Anda di halaman 1dari 12

PARITY CHECK

Disusun Oleh Andi Susanto DBC 111 0028 Muhammad Kastalani DBC 111 0034 Bayu Setiaji DBC 111 0035 Tomas Leonardo DBC 111 0052 Rudi R Purba DBC 111 0085 Van Ray Hosea DBC 111 0117 Alexander Sirait DBC 111 0119 Harry Ferdinan W Padang DBC 111 0122

Apa itu Parity Check ??

Parity Check merupakan sebuah rangkaian yang berfungsi untuk mengecek urutan bit-bit data dan bit parity setelah data itu dikirim atau ditransmisikan. Parity Check akan menghasilkan nilai antara 0 dan 1 untuk menunjukkan indikasi kesalahan pada saat bit diterima. Dimana saat hasil = 0 , itu berarti bit-bit data yang diterima itu benar, dan jika 1 berarti salah. Parity Check ada pada bagian Reciver.

Apa itu bit Parity ??


Bit Parity merupakan bit yang ditambahkan pada urutan bit-bit djata yang akan dikirim. Tujuan memberikan bit tambahan adalah untuk memastikan bahwa bit-bit data yang dikirim itu tidak berubah sampai ke penerima. Dan untuk memastikan bit piraty itu tidak berubah adalah piraty check. Perubahan nilai bit terjadi karena noise (sinyal liar)

Jenis bit Parity ??


Berdasarkan jumlah bit dengan nilai 1, Bit Piraty ini dibagi menjadi 2, antara lain: 1. Odd Parity 2. Even Parity Dengan kedua inilah dasar kita untuk menambahkan 1 bit ke bit-bit data.

Odd Parity
Odd Parity sering disebut parity ganjil. Nilai bit yang akan kita tambahkan dengan Odd Parity ini yaitu dengan melihat banyaknya bit 1 pada bit-bit data. Jika banyaknya bit 1 berjumlah ganjil, maka nilai bit yang akan kita tambahkan adalah 0. Jika banyaknya bit 1 berjumlah genap, maka nilai bit yang akan kita tambahkan adalah 1. Untuk mencari manual bit yang akan kita tambahkan selain dengan cara di atas, dapat dengan menggunakan gerbang logika X-NOR.

Even Parity
Even Parity sering disebut parity genap. Nilai bit yang akan kita tambahkan dengan Odd Parity ini yaitu dengan melihat banyaknya bit 1 pada bit-bit data. Jika banyaknya bit 1 berjumlah genap, maka nilai bit yang akan kita tambahkan adalah 0. Jika banyaknya bit 1 berjumlah ganjil, maka nilai bit yang akan kita tambahkan adalah 1. Untuk mencari manual bit yang akan kita tambahkan selain dengan cara di atas, dapat dengan menggunakan gerbang logika X-OR.

Pertama-tama pengirim akan menambahkan 1 bit parity pada data, untuk menggambarkan karakteristik dari data tersebut. Cara penambahan bit ini dapat dilakukan secara Odd atau Even Parity. Dalam proses pentransmisiannya data tadi dikirim bersamaan (data kita dan parity bitnya) dan kita anggap data dapat terkirim dengan sukses. Pada terminal penerima data kita dibaca dan di dekodisasi (mendefinisikan ulang) dengan cara yang sama seperti saat kita menentuan nilai parity bit di sisi pengirim.

Cara kerja Parity Check

Lalu Hasil dekodisasi tadi dibandingkan dengan parity bit yang tadi sengaja dibawakan oleh pengirim. Apabila hasil pembacaan (Dekodisasi) data terkirim sama dengan Parity bitnya maka data tersebut dapat dianggap benar. Dan apabila diperoleh perbedaan nilai antara hasil dekodisasi dengan parity bitnya maka data dapat di klasifikasikan sebagai data yang error, lebih lanjut terminal penerima akan mengirimkan request pada terminal pengirim untuk mengirimkan ulang data yang terbaca error tadi.

Cara kerja Parity Check

CONTOH
Budi dan Anto sedang chatingan satu sama lain, jelas keduanya sedang bercakap cakap dengan metode berkirim teks. Diasumsikan Metode Pendeteksian Error = Parity Check & Terminalnya Character-Oriented Transmission. Budi Mengetik Kata : Aku. Dalam kode ASCII berarti : A = 1000001 k = 1101011 u = 1010111

CONTOH (cont)
Dalam terminal Pengirim, Kata "Aku" Dianalisa perkarakter "A" lalu "k" lalu "u". Dari masing masing huruf itu masing - masing ditambahkan dengan parity bitnya (Asumsikan kita menggunakan Even Parity). Maka data akan berubah menjadi: A = 1000001 setelah di XOR kan, hasilnya 0. Karena kita menggunakan metode Even Parity, maka Parity Bitnya Bernilai 0, sehingga kode biner huruf "A" ditambah menjadi A = 10000010.

CONTOH (cont)
A = 10000010 k =11010111 u =10101111 Data lalu dikirim dengan format berikut: 10101111_11010111_10000010 Pada saat terjadinya pengiriman ada gangguan sinyal liar (noise) dan ternyata gangguan itu mngubah bit data yang kita kirim, dan nilai bit yang diterima terminal adalah : 10101111_11010111_11000010 Pada sisi penerima data tersebut dibaca sebagai kata " Cku" bukan "Aku, bila tanpa metode pendeteksian error maka data tersebut akan dianggap valid dan tentu saja Anto menjadi kebingungan melihat Tulisan Budi tesebut.

Sekian & Terima Kasih