TIROKSIKOSIS A. Definisi Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid.

Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi, dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 1. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 2. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid, yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves, struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. Penyebab lain adalah tiroiditis, penyakit tropoblastis, pemakaian yodium yang berlebihan, atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik, dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi, operasi, trauma, zat kontras beriodium, hipoglikemia, partus, stress emosi, penghentian obat anti tiroid, terapi I ,ketoasidosis diabetikum, tromboemboli paru, penyakit serebrovaskular/strok, palpasi tiroid terlalu kuat.

Etiologi dan Patologi Penyakit Graves Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis, eksoftalmus, dan miksedema pretibialis. Tiroid membesar secara difus, permukaannya halus/licin, hiperplastik secara mikroskopik, dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. Bersifat otonom, tak tergantung dari TSH. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Manifestasi klinis Tidak tahan panas, peningkatan keringat dan rasa haus, berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. Eksitabilitas, gelisah, hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi, insomnia, kelemahan otot-otot proksimal, tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi, refleks tendon dalam yang hiperaktif. Kulit hangat, lembab, merah, rambut halus dan rontok, menstruasi tidak ada atau sedikit. Diare. Pada pasien lanjut usia: takikardi, fibrilasi atrium yang sering, dan respons yang buruk terhadap digitalis. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda, rasio pria:wanita 1:6, kelenjar membesar, halus, dan bruit terdengar. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban, (2) oftalmoplegia eksterna, (3) eksoftalmus dengan proptosis, (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital, (5) kongesti dan edema, tanda dari keadaan yang berat.

Toksik multinodular goiter Biasanya setelah usia 50 tahun, beberapa nodul yang dapat dipalpasi. Eksoftalmus jarang. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat; tirotoksikosis tidak lazim, kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. Diagnosis 1. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. 2. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Uji supresi T3 dapat dipakai; menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. 3. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas, berat badan turun, perubahan suasana hati, bingung, diare, amenorea • Pemeriksaan fisik: - Gejala dan tanda khas hipertiroidisme, karena penyakit Graves tu penyakit lain - Sistem syarap pusat terganggu: delirium.koma - Demam tinggi sampai 40°C - Takikardia sampai 130-200 x/menit

tiroiditis silent. obat: kelebihan iodium.mutasi reseptor TSH. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. (karena aminoidarone. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. anemia tormositik normokrom. tirotoksikosis gestasional. T4 / fT4/T3 tinggi. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH.radiasi. T3. hiperglikemia.000 mg/hari. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. atau fT3. tumor yang emnsekresi HCG. enzim transaminase hati meningkat. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. dosis maksimal 2. ikterus • Laboratorium: TSHs sangat rendah. sindrom resistensi hormon tiroid.Dapat terjadi gagal jantung kongestif. struma multinudosa toksik. limfositosis. TSH Rab. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. destruksi tiroid. adenoma toksik. T4 atau fT4. struma ovari. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari ..

FT4/T4/T3 dan TSHs. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. pasien masih dalam keadaan eutiroid. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. usia lanjut . Setelah eutiroid. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.persiapan tiroidektomi . struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : . Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. Setelah tercapai eutiroid.pasien hamil. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. pasien konrol setelah 4-8 minggu. Kemudian pengobatan dihentikan . serta Lab.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . dan di nilai apakah tejadi remisi.• Indikasi: . obat anti tiroid.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis . Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis.

infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS B. 3. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). Definisi . dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO.9% mengataasi gagal jantung: O2. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. dermopati Graves. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. • kompres dingin.• pasien usia ≥ 35 tahun • hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. dialisis peritoneal. diuretik. PTU 600 – 1. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. dll. oftalmopati Graves. Perawatan suportif: • • • 2. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 1.

Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 4. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 3. trauma. penghentian obat anti tiroid. terapi I . hipoglikemia. penyakit serebrovaskular/strok. palpasi tiroid terlalu kuat. pemakaian yodium yang berlebihan. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. penyakit tropoblastis. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. Penyebab lain adalah tiroiditis. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. operasi. stress emosi. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa.ketoasidosis diabetikum. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. partus. tromboemboli paru. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. zat kontras beriodium.

kelemahan otot-otot proksimal. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. (3) eksoftalmus dengan proptosis. dan respons yang buruk terhadap digitalis. Eksitabilitas. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. kelenjar membesar. merah. Diare. insomnia. menstruasi tidak ada atau sedikit. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. (5) kongesti dan edema. dan bruit terdengar. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. peningkatan keringat dan rasa haus. eksoftalmus. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. permukaannya halus/licin. hiperplastik secara mikroskopik. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. refleks tendon dalam yang hiperaktif. lembab. gelisah. Toksik multinodular goiter . Kulit hangat. Tiroid membesar secara difus. tanda dari keadaan yang berat. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. dan miksedema pretibialis. rambut halus dan rontok. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. rasio pria:wanita 1:6. tak tergantung dari TSH. Pada pasien lanjut usia: takikardi. fibrilasi atrium yang sering.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. Bersifat otonom. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. halus. (2) oftalmoplegia eksterna. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi.

Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%.koma .Sistem syarap pusat terganggu: delirium. bingung.Dapat terjadi gagal jantung kongestif. 2. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. amenorea • Pemeriksaan fisik: . karena penyakit Graves tu penyakit lain . diare. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. perubahan suasana hati. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas.Biasanya setelah usia 50 tahun.Demam tinggi sampai 40°C . Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Eksoftalmus jarang. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. Uji supresi T3 dapat dipakai.Takikardia sampai 130-200 x/menit . tirotoksikosis tidak lazim. berat badan turun. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. ikterus . beberapa nodul yang dapat dipalpasi.Gejala dan tanda khas hipertiroidisme. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. 3. Diagnosis 1.

Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. tirotoksikosis gestasional. struma multinudosa toksik. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves.000 mg/hari. T3. T4 / fT4/T3 tinggi. dosis maksimal 2. atau fT3. tumor yang emnsekresi HCG. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. T4 atau fT4. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . metastasisi karsinoma tiroid fungsional.mutasi reseptor TSH. TSH Rab.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. (karena aminoidarone. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. enzim transaminase hati meningkat. anemia tormositik normokrom. limfositosis. sindrom resistensi hormon tiroid.radiasi. struma ovari. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. tiroiditis silent. hiperglikemia. obat: kelebihan iodium. destruksi tiroid. adenoma toksik.

dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan.persiapan tiroidektomi . dan di nilai apakah tejadi remisi..mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis . serta Lab.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. Setelah eutiroid. obat anti tiroid.pasien hamil. pasien masih dalam keadaan eutiroid. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Kemudian pengobatan dihentikan . usia lanjut . struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun . pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . Setelah tercapai eutiroid. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.FT4/T4/T3 dan TSHs. pasien konrol setelah 4-8 minggu. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid.

• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. dermopati Graves. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. 3. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. diuretik. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS C. dialisis peritoneal. Perawatan suportif: • • • 4. • kompres dingin. dll. oftalmopati Graves.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. Definisi . pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 3. PTU 600 – 1. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT).9% mengataasi gagal jantung: O2.

terapi I . Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. stress emosi. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. penghentian obat anti tiroid. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. hipoglikemia. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. pemakaian yodium yang berlebihan. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. tromboemboli paru. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. zat kontras beriodium.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. penyakit serebrovaskular/strok. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 6. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. penyakit tropoblastis. partus. Penyebab lain adalah tiroiditis. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. palpasi tiroid terlalu kuat. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 5. operasi.ketoasidosis diabetikum. trauma. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves .

Tiroid membesar secara difus. kelenjar membesar. gelisah. Kulit hangat. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. kelemahan otot-otot proksimal. dan bruit terdengar. Toksik multinodular goiter . dan miksedema pretibialis. insomnia. merah. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. refleks tendon dalam yang hiperaktif. lembab. Pada pasien lanjut usia: takikardi. tanda dari keadaan yang berat. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. (2) oftalmoplegia eksterna. menstruasi tidak ada atau sedikit. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. eksoftalmus. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. dan respons yang buruk terhadap digitalis. Eksitabilitas. (3) eksoftalmus dengan proptosis. rasio pria:wanita 1:6. permukaannya halus/licin. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. Diare.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. hiperplastik secara mikroskopik. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. peningkatan keringat dan rasa haus. tak tergantung dari TSH. Bersifat otonom. rambut halus dan rontok. halus. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. fibrilasi atrium yang sering. (5) kongesti dan edema. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital.

Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Uji supresi T3 dapat dipakai.koma . Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Eksoftalmus jarang.Takikardia sampai 130-200 x/menit . perubahan suasana hati. beberapa nodul yang dapat dipalpasi. 3.Biasanya setelah usia 50 tahun. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm.Demam tinggi sampai 40°C . berat badan turun.Sistem syarap pusat terganggu: delirium. ikterus . Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. 2. tirotoksikosis tidak lazim. bingung. diare. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Diagnosis 1. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. karena penyakit Graves tu penyakit lain . amenorea • Pemeriksaan fisik: .Gejala dan tanda khas hipertiroidisme.Dapat terjadi gagal jantung kongestif.

hiperglikemia. T4 atau fT4. enzim transaminase hati meningkat. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. limfositosis. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. sindrom resistensi hormon tiroid.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. struma multinudosa toksik. atau fT3. dosis maksimal 2. T4 / fT4/T3 tinggi. destruksi tiroid. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. tirotoksikosis gestasional. obat: kelebihan iodium. adenoma toksik. anemia tormositik normokrom. tumor yang emnsekresi HCG. TSH Rab. (karena aminoidarone. struma ovari. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut.radiasi. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . tiroiditis silent. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs.000 mg/hari. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves.mutasi reseptor TSH. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. T3.

walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. usia lanjut . Setelah eutiroid.FT4/T4/T3 dan TSHs. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid.persiapan tiroidektomi . Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. dan di nilai apakah tejadi remisi. pasien masih dalam keadaan eutiroid. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis .. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun . Setelah tercapai eutiroid.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . serta Lab. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik.pasien hamil. Kemudian pengobatan dihentikan . obat anti tiroid.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. pasien konrol setelah 4-8 minggu.

infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS D. oftalmopati Graves. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). Definisi . struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 5. dll. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. PTU 600 – 1.9% mengataasi gagal jantung: O2. diuretik. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO.• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. Perawatan suportif: • • • 6. 3. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. dialisis peritoneal. dermopati Graves. • kompres dingin. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid.

penyakit tropoblastis.ketoasidosis diabetikum. penghentian obat anti tiroid. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 7. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 8. Penyebab lain adalah tiroiditis. zat kontras beriodium. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. pemakaian yodium yang berlebihan. stress emosi. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. hipoglikemia. partus. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. operasi. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. terapi I . trauma.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. penyakit serebrovaskular/strok. palpasi tiroid terlalu kuat. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. tromboemboli paru. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH.

rasio pria:wanita 1:6. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. refleks tendon dalam yang hiperaktif. eksoftalmus. rambut halus dan rontok. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. (5) kongesti dan edema. dan bruit terdengar.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. insomnia. lembab. (2) oftalmoplegia eksterna. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. Kulit hangat. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. hiperplastik secara mikroskopik. kelemahan otot-otot proksimal. menstruasi tidak ada atau sedikit. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. Pada pasien lanjut usia: takikardi. Tiroid membesar secara difus. tanda dari keadaan yang berat. halus. kelenjar membesar. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. Bersifat otonom. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. fibrilasi atrium yang sering. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. gelisah. tak tergantung dari TSH. Eksitabilitas. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. merah. Toksik multinodular goiter . dan respons yang buruk terhadap digitalis. (3) eksoftalmus dengan proptosis. peningkatan keringat dan rasa haus. permukaannya halus/licin. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. dan miksedema pretibialis. Diare.

Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. berat badan turun.Dapat terjadi gagal jantung kongestif.koma . Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Eksoftalmus jarang. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Uji supresi T3 dapat dipakai.Gejala dan tanda khas hipertiroidisme. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. 3. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. 2. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat.Sistem syarap pusat terganggu: delirium. karena penyakit Graves tu penyakit lain .Takikardia sampai 130-200 x/menit . amenorea • Pemeriksaan fisik: . Diagnosis 1. tirotoksikosis tidak lazim. ikterus . bingung. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. perubahan suasana hati. diare. beberapa nodul yang dapat dipalpasi.Demam tinggi sampai 40°C .Biasanya setelah usia 50 tahun.

radiasi. sindrom resistensi hormon tiroid. hiperglikemia. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. atau fT3. adenoma toksik. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . anemia tormositik normokrom. T3. TSH Rab. tumor yang emnsekresi HCG. obat: kelebihan iodium. dosis maksimal 2.mutasi reseptor TSH. tiroiditis silent. destruksi tiroid. (karena aminoidarone. struma ovari. limfositosis. T4 atau fT4. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. enzim transaminase hati meningkat. T4 / fT4/T3 tinggi. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. struma multinudosa toksik. tirotoksikosis gestasional.000 mg/hari. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut.

pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. dan di nilai apakah tejadi remisi. serta Lab.FT4/T4/T3 dan TSHs. Kemudian pengobatan dihentikan .pasien hamil. usia lanjut .mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis . Setelah eutiroid. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. obat anti tiroid. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik.. pasien konrol setelah 4-8 minggu. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. pasien masih dalam keadaan eutiroid.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid.persiapan tiroidektomi . Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun .untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . Setelah tercapai eutiroid.

• kompres dingin. dialisis peritoneal. PTU 600 – 1. dermopati Graves. oftalmopati Graves. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 7. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS E.9% mengataasi gagal jantung: O2. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. diuretik. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. Perawatan suportif: • • • 8.• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. dll. Definisi . 3.

palpasi tiroid terlalu kuat. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. tromboemboli paru. penyakit serebrovaskular/strok. operasi.kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. zat kontras beriodium. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 9. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . stress emosi. penyakit tropoblastis. penghentian obat anti tiroid. partus. Penyebab lain adalah tiroiditis. trauma. pemakaian yodium yang berlebihan.ketoasidosis diabetikum. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. hipoglikemia. terapi I . Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 10.

merah. tanda dari keadaan yang berat. rambut halus dan rontok. gelisah. halus. (3) eksoftalmus dengan proptosis. menstruasi tidak ada atau sedikit. insomnia. Bersifat otonom. kelemahan otot-otot proksimal. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. kelenjar membesar. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. fibrilasi atrium yang sering. dan bruit terdengar. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. hiperplastik secara mikroskopik. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. dan miksedema pretibialis. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Toksik multinodular goiter . Eksitabilitas. dan respons yang buruk terhadap digitalis. eksoftalmus. lembab. tak tergantung dari TSH. (2) oftalmoplegia eksterna. (5) kongesti dan edema. Pada pasien lanjut usia: takikardi. Diare. permukaannya halus/licin. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. Tiroid membesar secara difus.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. refleks tendon dalam yang hiperaktif. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. peningkatan keringat dan rasa haus. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. Kulit hangat. rasio pria:wanita 1:6.

Biasanya setelah usia 50 tahun. ikterus . Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. perubahan suasana hati.Takikardia sampai 130-200 x/menit . diare.Demam tinggi sampai 40°C . bingung.Sistem syarap pusat terganggu: delirium. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat.koma .Dapat terjadi gagal jantung kongestif. Diagnosis 1. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. karena penyakit Graves tu penyakit lain . Uji supresi T3 dapat dipakai. tirotoksikosis tidak lazim. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. 2. berat badan turun. beberapa nodul yang dapat dipalpasi.Gejala dan tanda khas hipertiroidisme. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas. Eksoftalmus jarang. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. 3. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. amenorea • Pemeriksaan fisik: .

kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. limfositosis. sindrom resistensi hormon tiroid. tiroiditis silent. struma ovari. dosis maksimal 2. hiperglikemia. metastasisi karsinoma tiroid fungsional.000 mg/hari. tirotoksikosis gestasional. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. tumor yang emnsekresi HCG. T4 / fT4/T3 tinggi. obat: kelebihan iodium. TSH Rab. destruksi tiroid. struma multinudosa toksik. (karena aminoidarone. T4 atau fT4. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. adenoma toksik. T3. anemia tormositik normokrom.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. atau fT3. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: .radiasi.mutasi reseptor TSH. enzim transaminase hati meningkat. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut.

krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. serta Lab.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis . Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Setelah tercapai eutiroid. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. Setelah eutiroid. pasien konrol setelah 4-8 minggu. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. Kemudian pengobatan dihentikan . obat anti tiroid. pasien masih dalam keadaan eutiroid. dan di nilai apakah tejadi remisi. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan.pasien hamil. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. usia lanjut .FT4/T4/T3 dan TSHs.. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun .persiapan tiroidektomi .

000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT).• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. • kompres dingin. dermopati Graves. PTU 600 – 1.9% mengataasi gagal jantung: O2. dialisis peritoneal. 3. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source . diuretik. dll. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 9. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. oftalmopati Graves. Perawatan suportif: • • • 10. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful