Anda di halaman 1dari 1

Kemagnetan merupakan salah satu sifat fisik mineral, selain kekerasan, sifat dalam, warna, ketembusan cahaya, de el el.

Berdasarkan gimana reaksi suatu mineral kalau dipapar medan magnet, mineral terbagi atas 3 jenis: Ferromagnetik Mineral-mineral ferromagnetik bukan cuma sangat bersemangat kalau medan magnet dari luar datang.. saking ngefansnya sama si medan magnet nih, mineral-mineral ferromagnetik bahkan punya sifat kemagnetan yang permanen! Contoh: Magnetit (Fe3O4) pyrrhotit (Fe1-xS) Maghemite (Fe2O3, -Fe2O3) Isovite ((Cr,Fe)23C6) Chromferide (Fe3Cr1-x) Symthite ((Fe,Ni)9S11 atau ((Fe,Ni)13S16) Wilhelmramsayite (Cu3FeS32(H2O) Batiferrite (Ba[Ti2Fe10]O19) Paramagnetik Beda dengan mineral-mineral paramagnetik yang cinta mati sama medan magnet, cinta mineral-mineral paramagnetik sementara aja! Mineral-mineral ini bersifat magnet cuma ketika ada medan magnet disekitarnya. Begitu medan magnet dari luar pergi, hilang deh sifat kemagnetannya. Contoh: Hematit (Fe2O3) Franklinite ((Zn,Fe2+)(Fe3+)2O4 ) Pirit (FeS2) Kalkopirit (CuFeS2) Olivin ((Mg,Fe)2SiO4) Ilmenit (FeTiO3) Piroksen ((Mg,Fe)SiO3) Hornblende ((Ca,Na)23(Mg,Fe,Al)5(Al,Si)8O22(OH,F)2 Mineral mika (Biotit, Muskovit, Flogofit) Diamagnetik Digoda medan magnet? Cuek aja, lagi! Itulah mineral-mineral diamagnetik. Dalam bahasa sehari-hari, kita sering bilang benda-benda seperti air, udara, plastik, kertas sebagai benda tanpa magnet. Sebenarnya, benda-benda diamagnetik sedikit menolak medan magnet. Yang termasuk mineral-mineral diamagnetik adalah mineral-mineral nonlogam, seperti Sulfur (S) Kuarsa (SiO2) Halite (NaCl) Calcite (CaCO3) Ortoklas (KAlSi3O8) Plagioklas ((Na,Ca)(Si,Al)4O8) Talk(Mg3Si4O10(OH)2) Gipsum (CaSO42H2O) Intan (C)