Anda di halaman 1dari 15

BAB II HASIL DISKUSI

A. JUMP 1 : KLARIFIKASI ISTILAH


1. Domain perkembangan Ada banyak tapi pada denver dibagi 4 besar, yaitu personal sosial (kemampuan beradaptasi dengan orang baru dan berinteraksi adaptif), motorik halus, bahasa (tidak sekedar ocehan, tetapi harus dimengerti, merespon bahasa), dan motorik kasar. 2. Denver II / DDST-R (Denver Development Skrining Test) yaitu skrining perkembangan anak, tidak bisa menilai kompleksitas sosio emosional. 3. Perkembangan yaitu bertambahnya kemampuan, perilaku mental, maturasi organ serta perilaku anak, contoh: berjalan 4. Berjalan ialah tahapan perkembangan setelah bisa berdiri 5. Merangkak ialah tahapan perkembangan 6. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran tubuh akibat bertambah jumlah dan ukuran, contoh : berat badan

B. JUMP 2 : RUMUSAN MASALAH


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Bagaimana tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak normal? Bagaimanan penjelasan Denver II? Bagaimana pemeriksaan perkembangan anak? Apa dan bagaimanan faktor penyebab keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan? Bagaimana cara menangani anak dengan keterlambatan perkembangan? Bagaimana pencegahan dan penatalaksanaan kasus pada skenario? Apa saja contoh gangguan perkembangan? Apa saja pemeriksaan selain denver? Bagaimanan kelainan-kelainan yang dapat menyebabkan keterlambatan?

Jump 3 dan 4

A. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Istilah tumbuh kembang terdiri atas dua peristiwa yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit untuk dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan ukuran, besar, jumlah atau dimensi pada tingkat sel, organ maupun individu. Pertumbuhan bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur dengan satuan berat (gram, kilogram), satuan panjang (cm, m), umur tulang, dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan

nitrogen dalam tubuh). Perkembangan (development) adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. (Soetjiningsih, 1998; Tanuwijaya, 2003). Pertumbuhan mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu perubahan ukuran, perubahan proporsi, hilangnya ciri-ciri lama, serta munculnya ciri-ciri baru. Keunikan pertumbuhan adalah mempunyai kecepatan yang berbeda-beda di setiap kelompok umur dan masing-masing organ juga mempunyai pola pertumbuhan yang berbeda. Terdapat 3 periode pertumbuhan cepat, yaitu masa janin, masa bayi 0 1 tahun, dan masa pubertas. Proses tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik/keturunan adalah faktor yang berhubungan dengan gen yang berasal dari ayah dan ibu, sedangkan faktor lingkungan meliputi lingkungan biologis, fisik, psikologis, dan sosial. Pertumbuhan dan perkembangan mengalami peningkatan yang pesat pada usia dini, yaitu dari 0 sampai 5 tahun. Masa ini sering juga disebut sebagai fase Golden Age. Golden age merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Selain itu, penanganan kelainan yang sesuai pada masa golden age dapat meminimalisir kelainan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga kelainan yang bersifat permanen dapat dicegah.

Proses perkembangan terjadi secara simultan dengan pertumbuhan, sehingga setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. Perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. Perkembangan fase awal meliputi beberapa aspek kemampuan fungsional, yaitu kognitif, motorik, emosi, sosial, dan bahasa. Perkembangan pada fase awal ini akan menentukan perkembangan fase selanjutnya. Kekurangan pada salah satu aspek perkembangan dapat mempengaruhi aspek lainnya.

B. Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan, dan berkesinambungan dimulai sejak pembuahan sampai dewasa. Walaupun terdapat variasi, namun setiap anak akan melewati suatu pola tertentu. Tanuwijaya (2003) memaparkan tentang tahapan tumbuh kembang anak yang terbagi menjadi dua, yaitu

masa pranatal dan masa postnatal. Setiap masa tersebut memiliki ciri khas dan perbedaan dalam anatomi, fisiologi, biokimia, dan karakternya. Masa pranatal adalah masa kehidupan janin di dalam kandungan. Masa ini dibagi menjadi dua periode, yaitu masa embrio dan masa fetus. Masa embrio adalah masa sejak konsepsi sampai umur kehamilan 8 minggu, sedangkan masa fetus adalah sejak umur 9 minggu sampai kelahiran. Masa postnatal atau masa setelah lahir terdiri dari lima periode. Periode pertama adalah masa neonatal dimana bayi berusia 0 - 28 hari dilanjutkan masa bayi yaitu sampai usia 2 tahun. Masa prasekolah adalah masa anak berusia 2 6 tahun. Sampai dengan masa ini, anak laki-laki dan perempuan belum terdapat perbedaan, namun ketika masuk dalam masa selanjutnya yaitu masa sekolah atau masa pubertas, perempuan berusia 6 10 tahun, sedangkan laki-laki berusia 8 - 12 tahun. Anak perempuan memasuki masa adolensensi atau masa remaja lebih awal dibanding anak laki-laki, yaitu pada usia 10 tahun dan berakhir lebih cepat pada usia 18 tahun. Anak laki-laki memulai masa pubertasa pada usia 12 tahun dan berakhir pada usia 20 tahun. Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 0-6 tahun

Umur 0-3 bulan * Mengangkat kepala setinggi 45 derajat * Menggerakkan kepala dari kanan/kiri ke tengah * Melihat dan menatap wajah Anda * Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh * Suka tertawa keras * Bereaksi terkejut terhadap suara keras * Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum * Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak Umur 3-6 bulan * Berbalik dari telungkup ke telentang * Mengangkat kepala setinggi 90 derajat * Mempertahankan kepala tetap tegak dan stabil * Menggenggam pencil * Meraih benda yang ada dalam jangkauannya * Memegang tangannya sendiri * Berusaha memperluas pandangan * Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil * Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik * Tersenyum ketika melihat gambar/mainan yang menarik saat bermain sendiri

Umur 6-9 bulan * Duduk (sikap tripoid-sendiri) * Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan * Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang * Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya * Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1 benda pada saat yang bersamaan * Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup * Bersuara tanpa arti, misalnya mamama, bababa, papapa. * Mencari benda/mainan yang dijatuhkan * Bermain tepuk tangan/ciluk ba * Bergembira dengan melempar benda * Makan kue sendiri Umur 9-12 bulan * Mengangkat badannya ke posisi berdiri * Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi * Dapat berjalan dengan dituntun * Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan/gambar yang diinginkan * Menggenggam erat pensil * Memasukkan benda ke mulut * Mengulang menirukan bunyi yang didengar * Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti * Mengeksprolasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja * Berekasi terhadap suara perlahan/bisikan * Senang diajak bermain ciluk ba * Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal Umur 12-18 bulan * Berdiri sendiri tanpa berpegangan * Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali * Berjalan mundur 5 langkah * Memanggil ayah dengan kata papa, memanggil ibu dengan kata mama (tergantung mengajarinya, kalau diajari memanggilnya ayah ya akan panggil ayah) * Menumpuk 2 kubus * Memasukkan kubus di kotak * Menunjuk apa yang didinginkan tanpa merengek/menangis, anak bisa

mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu. * Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing

Umur 18-24 bulan * Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik * Berjalan tanpa terhuyung-huyung * Bertepuk tangan/melambai-lambai * Menumpuk 4 buah kubus * Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk * Menggelindingkan bola ke arah sasaran * Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti * Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga * Memegang cangkir sendiri, belajar makan minum sendiri Umur 24-36 bulan * Jalan naik tangga sendiri * Dapat bermain dan menendang bola kecil * Mencoret-coret pensil pada kertas * Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata * Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta * Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih * Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta * Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah * Melepas pakaiannya sendiri Umur 36-48 bulan * Berdiri 1 kaki 2 detik * Melompat kedua kaki diangkat * Mengayuh sepeda roda tiga * Menggambar garis lurus * Menumpuk 8 buah kubus * Mengenal 2-4 warna * Menyebut nama, umur, tempat * Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan * Mendengarkan cerita * Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri * Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan * Mengenakan sepatu sendiri * Mengenakan celana panjang, kemeja, baju

Umur 48-60 bulan * Berdiri 1 kaki 6 detik * Melompat-lompat 1 kaki * Menari * Menggambar tanda silang * Menggambar lingkaran * Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh * Mengancing baju atau pakaian boneka * Menyebut nama lengkap tanpa dibantu * Senang menyebut kata-kata baru * Senang bertanya tentang sesuatu * Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar * Bicaranya mudah dimengerti * Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya * Menyebut angka, menghitung jari * Menyebut nama-nama hari * Berpakaian sendiri tanpa dibantu * Menggosok gigi tanpa dibantu * Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu Umur 60-72 bulan * Berjalan lurus * Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik * Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap * Menangkap bola kecil dengan kedua tangan gambar * Menggambar segi empat * Mengerti arti lawan kata * Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih * Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya * Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10 * Mengenal warna-warni * Mengungkapkan simpati * Mengikuti aturan permainan * Berpakaian sendiri tanpa dibantu

C. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Pertumbuhan organ-organ tubuh mengikuti 4 pola, yaitu pola umum, neural, limfoid, serta reproduksi. Organ-organ yang mengikuti pola umum adalah tulang panjang, otot skelet, sistem pencernaan, pernafasan, peredaran darah, volume darah. Perkembangan otak bersama tulang-tulang yang melindunginya, mata, dan telinga berlangsung lebih dini. Otak bayi yang baru dilahirkan telah mempunyai berat 25% berat otak dewasa, 75% berat otak dewasa pada umur 2 tahun, dan pada umur 10 tahun telah mencapai 95% berat otak dewasa. Pertumbuhan jaringan limfoid agak berbeda dengan dari bagian tubuh lainnya, pertumbuhan mencapai maksimum sebelum remaja kemudian menurun hingga mencapai ukuran dewasa. Sedangkan organ-organ reproduksi tumbuh mengikuti pola tersendiri, yaitu pertumbuhan lambat pada usia pra remaja, kemudian disusul pacu tumbuh pesat pada usia remaja. (Tanuwijaya, 2003; Meadow & Newell, 2002; Cameron, 2002 ). Perbedaan empat pola pertumbuhan tersebut tergambar dalam kurva di bawah ini.

Kurva pertumbuhan jaringan dan organ yang memperlihatkan 4 pola pertumbuhan (Dikutip dari Cameron, 2002). Usia dini merupakan fase awal perkembangan anak yang akan menentukan perkembangan pada fase selanjutnya. Perkembangan anak pada fase awal terbagi menjadi 4 aspek kemampuan fungsional, yaitu motorik kasar, motorik halus dan penglihatan, berbicara dan bahasa, serta sosial emosi dan perilaku. Jika terjadi kekurangan pada salah satu aspek kemampuan tersebut dapat mempengaruhi perkembangan aspek yang lain. Kemajuan perkembangan anak mengikuti suatu pola yang teratur dan mempunyai variasi pola batas pencapaian dan kecepatan. Batasan usia menunjukkan

bahwa suatu patokan kemampuan harus dicapai pada usia tertentu. Batas ini menjadi penting dalam penilaian perkembangan, apabila anak gagal mencapai dapat memberikan petunjuk untuk segera melakukan penilaian yang lebih terperinci dan intervensi yang tepat.

D. Cara Pemeriksaan DDST II Tetapkan umur kronologis anak, tanyakan tanggal lahir anak yang akan diperiksa. Gunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. Jika dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah, jika sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. Tarik garis berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Setelah itu dihitung pada masing-masing sektor, berapa yang P dan berapa yang F. Berdasarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan dalam: Normal, Abnormal, Meragukan dan tidak dapat dites. 1) Abnormal a) Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor atau lebih b) Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan Plus 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia . 2) Meragukan a) Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih b) Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. 3) Tidak dapat dites Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. 4) Normal Semua yang tidak tercantum dalam kriteria di atas. Interpretasi dari nilai Denver II Advanced Melewati pokok secara lengkap ke kanan dari garis usia kronologis (dilewati pada kurang dari 25% anak pada usia lebih besar dari anak tersebut) OK Melewati, gagal, atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia antara persentil ke-25 dan ke-75

Caution Gagal atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia kronologis di atas atau diantara persentil ke-75 dan ke-90 Delay Gagal pada suatu pokok secara menyeluruh ke arah kiri garis usia kronologis; penolakan ke kiri garis usia juga dapat dianggap sebagai kelambatan, karena alasan untuk menolak mungkin adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu Interpretasi tes Normal Tidak ada kelambatan dan maksimum dari satu kewaspadaan Suspect Satu atau lebih kelambatan dan/ atau dua atau lebih banyak kewaspadaan Untestable Penolakan pada satu atau lebih pokok dengan lengkap ke kiri garis usia atau pada lebih dari satu pokok titik potong berdasarkan garis usia pada area 75% sampai 90%

Aspek Perkembangan Perkembangan dibagi menjadi 4 aspek, yaitu: Gerak kasar : kemampuan untuk tengkurap, duduk, berdiri, dan berjalan. Gerak halus: kemampuan memegang benda kecil dengan jari-jarinya, mencoret-coret, dan menyusun kubus. Bahasa : kemampuan untuk mengungkapkan perasaan/pikirannya dan berkomunikasi. Sosial dan kemandirian : kemampuan untuk menjalin interaksi dengan pihak lain serta mengurus dirinya sendiri

Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Pemantauan status gizi menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) Gizi normal bila BB di atas garis titik-titik (dalam garis hijau), bila di bawah garis titik-titik dianggap kurang (dalam garis kuning), dan status gizi buruk bila di bawah garis merah Pengukuran BB dan TB dilakukan 3x dalam satu bulan,

sekurangkurangnya setiap 6 bulan sekali

1. Faktor-faktor Pengaruh Tumbuh Kembang 1. Faktor Genetik Merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Yang termasuk faktor genetik: a. faktor bawaan normal & patologik b. jenis kelamin c. suku bangsa Potensi genetik yang bermutu+interaksi lingkungan positif= hasil akhir optimal 2. Faktor Lingkungan a. Lingkungan pranatal

1. Gizi ibu saat hamil 2. Mekanis (trauma, cairan ketuban)

3. Toksin/zat kimia (thalidomide, phenitoin) 4. Endokrin 5. Radiasi 6. Infeksi 7. Stres 8. Imunitas 9. Anoksia embrio b. Lingkungan postnatal 1. Lingkungan biologis (ras/suku, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, kepekaan terhadap penyakit, penyakit kronis, hormon, fungsi metabolisme) 2. Faktor fisik (cuaca, musim, sanitasi, keadaan rumah, radiasi) 3. Faktor Psikososial (stimulasi, motivasi belajar,hukuman yang wajar kelompok sebaya, stres, sekolah, cinta dan kasih sayang, kualitas interaksi orang tua-anak) 4. Faktor keluarga dan adat istiadat a. pekerjaan/pendapatan keluarga b. pendidikan ayah/ibu c. jumlah saudara d. jenis kelamin e. stabilitas rumah tangga f. kepribadian ayah/ibu g. adat istiadat h. agama i. urbanisasi j. kehidupan politik dalam masyarakat

Tatalaksanan penilaian tumbuh kembang: 1. Anamnesa : keluhan orangtua dan riwayat tumbuh kembang (lisan dan tertulis/ kuesioner skrining perkembangan anak). 2. Pemeriksaan : a. Observasi dan pemeriksaan (bentuk mukan, tubuh , tindak tanduk anak, hubungan anak dengan orang tuanya/ pengasuhnya, sikap anak terhadap pemeriksa). b. Pengukuran anthropometri : Rutin : tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkaran lengan. Atas indikasi : lingkaran dada, panjang lengan (armspan), panjang tungkai, tenal kulit (skinfold). 3. Penilaian pertumbuhan. Plot pada kurva pertumbuhan yang sesuai dengan stansar yang dipakai 4. Penialain maturiatas a. Pertumbuhan pubertas (Tanner): Anak perempuan ( payudara, haid, rambut pubis) Anak laki-laki (testis, penis, rambut pubis) Umur tulan (bone age) 5. Penilaian perkembangan : Skrinning dengan instru,em Denver II, Munchen, Bayley, Stanford binner atau lainnya. Pilihlah tes yang paling dikuasai pemeriksa. 6. Pemeriksaan lain yang diperlukan atas indikasi : a. Radiologi : umur tulang (Bone Age), Foto tengkorak, CT Scan/ MRI. b. Laboratorium : darah (umum atau hormonal) urine tergantung penyakit atau kelainan organik yang mendasari. c. Fungsi pendengatan (TDD) d. Fungsi penglihayan (TLD), Funduskopi, lapang pandang e. Pemeriksaan potot (EMG) 7. Klasifikasi / diagnosis kerja : Setelah dilakukan skrinning kemudian perlu ditetapka apakah anak termasuk kategori normal atau menyimpang (teralambat atau terlalu cepat dibandingkan dengan standar ) 8. Rujukan

Menetapkan indikasi rujukan : dirujuk kemana danpersiapan apa saja yang diperlukan. Perlu dipersiapkan pada intervensi/tindkan infasif : information of consent kemudian disusul informed consenst.

2. Mengacu pada jawaban pada tahap-tahap perkembangan, balita normalnya dapat berjalan pada usia 9-12 bulan. Sedangkan balita dapat berbicara normalnya pada usia 1 tahun, dimana balita mampu mengucapkan dua atau tiga patah kata yang punya makna. Sehingga pada kasus di scenario, dimana balita berusia 2,5 tahun belum dapat berjalan dan berbicara maka balita tersebut mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Namun untuk mengetahui lebih lanjut perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan Denver II.

DAPUS Miriam Stoppard. 1995. Complete Baby & Child Care. Australia: Viking. Chamidah N A (2009). Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak. FK UNY http://eprints.uny.ac.id/878/2/deteksi_dini_gangguan_tumbang.pdf (diakses Maret 2012) Tanuwijaya, S. 2003. Konsep Umum Tumbuh dan Kembang. Jakarta: EGC Cameron, N. 2002. Human Growth and Development. California: Academic Press. Meadow, R dan Newll, S. 2002. Lecture Notes Pediatrica. Jakarta: Erlangga.