TIROKSIKOSIS A. Definisi Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid.

Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi, dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 1. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 2. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid, yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves, struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. Penyebab lain adalah tiroiditis, penyakit tropoblastis, pemakaian yodium yang berlebihan, atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik, dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi, operasi, trauma, zat kontras beriodium, hipoglikemia, partus, stress emosi, penghentian obat anti tiroid, terapi I ,ketoasidosis diabetikum, tromboemboli paru, penyakit serebrovaskular/strok, palpasi tiroid terlalu kuat.

Etiologi dan Patologi Penyakit Graves Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis, eksoftalmus, dan miksedema pretibialis. Tiroid membesar secara difus, permukaannya halus/licin, hiperplastik secara mikroskopik, dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. Bersifat otonom, tak tergantung dari TSH. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Manifestasi klinis Tidak tahan panas, peningkatan keringat dan rasa haus, berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. Eksitabilitas, gelisah, hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi, insomnia, kelemahan otot-otot proksimal, tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi, refleks tendon dalam yang hiperaktif. Kulit hangat, lembab, merah, rambut halus dan rontok, menstruasi tidak ada atau sedikit. Diare. Pada pasien lanjut usia: takikardi, fibrilasi atrium yang sering, dan respons yang buruk terhadap digitalis. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda, rasio pria:wanita 1:6, kelenjar membesar, halus, dan bruit terdengar. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban, (2) oftalmoplegia eksterna, (3) eksoftalmus dengan proptosis, (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital, (5) kongesti dan edema, tanda dari keadaan yang berat.

Toksik multinodular goiter Biasanya setelah usia 50 tahun, beberapa nodul yang dapat dipalpasi. Eksoftalmus jarang. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat; tirotoksikosis tidak lazim, kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. Diagnosis 1. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. 2. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Uji supresi T3 dapat dipakai; menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. 3. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas, berat badan turun, perubahan suasana hati, bingung, diare, amenorea • Pemeriksaan fisik: - Gejala dan tanda khas hipertiroidisme, karena penyakit Graves tu penyakit lain - Sistem syarap pusat terganggu: delirium.koma - Demam tinggi sampai 40°C - Takikardia sampai 130-200 x/menit

T3. T4 / fT4/T3 tinggi. dosis maksimal 2. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. limfositosis. tumor yang emnsekresi HCG. atau fT3. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. sindrom resistensi hormon tiroid. tiroiditis silent. obat: kelebihan iodium. hiperglikemia.. destruksi tiroid. adenoma toksik.Dapat terjadi gagal jantung kongestif. tirotoksikosis gestasional. ikterus • Laboratorium: TSHs sangat rendah. enzim transaminase hati meningkat. TSH Rab. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari .mutasi reseptor TSH. (karena aminoidarone. anemia tormositik normokrom. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi.radiasi. struma multinudosa toksik. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs.000 mg/hari. T4 atau fT4. struma ovari. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH.

pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. usia lanjut .krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan.• Indikasi: . Setelah eutiroid. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . Setelah tercapai eutiroid. serta Lab. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan.pasien hamil. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. dan di nilai apakah tejadi remisi. obat anti tiroid.FT4/T4/T3 dan TSHs. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : . pasien konrol setelah 4-8 minggu. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. pasien masih dalam keadaan eutiroid.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis .persiapan tiroidektomi . walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. Kemudian pengobatan dihentikan .

3. dermopati Graves. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. dll. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). diuretik.9% mengataasi gagal jantung: O2. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. • kompres dingin. Perawatan suportif: • • • 2. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. Definisi . dialisis peritoneal. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS B. PTU 600 – 1. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO.• pasien usia ≥ 35 tahun • hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. oftalmopati Graves.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 1. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik.

Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. hipoglikemia. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. partus. palpasi tiroid terlalu kuat. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. tromboemboli paru. pemakaian yodium yang berlebihan. penghentian obat anti tiroid. zat kontras beriodium.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. terapi I . trauma. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. Penyebab lain adalah tiroiditis. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 3. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 4. operasi. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. penyakit tropoblastis. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar.ketoasidosis diabetikum. penyakit serebrovaskular/strok. stress emosi. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi.

hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. menstruasi tidak ada atau sedikit. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. permukaannya halus/licin. merah. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. tak tergantung dari TSH. Eksitabilitas. Kulit hangat. rasio pria:wanita 1:6. rambut halus dan rontok. refleks tendon dalam yang hiperaktif. (2) oftalmoplegia eksterna.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. eksoftalmus. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. dan respons yang buruk terhadap digitalis. dan miksedema pretibialis. kelemahan otot-otot proksimal. gelisah. peningkatan keringat dan rasa haus. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. (5) kongesti dan edema. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. Tiroid membesar secara difus. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. kelenjar membesar. hiperplastik secara mikroskopik. tanda dari keadaan yang berat. insomnia. dan bruit terdengar. Pada pasien lanjut usia: takikardi. Toksik multinodular goiter . Bersifat otonom. Diare. lembab. halus. (3) eksoftalmus dengan proptosis. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. fibrilasi atrium yang sering.

Dapat terjadi gagal jantung kongestif.Demam tinggi sampai 40°C . beberapa nodul yang dapat dipalpasi. 3.Gejala dan tanda khas hipertiroidisme. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. berat badan turun. 2. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. bingung. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik.Sistem syarap pusat terganggu: delirium. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. Eksoftalmus jarang. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas.Takikardia sampai 130-200 x/menit . kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. amenorea • Pemeriksaan fisik: .Biasanya setelah usia 50 tahun. Uji supresi T3 dapat dipakai. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. karena penyakit Graves tu penyakit lain . perubahan suasana hati. tirotoksikosis tidak lazim.koma . Diagnosis 1. ikterus . diare. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik.

destruksi tiroid.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. atau fT3. limfositosis. adenoma toksik. tumor yang emnsekresi HCG. tiroiditis silent. enzim transaminase hati meningkat. T4 atau fT4. TSH Rab. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. (karena aminoidarone. sindrom resistensi hormon tiroid.000 mg/hari. hiperglikemia. tirotoksikosis gestasional. dosis maksimal 2. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs. T4 / fT4/T3 tinggi. anemia tormositik normokrom.radiasi. struma ovari. struma multinudosa toksik. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. T3. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. obat: kelebihan iodium.mutasi reseptor TSH. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH.

Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. pasien masih dalam keadaan eutiroid.FT4/T4/T3 dan TSHs. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. Setelah tercapai eutiroid. usia lanjut . pasien konrol setelah 4-8 minggu.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. Setelah eutiroid. serta Lab.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif .. dan di nilai apakah tejadi remisi. Kemudian pengobatan dihentikan .persiapan tiroidektomi .mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis . struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun . sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan.pasien hamil. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. obat anti tiroid. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan.

pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). dermopati Graves. dialisis peritoneal. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0.9% mengataasi gagal jantung: O2. 3. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis.• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. oftalmopati Graves. Perawatan suportif: • • • 4. Definisi . • kompres dingin. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 3. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. diuretik. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS C. dll. PTU 600 – 1.

tromboemboli paru. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. penyakit serebrovaskular/strok. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. pemakaian yodium yang berlebihan. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 5. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. Penyebab lain adalah tiroiditis. stress emosi. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. palpasi tiroid terlalu kuat. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. trauma.ketoasidosis diabetikum. partus. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. penyakit tropoblastis. hipoglikemia. operasi.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. penghentian obat anti tiroid. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 6. terapi I . zat kontras beriodium.

kelenjar membesar. Tiroid membesar secara difus. eksoftalmus. lembab. Kulit hangat. peningkatan keringat dan rasa haus. (2) oftalmoplegia eksterna. insomnia. gelisah. tak tergantung dari TSH. dan miksedema pretibialis. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. tanda dari keadaan yang berat. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. Eksitabilitas. rasio pria:wanita 1:6. rambut halus dan rontok. menstruasi tidak ada atau sedikit. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. dan bruit terdengar. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Bersifat otonom. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. dan respons yang buruk terhadap digitalis. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. kelemahan otot-otot proksimal. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. (3) eksoftalmus dengan proptosis. Diare. permukaannya halus/licin. Toksik multinodular goiter . (5) kongesti dan edema. fibrilasi atrium yang sering. halus. refleks tendon dalam yang hiperaktif. merah. Pada pasien lanjut usia: takikardi. hiperplastik secara mikroskopik.

Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. ikterus . perubahan suasana hati. berat badan turun. karena penyakit Graves tu penyakit lain . kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. Uji supresi T3 dapat dipakai. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Eksoftalmus jarang. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Diagnosis 1. beberapa nodul yang dapat dipalpasi.Biasanya setelah usia 50 tahun. tirotoksikosis tidak lazim. amenorea • Pemeriksaan fisik: . diare. bingung.koma . Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas.Dapat terjadi gagal jantung kongestif. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat.Sistem syarap pusat terganggu: delirium.Gejala dan tanda khas hipertiroidisme. 3.Demam tinggi sampai 40°C . 2.Takikardia sampai 130-200 x/menit .

dosis maksimal 2. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. T3. TSH Rab. T4 atau fT4. sindrom resistensi hormon tiroid.000 mg/hari. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. struma multinudosa toksik. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari. destruksi tiroid. struma ovari. limfositosis. (karena aminoidarone. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves.mutasi reseptor TSH.• Laboratorium: TSHs sangat rendah.radiasi. anemia tormositik normokrom. tumor yang emnsekresi HCG. obat: kelebihan iodium. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . tirotoksikosis gestasional. atau fT3. hiperglikemia. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. enzim transaminase hati meningkat. tiroiditis silent. T4 / fT4/T3 tinggi. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. adenoma toksik. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs.

. pasien masih dalam keadaan eutiroid.pasien hamil. usia lanjut . Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . Setelah tercapai eutiroid. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. Kemudian pengobatan dihentikan . struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun . Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan.persiapan tiroidektomi . dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. Setelah eutiroid.FT4/T4/T3 dan TSHs. obat anti tiroid. dan di nilai apakah tejadi remisi. serta Lab. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis .krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. pasien konrol setelah 4-8 minggu. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan.

Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT).000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. • kompres dingin. PTU 600 – 1. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. dialisis peritoneal. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 5. 3. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. Perawatan suportif: • • • 6. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik.• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. diuretik.9% mengataasi gagal jantung: O2. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS D. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis. dermopati Graves. oftalmopati Graves. dll. antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. Definisi .

partus. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 7. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves. tromboemboli paru. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. penyakit serebrovaskular/strok. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. hipoglikemia. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. trauma. penghentian obat anti tiroid. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. terapi I . yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. stress emosi.ketoasidosis diabetikum. penyakit tropoblastis.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. palpasi tiroid terlalu kuat. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. operasi. Penyebab lain adalah tiroiditis. zat kontras beriodium. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 8. pemakaian yodium yang berlebihan. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH.

Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. peningkatan keringat dan rasa haus. fibrilasi atrium yang sering. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. Tiroid membesar secara difus. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. merah. tak tergantung dari TSH. (5) kongesti dan edema. Pada pasien lanjut usia: takikardi. refleks tendon dalam yang hiperaktif. dan respons yang buruk terhadap digitalis. hiperplastik secara mikroskopik. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. insomnia. halus. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. Eksitabilitas. kelemahan otot-otot proksimal. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. Kulit hangat. permukaannya halus/licin. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. (3) eksoftalmus dengan proptosis. rasio pria:wanita 1:6. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. Bersifat otonom. kelenjar membesar. lembab. menstruasi tidak ada atau sedikit. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. eksoftalmus. tanda dari keadaan yang berat. dan bruit terdengar. dan miksedema pretibialis. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. gelisah. Toksik multinodular goiter . Diare. rambut halus dan rontok. (2) oftalmoplegia eksterna.

bingung.Demam tinggi sampai 40°C . Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat.Takikardia sampai 130-200 x/menit . menurun 50% atau kurang adalah diagnostik. ikterus .Gejala dan tanda khas hipertiroidisme.Biasanya setelah usia 50 tahun. amenorea • Pemeriksaan fisik: . Diagnosis 1. karena penyakit Graves tu penyakit lain .koma . Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas. beberapa nodul yang dapat dipalpasi. Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. diare. Uji supresi T3 dapat dipakai. berat badan turun. 3. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. 2. Eksoftalmus jarang.Dapat terjadi gagal jantung kongestif. tirotoksikosis tidak lazim.Sistem syarap pusat terganggu: delirium. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. perubahan suasana hati. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm.

sindrom resistensi hormon tiroid. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. TSH Rab. tumor yang emnsekresi HCG. T4 atau fT4. dosis maksimal 2. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. T4 / fT4/T3 tinggi. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH.000 mg/hari. tirotoksikosis gestasional. struma multinudosa toksik. destruksi tiroid. obat: kelebihan iodium. atau fT3.mutasi reseptor TSH. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. limfositosis. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . adenoma toksik. tiroiditis silent. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari.radiasi. anemia tormositik normokrom. enzim transaminase hati meningkat. azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi. hiperglikemia. struma ovari. (karena aminoidarone. T3.

walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.FT4/T4/T3 dan TSHs. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan.persiapan tiroidektomi . dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik.krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. pasien konrol setelah 4-8 minggu.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid.pasien hamil. pasien masih dalam keadaan eutiroid. usia lanjut . pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. Kemudian pengobatan dihentikan . obat anti tiroid. struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun . Setelah eutiroid. Setelah tercapai eutiroid. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. serta Lab. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan.. dan di nilai apakah tejadi remisi. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan.mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis .

KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. 3. dialisis peritoneal. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source TIROKSIKOSIS E.• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. Definisi . dll. dermopati Graves. • kompres dingin. Perawatan suportif: • • • 8.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO.9% mengataasi gagal jantung: O2. PTU 600 – 1. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. diuretik. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 7. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. oftalmopati Graves. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis.

yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. palpasi tiroid terlalu kuat. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. Etiologi dan Patologi Penyakit Graves . penyakit tropoblastis.ketoasidosis diabetikum. Etiologi tersering dari tirotoksikosis ialah hipertiroidisme karena penyakit Graves.kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksitiroid. pemakaian yodium yang berlebihan.Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid. struma multinodosa toksik ( plumer ) dan adenoma toksik. dalam hal ini penyakit tsb disebut iod-struma atau iod-Basedow. hipoglikemia. Tirotoksikosis di bagi dalam 2 Kategori: 9. terapi I . Penyebab lain adalah tiroiditis. partus. penghentian obat anti tiroid. atau obat hormon tiroid Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme ytang paling berat mengancam jiwa. penyakit serebrovaskular/strok. stress emosi. operasi. Biasanya diderita oleh penderita yang kelebihan minum obat yang mengandung iod / iodide atau makan makanan dengan kadar iod tinggi. trauma. zat kontras beriodium. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme 10. Keadaan ini dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas TSH. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar. tromboemboli paru.

lembab.Umumnya dianggap sebagai penyakit otoimun sistemik dengan tirotoksikosis. permukaannya halus/licin. peningkatan keringat dan rasa haus. dan respons yang buruk terhadap digitalis. merah. dengan epitel kolumnar dan koloid minimal. tremor jari-jari yang ekstensi dan abduksi. gelisah. hiperkinesia dan ketidakstabilan emosi. insomnia. berat badan menurun dengan meningkatnya nafsu makan. Penyakit Graves Paling umum pada orang-orang muda. Diare. Nodul terdiri dari set-set besar tak beraturan dan koloid yang sedikit. (5) kongesti dan edema. tak tergantung dari TSH. fibrilasi atrium yang sering. Pada pasien lanjut usia: takikardi. Tanda-tanda mata minimal sampai berat: (1) spasme kelopak mata atas dengan retraksi dan gerakan kelopak mata yang lamban. Tiroid membesar secara difus. (4) pembengkakan supraorbital dan infraorbital. Kulit hangat. tanda dari keadaan yang berat. kelenjar membesar. dan miksedema pretibialis. Adenoma toksik Tumor folikuler yang tak tergantung TSH. Bersifat otonom. (2) oftalmoplegia eksterna. (3) eksoftalmus dengan proptosis. eksoftalmus. halus. refleks tendon dalam yang hiperaktif. Toksik multinodular goiter Biasanya tumpang tindih dengan nontoksik multinodular goiter yang sudah berlangsung lama. kelemahan otot-otot proksimal. hiperplastik secara mikroskopik. Toksik multinodular goiter . dan bruit terdengar. Eksitabilitas. rambut halus dan rontok. menstruasi tidak ada atau sedikit. Manifestasi klinis Tidak tahan panas. rasio pria:wanita 1:6.

menurun 50% atau kurang adalah diagnostik.Demam tinggi sampai 40°C .Dapat terjadi gagal jantung kongestif.Biasanya setelah usia 50 tahun. Riwayat adanya massa yang tumbuhnya lambat. Sken memperlihatkan area panas tunggal atau multipel yang berhubungan dengan nodul yang dapat dipalpasi.koma . Adenoma toksik Usia 30-50 tahun. beberapa nodul yang dapat dipalpasi. bingung. Ambilan yodium radioaktif 45% sampai 90%. diare. Uji supresi T3 dapat dipakai. Penyakit Graves Goiter difus dengan eksoftalmus dan peningkatan fungsi tiroid adalah diagnostik. Diagnosis 1. berat badan turun. karena penyakit Graves tu penyakit lain .Gejala dan tanda khas hipertiroidisme. perubahan suasana hati. Eksoftalmus jarang. 2. Penderita yang dicurigai krisis tiroid • Anamnesis: riwayat penyakit hipertiroidisme dengan gejal khas. 3. kecuali jika lesi berdiameter 3 cm. amenorea • Pemeriksaan fisik: .Sistem syarap pusat terganggu: delirium. Penemuan diagnostik Kadar T4 dan/atau T3 dan indcks tiroksin bebas (FTI) meningkat. Toksik multinodular goiter dan adenoma toksik Ambilan RAI 40% sampai 55%. ikterus .Takikardia sampai 130-200 x/menit . tirotoksikosis tidak lazim.

azotemia prerenal • EKG: sinus takikardia atau fibrilasi.mutasi reseptor TSH. atau fT3. anemia tormositik normokrom. T4 / fT4/T3 tinggi. T3. ( fenomena Jod Basedow ) • Tirotoksikosis tanpa tiroidisme: tiroiditis sub akut. dosis maksimal 2. tirotoksikosis gestasional.radiasi. TSH Rab. • Metimazol dosis awal 20 -30 mg/hari • Indikasi: . tumor yang emnsekresi HCG. atrial dengan respon ventrikuler cepat Diagnosis Banding • Hipertiroidisme primer: penyakir Graves. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium : TSHs.• Laboratorium: TSHs sangat rendah. hiperglikemia. limfositosis. sindrom resistensi hormon tiroid. metastasisi karsinoma tiroid fungsional. (karena aminoidarone. tiroiditis silent. obat: kelebihan iodium. struma ovari. T4 atau fT4.000 mg/hari. enzim transaminase hati meningkat. destruksi tiroid. adenoma toksik. infark adenoma )asupan hormon tiroid berlebihan (tiritoksikosis factitia ) • Hipertiroidisme sekunder: adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. struma multinudosa toksik. kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid) • Sidik tiroid/ thyroid scan : terutama membedakan penyakit plummer dari penyakit Graves dengan komponen nodosa • EKG • Foto toraks Terapi Tata laksana penyakit Graves: Obat anti tiroid • Propiltiourasil PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari.

usia lanjut .krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan di pertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan.. pasien masih dalam keadaan eutiroid. dan tidak dapat menerima yodium radio aktif • adenoma toksik. sementaramenunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Setelah eutiroid.pasien hamil. serta Lab. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. Propanolol dosis 40200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. Setelah tercapai eutiroid. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. Tindakan Bedah Indikasi: • pasien usia muda dengan struma besar dan tidak respons dengan antitiroid • wanita hamil trimester kedua yang memerlikan obat dosis tinggi • alergi terhadap obat antitiroid. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. dan di nilai apakah tejadi remisi.persiapan tiroidektomi . pasien konrol setelah 4-8 minggu.FT4/T4/T3 dan TSHs.untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif . struma multinodosa toksik • graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Radioablasi Indikasi : • pasien usia ≥ 35 tahun . obat anti tiroid. Kemudian pengobatan dihentikan .mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis .

9% mengataasi gagal jantung: O2.• hipertiroidisme yang kambuh setelah dioprasi • gagal mencapai remisi setalah pemberian antitiroid • tidak mamopu at5au tidak mau terapi obat antitiroid • adenoma toksik. Perawatan suportif: • • • 10. 3. PTU 600 – 1. pengobatan terhadap faktor presipitasi: antibiotik. • kompres dingin. dll. dermopati Graves. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan denan obat antitiroid • Krisis tiroid: mortalitas source . antipiretik (asetaminofen ) memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit: infus dextros 5% dan NaCl 0. dialisis peritoneal. oftalmopati Graves. Pada keadaan sangat berat : dapat diberikan melalui pipa nasogastrik (NGT). diuretik. KOMPLIKASI • Penyakit Graves: penyakit jantung Hipertiroid. struma multinodosa toksik Tata laksana krisis tiroid: ( terapi segela mulai bila di curigai krisis tiroid) 9.000 mg atau metinazole 60-100 mg • • Blokade ekskresi hormon tiroid: soluti lugol ( saturated solustion of potasium iodida ) 8 tetes tiap 6 jam Penyekat ß : propanoolol 60 mg tiap 6 jam PO. digitalis Antagonis aktivitas hormon tiroid: Blokade produksi hormon tiroid: PTU dosis 300 mg tiap 4-6 jam PO Alternatif : metimazol 20-30 mg tiap 4 jam PO. dosis disesuaikan respons ( target: frekuensi jantung < 90 x/m) • Glukokortikoid: Hidrokortison 100-500 mg IV tiap 12 jam • Bila refrakter terhadap reaksi di atas: plasmaferesis.