TIROTOKSIKOSIS

TIROKSIKOSIS A. Definisi Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid.

Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi, dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 1. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 2. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid, yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves, struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. Penyebab lain adalah tiroiditis, penyakit tropoblastis, pemakaian yodium yang berlebihan, atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik, dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi, operasi, trauma, zat kontras beriodium, hipoglikemia, partus, stress emosi, penghentian obat anti tiroid, terapi I ,ketoasidosis diabetikum, tromboemboli paru, penyakit serebrovaskular/strok, palpasi tiroid terlalu kuat.

Etiologi dan Patologi Penyakit Graves Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis, eksoftalmus, dan miksedema pretibialis. Tiroid membesar secara difus, permukaannya halus/licin, hiperplastik secara mikroskopik, dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. Bersifat otonom, tak tergantung dari TSH. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Manifestasi klinis Tidak tahan panas, peningkatan keringat dan rasa haus, berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. Eksitabilitas, gelisah, hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi, insomnia, kelemahan otot-otot proksimal, tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi, refleks tendon dalam yang hiperaktif. Kulit hangat, lembab, merah, rambut halus dan rontok, menstruasi tidak ada atau sedikit. Diare. Pada pasien lanjut usia: takikardi, fibrilasi atrium yang sering, dan respons yang buruk terhadap digitalis. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda, rasio pria:wanita 1:6, kelenjar membesar, halus, dan bruit terdengar. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban, (2) oftalmoplegia eksterna, (3) eksoftalmus dengan proptosis, (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital, (5) kongesti dan edema, tanda dari keadaan yang berat.

Toksik multinodular goiter Biasanya setelah usia 50 tahun, beberapa nodul yang dapat dipalpasi. Eksoftalmus jarang. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat; tirotoksikosis tidak lazim, kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. Diagnosis 1. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. 2. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Uji supresi T3 dapat dipakai; menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. 3. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas, berat badan turun, perubahan suasana hati, bingung, diare, amenorea • Pemeriksaan fisik: - Gejala dan tanda khas hipertiroidisme, karena penyakit Graves tu penyakit lain - Sistem syarap pusat terganggu: delirium.koma - Demam tinggi sampai 40°C - Takikardia sampai 130-200 x/menit

sindrom resistensi hormon tiroid. enzim transaminase hati meningkat. anemia tormositik normokrom. tumor yang emnsekresi HCG. struma multinudosa toksik. tiroiditis silent. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves.000 mg/hari. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. T4 / fT4/T3 tinggi.. hiperglikemia. dosis maksimal 2. obat: kelebihan iodium.mutasi reseptor TSH. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut.Dapat terjadi gagal jantung kongestif.radiasi. tirotoksikosis gestasional. TSH Rab. limfositosis. atau fT3. adenoma toksik. T3. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. T4 atau fT4. struma ovari. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. destruksi tiroid. ikterus • Laboratorium: TSHs sangat rendah. (karena aminoidarone. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari .

Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : . sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. usia lanjut .untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif .mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis . Kemudian pengobatan dihentikan . obat anti tiroid. pasien konrol setelah 4-8 minggu. Setelah eutiroid. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. Setelah tercapai eutiroid.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. serta Lab.pasien hamil. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan.• Indikasi: . pasien masih dalam keadaan eutiroid.FT4/T4/T3 dan TSHs. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.persiapan tiroidektomi . dan di nilai apakah tejadi remisi.

000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. dll. oftalmopati Graves. PTU 600 – 1. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. • kompres dingin. Definisi . dialisis peritoneal. diuretik. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. 3. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0.• pasien usia ≥ 35 tahun • hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. Perawatan suportif: • • • 2. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS B. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 1. dermopati Graves.9% mengataasi gagal jantung: O2.

penyakit serebrovaskular/strok. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. terapi I . stress emosi. partus. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. hipoglikemia. penghentian obat anti tiroid. penyakit tropoblastis. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH.ketoasidosis diabetikum. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 3. tromboemboli paru. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. palpasi tiroid terlalu kuat. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 4. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. zat kontras beriodium. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. operasi. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. pemakaian yodium yang berlebihan. trauma. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. Penyebab lain adalah tiroiditis. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves .

Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. fibrilasi atrium yang sering. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. refleks tendon dalam yang hiperaktif. Tiroid membesar secara difus. rambut halus dan rontok. kelenjar membesar. lembab. gelisah. hiperplastik secara mikroskopik. permukaannya halus/licin. (2) oftalmoplegia eksterna. dan respons yang buruk terhadap digitalis. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. tanda dari keadaan yang berat. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. Eksitabilitas. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. merah. (3) eksoftalmus dengan proptosis. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. menstruasi tidak ada atau sedikit. Bersifat otonom. Diare. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. Pada pasien lanjut usia: takikardi. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. dan bruit terdengar. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. eksoftalmus. kelemahan otot-otot proksimal. peningkatan keringat dan rasa haus. dan miksedema pretibialis. rasio pria:wanita 1:6. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. tak tergantung dari TSH. (5) kongesti dan edema. halus. insomnia. Toksik multinodular goiter . Kulit hangat.

diare. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. tirotoksikosis tidak lazim. beberapa nodul yang dapat dipalpasi. bingung. Uji supresi T3 dapat dipakai.Sistem syarap pusat terganggu: delirium.Dapat terjadi gagal jantung kongestif. ikterus . Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas.Gejala dan tanda khas hipertiroidisme. berat badan turun.Biasanya setelah usia 50 tahun. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. Eksoftalmus jarang.koma . 2. Diagnosis 1. karena penyakit Graves tu penyakit lain . Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. amenorea • Pemeriksaan fisik: .Demam tinggi sampai 40°C . 3. perubahan suasana hati. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%.Takikardia sampai 130-200 x/menit . kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik.

atau fT3. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . metastasisi karsinoma tiroid fungsional. destruksi tiroid. struma ovari. T4 atau fT4. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. adenoma toksik. hiperglikemia. struma multinudosa toksik. tumor yang emnsekresi HCG.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. sindrom resistensi hormon tiroid. TSH Rab. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. enzim transaminase hati meningkat. anemia tormositik normokrom. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. (karena aminoidarone. limfositosis. T3. dosis maksimal 2.000 mg/hari. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs.mutasi reseptor TSH. obat: kelebihan iodium. T4 / fT4/T3 tinggi. tirotoksikosis gestasional. tiroiditis silent.radiasi.

dan di nilai apakah tejadi remisi. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis .pasien hamil. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan..persiapan tiroidektomi . serta Lab. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.FT4/T4/T3 dan TSHs.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. pasien masih dalam keadaan eutiroid. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. Kemudian pengobatan dihentikan . Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. usia lanjut . pasien konrol setelah 4-8 minggu. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun . obat anti tiroid. Setelah eutiroid. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Setelah tercapai eutiroid.

• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. dialisis peritoneal. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. oftalmopati Graves. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO.9% mengataasi gagal jantung: O2. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS C. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 3. PTU 600 – 1.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. 3. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. Perawatan suportif: • • • 4. Definisi . Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). dll. diuretik. dermopati Graves. • kompres dingin. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0.

penghentian obat anti tiroid. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . zat kontras beriodium. penyakit serebrovaskular/strok. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 5.ketoasidosis diabetikum. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. tromboemboli paru.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. palpasi tiroid terlalu kuat. penyakit tropoblastis. stress emosi. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 6. Penyebab lain adalah tiroiditis. terapi I . yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. operasi. hipoglikemia. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. trauma. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. partus. pemakaian yodium yang berlebihan.

refleks tendon dalam yang hiperaktif. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. insomnia. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. tak tergantung dari TSH. peningkatan keringat dan rasa haus. lembab. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. halus. kelemahan otot-otot proksimal. Diare. Toksik multinodular goiter . berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. eksoftalmus. (2) oftalmoplegia eksterna. gelisah. rambut halus dan rontok. dan bruit terdengar. Kulit hangat. Tiroid membesar secara difus. kelenjar membesar. hiperplastik secara mikroskopik. (5) kongesti dan edema. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. Pada pasien lanjut usia: takikardi. merah. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. Eksitabilitas. fibrilasi atrium yang sering. (3) eksoftalmus dengan proptosis. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. permukaannya halus/licin. Bersifat otonom. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. dan miksedema pretibialis. menstruasi tidak ada atau sedikit. dan respons yang buruk terhadap digitalis.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. rasio pria:wanita 1:6. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. tanda dari keadaan yang berat.

beberapa nodul yang dapat dipalpasi.Demam tinggi sampai 40°C .koma . bingung. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. berat badan turun. diare. tirotoksikosis tidak lazim.Sistem syarap pusat terganggu: delirium. ikterus . 2. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. 3. Eksoftalmus jarang. perubahan suasana hati. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas. Diagnosis 1.Biasanya setelah usia 50 tahun. amenorea • Pemeriksaan fisik: . Uji supresi T3 dapat dipakai. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%.Gejala dan tanda khas hipertiroidisme.Takikardia sampai 130-200 x/menit .Dapat terjadi gagal jantung kongestif. karena penyakit Graves tu penyakit lain .

Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. destruksi tiroid.000 mg/hari. anemia tormositik normokrom. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: .radiasi. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. limfositosis.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. tirotoksikosis gestasional. T4 atau fT4. dosis maksimal 2. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. (karena aminoidarone. T4 / fT4/T3 tinggi. T3.mutasi reseptor TSH. enzim transaminase hati meningkat. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. sindrom resistensi hormon tiroid. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. struma multinudosa toksik. TSH Rab. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. tiroiditis silent. hiperglikemia. atau fT3. obat: kelebihan iodium. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. tumor yang emnsekresi HCG. adenoma toksik. struma ovari.

pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis .krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid.pasien hamil. pasien masih dalam keadaan eutiroid.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . Setelah eutiroid. Setelah tercapai eutiroid. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun . usia lanjut . dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. obat anti tiroid. serta Lab. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. pasien konrol setelah 4-8 minggu. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid.FT4/T4/T3 dan TSHs.persiapan tiroidektomi . dan di nilai apakah tejadi remisi. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. Kemudian pengobatan dihentikan .. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan.

dermopati Graves. 3. dll. oftalmopati Graves. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. dialisis peritoneal. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. Perawatan suportif: • • • 6. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS D. PTU 600 – 1. Definisi . antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. diuretik. • kompres dingin.9% mengataasi gagal jantung: O2. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 5.• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT).000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO.

Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. Penyebab lain adalah tiroiditis. penyakit tropoblastis. penghentian obat anti tiroid. trauma. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa.ketoasidosis diabetikum. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 7. pemakaian yodium yang berlebihan. palpasi tiroid terlalu kuat. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. partus. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 8. tromboemboli paru. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. hipoglikemia. operasi. zat kontras beriodium. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. terapi I . struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. penyakit serebrovaskular/strok. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . stress emosi. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan.

merah. kelemahan otot-otot proksimal. peningkatan keringat dan rasa haus. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. gelisah. permukaannya halus/licin. Diare. (2) oftalmoplegia eksterna. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. (3) eksoftalmus dengan proptosis. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. hiperplastik secara mikroskopik. dan respons yang buruk terhadap digitalis. Toksik multinodular goiter . lembab. halus. tanda dari keadaan yang berat. kelenjar membesar. Eksitabilitas. Kulit hangat. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. rasio pria:wanita 1:6. Pada pasien lanjut usia: takikardi. (5) kongesti dan edema. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. Bersifat otonom. fibrilasi atrium yang sering. insomnia. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. dan miksedema pretibialis. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. Tiroid membesar secara difus. refleks tendon dalam yang hiperaktif. rambut halus dan rontok. dan bruit terdengar. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. eksoftalmus. menstruasi tidak ada atau sedikit. tak tergantung dari TSH.

Sistem syarap pusat terganggu: delirium. bingung. perubahan suasana hati. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. beberapa nodul yang dapat dipalpasi. 3.Gejala dan tanda khas hipertiroidisme. amenorea • Pemeriksaan fisik: . Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%.Dapat terjadi gagal jantung kongestif. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. ikterus . karena penyakit Graves tu penyakit lain . tirotoksikosis tidak lazim. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Uji supresi T3 dapat dipakai.Demam tinggi sampai 40°C . Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat.Biasanya setelah usia 50 tahun. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. Diagnosis 1. berat badan turun. diare.Takikardia sampai 130-200 x/menit . 2. Eksoftalmus jarang.koma .

hiperglikemia. enzim transaminase hati meningkat. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. T3. dosis maksimal 2. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: .000 mg/hari. atau fT3.radiasi. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. sindrom resistensi hormon tiroid. T4 atau fT4. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. tiroiditis silent. TSH Rab. anemia tormositik normokrom. obat: kelebihan iodium. struma multinudosa toksik. tirotoksikosis gestasional.mutasi reseptor TSH. tumor yang emnsekresi HCG. T4 / fT4/T3 tinggi. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. adenoma toksik. struma ovari. (karena aminoidarone. limfositosis. destruksi tiroid. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut.

dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. Setelah eutiroid. serta Lab.FT4/T4/T3 dan TSHs. dan di nilai apakah tejadi remisi. Setelah tercapai eutiroid. obat anti tiroid. Kemudian pengobatan dihentikan .mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis .krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun .persiapan tiroidektomi .pasien hamil. usia lanjut .. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. pasien masih dalam keadaan eutiroid. pasien konrol setelah 4-8 minggu.

3. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. Definisi . dermopati Graves. dll. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. Perawatan suportif: • • • 8.9% mengataasi gagal jantung: O2. diuretik. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS E. oftalmopati Graves. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 7.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO.• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. • kompres dingin. PTU 600 – 1. dialisis peritoneal.

penyakit tropoblastis. penghentian obat anti tiroid. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 9. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. zat kontras beriodium. operasi. tromboemboli paru. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. terapi I . Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. pemakaian yodium yang berlebihan. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. partus. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar.ketoasidosis diabetikum. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . Penyebab lain adalah tiroiditis. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. palpasi tiroid terlalu kuat. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 10.kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. stress emosi. hipoglikemia. penyakit serebrovaskular/strok. trauma. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow.

Manifestasi klinis Tidak tahan panas. halus. lembab. gelisah. kelemahan otot-otot proksimal. dan miksedema pretibialis. dan bruit terdengar. Bersifat otonom. (3) eksoftalmus dengan proptosis. Diare. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. Kulit hangat. refleks tendon dalam yang hiperaktif. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. Toksik multinodular goiter . merah. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. hiperplastik secara mikroskopik. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. (5) kongesti dan edema. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. Pada pasien lanjut usia: takikardi. tak tergantung dari TSH. rasio pria:wanita 1:6. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. dan respons yang buruk terhadap digitalis. menstruasi tidak ada atau sedikit. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. Tiroid membesar secara difus. fibrilasi atrium yang sering. Eksitabilitas. eksoftalmus. permukaannya halus/licin. peningkatan keringat dan rasa haus. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. kelenjar membesar. (2) oftalmoplegia eksterna. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. rambut halus dan rontok. insomnia. tanda dari keadaan yang berat.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis.

tirotoksikosis tidak lazim. perubahan suasana hati. amenorea • Pemeriksaan fisik: .Biasanya setelah usia 50 tahun. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Eksoftalmus jarang. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas.Dapat terjadi gagal jantung kongestif. ikterus . 3. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. bingung.Takikardia sampai 130-200 x/menit .Gejala dan tanda khas hipertiroidisme.koma . Diagnosis 1. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. berat badan turun. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. 2. beberapa nodul yang dapat dipalpasi. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. diare. karena penyakit Graves tu penyakit lain .Sistem syarap pusat terganggu: delirium. Uji supresi T3 dapat dipakai. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun.Demam tinggi sampai 40°C .

tirotoksikosis gestasional. tiroiditis silent.mutasi reseptor TSH. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . T4 atau fT4.000 mg/hari. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. T3. obat: kelebihan iodium. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. anemia tormositik normokrom. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. hiperglikemia. (karena aminoidarone.radiasi. destruksi tiroid. adenoma toksik. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. TSH Rab. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. struma ovari. T4 / fT4/T3 tinggi. limfositosis. enzim transaminase hati meningkat. dosis maksimal 2. atau fT3. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. sindrom resistensi hormon tiroid. struma multinudosa toksik. tumor yang emnsekresi HCG.

serta Lab. Kemudian pengobatan dihentikan . Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. pasien masih dalam keadaan eutiroid.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis . sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. obat anti tiroid. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. pasien konrol setelah 4-8 minggu. Setelah tercapai eutiroid.persiapan tiroidektomi . obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis.. usia lanjut . dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik.FT4/T4/T3 dan TSHs. dan di nilai apakah tejadi remisi. Setelah eutiroid.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun .pasien hamil.

KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. oftalmopati Graves. PTU 600 – 1. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source .• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. Perawatan suportif: • • • 10. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 9.9% mengataasi gagal jantung: O2. dermopati Graves. diuretik. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). dll. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. dialisis peritoneal. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. 3. • kompres dingin.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful