Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Pembelajaran Kooperetif Learning Model NHT Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Kelas X

Pendahuluan

a. Latar Belakang Paradigma lama dalam proses pembelajaran adalah guru memberi pengetahuan pada siswa secara pasif. Dalam konteks pendidikan, peradigma lama ini juga berarti jika seseorang mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam dalam suatu bidang; ia pasti akan dapat mengajar; ia tidak perlu tahu proses belajar mengajar yang tepat; ia hanya perlu menuangkan apa yang diketahuinya ke dalam botol kosong yang siap menerimanya. Banyak guru masih menganggap paradigma lama ini sebagai satu-satunya alternatif. Mereka mengajar dengan strategi ceramah dan mengharapkan siswa duduk diam, dengar, catat, dan hafal (Lie, 2002). Kondisi pembelajaran yang demikian, masih mendominasi proses pembelajaran pada sebagian besar jenjang pendidikan. Guna mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan keikutsetaan peserta didik secara aktif dalam kegiatan proses belajar mengajar. Seperti dikemukakan Kemp (1979) di dalam (Wena, 2012) bahwa perlu adanya kegiatan belajar mengajar sebagai pendorong peserta didik untuk aktif berpartisipasi. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran diharapkan hasil pembelajaran siswa dapat meningkat dan kegiatan pembelajaran lebih bermakna. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran oleh rekan sebaya (peer teaching) melalui pembelajaran kooperatif learning ternyata lebih efektif daripada pembelajaran oleh pengajar (Lie, 2002). Melalui pembelajaran kooperatif akan memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Melalui pembelajaran kooperatif pula, seorang siswa akan menjadi sumber belajar bagi temannya yang lain. (Lie, 2002) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif dikembangkan dengan dasar asumsi bahwa proses belajar akan lebih bermakna bila peserta didik dapat saling mengajari. Walaupun dalam pembelajaran kooperatif siswa dapat belajar dari dua sumber belajar utama, yaitu pengajar dan teman belajar lain. b. Identifikasi Masalah 1. Proses pembelajaran berpusat pada guru 2. Hasil belajar siswa kurang memuaskan. c. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah hanya difokuskan pada aspek kognitif siswa saja yaitu hasil belajar siswa. d. Rumusan Masalah Apakah ada pengaruh pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa SMA Kelas X?

Kajian Pustaka Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perencanaan pengajaran dan bagi para guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran (Sagala, 2004) Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran kelompok yang memiliki aturan-aturan tertentu. Prinsip dasar pembelajaran kooperatif adalah siswa membentuk kelompik kecil dan saling mengajar sesamanya untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran kooperatif siswa pandai mengajar siswa yang kurang pandai tanpa merasa dirugikan. Siswa kurang pandai dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan karena banyak teman yang membantu dan memotivasinya. Siswa yang sebelumnya terbiasa bersikap pasif setelah menggunakan pembelajaran kooperatif akan terpaksa berpartisipasi secara aktif agar bisa diterima oleh anggota kelompoknya (Priyanto, 2007). Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar menciptakan interaksi yang silih asah sehingga sumber belajra bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar, tetapi juga sesame siswa (Nurhadi dan Senduk, 2003) dalam (Wena, 2012). Menurut (Lie, 2002) pembelajaran kooperatif adalah system pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesame siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur, dan dalam system ini guru bertindak sebagai fasilitator. Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan pembelajaran kooperatif adalah system pembelajaran yang berusaha memanfaatkan teman sejawat ( siswa lain ) sebagai sumber belajar. Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa model seperti STAD (Student Teams Achievement Division), Model jigsaw, model NHT ( Numbered Head Together ) dan lainnya. Pada penelitian ini akan digunakan model NHT ( Numbered Head Together ). Numbered Head Together (NHT) merupakan suatu pendekatan yang dikembangkan oleh Kagen (1993) di dalam (Ibrahim, 2000) untuk melibatkan banyak siswa dalam memperoleh materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran. (Winkel, 1997) menyatakan pengertian belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas.

Menurut (Irwanto, 1997) belajar adalah suatu proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan (Hasan, 1994) menyatakan bahwa belajar adalah kegiatan yang bersifat mental atau psikis dan terjadi saat ada interaksi aktif dengan lingkungan sehingga dhasilkan perubahan tingkah laku, ketrampilan dan sikap. Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha perubahan tingkah laku yang melibatkan jiwa dan raga sehingga menghasilkan perubahan dalam pengetahuan nilai dan sikap yang dilakukan oleh seorang individu yang selanjutnya dinamakan hasil belajar. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Kingsley (Sudjana, 2001) membagi tiga macam hasil belajar, yaitu : (a) keterampilan dan kebiasaan; (b) pengetahuan dan pengertian; (c) sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah. Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu seperti penelitian yang dilakukan oleh M. Atim pada MANI Gresik menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw menyebabkan siswa : (1) lebih suka bertanya kepada team dibandingkan kepada guru karena lebih mudah memahami materi pelajaran, (2) lebih menyenangkan (Priyanto, 2007). Penelitian (Priyanto, 2007) dengan judul Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Model Jigwae pada Pembelajaran Kimia Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Darut Taqwa, Malang, menyimpulkan sebagai berikut. (1) Siswa kelas X memiliki persepsi sangat baik terhadap pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (2) Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw secara signifikan memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada strategi ceramah pada siswa yang mondok di pesantren. (3) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang mondok dengan hasil belajar siswa yang tidak mondok dalam menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Penelitian (Warjianto, 2010) yang berjudul Metode Numbered Heads Together (Nht) Disertai Media Puzzle Untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa Terhadap Materi Biologi Smp Kelas Vii, Surakarta. Menyimpulkan bahwa Penerapan Numbered Heads Together disertai media puzzle dapat meningkatkan meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Partisipasi siswa terlihat lebih menyeluruh. Peningkatan partisipasi siswa terlihat dari peningkatan persentase partisipasi siswa pada prasiklus sebesar 68,5%, selanjutnya meningkat pada siklus I menjadi 76,8%, dan pada siklus II meningkat menjadi 82,5%.

Dari berbagai pernyataan diatas, peneliti membuat hipotesis bahwa Terdapat Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model NHT Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Kelas X.

Daftar Pustaka

Hasan, C. (1994). Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan. Surabaya: Al- Ikhlas. Ibrahim, M. d. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press. Irwanto. (1997). Psikologi Umum. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Lie, A. (2002). Cooperative Learning . Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Priyanto. (2007). Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Pembelajaran Kimia Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Darut Taqwa. Malang: Tesis S2 PPS UM. Sagala, s. ( 2004). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta. Sudjana, N. (2001). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Warjianto, F. (2010). METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA TERHADAP MATERI BIOLOGI SMP KELAS VII. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Wena, M. (2012). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara. Winkel, W. (1997). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.