P. 1
Obat-obatan Aritmia

Obat-obatan Aritmia

|Views: 59|Likes:
dah ya ahaha
dah ya ahaha

More info:

Published by: Iqbal Tetsuzaimon Fullbuster Law on May 01, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

Obat-obatan Aritmia

Obat-obatan Aritmia dibagi menjadi
 Kelas 1 : yang berfungsi memblokade kanal Na pada membran sel sehingga menurunkan kecepatan maksimal depolarisasi ( Vmaks ) pada fase 0, sehingga tidak tejadi potensial aksi baru yang berarti mencegah timbulnya ekstrasistol.tergantung dari intensitasnya meblokade kanal Na tersebut. Kelas 1 dibagi menjadi :
 Klas 1A : kinetik kerjanya intermediate, memperpanjang masa repolarisasi potensial aksi. Menurunkan Vmaks pada semua heart rate. Contoh : kuinidin, prokainamid, disopiramid.  Klas 1B : kinetik kerjanya cepat dan memperpendek repolarisasi potensial aksi hanya ringan. Mempunyai efek yang ringan terhadap kasus dengan heart rate rendah, tetapi mempunyai efek lebih besar pada kasus dengan heart rate tinggi. Contoh : lidokain, meksiletin, fenitoin, tokainid.  Klas 1C : kintik kerjanya lambat dan mempunyai efek kecil terhadap repolarisasi potensial aksi. Contoh :propafenon, flekainid, lorkainid.

 Pada penelitian obat2an klas 1 ini tidak menunjukan penurunan angka kematian secara signifikan dibandingkan dengan kontrol.

dengan mencegah terjadinya suddent cardiac death dan IMA berulang. Klas 3 : golongan ini memblokade kanal kalium sehingga repolarisasi potensial aksi diperpanjang dan pada EKG dapat dilihat dengan perpanjang QT. obat ini menekan terjadinya VA kompleks. Contoh : verapamil. memperpanjang refrakter nodus AV. sotalol ( termasuk gol. . Memperlambat kecepatan konduksi dan memperpanjang masa refrakter dari jaringan dengan potensial aksi yang slow respos misal Nodus AV. Pada pasien dengan VT bila diberikan virapamil dapat menyebabkan kolaps hemodinamik. Penyekat beta ). Pemberian penyekat betapada pasien pasca IMA menunjukan penurunan angka mortalitas secara signifikan. Gol ini tidak bermanfaat pada VA kompleks. bretilium.   Klas 2 : obat anti simpatik : menurunkan otomatisasi nodus SA. Contoh : amiodaron. misal propanolol dan lainya. diltiazem. Golongan ini menurunkan kejadian terjadinya ventricular activity ( VA ) complex termasuk VT. Golongan ini adalah peyekat beta. dengan memperlama periode refrakter. Kelas 4 : antagonis kalsium.

Golongan 1A • Nama obat : – Kuinidin – Prokainamid – disopiramid .

KUINIDIN  Faramakodinamik :  Meningkatkan irama sinus melalui penghambatan kolinergik. .  Mempunyai sifat penyekat reseptor α vasodilatasi. atau secara refleks meningkatkan aktivitas simpatis meningkatkan kecepatan sinus dan memperkuat konduksi nodus AV.

 Farmakokinetik :  A : kuinidin sulfat ( absorsi cepat dan kadar puncak plasma 60 – 90 menit ). kecuali otak. blokade atau henti SA. efek toksik terhadap jantung menjadi berat blokade AV derajat tinggi.  Sinkop atau mati mendadak. .  Sediaan.  Efeksamping :  Kadar obat yang tinggi. Didistribusikan ke seluruh jaringan. dosis. keadaan tertentu dapat IM atau IV. Vol distribusinya 2-3 liter/kg. kadar puncak plasma 3-4 jam )  D : 90% terikat protein plasma.  Dosis oral biasa : 200-300 mg ( 3 atau 4x sehari ). cara pemberian :  Hanya tersedia per oral. eksresi oleh tubuli proksimal. Waktu paruh eliminasi 6 jam.  M : sebagian besar di hati  E : filtrasi oleh glomerulus. Kuinidin glukonat ( penyerapan lambat kurang sempurna. Ekskresi diperkuat bia urin asam. aritmia ventrikel atau asistol.  Sindrom wolff-parkison-white = obat ini memperlambat konduksi dan meningkatkan refraktor serabut tambahan mencegah serangan PSVT.  Penggunaan terapi :  Pengobatan takikardi supraventrikular proksimal.

 Kadar plasma efektif untuk aritmia antara 3-10 ug/ml. Kadar puncak 45-70 menit ( kapsul ). kecuali otak. halusinasi.  Farmakokinetik :  A : cepat hampir sempurna pada per oral.  D : sekitar 20% terikat protein plasma. Ditribusi seluruh jaringan. sedikit lebih lambat ( tablet ).Prokainamid  Farmakodinamik :  Menurunkan kecepatan picu serabut purkinje. Eliminasi dalam bentuk utuh.  M : hati  E : ginjal. dosis. menurunkan ekskresi. psikosis.  Sediaan.  Efeksamping :  Takikardi paradoksal ventrikel akibat perlambatan frekuensi denyut atrium pd fibrilasi atrium. kadang lebih tinggi. cara pemberian :  Tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul ( 250 – 500 mg ). Peningkatan pH urin. sebagai tablet lepas lambat ( 2501000 mg ).  Hipotensi  Pusing. depresi. .  Suntikan prokainamid hidroklorida berisi 100 atau 500 mg/ml = IM dan IV. Vol distribusi 2 liter/kg.

Golongan 1B  Nama obat :     Lidokain Fenitoin Tokainid Meksiletin .

 Kadar efektif : dosis 0.  M : detilasi di hati menghasilkan metabolit aktis dan tak aktif. vol distribusi 1 liter/kg.  Hiperpolarisasi dan peningkatan kecepatan konduksi.  E : waktu paruh eliminasi sekitar 100 menit. Klirens lidokain mendekati kecepatan aliran darah di hati perubahan aliran darah hati mengubah kecepatan metabolisme.  Menigkatkan arus K+ keluar sel. Dosis berikutnya ( 5 menit kemudian ) ≤ 200300 mg dalam waktu 1 jam.  D : 70% terikat protein plasma.7-1.Lidokain  Farmakodinamik :  Menekan automatisasi serat purkinje yang terdepolarisasi dan teregang. Distribusi ce[at.4 mg/kgBB IV. cara pemberian :  Tersedia dalam larutan untuk IV. dosis. Hampis semua diserap jika pemberian IM.  Sediaan. .  Farmakokinetik :  A : mengalami metabolisme ekstensi sewaktu melewati hati hanya 1/3 yang dapat mencapai sirkulasi sistemik.

kejang dan henti nafas harus segera diturunkan dosisnya. mengantuk dan agitasi ). disorientasi. kedutan otot. bedah jantung terbuka. digitalis.  Efeksamping :  Pada kadar tinggi pendengaran berkurang.  Utama : pada ssp ( disosiasi.  Efektif terhadap aritmia ventrikel yang disebabkan infrak miokard akut. parestesia. . Penggunaan terapi :  Aritmia ventrikel.

 IV : 100 mg fenitoin yang diberikan tiap 5 menit sampai aritmia terkendali atau timbul ES. karena fenitoin memiliki waktu paruh yang panjang.5 mg/kgBB .Fenitoin  Farmakodinamik :  Mempengaruhi serabut aferen vagus.  Peroral. dosis. IV fenitoin diebar cepat ke jaringan. cara pemberian :  Peroral atau IV secara intermitten. Biasanya dosis : 700mg. .  D : 90% terikat protein plasma ( albumin ).  M : lambat dan tidak dipengaruhi aliran darah hati.  Sediaan. dosis pemeliharaan : 4-6 mg/kgBB.  Menekan serabut eferen saraf simpatis jantung yang terangsang pada intosikasi digitalis. Absorpsi setelah suntikan IM lambat dan tak sempurna. Hari 1 : 15mg/kgBB.  E : dieliminasi melalui hidroksilasi dari hati dan metabolitnya tidak berkhasiat. hari 2 : 7.  Farmakokinetik :  A : absorpsi pada sal cerna lambat dan tak menentu. dimulai dengan dosis tinggi.  Kecepatan suntikan ≤ 50 mg/menit. jarang ≥ 1000mg.

 Mengurangi kejadian aritmia ventrikel dalam tahun pertama setelah infrak miokard bila kadar plasma dipertahankan diatas 10 ug/ml dengan dosis 400-500 mg/hari  Efektif untuk aritmia ventrikel karena intoksikasi digitalis. Penggunaan terapi :  Aritmia ventrikel dan atrium yang disebabkan digitalis. infrak miokard.  Efeksamping :  Gejala SSP ( mengantuk.  Efektif mengatasi aritmia ventrikel yang timbul setelah bedah jantung terbuka. vertigo. nistagmus. . ataksia dan mual ).

Golongan 1C  Nama obat :  Flekainid. .  Enkainid  Propafenon.

dosis. 100 dan 150 mg. pemberian 2 atau 3 x sehari. masa refrakter efektif di serabut purkinje.  Dosis yang tinggi = gangguan pengelihatan pada 10-15% pasien. .  M : hati.  Efeksamping :  Gagal jantung diperberat.  E : 40% dalam bentuk utuh dalam urin.  Sediaan.  Menimbulkan disfungsi sinus.  Farmakokinetik :  A : hampir sempurna setelah per oral.  Memperpanjang masa refrakter nodus AV dan serabut tambahan. Kadar puncak plasma 3 jam.cara pemberian :  Tablet 50. lama potensial aksi.Flekainid  Farmakodinamik :  Efeknya relative kecil terhadap repolarisasi.  Dosis dapat dinaikan tipa 4 hari dengan menambahkan 100 mg/hari ( max 400-600 mg/hari).

 Esmolol.Golongan 2  Nama obat :  Propanolol. .  Asebutolol.

TD dan tekanan arteri pulmonalis. E : waktu paruh eliminasi 4 jam. Meniadakan respons premature beramplitudo rendah. Merepolarisasi jaringan yang terdepolarisasi. tapi metabolisme lintas pertama bioavaelabilitas menjadi 25 %. Penghentian mendadak pada pasien angina pektoris memperberat angina dan aritmia jantung dan menimbulkan infrak miokard akut. Per oral = pengobatan aritmia jagnaka lama. Darurat = IV. Eliminasi berkurang jika darah ke hati berkurang.Propanolol  Faramakodinamik :                Meningkatkan arus masuk ion K+. dosis : 1-3 mg dalam bebrapa menit disetai pemantauan EKG. dosis. Blok AV atau asistol karena hambatan konduksi di nodus AV. Pada kadar Na+ ( efek stabilisasi membran ).  Faramakokinetik :  Sediaan. Efek terapi jika kadar plasma ( 20-1000 mg/ml ) Dosis : 30-320 mg/hari. cara pemberian :  Efeksamping : . Hipotensi. Gagal ventrkel kiri. A : baik. Biasanya diberikan 3 sampai 4 x sehari.

 Amiodaron.Golongan 3  Nama obat :  Bretilium.  Satolol. .

karena merupakan ammonium kwarterner.  Mencegah pelepasan NE.Bretilium  Farmakodinamik :  Repolarisasi dan peningkatan kecepatan konduksi pd daerah yang terdepolarisasi dengan cara melepaskan katekolamin. cara pemberian :  Larutan 50mg/ml. Berikutnya dosis diberikan 1-2 jam bila aritmia blm teratasi / 6 jam sekali untuk pemeliharaan.  E : IM eliminasi hampir semuanya mml ginjal.  Sediaan. dosis.  Awal pemberian meningkatkan kontraktilitas miokard.  Perlu diencerkan menjadi 10 mg/ml. . pasien pada gagal jantung naik menjadi 15-30 jam.  Dosisnya 5-10 mg/kgBB per infuse selama 10-30 menit. ttp dapat menimbulkan hipertensi ortostatik. Waktu paruh 9 jam.  Farmakokinetik  A : per oral buruk. tanpa metabolisme.

 Efeksamping :  Hipotensi.  Fibrilasi ventrikel. .  Takikardi ventrikel. Pengguanaan terapi :  Aritmia ventrikel yang megancam jiwa.  Mual dan muntah. yang gagal di obati degnan obat anti-aritmia seperti lidokain dan prokainamid.

Waktu paruh 10-11 jam.Satolol  Farmakodinamik :  Menurunkan automatisasi. hanya sedikit yang terikat protein plasma.  D : kadar max plasma dicapai 2-3 jam. Bioavaelabilitasnya hampir 100%.  E : urin dalam bentuk tak berubah.  Sediaan.disosi.  Keberhasilan terapi dinilai dengan pencatatan EKG selama 24 jam degnan stimulasi ventrikel terprogram. karena obat ini merupakan β-bloker.  Farmakokinetik :  A : cepat per oral.  Penghambatan adrenoreseptor-β menurunkan fungsi jantung pada pasien yang curah jantungnya dipertahankan oleh aktivitas simpatis.bila perlu dosis ditambah tipa 3-4 hari.cara pemberian :  Aritmia ventrikel 2 x 80-320 mg.  Dosis awal 2 x 80mg/hari. .

.  Efeksamping :  Gagal jantung ( 1% ).  Takikardi supraventrikular paroksisimal.5% ).  Bradikardi ( 13% ). Penggunann terapi :  Obat utama pada aritmia ventrikel yang maligna.  Proaritmia ( 2.  Fibrilasi atrium.

 Diltiazem. .  Adenosin.  Magnesium.Golongan 4 ( antagonis kalsium )  Nama obat :  Verapamil.  Obat lainnya :  Digitalis ( digoxin ).

. gagal jantung berta.  M : dimetabolisme di hati setelah pemberian oral.  Kontraindikasi :  Pasien hipertensi. menurunkan kecepatan depolarisasi fase 4 di serabut purkinje.  Framakokinetik :  A : kira-kira 7 jam. WPW sindrom dan takikardi ventrikel. sindrom sinus.Verapamil dan diltiazem  Farmakodinamik :  Efek elektro kardiografi : memperlambat kecepatan ventrikel pada fibrilasi atrium dan meningkatkan interval PR. bioavaelabilitasnya hanya 20%.  Indikasi :  Aritmia.  Menurunkan kecepatan konduksi nodus AV dan memperpanjang massa refrakter fungsiolanal nodus AV.  Efek eltrofisologi : memperlambat pembentukan imupuls di nodus SA.

 Verampamil/diltiazem + reserpin/metildopa mendepresi sinus memperhebat bradikardi sinus. Efeksamping :  Saluran cerna : konstipasi. .  Interaksi :  Verampamil + beta bloker /digitalis menimbulkan bradikasrdi/ blok AV yang nyata.  Dosis :  Verampamil : 5-10 mg IV selama 2-3 menit.  Pada pasien degnan takikardia vetrikel : hipotensi berat atai fibrilasi ventrikel.  Pada pasien degnan WPW dan FA : meningkatkan frekuensi denyut ventrikel.  Diltiazem : 60-90 mg tipa 6 jam untuk pencegahan PSVT.

hipokalemia. D : distribusi luas dalam jaringan termasuk SSP. E : ginjal dan usus feses. obstruksi hipertrofik. .  Kontraindikasi :  Bradikardi.  Indikasi :  Fibrilasi atrium pada gagal jantung. M : di hati.Digitalis ( digoxin )  Farmakodinamik :  Menghambat aliran kalsium di nodus AV dan aktivasi aliran kalium yang diperantarai asetilkolin di atrium.  Efek tidak langsung hiperpolarisasi.  Ventrikel takikardi.  Farmakokinetik :     A : absorbsi baik dalam tubuh. kardiomiopati. dan peningkatan masa refrakter di nodus AV mengakhiri aritmia pada nodus AV dan mengendalikan denyut ventrikel pada FA. WPW. pemendekan potensial aksi atrium. blok AV drajat 2 & 3.

 Interaksi :  Digitalis + kalium mengurangi efek digitalis terutama toksik.0.  Digitalis + magnesium perubahan elektrolit tubuh. Efeksamping :  Henti jantung  Dosis :  0. .25 mg.  Digitalis + kalsium aritmia.125 mg.

 Menghambat efek elektrofisologi AMP siklik yang meningkat karena stimulasi simpatis dapat menurunkan aliran ion k+ memperpanjang masa refrakter nodus AV.  D : transport aktif kedalam semua sel.  Farmakokinetik :  A : absorbsi T ½ dalam beberapa detik. muka merah.  Dosis :  pemberian secara bolus intravena 6 mg.  Indikasi :  Takikardi ventrikel.  M : dimetabolisme oleh enzim DA minase menjadi metabolit tidak aktif. hipotensi. pernafasan sinkat atau dada seperti terbakar.Adenosin  Farmakodinamik :  Mengaktifkan aliran ion kalium yang sensitive asetilkolin di atrium. mual dan kesemutan. hiperpolarisasi dan perlambatan otomatisasi normal. sinus dan nodus AV menghasilkan pemendekan lama potensial aksi.  Jarang : sakit kepala. . PSVT  Efeksamping :  Asistol sementara. bila perlu dengan dosis 12 mg.

REFF : BUKU FARMAKO UI DAN BUKU IPD UI. INTERNET .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->