BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Terapi sulih hormon (hormone replacement therapy – HRT) merupakan jenis obat yang paling banyak diresepkan bagi wanita postmenopause di negaranegara maju. Para wanita menggunakannya untuk mengatasi gejala menopause.1 Setiap tahun jumlah wanita postmenopause akan semakin meningkat dan pada tahun 2030 jumlah wanita postmenopause diperkirakan sebesar 1.200 juta jiwa. 2 Kecenderungan peningkatan jumlah wanita yang mengalami menopause berdampak pada peningkatan masalah kesehatan sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas wanita pascamenopause. Tata laksana menyeluruh untuk permasalahan ini sangat diperlukan, termasuk di dalamnya penggunaan terapi sulih hormon, baik berupa estrogen saja maupun kombinasi estrogen dan progesteron. Akhir – akhir ini banyak yang menggunakan terapi kombinasi estrogen dan progesteron karena pemberian estrogen saja dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperplasia bahkan karsinoma endometrium, sedangkan progesteron digunakan sebagai tambahan untuk mengurangi resiko tersebut. Seperti halnya obat – obat hormonal sintetik yang lain, terapi kombinasi sulih hormon ini juga mempunyai beberapa efek samping yang secara tidak langsung dapat menurunkan kualitas hidup wanita postmenopause. Oleh karena itu perlu dikaji tentang pengaruh terapi kombinasi estrogen dan progesteron terhadap kualitas hidup wanita postmenopause. B. Tujuan Mengetahui pengaruh terapi kombinasi estrogen dan progesterone terhadap kualitas hidup wanita postmenopause.

1

Merupakan waktu dengan siklus menstruasi yang tidak teratur sebelum terjadi amenore. yaitu dimulai dari amenorea spontan sampai 12 bulan kemudian. 3 Menopause merupakan kegagalan ovarium. Fungsi ovarium yang menurun 2 . dan androgen ovarium. Perimenopausal: 2-12 bulan sejak menstruasi terakhir. Definisi Menopause adalah berhentinya menstruasi secara permanen akibat tidak bekerjanya folikel ovarium.6 KLIMAKTERIUM 35 45 Klimakterik Awal 55 Perimenopause 65 Klimakterik Akhir Gambar 1. Gejala Keluhan-keluhan pada wanita perimenopause muncul akibat suatu proses alami dari penuaan. progesteron. yaitu: klimakterik awal (35-45 tahun). dan dibagi menjadi 3 bagian untuk kepentingan klinis. Beberapa ahli menyebutkan bahwa istilah perimenopause meliputi wanita pada usia 45-65 tahun. Postmenopausal: >12 bulan sejak menstruasi terakhir. Proses penuaan menyebabkan proses degenerasi sel-sel tubuh termasuk di dalamnya adalah organ ovarium. ditandai dengan tidak adanya estrogen. 3. Sehingga untuk menentukan onset dilakukan secara retrospektif. bisa terjadi bisa tidak.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. MENOPAUSE 1. Premenopausal : <2 bulan sebelum menstruasi terakhir 2.4 Istilah yang sering digunakan untuk membagi masa klimakterik: 5 1. Masa Klimakterium 2. Sebuah kepustakaan menyebutkan bahwa masa klimakterik berlangsung selama 30 tahun (usia 35-65 tahun). perimenopause (46-55 tahun) dan klimakterik akhir (56-65 tahun).

Penurunan fungsi hipotalamus dan hipofisis mempengaruhi kerja saraf parasimpatis dan sistem saraf sentral yang pada akhirnya menimbulkan gangguan pada neurovegetatif. Gejala vasomotor merupakan keluhan terbanyak yang dilaporkan pasien.menyebabkan penurunan produksi hormon seks yaitu estrogen dan progesteron. Fisiologi sekresi hormon estrogen dan progesteron Berkurang atau hilangnya estrogen dapat menyebabkan gejala vasomotor. Dasar perubahan patofisiologi tersebut berkaitan dengan defisiensi estrogen yang mekanismenya telah banyak diketahui. gangguan mood. Gangguan vasomotor Gejala vasomotor yang terdiri dari gejolak panas (hot flush) dan keringat malam terjadi pada 75% wanita pascamenopause dengan berbagai derajat 3 . neurofisiologis. serta meningkatnya risiko kelainan kronis seperti osteoporosis.7 Dua tipe gejala utama yaitu: 8 a. dan sistem metabolik yang secara klinis muncul sebagai gejala perimenopause. atrofi saluran kemih dan vagina. gangguan tidur. penyakit kardiovaskular dan penurunan fungsi kognitif. Proses degenerasi ini menyebabkan penurunan sistem imunologi dan fungsi sel sehingga mempengaruhi sistem aktivitas siklik ke hipotalamus dan hipofisis. neuromotorik. Gambar 1. depresi.

9 Estrogen mempengaruhi mukosa uretra. Definisi Hormone replacement therapy atau yang diterjemahkan sebagai terapi sulih hormon didefinisikan sebagai : 11 a. Instabilitas ini menimbulkan perubahan yang tiba-tiba berupa vasodilatasi perifer mendadak dan bersifat sementara yang dikeluhkan pasien sebagai gejolak panas yang ditandai adanya peningkatan suhu tubuh pada saat itu. untuk mencegah efek patologis dari penurunan produksi estrogen. b. Terapi menggunakan estrogen atau estrogen dan progesteron yang diberikan pada wanita pascamenopause atau wanita yang menjalani ovarektomi. Dinding vagina akan menipis. Terapi menggunakan hormon yang diberikan untuk mengurangi efek defisiensi hormon. Menurunnya aktifitas seksual juga makin menurunkan lubrikasi dan memperparah atrofi. Keluhan urogenital Defisiensi estrogen menyebabkan atrofi pada uretra dan vagina. TERAPI SULIH HORMON 1. progesteron atau keduanya) pada wanita pascamenopause atau wanita yang ovariumnya telah diangkat. urgency dan disuria. Bila terjadi pada malam hari. otot polos dan tonus alfa adrenergik sehingga terdapat pernyataan estrogen mungkin dapat memperbaiki inkontinensia urin yang terjadi pada wanita pascamenopause dengan difisiensi estrogen. 4 . Efek defisiensi estrogen pada uretra dan kandung kemih berhubungan dengan sindrom uretral berupa frequency.10 B. c. untuk menggantikan produksi estrogen oleh ovarium. dan terjadi atrofi kelenjar vagina. keadaan ini dilaporkan pasien sebagai keringat malam. namun mungkin disebabkan oleh labilnya pusat termoregulator tubuh di hipotalamus yang diinduksi oleh penurunan kadar estrogen dan progesteron. Pemberian hormon (estrogen.8 b. sehingga lubrikasi berkurang dan menyebabkan dispareuni.keparahan. Etiologi gejolak panas masih belum diketahui dengan pasti.

Pengatur pembagian lemak c. Proses pembekuan darah g. Proses metabolik tubuh f. Faktor-faktor libido. terapi sulih hormon diberikan hanya pada pasien menopause dengan keluhan terkait defisiensi estrogen yang mengganggu atau adanya ancaman osteoporosis dengan lama pemberian maksimal 5 tahun. Pigmentasi kulit d. Peningkatan faktor protein h. Pertumbuhan rahim dan lapisan e. cairan tubuh. 19 Berbeda dengan negara barat. faktor pendidikan. sebagai berikut:13 Kehamilan Perdarahan genital yang belum diketahui penyebabnya Penyakit hepar akut maupun kronik atau Penyakit trombosis vaskular Pasien menolak terapi 5 . Kontra Indikasi The American College of Obstetrics and Gynaecologists menetapkan kontra indikasi penggunaan terapi sulih hormon. Epidemiologi Penggunaan sulih hormon di Indonesia masih sangat terbatas. otot polos 4. ekonomi mempengaruhi jumlah pemakaian sulih hormon di Indonesia khususnya dan negara Asia umumnya. 3. Indikasi Berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh North American Menopause Society (NAMS). keluhan yang lebih sedikit dan penerimaan masyarakat terhadap menopause. Pengaturan kadar kolesterol darah i. indikasi primer pemberian terapi sulih hormon adalah adanya keluhan menopause seperti gejala vasomotor berupa hot flush dan gejala urogenital. Pematang alat genital wanita b. Khasiat Hormon Estrogen dan Progesteron a.2. 5. sosial.12 Di Indonesia.

Rejimen ini tepat diberikan pada perempuan pascamenopause. Cara ini akan menimbulkan amenorea. • Estrogen dan progesteron diberikan bersamaan secara kontinyu tanpa terputus. a. yaitu karsinoma payudara. Pada 3-6 bulan pertama dapat saja terjadi perdarahan bercak. 6. Untuk wanita yang tidak menjalani histerektomi. yang mengandung kombinasi antara estrogen dan progesteron. 6 . • Rejimen II. riwayat tromboemboli vena dan penyakit hati akut. Cara Pemberian Sulih hormon dapat berisi estrogen saja atau kombinasi dengan progesteron. Lebih sesuai diberikan pada perempuan pada usia pra atau perimenopause yang masih menginginkan siklus haid. Pilihan rejimen yang digunakan bergantung pada riwayat histerektomi. kanker endometrium. umumnya diberikan kombinasi dengan progesteron untuk mengurangi risiko terjadinya keganasan pada uterus. dengan progesteron diberikan secara sekuensial hanya untuk 10-14 hari (12-14 hari) setiap siklus dengan tujuan mencegah terjadinya hiperplasia endometrium. Estrogen diberikan setiap hari tanpa terputus. Kombinasi sekuensial: estrogen diberikan kontinyu. b. Rejimen I. yang hanya mengandung estrogen Rejimen ini bermanfaat bagi wanita yang telah menjalani histerektomi.Kontra indikasi relatif Hipertrigliseridemia Riwayat tromboemboli Riwayat keganasan payudara dalam keluarga Gangguan kandung empedu Mioma uteri The Hong Kong College of Obstreticians and Gynaecologists 14 menyebutkan beberapa kontra indikasi absolut terapi sulih hormon.

noretisteron. Sediaan estrogen dalam bentuk krim vagina yang berisi estriol. seperti medroksi progesteron asetat (MPA). Progestogen. Bentuk Sediaan Sediaan sulih hormon yang terdapat di Indonesia adalah:15 a) b) c) Estrogen. didrogesteron. progesteron dan androgen sekaligus. Sediaan Kombinasi Estrogen dan Progesteron Pemberian estrogen saja dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperplasia bahkan karsinoma endometrium. estradiol valerat dan estriol. sebab progesteron sangat sulit diabsorpsi meskipun diberikan dalam bentuk mikro. estrogen ekuin konjugasi (CEE). derivat C-21 pregnane seperti medroksiprogesteron asetat. 8. yaitu tibolon Sediaan plester maupun krim yang berisi estrogen berupa 17β estradiol. 1-2 mg 17β estradiol + 1 mg noretisteron asetat. d) e) f) g) Sediaan kombinasi estrogen dan progestogen kontinyu seperti 2 mg 17β estradiol + 1 mg noretisteron asetat. Sediaan yang bersifat estrogen. linesterenol. Sediaan kombinasi estrogen dan progestogen sekuensial seperti 2 mg estradiol valerat + 10 mg MPA. terutama derivat 19nortestosteron seperti norgestrel dan norethindron (noretisteron). didrogesteron. estropipat.7. selain itu juga sebuah laporan kasus menyebutkan bahwa progesteron menimbulkan efek hipnotik sedatif.15 7 . Tiga derivat 19-nortestosteron dengan efek androgenik yang dapat diabaikan yaitu desogestrel. maka wanita yang menggunakan terapi sulih hormon dan tidak menjalani histerektomi diberi progesteron sebagai tambahan. norgestimate dan gestodene belakangan ini mulai digunakan sebagai kombinasi kontrasepsi oral dan sulih hormon. medrogeston dan megestrol asetat merupakan androgen yang sangat lemah. dalam bentuk 17β estradiol. Progestogen memiliki aktivitas androgenik. Untuk keperluan ini digunakan progestogen sintetik. Sebaliknya. 2 mg estradiol valerat + 1 mg siproteron asetat.

pemberian terapi sulih hormon sistemik selama 1 tahun dan kemudian dihentikan total secara berangsurangsur (dalam periode 1-3 bulan) dapat efektif.25 mg Tabel 2. pemakaian jangka lama diindikasikan tetapi lamanya waktu yang optimal tidak diterangkan dengan jelas. lama pemakaian terapi sulih hormon di Indonesia maksimal 5 tahun. Mengacu pada hasil penelitian terbaru dari WHI. tetapi menghilang bertahap setelah beberapa tahun.16 Tabel 1. Hal ini ditentukan berdasarkan aspek keamanan penggunaan terapi sulih hormon jangka panjang. Jenis dan Dosis yang Dianjurkan Berikut adalah dosis yang dianjurkan di Indonesia.625-1. b.5-5 mg 8 . 15. Untuk perlindungan terhadap tulang dan menghindari atrofi urogenital.3-0. Sekuensial 300 mg 10 mg 1 mg 10-20 mg 5-10 mg Kontinyu 100 mg 2.5-5 mg 1 mg 10 mg 2. Dosis Anjuran Sulih Progesteron Jenis Progesteron Medroksiprogesteron asetat (MPA) Siproteon asetat Didrogesteron Normogestrol asetat 10. Setelah penghentian terapi masih terdapat manfaat untuk perlindungan terhadap tulang dan koroner.9. Dosis Anjuran Sulih Estrogen Jenis Estrogen konjugasi 17β estradiol Estradiol valerate Estradiol Kontinyu Oral Oral Transdermal Subkutan Oral Oral Dosis 0. c. Lama Penggunaan Menurut NHMRC17 lamanya pemberian terapi sulih hormon adalah sebagai berikut: a.4 mg 1-2 mg 50-100 mg 25 mg 1-2 mg 0. Untuk penatalaksanaan gejolak panas.

kulit berminyak dan jerawat. namun tidak pada perut. Sedangkan efek samping terkait progestin antara lain retensi cairan. sakit kepala dan mastalgia. kembung. Nafsu makan memang meningkat. Penggunaan progestin kontinyu dapat menyebabkan perdarahan vagina yang tidak dapat diprediksi polanya. Pada pemakaian plester dapat terjadi iritasi kulit. Efek Samping Terapi Sulih Hormon Seperti semua obat lainnya. kram pada tungkai dan sakit kepala. Perlu Gejala Menopause diingat bahwa 45% wanita mengalami kenaikan berat badan pada usia 50-60 Tidak ada Ada tahun meskipun mereka tidak mendapatkan terapi sulih hormon. namun diperkirakan akibat wanita tersebut merasa sehat dan nyaman. terutama pada panggul dan paha. Banyak orang berpendapat bahwa pemakaian terapi sulih hormon dapat menyebabkan penambahan berat badan namun berbagai penelitian tidak membuktikan adanya hubungan antara sulih hormon dengan kenaikan berat badan permanen. mual. Efek samping terkait estrogen berupa mastalgia (nyeri pada payudara).11. Perdarahan vagina merupakan keluhan yang sering ditemui dan meresahkan pasien. Sebanyak 5-20% dari wanita ini bisa pernah mengalami amenorea dan mungkin beralih ke terapi hormon siklik yang memberikan pola perdarahan yang lebih dapat diprediksi. retensi cairan. gangguan mood dan gejala seperti gejala pramenstrual.18 Tidak perlu HRT Faktor risiko osteoporosis (-) Faktor risiko osteoporosis (+) Diskusikan penggunaan HRT dengan pasien 12. Kenaikan tekanan darah dapat terjadi. Perlu untuk menginformasikan kepada pasien bahwa mastalgia tidak berkaitan dengan kanker payudara. Keluhan-keluhan ini menghilang sendiri dalam beberapa bulan atau dengan mengganti jenis dan dosis sulih hormon. dengan atau tanpa spotting selama beberapa bulan. Pemberian terapi sulih hormon mempengaruhi distribusi lemak. namun sangat jarang. Algoritme Penggunaan Terapi Sulih Hormon pada Wanita Menopause20 HRT (-) HRT (+) Periksa densitas mineral tulang Pilihan terapi lain Densitas tulang Normal Densitas tulang rendah Riwayat Kanker payudara Riwayat Keluarga dengan Kanker Payudara Diet dan gaya hidup sehat Pilihan HRT atau alternatif Diskusikan terapi lain. pertimbangkan HRT HRT jangka pendek 9 . sulih hormon dapat menimbulkan efek samping.

keringat malam.5/5. Madge R.13. placebo controlled.625 mg plus medroxyprogesterone acetate 2. dkk dalam jurnal yang berjudul “Health related quality of life after combined hormone replacement therapy” (2008)21 menyatakan bahwa wanita yang menggunakan terapi kombinasi conjugated equine oestrogen 0. nyeri pada sendi dan otot.5/5. Vickers.0 mg peroral yang dikonsumsi satu kali sehari selama 10 tahun mempunyai efek samping pada kejadian penyakit jantung dan thromboemboli vena. Kualitas hidup wanita post menopause semakin meningkat seiring dengan lamanya penggunaan terapi kombinasi hingga bertahun – tahun. tetapi terdapat keluhan nyeri tekan pada payudara dan discharge vagina.0 mg peroral satu kali setiap hari selama satu tahun menunjukkan penurunan gejala menopause yang berupa hot flush. rasa kering pada vagina sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup wanita post menopause. insomnia. Pengaruh Terapi Kombinasi Estrogen dan Progesteron terhadap Kualitas Hidup Wanita Post Menopause Randomised placebo controlled double blind trial oleh Amanda J Welton. 10 . double blind trial menyatakan bahwa terapi kombinasi conjugated equine oestrogens plus medroxyprogesterone acetate 2. dkk dalam jurnal yang berjudul “Main morbidities recorded in the women's international study of long duration oestrogen after menopause (WISDOM): a randomised controlled trial of hormone replacement therapy in postmenopausal women” (2007)22 dengan design multicentre. randomised.

Ph. Hlatky.Perbandingan terapi kombinasi hormon dan terapi estrogen saja dengan conjugated equine oestrogens 0. ataupun hasrat seksual setelah menggunakan terapi kombinasi estrogen dan progestin selama 1 – 3 tahun. dkk dengan probabilistic clinical decision analysis dalam jurnal yang berjudul “Benefits and harms associated with hormone replacement therapy: clinical decision analysis“ (2004)24 menyatakan bahwa penggunaan terapi sulih hormon dengan estrogen dapat mengurangi gejala – gejala yang menyertai kehidupan wanita post menopause sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. dan kekakuan sendi. dkk. sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi estrogen dan progestin tidak mempunyai efek yang bermakna secara klinis pada kualitas hidup wanita post menopause. dkk dengan design randomized.D. Meskipun terapi sulih hormon mempunyai beberapa efek samping namun terapi sulih hormon secara nyata dapat meningkatkan kualitas hidup wanita pasca menopause. Ockene. PhD. kesehatan mental. double-blind trial menyimpulkan bahwa terapi sulih hormon yang digunakan 11 . Cross-sectional study oleh Judith K. Randomised controlled trial oleh Jennifer Hays.625 mg peroral terhadap kejadian penyakit – penyakit yang tersebut diatas menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. tetapi dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara dan kanker endometrium. placebo-controlled. Jurnal yang berjudul “Quality-of-Life and Depressive Symptoms in Postmenopausal Women After Receiving Hormone Therapy” (2002)26 oleh Mark A. MD. gejala depresi. dalam jurnal yang berjudul “Effects of Estrogen plus Progestin on Health-Related Quality of Life” (2003)25 menyatakan bahwa tidak ada efek yang signifikan pada kesehatan. Cosetta Minelli. nyeri. vitalitas. MEd dalam jurnal yang berjudul “Symptom Experience After Discontinuing Use of Estrogen Plus Progestin” (2005)23 menyatakan bahwa wanita post menopause setelah menghentikan terapi kombinasi conjugated equine estrogens plus medroxyprogesterone selama 8 – 10 bulan mengalami gejala vasomotor.

Dampak yang kurang baik ini dapat diatasi dengan pemberian tambahan hormon progesteron untuk memberikan efek yang berlawanan terhadap kerja estrogen. BAB III KESIMPULAN 1. Terapi sulih hormon dengan kombinasi estrogen dan progesteron dapat meningkatkan kualitas hidup wanita post menopause. 12 . Terapi sulih hormon yang hanya menggunakan estrogen dapat menimbulkan dampak yang kurang baik yaitu kanker endometrium dan kanker payudara. dan stroke. Gejala menopause yang dirasakan wanita dapat mengganggu aktifitas seharihari sehingga menurunkan kualitas hidup. risiko terjadi penyakit jantung koroner. Berdasarkan jurnal – jurnal yang tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi sulih hormon dapat menurunkan gejala – gejala pada wanita post menopause sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. 2.selama 3 tahun dapat meningkat kesehatan mental dan mengurangi gejala depresi yang sangat berpengaruh pada kualitas hidup wanita menopause. thromboemboli vena. Kerugian dari terapi sulih hormon berbeda antara wanita yang satu dengan yang lainnya karena setiap wanita mempunyai dosis yang tidak sama dan meskipun telah menggunakan terapi sulih hormon untuk mengatasi gejala klimakterium namun tetap harus waspada terhadap proses keganasan pada payudara dan rahim.

13 . Efek samping terapi sulih estrogen dapat diminimalisir dengan menggunakan terapi kombinasi estrogen dan progesteron.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful