangan potentiometer semakin besar. Hasil secara aktual tidak

sama dengan secara teoritis. Hal ini bisa jadi diakibatkan oleh ketidaktelitian praktikan dalam mengukur dengan menggunakan multimeter. Sumber tegangan yang digunakan pada praktikum ini adalah beterai 9 Volt. Pada pengukuran awal baterai tersebut ternyata memiliki tegangan 10,03 Volt. Hal ini bisa saja terjadi kesalahan pengukuran atau adanya ketidaksesuaian pencantuman nilai tegangan pada kemasannya. Pada akhir praktikum, tegangan baterai menjadi 9,3 Volt. Nilai tegangan baterai berkurang karena baterai telah digunakan. Selanjutnya, praktikan menghitung juga nilai konstanta potentiometer (KP). Pada praktikum ini nilai KP yang diperoleh adalah 15,56 mA. Nilai KP ini menunjukkan nilai perbandingan tegangan maksimum dengan hambatan maksimum dari potentiometer.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum ini diantaranya: 1. Potentiometer merupakan salah satu transducer yang mengkonversi jarak perpindahan secara linear menjadi besaran tegangan. 2. Potentiometer memiliki cara kerja menggunakan konsep sebagai pembagi tegangan (voltage devider). 3. Semakin besar jarak perpindahan swiper maka hambatan potentiometer semakin besar. 4. Semakin besar jarak perpindahan swiper maka tegangan potentiometer semakin besar.

5.2 Saran Saran untuk praktikum ini diantaranya: 1. Praktikan sebaiknya memahami materi praktikum dengan baik sebelum melaksanakan praktikum. 2. Modul praktikum keseluruhan sebaiknya telah dibukukan menjadi satu dan dibagikan saat awal semester. 3. Untuk mendapatkan data yang akurat, sebaiknya praktikan melakukan pengukuran dengan teliti.