Anda di halaman 1dari 3

Idiopatik Trombositopenik Purpura (I T P) Purpura yang terjadi akibat berkurangnya jumlah trombosit dalam darah Klasifikasi Akut Kronis

onis Etiologi Penyebab pasti tidak diketahui Diduga reaksi imunologis 50 80% didahului infeksi virus (2 3 minggu sebelumnya) patofisiologi trombosit darah (N = 200.000 400.000) berperan : proses pembekuan darah mempertahankan integritas pembuluh darah (kapiler) Trombositopenia menyebabkan kapiler rapuh sehingga mudah pecah perdarahan Manifestasi klinis Timbul ptechiae, purpura tanpa atau dengan trauma ringan Epistaksis, perdarahan gusi, hematuri, melena Hati dan limpa tidak membesar Lab : trombositopenia, anemi, tanpa kelainan lekosit. Waktu perdarahan Waktu pembekuan normal RL (+) BM, megakaryosit Diferensial diagnose Anemia aplastik Leukemia akut ATP Terapi Mengatasi perdarahan Menghindari trauma --. istirahat Menghindari obat yang mengganggu fungsi trombosit --. Aspirin

Prednison 2 mg/kgBB/hari 14 hari kemudian tappering of trasfusi Trombosit 14/5 kgBB perdarahan hebat 5 bulan tetap trombositopenia ITP kronis Globulin 400 mg/kgBB/hari Siklofosfamid 1 2 mg/kg/hari Prognosis Umumnya baik Perbaikan dalam 1 bulan (50%), dalam 6 bulan (70% - 80%) Komplikasi Perdarahan intrakranial bila trombosit < 20.000/mm3 KRIPTORKISMUS (Undescensus Testis) Testis tidak berada dalam skrotum Klasifikasi True Undescensus Testis Proses penurunan testis terhenti di jalur penurunan normal Testis refraktil Testis kadang kadang turun ke dalam skrotum Testis ektopik Testis menyimpang dari jalur penurunan normal Etiologi Belum diketahui pasti Diduga oleh karena faktor Disgenesis gonad Kelainan anatomi lokal Hormonal (kelainan ax.......) hipotalamus, hipofisis, testis Genetik / hereditair Klasifikasi berdasarkan lokasi 1. Scrotal tinggi : 40% 2. Inguinal : 20% 3. Abdominal : 10% 4. Terobstruksi : 30% Patofisiologi Penurunan testis tergantung interaksi faktor hormonal dan mekanok.

Pada bulan ke 3 kehamilan, testis di dalam fossa iliaca. Bulan ke 7 di kanalis inguinalis Bulan ke 8 testis menuju skrotum sehingga pada saat lahir berada dalam skrotum mempertahankan fungsi epididimis dan spermatogenesis oleh karena suhu skrotum 1,5 2 0C lebih rendah dari suhu tubuh Pemeriksaan penunjang Bila testis tidak teraba Dilakukan pemeriksaan untuk menentukan lokasi yaitu dengan USG, CT scan, MRI Untuk menentukan ada tidaknya testis menggunakan uji HcG) Terapi Hormonal (1 2 tahun) < 2 tahun fertilitas 0,7% > 13 tahun fertilitas 14,3% HcG (IM) selama 5 minggu < 1 tahun : 2 x 250 u/minggu 1 5 tahun : 2 x 500 u/minggu > 5 tahun : 2 x 1000 u/minggu bila ditemukan pada bayi baru lahir, tidak dilakukan terapi dulu evaluasi tiap 3 bulan. Umur 10 12 bulan belum turun terapi hormonal keberhasilan terapi tergantung posisi testis sebelumnya umur saat terapi uni/bilateral kriptorkismus Operasi umur + 2 tahun komplikasi infertilitas unilateral 35% subur Bilateral 100% infertil Keganasan 8 15% tumor testis Riwayat kriptorkismus Torsi testis Psikologis