P. 1
RN.12

RN.12

|Views: 176|Likes:
Dipublikasikan oleh Radarnusantara Peduli
Minggu ke II April 2011
Minggu ke II April 2011

More info:

Published by: Radarnusantara Peduli on May 02, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2015

pdf

text

original

Minggu ke II April 2011

E-mail: radarnusantara@yahoo.com

Harga Rp.5000,-

Untuk Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Korupsi
Hubungi Pengaduan Masyarakat KPK: Telp: (021) 2557 8389 Faks: (021) 5289 2454 E-mail: pengaduan@kpk.go.id KPK On-line Monitoring System: www.kpk.go.id
Untuk Informasi Seputar KPK & Pemberantasan Korupsi, Hubungi Biro Humas KPK: Telp: (021) 2557 8498 / Faks: (021) 5290 5592 E-mail: informasi@kpk.go.id Untuk Kritik dan Saran: E-mail: radarnusantara@yahoo.com Sms: 0818418944

REDAKSIKU
Editorial
Pernyataan pihak Komisi Yustisi (KY) terkait soal dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim yang memvonis mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar 18 tahun dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnain mengindikasikan bahwa proses penanganan hukum di Indonesia belum maksimal serta tidak professional. Ketua KY, Eman Suparman menyebutkan bahwa para hakim telah mengabaikan fakta yakni keterangan dari saksi ahli menyangkut peluru dan pistol yang digunakan pelaku. Dari pernyataan KY tersebut mengindikasikan adanya kasus suap sehingga seolah-olah Sindak. SH kasus tersebut ada unsur rekayasa. Akibatnya, sebagai pihak yang bertugas dalam pengawasan hakim, KY dalam waktu dekat akan memeriksa para hakim yang menangani perkara Antasari Azhar. Dengan adanya temuan fakta baru oleh KY tersebut tentu dapat dijadikan oleh tim kuasa hukum Antasari Azhar sebagai bahan untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). M Assegaf salah satu tim kuasa hukum Antasari Azhar mengakui hal itu. Yang menjadi pertanyaan, ada kepentingan apa KY mengeluarkan pernyataan seperti itu yang seolah-olah menuding ada unsur rekayasa atas kasus tersebut. Kenapa baru sekarang diungkapkan hal itu padahal di banding juga sudah menguatkan putusan dari para hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu. Lalu, apakah pernyataannya itu dapat dibuktikan atau hanya sekadar mereka-reka. Kemudian persoalan berikutnya, jika hal ini terbukti atas dasar apa hakim berani memvonis 18 tahun seorang Ketua KPK yang dikenal berani dan tegas serta memiliki segudang ilmu dan pengalaman di bidang hukum. Atas desakan dan tekanan dari pihak mana, dan siapa sehingga seolah-olah hakim terpaksa menjatuhkan vonis terhadap AA yang dituduh sebagai otak pembunuhan berencana Nasrudin Zulkarnain. Satu sisi, seorang Ketua KY dianggap memiliki kredibilitas yang tinggi sehingga tidak mungkin asal bicara tanpa didasari fakta. Masalah ini tampaknya semakin pelik dan serba dilematis. Dan yang pasti, saat ini prosesi hukum di Indonesia kembali tercoreng, apalagi terbukti sesuai yang diungkapkan KY tersebut…

Minggu ke II April 2011

2

PUSAT PENYEMBUHAN TRADISIONAL
LANGSUNG TERBUKTI DITEMPAT, DITANGANI LANGSUNG OLEH PAKARNYA PAK DADANG. S.

Dadang .S. Bin Tomi (Uyut Anom)

Berdasakan keyakinan insya Allah segala penyakit pasti bisa disembuhkan dan akan ada obatnya dan atas ijin Allah salah satunya.

TBC PARU- PARU BUTA / KATARAK LUMPUH / SETRUK MAAG LEMAH SYAH-WAT SERING KEGUGURAN PERJODOHAN KARIER

PENGIN CEPAT PUNYA KETEURUNAN SUSAH PUNYAANAK RADANG USUS PENYAKIT KULIT MUNTAH DARAH SESAK NAFAS / BENGEK DLL

POJOK RANUS
* KY mengatakan ada pelanggaran kode etik hakim dalam kasus Antasari Azhar… - Maksudnya apa ya, mungkin hakimnya kena suap kali… * Sekarang dimana-mana ulat bulu bukan saja di pohon tapi sudah menyerang ke rumahrumah … - Oh ya, di gedung DPR ulat berbulu malah ditonton … * Dunia perbankan saat ini tercemar akibat ulah Malinda Dee dan oknum debt kolektor .. - Lama-lama masyarakat tidak percaya diri nyimpan uang di bank …

ALAMAT : KAMPUNG KAMUNING KARANGNUNGGAL CIBEBER - CIANJUR JAWA - BARAT

HP. 082116683037 - 08174998535
TARIF IKLAN
Iklan halaman Fullcolor (FC) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 40.000.000 Iklan ½ halaman Fullcolor (FC) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 20.000.000 Iklan ¼ halaman Fulcolor (FC) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 10.000.000 IKLAN BW Iklan 1 halaman Blac White (BWE) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 72.000.000 Iklan1/2 halaman Black White (BW) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 36.000.000 Iklan ¼ halaman Black White (BW) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp18.000.000 IKLAN BARIS Rp 300 Per Karakter, Minimal 150 Karakter (Rp 45.000) Maksimal 300 Karakter ( Rp 90.000)

DIBUTUHKAN
Diterbitkan Oleh: CV. Nadya Tama Globalindo Pimpinan Perusahaan: Sindak, SH Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi: Sindak, SH Wakil Pemimpin Umum: Parulian Silalahi, Drs.Benny S Wakil Pemimpin Redaksi: Pahala Redaktur Pelaksana: Alleh Simbolon, Putriman Manalu Redaktur: Jaya Tp. Bolon,S.Sos, Anton, Smjk Bendahara: Wanti, Partini Sekretaris Redaksi: Rohmah, Ayu Dewan Penasehat: Afandi.SH, Manjadi S, SH, Ferdinan.SH, Iyus Faundra.SH,MA, Sahala Tobing.SH.MH, Tuaman.SH, Herawan.SH, Mangapul SH, M.Silalahi.SH.MM, Sudirman.SH, Henri Hutapea.SH, Haposan Marbun.SH, Hotman, Hutagaol, SH,Antoni S. SH, Yunus.SH, Jonny Manulang. SH, Fadlin Saleh, SH, Anggiat Sinurat, SH, MH Dewan Redaksi: Sindak, SH (ketua) Putriman Manalu, Anton Smjk, Ery Safrizal, Drs.Benny S, Jaya.TP.Bolon.Sos, Wilmar Bakara, Herman Pribadi, Jamal, Hotbel M. Libank: R.Pictor Simatupang Sirkulasi: Anto, Adi, Feri R Staf Redaksi: Amirudin,Budiman,Heri, Diana, Hermanto, Ellisa,Edi Hairul, Jul Ardiansyah, Fauzi,Reni, Ardiansyah, Sumartini, Syarif Abdulah,Candra Septiadi,Zulkifli,Agus Darmawan,Antoni Sinaga.SH, Ir.Effendi,Fahrudin, Junaidi,Titin Rukmini, Hotbel M, Alexsander, Jenggo, SH, Bambang, Mulyono, Deni saputra, Rudi.S,Yudika, Mesryani, Wastini.Gatot Nugroho, Jejen, Ketut S, Sukirno.M,Gunawan, Anton Simanjuntak, Krismanto, Parulian.Smjk.se, R,Wijaya.S, Budi Santoso.se, Robert M, Arsyad Elly, Koresponden: Rohmayanti, Andini, Maringan, Yendy Sumadi, Mahendra Rahmadi, Listar,Gestiady, Risman Manihuruk, Jamal T, Eko, Sugimin, Anto, Design/Layout: Ifank (08561245731) Nomor Rekning: Bank Mandiri No Reg. 1250007565427 Bank BRI No.Reg. 013901002099533 Bank BCA No.Reg. 0662467071 An.SP Silalahi SH Redaksi: Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021) 91863377 -70693643 /Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 E-mail: radarnusantara@yahoo.com sindaksilalahi@yahoo.com

Kepala Perwakilan, Biro, Perwakilan Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Palembang, Bengkulu.

as Yang Siap Bekerja Ker
Syarat & Ketentuan : Sehat jasmani dan rohani Punya kendaraan sendiri Minimal D3 semua jurusan Pengalaman minimal 3 tahun dibidang Jurnalis Mempunyai Kendaraan Sendiri Siap bekerja keras

Hubungi: Redaksi Radar Nusantara Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021) 91863377 -70693643 Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 E-mail: radarnusantara@yahoo.com sindaksilalahi@yahoo.com

HUBUNGI: Partini: 081313936905 081510730302 - 93576028 - 96813377

BIRO-BIRO DAERAH: Sulawesi : Jarwo, Irwansyah, Maluku : Budiman, Irian Jaya : Wilman, Budi, Papua : Wati, Herman, Jawa Tengah : Sugiarto, Hartoyo, Jogya : Sulaeman, Danuri, Jawa Timur: Binsar,Reno, Bangkalan: Sudirman.Wanti, Magelang: Kardi,SH.Dasila, Banyuwangi : Budiman,Robi.SE,Blitar: Hasbi.SE, Bojonegoro: Burhan.Bertus.Bondowoso: Sugeng, Gersik: Maulana, Ibrahim Jombang: Kusnadi,Hadiro,Kediri: Sugeng, Ramlan,SH Makasar: Yudi, Arifin, Sorong: Antonius, Yudika, Fakfak: Saor,SH,Didi, Sorong: Leo,Fernando,Mandailing Natal; Julius. SH, Maria. Langkat: Sorta,Jonny Pardede.SE,Karo: Kondy. Elly,Dairi: Imam.SH,Budiman, Asahan: Patar,Gukis,Marta Nias: Samsul, Ikhmal, Bengkulu: Radit, Samsudin, Mardi, Pematang Siantar: Winton Smjk Medan: M. Silalahi (perwakilan) Gorontalo: Nikmal, Wawan, Batam: Presly sitompul (Ka Perwakilan) Perjuangan Sihombing,Serdang Bedage: Edy Saputra, Majalengka: Drs. S. Simatupang (Kabiro), Roy S, Yogi Siregar, Asep Trisno, Carles Erwin, Karawang: Robert Limbong, SH, Habnal, Irawan, Lubuk Pakam: Ericson Sinaga, Nangro Aceh Darusalam: Budiman. Jamin.Ginting. Aceh Tenggara: Edison Nabaan, Mindo.Riau: Robinson Sirait.Waldimar.P, Lampung: Marto,Budiman,Merry, Tulang Bawang: Nirwan, Bali: Henri, Agung, Kepulauan Karimun: Rudolf, S, Togar Manalu, Udo, Bandung: Cecep. Iwan, Cirebon: Carles, Biman, Ciamis: waluyo, Marto, Cianjur: Hasan, Banjar: Yansen Napitupulu, Widiawaty. Bangka Belitung: Rudi. Richat. Manurung. Albiner.Siagian,Banten: Yogi. Sudirman, Lebak: Burhan Samosir. Ricardo, Tangerang: Abner,Yunus, Pandeglang: Justin Simamora, SE. Marlon. Tulang Bawang; Harti, Sahat. SH, Tanggamus: Lambok,Rico.Sarden, Merto: Darwin.SH. Pekan Baru: Aminuddin Sitompul, Palembang: Udin, Padang: Leo, Kalimantan: Roy, Rokan Hilir: Winson Simbiring, Sumedang: Aidin Sinaga, Sardion Lubis, Tanjung Pinang: Yuando Simanjuntak, Antony Hutapea, Tongam P.

Seluruh Wartawan Radar Nusantara Setiap Melaksanakan Tugas, Liputan Dilengkapi Dengan Identitas, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber.

RADAR UTAMA

Minggu ke II April 2011

3

NEGARA HUKUM MEMALUKAN
Jakarta, Radar NusantaraDalam penanganan kasus Antasari Azhar tim investigasi Komisi Yudisial (KY) telah menemukan bukti-bukti pelanggaran kode etik hakim pada gelar perkara Antasari, mulai dari peradilan tingkat pertama, tingkat banding, hingga kasasi.
gak hukum selayaknya ditembak mati bila perlu tembak mati juga semua keluarganya karena telah menghancurkan Negara ini, seperti Negara Cina”, singkatnya kepada media ini. Pantas Dihukum Mati Pernyataan KY tentang temuan adanya indikasi pelanggaran profesionalitas oleh hakim yang menangani pers i d a n g a n Antasari Azhar karena mengabaikan bukti bakal jadi preseden buruk bagi hokum di Indonesia. “Kesimpulan sementaranya adalah ada potensi pelanggaran perilaku hakim, terutama dalam hal profesionalitas karena mengabaikan bukti-bukti kuat,” kata juru bicara KY Asep Rahmat Fajar, belum lama ini. Asep menambahkan, hakim kasus Antasari ini juga mengabaikan keterangan ahli yang terkait senjata atau peluru serta terkait dengan teknologi informasi. “Teknologi informasi ini terkait sms (pesan pendek) dari Antasari.” Atas kesimpulan sementara tersebut, lanjutnya, KY akan melangkah ke tahap berikutnya, yaitu akan meminta keterangan dari para pihak, yakni pelapor, saksi beserta ahli (seperti ahli balistik, IT) hingga terlapor. Tentang kesimpulan sementara di atas, Asep mengungkapkan, KY telah menelaah dokumen pengaduan yang dilaporkan pihak Antasari dan dokumen hasil investigasi. Antasari divonis 18 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terbukti melakukan pembunuhan berencana dan dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP pasal 340 dengan ancaman maksimal hukuman mati. Antasari juga dituduh berbuat tidak senonoh dengan Rhani Juliani, istri siri Nasrudin. Antasari pun dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan membujuk orang lain melakukan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen. Pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi, permohonan Antasari Azhar ditolak. Putusan yang sama ditujukan kepada terdakwa lain, yakni mantan Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wiliardi Wizar 12 tahun, Sigid Haryo Wibisono 15 tahun, dan Jerry Hermawan Lo 5 tahun penjara. Ajukan PK Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak

KY menduga ada pengabaian bukti yang dilakukan hakim. KY pun berencana mengundang para saksi ahli untuk memberikan keterangan terkait buktibukti, termasuk Antasari. Adanya pengabaian bukti penting oleh hakim dalam perkara terpidana kasus pembunuhan berencana Antasari dinilai KY sebagai pelanggaran kode etik dan perilaku hakim. “Sementara ini, ditemukan ada pengabaian bukti-bukti yang dilakukan hakim di tingkat pertama, banding, dan tingkat kasasi. Ini termasuk pelanggaran kode etik dan perilaku hakim,” ujar Komisioner KY Taufik Rachman Syahuri di Jakarta baru-baru ini. Adanya pengabaian bukti, menurut Taufik, terkait kesaksian tim forensik yang tidak menjadi pertimbangan hakim. Temuan KY seperti menyangkut tidak dihadirkan di sidang baju korban. Kasus hukum Antasari yang menjadi tersangka atas meninggalnya Nasrudin meninggalkan pertanyaan hingga saat ini, Antasari yang pernah menjabat sebagai ketua KPK yang berani membongkar kasus-kasus korupsi ini harus menjadi korban kebiadapan para actor yang mampu memporak-porandakan hukum negeri yang semakin runyam. Coky sapaan Anak Bangsa dan Pemerhati Pemerintahan di Kota Bekasi ini mengungkapkan kalau Antasari murni rekayasa hukum.Coky punya alas an tersendiri dimana kuat dugaan bahwa sejak proses awal penyelidikan sudah beraroma kurang sedap dan bau menyengat dimana Jaksa tidak pernah memberikan bukti-bukti kuat baik saksi ahli dan bukti pakayan Nasrudin pada saat kejadian. Kasus Antasari adalah pengalihan kasus Gayus Tambunan terkait penggelapan pajak yang merugikan keuangan Negara trilyunan rupiah ini murni scenario dan Coky berharap dan optimis kalau kasus ini akan terungkap. “Hukum di Indonesia paling gampang dibeli ibarat nasi yang dijual di warung dimana oknum-oknum pene-

keberatan atas kemauan terpidana Antasari Azhar yang berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA). Hal tersebut dikuatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara. Pernyataan tersebut dikatakan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendi, Jumat (8/4). Marwan menegaskan Kejagung sama sekali tidak keberatan atas kemauan mantan Ketua KPK ini meski timnya tengah melakukan eksaminasi (penelitian ulang) terhadap berkasnya saat disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Sekarang, kalau ada keberatan terhadap putusan itu, satu-satunya jalan ya PK itu, itu hak terpidana yaitu Pak Antasari,” ujar Marwan. Lanjut mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus ini, timnya hanya meneliti berkas secara formal dan tidak masuk materi perkara. Apalagi, kasus pembunuhan terhadap Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen telah diputus MA. “Untuk saat ini kami hanya meneliti untuk formalnya berkas itu, sedangkan kelengkapan materiil, menguji tentang pembuktiannya, itu urusan pengadilan. Itu sudah berkekuatan hukum tetap, sampai ke MA Pak Antasari dinyatakan bersalah,” ujar Marwan. Sementara itu, dari hasil eksaminasi sementara, Marwan mengatakan perkara ini berjalan sesuai prosedur. Dari hasil pemeriksaan timnya tersebut, Marwan menilai pernyataan dugaan rekayasa kasus Antasari hanya isu yang dilontarkan Gayus HP Tambunan. “Lho statement itu kan bisa berubah, pagi lain, sore bisa berubah. Pagi tempe, sore tahu. Jangan didengar itu, bisa berubah-ubah Gayus,” tandas Marwan. Seperti diketahui, dugaan adanya rekayasa ini terungkap setelah sebel-

umnya Gayus seusai sidang putusan mengungkap adanya indikasi rekayasa kasus Antasari yang akan menyeret nama jaksa senior Cirus Sinaga. Antasari saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang setelah MA menolak kasasi dan menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara. Sementara dalam waktu dekat KY akan memeriksa hakim yang menangani kasus pembunuhan direkur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. Ketua Komisi Yudisial, Erman Suparman, mengatakan pemeriksaan itu akan dilakukan setelah bukti dan indikasinya lengkap. “Pada akhirnya kami akan melakukan pemeriksaan setelah bukti dan indikasi dilengkapi,” kata Erman di Kantor Presiden. Dalam permasalah ini, lanjut Erman, pihaknya tidak ingin keliru melakukan pemeriksaan. Karena itu keputusan tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu melalui rapat pleno. “Sebab nanti akan menjadi trial by the press, saya tidak boleh menghukum sendiri,” kata dia. Namun, dia tidak menyebut siapa saja piihak yang akan dipanggil terkait dugaan pengabaian alat bukti dalam persidangn itu. “Kami tidak bisa sebut, ini kan asas praduga tidak bersalah,” ujar Erman memberikan alasan. Apakah KY akan memanggil hakim di tingkat pertama sampai pada tingkat kasasi? “Ya kira-kira seperti itu,” kata dia. Meski demikian, pihaknya akan melakukan klarifikasi soal bukti terhadap para hakim tersebut. “Tentu saja akan kami tanyakan,’ kata dia. Kasus yang melibatkan mantan ketua Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) Antasari Azhar itu memang kerap menjadi pertanyaan. Salah satu yang dipertanyakan itu yakni tidak diggunakannya keterangan saksi ahli balistik dan forensik oleh hakim. Padahal keterangan itu sangat dibutuhkan guna mencocokan antara peluru dan pistol

yang dipakai untuk membunuh dengan bukti yang ada. Memang sempat terjadi perbedaan keterangan saksi balisitik dan forensik ketika di persidangan. Ada perbedaan antara peluru yang bersarang di kepala Nasrudin dengan senjata yang digunakan. Perbedaan juga terdapat pada luka tembak di kepala Nasrudin. Sebagaimana diketahui, Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Februari 2010 lalu. Putusan hakim di tingkat banding dan kasasi menguatkan vonis di tingkat pertama menjatuhkan vonis 18 tahun penjara. Antasari divonis bersama-sama dengan Sigit Haryo Wibisono, Williardi Wizar, dan Jery Hermawan Lo. Dia dituding merencanakan pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnain. Mantan Direktur Penuntutan Jampidum Kejaksaan Agun itu kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang. Pada kesempatan terpisah Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa menyatakan putusan hakim hanya bisa dikoreksi oleh Pengadilan bukan oleh temuan Komisi Yudisial. Hal ini dikemukakan Harifin Tumpa menanggapi temuan indikasi Komisi Yudisial tentang kejanggalan dalam proses persidangan kasus Antasari Azhar. Semua hakim memiliki pertimbangan sendiri dalam menjatuhkan putusan, yang harus dihormati karena asas otonomi dan kebebasan hakim. Karena itu menurut Ketua MA temuan Komisi Yudisial yang mengindikasikan adanya pelanggaran kode etik oleh para hakim yang menangani kasus Antasari Azhar tidak akan mempengaruhi putusan terhadap Antasari Azhar. Sebaliknya, mantan kuasa hukum Antasari Azhar, Juniver Girsang menilai, temuan Komisi Yudisial akan sangat bermanfaat untuk membongkar adanya rekayasa dalam kasus yang menimpa mantan Ketua KPK Antasari Azhar. (sind)

RADAR UTAMA

Minggu ke II April 2011

4

Penjualan dan Penebangan Kayu Perhutani Majalengka Saling Tuding
yang sudah dikapling mendapat sinar matahari, anehnya kayu tersebut belum ditumpuk sehingga masih dibiarkan berserakan bagaikan kayu tak bertuan dan rumput di sekitarnya pun tidak dibersihkan.. Diantara petugas lapangan tersebut terjadi saling tuding siapa yang sebenarnya menjual kayu yang berada diluar TPK tersebut, pengakuan pengusaha kepada wartawan telah menjadi bukti bahwa petugas pelaksana lapangan antara mantiri dan kepala TPK tersebut dalam satu malam dapat berubah setelah terjadi konfirmasi kebeberapa pihak sehingga keesokan harinya setelah terjadi konfontir sang pengusaha pun menurut sumber tidak mengaku bahwa DP lima juta tidak diakui. Menurut Kasi Asep Saefudin saat ditemui dikantornya menjelaskan bahwa penjualan kayu hasil penebangan dilingkungan perhutani adalah wewenang BPH Cirebon jika terjadi Casdi menerima uang mungkin saja sebagai uang titipan yang akan diserahkan ke BPH, mengenai kayu yang berada ditempat penggergajian itu tersebut sebanyak 16,6 m3 sudah diketahui pihaknya,dan itu tadinya untuk showing test, yakni kayu yang akan diolah sesuai dengan permintaan pengusaha akan tetapi setelah di gergaji ternyata ukuran OP tidak masuk , mengenai penebangan kayu lingkungan TPK menurut Asep tidak diketahui karena ijinya pun belum ada, saya baru mengetahui dari bapak-bapak ungkapnya. Dengan peristiwa tersebut alangkah uniknya pelaksanaan penebangan kayu di perhutani yang selama ini terkenal sangat ketat dan disiplin karena prosedur yang berlaku, bukankah peristiwa tersebut tidak merupakan pelanggaran karena yang dikelola adalah harta kekayaan Negara yang harus disetorkan kekas Negara. (Tim)

SBY Dukung Penguatan Kelembagaan KY

Majalengka, Radar NusantaraKetatnya proses pelaksanaan penjualan Kayu Perhutani di republik ini merupakan ciri has yang sudah baku diterapkan oleh pejabat perhutani sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang diberlakukan sehingga tidak jarang jika ada pelaku pencurian kayu milik perhutani sudah masuk bui dengan hukuman yang cukup berat sekalipun barang buktinya dalam kapasitas minim.

Akan tetapi lain halnya dilingkungan Perhutani Majalengka Kabupaten mejalengka, akhirakhir ini terjadi penebangan kayu didesa Mekarmulya blok Sukajaya kecamatan kertajati kabupaten majalengka, berdasarkan pantauan Radar Nusantara tidak seketat yang kita bayangkan dimana telah terjadi keganjilan dilapangan diduga sekitar 16,6 kubik kayu berukuran 195 cm berkategori op telah terjadi transaksi dilapangan kesalah satu pengusaha putra daerah desa sukamulia, yang baru dibayarkan uang muka sebesar lima juta rupiah tanpa prosedur yang benar. Penjualan kayu tersebut ter-

ungkap saat kunjungan Radar Nusantara kepabrik penggergajian sebagai pengusaha yang telah ditunjuk Perhutani Majalengka, dimana salah seorang pekerja menyebutkan bahwa tumpukan kayu tersebut telah dibeli bosnya akan tetapi baru berupa uang muka sedangkan harganya belum tau besaranya namun sang pekerja berulangkali menyebut telah dibeli. Mendengar keterangan dari pekerja tersebut Radar Nusantara berusaha menemui sang pengusaha, dalam perbincangan mengiakan keterangan pekerjanya bahwa betul sudah dibeli uangnya diserahkan ke Mantri dan menjelaskan bahwa

dia ditunjuk sebagai pengusaha oleh Pihak perhutani, anehnya setiap dokumen kayu yang sudah sampai dipabriknya belum diserahkan oleh pihak perhutani bahkan tidak ada penjagaan atau mandor dari Perhutani untuk mengawasi barang yang ada di Pabrik tersebut. Untuk lebih mendapat kejelasan tentang dugaan terjadinya kongkalikong penjualan kayu tersebut Radar Nusantara mengkonfirmasi kepada Rohman sebagai pejabat Mantri, dengan jawaban saya tidak pernah menerima uang apalagi menjual itu mungkin oleh TPK Pak Casdi dan itu bukan DP melainkan uang titipan berhubung dana operasional belum ada karena anggaranya belum turun sedangkan dilapangan butuh dana jelasnya, sedangkan menurut Casdi penjualan kayu bukan tugas saya itu urusan BPH Cirebon saya hanya mengawasi kayu yang sudah masuk di tpk sedangkan yang diluar bukan tanggung jawabnya Sedangkan mengenai Penebangan pohon dilingkungan TPK tersebut juga tidak ada kejelasan siapa yang memerintahkan hanya alasanya lingkungan TPK agar tidak terlalu rindang sehingga kayu

Jakarta,Radar NusantaraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik usulan Komisi Yudisial untuk memperkuat kelembagaan KY. Presiden juga mendukung revisi UU KY. “Menurut informasi yang diterima, undang-undang tersebut masih dalam proses di Panja (Panitia Kerja) DPR. Untuk hal ini, Menhuk dan HAM sangat mengakomodasi,” kata Ketua KY Eman Suparman dalam keterangan persnya usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Rabu (13/4) Erman menambahkan, Presiden juga mendukung usulan adanya posisi Deputi KY dalam pertemuan tadi. “Presiden menyambut baik dan telah menginstruksikan Menko Polhukam dan Mensesneg untuk mengkaji kembali dengan Menteri PAN (Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), dan tidak berkeberatan jika itu ada,” papar dia. Selain menyampaikan soal revisi UU Komisi Yudisial, KY juga menyampaikan perihal kesejahteraan hakim yang sudah perlu untuk diperhatikan guna mencegah terjadinya penyimpangan. “Presiden juga menyambut baik,” tegas Erman, Menurut Eman, secara keseluruhan pertemuan tadi membahas tentang bagaimana meningkatkan proses penegakan hukum dengan saling bersinergi. “Penegakan hukum adalah tugas bersama, baik itu lembaga negara maupun masyarakat luas harus bersinergi,” tandas dia. (***)

STOP PERS
Akhir-akhir ini banyak narasumber merasa dirugikan oleh oknum yang mengatasnamakan berita mandiri, namun tidak tercantum di box redaksi. Jika narasumber merasa dirugikan, laporkan segera pada pihak yang berwajib, atau lebih jelasnya hub. Redaksi di: 081289289456 / 0818418944

RADAR UTAMA

Minggu ke II April 2011

5

Kebohongan Itu Terungkap
Jakarta, Radar NusantaraJuru Bicara Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa menyambut baik pengakuan Gayus Tambunan usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menurutnya, pengakuan Gayus menjawab fitnah dan tuduhan yang selama ini dialamatkan ke Aburizal Bakrie.
juru fitnah,” ujarnya. Kepada para pengatur sekenario dan juru fitnah ini, Lalu Mara meminta agar segera menghentikan manuvernya. “Segera bertobatlah para juru fitnah ini, jangan sampai Tuhan marah dan member azab,” tegas dia. Lalu Mara mengatakan dalam manuvernya fitnah ini juga sering melibatkan media massa. Hal ini misalnya terjadi dalam pemberitaan fitnah bertemunya Gayus dan Ical di Bali. Dia mengatakan isu ini sengaja di-setting dan dihembuskan pihak-pihak tertentu. Karena itu, dia mengimbau media agar tidak terjebak dan ikut-ikutan menyebar fitnah. Jangan sampai media dimanfaatkan untuk menyebar kebohongan. “Dari dulu saya bilang pasti ada skenario politik. Pak Ical itu kan pimpinan partai politik. Sekarang akhirnya kebenaran terungkap juga,” tandasnya. Baca selengkapnya: Pernyataan Lengkap Gayus dan Denny Indrayana.

Tifatul Akan Lacak Asal Usul Video Porno yang Ditonton Arifinto

“Akhirnya yang benar terungkap juga. Mau bohong seperti apapun, mau ditutupi seharum apapun suatu hari pasti akan terbongkar juga,” kata Lalu Mara kepada VIVAnews.com, Rabu 19 Januari 2011. Lalu Mara mengatakan, pengakuan Gayus itu menunjukkan bahwa selama ini memang ada desain besar untuk pembunuhan

karakter politisi yang akrab disapa Ical itu. Selama ini, kata Lalu Mara, pihaknya memang menjadi sasaran fitnah yang sangat memojokkan. “Selama ini ada desain besar yang tujuannya untuk membunuh karakter beliau, tapi Tuhan masih sayang beliau dan menunjukkan kebenaran ini. Semoga Tuhan mengampuni para

Alokasi Anggaran Dikuasai Pokir DPRD DKI Jakarta
Jakarta,Radar Nusantaraakhirnya proses pelaksanaan APBD DKI Tahun Anggaran 2011, anggaran titipan dewan berupa pokok-pokok pikiran DPRD DKI pun berjalan dengan mulus. Seperti anggaran yang terkait dengan program pendidikan di Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Keberadaan anggaran itu akan menjadi beban bagi para pemimpin satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Sebab anggaran itu bukan menjadi usulan SKPD, melainkan usuklan dewan. Dikawatirkan berbenturan dengan program kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD. salah satu contoh yakni pelaksanaan lelang pengadaan alat kelengkapan belajar senilai rp 52 miliar di suku Dinas Pendidikan Mengah Kota Administrasi Jakarta Barat. Dalam alokasi anggaran itu, terselip pelaksanaan lelang senilai rp 29 miliar yang merupakan anggaran titipan dewan. padahal, peringatan secara terbuka telah di kemukakan oleh Gubernur Fauzi Bowo dan wakil Gubernur Prijato perihal skala prioritas anggaran di dinas pendidikan. Namun SKPD terkait tak kuasa menolak keinginan dewan. Ketika RN meminta komentar dari kepala suku dinas Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti) Hamid tidak pernah berada dikantornya. bahkan pejabat pembuat kebijakan (PPK) Alex Lasmono berjanji akan memfasilitasi agar bisa ketemu kasudin juga tidak jadi karna alasan sakit. Berdasarkan hasil penulusuran LSM Gerhana (Gerakan Hati Nurani Rakyat), pada pelelangan di sudin Dikmenti Jakarta Barat terdapat delapan jenis proyek yang diumumkan. Lima jenis pekerjaan di antaranya merupakan hasil pokir DPRD. Kelima pekerjaan tersebut adalah pengadaan Alat Pembelajaran Virtual (4D) Biologi senilai Rp 6 miliar, pengadaan Alat Pembelajaran Virtual (4D) kimia senilai Rp 6 miliar, Pengadaan Sarana Pembelajaran MEMS (Multi Educational Interaktif Multy Sistem) Rp 4 miliar, Pengadaan Digital PA Control Sistem Rp 8 miliar dan Pengadaan Alat Praktek Energi Terbarukan senilai Rp 5 miliar. “lelang proyek titipan di Sudin Dikmenti Jakarta Barat tak layak dilanjutkan karena terkesan ada rekayasa. Proyek titipan itu pokir, berarti sudah ada yang punya, untuk apalagi dilelangkan. Hanya formalitas dan hanya menghabiskan energi saja,”ungkap A.manalu ketua LSM Gerhana. Dia menambahkan, bila dilihat jenis pekerjaan pokir yang dilelangkan, proyek pokor tersebur bukan skala prioritas karena masih banyak yang lebih mendesak dan dibutuhkan oleh siswa dan guru demi meningkatkan prestasi siswa. Akibat keberadaan anggaran titipan Dewan itu,40 gedung sekolah yang seharusnya menjalani rehab total dan perbaikan gedung sekolah nyaris roboh,todak terealisasi. ”kita desak pengadaan alat-alat kelengkapan sekolah itu dibatalkan,dan dananya dialihkan untuk menyelesaikan rehab gedung sekolah yang terbengkalai, karena kekurangan dana. Proyek ini wajar dicurigai karena proyek titipan. untuk menghindari rekayasa daerah, kami akan selau meminitorin, dan apabila ada indikasi penyelewengan akan kami laporkan ke KPK. masi menurut para perampok uang rakyat harus dipenjarakan. Sepeti diketahui , angaran titipan atau pokir anggota DPRD berjumlah Rp 2,606 triliun atau sekitar 9,14 persen APBD provinsi DKI 2011. Anggaran pokir tersebut tersebar pada 166 satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)/Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) degan jumlah kegiatan sebanyak yang berjumlah 94 anggota masing-masing diperkirakan mendapat Rp 27,732 miliar. Menggapi hal itu, Anggota Komisi E (bidang pendidikan) DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo seperti yang dilangsir beberapa harian Ibukota menegaskan kalangan dewan mengusulkan pokir sesuai dengan fumgsi budgetingnya. Tentunya melalui penyerapan aspirasi masyarakat, baik secara formal maupun informal. (Jamal/Risman)

Jakarta,Radar NusantaraAnggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS, Arifinto, tertangkap kamera tengah membuka film porno saat mengikuti sidang paripurna di Gedung DPR. Menkominfo, Tifatul Sembiring mengaku merasa miris dan akan melacak asal usul video porno tersebut. “Saya akan segera perintahkan staf untuk melacak asal-usul gambar porno itu. Dari mana sumber asal usulnya kita bisa lacak itu,” ujar Tifatul melalui siaran persnya kepada detikcom, Jumat (8/4/2011). Tifatul sendiri mengaku terkejut dan miris mendengar kabar tersebut. Ia juga menyayangkan hal ini bisa terjadi ditengah sorotan masyarakat kepada DPR. Bahkan, Tifatul khawatir ini akan memperburuk citra DPR. Tifatul mengaku telah mendengar pengakuan dari anggota dewan tersebut. Konon katanya, ia dikirimi email dan saat dibuka ternyata adalah situs porno. Jika hal tersebut memang benar, menurut Tifatul, Arifin bisa dikatakan sebagai korban. “Tapi kalau aktif mencari-cari berarti dia salah,” imbuh mantan Presiden PKS ini. Selama ini kementerian Kominfo selalu aktif memblokir situs porno. Namun tak semua situs tersebut berhasil diblokir. Tifatul mengaku baru 90 persen situs yang berhasil diblokir. “Kuncinya adalah pada masyarakat sendiri harus ada kesadaran untuk menggunakan internet untuk hal-hal positif,” tutupnya. Anggota DPR dari PKS Arifinto yang tertangkap kamera sedang menonton video porno saat rapat paripurna DPR, mengaku jika ia membuka e-mail miliknya karena jenuh mengikuti rapat paripurna. Arifin mengatakan, ia sudah biasa membuka e-mail saat rapat di DPR. Karena dengan membuka e-mail, bisa membantu pekerjaannya. “Saya rasa, kan saya biasa buka e-mail pada waktu rapat, membantu pekerjaan tidak ada masalah,” katanya. Arifin juga tetap menampik tudingan jika ia sengaja menonton video porno. Ia menonton video porno secara tidak sengaja, karena membuka link yang dikirimkan seseorang kepadanya. “Pada waktu saya membuka e-mail, beberapa detik saya membuka, saya dijepret. Seolah-olah sampai kiamat saya nonton,” elak Arifinto. (***)

RADAR UTAMA
Peserta Lulus Seleksi Digugurkan Sepihak

Minggu ke II April 2011

6

Panitia Pengadaan CPNSD Kota Bekasi Jadi “Mafia”
Bekasi,Radar NusantaraPanitia penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) kota bekasi tahun 2010 dituding sejumlah kalangan sarang mafia, tudingan tersebut cukup beralasan karena tindakan panitia dan karakternya melebihi mafia pajak dengan menyalah gunakan jabatan maupun wewenang sebagai pejabat yang merangkap panitia pengadaan CPNSD dilingkungan pemkot bekasi.
Didalam surat Menpan dan RB tercantum jabatan guru pendidikan lingkungan hidup pada SMP Negeri diperlukan kualifikasi pendidikan S1 bidang study pendidikan lingkungan hidup dan akta IV. Sudaryanto lebih lanjut menjelaskan bahwa Menpan menetapkan kuota CPNSD untuk kota bekasi tahun 2010 sebanyak 203, dipengumuman hasil seleksi hanya 186. Saat pemberkasan dari tanggal 20-22 Desember 2010 tidak melengkapi berkas dan dinyatakan gugur 12 orang, penggantinya ditetapkan 12. Sesuai keputusan ketua Panitia CPNSD kota bekasi nomor. 800/30-Pan.CPNSD/ XII/2010 nama Ida Fitriani,S.Si dan Sri Sunarti, SPd tidak ikut gugur. Mengapa setelah kedua peserta yang dinyatakan panitia lulus dan belakangan dianulir oleh panitia, sebaiknya ketua panitia pengadaan CPNSD harus digugat ke pengadilan, tutur Sudaryanto. Sewaktu masalah ini dikonfirmasi Radar Nusantara kepada Ir. Dudi Setiabudhi,MM mewakilkan nya kepada sekretaris panitia Imanudin,SE yang juga kabid adminitrasi badan kepegawaian daerah (BKD). Kepada Radar Nusantara Imanudin,SE yang didampingi stafnya menjelaskan digugurkannya Ida fitriyani dan Sri Sunarti berdasarkan surat kepala BKN nomor.105/1/KR.III/II/2011 tanggal 09 Februari 2011 dan nomor.112/ 1/KR.III/II/2011 tanggal 14 Februari 2011. Imanudin tidak mengakui bahwa kesalahan dilakukan oleh panitia pengadaan CPNSD, panitia sudah bekerja maksimal siang dan malam. Secara umum pihak pantia CPNSD kota bekasi tahun 2010 membuka akses seluas luas nya kepada publik serta transparan, tegas Imanudin seraia menunjukkan data-data CPNSD menyudahi pembicaraan minggu lalu dikantornya. (Anton)

Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen

Sesuai keputusan Menpan tahun 2010 pemkot mendapat kuota CPNSD dari pelamar umum sebanyak 203, dalam pengumuman pendaftaran secara online tahap I ada 14 formasi kosong, diantaranya tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan. Pendaftaran tahap ke II dibuka dari tanggal 26 – 30 Desember 2010, ternyata pendaftar yang memenuhi syarat hanya tiga orang saja yaitu pelamar guru agama hindu. Hingga pendaftaran tahap II ditutup ada 11 formasi tidak ada pelamarnya namun beberapa pelamar yang dinyatakan pihak panitia telah memenuhi persyaratan dan nomor test dikirimkan melalui online. Pengakuan Ida Fitriani kepada salah seorang peserta yang ikut test CPNSD kepada Radar Nusantara menjelaskan, setelah membaca pengumuman formasi penerimaan CPNSD kota bekasi, ada formasi untuk guru SMP pendidikan lingkungan hidup. Ternyata lamaran dinyatakan panitia telah memenuhi syarat dan kartu peserta ujian seleksi dikirimkan melalui internet Nomor:1601566, dalam penetapan hasil test nomor:800/21-Pan.CPNSD10/XII/ 2010 nama Ida Fitrayani juga lulus karena yang mendaftar

dan mengikuti seleksi untuk guru SMP lingkungan hidup hanya sendiri. Ida Fitriani S,Si menambahkan seleksi adminitrasi atau pemberkasan dari tanggal 20 22 Desember, semua berkas lengkap. Namun beberapa hari kemudian saya (red-Ida) dihubungi oleh panitia pak Roni mengatakan bahwa jurusan bidang studi lingkungan hidup tidak sesuai dengan Ijazahnya. Akhirnya dirinya disuruh menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri yang ditulis oleh anggota panitia berinisial Nev. Anehnya didalam pengajuan penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) regional III di bandung berkas turut diajukan, namun dalam SK penetapan 174 CPNSD kota bekasi Nomor: 800/ 35-Pan.CPNSD.10/III/2010 namanya gugur, ujar Ida mengakhiri penjelasannya. Menanggapi masalah ini Drs. Sudaryanto,MPd sekretaris Lembaga Independen Pemantau Pendidikan (LIPDIK) kepada Radar Nusantara mengatakan, sejak pendaftaran diperpanjang masyarakat sudah mengindikasikan akan terjadi praktek kotor dalam penerimaan CPNSD kota bekasi. Ketua panitia CPNSD Ir. Dudi Setiabudhi,

Menanggapi masalah ini Drs. Sudaryanto,MPd sekretaris Lembaga Independen Pemantau Pendidikan (LIPDIK) kepada Radar Nusantara mengatakan, sejak pendaftaran diperpanjang masyarakat sudah mengindikasikan akan terjadi praktek kotor dalam penerimaan CPNSD kota bekasi.
MM yang juga Plt Sekda kota bekasi kurang memahami adminitrasi pemerintahan, terbukti penyusunan formasi tenaga CPNSD yang dibutuhkan pemkot acak-acakan. Termasuk anggota panitia yang bertugas menyortir ijazah para pelamar, padahal dalam surat Menpan dan RB nomor.B/ 2582/M.PAN-RB/10/2010 tanggal 27 Oktober 2010 perihal persetujuan perubahan rincian formasi CPNSD untuk kota bekasi.

Jakarta, Radar NusantraraPengacara Antasari Azhar menyambut positif kesimpulan KY atas penanganan perkara kliennya dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Meski terlambat, pengacara berharap KY bisa mengungkap kejanggalan dalam penanganan perkara tersebut. Salah satu masalah yang terus diminta Antasari dan tim pengacara adalah menunjukkan baju almarhum Nasrudin dalam persidangan. “Berkali-kali kami minta baju korban karena ini sangat penting. Tapi tidak pernah dihadirkan jaksa penuntut umum,” kata Juniver Girsang selaku pengacara Antasari Azhar. Baju ini, kata dia, bisa menunjukkan apakah peluru yang membunuh Nasrudin berasal dari senjata yang selama ini disita kepolisian atau bukan. Sebab, lanjut Juniver, hakim pun tidak memasukkan pertimbangan ahli forensik Munim Idris yang menyebutkan bahwa peluru yang bersarang di tubuh korban berbeda dengan senjata yang disita polisi. “Jika hal-hal ini dipertimbangkan, 100 persen kami yakin Antasari pasti bebas,” kata Juniver. Dalam sidang, menurutnya, jaksa juga tidak bisa membuktikan apakah pesan layanan singkat (SMS) kepada korban memang berasal dari Antasari. “Dalam persidangan bisa dibuktikan kalau Antasari tidak pernah mengirim SMS,” kata dia. Hal ini, kata dia, dibenarkan ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyebutkan nomor telepon genggam Antasari tidak pernah mengirim SMS seperti yang jaksa tuduhkan. “Walaupun telat, mudah-mudahan KY bisa mengungkap kenapa pertimbangan itu tidak dimasukkan.” Tim pengacara, kata dia, sudah menerima undangan KY untuk datang ke kantor KY, Jumat besok pukul 10.00. Sebelumnya, KY menemukan indikasi pelanggaran kode etik dan perilaku hakim yang menangani perkara pembunuhan berencana dengan terpidana Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. KY menduga majelis hakim tingkat pertama hingga kasasi telah mengabaikan bukti penting. (sind)

RADAR PARLEMENT

Minggu ke II April 2011

7

Pelayanan Mutasi Polda Metro Jaya Terapkan Pelayanan Prima
Jakarta,Radar NusantaraKomitmen direktorat lalu lintas polda metro dalam menerapkan pelayanan prima kepada masyarakat dlm rangka turut mensukseskan zero complain atas kritikan pelayanan publik oleh dit.lantas polda metro jaya ditunjukan bukti dengan pelayanan yang dilakukan dengan teliti,cepat,mudah,dan murah.
gin mempersulit.kami berusaha agar masyarakat mendapatkan kepuasan atas pelayanan yang kami berikan ujarnya.Paur mutasi polda Metro Jaya. AKP TARTONO yang kini sedang mengikuti pendidikan SESPIM, dan kini posisinya digantikan sementara oleh Iptu YULI. menurut Iptu yuli tanggung jawab yang telah diamanatkan kepadanya bukanlah pekerjaan yang ringan hal ini membutuhkan semangat etos kerja yang tinggi serta tetap berpegang teguh pada Komitmen sebagai anggota Polri dalam mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat secara khusus para pemohon yang ingin kendaraannya dimutasikan keluar daerah. Lebih lanjut Yuli mengatakan bahwa kepercayaan dari masyarakat merupakan kunci keberhasilan suatu pelayanan. tentunya hal ini membutuhkan pengorbanan dan kerja keras dari para anggota,untuk itu saya terus berpesan kepada anggota saya agar setiap pelayanan menerapkan pelayanan prima serta tidak mempersulit para pemohon ujarnya. Salah satu pemohon agus ,mengatakan kepada Radar Nusantara bahwa dalam pengurusan mutasi Polda Metro Jaya tidaklah sulit seperti yang kita bayangkan setelah saya jalankan ternyata prosesnya gampang dan kalaupun ada persyaratan yang kurang maka petugas memberitahukan dan mengarahkan kepada saya apa saja yang harus saya lengkapi.saya berharap kiranya pelayanan yang sudah baik ini hendaknya dipertahankan dan terus ciptakan inovasi agar masyarakat selalu merasa puas atas pelayanan yang dierikan oleh petugas.ujar agus dengan antusias.( jaya )

Pemerintah Rumuskan 45 Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi
Jakarta, Radar NusantaraRancangan Instruksi Presiden (Inpres) tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi akan selesai tidak lama lagi. Sejauh ini, sudah ada 45 rencana aksi pemberantasan korupsi yang termuat dalam draf rancangan Inpres tersebut. “Sejauh ini, rencana aksi yang tercakup di dalam Inpres ini sudah meliputi 45 langkah,” kata Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, usai rapat finalisasi Inpres yang dipimpin Wapres Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2011). Sejumlah menteri dan pejabat terkait hadir dalam rapat sore hari ini, antara lain Menteri PAN & Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, Menkominfo Tifatul Sembiring, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, dan Kapolri Timur Pradopo. Yopie merinci, ke-45 rencana aksi pemberantasan korupsi itu terdiri dari bidang pencegahan (31 langkah), bidang penindakan (5 langkah), bidang legislasi (4 langkah), pengembalian aset (3 langkah), bidang kerjasama internasional (1 langkah), dan bidang pelaporan (1 langkah). “Rencana aksi ini belum final dan akan bertambah lebih banyak lagi. Sebab, rapat Rabu siang ini juga membahas berbagai usulan tambahan rencana aksi yang akhirnya diterima dan masuk ke dalam draf,” kata Yopie. Yopie menjelaskan, beberapa langkah rencana aksi di bidang perpajakan dan bea cukai dari Kementerian Keuangan juga masuk ke dalam rancangan Inpres ini. Tak kalah penting adalah rencana aksi yang menyentuh perbaikan pengelolaan dan pengawasan lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Ia menambahkan, rencana aksi bertujuan untuk meningkatkan transparansi penanganan perkara di berbagai lembaga penegak hukum, termasuk peradilan pajak. Rencana aksi itu juga berisi langkah-langkah yang lebih rinci dan konkret untuk memperbaiki pengawasan di lembaga-lembaga penegak hukum. “Beberapa butir rencana juga menargetkan perbaikan proses rekrutmen dan penunjukan pejabat tinggi di bidang penegakan hukum, termasuk pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara,” ucap mantan Pemimpin Redaksi Harian Ekonomi Kontan ini. Dilanjutkannya, Wapres meminta semua menteri yang terlibat dalam penyusunan Inpres ini untuk menajamkan kembali beberapa hal yang masih belum terangkum dalam Inpres. Boediono juga meminta penyusunan indikator yang bisa dimonitor secara jelas pada setiap kuartal. “Indikator ini harus dapat menjadi pegangan semua kementerian dan lembaga, dan bisa dijabarkan secara rinci sebagai indikator-indikator utama yang bisa dipantau. Pemantauannya sendiri akan berlangsung secara mikro UKP4,” katanya. (***)

Secara khusus pelayanan Mutasi polda metro jaya yang memberikan pelayanan kepada pemilik kendaraan yang ingin melakukan mutasi keluar dari wilayah hukum polda metro jaya.artinya ini merupakan pelayanan mutasi pusat.dimana syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon seperti: B P K B , K T P, S T N K , C e k Fisik,dan Kwitansi jualbeli.Setelah dilengkapi persyara-

tan tersebut pemohon diwajibkan untuk membayar biaya administrasi di Bank BRI.kemudian diserahkan kepada petugas loket. Adapun lamanya proses pengurusan mutasi tersebut kirakira 14 hari(2 minggu).dari salah satu wawancara petugas loket pelayanan mutasi kepada wartawan Radar Nusantara menegaskan bahwa para petugas selalu siap memberikan pelayanan terbaik,cepat,prima,dan tidak in-

Penyedia Barang Jasa Harus Paham PP 54
Pembukaan Sosialisasi Perpres No. 54/2010 agar hati-hati dengan peningkatkan alokasi anggaran yang selalu meningkat setiap tahun, Karena seiring meningkatnya alokasi dana di masing-masing SKPD harus diikuti dengan out-come yang juga bagus. “Janganlah kita hanya bangga dengan naiknya alokasi anggaran, sebaliknya harus semakin baik kinerjanya, mengingat tanggung jawab yang dipikul juga semakin Selain itu, Suryatati juga menghimbau kepada segenap penyedia barang/jasa untuk mempelajari sekaligus memahami Perpres 54/2010 pengganti Keppres 80/2003 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan seksama. Kemudian mensosialisasikannya di lingkungan tempat tugas masing-masing dan dapat menerapkannya pada setiap kegiatan yang dilakukan. Selama 7 tahun diberlakukannya Keppres 80/ 2003 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah banyak ditemui sanggahan dan penyimpangan akibat dari salah interprestasi aturan. Pemilihan Penyedia Jasa sangat penting dalam proses pembangunan. Karena perannya sebagai titik awal menuju pembangunan yang berkualitas. Dengan terbitnya Perpres ini diharapkan masalah penyimpangan dan persengkokolan yang dilakukan panitia dan peserta tender dapat diminimalisir. Disisi lain, good governance dapat diterapkan, praktek KKN juga dihilangkan dan dapat terciptanya perbaikan kualitas pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Negara, baik APBD Kota, APBD Provinsi maupun APBN. Dari pengamatan selama ini bahwa pelaksanaan pengadaan yang buruk dapat mendorong orang untuk mengutamakan pendekatan kepada pejabat ketimbang memperbaiki manajemennya. Perbedaan pokok dari Perpres No. 54/2010 dengan Keppres 80/2003 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah diantaranya adalah ruang lingkup pendanaan hibah Luar Negeri, jenis pengadaan, dan keharusan melaksanakan E-Procurement , serta keperpihakan kepada usaha kecil. Terciptanya iklim kondusif dalam persaingan usaha, efisiensi belanja negara dan percepatan pelaksanaan APBN/D adalah tujuan perubahan dari terbitnya Perpres No.54/2010 ini. (Iis)

Tanjungpinang, Radar NusantaraWalikota Tanjungpinang Suryatati A. Manan membuka acara Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dimana mengakibatkan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku sejak tang-

gal 1 Januari 2011. Suryatati mengatakan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 harus dilakukan pada Tahun 2011 ini, maka kepada seluruh Lembaga Pemerintah maupun pihak terkait lainnya khususnya para Penyedia Barang/Jasa diharapkan harus siap dan kalau Perpres ini berjalan dengan baik maka dalam Pengadaan Barang/ Jasa di Tanjung Pinang nantinya akan mendapatkan barang yang baik dan berkualitas sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara optimal. Suryatati mengingatkan para Pejabat yang mengikuti acara

RADAR HUKUM

Minggu ke II April 2011

8

KASUS MULTI MEDIA

Disdik, Muhiyddin, Sa’aduddin & Subadri Harus Diperiksa
Tampak jelas permainan dan korban disetting untuk mempertanggung jawabkan kasus Multi Media senilai Rp 3 miliar tersebut.
besar di kalangan lapisan masyarakat Kabupaten Bekasi. Yang mengatakan seharusnya yang bertanggung-jawab atas kasus Multi Media Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi adalah Muhiyddin (PLH Kadisdik), Subadri Iskotop (kontraktor) dan Sa’aduddin selaku bupati. Banyak tudingan miring mengatakan bahwa Muhiyddin dan Sa’aduddin disinyalir bersekongkol dan kenapa bupati menerima usulan pencairan anggaran dari PLH Kepala Dinas Pendidikan? Apakah pejabat PLH berhak mengajukan pencairan annggaran? Banyak terjadi kejanggalan dan kejanggalan itulah yang perlu dipertanyakan Pengadilan Tipikor Bandung. Dimata masyarakat tampak bupati selalu melindungi Muhiyddin, sehingga apa-pun permasalahannya tidak pernah tersentuh hukum dan diduga Muhiyddin menjadi ATM berjalan orang-orang tertentu, demikian keterangan yang diperoleh. Ibarat filsafat Eropah “Homo-homo ni Lupus” dengan arti yang kuat menginjak yang lemah yang kaya menginjak yang miskin. Itulah yang terjadi dan dialami Een Swandi tentang kasus Multi Media Dinas Pendidika Kab Bekasi, yang diduga telah disetting menjadi korban atau dikorbankan mempertanggung-jawabkan masalah tersebut. Ketika hal itu akan dikonfirmasikan beberapa kali kepada Muhiyddin baik melalui telepon genggamnya selalu tidak berhasil, demikian juga kepada Subadri Iskotop selaku pemborong sama-sama nihil susah untuk dihubungi. (pas)

Panda Nababan Minta KY Awasi Majelis Hakim

Cikarang, Radar NusantaraKasus Multi Media di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran (TA) 2008) dinilai banyak kejanggalan, oleh karena itu diminta PLH Kepala Dinas Pendidikan, Kontraktor dan Bupati Bekasi perlu diperiksa dan dihadirkan dipersidangan Tipikor Bandung.

Tampak jelas permainan dan korban disetting untuk mempertanggung jawabkan kasus Multi Media senilai Rp 3 miliar tersebut. Demikian diperoleh keterangan dari berbagai lapisan masyarakat dan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di lingkungan Pemkab. Bekasi. Dipertanyakan wewenang Muhiyddin selaku PLH Kepala Dinas Pendidikan menggantikan Toni Sukarsah (Kadisdik) yang pergi naik Haji ke Mekah, untuk melakukan kebijakan strategis, hingga dapat mencairkan seluruh dana anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk TA 2008. Dikatakan, hal itu dilakukan PLH Kepala Dinas atas pertintah Sa’aduddin Bupati Bekasi, walau dinilai telah melanggar aturan. Olah karena itu berbagai kalangan dan

lapisan masyarakat minta agar PLH Kepala Dinas Pendidikan, Subadri Iskotop selaku Kontraktor yang menguasai semua proyek dan bupati Bekasi harus diperiksa dan ditahan dengan maksud permasalahan tersebut dapat segera tuntas. Sesuai data diperoleh Radar Nusantara jumlah anggaran yang terserap di Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, untuk TA 2008 berkisar Rp 157 miliar lebih, tepatnya senilai Rp 157.825.980.000,-. Anggaran ini dialokasikan untuk ke 5 KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, dan dana itu seluruhnya dicairkan PLH Kepala Dinas Pendidikan selama Toni Sukarsah berada di Mekah, hal itu patut dipertanyakan, dimana dikatakan Muhiyddin telah melampaui wewenangnya sebagai Pelaksana

Harian (PLH) kepala dinas. Kemudian banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi sehingga disebut-sebut Een Swandi yang kini telah ditahan di Waru dan dipersidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung telah disetting menjadi korban. Hal itu terbukti ada intrik yang tidak sehat dimana Toni Sukarsah mencabut SK PPTK Rohim Sutisna Kasi SMP dan dialihkan kepada 30 kepala sekolah, dimana kepala sekolah tidak mengerti tugas yang diterima. Hal itu termasuk pelanggaran karena dari 30 kepala sekolah yang diberikan SK PPTK tak satupun yang memiliki setifikasi. Bukan hanya itu saja, dinilai Toni Sukarsah membuat settingan menumbalkan Een Swandi untuk mempertanggung-jawabkan kasus Multi Media tersebut, itu terbukti SK PPTK dicabut sementara SK PPK Een Swandi dibiarkan, padahal kata sumber Radar Nusantara mengatakan antara Rohim Sutisna dan Een Swandi adalah satu paket, disebut-sebut Rohim Sutisna juga tetap ikut bertanggung-jawab atas kasus Multi Media tersebut, ungkap sumber dan di antaranya sejumlah LSM. Dikatakan, pejabat yang menikmati justru santai-santai bak tidak tersentuh hukum, inipun menimbulkan pertanyaan

Jakarta,Radar Nusantara Salah satu terdakwa kasus cek pelawat dari PDI Perjuangan, Panda Nababan, meminta Komisi Yudisial (KY) mengawasi proses persidangannya. Panda khawatir jika majelis hakim tidak menjalankan tugasnya secara profesional. “Kita memang minta KY mengawasi proses persidangan yang saya ikuti,” ujar Panda sebelum sidang perdananya dimulai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kuasa hukum Panda, Patra M Zein menambahkan, pengawasan yang dilakukan KY harus dilakukan. Karena, Panda pernah mengalami tindakan tidak menyenangkan dari majelis hakim saat kliennya itu menjadi saksi dalam persidangan tersangka cek pelawat lainnya, Dudhie Makmun Murod yang telah divonis bersalah. “Dalam persidangan sebelumnya, Badan Pengawasan MA menemukan fakta majelis hakim yang memeriksa perkara Dudhie Makmun Murod mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan dengan substansi perkara,” ucap Patra. Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (13/4) mengagendakan sidang perdana salah satu tersangka kasus cek pelawat dari PDI Perjuangan, Panda Nababan. Panda bersama tiga orang tersangka lainnya yaitu, Engelina Pattiasina, Muhammad Iqbal dan Budiningsih. Berkas keempatnya digabung menjadi satu berkas. Mereka akan mendengarkan dakwaan yang akan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (sind)

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Menemui Presiden
Jakarta, Radar NusantaraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono terkejut mendengar pengakuan terdakwa kasus mafia hukum, Gayus Tambunan, terkait peran Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum dalam kasusnya. “Presiden terkejut. Presiden belum pernah dilapori hal-hal yang disebutkan Gayus dalam konpers itu,” kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 19 Januari 2011. Bagaimana tanggapan Presiden? “Ya tidak membayangkan, karena kami mendengarkan sesuatu yang baru pertama kali didengarkan.” SBY sendiri tidak mengikuti secara langsung jalannya sidang Gayus Tambunan. Karena, pada waktu yang sama, SBY menerima kedatangan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. “Tadi saat sidang Gayus memang presiden masih bicara, bertemu dengan Pak JK. Jadi beliau tidak melihat langsung, tapi setelah bertemu JK selesai, saya langsung sampaikan kepada presiden terkait tentang vonis pengadilan Gayus,” kata Julian. “Saya jelaskan bahwa bebeapa hal yang disampaikan Gayus, bahwa di sana disebut-sebut peran dari Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.” Atas laporan itu, Presiden SBY langsung memerintahkan Satgas untuk memberikan klarifikasi. SBY memberikan waktu 1 X 24 jam. “Oleh karena itu presiden setelah mendengarkan laporan yang saya sampaikan segera memerintahkan Satgas untuk segera memberikan klarifikasi penjelasan kepada publik dalam waktu 1 X 24 jam atau hari ini dan menyampaikannya secra tertulis kepada presiden hari ini,” kata dia. Usai sidang Rabu siang, Gayus ‘buka-bukaan’. Ia mengungkapkan kepergiaannya ke Singapura atas sepengetahuan Satgas. “Saya tiga kali bertemu Satgas, tanggal 18, 22 dan 24 Maret (2010). Saat itu berulang kali Denny bilang kalau bisa kasus ini dipegang KPK, karena dia tidak percaya Mabes Polri. Keberangkatan saya pada tanggal 24 disuruh Denny,” kata Gayus di PN Jaksel, Rabu 19 Januari 2011. Denny menyarankan Gayus ke Singapura agar dia dan Andi Kosasih tidak menjadi korban. Denny, kata Gayus, menyarankan agar dia tidak pulang dulu ke Indonesia sebelum Haposan Hutagalung tertangkap. Gayus buka-bukaan karena ia merasa kecewa dengan sikap Satgas yang telah memperkeruh suasana dan menyudutkannya, dengan menyebutkan ia ke Bali bertemu Aburizal Bakrie dan mengamankan aset-asetnya saat pesiar ke luar negeri. “Seolah saya ini penjahat,” kata Gayus. Dia menambahkan, “Denny yang menyarankan saya memakai pengacara dari Adnan Buyung. Namun justru Denny bermanuver sendiri yang merugikan saya dan Bang Buyung, dengan selalu menembak Ical. Bukannya membongkar mafia pajak yang kemungkinan melibatkan Direktur dan Dirjen Pajak, atau membongkar peran Cirus Sinaga yang kemungkinan membongkar kasus Antasari.” “Tolong jangan saya dijadikan alat politik. Saya kecewa yang sangat besar pada Satgas, khususnya Denny Indrayana, Mas Achmad Santosa, termasuk Yunus Husein, ada beberapa poin yang selama ini saya keep rapat-rapat untuk membantu mereka, tapi perbuatan mereka malah memperkeruh suasana,” kata dia. (***)

RADAR HUKUM

Minggu ke II April 2011

9

Dugaan Korupsi Blok Migas West Madura Tercium
Sinergindo Citra Harapan dan Pure Link Investment Ltd masing-masing 12,5 persen, BP Migas langsung membalas dan menyetujuinya. Atas dasar itu, ia menduga telah terjadi pelanggaran peraturan karena tender ditiadakan. “Ini melanggar PP No 34 Tahun 2005 tentang Kegiatan Uusaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Apa dasar BP Migas dan ESDM menyetujui pembagian saham tersebut?” tanya Marwan. Selain penunjukan langsung, lanjut Marwan, pihaknya juga meminta KPK mengusut tuntas potensi terjadinya kerugian negara. Yaitu, potensi kerugian terkait rencana perpanjangan kontrak pengelolaan blok migas tersebut kepada dua perusahaan yang sebelumnya sudah melakukan pengelolaan. Kedua perusahaan tersebut adalah Kodeco dan CNOOC yang sama-sama memiliki saham di blok migas sebanyak 25 persen. “Masa kontrak pengelolaan blok migas ini akan berakhir pada tanggal 7 Mei 2011. Kontrak ini sudah dilakukan sejak tahun 1981, makanya lamanya waktu kontrak mencapai 20 tahun. Tapi sejak awal yang bertindak sebagai operator adalah Kodeco,” ujar mantan Anggota DPD ini Marwan menduga ada ketidakberesan di perpanjangan kontrak pengelolaan Migas. Oleh karena itu, Marwan meminta KPK segera bertindak agar proses perpanjangan kontrak ini dibatalkan mengingat kontrak lama akan berakhir pada awal bulan depan nanti. ”Kita meminta agar kontrak ini dibatalkan,” katanya. Menurut Marwan, desakan ini dilakukan karena potensi kerugian negara sangat besar. Berdasarkan target produksi yang diumumkan Pertamina, blok WMO diperkirakan dapat menghasilkan minyak dan gas sebanyak 20 ribu barel per hari. jika dikalikan selama 20 tahun, total minyak dan gas yang diperoleh mencapai AS$13,14 bilion atau sekitar Rp120 triliun. Sementara itu, Juru Bicara KPK Johan Budi Di gedung KPK baru-baru ini kepada Radar Nusantara mengatakan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu seluruh laporan yang masuk. Menurutnya, berdasarkan standar operasional prosedur yang ada di KPK penelaahan akan dilakukan oleh tim telaah yang ada di lembaganya. Setelah hasil telaah keluar, baru bisa ditentukan apakah dalam laporan tersebut ada unsur tindak pidana korupsi atau tidak. “Tentu laporan itu kita telaah terlebih dahulu,” pungkasnya. (sind)

Bantah Rekayasa Kasus Antasari

Jakarta Radar NusantaraTerkait proses perpanjangan kontrak pengelolaan minyak dan dugaan penunjukan langsung dua perusahaan untuk mengelola minyak bumi di blok migas WMO.
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara melaporkan Menteri ESDM dan BP Migas ke KPK. Keduanya diduga melakukan penunjukan langsung dua perusahaan yakni PT Sinergindo Citra Harapan (SCH) dan Pure Link Investment Ltd (PLI) untuk mengelola blok migas di West Madura Offshore (WMO). “Penunjukkan secara tidak transparan untuk ikut mengelola blok WMO tanpa prosedur tender. Hal ini jelas melanggar peraturan berlaku serta berpotensi merugikan keuangan negara AS$100 juta atau sekitar Rp900 miliar,” ujarnya. Marwan melihat ada kejanggalan. Yakni, ketika Kodeco mengirim surat ke BP Migas yang meminta persetujuan untuk membagi sahamnya ke PT

Pemotongan PPh Gol. II PNSD Luput Dari Pemantauan KPK
Bekasi, Radar NusantaraSekitar 4793 orang tenaga guru fungsional di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, yang mendapat bantuan tambahan penghasilan (Tamsil) tahun anggaran (TA) 2010. Para guru yang mendapat Tamsil itu terdiri dari Golongan (Gol) II, III dan IV. Akan tetapi Bachrun Kabid Bendahara Keuangan DPPKAD Pemkot Bekasi telah berani melanggar peraturan pemerintah memotong pajak penghasilan (PPh) Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) Gol. II dari mulai Gol. II A, B, C dan D. Bagi Gol. III dan IV dinilai tidak bermasalah karena sudah diatur dalam peraturan pemotongan pajak penghasilan (PPh 21). Sejumlah pejabat di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bekasi, yang diminta konfirmasinya tentang pemotongan PPh mengatakan, tidak boleh dipotong PPh pegawi Gol. II dan itu sudah jelas diatur dalam peraturan, ujarnya. Namun Bachrun Kabid Bendahara Keuangan DPPKAD saat diminta konfirmasinya Selasa (22/3) di ruang kerjanya mengatakan, bahwa pemotongan PPh Gol. II dibenarkan dan ada aturannya, uangkapnya. Tetapi ketika diminta pemotongan itu diatur dalam peraturan mana, dirinya tidak bisa menunjukkan, nanti dicari dulu buku peraturannya, tangkisnya. Menurutnya, pemotongan PPh dari Tambahan Penghasilan (Tamsil) guru PNSD itu dilakukan dan langsung disetorkan ke Kas Negara bukan ke Kas Daerah (Kasda) Diperkirakan pemotongan PPh Tambahan Panghasilan itu bernilai miliaran rupiah dan diduga luput dari pemantauan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), sehingga tidak melakukan pengusutan atau penangkapan terhadap Bendahara Keuangan DPPKAD Pemda Kota Bekasi itu, Padahal boleh dikatakan hampir setiap hari KPK mendatangi Pemda Kota Bekasi terkait dengan banyaknya masalah dan ditahannya Walikota Bekasi dan belakangan ini telah melakukan rekonstruksi penyerahan fee DPRD sebesar Rp 4 miliar juga rekonstruksi ke setiap SKPD lainnya yang dianggap bermasalah. Kini di Kota Bekasi ramai dibicarakan permasalahan pemotongan PPh PNSD Gol. II dan hampir semua pegawai dan pejabat Pemkot Bekasi menuding tindakan curang yang dilakukan Kabid Bendahara Keuangan tersebut, bahkan Drs H. Sutarman Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas Pendidikan Kota Bekasi bersih keras mengatakan, tidak benar pemotongan PPh pegawai Gol. II, sama semua aturannya untuk seluruh Indonesia tanpa terkecuali, tidak pernah Dinas Pendidkan Kota Bekasi memotong PPh itu, tapi untuk Gol. III dan IV itu banar ada pemotongannya sesuai dengan aturan, ungkapnya memaparkan. Bachrun tampaknya tidak mau menjelaskan pemotongan PPh PNSD yang dikucurkan 3 bulan, Agustus 2010 (tahap pertama), selalu mengalihkan ke pengucuran tahap ke dua yang sembilan bulan yang dikucurkan Maret 2011. Menurutnya, pengucuran tahap dua dengan dana sebesar Rp 10.260.000.000,-. Berdasarkan SK No. 421/ Kep.31. Disdik/II/2011 tentang pembayaran kekurangan Tambahan Penghasilan PNSD Kota Bekasi tahun 2011 hingga dilakukan pemotongan PPh-nya hampir satu miliar rupiah yaitu sebesar Rp 990.937.500,-. Total seluruh dana yang dikucurkan pemerintah dari tahap pertama dan tahap ke dua dengan jumlah PNSD penerima Tamsil 4.793 orang dikali Rp 250.000,- menjadi Rp 14.790.000.000,Bachrun mencoba mengalihkan perhatian seakan pemotongan PPh Gol. II dibenarkan dikatakn, bahwa PNSD penerima Tamsil tidak hanya tahun 2010 melainkan masih ada tahun 2009 sebanyak 301 guru dikali Rp 250 ribu/orang kali 12 bulan (Rp 903.000.000,-) dan 750 guru kali Rp 250 ribu/orang kali 12 bulan (Rp 2.250.000.000,-) dan tahun 2010 sebanyak 3.742 guru kali 9 bulan kali Rp 250 ribu/orang (Rp 8.419.500.000,-). Total keseluruhan penerima Tamsil menjadi 4.793 orang guru. Jika dikalkulasi jumlah yang dikatakan Bachrun keseluruhan menjadi Rp 11.572.500.000,-. Perhitungan itu sangat berbeda sekali yang seharusnya jumlah dana keseluruhan mulai tahap I dan pengucuran tahap II berjumlah Rp 14.790.000.000,-. Ketika diminta daftar rincian Gol. II PNSD Kota Bekasi, khususnya untuk guru Bachrun tidak bersedia memberikan justru menganjurkan minta ke Endang Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan padahal arsipnya-pun ada. Akan tetapi Endang-pun tidak mau memberikan hanya memberi jumlah global saja. Ketidak-bersediaannya memberikan data rinci itu karena ada permainan sehingga bersih keras tetap tidak mau memberikan sehingga meimbulkan pertanyaan besar. Diduga antara Dinas Pendidikan dengan Kabid Bendahara Keuangan DPPKAD Kota Bekasi sudah terjalin persekongkolan. Hal inilah yang perlu di ungkap Kejaksaan Negeri Kota Bekasi maupun KPK supaya jelas diparkir dimana PPh PNSD Gol. II itu. (pas)

Jakarta, Radar NusantaraJaksa Cirus Sinaga membantah mengetahui adanya rekayasa dalam kasus Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, seperti yang diucapkan Gayus Tambunan dalam testimoninya. Menurut pengacara Cirus, Tumbur Simanjuntak, kliennya hanya sebagai jaksa peneliti dan jaksa penuntut umum. Berkas yang diterima dari penyidik polri 100 persen diserahkan ke pengadilan. “Tanpa diubah, tanpa ditambah, tanpa dikurangi,” kata Tumbur Simanjuntak di Kejaksaan Agung, Selasa 25 Januari 2011. Dia menambahkan, berkas Antasari yang dipelajari Cirus sama dengan yang diserahkan oleh penyidik di pengadilan. “Kalau sama, ya tidak ada rekayasa. Boleh dicek, kecuali kalau ada yang ditambah atau dikurangi, itu rekayasa,” kata dia. Cirus, kata Tumbur, juga membantah mengetahui adanya rekayasa dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen, yang menyeret Antasari sebagai terpidana itu. Menurutnya, kasus Antasari saat ini sudah selesai di tingkat pemeriksaan pengadilan. “Mahkamah Agung sudah putus. Jadi, kata Cirus, tidak ada rekayasa, kecuali bisa dibuktikan ada perubahan berkas,” jelasnya. Usai menerima vonis tujuh tahun di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Gayus mengatakan bahwa kasus mafia pajak yang menyeretnya hanya pengalihan dari perkara mafia lain, yakni perkara pembunuhan Nasrudin. Terdakwa mafia hukum dan mafia pajak, Gayus Tambunan, menyatakan dua kasus yang dituduhkan kepadanya sebagai pengalihan isu. Menurutnya, kasus mafia pajak diangkat Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk menutup skenario kasus Antasari Azhar. “Satgas mengalihkan isu dari mafia pajak yang kemungkinan melibatkan direktur dan Dirjen Pajak atau mafia hukum yang kemungkinan melibatkan Cirus Sinaga yang ditakutkan akan membongkar kasus Antasari Azhar,” kata Gayus usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 19 Januari 2011.lalu Pengacara Gayus, Adnan Buyung Nasution, menambahkan bahwa Jaksa Cirus Sinaga diduga sebagai orang yang tahu betul kasus Antasari Azhar. Karena, dalam kasus Antasari, Jaksa Cirus Sinaga bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum. Menurut Buyung, jika Jaksa Agung Basrief Arief mau bertindak, maka Cirus dapat langsung dijerat. “Dia (Cirus) yang paling tahu. Makanya tidak disentuh sampai sekarang,” ujarnya. Sementara itu, pengacara Antasari, Juniver Girsang, menyambut positif pernyataan Gayus Tambunan. Menurutnya, kasus Antasari bukanlah murni kasus perbuatan pidana. “Kecuali ada tujuan tertentu untuk menghancurkan jabatan atau namanya, atau melengserkan dia sebagai Ketua KPK,” kata Juniver saat dihubungi.Radar Nusantara belum lama ini. Juniver mengakui, memang banyak agenda Antasari saat duduk sebagai Ketua KPK untuk membongkar kasus yang menarik perhatian publik. “Tapi tertunda karena dia diproses dengan tuduhan yang sangat tidak diterima akal,” ujarnya. Antasari adalah terpidana 18 tahun kasus pembunuhan berencana. Antasari terbukti melakukan pembunuhan berencana bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. (sind)

RADAR PENDIDIKAN

Minggu ke II April 2011

10

Bantuan Pemerintah yang Tidak Tepat Sasaran
Bekasi, Radar NusantaraDalam rangka pengembangan instrument kependidikan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI ) harus dikembangkan dan dinilai berdasarkan aspek indikator untuk mencapai bobot yang telah ditentukan sesuai dengan instrument kinerja sekolah.
yang besar dalam segala bidang, salah satunya bidang olahraga. Siswa yang mewakili dari SMA Negeri 5 Tambun Selatan adalah Deni Darmawan. Menurut Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Ibu Sri, S.Pd menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten bekasi tidak tepat sasaran dalam memberikan bantuan. Bantuan yang seharusnya diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi adalah berupa Papan Tenis Meja yang dibutuhkan oleh siswa SMA Negeri 5 Tambun Selatan dan bukan bantuan berupa Matras. Harapan agar Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan Bantuan Sesuai dengan kebutuhan. (***)

SDN Jatimekar 07 Calon Peraih Adipura
Bekasi, Radar NausantaraSDN Jatimekar 07 Kec. Jatiasih, Kota Bekasi bukan saja berkwalitas dan memiliki segudang prestasi tapi juga calon peraih Adipura tahun 2011. Sekolah ini terpilih sebagai utusan dari Kec. Jatiasih sebagai kandidat peraih adipura tingkat sekolah dasar (SD) se-Kota Bekasi. Artinya, dari kurang lebih 40 SD Negeri dan sejumlah swasta di wilayah Kec. Jatiasih, SDN Jatimekar 07 dinilai paling layak sebagai utusan untuk ikut adipura 2011. Penilaian tersebut tidak asal-asalan atau ada unsur KKN melainkan murni berdasarkan seleksi ketat oleh panitia. Bahkan berdasarkan hasil pemantauan LSM Peduli Anak Bangsa (PAB) juga SDN Jatimekar 07 memang paling layak terpilih sebagai utusan dari seluruh SD di wilayah Kec. Jatiasih. “Baik dari segi kebersihan, keindahan, kesejukan serta penataan kembang dan kerindangan pohon, SDN Jatimekar 07 yang paling layak dari Jatiasih”, tutur Benny Sinurat, Ketua LSM PAB ketika diminta tanggapannya baru-baru ini. Dengan terpilihnya SDN Jatimekar 07 sebagai utusan dari Kec. Jatiasih tentu membuat tugas dan tanggung jawab Kepala SDN Jatimekar 07, Sahili, S.Pd,M.Si semakin berat. Kepala sekolah yang dikenal ramah, rajin serta disiplin ini menggalang kerjasama dengan para guru, staf dan penjaga sekolah untuk lebih menata kembang dan pepohonan di sekolah. Kerjasama yang baik dengan para guru dan staf selalu dibina agar tercapai yang dicita-citakan yakni meraih piala adipura. “Syukur-syukur bisa masuk ke tingkat nasional, tapi kami tidak mulukmuluk di tingkat Kota Bekasi juga sudah merupakan prestasi yang luar biasa mengingat sekolah-sekolah lain masih banyak lebih bagus dari sekolah ini, yang penting kami sudah berusaha maksimal”, kata Sahili merendah. Kendati fokus pada piala adipura bukan berarti lalai dalam kegiatan mengajar setiap hari. Tugas rutin utama tetap berjalan sebagaimana biasanya, sebab paling utama adalah program peningkatan kwalitas pendidikan. “Tugas pokok utama yakni kegiatan belajar mengajar tidak boleh dilalaikan terutama program peningkatan kwalitas pendidikan. Adipura juga penting tapi yang terpenting adalah KBM”, tandasnya. Ia juga menambahkan bahwa di SDN Jatimekar 07 semuanya gratis termasuk buku lembar kerja siswa (LKS). Tuga para murid di sana hanya belajar saja sementara buku LKS disediakan dari sekolah. Hal itu pun diakui Rafli, salah seorang murid kelas V ketika ditanya Radar Nusantara barubaru ini. “Soal pengelolaan dana di sekolah transparan tak ada yang ditutup-tutupi”, ujar Sahili saat bincang bincang di bawah pohon rindang nan sejuk di halaman sekolah. (bs)

Dalam kejuaraan Tenis Meja tingkat Sekolah Menengah Atas ( SMA ) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten Bekasi yang diwakili salah seorang siswa yang merupakan atlit tenis meja untuk perwakilan pemerintah kabupaten bekasi. Kejuaraan ini

diikuti oleh beberapa siswa yang mewakili pemerintah kabupaten lainnya untuk mewakili daerahnya masing – masing. Siswa yang mewakili untuk pemerintah Kabupaten Bekasi adalah siswa dari SMA Negeri 5 Tambun Selatan yang merupakan Sekolah Bertaraf Interna-

sional yang notabenenya siswa/siswi SMA Negeri 5 Tambun Selatan memiliki potensi

Terkait Pengusiran Wartawan Ka.TU SMPN 259 Jaktim harus Ditindak Tegas
Jakarta, Radar NusantaraKepala Tata Usaha (TU) SMPN 259 Cipayung, Jakarta Timur harus ditindak tegas pihak terkait yakni Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta atas sikap arogansinya memaki-maki dan mengusir wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya dari ruang kerjanya. Selain kepala TU, A. Sirait, kepala SMPN 259 Jaktim, Drs. H. Machrup harus mendapat sanksi karena diduga ikut terlibat dalam skenario Demikian diungkapkan sejumlah LSM dan wartawan yang bertugas di wilayah DKI Jakarta baru-baru ini. Menurut Ketua (Plh) LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Benny Sinurat, sikap Sirait tersebut seperti cara-cara pemerintahan orde baru (orba) dan jika dibiarkan tanpa tindakan tegas, dikhawatirkan ke depan akan mengancam kebebasan pers. Untuk itu, agar tidak terulang kembali kejadian seperti itu, ia mengharapkan agar pihak terkait menindak tegas terhadap pihak instansi yang mencoba menghalangi tugas wartawan sesuai dengan UU Pers No. 40 tahun 1999, khususnya kepala SMPN 259 dan Ka. TU yang bersikap arogan bahkan premanisme terhadap wartawan. Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi Rabu (16/3) siang ketika tiga wartawan berinitial SS, MS dan HM hendak konfirmasi soal pengalokasian dana bantuan operasional siswa (BOS) ke SMPN 259 Cipayung, Jakarta Timur. Setibanya di sekolah tersebut ternyata tidak ada yang ditemui yakni kepala sekolah (Kepsek) SMPN 259, Machrup. Ketiga wartawan tersebut akhirnya diterima wakil Kepsek, Bambang lalu mengajak ke ruang TU. Setelah bincang-bincang sebentar lalu Bambang pamitan ke wartawan tersebut untuk sholat. Kemudian selanjutnya wartawan ditemani ngobrol oleh salah seorang guru Br. Pangaribuan. Dan, tak lama kemudian tiba-tiba datang Ka. TU, Sirait dari pintu dan langsung memperlihatkan sikap arogansinya terhadap wartawan yang sedang asyik ngobrol dengan br. Pangaribuan. “Anda siapa dan mau apa? Kalau tidak ada yang ditemui silahkan keluar dari ruangan saya! Saya merasa alergi dan tidak nyaman kerja kalau ada wartawan di ruangan saya!”, hardiknya dengan nada kencang yang mengundang perhatian para guru-guru lain di sekolah tersebut. “Ada apa ini, tidak ada angin tidak ada hujan kok anda tiba-tiba marah sama kami, salah kami apa? Kami datang baik-baik bertamu ke sini kok tiba-tiba anda mengusir kami dengan sikap kurang sopan”, sahut salah seorang wartawan. “Sudah jangan banyak ngomong, keluar kalian kalau tidak saya suruh satpam mengusir kalian..! kata Sirait dengan wajah berang serta suara keras. Akhirnya terjadi perang mulut antara wartawan dan Sirait bahkan nyaris baku hantam Untung saja cepat dilerai para guru lainnya dibantu satpam akhirnya ketiga wartawan keluar dari lingkungan sekolah. Namun yang jelas tindakan Sirait tersebut sangat tidak terpuji dan bukan sikap seorang pendidik melainkan premanisme. Menurut dugaan wartawan dan sejumlah kalangan dan LSM, Sirait berani bersikap seperti itu ada yang memprovokasi. Ada pula dugaan bahwa Kepsek Mahruf berada di sekitar sekolah dan sengaja menyuruh Sirait menghadapi wartawan. Sayangnya, cara Sirait menghadapi wartawan tidak menunjukkan etikad baik melainkan mencoba jadi sok pahlawan kesiangan dengan gaya preman. Seharusnya, Sirait dan Machrup memahami hak dan tugas wartawan untuk melakukan tugas jurnalistik sosial kontrol ke instansi manapun sesuai UU Pers No. 40 tahun 1999 pasal 18 ayat 1. Sementara dalam pasal 4 ayat 2-3 dijelaskan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dipidana dengan penjara paling lama 2 tahun atau denda Rp500 juta. Untuk itu, Sirait dan Machrup sudah dapat dilaporkan ke pihak yang berwajib atas tindakannya yang melanggar hukum sesuai dengan UU Pers pasal 4 ayat 2-3 agar ke depan tidak ada lagi pejabat yang semena-mena dan melecehkan wartawan. (hotbel)

RADAR PENDIDIKAN
SMU II Majalengka

Minggu ke II April 2011

11

Raih Piala Bergilir & Dana Pembinaan di Ulang Tahun DPC TMP II
Majalengka, Radar NusantraSMA II Majalengka menunjukkan kebolehanya dalam pentas seni budaya yakni perlombaan Paduan Suara Mars Taruna Merah Putih Ciptaan Maruarar Sirait, dan Majalengka Sejahtera Ciptaan Hj.Yeti R.Buntaran Dirdjokusumo.
SMA II menurut Johan Hanny berdasarkan beberapa criteria yang sudah diimformasikan oleh panitia untuk setiap peserta, SMA II memang tampil memukau dengan kostum yang indah dan rapi, serta formulasi peserta dipanggung terlebih menguasai lagu sehinggau memukau para penonton dan dewan juri. Sedangkan menurut Drs. H. Ali Wardoyo Kepala Sekolah SMA II MAjalengka merasa senang dan bersyukur anakanaknya mampu melakukan yang terbaik itu Almamaternya, kesuksesan ini adalah keberhasilan sekolah secara menyeluruh yang tidak terlepas dari kerja keras seluruh guru dan doa para orang tua murid, saya sangat berterimakasih kepada Pembimbing Seni dan para guru dan anak-anak yang telah membuat sekolah bangga apalagi perlombaan ini merupakan prakarsa salah satu putra terbaik negri ini yang saat ini duduk di DPR-RI, semoga anak-anak tidak cepat puas dan semakin berkarya berlomba melakukan yang terbaik untuk Majalengka dan almamaternya. ( SS,Jogi )

Kreativitas Siswa SDIT Burhaniyah Cijengkol Setu

Dalam perlombaan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang Taruna Merah Putih Majalengka tersebut meraih juara Satu dengan nilai yang signifikan 1442, sedangkan SMA I jatitujuh meraih juara dua dengan nilai 1382, dan SMA I Majalengka meraih juara

tiga dengan nilai 1373. Anak-anak Drs. Ali Wardoyo ini benar-benar menunjukkan expresi gembira luarbiasa setelah mendengar pengumuman dari juri yang langsung dibacakan Johan Hanny T dari mimbar Gedung DPC PDI Perjuangan Majalengka, dengan kejuaran ini SMA II Majalengka berhasil menggondol hadiah Rp. 7,5 juta dengan Piagam bergilir dari Bupati Majalengka, disusul dengan SMA Lainnya mulai dari juara II hingga juara harapan mendapat

dana pembinaan sebesar 6 juta, 5 juta, 2 juta, 1,5 juta dan 1 juta. Selain hadiah yang disediakan panitia pada puncak acara malam harinya disaat Ketua DPC PDI Perjuangan Majalengka H.Sutrisno, SE.MSi juga meberikan bantuan bagi seluruh peserta yang ikut perlombaan untuk dapat dipergunakan pembalian kostum Paduan Sura sebesar Rp. 7 Juta bagi yang menyandang juara dan Rp. 6 Juta untuk peserta lainya. Kemenangan Anak-anak

Workshop Hypnotism Guna Persiapan Menghadapi Ujian Nasional
Bintan, Radar NusantaraSekitar + 200 orang siswa-siswi dari SMP N 1 Tambelan, SMA 56 Tambelan, dan MTS, serta seluruh siswa-siswi kelas III di seluruh kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan mendapatkan hipnoterapy dalam kegiatan “Workshop Hypnotism” yang diadakan di Gedung Bintan Timur di Desa Kampung Melayu Kec. Tambelan (08/04/2011). Kegiatan Workshop ini langsung dibuka oleh Ketua Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia ( APSI ) Provinsi Kepulauan Riau yang juga Ketua tim PKK Kabupaten Bintan Dra. Dewi Kumalasari Ansar, SE, MM. Menurut Dewi Kumalasari Ansar kegiatan ini diadakan dalam rangka memberikan motivasi bagi siswasiswi di Kec. Tambelan dalam persiapan menghadapi Ujian Nasional ( UN ) untuk SMA yang pada tanggal 18 April 2011 ini, dan untuk SMP pada tanggal 25 April 2011 nanti. “Satu minggu lagi akan dilaksanakan Ujian Nasional, jangan takut, bimbang dan khawatir, semuanya harus senang dalam menghadapi ujian, dengan satu usaha tetap belajar dan terus berdoa agar mendapatkan nilai yang terbaik” ujar Dewi Kumalasari Ansar meyakinkan para peserta. Ia berharap para siswa-siswi tetap focus dalam menghadapi ujian, dan memiliki semangat yang baru setelah mengikuti hipnoterapy yang diberikan. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Mahkfur Zurahman berharap untuk kesuksesan hasil UN di Kab. Bintan tahun ini. Menurutnya selama ini siswa-siswi juga telah diberikan berbagai persiapan dalam menghadapi UN diantaranya, tray out, bimbel, penambahan jam pelajaran dan sebagainya. Ditambahkan Mahfur Zurahman ujian nasional dapat berhasil dengan baik melalui kerja siswa-siswi maupun dengan doa para orangtua dan guru serta seluruh masyarakat Bintan. Ia berpesan kepada siswa-siswi untuk mengatur waktu sebaik-baiknya dalam belajar, dan senantiasa menjaga kesehatan dengan baik menjelang berlangsungnya UN. Selama acara berlangsung para siswa-siswi juga mendapatkan tauziah motivasi dari Ustad Raja Sofyan dan melakukan doa bersama. Menurut Ustad Raja Sofyan “setumpul-tumpulnya pisau, kalau diasah pasti akan tajam jua”. Para siswasiswi dihimbau untuk selalu dekat dengan Allah SWT sehingga pertolongan Allah SWT selalu didapat para siswa pada saat mengerjakan UN. Ustad Raja Sofyan juga memberikan tips agar sukses UN yaitu dengan : - Patuh dan taat kepada orangtua dan meminta maaf semua kesalahan terhadap orangtua. - Selalu menghormati dan patuh kepada guru, serta meminta maaf setiap kesalahan kepada para guru. - Menghargai teman-teman di sekolah dan saling bermaafan. Selanjutnya acara hipnoterapy dengan metode “Keajaiban Dunia Alam Bawah Sadar” dipandu oleh Saudara Abbas dan Imam dari yayasan Hipnoterapy Center. Pada siswa-siswi yang hadir terhipnotis sehingga semuanya “tertidur dan menangis”. ( ton )

Kab. Bekasi, Radar NusantaraKegiatan Ekstrakurikuler merupakan salah satu kegiatan yang sangat menunjang siswa/siswi untuk mengembangkan bakat dan kreatifitas. Kegiatan ini juga sebagai jembatan bagi siswa/siswi untuk dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, kesetiakawanan dan keberanian dalam mengekspresikan bakat siswa/siswi. Berdasarkan kegiatan ekstrakurikuler ditemukan sebuah bukti korelasi tingkat prestasi anak karena adanya kebersamaan dan keberanian siswa/siswi. Kegiatan ini juga dapat mendorong semangat kreatifitas dalam aktifitas mereka di kegiatan tersebut. Saat dikonfirmasi Radar Nusantara Kepala Sekolah SDIT AL-BURHANIYAH Bpk. Rosandi, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan ekstrakulikuler ini sangat penting untuk mendidik siswa/siswi menjadi anak – anak yang cerdas dan mandiri. Ditambahkan pula bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan antar siswa/siswi di sekolah SDIT AL-BURHANIYAH cijengkol Setu Kabupaten Bekasi. Diantaranya ekstrakurikuler yang ada pada SDIT AL- BURHANIYAH adalah Ekstrakurikuler Pramuka, Paskibra, dan Rohis.Harapan Bpk Rosandi S.pd selaku kepala sekolah mudah-mudahan siswasiswinya menjadi anak-anak yang memiliki jiwa kreatifitas, cerdas, berilmu serta berahlak mulia.(Gunawan)

STOP PERS

Kladius Simanjuntak Bukan Wartwan Radar Nusantara

RADAR PENDIDIKAN
Program Block Grant Thn 2010

Minggu ke II April 2011

12

SMPN 37 Diduga Manipulasi Pembangunan Lab IPA, RKB & Perpustakaan
Bekasi, Radar Nusantara-

Kepsek Mengeluhkan Minimnya Dana BOS Honor Guru
Bekasi, Radar Nusantara Hampir seluruh kepala sekolah (Kepsek) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, mengeluhkan minimnya honor guru yang dialokasikan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bila dikalkulasi jumlah BOS yang diterima sekolah dengan pengalokasian 20%, guru honor hanya menerima antara Rp 150 hingga Rp 200 ribu/bulan atau Rp 600 ribu/tri bulan sesuai pengucuran dana BOS, sangat jauh di bawah upah minimum regional (UMR) perusahaan swasta atau UMK (Upah Minimum Kabupaten, Kota), demikian dikatakan sejumlah kepala sekolah baru-baru ini Pengamatan di lapangan di setiap sekolah masih jauh lebih banyak guru honor atau yang disebut guru tenaga kerja kontrak (TKK) dibanding guru tetap atau guru pegawai negeri sipil (PNS). Dengan besarnya jumlah guru honor itu sangat memusingkan para kepala sekolah khususnya yang punya guru honor banyak. Menurut para kepala sekolah, honor yang diberikan terhadap guru honor sangat memprihatinkan dimana dengan honor Rp 200 ribu tidak mungkin bisa hidup, bahkan untuk transportnya-pun dinilai kurang. Kepala sekolah mau menambah upah (honor) itu tidak punya anggaran, karena pengalokasian dana BOS masing-masing item sudah ditentukan, ujarnya. Sesuai data di kantor Dinas Pendidikan menunjukan jumlah guru di Kota Bekasi berkisar 16.000 orang, dari jumlah tersebut diperkirakan hanya 40% guru tetap (PNS) sekitar 60% masih tenaga guru honor. Karenanya para kepala sekolah di Kota Bekasi sangat mengharapkan pemerintah pusat Cq Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk memikirkan dan menambah dana honor tersebut. Dikatakan, tidak menutup kemungkinan jika tidak terpikirkan guru honor mereka akan hengkang dan lebih memilih tenga buruh di perusahaan swasta, karena lebih besar upah menjadi karyawan perusahaan, tambahnya. Sudah seharusnya pemerintah pusat segera meninjau kembali permasalahan honor guru yang saat ini sungguh memprihatinkan, karena dinilai bahwa honor yang diterima guru tidak tetap (GTT) tidak cukup untuk menghidupi diri sendiri, apalagi di antara para guru honor tersebut sudah banyak yang sudah berkeluarga. Ironisnya lagi sudah dana honor kecil itupun tidak tepat waktu pengucurannya terkadang bisa beberapa bulan baru menerima honor. Suharto alias Romo salah satu kepala SD di UPTD kecamatan Rawalumbu yang dihubungi dan mengakui tentang minimnya honor guru tersebut. Ia sendiri sangat pusing sekalai untuk membagi-bagi honor guru tersebut. Menurutnya sebanyak 13 orang guru honor-nya, sementara dana yang 20% dari dana BOS yang diterima hanya Rp 4 juta itulah yang dibagi ke 13 orang guru tersebut. Iapun sangat mengharapkan agar pemerintah memikirkan honor guru GTT tersebut. (pas)

Pemerintah pusat melalui depdiknas bulan September 2010 mengucurkan anggaran dalam program block grant pembangunan laboratorium IPA Rp.110juta, Ruang Kelas Baru (RKB)Rp.90 juta dan Perpustakaan Rp.140 juta untuk sekolah menengah pertama (SMP) dikota bekasi.

Didalam panduan pelaksanaan dan teknis yang ditandatangani Direktur pembinaan SMP Depdiknas Didik Suhardi, SH,M,Si bahwa pembangunan phisik harus dilakukan penggalian pondasi, tidak

diperkenan membangun ruangan dengan kontruksi bertingkat. Namun Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) di SMPN 37 diduga sengaja memanipulasi program tersebut, bahkan terkesan tidak mentaati

panduan yang ditetapkan depdiknas. Hasil investigasi Radar Nusantara di SMPN 37 Panitia Pembangunan Sekolah yang diketuai kepala SMPN 37 Muhdiyono,SPd, bangunan gedung laboratorium dan ruang kelas

baru dibangun dengan kontruksi bertingkat, sedangkan ruang perpustakaan dibangun tepatnya dilantai dua. Bahkan hingga saat ini pembangunannya masih terkatung-katung atau belum finishing, pada hal laporan pertanggung jawaban pelaksanaan pembangunan sudah disampaikan ke Depdiknas bulan Februari 2011 lalu. Didalam laporannya ketua P2S SMPN 37 Muhdiyono,SPd menyatakan bahwa pembangunan phisik laboratorium IPA, RKB, Perpustakaan sudah selesai seratus persen. Ketika masalah ini dikonfirmasikan Radar Nusantara kepada kepala SMPN 37 Muhdiyono, SPd yang juga ketua P2S selalu tidak berada dikantornya, walaupun sudah beberapa kali Radar Nusantara menyambangi yang bersangkutan ke SMPN 37. Sama halnya kasie kelembagaan dikdas dinas pendidikan Krisman Irwandi,SE selaku anggota Tim Teknis Kab/kota bekasi yang diberwenang melaksanakan pengelolaan, pengawasan program pada tingkat kota, hingga berita ini dipublikasikan Krisman belum berhasil ditemui dikantornya. ( Anton )

RAGAM

Sat Pol PP Kundur Barat Mengadakan Pelatihan
Kundu, Radar NusantaraUntuk mengantisipasi fenomena alam yang sekarang ini tidak menentu dan persiapan seadai nya terjadi bencana alam yang sekarang ini sering terjadi di Negeri kita belum lama ini kecamatan kundur barat telah mengadakan pelatihan MENTAL dan SAR yang di ikuti semua anggota satpol pp yang ada di kecamatan kundur barat , sebagai intruktur camat kundur barat H. AZLI . S.Sos. Msi di damping kasi trantip M. ZEN ALIEF. Beliu berdua langsung turun lapangan untuk memberi materi dan pembinaan. Hal ini di lakuka untuk meningkat kan kinerja satpol pp kundur barat walaupun selama ini kinerja SATPOL PP kecamatan kundur barat sudah lumayan bagus akan tapi tetap masih perlu di tingkatkan, selain fisik mental pun harus tetap di bina hal ini sampaikan oleh kasi trastip M. ZEN ALIEF. Di temui diruang kerja nya oleh wartawan RADAR NUSANTARA beliau mengiginkan satpol pp camat kundur barat tidak Cuma siap dalam penegakan perda saja tetapi siap dalam segala hal, trmasuk salah satu nya menjaga keteriban dan kenyamanan masyarakat, selaku kasi trantib beliau juga akan selalu mengadakan pelatihan pelatihan khusus terhadap anggota nya agar sewaktu waktu terjadi bencana alam anggota satpol pp juga siap untuk menjadi SAR, dalam pelatihan tersebut juga sudah di ajarkan tata cara mengevakuasi korban bencana dan tindakan tidakan penyelamatan. Pelatihan yang di pimpin oleh bapak camat kundur barat H.AZLI. S.sos.Msi dengan mengambil lokasi di salah satu pantai dan tebing yang ada di kecamatan kundur barat . dalam pelatihan ini materi fisik yang di berikan antara lain: PBB, Lintas alam , renang , panjat tebing, angkat beban dan sebagainya yang berkaitan dengan fisik sedangkan latihan yang berkaitan dengan SAR materi yang di berikan antara lain : tata cara mengevakuasi korban dan tindakan tindakan penyelamatan terhadap korban bencana. Latihan semacam ini akan selalu di lakuka

secara rutin karena sebagai angota satpol pp di tuntut mempuyai fisik yang prima mental yang baik agar bisa menjalankan tugas pokok dan fungsi nya. Selaku camat kundur barat juga menyampaikan bahwa sekarang ini dengan keadan iklim yang tidak menentu dan juga sering terjadi bencana alam yang di akibat kan fenomena alam sat pol pp harus lebih waspada sewaktu waktu harus siap. Dengan adanya pelatihan pelatihan semacam setidaknya sat

pol pp kecamatan kundur barat akan lebih siap dalam menghadapi bencana alam yang di sebab kan oleh iklim dan fenomena alam yang tidak menentu dan kita mengharap kan kegiatan latihan semacam ini juga bisa di lakukan di instansi yang lainnya setidak nya untuk mengembalikan kepercayaan sebagaian masyarakat yang selama ini berpandangan miring terhadap kinerja satpol pp yang di sebabkan oknum - oknum yang kurang bertanggung jawab. (UDO)

JABODETABEK

Minggu ke II April 2011

13

Bulog Masih Tetap Kirim Raskin Setiap Bulan
Bekasi, Radar Nusantara Beras Miskin (Raskin) bantuan pemerintah bagi masyarakat tidak mampu masih tetap dikirim Bulog setiap bulan.
kin) atau (KK/Kepala Keluarga) dan sebanyak itupula beras yang dikirim dari Bulog, sebab setiap KK telah ditetapkan sebanyak 15 kg (Satu Karng) dengan harga Rp 1.600,-/kg atau sekitar Rp 24.000,/15 kg. Sesuai keterangan Yayan, 3 hari setelah pengiriman beras ketua-ketua RT menyetorkan penjualan beras miskin tersebut ke Kelurahan dan dari Kelurahan setor ke Pemda atau ke Ekbang yang menagani raskin. Pendistribusian Raskin kepada masyarakat Lurah tetap memonitoring dengan maksud jangan artinya beras itu tidak sampai terhadap yang bersangkutan atau jangan sampai diterima yang tidak berhak. Selain itu, Camat dan Kasi Ekbang dari Kecamatan Bekasi Selatan-pun turun ke lapangan mengevaluasi pengucuran beras miskin tersebut, jangan sampai terjadi masalah dan kenyataan selama ini berjalan dengan baik tedak pernah bermasalah, karena raskin itu langsung diterima bersangkutan yang benar tidak mampu dan telah didata dan tercatat sebagai penerima raskin, ungkap Yayan. Yang sering menjadi problem setiap lurah jika raskin itu dikirim

SDIT Harapan Umat Datangi Gedung KPK
Jakarta,Radar NusantaraGenerasi muda bangsa sebagai penerus bangsa ini sangat mengharapkan Indonesia melebihi Negara-negara maju lainnya seperti Jepang,Cina Khususnya negara Asia Tenggara..Namun sampai kapan hal ini bisa terjadi mengingat, Indonesia Negara Paling korup se Asia Tenggara.KPK lembaga yang saat ini masih dipercayai untuk memberantas Korupsi kini menjadikan suasana berbeda karena Jika biasanya gedung Komisi Pemberantasan Korupsi selalu menjadi ajang aksi unjuk rasa, kali ini pemandangan berbeda terlihat di komisi yang dipimpin Busyro Muqoddas. Sekira 100 anak sekolah dasar yang berasal dari SDIT Harapan Umat Karawang Jawa Barat mendatangi gedung KPK. “Kita outing class atau study tour, ini untuk aktualisasi pembelajaran di kelas. Ini agar anak-anak lebih mengetahui apa itu korupsi dan memahaminya supaya mereka menjadi anak-anak yang baik,” kata Dewi Setyawati salah seorang guru SDIT Harapan Umat Karawang di Gedung KPK, Jakarta, belum lama ini Menurut Dewi dalam studi kali ini mereka menemui Ketua KPK Busyro Muqoddas. “Kita akan ketemu pak Busyro,” ujarnya. Tentu saja kedatangan anak-anak sekolah dasar ini mendapat perhatian dari pegawai KPK. Dari pengamatan, anakanak sekolah dasar ini tampak bersemangat untuk bertemu dengan pimpinan KPK. “Kita main-main kesini sambil belajar untuk mengetahui soal korupsi,” kata seorang anak SD tersebut. (Limbong)

Raskin tersebut didrop ke setiap kelurahan dan dari kelurahan didistribusikan ke setiap Rukun Tetangga (RT) untuk dibagikan ke masyarakat yang telah tercatat sebagai penerima raskin, demikian dijelaskan Yayan Sopian Lurah Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang dihubungi di kantyornya (11/4). Dikatakan, di Kelurahan Pekayon Jaya sekarang ini tercatat sebagai penerima raskin sebanyak 477 RTM (Rumah Tangga Mis-

yang kurang bagus, misalnya berasnya kuning dan banyak kutunya. Kalau dikirim beras seperti itu masyarakat enggan dan tidak mau membeli. Oleh karena itu sangat diharapkan Bulog agar meningkatkan pengiriman beras yang bagus dan berkualitas, ujar Yayan memohon. Sementara Hermawan Lurah Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, yang dihubungi di kantornya menjelaskan justru lebih banyak warga penerima raskin di daerahnya di banding Pekayon Jaya, sesuai data Kelurahan Kayuringin Jaya saat ini berjumlah 609 RTM, atau sebanyak 609 KK yang berhak dan tercatat sebagai penerima raskin tersebut. Menurutnya, selama dirinya menjabat Lurah, pendistribusian raskin tersbut berjalan lancar tidak pernah

bermasalah. Senada dengan Yayan Lurah Pekayon Jaya, Hermawan-pun sangat mengharapkan supaya ditingkatkan pengiriman beras bagus dan berkualitas. Sejumlah warga penerima raskin di lingkungan Bekasi Selatan yang dihubungi mengatakan, merasa bersyukur atas bantuan beras bantuan pemerintah itu dan beras itu sangat membantu sekali dengan harga yang terjangkau sebesar Rp 1.600,-/kg, Jika dibandingkan dengan harga beras sekarang dengan harga Rp 5.000,- s/d 6.000,-/kg berasnya masih jelek, dengan harga sebesar itu jelas kita tidak mampu membeli, ungkapnya. Mereka juga mengakui terkadang mendapat kiriman raskin kurang bagus banyak kutunya dan baunya-pun jika dimasak lain, paparnya. (pas)

KPK Awasi Badan Pertanahan Nasional
Jakarta,Radar Nusantara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan kajian terkait dugaan korupsi di tubuh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sebab itu, KPK melakukan pengawasan terhadap BPN, di mana jika terbukti korupsi akan ditindak. Hal ini dikatakan Pimpinan KPK bidang pengawasan, M Jasin kepada Radar Nusantara di Gedung KPK, belum lama ini mengatakan kalau Kami sudah lakukan kajian. Kami juga sidak, bukan hanya di Jakarta tapi di daerah maupun pusat. Pembersihan internal, peningkatan integritas moral pegawainya,” ungkap Jasin. Lebih lanjut dia mengatakan jika memang di BPN terdapat penyimpangan, KPK tentu akan menindak. Tentunya, kata dia, sebelum ditindak KPK melakukan peringatan terlebih dahulu. Pasalnya, BPN ini adalah suatu badan nasional yang berarti milik pemerintah. “Tapi sebelum kami tindak kasih warning, ya dibenahi lagi, yang paling bisa membenahi ya instansi sendiri. Kepala instansi itu harus memprakarsai pembenahan. Diatur SOP yang bagus, kode etik yang bagus kalau melanggar,” bebernya. (diana)

Antasari Penuhi Panggilan KY
Jakarta, Radar NusantaraSenentara tim penasihat hukum Antasari Azhar mengapresiasi langkah KY yang akan memanggil dan memintai keterangan para pihak terkait dengan pengaduannya. Salah satu kuasa hukum Antasari Azhar, Juniver Gersang mengaku telah mendapatkan surat panggilan dari KY untuk dapat hadir memberikan keterangan terkait pengaduan mereka itu, Kamis (14/4). “Sebenarnya pengabaian fakta dan bukti ini, kami sudah berkirim surat kepada KY. Kami juga kaget esok kami secara resmi dipanggil oleh KY,” kata Juniver, ketika dijumpai, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Dia mengatakan, hingga kini pihaknya tetap bersikukuh jika perkara yang ditimpakan kepada kliennya itu rekayasa belaka. Juniver menyebut proses persidangan juga hanya formalitas belaka. Pasalnya, menurut dia, majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara pembunuhan itu hanya mengacu pada keterangan saksi-saksi dan tersangka lain yang termaktub dalam berkas acara pemeriksaan (BAP), dan mengindahkan fakta-fakta yang tersaji di persidangan. Juniver sependapat dengan temuan sementara KY, yang menyebut adanya pengabaian bukti-bukti dan keterangan saksi ahli dalam perumusan amar putusan majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini. Dituturkan dia, beberapa diantara bukti yang diabaikan itu adalah soal sms kepada Nasrudin, yang menurut Juniver, tidak pernah dikirimkan dari nomor handphone Antasari. “Peluru atau balistik yang bersarang di kepala Nasrudin, tidak identik dengan peluru senjata yang dipakai untuk menembak mati Nasrudin,” kata dia mengenai bukti lain. Terakhir, ungkap Juniver, adalah bukti baju Nasrudin, yang sama sekali tidak pernah dihadirkan menjadi bukti di persidangan kasus ini. Juniver berharap temuan sementara KY ini dapat menjadi putusan akhir atas pengaduan tim penasihat hukum ini. “Kalau ini jadi fakta, tidak ada alasan unruk menghukum pak Antasari. Pak Antasari seharusnya bebas,” pungkas dia. (sind)

RADAR JABODETABEK

Minggu ke II April 2011

14

Di RS Rawalumbu Biaya Berobat Mencekik Leher
Bekasi, Radar NusantaraTampaknya bagi masyarakat Rawalumbu tak pantas Rumah Sakit Umum Rawalumbu di daerah itu, hendaknya rumah sakit itu berada di areal perumahan elite.
Pasalnya, masyarakat di daerah ini tidak mampu untuk berobat ke rumah sakit ini, karena tidak terjangkau kocek masyarakat dan terkesan mencekit leher, hal itu dikatakan sejumlah LSM kepada Swara Rakyat belum lama ini. Diduga para dokter di rumah sakit itu licik, dimana masyarakat yang berobat kendati sakit biasa saja diarahkan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dengan maksud supaya pembayaran si pasien yang sakit biaya pengobatannya membengkak dan tidak masuk akal. Atas ulah para dokter di rumah sakit itu sudah banyak masyarakat mengeluh, akibat biaya pengobatan yang seenaknya mematok hingga keteter untuk membayarnya kendati resep atau obat generik yang diberikan. Masyarakat Rawalumbu belakangan ini setelah mengetahui rumah sakit itu selalu menggorok, berpikir untuk berobat ke rumah sakit itu dan sekarang banyak lari ke rumah sakit terdekat yang menurut masyarakat bahwa rumah sakit yang tidak begitu jauh dari Rumah Sakit Umum Rawalumbu masih manusiawi dan masih ada sosialnya ketimbang RS Rawalumbu yang dinilai menggorok pasiennya. Hal itu diakui P. Pasaribu warga perumahan Rawalumbu dan menjelaskan, sering berobat ke rumah sakit Rawalumbu itu menurutnya biaya pengobatan sering tidak masuk akal. Dikatakan, pernah anaknya kesenggol mobil jatuh dan lecet hanya telapak tangannya begitu berobat ke rumah sakit ini langsung kaget karena rumah sakit itu membuat biaya berobat Rp 500 ribu lebih. Tidak cukup hanya disitu untuk mengambil resep lagi bayar lagi Pasaribu Rp 350 ribu. Pasaribu-pun bingung masak timbang hanya lecet begitu hampir sejuta rupiah biayanya? Keluh P. Pasaribu anggota PWI Bekasi itu. Kemudian masih menurut penuturan Pasaribu dan dia mengeluhkan biaya pengobatan di rumah sakit itu. Sabtu (26/3) bawa anak berobat ke rumah sakit Rawalumbu itu, biaya pengobatan menurut Pasaribu tidak masuk akal anak hanya dicakar anjing (Dokternya-pun mengakui hanya dicakar, kalau digigit pasti sobek, ujar dokternya) harus mengeluarkan uang Rp 250 ribu. Padahal, sebetulnya dikasih betadinpun bekas cakaran anjing itu sembuh, bahkan harus diperiksa di ruang UGD, anak itu disuntik anti biotic dan diberikan obat sirop 2 botol dan obat itu bukan obat leuar negeri, langsung dipatok harganya Rp 250 ribu. Bahkan Pasaribu makin tanda tanya, apakah Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Bekasi tidak pernah mendengar keluhan masyarakat atas mahalnya biaya berobat di RS Rawalumbu itu? Ataukah tidak pernah survey ke rumah-rumah sakit di Kota Bekasi, sebab keberadaan seluruh rumah sakit di Kota Bekasi tidak terlepas dari pembinaannya. Hendaknya DPRD Kota Bekasi sudah selayaknya untuk meninjau kembali ijin oprasional RS Rawalumbu, dinilai rumah sakit ini tak pantas di Rawalumbu, baiknya berada di perumahan elite. Sebab selama ini tidak ada sosialnya bagi masyarakat yang menjadi pasien rumah sakit itu, beber Pasaribu. Ketika hal itu akan dikonfirmasikan ke Dinkes Kota Bekasi dan Rumah sakit Rawalumbu tidak pernah berhasil, tidak berada di tempat. (pas)

Kajari Sumedang Didesak Tegakkan Supremasi Hukum

DPP Gersam Tara Ramah Tamah Dengan DPD Geram Tara Kota dan Kab Bekasi
Kab. Bekasi, Radar NusantaraGerahamtara adalah suatu lembaga kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang kemanusiaan seutuhnya yang berdasarkan kepada Undang-undang Dasar 1945 DAN Pancasila serta Declaration of Human Right. Untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman terhadap pentingnya menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang telah diamanatkan oleh UUD 1945 dan Pancasila yang dijadikan falsafah bangsa Indonesia. Gerahamtara bertujuan menjadikan bangsa Indonesia yang selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mencapai tujuannya Gerahamtara memperjuangkan dan memberikan pengertian, penerangan kepada segenap lapisan masyarakat Indonesia akan pentingnya kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi dan dihormati serta memberikan pengarahan, bekerjasama dengan unsur Pemerintah dan jajarannya, TNI dan jajarannya,Polisi dan jajarannya dengan seluruh lapisan elemen masyarakat Indonesia. Hajatan Hutabarat, S.Pd saat di konfirmasi Radar Nusantara menjelaskan semua anggota Gerahamtara wajib menjunjung tinggi dan menjaga nama baik Gerahamtara dan harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menegakkan Hukum dan Kemanusiaan. Ditambahkan pula oleh Sekretaris Jenderal Gerahamtara Syarif Toyib bahwa anggota Gerahamtara adalah warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi dan paham akan UUD 1945 dan Pancasila. Hadir dalam acara ramah

tamah DPP Gerahamtara Periode 2010 – 2015 1. Prof. Dr. Daniel Ing Talan Ph.D Wakil Presiden Gerahamtara 2. H. Dudit Fandi Firdaus, LC, S.Sos Sekjen Gerahamtara 3. Hans Tulungalo S.H Direktur Utama dan Media 4. Bunda Debora Lisu Palayu-

kan Tambora Langi Bendaraha Umum 5. Yusuf L. Tobing, S.Th, MA Direktur Kaji Tindak Semoga Gerahamtara Kabupaten/Kota Bekasi menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya dalam melaksanakan tugas kemanusiaan. (Gunawan)

Sumedang, Radar NusantaraKepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Arie Pawarto, SH,MH, baru-baru ini disambangi sejumlah Organisasi Masyarakat dan LSM yang perduli Sumedang. Dalam pertemuan yang bertempat diruang Kajari tersebut, tampak hadir, Mantan Anggota DPRD Sumedang, Romli Firdaus, yang sebelumnya terjerat kasus Bansos. Pada kesempatan itu dengan tegas disampaiakan ke Kajari Sumedang, untuk segera memproses segala bentuk pelanggaran hukum terutama yang menyangkut Korupsi di wilayah Hukum Sumedang, tanpa pandang bulu. “Kami tidak mau kalau bapak Kajari hanyut dalam loby loby, Sumedang adalah Kabupaten terkorup nomor dua se Jawa Barat, Sumedang pintar merekayasa data. Dikawatirkan kedepan, Sumedang menjadi Kabupaten termiskin se Jawa Barat akibat Korupsi,” ujar Abah Jeep, salah seorang yang tergolong dituakan ketika itu. Lebih jauh diungkapakan, dalam penegakan hukum dimaksud, Ormas Sumedang siap mendukung Kejaksaan Negeri Sumedang, baik di depan, dibelakang bahkan bila perlu sampai turun kejalan. Hal tersebut ditegaskan mengingat, Ormas yang perduli Sumedang sesungguhnya sudah muak dengan cara-cara penegakan hukum yang berjalan selama ini, yang terkesan hanya tebang pilih. Sementara itu, Kajari Sumedang, Arie Pawarto, mengatakan sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan sejumlah Ormas yang perduli Sumedang. “Mari kita sama-sama bekerja. Tentunya, yang kita bicarakan saat ini sangat perlu didukung data-data yang ril,” ujar Arie. ( Aidin/S.Lubis)

RADAR JABODETABEK

Minggu ke II April 2011

15

Kepala Sekolah Perlu Mendapat Penghargaan
Oleh: Benny Sinurat (Ketua (Plh) LSM – PAB)
HINGGA saat ini jumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di wilayah Kota Bekasi, Prov. Jawa Barat sudah mencapai 40 dan 17 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). Dari 40 SMPN hanya satu lagi yang belum memiliki gedung sendiri yakni SMPN 40, sementara SMAN dan SMKN masih ada beberapa lagi belum memiliki gedung sendiri. Kembali ke proses pembangunan gedung SMPN, sebagian besar dari 39 gedung tersebut merupakan hasil perjuangan guru yang selanjutnya diangkat/dikukuhkan jadi kepala sekolah. Pada awalnya adalah kelas jauh (pilial) dari sekolah induk yang sementara numpang belajar di gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) menunggu dibangun gedung sendiri. Terlepas dari bagian strategi guru untuk untuk jadi kepala sekolah, namun untuk memperjuangkan gedung sekolah itu bukanlah hal yang gampang. Selain proses dan perjuangan keras juga dibutuhkan pengorbanan baik spiritual maupun materi. Sebut saja SMPN 24, 30, 34 yang awalnya berinduk ke SMPN 9 Jatiasih, SMPN 29 berinduk ke SMPN 12 Kec. Bekasi Selatan, SMPN 28, 35 berinduk ke SMPN 15 Kec. Jatisampurna, SMPN 32 serta beberapa sekolah lainnya. Seperti disebutkan di atas, mengingat banyaknya guru yang antri serta memenuhi syarat jadi kepala sekolah tentu mengakibatkan persaingan sangat ketat. Tentu strategi yang lebih tepat untuk dapat diangkat jadi kepala sekolah adalah memperjuangkan gedung sekolah baru. Hal itu disebabkan pertumbuhan jumlah penduduk seiring dengan peningkatan jumlah siswa di Kota Bekasi sangat pesat mengharuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi c/q Dinas Pendidikan (Disdik) menambah gedung sekolah. Namun di satu sisi proses persiapan lahan yang layak membutuhkan waktu serta perjuangan berat, tentu untuk sementara siswa kelas jauh (pilial) sementara numpang belajar di gedung SD. Lalu wakil kepala sekolah induk yang sudah lulus tes kepala sekolah mencari lahan fasilitas sosial (fasos)/fasilitas umum (fasum) yang tepat, strategis serta layak dibangun gedung sekolah. Setelah ada lalu dilakukan lobilobi minta persetujuan dari berbagai pihak terkait mulai dari RT/ RW, kelurahan, kecamatan dan warga setempat. Setelah dilengkaharus menghadapi ancaman dengan menggunakan senjata tajam. Tentu untuk menyelesaikan ini sangat dibutuhkan kesabaran, ketabahan, tenaga dan pengorbanan. Tak kenal lelah siang maupun malam melakukan lobi-lobi dan pendekatan sampai warga setempat menyetujui atau merestui. Seperti dirasakan Kepala SMPN 23, Heri Wahyudi ketika memperjuangkan gedung SMPN 32 Kota Bekasi. Begitu juga H. Abdullah ketika memperjuangkan SMPN 34 Jatiasih, Soleh Baharuddin, S.Pd memperjuangkan gedung SMPN 35 Pondok Melati, Samsu memperjuangkan gedung SMPN 39 Jatiasih, Drs. Said di SMPN 29 Bekasi Selatan, Drs. Abdul Azis ketika memperjuangkan gedung SMPN 30 serta yang lainnya. Tapi sayangnya belum juga beberapa tahun jadi kepala SMPN 30, Azis langsung ditarik jadi pengawas di Disdik Kota Bekasi. Semua kepala sekolah tersebut di atas pasti merasakan hal yang sama ketika memperjuangkan gedung sekolahnya masing-masing. Tentu jasa mereka sangat patut dihargai karena ikut andil membantu pemerintah khususnya Pemkot Bekasi dalam pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. Berkat upaya dan perjuangan keras mereka anak siswa generasi penerus bangsa dapat tertampung untuk mengikuti pendidikan di sekolah negeri. Tanpa terobosan seperti itu, mungkin banyak siswa yang putus sekolah karena tidak mampu sekolah di swasta. Sehingga mereka pantas disebut sebagai pahlawan pendidikan. Untuk itu, Pemkot Bekasi perlu memperhatikan hal itu, jasa dan perjuangan mereka tidak bisa diabaikan begitu saja melainkan perlu dihargai. Bentuk penghargaan itu bukan harus brupa piagam tapi lebih tepatnya memberikan kesempatan kepada mereka sebagai kepala sekolah minimal 2 periode. Jangan seperti Azis, hanya karena masalah sepele, belum juga 3 tahun menjabat sebagai kepala SMPN 30 langsung dicopot dan ditarik sebagai pengawas. Sangat menyakitkan sebab sepertinya sia-sia semua pengorbanan dan perjuangannya selama ini. Tulisan ini merupakan informasi tentang fakta di lapangan sebagai masukan buat Pemkot Bekasi. Sebab selama ini, para petinggi di Pemkot Bekasi mungkin tahunya lahan sudah siap tinggal biaya pembangunan gedung, namun proses dan perjuangan berat untuk mendapatkan lahan tersebut tidak tahu.

pi semua baru diajukan anggaran pembangunan gedung ke Pemkot Bekasi c/q Dinas Pendidikan. Apabilah luas lahannya di atas 5000 m2 dapat diajukan anggaran dari pusat melalui program blogrant. Namun jika di bawah 5000 m2 anggarannya harus dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Pemkot Bekasi. Persoalannya, meskipun lahan ada tapi tidak gampang mendapat ijin terutama persetujuan dari warga setempat. Perjuangannya sangat berat, harus menghadapi berbagai ancaman, terror, protes keras diwarnai aksi demo dari masyarakat setempat. Bahkan

Warga Jati Karya Protes Rencana Eksekusi dan Pemeriksaan Setempat
Bekasi, Radar NusantaraRencana pemeriksaan setempat dan eksekusi lahan seluas 458030 m2 yang terletak di desa jati karya, kecamatan jatiasih sampurna Kota Bekasi, jelas terdapat perlawanan dari warga, dan rencanapemeriksaan setempat yg bakal dilakukan pengadilan dan juga rencana eksekusi ikut I tentang dan diprotes warga, aksi protes tersebut disampaikan melalui surat yang dibacakan kuasa hokum warga dalam rapat koordinasi Pengadilan Negeri Bekasi Senin (28/30) “Menunjuk surat panitra sekretaris Pengadilan Negri Bekasi tentang pemberi tahunan pelaksanaan rapat koordinasi terkait rencana pemeriksaan setempat dan eksekusi lahan masyarakat Jatikarya, maka kami selaku Kuasa Hukum Warga menyampaikan protes keras terhadap rencana eksekusi itu merupakan tindakan berlebihan yang bertentangan Dengan kepatutan dan ketertiban umum “kata H dani badani SH selaku kuasa hokum warga. Rapat koordinasi tersebut langung dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Bekasi Syamsul Bahari Borut SH dan H Dani Badan SH yang mewakili warga lebih dari 500 orang ahli waris yang meminta pihak Pengadilan Negeri Bekasi janganlah kehendak dan membatalkan rencana eksekusi lahan seluas 458.030 m2 yang dihuni oleh para alhi waris Candubin Godo, H Saama bin Laisan dan H Emur bin Miman apalagi sampai menyita tanah milik masyarakat Jatikarya yang diatasnya telah diletakan satu jaminan terkait perkara perdata nomor 199/Pdt.G/2002/PN.Bks. Menurut Kuasa Hukum warga , pemohon tidak berhak mengajukan permohonan eksekusi dan juga perumahan itu di desain atas objek sengketa gugatan perkara perdata nomor 29/Pdt.G/2000/PN.Bks, keamanan pemeriksaan lahan yang dijadikan dasar gugatan dalam perkara itu telah diuji dalam perkara perdata nomor 221/Pdt.G/ 2000PN. Bks dalam amar putusan perkara tertanggal 23 Desember 2010 disebutkan, Avokad Resti Dyah Hat Hastirinani SH beserta rekan-rekannya terbukti melakukan rekayasa dengan menggunakan surat kuasa palsu untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Bekasi dan rekan-rekannya “Ranzam”, SH Cahidir Noer SH dan Mulia SH seolah-olah telah mendapat surat kuasa dari para Penggugat. Menurut dia Nurseni Hasan Karno Ali Asegat, heru Marsongko adag bin Sarif dan Gandi Syamsudin tidak pernah membuat dan menandatangani surat kuasa untuk mengajukan ke PNKBS “Kasus Pemalsuan” tersebut telah dilaporkan oleh Husen Hasan Karno Ali Asegaf Heru Marsangko Adang Bin Sarif dan Gandi Syamsudin sudah di laporkan ke Polisian pembuatan ini syah di gelarnya perkara perdata nomor 221/Pdt.G/2010/PN.Bks dan jelas terungkap fakta yang menyebutkan 85 akte jual beli dijadikan dasar gugatan penggugatan ternyata adalah palsu. Warga protes hanya menyangkut rencana eksekusi bahkan permohonan pemeriksaan setempat yang akan dilakukan oleh pengadilan negeri Bekasi juga di protes warga. Menurut Kuasa Hukum warga H Dani Badani pemeriksaan setempat hanya dapat dilakukan pada saat proses persidangan suatu perkara yang sedang berjalan. Tujuannya mencari kebenaran fakta. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 153 HIR dan surat edaran mahkamah Agung RI nomor 7/ 2001, sedangkan perkara nomor 29/ Pdt.G/2002/PN.Bks telah mempunyai hukum tetap. Maka tidak perlu lagi dilakukan pemeriksaan setempat, bila hal ini tetap dilakukan berarti tindakan yang berlebihan. H Dani Badani juga mengingatkan tegas bila pihak pengadilan untuk memaksakan kehendak, untuk eksekusi tetap dilaksanakan maka seluruh akibatnya ditanggung sendiri, dan tidak bertanggung jawab terhadap yang timbul akibatnya. (MS)

RADAR DAERAH

Minggu ke II April 2011

16

Pendataan Asset Pemda Karawang Dinilai Gagal
honorium panitia pelaksana proyek itu sangat besar, lebih dari separuh belanja modal sertifikasi. Ketika hal ini di konfirmasi kan oleh Radar Nusantara dengan Panji Santoso Kepala Bidang Aset pemkab karawang, selaku pihak yang membidangi dan bertangung jawab terhadap proyek itu, Panji Santoso dengan enteng menjawab, memang betul program itu belum berhasil, karena pihak BPN terlalu lama memproses berkas yang kami ajukan ujar nya tanpa beban. Ketua LSM KPPPI Karawang Robert menyesalkan kegagalan proyek itu, seharus nya pihak yang menangani atau membidangi proyek tersebut lebih bertanggung jawab atas beban tugas yang ia terima. Robert menghimbau kepada Bupati Karawang H. Ade Swara untuk memberikan teguran dan sanksi yang berat terhadap pegawai nya yang kurang perduli terhadap pekerjaan yang ia emban selama ini. BPK-RI berpendapat, hal ini bertentangan dengan UndangUndang No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 49 ayat (1) menyatakan bahwa barang milik negara/daerah yang berupa tanah harus di sertifikasi dan atas nama pemerintah daerah yang bersangkutan. Permendagri No. 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah pasal 46 ayat (1) yang menyatakan barang milik daerah berupa tanah harus di sertifikatkan atas nama pemerintah daerah. Ayat (2) menyatakan barang milik daerah berupa bangunan harus di lengkapi dengan bukti kepemilikan (sertifikat) atas nama pemda setempat. Ayat (3) juga menyatakan barang milik daerah selain tanah atau bangunan harus jg di lengkapi dengan bukti atas nama pemerintah daerah. Dalam hal ini BPKRI telah merekomendasikan ke Bupati Karawang, agar memerintahkan kepala dinas DPPKAD untuk segera melaksanakan program penataan penguasaan, pemilikan pengunaan tanah khusus nya untuk mensertifikatkan tanah sebanyak 1.302 bidang seluas 7.652.877 m2, tapi hingga sekarang belum dilaksanakan oleh pihak DPPKAD Karawang. (Irawan/Limbong)

Komisi IV DPR RI Adakan Kunjungan Kerja Ke Kab. Karawang
Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu upaya meningkatkan efektifitas pelaksanaan dan pendistribusian beras bagi keluarga miskin (beras raskin), rombongan anggota Panitia Kerja Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengadakan kunjungan kerja ke Kab. Karawang. Kedatangan rombongan tersebut di Karawang diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, belum lama ini Rombongan yang diterima di Gedung Singaperbangsa Lt. II Pemda Karawang tersebut diketuai oleh Herman Khoiron dengan anggota rombongan sebanyak 14 orang. Salah satu isu yang mereka bawa dalam kunjungan kerja tersebut adalah sebagai daerah sentra beras dan lumbung padi nasional, namun Kab. Karawang masih tercatat sebagai daerah penerima beras raskin. Selain itu, isu lainnya adalah mengenai kemungkinan turunnya jumlah rumah tangga sasaran (rts) raskin terkait dengan kondisi kemiskinan masyarakat. Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana dalam sambutannya menjelaskan, Ketersediaan stock beras di Kab. Karawangsendiri saat ini relatif stabil. Hal ini tidak lepas dari tingginya perhatian pemerintah daerah dalam sektor pertanian. Terlebih peran komoditas beras sangat besar dalam program ketahanan pangan nasional, maka berbagai upaya perlu terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan beras di Karawang. Lebih lanjut Wakil Bupati mengatakan, jumlah pagu raskin Kab. Karawang pada tahun 2011adalah sebanyak 34.572.420 kg/ tahun atau 2.881.035 kg/bulan, dengan alokasi raskin setiap rts sebanyak 15 kg/rts/bulan selama 12 bulan dan harga tebus raskin di titik distribusi sebesar rp.1.600,-/kg. “Sedangkan jumlah rumah tangga sasaran penerima manfaat untuk program raskin pada tahun ini sebanyak 192.069 rts,” jelasnya. Sedangkan di dalam pengelolaannya, lanjut Wakil Bupati, program raskin di Karawang mengacu pada sejumlah prinsip dasar, yaitu: transparansi, partisipasi, serta keberpihakan kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat. “Dimana dalam pengorganisasiannya, program raskin dilaksanakan mulai tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan dan titik distribusi, dengan membentuk tim koordinasi program raskin,” imbuhnya. Di kabupaten karawang sendiri, tambah Wakil Bupati, program raskin juga ditunjang oleh proyek Japan Fund For Poverty Reduction (JFPR) dalam rangka pengayaan atau fortifikasi beras bagi keluarga miskin. “Melalui proyek yang merupakan hibah dari Asian Development Bank (ADB) tersebut, beras raskin diberikan pengayaan / fortifikasi berupa zat besi, guna mengurangi prevalensi anemia di kalangan keluarga miskin,” tambahnya. (Limbong/Hapnal/Irawan)

Karawang, Radar NusantaraProyek pensertifikatan senilai Rp 220.000.000,00 (Dua Ratus Dua Puluh Juta Rupiah) yang telah di realisasikan oleh pemerintah kabupaten karawang pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2009 yang lalu, ternyata memble alias tidak berjalan secara optimal sebagai mana mestinya.
Tercium nya aroma tidak sedap atas kegagalan proyek pensertifikatan tanah aset pemkab karawang ini, lantaran hasil dari Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) Perwakilan Jabar, yang telah melakukan pemeriksaan terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten karawang. Sekedar di ketahui, neraca pemkab karawang per 31 Desember 2009 menyajikan nilai aset tanah sebesar Rp 260.098.767.406,00. Nilai aset tersebut terdiri dari 1.431 bidang tanah seluas 8.244.682 m2. Hasil pemeriksaan BPK-RI atas laporan sertifikat tanah per 31 Desember 2009 di ketahui, bahwa aset tanah yang sudah bersertifikat adalah sebanyak 129 bidang seluas 591.805 m2 dengan nilai perolehan sebesar Rp 40.010.748.600,00 sehingga terdapat aset tanah yang belum memiliki sertifikat sebanyak 1.302 bidang, seluas 7.652.877 m2 senilai Rp 220.088.018.806,00. Sementara pada pagu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2009, pemkab karawang telah mengalokasikan dana sebesar Rp 220.000.000,00 kedalam program penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan penataan tanah ke dalam kegiatan, pensertifikatan tanah aset milik pemkab karawang. tapi pada kenyataan nya proyek pensertifikatan itu memble alias tidak berjalan sebagai mana mesti nya. Lantaran hanya terealisasi Rp 15.105.000 atau (6%) itu pun cuma untuk biaya pendaftaran 19 bidang tanah saja. Menurut Novi Setia, Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran BPN Karawang, Sertifikat milik pemkab karawang sebanyak 17 buah yang sudah jadi sekarang itu, merupakan pembuatan/proyek tahun 2007-2008 yang di danai melalui APBD kabupaten karawang pada Tahun Anggaran 2007-2008 yang lalu, akan tetapi Sertifikat itu baru selesai di tahun 2009, biaya nya pun menghabiskan hanya Rp 16.206.400 (Enam Belas Juta Dua Ratus Enam Ribu

Empat Ratus Rupiah). Novi Setia menambahkan, setahu kami pihak BPN karawang belum menerima order/pesanan apapun lagi hingga sekarang dari pihak pemkab karawang untuk pembuatan Sertifikat, soal audit BPK pada APBD karawang tahun 2009 itu, kami tidak paham, karena pihak pemkab karawang pada tahun 2009 yang lalu, tidak pernah membuat Sertifikat seperti yang di maksud, melainkan sertifikat sebanyak 17 buah itu adalah proyek tahun 2007 bukan tahun 2009. Hal ini di benarkan juga oleh Suhudi Kasubsi Pengaturan Tanah Pemerintah pada BPN karawang. Kemudian pada tahun anggaran 2010 yang lalu, pihak DPPKAD juga telah mengangarkan dana ke dalam APBD sebesar Rp 220.000.000,00 (Dua Ratus Dua Puluh Juta Rupiah), untuk Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah. Diantara rincian nya sebagai berikut: Biaya pensertifikatan tanah sebesar Rp 120.000.000,00 (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah) dengan rincian Honorium Panitia Pelaksana Kegiatan sebesar Rp 28.425.000,00, kemudian biaya Foto copy Rp 18.576.000,00, biaya Sertifikasi Rp 54.106.000,00, kemudian biaya Perjalanan dinas dalam daerah Rp 11.400.000,00 dan biaya makan minum sebesar Rp 4.812.000,00. Akan tetapi program ini bisa di kategorikan mandul, coba kita perhatikan biaya

RADAR DAERAH
H. Ade Swara (Bupati Karawang)

Minggu ke II April 2011

17

Canangkan Program CSR
num. Bila dibandingkan dengan air gallon isi ulang yang dijual seharga Rp. 5.000 – 6.000 per gallon mempunyai biaya produksi sebesar Rp. 1.600 per liter. Pengoperasian instalasi pun sangat mudah, dan dapat dilakukan masyarakat setempat melalui pelatihan sederhana. Instalasi tersebut pun mampu menghasilak 75 liter air minum perjam dan 200 liter air bersih per jam. Program CSR air bersih ini direncanakan dapat diperluas sebanyak mungkin, khususnya di daerah sulit air bersih, melalui partisipasi industri yang jumlahnya lebih dari 600 unit di Karawang. Program Kedua adalah listrik pedesaan untuk penerangan rumah yang terletak dilokasi terpencil yang jauh dari jaringan listrik PLN. Teknologi yang digunakan adalah teknologi lampu mutakhir, yaitu Light Emitting Diode (LED) produk Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR). Setiap lampu hanya membutuhkan daya 1,5 watt, tapi memiliki penerangan setara dengan 10 watt lampu halogen. Pengunaan lampu ini dapat menghemat penggunaan energy hingga 75 persen, sehingga pengguna listrik hanya cukup membayar 25 persen saja. Umur lampu pun cukup lama, mencapai 50.000 jam atau setara dengan 5.000 hari, atau 13 tahun. Dalam program listrik pedesaan “Pro Rakyat” tersebut, setiap rumah dibagikan satu paket lampu LED, yang terdiri dari 5 buah lampu LED, batere, kabel, dan perlengkapannya. Paket lampu tersebut dapat dipasang sendiri oleh masyarakat karena instalasinya yang sangat sederhana. Listrik yang digunakan pun cukup aman karena menggunakan arus DC dari batere (aki) motor yang mampu menghidupkan seluruh lampu tersebut selama 2-3 hari. Bila pemilik rumah memiliki motor, maka pada malam hari aki dapat digunakan untuk menyalakan lampu, dan pada siang hari aki tersebut dapat terisi kembali saat motor digunakan, sehingga aki dapat dipakai kembali pada sore hari untuk menyalakan lampu. Teknologi ini tidak memerlukan sumber energy terpusat, sehingga tidak membutuhkan jaringan kabel antar rumah. Untuk percontohan, listrik pedesaan versi CSR ini dipasang 26 unit LIMAR beserta 3 unit “charging station”nya di Dusun Cinara, Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya. Program Ketiga adalah berupa penanaman pohon produktif dihalaman rumah petani, dimana pohon yang ditanam berupa pohon gaharu, jengjen, dan mahoni. Keuntungan dari pengembangan pohon ini dapat mengubah tingkat kesejahteraan warga hanya dalam waktu beberapa tahun. Pohon Gaharu memiliki nilai ekonomis tinggi, dimana harga getahnya mencapai Rp. 5 – 10 juta per kilogram, dan bahkan sempat mencapai Rp. 100 juta per kg, yang tergantung dari jenis dan kualitas pohon gaharu yang ada. Dalam program CSR ini, dibagikan 200 bibit pohon gaharu, 2.000 bibit pohon jengjen, serta 500 bibit pohon mahoni. Analisa biaya dan keuntungan dari budidaya pohon gaharu pada luasan tanah 2.000 m2, dengan jangka waktu 10 tahun, mampu ditanami 180 batang pohon dengan jarak 3 x4 m. Biaya awal yang diperlukan mencapai Rp. 74, 5 juta rupiah, termasuk biaya untuk bibit, perawatan, pemupukan, pestisida, serta tenaga inokulan, perawatan, dan panen. Dengan asumsi tersebut, tingkat keberhasilan inokulasi mencapai 75 persen atau 135 batang dari 180 batang yang ditanam, mampu menghasilkan penjualan mencapai Rp. 5,13 miliar. Dengan demikian, keuntungan yang diterima setelah dikurangi biaya produksi mencapai Rp. 5,055 miliar. Dari perhitungan tersebut, dengan investasi sekitar Rp. 74 juta, berpotensi menghasilkan Rp. 5 milyar dalam kurun waktu 10 tahun. Seiring waktu, harga tanah jual tanah pun akan meningkat, jadi tentunya kita tidak akan rugi berinvestasi di kebun. Sementara itu, Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut berharap dengan adanya pencanangan ini dapat diikuti oleh perusahan-perusahaan yang ada di Kab. Karawang. Terlebih program CSR yang selama ini dilakukan perusahaan seringkali tidak dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, dan hanya dilakukan di wilayah sekitar perusahaan. Ke depan, Bupati berharap dapat terjadi pemerataan program CSR, sehingga dapat dirasakan pula di daerah yang sulit dan jauh dari lokasi pabrik. (Limbong/Hapnal/Irawan)

Pengadilan Agama Tidak Mentolelir Perceraian Bawah Tangan
Majalengka,Radar NusantaraDiera transparansi sekarang ini masih juga terjadi prilaku oknum petugas yang bertindak sesuai dengan keinginan sendiri entah motifnya untuk mencari keuntungan atau sekedar bertingkah bagaikan orang yang berkuasa tanpa mengindahkan aturan dan rambu-rambu yang harus dijalankan, hal seperti ini yang sudah terjadi dan diberitakan dimedia nusantara edisi sebelumnya. Menyikapi pemberitaan radar nusantara edisi yang lalu,,tentang ulah oknum P3N Pakubeureum yang berlagak menjadi hakim, Wakil Pansek Pengadilan Agama H. Syam menegaskan Pengadilan Agama tidak mentolelir adanya penceraian

Karawang, Radar NusantaraBupati Karawang, H. Ade Swara meresmikan penggunaan instalasi air minum/air bersih dan penanaman pohon produktif di Desa Srijaya Kec. Tirtajaya dan Desa Tanjungmekar Kec. Pakisjaya Kab. Karawang, serta program listrik pedesaan di Desa Tambaksumur Kec. Tirtajaya.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari Pencanangan Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan dunia industri bersama Pemerintah Kabupaten Karawang. Pencanangan program CSR tersebut meliputi tiga macam program “pro rakyat”, yaitu penyediaan air bersih di wilayah sulit air, penyediaan listrik pedesaan, serta peningkatan ekonomi masyarakat kecil melalui program kebun produktif di halaman rumah. Program tersebut hanyalah contoh program nyata yang dapat dilaksanakan secara murah, mudah, serta dapat bermanfaat bagi masyarakat kecil dan berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya pencanangan ini, dapat mengetuk hati para industri di lingkungan Kab. Karawang untuk dapat membantu saudara dan tetangganya yang mengalami kesulitan. Program yang diselenggarakan di ketiga desa tersebut merupakan sumbangan pribadi dari Bupati Ade Swara, tanpa menggunakan dana APBD. Dimana arah program CSR sengaja diprioritaskan untuk membantu masyarakat kecil yang selama ini masih tertinggal. Program pertama adalah penyediaan air bersih. Program ini didasari pada cakupan penyediaan air bersih di Kab. Karawang yang baru mencapai 16 persen. Jumlah tersebut jauh tertinggal dari target yang ditetapkan pada Millenium Development Goal (MDG) yaitu sebesar 80 persen pada tahun 2014. Oleh karena itu diperlukan berbagai langkah terobosan serta partisipai dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk peningkatan pemerataan pelayanan air bersih. Program air bersih “Pro Rakyat” di Desa Srijaya menggunakan air baku dari sungai, sedangkan di Desa Tanjungmekar menggunakan air payau. Instalasi air bersih tersebut menggunakan teknologi penyaringan ultra filtrasi (UF) dan Reverse Osmosis (RO). Teknologi hasil karya anak bangsa tersebut memiliki biaya operasional dan konsumsi listrik rendah bila dibandingkan teknologi konvensional. Meskipun demikian, teknologi ini mampu menyaring makromolekul, koloid, padatan tersuspensi, parasit, pathogen, warna, serta bahan organic, virus, dan bakteri. Biaya produksi yang diperlukan pun sangat murah, yaitu Rp. 15 per liter untuk air bersih, dan Rp. 25 per liter untuk air mi-

Kalaupun ada oknum seperti itu jelas harus ditindak, silakan bagaimana media menyikapinya, hanya pihak Pengadilan Agama tidak bisa menindak lebih lanjut karena P3N bukanlah dibawah naungan institusi kami, jelas Syam
dibawah tangan yang dilakukan oknum P3N.”P3N bukanlah pembantu pencatat cerai melainkan hanyalah pembantu pencatat nikah’. Kalaupun ada oknum seperti itu jelas harus ditindak, silakan bagaimana media menyikapinya, hanya pihak Pengadilan Agama tidak bisa menindak lebih lanjut karena P3N bukanlah dibawah naungan institusi kami, jelas Syam jika memang telah terjadi perilaku seperti ini hendaknya lembaga terkait harus menindak untuk efek jera terhadap oknum yang melakukan tindakan-tindakan yang melakukan pelanggaran. Selama ini masyarakat masih banyak yang belum memahami dengan baik karena pengetahuan tentang hukum yang masih minim sehingga jika diberhadapkan dengan permasalahan serupa selalu mencari proses yang instan dan sangat percaya terhadap petugas dilapangan seperti P3N, dan hendaknya proses perceraian dilakukan di Pengadilan Agama setempat untuk menghindari adanya oknum yang mencari keuntungan diatas penderitaan orang lain. (Tim)

RADAR DAERAH
Wakil Bupati dr. Cellica Nurrachdiana

Minggu ke II April 2011

18

Dukung RKPD Prov. Jawa Barat
Karawang, Radar NusantaraWakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang siap mendukung dan mensukseskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2012.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Cellica Nurrachadiana usai mengikuti kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat Tahun 2011, di Bandung. Selain itu, lanjut Wakil Bupati, Pemkab Karawang pun akan berupaya maksimal guna mencapai 8 (delapan) target Millenium Development Goals (MDGs) yang telah ditetapkan pemerintah pusat, yang antara lain adalah penghapusan kemiskinan, pendidikan untuk semua, persamaan gender, penurunan angka kematian anak, peningkatan kesehatan ibu, perlawanan terhadap penyakit, pelestarian lingkungan hidup, serta kerjasama global. Wakil Bupati melanjutkan, sesuai dengan kesepakatan antara Gubernur dan Bupati/Walikota, RKPD Prov. Jawa Barat juga mencantumkan 20 kegiatan tematik kewilayahan yang terbagi dalam 4 wilayah koordinasi pemerintahan

dan pembangunan (WKPP) Jawa Barat, yaitu WKPP I Bogor, WKPP II Purwakarta, WKPP III Cirebon, dan WKPP IV Priangan. “Kab. Karawang sendiri termasuk dalam WKPP II Purwakarta bersama dengan Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Bekasi, dan Kota Bekasi. Wakil Bupati menambahkan, program prioritas pembagunan yang diselenggarakan di wilayah WKPP II Purwakarta antara lain meliputi pengembangan kawasan ekonomi khusus industri Karawang – Bekasi, pengembangan kawasan industri manufaktur, pengembangan industri perberasan, pengembangan perikanan budidaya ikan air tawar, air payau, dan hutan mangrove, serta pengembangan wisata sejarah dan ziarah (pilgrimage). Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat menjelaskan bahwa prioritas pembangunan Prov. Jawa Barat Tahun 2012 merupakan tindak lanjut dan implementasi dari Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 20082013. “Untuk merespon isu dan problem pembangunan tahun 2012, Pemprov Jawa Barat telah menyusun rencana program dan kegiatan yang dikelompokkan ke dalam kegiatan tematik dan kegiatan non tematik,” jelasnya. Gubernur menambahkan, rencana kerja kegiatan tematik terdiri dari kegiatan tematik sektoral dan

kegiatan tematik kewilayahan. Kegiatan tematik sektoral meliputi 10 (sepuluh) common goals dengan total 40 kegiatan sektoral. “Sedangkan kegiatan tematik kewilayahan memiliki total 20 kegiatan, yang bercirikan potensi unggulan dan tantangan pembangunan yang mengemuka di masing-masing WKPP, sebagai wujud optimalisasi kegiatan sektoral di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam rapat yang berlangsung di Convention Hall Hotel Horison, jl. Pelajar – Pejuang 45, Kota Bandung tersebut, Wakil Bupati Cellica Nurrachadiana turut didampingi oleh sejumlah pejabat daerah. Salah satu yang terlihat mendampingi adalah Sekretaris Daerah Kab. Karawang Iman Sumantri, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Karawang, Teddy Rusfendi. (Limbong/Hapnal/Irawan)

Motivasi Kepada Petugas Dinkes dan KPA
Karawang, Radar NusantaraUsai menghadiri Orientasi Program KB kepada Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana langsung menuju lokasi Alam Kreasi di Jln Parahiyangan Karawang, guna menghadiri Loka Karya Dinkes dan KPA terkait Program Kesehatan untuk Wanita Pekerja Seks (WPS). Dalam arahannya Cellica mengatakan bahwa setiap prgram yang dibuat harus segera di evaluasi dan dikaji sejahmana kendala dan keberhasilannya, hambatan, tantangan dan Peluangnya, Insya Allah Pemperintah Daerah akan segera menindak lanjuti permaslah-permaslahan HIV/Aids di Kabupaten Karawang, dan perlu disampaikan menurutnya bahwa WPS yang ada di Karawang pada hakikatnya bukan asli orang Karawang, seperti beberapa Operasi WPS yang terjaring setelah didata ternyata orang Indramayu, Subang, dll. Namun Pemkab terus berupaya untuk menekan angka orang yang positiv HIV, menurut data sebanyak 300 orang lebih yang telah positive HIV, dan kami berupaya untuk mengurangi angka Kesakitan bagi si Pendita, dan mencegah penularannya, dengan memberikan pemahaman dan sosialisasi bagi setiap stakeholder. Imbunya. Cellica juga berpesan kepada setiap lelaki agar selalu setia kepada pasangan (istri) jangan suka jajan, karena akan menambah penederita HIV/Aids. Kemudian Cellica memberikan harapan kepada semua peserta agar tetap bekerja yang baik, karena bekerja itu adalah ibadah, Semoga dengan seringnya sosialiasi inysa Allah penyakit teresebut bisa diatasi dan bisa disembuhkan, mudahmudahan Karawang kedpan akan menjadi lebih baik, dan terbebas dari Narkoba, HIV/Aids. Upanya. (Limbong/Hapnal/Irawan)

dr. Cellica Nurrachdiana:

RADAR DAERAH
Bupati Karawang H. Ade Swara SH, MH

Minggu ke II April 2011

19

Sampaikan LKPJ Tahun 2010
%), dan Lain-lain Pendapatan Yang Syah Rp. 291,43 milyar (100,14 %). Sedangkan untuk Belanja Daerah, lanjut Bupati, terdapat efisiensi dalam pengunaan anggaran yang direalisasikan sebesar Rp. 1,548 trilyun atau 87,84 persen. Hal ini terjadi akibat adanya efisiensi dalam komponen Belanja Tidak Langsung yaitu Rp. 1,016 trilyun (92,38 %), dan Belanja Langsung Rp. 532,20 milyar ( 80,3 %). Sementara Penerimaan Pembiayaan Daerah direalisasikan sebesar Rp. 246,88 milyar (99,59 %), dan Pengeluaran Pembiayaan Rp. 13,54 milyar (98,49 %). Bupati melanjutkan, pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dicapai oleh Kab. Karawang pada tahun 2010 adalah sebesar 70,11. Capaian kerja tersebut dijabarkan dalam 4 sektor prioritas pembangunan, yaitu Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dan Infrastruktur Wilayah. Bupati menjelaskan, Kebijakan pendidikan dilaksanakan dengan 3 pilar kebijakan pendidikan nasional yaitu (1). Pemerataan dan perluasan akses; (2). Peningkatan mutu relevansi dan daya saing; serta (3). Tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik. Kebijakan -kebijakan di bidang pendidikan tersebut telah menunjukkan hasil yang cukup positif bagi pertumbuhan IPM. Hal ini terlihat dalam indikator bidang penKebijakan pendidikan dilaksanakan dengan 3 pilar kebijakan pendidikan nasional yaitu (1). Pemerataan dan perluasan akses; (2). Peningkatan mutu relevansi dan daya saing; serta (3). Tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik. didikan yang mengalami kenaikan, antara lain Angka Melek Huruf (AMH) meningkat menjadi 93,15 persen, dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 7,11 tahun. Untuk kebijakan Kesehatan Masyarakat, fokus pembangunan diarahkan pada upaya : (1). Peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta (2). Terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil berkualitas. “Kebijakan-kebijakan tersebut telah menunjukkan hasil positif, yang antara lain terlihat dari capaian Angka Harapan Hidup pada tahun 2010 sebesar 66,85 tahun,” jelasnya. Sedangkan pada sektor Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, keberhasilan kebijakan dapat terlihat dari Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang cukup stabil, yaitu sebesar 5,82 poin, peningkatan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku secara signifikan, yaitu sebesar Rp

Karawang, Radar NusantaraMeskipun baru dilantik pada tanggal 27 Desember 2010, Bupati Karawang, H. Ade Swara menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karawang Tahun Anggaran 2010 yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Kab. Karawang.
Hal ini merupakan amanat PP No. 3 Tahun 2007, dimana sisa waktu penyelenggaraan pemerintah daerah yang belum dilaporkan dalam LKPJ oleh kepala daerah yang berakhir masa jabatannya, dilaporkan oleh kepala daerah terpilih. Dalam LKPJ tersebut Bupati Ade Swara menjelaskan, Pendapatan Daerah Tahun 2010 berhasil direalisasikan melebihi target, yaitu sebesar Rp. 1,599 trilyun atau mencapai 104,58 persen. Pencapaian tersebut disumbang dari komponen pendukungnya antara lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 186, 94 milyar (107,15 %), Dana Perimbangan Rp. 1,121 trilyun ( 105,37

25,187 juta, peningkatan PDRB perkapita atas dasar harga konstan, yaitu sebesar Rp. 9,582 juta, dan kemampuan daya beli masyarakat yang didekati dengan kebutuhan standar minimal untuk dapat hidup layak (Purchasing Power Parity-PPP) mengalami peningkatan ,yaitu sebesar Rp. 631.200 per kapita. Bupati menambahkan, beberapa kendala yang dihadapi pada tahun 2010, tidak lepas dari perubahan lingkungan strategis yang terjadi di luar asumsi dan kendali kebijakan pemerintahan daerah, yang antara lain timbul dari penyesuaian agenda dan kebijakan nasional. “Hal tersebut berpengaruh terhadap tingkat pencapaian hasil-hasil pembangunan daerah,”. tambahnya Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Bupati Ade Swara juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas sikap saling pengertian, kerjasama dan dukungan dari DPRD, dalam menyikapi berbagai perubahan strategis dan kondisi permasalahan yang terjadi sepanjang tahun 2010. “Saya berharap bahwa kerjasama yang telah terjalin secara harmonis selama ini dapat terus berlanjut, sehingga dalam pelaksanaan masa jabatan saya selama 5 (lima) tahun ke depan, dapat memenuhi semua keinginan masyarakat kabupaten karawang sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,” tutupnya. (Limbong/Hapnal/Irawan)

Kepemimpinan Bupati Janjung Balai Karimun Dr.nurdin Basirun Tidak Diragukan Lagi
Karimun, Radar NusantaraSumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam process pembangunan manusia sebagai muara dari rangkaian prosess tersebut harus di topang oleh beragam pariable penduduknya salah satu komponen primer yang perlu mendapat perhaatiaan khusus dalam pembangunan manusia adalah sector pendidikan karena edukasi suatu sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan keteraampilan manusia. peningkatan kualitas baik dari system maupun prilaku pendidikan mutlak diperlukan untuk menghadapi tantaangaan globalisasi yang semangkin berat di masa depan. Terkait pengimplentasian isu pendidikan pemerinta daerah kabupaten karimun bisa dikatakan cukup konsisten mengupayakaan terwujudnya, setiap tahunya untuk dinas pendidikan pemuda dan olah raga selaalu mendapatkan porsi yang cukup besar dan kecendrungan meningkat. berdasarkaan data yang di peroleh pada tahun anggaran 2008 untuk pendidikan mencapai Rp.95.080.197.565-( 16,81% ) dari tatal APBD Karimun.dari APBD tersebut jelas pulah terlihat lokasi dana untuk mencerdaskan putra putri tanjung baalai karimun ini mengalami peningkatan baik dari persentase maupun jumlah absolute tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp.67.337.736.914.- ( 12,32% ) dari total angaran Rp.546.522.034.529 namun demikian apakah pemerinta kabupaten karimun masih komitmen untuk mengajukan pendidikan di kabupaten Karimun ini.dimana masa akan datang bupati janjung balai karimun DR.Nurdin Basirun menyampaikan, sector pendidikan merupakan salah satu sector yang harus mendapat priolitas utama dalam membangun daerah. Sesuai dengan amanat undangundang angaran pendidikan dialokasikan sebesar 20% dari anggaran yang ada. kepedulian dan komotmen bupati karimun yang terpilih untuk kedua kalinya ini disadari karena pendidikan dipandang sebagai unsur utama dalam pembentukan kualitas Sumber Daya Manusia yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan manusia .. Titik berat pendidikan pormal lebih ditekankan pada upaya menaikan mutu pendidikan memperluas pendidikan dasar dan meningkatkan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan yang lebih baik. (Fress

RADAR DAERAH

Minggu ke II April 2011

20

Gubernur Kepri Lantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karimun
Karimun, Radar NusantaraRibuan masyarakat Karimun dari berbagai kalangan yang hadir pada sidang paripurna istimewa menjadi saksi pada pengambilan sumpah jabatan Bupati dan wakil Bupati Karimun periode 2011-2016 Nurdin Basirun dan Aunur Rafiq.
Kedua putra terbaik bangsa ini diambil sumpahnya untuk mensejahterakan masyarakat Karimun pada tanggal 23 Maret 2011 di Gedung DPRD Karimun Jln Canggai Putri Tebing Karimun.Peningkatan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan rakyat adalah tugas yang harus di realisasikan sesuai janjinya pada kampanye beberapa waktu lalu. Nurdin Basirun dan Aunur Rafiq yang memenangkan Pilkada 5 Januari 2011 dengan perolehan suara 92,02 % ini dilantik dan diambil sumpah jabatannya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 131.21.142 dan 131.21.143 tanggal 28 Februari 2011 tentang pengesahan pemberhentian Bupati, Wakil Bupati Karimun periode 2006-2011 dan pengesahan pengangkatan bupati dan wakil bupati periode 20112016 oleh Gubernur Kepri H.M.Sani atas nama Mendagri. Rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar dan dihadiri beberapa tokoh nasional seperti Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat Jend.Purn.Wiranto, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Aida Ismeth, Walikota Batam Ahyang harus adalah pengentasan kemiskinan yang tengah dicanangkan pemerintah provinsi. Diantaranya kata mantan Bupati Karimun ini adalah program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah provinsi yakni rehabilitasi rumah tidak layak huni. “Saat ini pemprop akan menggelar program bedah rumah sebanyak 17.500 rumah tidak layak huni selama lima tahun ke depan. Target ini tidak akan terealisasi jika pemerintah kabupaten dan kota tidak menyiapkan pos anggaran pada APBD, baik melalui program bantuan sosial maupun program lainnya. Mari terus galakkan program pengembangan investasi sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi Kepri” paparnya. Lebih lanjut Sani menegaskan bahwa 62,2 persen pertumbuhan ekonomi Kepri didominasi program investasi. Karena itu lanjutnya, program ini harus digalakkan dan didukung semua pihak. Investasi yang dikembangkan tetap mengacu pada peraturan sehingga memberi efek domino bagi warga masyarakat, tandasnya. (RS)

mad Dahlan, seluruh anggota dewan, para pejabat provinsi, FKPD Karimun, Kalangan Pengusaha, Pimpinan BUMN, BUMD, Tokoh Parpol, Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Karimun. Di sela-sela pelantikan, Gubernur Kepri dalam sambutannya mengatakan bupati dan wakil bupati dilantik diharapkan dapat memperce-

pat program pembangunan yang telah dicanangkan selama keduanya memimpin Karimun untuk periode 2006-2011. “Terpilih kedua kalinya merupakan sebuah kepercayaan dari masyarakat. Kami berharap, pembangunan yang sudah berjalan dengan baik akan menjadi lebih baik lagi dalam lima tahun ke depan,” kata dia. Dikatakan, salah satu program

Imigrasi Batam Sarang Paspor”TEMBAK”
begitu ketat pengawasan yang dilakukan oleh pejabat imigrasi. Ketika sang pemohon diwawancarai oleh pihak imigrasi berbagai modus ataupun alasan yang mereka berikan ada juga yang bbermodus melalui orang dekat di singapura di bawah atau modal nekat saja.sedangkan propesi yang akan di kerjakan bermacam-macam seperti sebagai kuli,pembantu Restoran,tukang pijat,dan juga sebagai PSK.HAL ini disebabkan proses penerbitan KTP oleh pemko batam melalui system administrasi kependudukan ( SIAK ) Jalil menam,bakan,persoalan ini sudah bukan menjadi rahasia umum lagi.bahwa di kantor Imigrasi Batam banyak Calo-calo gentayangan. coba ada pura-pura membuat paspor pasti ada calo yang merayu buat paspor tembak. parahnya, calo-calo tersebut sengaja dibiarkan tumbuh dan dipelihara oleh oknum kepala kantor imigrasi batam.saat ditelusuri, kekantor imigrasi kelas satu khsus batam, tampak beberapa loket disediakan untuk pengurusan paspor. namun hanya terlihat beberapa kesibukan beberapa orang membawa map pendaptaran melalui pintu depan maaupun tol “ Anehnya,orang yang keluar masuk masi orang yang sama.jadi terlihat jelas bahwa istilah jalil dengan paspor” tembak”. memang terindikasi terbukti? bahkan, seorang berinisial U salah seorang biro jasa di kator imigraasi kelas satu khusus batamtersebut mengatakan” mengurus paspor tembak dapat dengan harga Rp.700.000".tidak hanya itu,ia juga sanggup mengurus paspor walupun tidak mempunyai KTP dan KK asalkan sanggup membayar Rp.1.700.000 dengan uang sebesar itu,tidak saja paspor yang di peroleh melainkan juga KTP dan KK Batam. Yang lebih menarik lagi,di sekitar loket ditempatkan himbauan untuk tidak mengurus paspor melalui calo.namun tampaknya,himbauan itu hanya sekedar sebaagaai kajangan semata. Terkait dengan paspor,baru-baru ini,telah berlangsung rapat dengar pendapat dengan komisi IV DPRD Batam dengan perusahaan pengarah tenaga kerjaa Indonesia swasta ( PPTKIS ) dari dengar pendapat tersebut diataranya diharapkan adanya intesipikasi daari pihak kantor Imigrasi Batam terhadap pemberangkatan TKI .disebutkan bahwa pengiriman TKI keluar negeri,dilakukan dari saatu pintu naamun kenyataanya TKI terdaftar lewat Batam lebih sedikit dari pada TKI yang dipulangkan. Hal ini dikarnakan para TKI yang masuk atau berkerja secara elegal di luar negeri.paranya lagi,TKI yang berangkat secara legal jauh lebih edikit jumlahnya dari yang Ilegal. tampaknya pak dirjen imigrasi perlu membenahi mental oknum kepala kantor Imigrasi kelas satu Imigrasi Batam demikian pula terhadap calo-calo yang selama ini bebas gentayangan sudah saatnya diberantas habis. sebab jika kondisi ini dibiarkan, bobroknya kinerja oknum tersebut bisa menjadikan kantor imigrasi kelas satu khusus batam sebagai” sarang paspor aspal.” ditunggu pak dirjen ketika hal itu dikompermasikan kepada kantor imigrasi kelas saatu khusus batam melalui kompermasi tertulis dengan mengajukan beberapa pertanyaan saampai berita ini di naikan tidak ada jawaban.pada hal keterangan dari kepala kantor imigrasi sangat penting sebagai cros kebenaran inpormasi juga sebagai pertimbangan dalam penulisan berita. (Fres)

Batam,Radar NusantaraTak bisa dipungkiri mental pejabat di negeri ini memang bobrok.belum lupa pada ingatan masyarakat gayus yang bermain dengan oknum Imigrasi terhadap paspor palsu.kali ini masyarakat Batam kembali di kejudkan oleh berita tertangkapnya marten ( 57th ),warga Negara Cina yang terlibat kasus pemalsuan Documen, diantaranya berupa paspor .begitu juga dengan berita keberhasilan jajaran bareskrim polda kepri yang mem

bokar jaringan pembuatan Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) Palsu,jumat ( 25/1)malam. Polisi menggerebek dua rumah yang di duga sebbagai tempat penggadaan KTP palsu,msingmsasing di Sei Panas dan perumahan Green Land,Batam Center.tidak di pungkiri,sikap pelaku tidak terlepas dari posisi strategis Batam berbatasan dengan dua Negara tetangga malasiya dan singapura anehnya dalam pengajuan permohonan pembuatan paspor disinyalir tidak

RADAR DAERAH
Gubernur Provinsi Kepri H.M.Sani

Minggu ke II April 2011

21

Buka Musrembang Tingkat Kota Tanjungpinang
Tanjungpinang, Radar NusantaraAcara tersebut juga dihadiri wakil ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Lis Darmansyah, perwakilan direktur kawasan khusus dan daerah tertinggal kementerian perencanaan pembangunan nasional/Bappenas,
Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, segenap unsur forum koordinasi pimpinan daerah Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang, Sekretaris Kota Tanjungpinang, Kepala Bappeda Provinsi Kepri, kepala badan, dinas, kantor, unit kerja, puskesmas, camat, lurah, kepala BUMD, tokoh masyarakat, serta delagasi kecamatan. Kegiatan tersebut diawali dengan ekspose, Sekda Kota Tanjungpinang Drs. Tengku Dahlan, MT selaku moderator. Dalam acara tersebut menghadirkan narasumber Ir. Rohmad Supriyadi, M.Si., Kasubdit kawasan khusus dan perbatasan, Agus Manshur, SE, MA., pejabat fungsional perencana madya, dari Direktorat kawasan khusus dan daerah tertinggal, Kementrian Negara PPN/BAPPENAS. Selain itu, Kepala Bappeda Prov. Kepri dan Kota Tanjungpinang, kepala DPPKAD Kota Tanjungpinang, dan anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Ismiyati juga turut menjadi narasumber. Dalam sambutannya, Walikota Tanjungpinang Hj. Suryatati A. Manan menjelaskan bahwa Musrenbang sangat penting untuk perencanaan daerah selanjutnya. Musyawarah dilakukan untuk merumuskan gagasangagasan terbaik yang ingin kita wujudkan dalam kehidupan di masa yang akan datang. Agar arah perjalanan pembangunan daerah ke depan tidak keluar dari outline yang telah ditetapkan. Musrenbang yang di selenggarakan saat ini adalah rentang waktu perencanaan jangka pendek untuk satu tahun kedepan. Perencanaan jangka pendek ini tetap berada pada rel perencanaan pembangunan jangka menengah atau RPJMD Kota Tanjungpinang. Dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia, memikirkan secara mendalam penyusunan rencana pembangunan satu tahun ke depan ini. “Sejalan dengan prinsipprinsip demokrasi, kita telah menyusun anggaran melalui mekanisme top-down dan bottomup planning serta perencanaan partisipatif” ungkap Suryatati. Pemerintah daerah dan DPRD telah berupaya maksimal agar APBD benar-benar merupakan penjabaran dari komitmen secara terpadu, untuk melaksanakan kebijakan perekonomian daerah yang berakar kepada pemberdayaan ekonomi lokal yang strategis dan berkelanjutan sesuai dengan kearifan daerah Kota Tanjungpinang. “Perlu kita akui bahwa kemampuan anggaran daerah kita masih terbatas, oleh karena itu kiranya dapat dipahami jika suatu program belum dapat dibiayai sesuai dengan anggaran yang diperlukan” lanjut Suryatati. “Pemerintah daerah harus mempertimbangkan skala prioritas, bukan berarti usulan yang disampaikan kurang penting dibandingkan dengan yang lain” jelasnya. Dalam kesempatan yang sama, Suryatati juga menyampaikan permintaan kepada Gubernur Kepri akan mobil pemadam kebakaran dan mobil sampah. “ kalau bisa provinsi bantu mobil yang bisa penyedot sampah”, harapnya. Diakhir sambutannya, suryatati mengharapkan agar semua dapat memahami kondisi anggaran dan keuangan daerah yang sangat terbatas dalam melaksanakan pembangunan secara sinergis. Pembangunan harus dilakukan secara berkesinambungan dan terpadu, agar menciptakan keberhasilan yang tepat guna dan tepat sasaran. Sementara itu, Gubernur Kepri, H.M. Sani dalam sambutannya mengungkapkan bahwa penting adanya Musrenbang ini untuk memaduserasikan program dan kegiatan pembangunan baik yang berasal dari pemerintah, swasta dan masyarakat. Skala prioritas pembangunan Kepri adalah upaya untuk mengatasi permasalahan Pro Poor, Pro Job, Pro Growth dan Pro Environment. Sani juga menjelaskan pada tahun 2011 ini program dan kegiatan yang masuk ke Kota Tanjungpinang dari APBD Provinsi sebesar Rp. 74.203.533.667. “Oleh karena itu perlu kita jaga keterpaduan program antara pemerintah kota, provinsi dan pusat untuk kesinambungan pembangunan”, pesan Sani. Menyinggung rencana pembangunan gedung gonggong, Sani mengharapkan adanya koordinasi, sinkronisasi tentang design dengan rencana kota membangun monumen Raja Ali Haji tersebut. Terakhir, dalam menanggapi permintaan dari Pemerintah Kota, Sani menyanggupi pengadaan mobil sampah tersebut, tetapi untuk mobil Damkar akan dibicarakan kemudian. (Jua)

Ating Budiman, Pansek Pengadilan Negeri Majalengka, Terkesan Kangkangi UU

Ulang Tahun II TPM Majalengka Memotivasi Generasi Muda
Majalengka, Radar NusantaraBukan Maruarar Sirait namanya jika tidak mampu menggugah, memotivasi generasi muda untuk berekspresi dan berkarya, dengan semangat kepemudaannya selalu mendorong generasi muda majalengka menjadi yang sukses dan terbaik. Ulangtahun yang kedua Taruna Muda Majalengka dijadikan ajang berfrestasi baik dibidang seni budaya dan karya tulis wira usaha mandiri, tak tanggung-tangung perlombaan Paduan suara yang merupakan pertama kali dilaksanakan disuguhkan dengan hadiah yang cukup bermamfaat untuk meningkatkan prestasi. Perlombaan Paduan Sura Mars Taruna Merah Putih ciptaan Maruarar Sirait dan Majalengka Sejahtera Ciptaan Hj.Yeti R. Buntaran Dirdjokusumo dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Drs. Sanwasi. MM menyampaikan agar kedepan seluruh SMA yang berjumlah 21 dan 34 SMK. (***)

Majalengka, Radar NusantaraAda-ada saja memang ulah pejabat penyelenggaran Republik ini. Sebut saja, Ating Budiman, Pansek PN Majalengka. Entah disengaja atau tidak, namun yang pasti, Radar Nusantara baru-baru ini terkesan di pimpong unutk mendapatkan informasi di PN Majalengka terkait implementasi UU No.48 Tahun 2009 Tentang Pokok-pokok Kekuasaan Kehakiman dan SEMA No.10 Tahun 2010 Tentang Pemberian Bantuan Humum. Ironisnya, dengan dalih system yang sudah terbangun selam ini, bahwa seluruh informasi yang keluar dan masuk PN Majalengka harus melaui Humas. Alhasil, setelah berhari-hari Tabloid ini berhasil jua mengkonfirmasi bagian Humas yang ketika itu dijabat, Marta Napitupulu,SH, Namun sangat disayangkan, ketika menyentuh substansi permasalahan, yang bersangkutan tidak berkenan memberikan penjelasan dengan dalih terkait anggaran bukan wewenang Humas. “Kalau terkait anggaran bukan wewenang saya, silahkan anda ke Pansek,” ujar Marta. Ironisnya lagi, sesuai arahan Humas, Marta Napitupulu, Ating Budiman lagi-lagi berupaya menghindar untuk dikonfirmasi. Meski kemudian, dengan terpaksa, usai menerima tamu dari Pengadilan Agama Majalengka ketika itu, Ating Budiman memberikan penjelasan yang terkesan sepotong-sepotong. “Saya baru pertama sekali dikonfirmasi wartawan terkait anggaran, jadi saya takut salah silahkan saja ke Ketua Pengadilan,” ujar Ating. Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Majalengka, yang dikabarkan dalam waktu dekat akan meninggalakan Majalengka untuk selanjutnya menduduki pos barunya disalah satu Pengadilan Jakarta, sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Pertanyaannya, ada apa sesungguhnya di PN Majalengka, logikanya, kalau anggaran yang bersumber dari uang rakyat tersebut tepat sasaran seyogianya tidak perlu sang Pansek yang satu ini “pelit” informasi. (Tim)

RADAR RAGAM

Minggu ke II April 2011

22

Kunjungan Kerja Bupati Bintan di Kec. Tambelan Tahun 2011
Bintan, Radar NusantaraKedatangan Bupati Bintan ANSAR AHMAD beserta rombongan disambut dengan meriah oleh masyarakat Kecamatan Tambelan pada hari Kamis (07/04/11). Dengan menaiki kapal Navigasi JADAYAT pada hari Rabu (06/04/11) lebih kurang 22 jam, akhirnya Bupati dan rombongan (MUSPIDA, Ketua DPRD Bintan LAMEN SARIHI,SH,MH dan Perwakilan SKPD) tiba di Kecamatan tepat pukul 09.30 WIB. Kedatangan Bupati Bintan sudah disambut masyarakat ketika berada di perairan Tambelan dengan iring-iringan kapal berbendera merah putih, dan kembali disambut dengan pawai anak-anak sekolah sepanjang pelabuhan menuju rumah dinas Camat Tambelan. Pada saat acara penyambutan Bupati Bintan ANSAR AHMAD, SE, MM mengatakan bahwa untuk pembangunan di Kecamatan Tambelan tahun 2011 Pemkab mengucurkan anggaran lebih dari +14 Miliar Rupiah. Dana ini terdiri dari anggaran untuk : Bidang Pendidikan sebesar 983,51 juta rupiah Bidang Kesehatan 1,7 Miliar Rupiah (terdiri dari bantuan 1 unit ambulan dan alat USG). Untuk pekerjaan umum (PU) sebesar 1,5 Miliar rupiah (rumah adat + 1 Miliar) Kelautan dan Perikanan sebesar 1 Miliar Rupiah (berupa kapal 30 GT, kapal angkut ikan). Dana DAK untuk Desa dan Kelurahan sebesar 2,06 Miliar rupiah (jalan paping blok, polindes) Bantuan untuk nelayan BNPB sebesar 1,9 Miliar rupiah (terdiri dari dari 9 unit kerambah apung model polithilene), kerambah model ini dapat bertahan 15-20 tahun dengan harga 1 buah kerambah 100 juta rupiah. Untuk kegiatan konservasi penyu sebesar 500 juta rupiah. Untuk penangkaran penyu pemkab kedepan Pemkab akan melakukan kerjasama dengan pihak Lagoi. Untuk rehabilitasi 75 buah rumah sebesar 1,5 Miliar rupiah, dimana 1 buah rumah menghabiskan dana masing-masing sebesar 20 juta rupiah. Beasiswa di UNP-Padang (untuk jurusan Matematika, Fisika dan Biologi). Untuk PNPM sebesar 1,2 Miliar rupiah Alat tangkap sebesar 480 juta rupiah berupa sampan. Dinas pertanian sebesar 200 juta rupiah (penanaman pohon mangga bibit harumanis dan mangga golek, bibit cengkeh poliback). Untuk mobil sekolah L300 untuk Kec. Tambelan. man alkohol). “Mikol hanya di kawasan khusus pariwisata, untuk Desa/kel/kecamatan tidak boleh” ujar ANSAR AHMAD tegas. “Kedai-kedai tolong kosongkan Mikol agar tidak ada masyarakat yang terkontaminasi” pinta ANSAR AHMAD. Bupati ANSAR AHMAD juga menjelaskan untuk perkembangan ekonomi maka home industri akan kita tingkatkan terus melalui packing house yang sudah kita miliki di Kota Kijang Kecamatan Bintan Timur. Kegiatan promosi produk rumah tangga dan UKM masyarakat Bintan, juga telah dipromosikan pemkab melalui pameran di Malaysia baru-baru ini. Sesuai dengan permintaan masyarakat Tambelan Pemkab Bintan juga memberikan bantuan untuk rumah ibadah mesjid Baitur-Rahman sebesar 300 juta rupiah, untuk surau dan mushalla sebanyak 12 buah sebesar masingmasing 12juta rupiah. - Untuk Organisasi pemuda : * Komite Olah raga sebesar 15 juta rupiah * KNPI sebesar 15 juta rupiah - PHBI keagamaan sebesar 15 juta rupiah. - 2 (dua) buah sanggar masing-masing sebesar 15 juta rupiah - SPTI sebesar 15 juta rupiah. - HNSI sebesar 15 juta rupiah (untuk radio pantai) - Dana DAK Kabupaten sebesar 7,5 juta rupiah - Untuk 7 desa dan 1 kelurahan masing-masing sebesar 2,5 juta - Insentif RT/RW masingmasing sebesar 300 ribu rupiah/bulan. - Untuk Bintan Purnabhakti (mantan Kepala Desa Bpk. Eli Firmansyah Muchlis) sebesar 15 juta rupiah. - Bantuan untuk pramuka, kearting, ranting pramuka untuk semester 1 sebesar 3 juta rupiah. - Bantuan juga diberikan untuk kader posyandu. Sementara itu Camat Tambelan NIRWAN dalam acara penyambutan Bupati Bintan menerangkan Kec. Tambelan saat ini berjumlah 5.227 jiwa, usia produktif 3.220 jiwa dan usia sekolah 1.534 jiwa. Dimana sebagian besar 63% masyarakat merupakan nelayan, dengan penghasilan ekonomi total senilai 20-30 juta/hari atau sekitar 600-1 miliar rupiah/bulan. Menurut ketua panitia TAJUDDIN mengatakan “kedatangan Bupati Bintan ke Kec. Tambelan ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tambelan. Hal yang senada diungkapkan tokoh masyarakat MUZAMIR AHMAD kemajuan yang dirasakan masyarakat Kec. Tambelan. Setelah penyambutan Bupati Bintan di lanjutkan dengan berbagai kegiatan, mulai acara peninjauan langsung pembangunan Tambelan oleh Bupati Bintan ANSAR AHMAD, hinga acara pembinaan para ibu oleh tim PKK Kabupaten Bintan dan pangajian Al-Hidayah pada siang hingga sore hari(07/04/11). Sedangkan pada malam hari dilaksanakan acara NADA DAN DAKWAH bersama Ustad MUHAMMAD CHANDRA dari Batam. Selanjutnya pada keesokan hari jumat (08/04/11) pagi pukul 06.30 WIB, dilaksanakan senam bersama Bupati Bintan beserta seluruh masyarakat dan siswa-siswi di Kec. Tambelan mengikuti acara Workshop Hipnoterapy yang diadakan Ibu Bupati Dra. DEWI KUMALASARI ANSAR, MM. Setelah keseluruhan agenda Kunjungan Kerja (KUNKER) Bupati Bintan beserta rombongan kembali pulang dengan menaiki kapal JADAYAT dan sampai dengan selamat kembali di Pelabuhan Navigasi Kijang pada Pukul 12.30 WIB. (iw)

Pembebasan Lahan Desa Sukakersa Harus Diusut
Sumedang, Radar NusantaraPembebasan lahan di wilayah Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang dilaksanakan awal Januari lalu, belakangan ini menjadi perbincangan hangat diberbagai kalangan masyarakat. Pasalnya, pembebasan lahan yang merupakan tindak lanjut pembangunan Mega Proyek Wadug Jatigede tersebut, diduga kuat sarat dengan berbagai penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan Negara Miliaran rupiah. Tidak heran, sejumlah pihak menilai, indikasi penyimpangan dimaksud, sangat-sangat layak diusut aparat hukum, seperti Kejaksaan maupun pihak Kepoliisian Sumedang. Bukan itu saja, sejumlah pihak juga berharap, supaya kasus tersebut segera diusut sampai tuntas. Paling tidak untuk meminimalisir terjadinya penggarongan keuangan Negara. “Tidak ada alas an, indikasi penyimpangan terkait pembebasan lahan Desa Sukakersa harus diusut aparat hukum. Perlu dipahami, ini kasus besar,” ujar sumber Radar Nusantara yang tidak bersedia disebut jatidirinya baru-baru ini. Ironis memang, seperti dilansir Tabloid ini sebelumnya, sedikitnya 24 bidang tanah di Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede, yang di bebaskan sekitar awal Januari lalu, ditengarai kuat diwarnai berbagai penyimpangan, berupa Mark Up luas lahan, Lahan Fiktif. Bahkan sebagian besar dari lahan tersebut sudah dibebaskan tahun 1984 silam. Parahnya lagi, pihak Desa setempat, seperti diakui Kepala Desa Sukakersa, Karman, mengatakan, bahwa pihaknya tidak memiliki data terkait pembebasan lahan tersebut. “Kita tidak memiliki data, semua data ada dipihak Satker Jatigede,” ujar Karman, ketika disambangi di Kantornya belum lama ini. Konyolnya lagi, seperti diberitakan Tabloid ini sebelumnya, Sekretaris Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kabupaten Sumedang, Endi Ruslan, yang juga sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Sumedang, mengatakan, bahwa pihaknya akan segera melakukan Evaluasi atas informasi miring tersebut. “Dalam waktu dekat kita akan melakukan Evaluasi ulang. Perlu dipahami juga, kita (P2T-Red) hanya melakukan Perivikikasi Yuridis saja, sementara Data dan Peta lahan ada dipihak Satker Jatigede, kata Endi Ruslan barubaru ini. Namun sayang, sampai berita ini diturunkan, hasil Evaluasi dimaksud tidak jelas juntrungannya. Sementara itu, rumor yang berkembang dimasysrakat mengatakan, meski pembebasan 24 bidang tanah di Desa Sukakersa sudah menjadi buah bibir, namun hampir dapat dipastikan, indikasi penyimpangan tersebut tidak akan disentuh aparat hukum Sumedang. Soalnya, sedikitnya Rp 150.000.000,- dana yang terkumpul dari semua penerima ganti rugi, konon sudah mengalir ke sejumlah pihak dalam rangka pengamanan. Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Sumedang, Andri Yuliansyah, SH, ketika bincang-bincang dengan Radar Nusantara pekan lalu mengatakan, pihaknya sampai saat ini kesulitan soal data pendukung terkait indikasi penimpangan dimaksud. “Kita kesulitan soal data pendukung. Minimal kita harus memiliki bukti permulaan,” ujar Andri sebari menegaskan, kalau ada yang mengaitngaitkan Kejaksaan terkait dana, tunjukkan siapa orangnya dan buktinya apa, akan saya tuntut, imbuh Andri dengan nada serius. (Aidin/S.Lubis)

-

-

-

-

-

-

Menanggapi riset LlPl bahwa akan dibentuknya Kec. Tambelan sebagai Bupati Bintan ANSAR AHMAD mengatakan akan sangat mendukung kegiatan tersebut. Dilanjutkan Bupati untuk mengatasi permasalahan transportasi Pemkad akan mengusahakan melobi kapal Batavia milik Anambas dengan MOU untuk juga melayari wilayah perairan Tambelan. Diterangkan Bupati saat ini Pemkab juga berusaha untuk melengkapi prasarana bandara dengan mengusahakan dana sebesar 2 Miliar pada tahun 2012 untuk pematokan lahan di bandara. “air strip kita prioritaskan karena ini sangat penting buat kita semua” ujar ANSAR AHMAD. Sementara itu untuk peningkatan keagamaan di Kec. Tambelan, Bupati menjelaskan melalui FKMM akan mengirimkan 3 orang ustad yang akan membina generasi muda dan kaum ibu. Bupati juga menjelaskan saat ini di Bintan ada Perda Penertiban Mikol (minu-

RADAR RAGAM

Minggu ke II April 2011

23

Program Kependudukan dan KB
Bagi Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan Kabupaten Dan Kota Se Jawa Barat
ujung tombak dalam penggerakan program Kependudukan dan KB Lini Lapangan. Lebih lanjut Rahmat mengatakan bahwa Jawa Barat telah memberikan bantuan lewat APBD berupa Dana Operasional Tenga Penggerak Desa yang pada tahun 2010 sebanyak 500 orang di tambah 250 orang di tahun 2011, sehingga total penggerak Desa sebanyak 1356 dengan rincian 606 berasal dana APBN dan 750 orang dari APBD Provinsi. Imbuhnya. Dalam sambutan terpisah Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana mengatakan bahwa Pemkab Karawang sangat apresiasi dengan di selenggarakannya orientasi ini, dan Ucapan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya kegiatan ini, beliau menegaskan di Kabupaten Karawang Laju Penduduk Alhamdullilah masih bisa di tekan hal ini berkat kerjasama semua pihak, dan Pemkab terus berupaya memberikan bantuan guna menkan angka laju Penduduk di Kabupaten Karawang, karena kita semua tahu bahwa Lonjakan penduduk yang tidak terkendali akan mengakibatkan “bencana” artinya bukan bencana alam berupa banjir , kebarkan atau longsong dll, namun bencana bagi kehidupan manusia, karena apabila jumlah penduduk tidak tekendali seperti Bogor dan Kota Bekasi maka akan terjadi rawan penyakit sosial, seperti Pengangguran, Prostitusi, penyalahgunaan Narkotik, HIV/ Aids dll. Oleh karena itu menurutnya berharap dengan kegiatan ini Jawa Barat Khususnya Kabupaten Karawang mampu menekan angka Kependudukan dengan di bekali kepada Petugas Lini Lapangan dan Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan, dengan harapan semoga dengan adanya Petugas Penggerak Desa dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi kesejahteraan Masyarakat Karawang. Ucapnya. Kepala BKBP Provinsi Jawa Barat Drs. Rukman Heryana saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dan ucapan terima kasih kepada Pemkab Karawang yang telah mefasilitasi kegiatan tersebut, dengan Peserta sebanyak 122 orang TPD Jawa Barat dengan terdiri dari 21 dari Karawang, 28 orang dari Bekasi, 11 Orang dari Purwakarta, 23 dari Subang, 13 Orang dari Bekasi dan 24 Orang dari Kota Bandung. Rukman juga mengatakan bahwa Oriantasi ini akan di sisi dengan Kebijakan dan Strategi Program KB Jabar, Pengelolaan Data Program KB, Perencanaan Program KB Tingkat Desa/Kelurahan, Membangun Komitmen, Operasional Program KB, Indikator Keberhasilan. (Limbong/Hapnal/Irawan)

PT. Bali Hai Kuat Dugaan Gelapkan Pajak Milyaran Rupiah
Bekasi Radar Nusantara Tidak semestinya masyarakat Indonesia hidup dalam kemiskinan yang sangat mengkawatirkan yang nyata-nyata dapat di lihat secara nyata.semua itu tidak terlepas dari akibat prilaku korupsi yang terjadi di semua lini kehidupan. Menyangkut masalah pajak pendapatan pemerintah pusat maupun daerah mengalami kebocoran pendapatan dari sector pajak yang sangat mengiris hati.sebagai bukti nyata kasus Gayus tambunan yang merugikan Negara triliyunan rupiah akibat kong kali kong antara pengusaha dan oknum pegawai pajak. Pengusaha begitu pintarnya mengatur skenario dalam penyetoran pajaknya agar membayar pajak sekecil mungkin dengan tidak menghiraukan semua undang-undang perpajakan yang berlaku.PT.Bali HaiBrewery Indonesia misalnya diduga kuat banyak melakukan kebohongan dalam pembayaran pajaknya karena jumlah produksi yang di hasilkan setiap tahunnya tidak sesuai dengan realita yang ada. Hasil pantauan team Radar Nusantara menemukan banyak kejanggalan-kejanggalan karena tempat perusahaan yang memproduksi minuman ini tidak menemukan plang perusahaan sebagai mana mestinya. Ketika hal ini di konfirmasikan tentang keberadaan perusahaan yang beralamat di tambun ini, manajemennya PT.Bali Hai seakan menghindar dan berbelit-belit ketika menyatakan kalau produksi yang dihasilkan sesuai dengan temuan di lapangan tentang peredaran minuman Beer Bali Hai yang tidak di temukan di toko-toko maupun di mall-mall yang ada di bekasi maupun di wilayah Jakarta. Dan diduga kuat hanya di pasarkan secara illegal yang hanya di temukan tempattempat tertentu seperti, tempat hiburan malam: Bar, Tempat karaoke dan sejenisnya yang berbeda dengan minuman Bir Bintang yang dapat dengan muda di temukan di tokotoko maupun mall terdekat.salah seorang warga marlon.s mengatakan kepada media ini kalau minuman Beer Bali Hai hanya ada di tempat hiburan malam tertentu dan mengakui kalau minuman sejenis ini sudah pernah ia rasakan dan mengakui kalau minuman ini di produksi di wilayah tambun. (sind)

Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu upaya untuk menyamakan persepsi dan menjelaskan strategi operasional Kependudukan dan KB serta Pedoman bagi petugas lini Lapangan KB dalam melakukan Penggerakan program kependudukan dan KB.

KKB Provinsi Jawa Barat menggelar Orientasi Program bagi Tenaga Penggerak Desa/ Kel, yang langsung dibuka oleh Kepala KB Provinsi Jawa Barat dan dihadiri oleh Wakil Bupati Karawang dan Sekda, di Gedung Graha Pemuda KNPI Karawang. Dalam sambutannya Ketua Panitia Penyelenggara Rahmat Mulkan menginformasikan bahwa diselenggarakanya kegiatan

ini mengingat lonjakan penduduk di Jawa Barat semakin meningkat teruatama di Kabupaten Bogor dan Bekasi oleh karena itu program KB adalah program Prioritas untuk di laksanakan di seluruh Kab/Kota dan salah satu permasalahan di Pelaksananaan program KB di Jawa Barat adalah menurunya Jumlah Petugas Petugas Lapangan KB yang merupakan

Pansek Pengadilan Agama Sumedang “Pelit” Informasi
Sumedang, Radar NusantaraPatut disayangkan, dilingkungan Pengadilan Agama Kabupaten Sumedang, yang nota bene setiap hati berkutat dengan aturan dan peraturan serta Undang-Undang, justru sebaliknya malah “pelit” informasi. Padahal, batasan keterbukaan informasi sudah sangat jelas sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Namun UU tersebut sepertinya masih terkungkung dengan pradigma lama sebagai bentuk loyalitas kepada pimpinan. Kenyataan tersebut, pekan lalu diperankan Panitera Sekretaris (Pansek) Pengadilan Agama Sumedang, Momon Abdurahman, SH, ketika dikonfirmasi Radar Nusantara diruang kerjanya. Sesungguhnya materi konfirmasi ketika itu hanya berkaitan dengan Undang-Undang No.48 Tahun 2009 Tentang PokokPokok Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang No.50 tahun 2009 tentang Pengadilan Agama dan SEMA No.10 tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Hukum. Sangat disayangkan, ketika Tabloid ini meminta data perkara Prodeo dan data Perkara Sidang Keliling yang didanai dari uang rakyat tersebut, Momon Abdurahman dengan tegas menolak dengan alasan Rahasia Negara. “Kalau menyangkut nama dan alamat para pihak yang berperkara, itu harus dirahasiakan, Apalagi kalau untuk perkara tahun 2010, kita sangat kesulitan untuk membuka-buka berkasnya. Untuk itu juga, saya harus ijin dulu dengan Ketua, tegas Momon. Padahal, perlu diketahui, sebagaimana diamanatkan dalam UU No.48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, UU No.50 tahun 2009 tentang Pengadilan Agama dan SEMA No.10 tahun 2010 tentang Pemberian Bantuan Hukum, bahwa, bagi masyarakat yang tidak mampu (Miskin-Red), pemerintah lewat anggaran APBN telah mengalokasikan anggaran bantuan hukum untuk Perkara Prodeo sebesar, Rp 300.000,- per perkara dan untuk Sidang Keliling sebesar Rp 100.000,- per perkara. Pertanyaannya, sejauh mana anggaran ini dapat dirasakan, masyarakat yang disebut tidak mampu ?. Sementara kenyataan dilapangan, sampai berita ini diturunkan, Radar Nusantara belum menemukan warga yang berperkara di Pengadilan Agama Sumedang yang benar-benar gratis. Ironisnya, sejumlah warga yang berhasil dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu soal Perkara Prodeo yang didanai pemerintah. (Aidin/S.Lubis)

Pemimpin yang Amanah Adil dan Bijaksana
Minggu ke II April 2011 DR. H. Sa’duddin, MM Bupati Bekasi

Dapatkan di Mall-mall Terdekat di Kota Anda

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->