P. 1
RN. 09

RN. 09

|Views: 201|Likes:
Dipublikasikan oleh Radarnusantara Peduli
EDISI MINGGU KE II MARET 2011
EDISI MINGGU KE II MARET 2011

More info:

Published by: Radarnusantara Peduli on May 02, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2015

pdf

text

original

Minggu ke II Maret 2011

E-mail: radarnusantara@yahoo.com

Harga Rp.5000,-

Untuk Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Korupsi
Hubungi Pengaduan Masyarakat KPK: Telp: (021) 2557 8389 Faks: (021) 5289 2454 E-mail: pengaduan@kpk.go.id KPK On-line Monitoring System: www.kpk.go.id
Untuk Informasi Seputar KPK & Pemberantasan Korupsi, Hubungi Biro Humas KPK: Telp: (021) 2557 8498 / Faks: (021) 5290 5592 E-mail: informasi@kpk.go.id Untuk Kritik dan Saran: E-mail: radarnusantara@yahoo.com Sms: 0818418944

REDAKSIKU
Editorial
SETELAH santer khabar bahwa Partai Gerindra akan siap berkoalisi dengan Partai Demokrat, Presiden SBY tampaknya belum puas. Selain turun tangan langsung, SBY juga mengutus Menteri Koordinator Ekonomi yang juga Ketua Partai Amanah Nasional (PAN) Hatta Rajasa melakukan lobi-lobi politik ke PDIP. Hal itu tentu bertujuan mencari investror politik untuk memperkuat koalisi partai. Pasalnya, ada sinyal akan terjadi reshuffle kabinet untuk memaksimalkan kinerja menteri sesuai tundan harapan masyarakat. Jika itu dilaksanakan Oleh: Shindak. SH tutan tentu ada di antara partai koalisi terluka dan merasa kecewa. Sementara satu sisi masyarakat dan sejumlah kalangan mendesak agar presiden tegas demi kepentingan bangsa. Sesuai pernyataan SBY belum lama ini mengisyaratkan akan mempersilahkan mundur bagi partai koaliasi yang tidak komitmen dan sepaham sesuai dengan yang disepakati sebelumnya. Artinya, Presiden SBY tampaknya sudah semakin berusaha keluar dari cengkeraman koalisi. Keberaniannya sudah semakin terlihat dan lebih fokus pada kepentingan bangsa dan negara yang bergantung pada kinerja maksimal seluruh kabinet. Kendati demikian ia tetap membangun kekuatan koalisi dan mencoba mendekati partai besar pemenang pemilu yakni PDIP. Keinginan Demokrat kembali mendekati PDIP setelah ada ancaman dari pihak PKS dan Golkar akan jadi oposisi. Namun akankan PDIP bersedia bergabung dengan koalisi? Meski Taufi Kiemas setuju namun segalanya tergantung kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Statemen Taufik Kiemas tentang belum adanya “oposisi” di Indonesia telah menunjukkan makna yang sangat dalam sekaligus alasan agar Megawati bersama kadernya lebih legowo dan bersedia berkoalisi dengan Demokrat. Sementara anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul tampaknya sangat yakin PDIP bersedia bergabung dengan koalisi. “Namanya juga politik segala sesuatu bisa terjadi, kita tunggu saja”, katanya bersemangat…

Minggu ke II Maret 2011

2

DIBUTUHKAN
Kepala Perwakilan, Biro, Perwakilan Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Palembang, Bengkulu,

Yang siap bekerja keras
Syarat & Ketentuan : Sehat jasmani dan rohani Punya kendaraan sendiri Minimal D3 semua jurusan Pengalaman minimal 3 tahun dibidang Jurnalis Mempunyai Kendaraan Sendiri Siap bekerja keras

Cerita Guyon
Menkes akhirnya mengumumkan produk susu yang dilarang dan berbahaya, susu tersebut antara lain; susu istri tetangga, susu pacar teman dan susu nenek-nenek. Sebab apabila mengkonsumsi susu tersebut dapat menimbulkan luka bacok, dan bahkan sampai meninggal dunia, atau setidaknya keracunan susu kadaluarsa. Untuk itu, waspadalah…!!!

Hubungi: Redaksi Radar Nusantara Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021) 91863377 -70693643 Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 E-mail: radarnusantara@yahoo.com sindaksilalahi@yahoo.com

BERKARIR !!!
Diterbitkan Oleh: CV. Nadya Tama Globalindo Pimpinan Perusahaan: Sindak, SH Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi: Sindak, SH Wakil Pemimpin Umum: Parulian Silalahi, Drs.Benny S Redaktur: Jaya Tp. Bolon,S.Sos, Charles P, S, Anton, Smjk Redaktur Pelaksana: Alleh Simbolon, Putriman Manalu Bendahara: Wanti, Partini Sekretaris Redaksi: Rohmah, Ayu Dewan Penasehat: Afandi.SH, Manjadi S, SH, Ferdinan.SH, Iyus Faundra.SH,MA, Sahala Tobing.SH.MH, Tuaman.SH, Herawan.SH, Mangapul SH, M.Silalahi.SH.MM, Sudirman.SH, Henri Hutapea.SH, Haposan Marbun.SH, Hotman, Hutagaol, SH,Antoni S. SH, Yunus.SH, Jonny Manulang. SH, Fadlin Saleh, SH, Anggiat Sinurat, SH, MH Dewan Redaksi: Sindak, SH (ketua) Putriman Manalu, Anton Smjk, Ery Safrizal, Drs.Benny S, Jaya.TP.Bolon.Sos, Wilmar Bakara, Herman Pribadi, Jamal, Hotbel M. Libank: R.Pictor Simatupang Sirkulasi: Anto, Adi, Feri R Design/Layout: Ifank (08561245731) Nomor Rekning: Bank Mandiri No Reg. 1250007565427 Bank BRI No.Reg. 013901002099533 Bank BCA No.Reg. 0662467071 An.SP Silalahi SH

KESEMPATAN

TARIF IKLAN
Iklan halaman Fullcolor (FC) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 40.000.000 Iklan ½ halaman Fullcolor (FC) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 20.000.000 Iklan ¼ halaman Fulcolor (FC) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 10.000.000 IKLAN BW Iklan 1 halaman Blac White (BWE) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 72.000.000 Iklan1/2 halaman Black White (BW) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 36.000.000 Iklan ¼ halaman Black White (BW) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp18.000.000 IKLAN BARIS Rp 300 Per Karakter, Minimal 150 Karakter (Rp 45.000) Maksimal 300 Karakter ( Rp 90.000)

Dibutuhkan Wartawan/ti yang siap bekerja keras untuk Wilayah Perwakilan Sumatera Utara :
Sibolga, Tarutung, Karo, Balige, Stabat, Rantau Prapat, Samosir, Langkat, Labuhan Batu, Kisaran, Penyabungan, Pematang Siantar, Mandailin Natal, Kaban Jahe, & Tanjung Balai. Syarat & Ketentuan : Sehat jasmani dan rohani Punya kendaraan sendiri Minimal D3 semua jurusan Pengalaman minimal 3 tahun dibidang Jurnalis Siap bekerja keras

Hubungi: Redaksi Radar Nusantara Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021) 91863377 -70693643 Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 E-mail: radarnusantara@yahoo.com sindaksilalahi@yahoo.com

HUBUNGI: Partini: 081313936905 - 081510730302 - 93576028 - 96813377

STAF REDAKSI: Amirudin,Budiman,Heri, Diana, Hermanto, Ellisa,Edi Hairul, Jul Ardiansyah, Fauzi,Reni, Ardiansyah, Sumartini, Syarif Abdulah,Candra Septiadi,Zulkifli,Agus Darmawan,Antoni Sinaga.SH, Ir.Effendi,Fahrudin, Junaidi,Titin Rukmini, Hotbel M, Claudius. S, Alexsander, Jenggo, SH, Bambang,Mulyono,Deni saputra, Rudi.S,Yudika, Mesryani, Wastini.Gatot Nugroho,Jejen, Ketut S, Sukirno.M,Gunawan, Anton Simanjuntak, Krismanto, Parulian.Smjk.SE, R,Wijaya.S, Budi Santoso.SE, Robert M, Arsyad Elly, Koresponden: Rohmayanti, Andini, Maringan,Yendy Sumadi, Mahendra Rahmadi, Listar,Gestiady. BIRO-BIRO DAERAH: Sulawesi : Jarwo, Irwansyah, Maluku : Budiman, Irian Jaya : Wilman, Budi, Papua : Wati, Herman, Jawa Tengah : Sugiarto, Hartoyo, Jogya : Sulaeman, Danuri, Jawa Timur: Binsar,Reno, Bangkalan: Sudirman.Wanti, Magelang: Kardi,SH.Dasila,Banyuwangi: Budiman,Robi.SE, Blitar : Hasbi.SE, Bojonegoro: Burhan.Bertus. Bondowoso: Sugeng, Gersik: Maulana, Ibrahim Jombang: Kusnadi,Hadiro, Kediri : Sugeng, Ramlan,SH Makasar: Yudi, Arifin, Sorong: Antonius, Yudika, Fakfak: Saor,SH,Didi, Sorong: Leo,Fernando,Mandailing Natal; Julius. SH, Maria. Langkat: Sorta,Jonny Pardede.SE,Karo: Kondy. Elly,Dairi: Imam.SH,Budiman, Asahan: Patar,Gukis,Marta Nias: Samsul, Ikhmal, Bengkulu: Radit, Samsudin, Mardi, Pematang Siantar: Winton Smjk Medan: M. Silalahi (perwakilan) Gorontalo: Nikmal, Wawan, Batam: Presly sitompul (Ka Perwakilan) Perjuangan Sihombing,Serdang Bedage: Edy Saputra, Majalengka: Drs. S. Simatupang (Kabiro), M. Suparli, Roy S, Yogi Siregar Karawang: S Limbong, Lubuk Pakam: Ericson Sinaga, Nangro Aceh Darusalam: Budiman. Jamin.Ginting. Aceh Tenggara : Edison Nabaan, Mindo. Riau: Robinson Sirait.Waldimar.P, Lampung: Marto,Budiman,Merry,Bali: Henri, Agung, Bandung: Cecep. Iwan, Cirebon: Carles, Biman, Ciamis: waluyo, Marto, Banjar: Yansen Napitupulu, Widiawaty. Bangka Belitung: Rudi. Richat. Manurung. Albiner.Siagian,Banten: Yogi. Sudirman, Lebak: Burhan Samosir. Ricardo, Tangerang: Abner,Yunus, Pandeglang: Justin Simamora, SE. Marlon. Tulang Bawang; Harti, Sahat. SH, Tanggamus: Lambok,Rico.Sarden, Merto: Darwin.SH. Pekan Baru: Aminuddin Sitompul, Palembang: Udin, Padang: Leo, Kalimantan: Roy, Rokan Hilir: Winson Simbiring

Redaksi: Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021) 91863377 -70693643 Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 E-mail: radarnusantara@yahoo.com sindaksilalahi@yahoo.com

Seluruh Wartawan Radar Nusantara Setiap Melaksanakan Tugas, Liputan Dilengkapi Dengan Identitas, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber.

RADAR UTAMA

Minggu ke II Maret 2011

3

Demokrat Lamar PDIP
Jakarta, Radar NusantaraJelang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan reshuffle kabinet Indonesia Bersatu II mengundang controversial di tubuh koalisi. Bahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Golkar sempat mengancam akan jadi oposisi.
Akibatnya Presiden SBY menyiapkan strategi dan lobilobi politik dengan partai non koalisi. Seperti dikhabarkan salah satu partai non koalisi yakni Gerindra siap bergabung dengan koalisi. Namun kekuatan koalisi belum maksimal hanya mengandalkan Gerindra jika benar PKS dan Golkar keluar. Sehingga SBY mencoba mendekati salah satu partai besar yakni PDIP. Selain SBY turun langsung, Menko Perekonomian, Hatta Rajasa juga sempat bertandang ke kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun kharabarnya tidak sempat bertemu dengan Mega melainkan Taufik Kiemas dan Puan Maharani, salah satu ketua di tubuh PDIP. Meski Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum PAN mengaku hanya sekadar berkunjung dan silaturahmi biasa, namun berbagai kalangan dan pengamat mengatakan bahwa kunjungan Hatta adalah dalam rangka mencari investor politik. Haingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah PDIP siap bergabung dengan Demokrat. Namun anggota DPR dari F-Demokrat, Ruhut Sitompul tampaknya sangat yakin PDIP bergabung dengan koalisi. "Segala sesuatunya bisa terjadi, namanya juga politik, kita lihat aja nanti", ujar Ruhut bersemangat. Kisruh antara partai koalisi pascapidato politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal partai-partai yang kerap berseberangan terus berlanjut. Namun, terlepas dari tarik ulur antara partai koalisi, analis politik Sukardi Rinakit pesimistis Presiden SBY bisa sekeras teriakannya dalam pidato. Apalagi sampai Presiden mencoret hingga merombak kabinet dari Partai Golkar dan PKS. "Langkah politik yang dilakukan akan berbeda dengan teguran," kata Sukardi, Presiden SBY dalam pekan ini sibuk memanggil pimpinan partai politik koalisi. Sementara, Partai Demokrat juga sibuk membantah berbagai tudingan PKS dan Golkar yang menilai Demokrat selalu menambah kegusaran Presiden [baca: Demokrat Bantah Provokasi SBY Merombak Kabinet]. Dalam formasi Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua, Partai Golkar menempatkan Agung Laksono di Kementerian Koordinator Kesra, Fadel Muhamad, di Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Mohamad Hidayat sebagai Menteri Perindustrian. Sedangkan PKS menempatkan Tifatul Sembiring sebagai Menteri Kominfo, Suswono, Menteri Pertanian, dan Saleh Assegaf di Kementerian Sosial serta Kementerian Riset dan Teknolgi Suharna Surapranata. Apakah menteri-menteri dari kedua partai akan dirombak Kita tunggu ketegasan Presiden SBY. Tidak seperti biasanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis menunda rapat kabinet terbatas bidang kesejahteraan rakyat yang sudah diagendakan sebelumnya. Rapat kabinet terbatas yang sedianya dimulai pada pukul 14.00 WIB di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, dibatalkan secara mendadak dan agenda pukul 16.00 WIB menerima delegasi Menteri Luar Negeri Timor Leste dimajukan menjadi pukul 14.00 WIB. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, rapat kabinet terbatas bidang kesejahteraan rakyat bukan dibatalkan, namun ditunda sampai waktu yang ditentukan kemudian. Sedangkan Staf Khusus Kepresidenan Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga mengatakan prioritas acara Presiden Yudhoyono pada Kamis memang mengalami penyesuaian. "Prioritas acara hari ini memang sedikit mengalami penyesuaian. Kesegeraan dan kemendesakan menjadi dasar bagi dilakukannya penyesuaian itu," ujar Daniel. Ia menjelaskan, kesibukan Presiden Yudhoyono akhir-akhir ini memang semakin tinggi karena komunikasi politik yang dilakukan secara maraton dan intensif dengan partaipartai politik anggota koalisi. Namun baik Daniel maupun Julian tidak dapat memastikan apakah pada Kamis siang Presiden kembali melakukan komunikasi dengan partai-partai politik sehingga rapat kabinet terbatas bidang kesejahteraan rakyat harus dibatalkan. Berdasarkan pantauan wartawan, pengamanan di sekitar Wisma Negara diperketat. Sejumlah petugas pengamanan dalam ditempatkan di beberapa lokasi di luar komplek tersebut. Para wartawan yang mencoba mencari informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung di Wisma Negara dilarang oleh petugas. Seorang petugas pengamanan, Bambang Hendro mengaku mendapatkan perintah untuk menyampaikan kepada wartawan supaya tetap berada di ruang wartawan. "Mohon pengertiannya ya," kata Bambang kepada sejumlah wartawan yang hendak menuju Wisma Negara. Sekitar pukul 17.00 WIB, dua mobil berwarna hitam keluar dari Wisma Negara. Namun, belum ada keterangan resmi siapa yang menaiki mobil tersebut. Sebelumnya pada Rabu siang sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Presiden Yudhoyono mengumpulkan politisi dari Partai Demokrat di Wisma Negara. Menurut pengakuan Ketua DPR Marzuki Alie pertemuan tersebut hanya bersifat konsultasi untuk membicarakan beberapa pekerjaan di parlemen. (Sin)

Pematangan Lahan TPU Pedurenan Jadi Lahan KORUPSI… ?
TPU Belum Bermanfaat Bagi Masyarakat Bekasi, Radar Nusantara Proyek pematangan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pedurenan dan pemasangan cownblok disinyalir menjadi bancakan sejumlah oknum. Pasalanya, TPU yang diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang bermukim di sekitar dan mampu menggenjot Pendapatan Asli (PAD) Kota Bekasi, hingga saat ini masih terlihat bak lahan persawahan. Padahal Pemerintah Kota (pemkot) Bekasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010 telah mengalosikan anggaran cukup besar untuk TPU yang berada di Kel Pedurenan, Kec Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat itu, namun akibat tidak professionalnya kontraktor dan dikerjakan tidak sesuai ketentuan, proyek itu bak mengeruk keuntungan pihak tertentu saja. Sehingga dana sebesar Rp 1,3 miliar untuk biaya pengurugan dan Rp 390 juta untuk pemasangan cownblok hanya sia-sia, bahkan terkesan menghamburkan keuangan Pemkot Bekasi belaka, sebab tidak bermanfaat. Sehingga bila dilihat dari kondisi lapangan yang ada, hasilnya sangat tidak sesuai dengan anggaran yang telah digelontorkan. Hal itu dikarenakan pihak kontraktor yang menjadi pelaksana proyek TPU diperkirakan hanya menyerap anggaran sekitar 40 – 50 persen. Dari informasi yang dihimpun Radar Nusantara, pihak kontraktor melaksanakannya tidak sesuai dengan spek. Karena tanah yang dipergunakan untuk mengurug lahan tersebut hanya menggunakan tanah boncos. Demikian juga saat dilakukan pemasangan cownblok, kontraktor juga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang ada. Ironisnya, dari informasi yang diperoleh, kontraktor telah mencairkan dana untuk pematangan lahan dan pemasangan cownblok TPU Pedurenan sudah terserap 100 persen. Lahan TPU Pedurenan merupakan alternative mengatasi masalah pemakaman umum di Kota Bekasi. Sebenarnya, Pemkot Bekasi telah mempersiapkan lahan TPU tersebut di Kecamatan Bantargebang. Namun, akibat sesuatu hal, maka TPU yang telah direncanakan sejak tahun 2006 dipindah tempat ke Kel Pedurenan. Tetapi sampai saat ini lahan TPU Pedurenan belum bias difungsikan. Ketika hal ini akan dikonfirmasikan kepada Kepala Bidang Pemakaman, Sugeng kerap tidak berhasil karena tidak pernah terlihat diruangannya. Sementara Kepala Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum Makbulla tidak pernah mau ditemui wartawan. Bahkan surat konfirmasi Radar Nusantara yang telah dilayangkan beberapa waktu lalu ke dinas PPPJU hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat jawaban. (cha/sind)

RADAR UTAMA

Minggu ke II Maret 2011

4

Diduga Bahas Koalisi, Presiden Gelar Rapat Tertutup
Jakarta, Radar NusantaraPresiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menggelar rapat tertutup bersama pimpinan parpol mitra koalisi di Wisma Negara, Jakarta, Rabu (2/3/2011).
Rapat tersebut diduga membahas masa depan koalisi menyusul “membelotnya” Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada voting finalisasi usulan hak angket mafia pajak beberapa waktu lalu. Informasi yang dihimpun di lokasi, rapat dimulai sekira pukul 15.30 WIB. Sejumlah politisi parpol peserta koalisi juga telah datang di Wisma Negara. Tempak pula Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Meneg Pora Andi Malarangeng dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, berjalan bersama menuju wisma negara. Di halaman wisma negara, juga telah terparkir mobil dinas RI 28 milik Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Isikandar, dan ada dua mobil Toyota Royal Saloon berpelat RFS yang biasa dipakai para menteri. (bs)

Kabareskrim Harapkan Pemerintah Intensif Sosialisasi SKB
Jakarta, Radar Nusantara – Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi mengharapkan pemerintah lebih intensif melakukan sosialisasi SKB 3 Menteri terkait Ahmadiyah di seluruh wilayah Indonesia untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR tentang Ahmadiyah di Jakarta, Kamis, Ito mengatakan bahwa sosialisasi SKB 3 Menteri itu bisa dilakukan pemerintah dengan berbagai cara, seperti dialog publik nasional yang melibatkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan kelompok Jemaat Ahmadiyah. “Sosialisasi itu bisa difasilitasi oleh DPR dan pemerintah yang tujuannya untuk menyamakan persepsi dan menyelesaikan masalah secara bersamaan,” katanya. Ditegaskannya bahwa Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri dan Kejaksaan Agung harus pula segera mengambil berbagai langkah pembinaan dalam pengawasan dan evaluasi pelaksanaan keputusan SKB 3 Menteri tersebut. Selain itu, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) diharapkan pula terus memantau dan mencari adanya kegiatan Jemaat Ahmadiyah yang memenuhi unsur perbuatan penistaan agama dan jika ditemukan harus diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Sementara mengenai penanganan kasus Cikeusik, Ito menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mendapatkan pelaku kejahatan dari rekaman video sebanyak 5 orang. “Titik konflik ada kata-kata sampai titik darah ke penghabisan, kalau tidak mampu menangani biar bentrok, biar seru. Kami sudah tiap hari latihan ini. Kata-kata ini menyulut situasi,” ujarnya. Berdasarkan fakta yang dijumpai dilapangan, ia menambahkan, polisi telah memeriksa sebanyak 103 saksi dari berbagai pihak dan proses itu masih terus berlanjut hingga saat ini. Terkait sinyalemen Komnas HAM bahwa telah terjadi pembiaran oleh aparat polisi dalam kasus itu, dengan tegas Ito membantahnya. “Mengenai adanya pembiaran, hasilhasil yang disampaikan Komnas HAM tidak terdapat fakta hukumnya,” ujarnya. Menurut Kabareskrim, pengamanan harta benda dan orang sudah dilakukan. Namun karena situasi sudah tidak terkontrol, maka polisi lebih fokus dalam pengamanan jiwa. Langkah Polri, ujarnya lagi, sudah sesuai dengan UU No.39 tahun 1999, dimana polri sudah melakukan evakuasi itu. Terhadap pimpinan Polda Banten dan Pandeglang sudah dikenakan sanksi administrasi berupa pencopotan Kapolda dan Dirintelkam, serta Kapolres. (diana)

Muspida dan Tokoh Lintas Agama Karawang Gelar Deklarasi Damai
Karawang, Radar NusantaraMenyikapi sejumlah isu dan konflik keagamaan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, ratusan tokoh serta pemuka agama dari berbagai agama di Kabupaten Karawang, Jawa Barat menggelar Deklarasi Damai Lintas Agama. Deklarasi yang berlangsung di Aula Hamid Pemda Karawang tersebut, para tokoh agama serta Bupati Ade Swara, Wakil Bupati, serta unsur Muspida dan perwakilan Pengadilan Negeri (PN) Karawang saling bergandengan tangan saat deklarasi dibacakan, Jumat (18/2). Dalam deklarasi tersebut, sejumlah perwakilan umat hadir antara lain, perwakilan umat Islam yang diwakili oleh Ketua MUI Kab. Karawang, KH. Adjie Mubarok Rahmat, sedangkan umat Kristen Protestan diwakili oleh Agustinus Nainggolan dan umat Kristen Katolik oleh Pastor Agustinus Made, sementara umat Buddha oleh Romo Sunaryo Agus, umat Hindu oleh Jero Mangku Wayan Widiyasa, dan umat Konghucu oleh Wawan Kurniawan. Deklarasi sendiri dibacakan oleh H. Tadjuddin Noor dari Kantor Kementerian Agama Kab. Karawang. Dalam deklarasi tersebut, para pemuka agama menyatakan 3 (tiga) hal pokok. Pernyataan pertama ada sikap prihatin terhadap terjadinya konflik antara Jamaah Ahmadiyah dengan kelompok masyarakat di Pandeglang, Banten, dan perusakan tempat ibadah di Temanggung, Jawa Tengah. Pernyataan sikap kedua adalah tekad untuk membina kerukunan antar umat beragama, khususnya di Kab. Karawang serta mendukung upaya pemerintah dalam melindungi penduduk untuk melaksanakan ibadah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan, dan tidak mengganggu keamanan ketertiban umum. Sedangkan ketiga, bertekad untuk menyelesaikan petikaian antar umat beragama, melalui forum dialog dengan mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Dan keempat adalah senantiasa melakukan koordinasi dan melaporkan secepatnya kepada instansi yang berwenang terhadap kemungkinan terjadinya konflik sosial dan tindakan melawan hukum, serta mengajak seluruh komponen masyarakat, agar senantiasa mentaati peraturan perundangundang guna menciptakan suasan kondusif. Bupati Ade Swara dalam kesempatan itu mengatakan, Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam telah mempelopori pluralisme agama, hal sebagaimana tertuang dalam falsafah Pancasila, UUD 1945, dan Tri Kerukunan Umat Beragama” yaitu : (1) kerukunan intern umat beragama, (2) kerukunan antar

umat beragama dan (3) kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Lebih lanjut Bupati mengatakan, masyarakat Karawang wajib bersyukur kehadirat Allah SWT, karena situasi dan kondisi di Kab. Karawang selama ini cukup kondusif. “Hal ini berkat kesadaran yang tinggi dari seluruh umat beragama, telah benarbenar menghayati dan mengamalkan rasa persatuan dan kesatuan yang dijiwai oleh rasa cinta kasih kepada sesama umat beragama,” jelasnya. Namun demikian, tetap diperlukan peran aktif dari para tokoh agama beserta para ulama dengan memberikan fatwa-fatwa yang dapat menyejukan demi kemaslahatan masyarakat (umat). “Sehingga permasalahan yang muncul tidak meresah-

kan masyarakat sekaligus tidak menimbulkan konflik horizontal yang akan menghambat proses pembangunan, juga merusak rasa kebersamaan, kekeluargaan persatuan dan kesatuan yang selama ini telah kita bina dengan baik,” ungkap Bupati. Hal senada juga disampaikan Kapolres, Dandim 0604/Karawang, Kejari Karawang, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Karawang, dan para pemuka dari berbagai agama. Mereka menyambut baik penyelenggaraan deklarasi tersebut, dan akan berupaya maksimal untuk melaksanakannya. Salah satunya dengan menyampaikan dakwah dan ceramah keagamaan yang menyejukkan, serta senantiasa saling berkoordinasi dalam menyikapi permasalahan yang ada. (limbong)

Tono Bachtiar Ditetapkan Sebagai Ketua DPRD Definitif
Ketua DPRD tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD yang dipimpin oleh salah satu unsur pimpinan DPRD, Ahmad Rivai, belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rivai mengatakan, rapat paripurna DPRD kali ini diselenggarakan dengan agenda tunggal, yaitu pemberhentian dan penetapan Ketua DPRD Kab. Karawang masa bhakti 2009 – 2014. “Rapat paripurna ini telah disepakati sebelumnya oleh anggota DPRD Kab. Karawang pada Rapat Badan Musyawarah (Bamus) pada tanggal 21 Februari 2011 dengan agenda tunggal,” ujarnya. Lebih lanjut Ahmad Rivai mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD, disebutkan bahwa Pimpinan DPRD diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir karena meninggal dunia, mengundurkan diri dari jabatannya, diberhentikan sebagai anggota DPRD, atau diberhentikan sebagai pimpinan DPRD. Ahmad Rivai melanjutkan, dalam PP tersebut juga dinyatakan bahwa bila pimpinan DPRD diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir, maka pengganti pimpinan DPRD tersebut berasal dari partai politik yang sama dengan pimpinan DPRD terdahulu. Ahmad Rivai menambahkan bahwa DPC PDI-P telah menyampaikan surat kepada pimpinan DPRD dengan Nomor 48 /EX/DPC15/11/2011 tanggal 19 Februari 2011 perihal penetapan pergantian Ketua DPRD dari PDI-P yang ditetapkan melalui surat DPP PDI-P No. 807/IN/DPP/11/2011 dari saudara Karda Wiranata kepada saudara H. Tono Bachtiar, S.IP. H. Tono Bachtiar, S.IP sebelumnya menjabat sebagai Plt. Ketua DPRD Kab. Karawang sejak 5 (lima) bulan yang lalu, dan sebelumnya juga merupakan Ketua Komisi C DPRD serta Ketua Fraksi PDI-P. Dirinya menggantikan H. Karda Wiranata yang melepas jabatannya selaku Ketua DPRD guna memenuhi amanah dan tuntutan konstituennya untuk menjadi salah satu Calon Bupati Karawang pada Pemilihan Kepala Daerah yang digelar bulan November 2010. Meskipun telah ditetapkan sebagai Ketua DPRD oleh DPRD Kab. Karawang, namun H. Tono Bachtiar, S.IP, secara resmi masih belum definitif. Sebab masih harus menunggu turunnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat, dan selanjutnya mengikuti prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah janji sebagai Ketua DPRD Kab. Karawang oleh Ketua Pengadilan Negeri Karawang. Sementara itu, turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Bupati Karawang, H. Ade Swara, Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, serta unsur muspida dan para pejabat daerah dilingkungan Pemerintah Kab. Karawang. Selain itu, terlihat pula sejumlah massa dari PDI-P yang tampak riuh tatkala nama H. Tono Bachtiar, S.IP ditetapkan sebagai Ketua DPRD. (limbong)

Karawang, Radar NusantaraSetelah selama beberapa waktu menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPRD Kab. Karawang, H. Tono Bachtiar, S.IP, akhirnya ditetapkan oleh DPRD Kab. Karawang sebagai Ketua DPRD definitif. Penetapan sebagai

RADAR UTAMA

Minggu ke II Maret 2011

5

DPRD Surabaya Tolak Pungutan Pajak Bagi PKL
Surabaya,Radar NusantaraPemerintah Kota Surabaya berencana menarik pajak bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). Upaya dilakukan sebagai salah satu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, keinginan ini ditentang DPRD Surabaya.
“Pajak PKL dalam pembahasan Komisi B langsung kita drop. Karena memberatkan pedagang kecil,” kata Ketua Komisi B, M Machmud, Selasa (22/2/2011). Menurut Machmud, penolakan yang dilakukan pihaknya, karena selama ini para PKL tidak pernah mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. “Selama ini kan mereka tidak pernah diperhatikan. Tapi kenapa, kok sekarang justru pungutannya yang diseriusi. Makanya kita langsung drop,” tegasnya. Selain itu, politisi Partai Demokrat ini juga mengakui jika penolakan pajak bagi PKL oleh pihaknya sempat mendapat protes dari Dinas Pajak yang menganggapnya pajak mempunyai potensi yang sangat tinggi terhadap PAD. Namun, Machmud bersikukuh akan tetap menolaknya meski mendapat protes keras dari Dinas Pajak. Karena dampak dari penarikan ini akan berdampak langsung pada masyarakat kecil. “Kan sudah mendapat limpahan dari pemerintahan pusat berupa pengelolaan PBB dan BPHTB secara langsung dan itu sudah cukup besar saya kira. jadi tidak perlu lagi pajak PKL,” tandasnya. (reno)

Hasyim Muzadi Tidak Setuju FPI Dibubarkan
Surabaya, Radar NusantaraMantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi tidak setuju jika Front pembela Islam (FPI) dibubarkan. Jika dibubarkan, itu sama saja dengan memasung hak berserikat. “Kalau salah, yang ditangkap orangnya,” tegas Hasyim kepada wartawan di sela-sela Seminar harlah NU ke-88 di Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (22/2/2011). Hasyim berpendapat bahwa tidak ada gunanya dan tidak menyelesaikan masalah bila FPI dibubarkan. “Jika dibubarkan dan dua hari kemudian berganti nama gimana?” tambah Hasyim. Mengenai Ahmadiyah, pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam tersebut berpendapat bahwa selama Ahmadiyah tetap bernabi 2 dan mengacak-acak Al Qur’an, maka pertentangan tetap akan terjadi. Oleh karenanya harus ada ketegasan tentang Ahmadiyah. “Kalau mengaku Islam, Islamlah sepenuhnya. kalau tidak, bilang saja agama Ahmadiyah,” tandas Hasyim. (binsar)

PT. Chevron Pacific Harus Empat Larangan yang Bertanggungjawab Harus Dipatuhi Jemaat Ahmadiyah Jatim
Pekanbaru,Radar NusantaraWarga minta serius tangani peristiwa meledaknya Pipa minyak mentah PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Desa Manggala. Kelurahan Banjar 12, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, “Dua anak luka bakar parah akibat terkena ledakan,” kata seorang warga, Andi, ketika dihubungi dari Pekanbaru. Ledakan minyak mentah itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Pipa minyak itu berada tak jauh dari permukiman warga. Dua anak yang menjadi korban bernama Wanda (6th) dan Rini (16th). Ia mengatakan dua anak yang menjadi korban terluka sangat parah karena sekujur tubuh terkena minyak dan melepuh. Menurut dia, korban luka sudah dibawa ke klinik Chevron. “Suara ledakan sangat keras dan awalnya saya kira itu bom yang meledak. Lalu minyak muncrat dari pipa sampai setinggi 10 meter,” katanya. Menurut dia, tiga rumah wargma terkena semburan minyak mentah.Pemilik rumah antara lain Anto, Sukidi dan Yunus. Minyak berwarna hitam pekat memenuhi dinding, atap hingga halaman rumah. “Satu motor warga juga rusak karena terpental hingga 15 meter karena ledakan pipa yang sangat keras,” ujarnya. Kasat Reskrim Polres Rohil AKP Arif Hidayat Ritonga membenarkan insiden ledakan pipa Chevron itu. Ia mengatakan personel polisi langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan daerah di sekitar lokasi ledakan yang tak jauh dari Jalan Lintas Sumatera menuju Medan, Sumatera Utara. “Pihak perusahaan kabarnya juga sudah di lokasi untuk menanggulangi minyak yang menggenangi rumah warga,” Sarion Tambunan tokoh pemuda mengatakan kalau keberadaan PT.CPI sangat merugikan warga karena sudah lama masalah tuntutan warga tidak pernah di gubris oleh pihak perusahaan sementara,dengan keberadaan perusahaan terswebut tidak menjadikan warga setempat hidup sejahtrta dan justru sebaliknya. Sarion menambahkaqn kalau dulunya sungai rokan hilir berbagai macam habitad di antaranya ikan patin,udang gala,gurami,nila dan ikan Arwana yang dulunya warga malasiya dan singapur dating untuk membelinya namunj sekarang sama sekali tidak terlihat karena habitad itu tadi sudah pada musnah.untuk itu warga meminta ganti rugi Rp.1 triliun lebih karena selama 30 tahun warga rokan hilir hidupnya menjadi miskin tyerlebih nelayan.Wakil Bupati Rokan Hilir.Suyanto mengatakan kalau Pihak PT.CPI sebaiknya melakukan perundi9ngan dan musyawarah untuk mencari kemupakatan terkait masalah limbah B3 yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat ke depan. (Ws)

Tidak Hamil, Wanita Terjun di Apartemen Mediterania Diduga Depresi
Jakarta,Radar NusantaraWanita yang diduga mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 21 Apartemen Mediterania Regency, Kelapa Gading, Jakarta Utara, diduga depresi. IK (52) depresi lantaran menopause (sebelumnya diberitakan hamil). “Yang bersangkutan depresi berat karena mengidap menopause selama 3 tahun,” kata Kanit Reskrim kelapa Gading AKP Raden Muhammad Jauhari saat dihubungi detikcom, Rabu (2/3/2011). Selama ini, kata Jauhari, korban biasa melakukan terapi untuk depresi yang diidapnya di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan. “Menurut suaminya selama 3 tahun mengidap penyakit, istrinya tersebut mengalami sulit tidur,” papar Jauhari. Jasad korban berinisial IK (52) kini berada di RSCM guna dilakukan otopsi. Sementara polisi memeriksa sedikitnya 8 saksi yang terkait dengan peristiwa tersebut, salah satunya adalah suami korban yang bekerja sebagai wiraswata. Sebelumnya, seorang wanita tewas setelah melompat dari lantai 21 tower A, Apartemen Mediterania Regency pukul 17.00 WIB. (sind)

Surabaya,Radar NusantaraJemaat Ahmadiyah di Jawa Timur tidak lagi diperbolehkan melakukan aktivitasnya, termasuk memasang papan nama organisasinya sekalipun. Larangan Ahmadiyah melakukan aktivitasnya itu sesuai Keputusan Gubernur (SK) Jatim Nomor 188/94/KPTS/013/2011 yang dibacakan Gubernur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Senin (28/2/2011). Ada empat poin dalam keputusan gubernur yang harus dipatuhi jamaat Ahmadiyah. 1. Dilarang menyebarkan ajaran Ahmadiyah secara lisan, tulisan maupun melalui media elektronik. 2. Dilarang memasang papan

nama Organisasi jemaat ahmadiyah Indonesia (JAI) di tempat umum. 3. Dilarang memasang papan nama pada masjid, mushola, lembaga pendidikan dan lain lain dengan identitas jemaat JAI. 4. Dilarang menggunakan atribut jemaat ahmadiyah Indonesia (JAI) dalam segala bentuknya. “Keputusan ini berlaku mulai hari ini (28/2),” kata Soekarwo. Gubernur menegaskan bahwa keputusan itu diambil bersama dengan muspida dan tokoh agama termasuk MUI. “Bahwa aktivitas jemaat Ahmadiyah dapat menjadi pemicu atau penyebab terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” terangnya.

Pemkab Karawang Sosialisasikan Perpres 54 / 2010
Jasa dilingkungan pemerintahan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Singaperbangsa Lt. II Pemkab Karawang tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ade Swara, dengan menghadirkan nara sumber Ir. Gusmelinda Rahmi selaku Kepala Sub Direktorat Barang dan Jasa, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP). Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan, guna mewujudkan good governance, pemerintah daerah terus berupaya menjadikan penyelenggara pengadaan barang dan jasa yang tertib, efisien, efektif, tranparan, akuntabel dan terbuka. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi upaya peningkatan wawasan, pengetahuan dan keterampilan para peserta, terutama untuk memahami, menguasai dan melaksanakan program kerja yang mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut Bupati mengatakan, kegiatan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kepatuhan pejabat atau panitia pengadaan serta pengguna dan penyedia barang dan jasa pada ketentuan perundang-undangan. “Sehingga para perencana dan pelaksana anggaran khususnya yang berkiatan dengan pengadaan barang dan jasa betulbetul mempunyai pegangan dan referensi yang kuat,” ujarnya. Dengan demikian, lanjut Bupati, kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Karawang benar - benar masuk dalam kategori transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Hal ini karena urusan pengadaan barang/jasa pemerintah yang efisien, terbuka dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan barang/jasa yang terjangkau dan berkualitas, sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik,” tuturnya. Bupati melanjutkan, melalui sosialiasasi ini juga diharapkan akan tercapai pemahaman awal mengenai ketentuan-ketentuan yang baru, terutama bagi stakeholder pelaksana pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemkab Karawang. “Sehingga seluruh pihak dapat segera menyesuaikan diri dengan ketentuan pengadaan barang/jasa yang baru,” jelasnya. Sementara itu, Gusmelinda Rahmi menjelaskan, terdapat sejumlah perubahan pokok dalam Perpres No. 54 Tahun 2010 dengan peraturan sebelumnya, yaitu Keppres No. 80 Tahun 2003. diantaranya adalah ruang lingkup terkait pendanaan/hibah luar negeri, jenis pengadaan, keharusan membentuk unit layanan pengadaan (ULP) dan E – Procurement, delegasi kewenangan, dan memperjelas aturan khusus terkait penunjukkan langsung dan swakelola. “Selain itu, pada Perpres ini, proses pengadaan lebih fleksibel dalam menghadapi bencana, lebih sederhana, serta lebih berpihak kepada usaha kecil,” tambahnya. (limbong)

Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan pengadaan barang dan jasa, belum lama ini Pemerintah Kabupaten (pemkab) Karawang menggelar Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan

RADAR UTAMA

Minggu ke II Maret 2011

6

SBY Utus Sudi Silalahi Temui Menteri Golkar & PKS
Jakarta,Radar NusantaraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menugaskan Mensesneg Sudi Silalahi untuk berkomunikasi dengan para menteri dari Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Demikian diungkapkan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Poliitik Daniel Sparringa di Bina Graha,Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu, (2/3/2011). “Pak Sudi Silalahi membawa mandat dari presiden untuk berkomunikasi dengan menterimenteri dari partai atau partaipartai yang bermasalah dan itu sudah dilakukan,” katanya. Tujuan komunikasi, lanjut dia, untuk membuat para menteri yang masuk dalam kategori itu, sadar akan situasi yang rumit, yang tengah dihadapi oleh pemerintah. “Dan mereka diberitahu tentang sifat (dalam bahasa Inggris: complicatedness), kerumitan,” tegasnya. Daniel mengaku tak mengetahui apakah Presiden melalui utusannya juga berkomunikasi dengan partai di luar koalisi. Sebelumnya Presiden menyatakan dalam waktu dekat akan berkirim surat kepada para pimpi“Pemerintah ini usianya tinggal 3,5 tahun. Kalau mau bicara lebih terang, tinggal 2,5 tahun. Karena satu tahun akan terpakai untuk persiapan pemilu. Ini waktu emas, Presiden dan Pak Boediono, saya kira tidak bisa membayar lebih mahal dari 1,5 tahun pertama ini. Mereka ingin memastikan ada pemerintahan yang lebih efektif dan itu mungkin terjadi di antaranya kalau koalisi ini bisa diandalkan,” ujarnya. Apakah ini bisa dikatakan sebagai awal dari reshuffle kabinet? “Saya kira reshuffle hanya implikasi sederhana dari perubahan konfigurasi bila itu terjadi dan kompetitif. Dan itu percakapan yang mungkin menarik tetapi hanyalah akibat dari apa yang terjadi dalam kerangka komunikasi,” terangnya. (sind)

Pihak IPDN Belum Tahu, Jika Pembuatan SIM Melibatkan Koperasi
Sumedang, Radar NusantaraGara-gara pingin punya SIM malah jadi tertipu, Oleh (35) warga RT 01, RW 01, Desa Cibeusi, menyebutkan dirinya merasa tertipu tiga orang yang mengaku dari petugas pembuatan surat izin mengemudi (SIM) yang ada di lingkungan kampus Intitut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN). Pada tanggal 20 Februari di Koparesi IPDN ada tiga orang yang mengaku bernama Eri, Memed, dan Nana, mengadakan pembuatan SIM keliling. Ketiga orang tersebut, diakui Oleh berasal dari Rancaekek, Kabupaten Bandung. Tanpa curiga, diakui Oleh, dirinya dan 20 orang lainnya yang terdiri dari pedagang dan tukang ojeg Cibeusi membuat SIM kepada tiga orang tersebut. Untuk persyaratanya pemohon harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 125 ribu dan KTP asli si pembuat SIM. Dengan dijanjikan segera selesai dan percaya karena pengumpulan berkas pembuatan SIM di koperasi IPDN, dirinya bersama warga lainnya tidak menaruh curiga. Beberapa hari setelah persyaratan dipenuhi, petugas pembuat SIM keliling tak kunjung datang, hingga hari ini Rabu (03/03). “Saya tidak curiga sedikit pun, soalnya pas ngasihkan KTP sama bayar itu di koperasi IPDN,” tutur Oleh. Dia beralasan, tertarik membuat SIM pada saat itu karena tergiur harga membuat SIM yang cukup terjangkau. Karena lama menunggu SIM yang tak kunjung datang, Oleh mengaku bersama tukang ojeg yang memesan SIM, mencari ketiga pelaku hingga ke daerah rancaekek dan Cicalengka. Dirinya mengaku, tidak menyangka kalau ketiga petugas pembuatan SIM keliling tersebut menipu dirinya beserta 20 warga lainnya. Karena merasa tertipu, Oleh mengaku akan mengadukan kasust tersebut ke kepolisian. Selain itu, ia pun khawatir, bila KTP dirinya disalahgunakan oleh ketiga pelaku penipuan tersebut. Kuat dugaan pembuatan SIM keliling tersebut melibatkan orang koperasi itu sendiri, namun setelah adanya orang yang tertipu pihaknya sulit mempertanggung jawabkanya. Sementara itu pihak lembaga IPDN melalui Kasubag Humas Sudaryana S.Ip. MM saat dikonfirmasi pihaknya belum mengetahui jika Koperasi IPDN mengadakan program pembuatan SIM . (marto)

nan partai-partai koalisi. Isi surat tersebut secara tegas menanyakan kembali komitmen partai koalisi dalam mendukung kelangsungan pemerintahan SBYBoediono hingga 2014. Lantas apa tujuan dari kebijakan ini?

PT Balihai Diduga Punya Ijin
Bekasi, Radar NusantaraBayak kalangan menilai bahwa kasus pajak mengalami kebocoran yang sangat tinggi dan memprihatinkan, sebut saja kasus Gayus Tambunan yang membuat heboh negeri ini. Kebocoran pajak mengalami krisis moral yang justru masuk kekantong-kantong oknum pejabat yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan pribadi. Perusahaan-perusahaan raksasa maupun para pengusaha besar, demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memperhatikan kewajibanya kepada negara dengan didukung begitu gampangnya menyuap oknum pegawai pajak yang bermental korup. Para pengusaha pengemplang pajak ini tidak merasa takut sedikitpun terhadap sanksi hukum karena aparat hukumnya juga mengalami hal yang sama terhadap moral yang kurang baik.Salah satu contoh Perusahaan yang memproduksi minuman beralkohol yang ada di daerah Kabupaten Bekasi ini sama sekali tidak memiliki Plang Perusahaan sebagaimana lazimnya perusahaan-Perusahaan yang ada. Dari hasil penelusuran wartawan Radar Nusantara ke lokasi perusahaan yang memproduksi minuman ini menemukan banyak kejanggalan dan di duga kuat ikut tersandung penggemplang pajak yang tidak sedikit. Baik pajak perusahaan, pajak air bawah tanah, pajak produksi dan pajak-pajak lainya. (sin)

Karding: Mayoritas Setuju Ahmadiyah Dibubarkan
Jakarta, Radar NusantaraKeberadaan jemaah Ahmadiyah di Tanah Air, terus menuai polemik. Sebagian mendukung keberadaannya, sedangkan sejumlah pihak menganggap keberadaan Ahmadiyah ini sebagai suatu bentuk penistaan terhadap agama Islam. Ketua Komisi VIII Kadir Karding mengklaim bahwa jika umat muslim di Indonesia disurvei, maka mayoritas akan menyatakan setuju jika Ahmadiyah dibubarkan. “Kalau secara faktual diadakan survei, maka 90 persen masyarakat muslim di Indonesia pasti menginginkan Ahmadiyah dibubarkan, itu fakta,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri acara pelatihan anggota Fraksi PKB di Jakarta, Kamis (3/3). Kendati begitu, menurut Karding, jika dibubarkan belum tentu umat Ahmadiyah serta-merta berubah keyakinannya. “Itu dia nggak ada jaminan, karena keyakinan itu tidak bisa dihukum. Cuma kita kan maunya ada penyelesaian secara baik-baik. Keyakinan itu tidak bisa dihukum, itulah keyakinan. Intinya kalau saya tidak ada kekerasan,” ucapnya. Menanggapi surat keputusan pemerintah daerah sejumlah wilayah yang dinilai melanggar hukum, Karding berkata, “Kalau alasannya demi ketertiban umum dan agama, itu wilayah pemerintah pusat. Sementara kalau ketertiban itu polisi, kalau agama menteri agama. Saya kira biar nanti Mendagri (Menteri Dalam Negeri) saja yang urus apakah sudah sesuai SKB (Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri) atau tidak,” katanya Karding juga beranggapan jika SKB ini tidak dapat dijadikan sumber hukum. “Karena sifatnya hanya kesepakatan maka tidak bisa dijadikan sumber hukum. Tapi kalau sebagai kesepakatan saja sih tidak apa-apa,” imbuhnya. (heri)

Asosiasi Jurnalis Karawang Lakukan Audensi Dengan Bupati
Ade Swara. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan serta Kepala Bagian Humas Setda tersebut berlangsung di Gedung Singaperbangsa Lt. II Pemkab Karawang, Senin (28/2). Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa dirinya atas nama pribadi dan pemerintah daerah menyambut baik terhadap ajakan audiensi yang digagas rekan-rekan pers tersebut. “Untuk itu, saya ucapkan terima kasih atas atensi yang telah diberikan oleh rekan-rekan dari Asosiasi Jurnalis Karawang,” tuturnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan pihaknya sangat welcome (terbuka) dan tidak alergi terhadap aspirasi, kritik, dan masukan dari berbagai elemen masyarakat yang disampaikan melalui media. “Saya kira dengan semangat kebersamaan untuk membangun Kab. Karawang ke depan, maka perlu ada kesamaan persepsi untuk bertugas sesuai fungsi dan peran masing-masing,” ujarnya. Bupati melanjutkan, dirinya percaya bahwa apapun yang kita lakukan, baik pemerintah daerah maupun insan pers semata-mata demi kesejahteraan masyarakat. Terlebih saat ini Pemerintah Daerah Karawang sendiri tidak diam, melainkan kita terus berjalan melakukan perencanaan, program, dan evaluasi terhadap kebijakan yang akan diambil. Sehingga program dapat bermanfaat tidak hanya untuk saat ini, melainkan sampai minimal 5 tahun ke depan dan seterusnya,” jelasnya. Bupati menambahkan, bahwa terkait masukan-masukan lain sebagaimana yang disampaikan oleh ketua dan pengurus AJK tentunya akan diakomodir oleh Pemerintah Daerah, sepanjang sesuai dengan peraturan yang ada dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. “Akan tetapi pada prinsipnya kami bisa memahami dan memberikan apresiasi yang besar terhadap rekan-rekan pers yang selama ini telah berkiprah dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua AJK, H. Endang S. mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Bupati dan jajaran Pemerintah Kab. Karawang yang meskipun memiliki agenda yang padat, namun masih menyempatkan diri bertemu dan melakukan audiensi dengan rekan-rekan dari kalangan pers. H. Endang menambahkan bahwa, AJK sendiri saat ini tengah berinisiatif untuk menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi insan pers Karawang, yang rencananya akan digelar pada bulan April mendatang. “Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurnalistik wartawan sehingga mereka mampu menyajikan berita yang objektif dan berimbang sesuai dengan kode etik jurnalistik,” tambahnya. (limbong)

Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu mempererat tali silaturahmi dan kemitraan dengan pemerintah daerah, sejumlah wartawan dan insan pers yang tergabung dalam Asosiasi Jurnalis Karawang (AJK) melakukan audiensi dengan Bupati Karawang, H.

RADAR PARLEMENT

Minggu ke II Maret 2011

7

Dewan Pers: Jelang Pemilu Banyak Wartawan Gadungan
Mendesak Dewan Pers melakukan peningkatan kinerja dalam menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab,” kata pimpinan rapat, T.B. Hasanuddin saat membacakan kesimpulan dalam rapat dengar pendapat di Komisi I DPR, Jakarta, Kamis (3/3). Selain itu, sehubungan dengan meningkatnya tindak kekerasan terhadap wartawan, Komisi I juga mendesak Dewan Pers memberikan perhatian serius. “Memberikan perhatian serius dengan bersikap pro-aktif menindaklanjuti penyelesaian kasus tersebut, guna menjamin kemerdekaan pers,” tuturnya. Komisi I pun mendesak Dewan Pers untuk meminta perusahaan pers segera mengimplementasikan Piagam Palembang yang terdiri dari standar perusahaan pers, standar kompetensi wartawan, standar perlindungan wartawan, dan Kode Etik Jurnalistik. “Termasuk standar upah dan jaminan lainnya,” tambahnya. Sementara itu, anggota Dewan Pers Zulfiani Lubis mengatakan, perusahaan pers yang tidak menandatanggani Piagam Palembang yang telah diratifikasi sejak 9 Februari 2010 ini, maka akan dicap sebagai perusahaan yang tidak memenuhi standar pers. “Jika perusahaan media itu tidak tanda tangan dan tidak berusaha memenuhi standar perusahaan pers, maka risikonya adalah kita akan umumkan perusahaan mereka sebagai perusahaan yang tidak memenuhi standar pers,” ujarnya usai rapat dengar pendapat di Komisi I. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat selama tahun ini tindak kekerasan terhadap wartawan, baik fisik maupun non-fisik mencapai 22 kasus. Direktur Eksekutif LBH Pers Hendrayana, Kamis (3/3), mengatakan, jumlah tersebut diprediksi mengalami peningkatan dibanding 2010 yang mencapai 66 kasus. “Baru dua bulan saja, kasus kekerasan terhadap wartawan sudah mencapai 22 kasus. Apalagi, hingga akhir 2011 nanti, nampaknya akan terus bertambah,” kata Hendrayana. Tahun lalu LBH Pers mencatat 66 kasus kekerasan terhadap wartawan. Kasus kekerasan sebanyak itu terdiri atas 37 kasus kekerasan fisik (pemukulan, pengeroyokan hingga pembunuhan) dan 29 kasus kekerasan non-fisik (perampasan kamera, pelarangan peliputan, intimidasi dam acaman teror). Kekerasan terhadap pers seringkali dilakukan oleh preman, pihak kepolisian, aparat pemerintah, organisasi masyarakat, massa, aparat keamanan dan TNI. Menurut dia, adanya kekerasan yang sering menimpa jurnalis menunjukkan kepolisian tidak serius dalam menangani kasus yang menimpa insan pers itu. Polisi, lanjut dia, harus bisa mengungkap para pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Selama ini, banyak kasus yang tidak terungkap pelakunya. Menanggapi tuntutan untuk terdakwa pelaku pembunuhan wartawan Sun TV Ridwan Salamun, Hendrayana menilai ada suatu kejanggalan. Jaksa dari Kejaksaan Negeri Tual, Maluku, di persidangan hanya menuntut delapan tahun penjara bagi terdakwa itu. (sin)

Ruhut Kembali Ungkit Lapindo

Jakarta, Radar NusantaraJelang pemilihan umum presiden dan kepala daerah biasanya banyak bermunculan wartawan. Berdasarkan hasil survei Dewan Pers, kebanyakan dari mereka itu, wartawan yang tidak jelas medianya atau wartawan bodreks.
“Menurut data Dewan Pers, jumlah wartawan itu sekitar 30 ribu sampai 40 ribu orang. Ini belum termasuk online, baru cetak dan elektronik. Dan jumlah itu akan bertambah menjelang pemilu, lalu setelah itu turun lagi angkanya,” kata anggota Dewan Pers Zulfiani Lubis saat rapat dengar pendapat di Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (3/3). Menurut Uni (sapaan akrab Zulfiani), hal itu merupakan pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan Dewan Pers. Sejumlah anggota Komisi I DPR juga mengeluhkannya banyaknya orang yang mengaku wartawan. Terkadang tingkah laku wartawan bodreks tersebut aneh, seperti mengambil makanan anggota Dewan atau menawarkan sesuatu yang bisa dikomersilkan. Seperti diketahui, keberadaan wartawan bodreks di Indonesia sudah ada sejak lama. Namun, sampai saat ini belum ada data yang benar-benar akurat soal keberadaan mereka. Dari hasil kesimpulan rapat dengar pendapat Komisi I DPR RI dengan Dewan Pers, Komisi I mendesak Dewan yang menaungi wartawan itu untuk meningkatkan kinerja dalam menegakkan kemerdekaan pers. “Kami

Hasrat Seksual Tak Tersalurkan, Bujang Perkosa Istri Tetangga
Bekasi,Radar NusantaraSeorang pemuda pengangguran di Kampung Pulih, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi ditangkap karena melakukan pemerkosaan terhadap istri tetangganya sendiri. Perbuatan bejat itu dilakukan tersangka karena hasrat seksual yang tidak tersalurkan. “Tersangka ini masih bujang. Dia melakukan tindakan itu karena ingin melampiaskan nafsu,” kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Setija Junianta kepada detikcom, Rabu (2/3/2011). Pemerkosaan terjadi pada Senin 28 Februari lalu pukul 05.00 WIB. Saat itu, korban berinisal CR (32) melintas di pematang sawah untuk pergi bekerja. “CR ini sudah bersuami dan sudah punya anak,” katanya. Di tengah jalan, korban kemudian berpapasan dengan tersangka. Entah setan apa yang merasuki pikirannya, SU saat itu memaksa korban untuk membuka pakaiannya. Otaknya yang sudah mesum itu membuatnya menggagahi korban. “Padahal, korban adalah tetangganya, cuma beda RT,” katanya. (pultriman)

Jakarta Radar NusantaraAnggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Ruhut Sitompul mengungkit kembali persoalan semburan lumpur PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur, terutama mengenai alokasi APBN untuk menangani kasus itu. Ruhut kepada pers di Gedung DPR/ MPR Jakarta, Kamis, mengemukakan, pihaknya akan menggagas digulirkannya lagi Pansus Lapindo mengingat pansus yang pernah dibentuk DPR berhenti dengan tidak jelas. Pansus belum memutuskan apakah semburan lumpur Lapindo itu bencana alam atau keteledoran Lapindo. “Jelas sekali belum ada keputusan Pansus Lapindo bahwa itu bencana atau tidak, namun dana APBN telah digunakan untuk menanggulanginya,” kata Ruhut. Dia mengatakan, Lapindo harus mengganti kerugian masyarakat dan rakyat akibat semburan tersebut, baik secara materil maupun imateril. “Bukan hanya kerugian materil masyarakat dan negara yang harus dikembalikan oleh pihak Lapindo namun juga kerugian imateril karena justru di sanalah yang paling banyak kerugiannya. Masyarakat telah lelah dan telah sangat sabar menunggu untuk mendapatkan keadilan, kita harus memberikan dan mengembalikan keadilan itu kepada masyarakat,” kata anggota Komisi III DPR RI itu. Dia juga mempertanyakan ketegasan, konsistensi dan motif Golkar mengangkat permasalahan Bank Century dan mafia pajak. “Kalau Century jelas tidak ada kerugian negara dan keputusan itu jelas mendesak saat itu. Mafia pajak kita setuju membongkarnya, namun tidak perlu politisasi di DPR yang penting penegakan hukum oleh aparat hukum,” katanya. Namun, kata dia, dalam semburan lumpur Lapindo, ada kerugian negara dan masyarakat. “Lha kok diam?,” kata Ruhut yang sebelumnya pernah menjasi politisi Golkar. (hotbel)

Agung: Sesama Anggota Koalisi Jangan Saling Memojokkan
Jakarta, Radar Nusantara – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai koalisi patut diindahkan dan makna lainnya juga berisi peringatan sekaligus imbauan kepada seluruh partai anggota koalisi untuk saling menahan diri atau tidak memojokkan satu sama lain. “Saya percaya maksud pernyataan beliau, agar seluruh anggota koalisi untuk tetap bersatu dan kembali mematuhi serta konsisten melaksanakan butir-butir kesepakatan untuk mengawal dan mendukung sukses pemerintah SBY-Boediono sampai akhir masa tugas tahun 2014,” ujarnya di Jakarta, Kamis. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ini, sejak Kabinet Indonesia BersatuII terbentuk, semua anggota koalisi sudah menyatakan sepakat melaksanakan tugas sesuai kapasitas dan perannya. Termasuk diantaranya adalah butir-butir kesepakatan bagi seluruh anggota legislatif masing-masing partai agar tercipta iklim berpolitik yang kondusif. Hal ini sekaligus dimaksud agar kita bisa bekerja secara optimal untuk mewujudkan percepatan kesejahteraan rakyat. Untuk itulah, menurut dia, Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi yang sudah dibentuk dapat menjadi tempat membahas semua pandangan masing-masing partai anggota koalisi dengan semangat mengedepankan kepentingan rakyat. Dengan demikian, Agung menambahkan, Setgab diharapkan bisa menjadi tempat mencari titik temu jika terjadi perbedaan pendapat di antara partai anggota koalisi. Untuk itu semua pimpinan partai politik perlu hadir dan aktif terlibat dalam merumuskan setiap pandangan partai koalisi. “Saya juga mengingatkan teman-teman anggota Fraksi Partai Golkar mempelopori penciptaan iklim berpolitik yang lebih sejuk,” ujarnya. Sebagai salah satu anggota kabinet, Agung Laksono mengakui target penyelesaian tugas-tugas pemerintah bisa makin dipercepat, jika suasana politik bangsa cukup tenang. Untuk itu dia mengimbau agar semua elit politik baik di DPR dan partai selalu menahan diri dan menghindarkan polemik secara terbuka. “Gunakan Setgab sebagai wahana untuk menggodok semua pemikiran dan gagasan, dari pada pengambilan voting secara terbuka di forum DPR,” ujarnya. Dia mengingatkan agar mengutamakan prinsip musyawarah untuk mencari mufakat di era reformasi tidak tabu. Dengan cara musyawarah akan terhindar perasaan menang kalah, karena hakikatnya penyelesaian semua masalah bisa melalui meja perundingan. (hotbel)

RADAR HUKUM

Minggu ke II Maret 2011

8

Pembunuh Satu Keluarga Karena Uang 500 Ribu
JawaTimur,Radar NusantaraEmpat tersangka pembunuhan satu keluarga pemilik Toko Pusaka Jaya di Kota Probolinggo, Jawa Timur, dan satu tersangka penadah barang-barang milik korban tertangkap, Rabu (23/2) sore. Pembunuhan pada Minggu (20/2) tersebut dilatarbelakangi dendam.
Empat tersangka pembunuhan tersebut adalah MNR (29th), MT (31th), M (24th), dan R (17th). Adapun tersangka penadah barang curian milik korban adalah P (31th), istri MT. Mereka ditangkap di rumah masing-masing. MNR dan M adalah warga Desa Randupakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. MT dan P adalah warga Desa Umbul, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Adapun R adalah warga Sumbertaman, Kota Probolinggo. “Motif pembunuhan adalah dendam setelah MNR tidak dipinjami uang oleh korban Freddy Yuwono,” kata kepala Polresta Probolinggo Ajun Komisaris Besar Agus Wijayanto, Kamis (24/2), di Markas Polresta Probolinggo. Freddy Yuwono (22) adalah anak Mulyani A Kardjono (58), keponakan pemilik Toko Pusaka Jaya, Liem Soe Niang alias Sri Murni (76). Mereka bersama Yuli Melyanti (28), anak Mulyani, ditemukan tewas dengan luka bacokan di toko yang sekaligus rumah mereka di Jalan Panglima Besar Sudirman 28, Kota Probolinggo, Minggu (20/2). Kepada polisi, MNR mengaku, awalnya dia berniat utang Rp 500.000 kepada Freddy, tetapi Freddy menolak. MNR kenal dengan Freddy dan juga anggota keluarganya karena dia sudah lama bekerja di toko bangunan milik Mulyono, adik Mulyani. Dia tidak meminjam uang kepada Mulyono karena memiliki utang hampir Rp 400.000 kepada bosnya itu. Merasa tersinggung tidak diberi utang, MNR mengajak MT, R, dan M membunuh Freddy dan keluarganya. “Saya waktu itu pokoknya tidak punya pikiran apa-apa. Yang ada pokoknya pikiran gelap saja. Saat ini, setelah semua terjadi, ya saya menyesal,” kata MNR. Setelah mematangkan rencana, MNR pun memimpin rencana pembunuhan itu. Dengan berboncengan satu motor, mereka berangkat dari rumah MNR pada Sabtu (19/2) pukul 10.00 WIB menuju rumah korban. Masuk lewat atap R dan M bertugas mengawasi situasi dari luar rumah korban, sementara MNR dan MT masuk ke rumah korban pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka memanjat tanaman di depan rumah korban dan naik ke atap. Mereka masuk rumah dengan cara membuka enam genteng dan menjebol eternit. Pertama, mereka mendatangi Siti Aisyah (25), pembantu keluarga tersebut, dan menyekap Siti di kamarnya. Kemudian mereka ke kamar Mulyani, Freddy, dan Yuli. Saat mereka hendak beraksi, Yuli bangun sehingga dia dibunuh terlebih dahulu, baru kemudian Mulyani dan Freddy. Terakhir mereka membunuh Sri Murni yang berada di kamar sebelah. Eksekutor utama adalah MT, dia menggunakan celurit dalam aksinya. MNR yang menjadi otak pembunuhan sekaligus pemilik celurit bertugas memegangi para korban. Selain membunuh, mereka juga mengambil sejumlah barang milik korban, antara lain sepeda motor, enam buah HP, uang, dan rokok. Barang-barang tersebut disimpan di rumah P dan MT di Lumajang. Agus Wijayanto mengatakan, MNR, MT, R, dan M diancam dengan Pasal 340 Kitab Undangundang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana, Pasal 365 tentang tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, serta Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. “Ancaman hukumannya adalah hukuman mati,” kata Agus. Mulyono mengaku tidak menduga pelaku pembunuhan keluarganya adalah karyawannya. “Ia ikut saya sejak kecil. Ia juga kenal keluarga kakak saya,” ujar Mulyono. (sudirman)

Sultan Tolak Atas Draf RUUK DIY
Jakarta,Radar NusantaraSri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan penolakannya atas draf RUU Keistimewaan DIY. Sultan mencatat ada 9 poin yang membuat rakyat Yogyakarta keberatan dengan draf usulan pemerintah tersebut. Kenapa ‘9’? “Secara khusus ada sembilan catatan penting dalam tinjauan kami. Makna penting angka sembilan semoga bisa memberikan sinyal proses ini berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat DIY,” ujar Sultan. Hal ini disampaikan Sultan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/ 3/2011). Sultan pun memaparkan satu persatu alasan penolakannya. Yang pertama judul RUU dinilai kurang pas. “Menurut hemat kami judul RUU Keistimewaan Provinsi Yogyakarta tidak tepat seharusnya RUU Daerah Istimewa Yogyakarta tanpa provinsi,” papar Sultan. Yang kedua, Sultan mengeluhkan tidak dicantumkannya dasar filsafat Pancasila. Selanjutnya pada poin ketiga, Sultan mengkritisi nomenklatur gubernur dan wakil gubernur utama. “Penggunaan nomenklatur ‘gubernur utama’ dan ‘wakil gubernur utama’ bertentangan dengan UUD 1945. Menciptakan dualisme pemerintahan yang mengakibatkan ketidakpastian hukum,” tutur Sultan. Pada poin keempat, Sultan merasa pemerintah mencoba mengurangi kewenangan Raja Yogyakarta. “Karena raja sudah menjelma menjadi gubernur dan wakil gubernur utama, kekuasan dipersempit,” papar Sultan. Poin kelima, Sultan memeringatkan DPR terhadap potensi hilangnya keistimewaan Yogyakarta. Terlebih apabila RUUK DIY digagalkan oleh MK. “Manakala ada yang menyatakan judicial review dan dinyatakan terkabul maka dengan itu keistimewaan DIY hilang,” keluh Sultan. Pada poin keenam, Sultan menolak keistimewaan DIY disamakan dengan Aceh dan daerah lainnya. Pada poin ketujuh, Sultan memrotes penulisan perbatasan daerah yang tidak sesuai. “Kami ingin membenarkan bahwa dituliskan Kesultanan dan Pakualaman bertentangan dengan badan hukum. Kami tegaskan bahwa Kesultanan dan Pakualaman adalah badan hukum kebudayaan,” tutur Sultan membacakan poin kedelapan. Poin terakhir, Sultan menegaskan terkait posisi kekuasaan Kesultanan dan Pakualaman atas tanah. Sultan ingin di RUUK DIY dipertegas kepemilikan atas tanah Yogyakarta. “Kami ingin Kesultanan dan Paku Alam sebagai subjek atas tanah,” tandasnya. mungkin pemerintah pusat (Jakarta) harus duduk bareng dulu dengan Sultan HB X baru kemudian membawa RUU tersebut ke DPR. (alle)

Pengacara Janji Ungkap Penyelundup 30 Kontainer “Blackberry”
Jakarta, Radar NusantaraPengacara Jonny Abbas, Hermawanto berjanji akan mengungkap pelaku utama penyelundupan 30 kontainer berisi telepon genggam “Blackberry” dan minuman keras ilegal pada persidangan nanti. “Tentunya akan kita ungkap siapa otak pelaku yang menyelundupkan barang itu,” kata Hermawanto di Jakarta, Kamis. Pengacara yang berasal dari Kantor Bambang Widjodjanto itu menyebutkan bahwa kasus penyelundupan barang tidak resmi tersebut, diduga melibatkan mantan pejabat yang menjadi anggota dewan perwakilan rakyat. Hermawanto mempertanyakan tiga perusahaan ekspedisi asal Sinlangkan jejak pelaku utama yang berada di belakang kasus penyelundupan itu. Sebelumnya, sebanyak tiga perusahaan ekspedisi asal Singapura mengirimkan 30 kontainer dengan dokumen barang berisi tekstil ke Indonesia pada awal 2009. Namun penerima barang tidak mengambil barang ekspor itu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sehingga petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyitanya. Setelah tertahan selama enam bulan, pihak perusahaan asal Singapura menuntut pengiriman barang kembali dengan menggugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta tertanggal 14 Agustus 2009. Majelis hakim PTUN memutuskan pengiriman kembali 30 kontainer itu ke Singapura dengan menggunakan jasa milik Jonny Abbas, 25 September 2009. Setelah barang itu sampai di Singapura, ternyata petugas Bea dan Cukai setempat menemukan kontainer berisi Blackberry dan minuman keras ilegal. Pihak pengadilan Singapura sempat memenangkan Jonny Abbas, namun perusahaan asal Singapura itu, mengajukan gugatan ke aparat penegak hukum di Indonesia. “Ternyata penegak hukum di Indonesia memenangkan tiga perusahaan Singapura itu,” tutur Hermawanto. (titin)

gapura yang memperkarakan kliennya terkait dengan pengiriman kembali 30 kontainer berisi Blackberry dan minuman keras tersebut. Padahal perusahaan ekspedisi Singapura itu, diduga memalsukan dokumen pengiriman barang yang diekspor ke Indonesia tersebut dengan jenis tekstil. Hermawanto menduga Jonny sebagai korban untuk menghi-

Putusan Hakim Kontradiktif Hafid Divonis 2,5 Tahun Penjara
Banten, Radar NusabtaraPersidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (24/2) pekan silam dalam rangka mendengar vonis hukuman Ketua Majelis Hakim terhadap terdakwa Hafid Asad E Muqri. Sidang dihadiri Istri terdakwa, Siti Zubaedah, keluarga tercinta yang selalu setia mengikuti jalannya persidangan dan rekan-rekan terdakwa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Pandeglang dan Kab/ Kota Serang, tampak hadir Ketua Forum LSM se-Banten, Drs. Cecep dan rombongan. Sebelum sidang dimulai, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erwin SH meminta kepada Ketua Majelis Hakim, Syamsi untuk menghadirkan barang bukti uang Rp.200 juta, alasan JPU untuk bukti eksekusi. Permintaan JPU ditepis Hakim Ketua, Syamsi dengan dalih bahwa barang bukti disimpan di Bank, tidak mungkin dihadirkan disini, jangan khawatir, bunga uangnya saja tidak bisa kita ambil, ungkapnya. Pada sidang putusan itu, Ketua Majelis Hakim, Syamsi didampingi dua hakim anggota. menjatuhkan vonis hukuman 2,5 tahun penjara KUHP, pasal 369 ayat (1) terhadap Hafid Asad E Muqri dikurangi masa tahanan. Kuasa Hukum Terdakwa, Thomson Situmeang kepada wartawan, Thomson mengatakan kalau kita amati pertimbangan hukuman dari dakwaan ke-satu yang dibebankan itu dengan pertimbangan hukuman untuk dakwaan kedua yang dinyatakan vonis Hakim adalah kontradiktif. Harusnya Majelis Hakim memperhatikan pertimbangan hukuman yang dibuat pada dakwaan ke-satu pasal 369 KUHP itu. Kenapa..? karena bila kita cermati kalimat pada ayat satu itu, disana terkandung kata “akan” yang menjelaskan bahwa “akan dilakukan pencemaran nama baik.” Artinya apa “Akan” kata akan berarti belum terjadi, akan terjadi berarti ada rencana. Jadi tidak ada pencemaran nama baik yang dilakukan terdakwa..! Sebab, sebelumnya terdakwa sudah melaporkan hasil temuan FOKSAD kepada Polda Banten. Atas dasar laporan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Djadja B Suhardja (Korban) selaku saksi pelapor sudah diperiksa oleh pejabat-pejabat yang berwenang”, paparnya Thomson menegaskan, bahwa apa yang menjadi tuntutan JPU dengan membidik terdakwa dengan Pasal 368 ayat (1) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara ternyata selama proses persidangan, tuntutan JPU tersebut tidak dapat dibuktikan, sementera vonis yang dijatuhkan Majelis merupakan hak alternatif. Dengan adanya keputusan yang kontradiktif itulah, kami akan melakukan upaya banding. Banding akan kita lakukan setelah mendapat surat kuasa banding dari terdakwa, Hafid, tegasnya. (yogi)

RADAR HUKUM

Minggu ke II Maret 2011

9

PRT Yang Baru Bekerja 6 Jam Mencoba Meracuni Majikannya
Depok, Radar NusantaraIroh, pembantu rumah tangga ini menjadi pergunjingan warga Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, akhir pekan lalu. Dia mengaku memasukkan sekeping obat pengusir nyamuk elektrik ke dalam termos minuman milik majikannya, Tioma boru Hotasoit (32).
sedangkan obat pengusir nyamuk berada di dalam gudang yang terpisah jarak empat meter. Selain itu, obat pengusir nyamuk itu sudah hampir setahun belakangan tidak pernah dipakai. “Apalagi kejadian siang hari, buat apa memasang obat pengusir nyamuk. Tidak mungkin dia tidak sengaja,” kata Sianturi. Sianturi menduga ada orang lain yang menyuruh Iroh untuk berbuat jahat. Tujuannya melumpuhkan orang yang ada di dalam rumah. Ketika kejadian memang hanya ada Tioma dan anaknya, Stefan (5), tetapi siapakah yang menyuruh Iroh. Kepada penyidik, Iroh mengaku tidak kerasan bekerja di rumah Tioma. Karena itu, dia sengaja membuat kesalahan agar diberhentikan dari pekerjaannya. Bagi Sianturi, pengakuan ini terasa aneh karena Iroh baru saja bekerja bahkan belum sampai satu hari. Tioma mengenal Iroh dari tetangganya bernama Mpok Asih. Karena membutuhkan pembantu, Tioma menerima Iroh tanpa syarat berbelit. Kepada Tioma, dia mengaku berumur 20 tahun. Sementara kepada penyidik polisi, dia mengaku berumur 16 tahun. Tidak ada bukti tertulis mengenai umur Iroh karena dia tak memiliki kartu tanda penduduk. Keluarga Tioma hanya tahu Iroh berasal dari Brebes, sesuai pengakuan Iroh. Iroh semula tinggal di rumah pacarnya, Amir, di Kampung Sugutamu, Kecamatan Sukmajaya, sekitar dua kilometer dari rumah Tioma. Karena digunjingkan tetangga, Amir meminta tolong Mpok Asih untuk mencarikan Iroh pekerjaan. Mpok Asih-lah yang membawa Iroh ke keluarga Tioma. Mengenai identitas Iroh, polisi juga masih bingung. Untuk memastikan identitas Iroh, penyidik meminta keluarga Iroh datang ke Mapolres Metro Depok. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Depok Ajun Komisaris I Gusti Ayu mengatakan, kepastian identitas Iroh penting sebagai dasar perlakuan hukum terhadapnya. Tetangga Tioma, Afrida (34), mengaku tak mengenal Iroh. Dia baru tahu setelah peristiwa ini muncul. Kasus keping obat pengusir nyamuk Iroh ini bisa jadi peringatan bahwa kewaspadaan harus tetap ada di rumah kita. Seminggu sebelummya, kejahatan oleh pembantu rumah tangga juga terjadi di rumah Diana (36) di Kecamatan Cimanggis, Depok. (sarif)

Suami Istri Tewas di Perumahan Citra Indah Bukit Alamada
Bogor,Radar NusantaraMisteri tewasnya pasangan suami istri ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar mandi rumahnya di Perumahan Citra Indah Bukit Alamada di Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Endah Indri (33) ditemukan meninggal dunia dengan luka di kepala, sementara suaminya, Jefri (40), ditemukan tidak sadarkan diri dengan kaki kanan patah dan bekas jeratan di lehernya,baru-baru ini Minggu (27/ 2) siang. Hingga Senin siang, Jefri masih menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RS Thamrin Cileungsi, Kabupaten Bogor. Namun, polisi memperkirakan peristiwa tragis itu tidak berkaitan dengan kejahatan perampokan. Keberadaan kedua korban di dalam kamar mandi ini pertama kali ditemukan oleh Data Y (9), anak pertama mereka, dan Ny Ratih, tetangga korban. Kepala Polsek Jonggol Komisaris H Purnomo mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab peristiwa tersebut. Polisi belum menemukan saksi kunci yang dapat dimintai keterangan. Polisi juga belum berani mencari informasi dari data karena kondisi jiwa anak tersebut masih terguncang. “Dari keterangan saksi Ny Ratih, ia masuk ke rumah korban setelah Data memanggilnya dan mengatakan orangtuanya tidak keluar dari kamar mandi yang ada di kamar tidur korban sejak hari Jumat. Kami masih belum jelas bagaimana Data mengetahui hal itu,” kata Purnomo. Masih mengobrol Menurut keterangan Ratih, kata Purnomo, dirinya masih mengobrol dengan pasangan suami istri itu di luar rumah pada Kamis pagi. Ratih juga mengatakan tidak pernah melihat suami istri itu bertengkar. “Yang pasti, dari olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan tanda-tanda perusakan kunci pintu atau jendela dari luar rumah. Barang-barang ada pada tempatnya, tidak ada yang hilang. Mobil Honda Jazz milik korban masih ada. Kuncinya pun masih ada. Jadi, kecil kemungkinannya peristiwa itu karena perampokan,” katanya. Purnomo belum dapat memastikan apakah Endah tewas karena dibunuh suaminya atau jatuh di kamar mandi karena melihat kondisi suaminya. Saat polisi datang ke lokasi, posisi kedua korban terlentang di kamar mandi. Kepala belakang Endah cedera berat, sedangkan Jefri tidak sadar. Polisi menemukan kabel setrika di kamar mandi itu. “Waktu Ny Ratih masuk ke kamar korban bersama Data, pintu kamar mandi masih tertutup. Pintu itu oleh Data ditendangtendang sampai akhirnya terbuka. Ny Ratih lalu menelepon ke PT Holcim karena Jefri karyawan perusahaan tersebut. Yang menelepon ke kantor untuk melapor temuan itu, karyawan PT Holcim,” ujar Purnomo. (rudi)

Akibatnya, Tioma, bukan Tomia seperti dalam Kompas, Minggu (20/2), merasa mual dan muntah. Merasa keselamatannya terancam, Tioma melaporkan Iroh ke Markas Kepolisian Resor Metro Depok. Peristiwa itu mengejutkan Tioma. Betapa tidak, dia baru saja menerima Iroh sebagai pembantu, Jumat (18/2) pukul 08.30. Enam jam kemudian Tioma menenggak air gula berisi kepingan obat pengusir nyamuk buatan Iroh. Saat minum air gula itu, Tioma merasa ada yang aneh dengan bau dan rasanya. Karena curiga, Tioma menuangkan air gula dalam termos tersebut di kamar mandi. Saat itulah dia menemukan sekeping obat pengusir nyamuk di dalam termos. Seketika dia melarang Iroh memegang

termos itu karena akan melaporkan hal tersebut ke polisi. Mendengar kata “polisi”, Iroh langsung mengaku bahwa dia yang memasukkan kepingan obat pengusir nyamuk ke dalam termos minuman. Tioma langsung menyuruh Iroh keluar rumah seraya memanggil tetangga untuk mengawasinya sambil menunggu kedatangan suaminya, B Sianturi (38). Bermacam-macam spekulasi muncul dalam benak Tioma dan Sianturi. Pembantu yang baru mereka kenal sudah berani memasukkan barang berbahaya di dalam termos minuman gula. Sianturi dan Tioma yakin Iroh sengaja melakukan itu. Pasalnya, termos dan obat pengusir nyamuk terletak di ruangan berbeda. Termos terletak di meja makan,

Sidang Korupsi Mantan Bupati Jembrana Dijaga Ketat Polisi
Jembrana,Radar NusantaraPersidangan perdana terdakwa mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa, dijaga ketat aparat keamanan Polres Jembrana. Winasa didakwa atas tindak pidana korupsi pengadaan pupuk kompos senilai Rp 2,3 miliar. Persidangan Winasa digelar di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (21/2/2011). Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yuli Atmaningsih, sedan-

Kita akan menjaga selama prosesa persidangan sebagai antisipasi ancaman keamanan.
gkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Bali, I Wayan Sumadana dan Purwanti Murtiasih. Persidangan Winasa dijaga ketat oleh Polres Jembrana. Sebanyak dua peleton polisi disiagakan untuk menjaga proses

persidangan. Kapolres Jembrana AKBP Irfing Jaya memimpin langsung pengamanan. Petugas memeriksa setiap pengunjung sidang yang masuk ke PN Negara. Pengunjung diperiksa dengan menggunakan metal detektor. Kapolres Irfing mengatakan penjagaan ketat persidangan Winasa sebagai langkah antisipasi untuk menghindari aksi anarkis. “Kita akan menjaga selama prosesa persidangan sebagai antisipasi ancaman keamanan,” katanya.

Mantan bupati yang meraih banyak rekor MURI ini duduk di kursi pesakitan berselang tiga bulan lengser dari jabatannya. Ia dijerat pasal berlapis, yaitu pasal 2, 3, dan 11 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Persidangan Winasa dihadiri oleh LSM Forum Daerah (Forda) Jembarana, anggota DPRD Jembrana dari Partai Demokrat, dan keluarga terdakwa. (reno)

Warga Malaysia Tertangkap Bawa Ratusan Ekstasi
Batam, Radar NusantaraSeorang warga negara Malaysia, Sabarudin (40) asal Johor ditangkap Direktorat Narkoba Polda Kepulauan Riau karena membawa ratusan butir narkoba jenis ekstasi di Hotel Batam Star, kawasan Jodoh pada Selasa, 1 Maret 2011 lalu. “Tersangka membawa 300 butir ekstasi dan 100 butir happy five,”” ujar Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono didampingi Kasubdit III Ditnarkoba Polda Kepri Kompol Nunung Sarpudin kepada bwartawan baru-baru ini. Hartono mengatakan tersangka memasukkan barang haram itu melalui pintu masuk pelabuhan Internasional, Batam Center yang disimpan menggunakan kotak minuman berenergi dengan dibungkus kantong plastik transparan. Namun Hartono ini tidak menjelaskan dengan pasti, kepada siapa barang haram itu akan diserahkan di Batam maupun rekam jejak tersangka Sabarudin dalam mengedarkan narkoba di kawasan Kepulauan Riau. Sementara itu, Sabarudin kepada batamtoday tidak mengelak bahwa sudah beberapa kali meloloskan barang haram ini dari Malaysia ke Batam. “Saya bawa barang (narkoba-red) sudah beberapa kali ke Batam,” ujar tersangka yang memiliki lima anak tanpa memberitahukan berapa jumlah dan waktu barang haram yang dibawanya pertama kali di ke Batam. Sabarudin menyebutkan ekstasi itu dia beli di Malaysia dengan harga Rp45 ribu per butir dan dijual di Batam dengan harga pasaran antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Atas perbuatan tersangka, tersangka dijerat pasal 111 jo 104 tentang penyeludupan dan peredaran narkoba dengan ancaman minimal 15 tahun penjara maksimal seumur hidup. (presli)

RADAR PENDIDIKAN

Minggu ke II Maret 2011

10

Pelajar SD Jadi Korban Trafficking dan Pencabulan 8 Pemuda
Tulungagung, Radar Nusantara Malang menimpa IWS, gadis imut yang masih duduk di bangku kelas VI SD di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Di usianya yang belum genap 13 tahun, menjadi korban trafficking dan pencabulan 8 pemuda yang masih tetangganya.
Kemalangan korban bermula dari kedekatannya dengan Muntolib (22), tetangga yang juga sudah dianggapnya sebagai kakak. Entah siapa yang memulai, kedekatan itu berujung tindakan tak senonoh yang terakhir kali dilakukan di kamar mandi sekolah korban akhir Desember 2009. “Aksi itu sendiri terbongkar setelah warga menggrebeknya dan saat itu juga pelaku diserahkan ke kami,” ungkap KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswanto, dalam gelar perkara di Mapolres, Minggu (3/1/2010). Dari pemeriksaan pelaku, polisi menemukan bukti pencabulan telah dialami korban dari 7 pemuda lainnya. Dari jumlah itu 2 orang berhasil diamankan, sedangkan 5 lainnya kabur dan diburu. “2 pelaku yang kami amankan dalam pengembangan adalah Marji, warga Desa Wajak dan Nyamiran, warga Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu. Kedua pelaku mengaku mencabuli korban atas tawaran dari tersangka Muntolib dengan membayar uang imbalan antara 15 hingga 50 ribu,” jelas Siswanto. Dari pengakuan 2 pelaku, polisi memastikan jika tersangka Muntolib juga melakukan tindak pidana trafficking terhadap korban, dengan menjualnya ke-7 temannya. Sementara Muntolib saat di-

Siswi SMP Diculik di Halte Bus dan Diperkosa
Manado,Radar NusantaraNasib Mawar (13), nama samaran, siswi salah satu SMP di Manado, Sulawesi Utara. Ia mengaku diperkosa pelaku yang tak dia kenal. Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/2/2011) sekitar pukul 22.30 Wita. Ketika itu, ia bersama teman-teman sekolahnya sedang menunggu di Halte SMP 1 Manado, Komo Dalam. Tiba-tiba datang seorang pemuda menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder tanpa spidometer. Pemuda itu langsung mendekat ke kerumunan, mengaku sebagai polisi. Awalnya, pelaku mengajak dua temannya di halte. Tak beberapa lama, pemuda tersebut kembali sendiri, mengeluarkan pisau dan meminta korban untuk ikut. Spontan saja, temantemannya melarikan diri karena takut. Sementara itu, Mawar tak kuasa ketika dibawa ke dekat semak-semak ringroad. Korban tak mampu melawan pelaku. Ia mengaku hanya pasrah. Korban mengaku sempat juga menerima pukulan di wajah. Mawar mengatakan, di lokasi kedua, ia makin tak berdaya. Di sebuah gudang dekat SMA Negeri 7 Manado, pelaku kembali melakukan perbuatannya. Sempat berusaha berontak, ia akhirnya pasrah karena sebuah pisau ditodongkan ke lehernya. Seusai diperkosa, Mawar mengaku dibawa ke Tingkulu, sebelum akhirnya melompat dari sepeda motor. Akibat aksi tersebut, tangan dan kakinya lecet. Tukang ojek di dekat lokasi melihat korban dan langsung mengantar korban ke polisi. Korban bersama keluarganya kemudian melapor ke Polsek Wenang. (budiman)

periksa mengelak. Dia mengaku mencabuli korban dan menjualnya ke-7 temannya atas keinginan korban dan tidak disertai dengan paksaan. “Saat pertama kali melakukan dengan saya, dia juga yang minta. Asalkan diberi uang, dia tidak menolak saja ajak tidur,” elak Muntolib.

Meski begitu, pelaku tidak terbebas dari ancaman hukuman. Dia dikenakan pasal berlapis yakni, pasal 81 dan 82 UU Perlindungan Anak No.23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan pasal 298 KUHP tentang tindak pidana perdagangan manusia dengan ancaman hukuman lebih dari 10 tahun penjara. (kardi)

Program Asuransi SMKN 3 Disinyalir Akal-akalan
Bekasi, Radar NusantaraBelakangan ini,Dunia Pendidikan di Kota Bekasi semakian memprihatinkan. Pihak sekolah kian meraja lela melakukan berbagai pungutan. Pemikiran atau Ide pihak sekolah sangat cemerlang untuk menarik kocek/dana dari orang tua murid. Terutama ditingkat SMPN,SMAN dan SMKN. Misalnya menambah jam belajar, katanya dalam peningkatan mutu. Orang tua diwajib kan membayar jam tambahan tersebut antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per siswa untuk biaya belajar jam tambahan selama enam bulan. Belum lagi biaya-biaya yang tak terduga yang sifatnya dadakan ,yaitu biaya renang,futsal, biaya photo chopy soal ulangan per mata pelajaran dan lain sebagainya.Yang sifatnya hanya memberaratkan wali murid. Kadang kegiatan itu dilakukan seminggu sekali,secara otomatis pungutannya juga dilakukan sesuai dengan kegiatan.”Secara kwalitas tidak meningkat, pengeluaran yang bertambah”kata salah seorang wali murit Berlindung dibalik Kopersi, sekolah menjual seragam sekolah, baju batik,baju praktek, atribut sekolah dan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang harganya lebih mahal dari harga jual pasar. Dalam bisnis tersebut pihak sekolah memperoleh keuntunggan ganda, Komisi dari penerbit dan keuntungan penjualan. Sumbangan awal tahun yang besarannya sudah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Bekasi Rp 1 juta,pihak sekolah ada yang menarik melebihi dari SK Walikota. Padahal Walikota Bekasi Mochtar Mohamad dengan tegas melarang pungutan-pungutan yang sifatnya dapat memberatkan orang tua murit. Pendidikan gratis yang diprogramkan Walikota salah satu tujuannya adalah meringankan biaya pendidikan dan menghilangkan pungutan tersebut. Dengan demikian masyarakat Kota Bekasi dapat mengenyam pendidikan hingga SMA. Jangan sampai ada warga Bekasi yang tidak bersekolah dengan alas an biaya sekolah mahal. Nyatanya, ada saja upaya yang dilakukan pihak sekolah guna memungut sejumlah dana dari orang tua siswa.Termasuk Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kota Bekasi. Pada tahun ajaran 2010 Sumbangan Awal Tahun (SAT) dipungut sebesar Rp. 1, 7 juta dan biaya pembayaran Koperasi sebesar Rp. 565 ribu. Selain itu, sekolah kejuruan tersebut juga menjual seragam olah raga, baju batik, baju praktek , atribut sekolah dan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) melalui kooperasi sekolah.Tidak cukup hanya disitu, pihak sekolah juga menganjurkan siswanya masuk ansuransi kecelakan dengan biaya ratusan ribu rupiah. Informasi yang diterima Media ini dari pihak ansuransi, yang berkantor di jalan Woter Monginsidi Jakarta Selatan mengatakan pihak sekolah mendapat 15 persen dari pihak ansuransi. Aturan –aturan yang dilakukan pihak sekolah dinilai orang tua siswa sangat memberatkan. Kondisi saat ini,wali murit dihadapkan dalam problem sibuah malakama.Diturutin,menambah biaya pengeluaran,tidak diturutin kwatir siswa mendapat tekanan disekolah. Para orang tua sangat berharap peran Pers menyuarakan kepada Eksekutif,Legislatif dan bila perlu ke penegak hukum tentang bayaknya pungutanpungutan disekolah. Dengan satu harapan pungutan yang tidak jelas yang sifatnya hanya memberatkan wali murit dapat dihilangkan. Selain itu Pemerintah harus tegas,memberikan sangsi kepada Kepala Sekolah yang bisanya hanya membuat ide menggerogoti keuangan wali murit. Terkait adanya beberapa pungutan di SMK Negeri 3 Kota Bekasi, Media ini mencoba menyambangin Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Bekasi, Saiful Mikdar, dikantornya, guna memintai keterangan resmi menyangkut adanya pungutan yang dilakukan disekolah tersebut. Namun tidak pernah ketemu. Kepala sekolah selalu berusaha untuk menghindar, bahkan saat dihubungi melalui telepon selulernya Saiful Mikdar tidak menjawab. Security sekolah mengatakan’ Kepala sekolah sedang keluar” Di Kantor DPRD Kota Bekasi, informsi itu telah disampaikan kepada Komisi D terkait pungutan-pungutan di SMK Negeri 3 termasuk anjuran siswa masuk ansuransi. Masukan itu ditampung oleh Sardi Effendi wakil Rayat yang sangat peduli dengan Pendidikan di Kota Bekasi. Wakil rayat itu berjanji akan mempertanyakan pihak sekolah. Menurut Sardi dunia pendidikan di Kota Bekasi saat ini concern (focus) terhadap peningkatan kemampuan dan keterampilan masing masing siswa, khususnya siswa sekolah kejuruan. Sedangkan mengenai program mengasuransikan siswa tampaknya belum terpikirkan dan belum diprogramkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Artinya yang paling ditekankan saat ini adalah bagaimana untuk meningkatkan kwalitas keterampilan siswa untuk bisa lulus dengan baik serta siap pakai guna dipekerjakan. ‘Ansuransi yang sudah diterapkan di SMK Negeri 3 Kota Bekasi adalah program kepala sekolah itu sendiri,” ujar Sardi. Sampai saat ini Pemerintah Kota Bekasi belum ada memprogramkan ansuransi pada siswa, ansuransi apaun namanya. Program asuransi itu sudah diluar bidang kurikulum sekolah. tandasnya Dijelaskannnya, kalaupun pihak sekolah ingin mengasuransikan siswa, baiknya disampaikan dulu ke Dinas Pendidikan dan dibicarakan dengan orang tua siswa. Pihak sekolah harus memahami, karena keterbatasan orang tua siswa.sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih mensubsidi seluruh sekolah.Jangan cipta-

SMAN 6 Kota Bekasi Makin Asri
Bekasi, Radar NusantaraPemandangan terhadap gedung SMAN 6 Kota Bekasi berbeda disbanding tahuntahun sebelumnya. Selain kwalitas pendidikan meningkat, gedung sekolah yang berlokasi di Kel. Jatirasa Kec. Jatiasih ini juga tampak semakin Asri. Tentu saja karena pekarangannya ditata kembali, ditanami pepohonan dan kembang sementara pagar diperbaiki sehingga memasuki gedung SMAN 6 terasa sejuk dan segar. Bukan itu saja, selain indah dipandang, gedung sekolah ini juga tampak lebih berwibawa tak kalah bersaing dari sekolah sekolah unggulan lain. Tampaknya Kepala SMAN 6 Kota Bekasi, Lukman Hakim, S.Pd, MM sangat komitmen melaksanakan tugas, kewajiban serta tanggung jawabnya sesuai dengan motto “Bekasi cerdas, sehat dan Asri” . Terbukti, belum juga setahun di SMAN 6 sudah terlihat banyak perubahan peningkatan baik kwalitas pendidikan maupun penataan pekarangan yang sarat dengan tanaman dan kembang. Secara psikologis hal itu tentu berkaitan dengan kenyamanan siswa belajar di dalam kelas. Jika suasana lingkungan sekolah bersih dan sejuk tentu akan menciptakan para siswa belajar nyaman dan konsentrasi. Seperti diketahui, selama jadi kepala sekolah, Lukman Hakim dikenal sangat serius dan komitmen menjalankan tugas dan kewajibannya. Tentu saja ia juga tidak ingin SMAN 6 dipandang sebelah mata, melainkan harus mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lain. Sehingga, kerjasama yang baik selalu dibina baik secara internal maupun eksternal. (BS) kan ide-ide yang bisa memberatkan orang tua.’ Bagi orang tua siswa yang mampu, mereka sendiri juga bisa mendaftarkan anaknya menjadi peserta asuransi tanpa melalui sekolah”.kata Sardi Menurut Sardi, yang paling tepat dilakukan saat ini adalah bagaimana pihak sekolah bisa mendidik siswa sehingga menjadi lulusan yang handal dan siap untuk dipekerjakan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Jangan jangan program asuransi tersebut hanya modus saja untuk melakukan pungutan” pungkas Sardi dengan nada bertanya. (R1)

RADAR PENDIDIKAN

Minggu ke II Maret 2011

11

Memperingati Hari Gizi, SD Luqman Al Hakim Masak Bakso
Surabaya,Radar NusantaraPuluhan siswa SD Integral Luqman Al Hakim Hidayatullah Surabaya, tiba-tiba jadi koki dadakan. Mereka sibuk menyalakan kompor, mengiris sayuran dan mengambil air.
Rupanya, para siswa sedang memasak bakso untuk memperingati hari gizi. Mereka dibagi dalam 4 kelompok. Seluruh kelompok memasak menu yang sama. Layaknya pedagang beneran, para siswa memasak kuah bakso yang dicampur dengan kaldu ayam. Mengiris tahu untuk campuran, tidak lupa untuk menambah rasa pedas siswa juga belajar membuat sambal. Tidak lupa mereka juga memasak mie dan memotong seledri untuk campuran bakso. Saat menyajikan pun dilakukan oleh para siswa. Para siswa juga menyiapkan berbagai minuman penutup makan. Seperti juz buah, es pisang ijo Makassar, es degan dan es jeruk. Tentu saja aktivitas ini ada yang terlihat kaku, ada pula yang cekatan. Hal itu karena para siswa tidak terbiasa memeragakan alat dapur. Memastikan kuah sudah masak atau belum pun, harus bertanya kepada guru pembimbing berkali-kali. “Eh kurang asin, tambah garam lagi sedikit,” kata Nabil, siswa kelas 4. Menurut koordinator kegiatan, Sukesi mengatakan memasak bakso ini untuk memperingati hari gizi. Berdasar hasil voting siswa kebanyakan dari siswa memilih kuliner bakso untuk dimasak. Selain itu, lanjut Kesi, kegiatan ini juga untuk mengenalkan cara memasak masakan favorit mereka. “Kalau pengenalan memasak itu, masuk pengenalan profesi,” ujarnya. Hasilnya, tambah Kesi, akan dibagikan kepada beberapa guru agar merasakan hasil masakan para siswa. Sekaligus memberikan nilai sejauh mana olahan dan rasa masakan siswanya. Alif, salah satu siswa kelas 4 mengatakan senang bisa belajar memasak bakso. Menurut Alif, bakso termasuk makanan bergizi. Karena dibuat dari daging kambing. “Tapi kalau dagingnya berlebihan juga tidak bagus untuk dikonsumsi,” katanya. (danuri)

Siswa Ungkap Korupsi di FB Diizinkan Kembali Sekolah
Bogor,Radar Nusantara Inilah tragedi Tiga siswi SMK Pembangunan kota Bogor yang dikeluarkan gara gara membuat status facebook yang isinya tentang korupsi disekolahnya akhirnya diperbolehkan untuk masuk sekolah kembali. Ketiganya diperbolehkan setelah melakukan pertemuan dengan DPRD kota Bogor. Siswa tersebut di antaranya adalah Amel,Fresta dan Firda akhirnya bisa kembali bersekolah setelah DPRD kota Bogor mendesak pihak sekolah untuk menerima kembali para siswi tersebut setelah dikeluarkan pihak SMK Pemangunan. Anggota komisi D DPRD kota Bogor harus menangis untuk memperjuangkan para siswi tersebut. Setelah melakukan perdebatan dengan pihak SMK dan orang tua siswi, akhirnya pihak sekolah dapat menerima kembali para siswi tersebut. Namun para siswi yang dipecat dapat menerima lagi dengan catatan pihak DPRD memberikan perlindungan hukum. “Pihak sekolah siap menerima siswi tersebut,” kata Fahru Rozi Kepsek SMK Pembangunan, Kamis (3/3/2011). Seperti diketahui, dikeluarkannya tiga siswi tersebut karena mereka menulis status di Facebook yang isinya kasus korupsi yang terjadi di sekolahnya. Atas status tersebut pihak sekolah langsung mengeluarkan mereka dari sekolah tersebut. (kirno)

Delapan Siswi SMK Dikeluarkan dari Sekolah
Bogor, Radar NusantaraDelapan siswi Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Bogor, Jawa Barat, dikeluarkan dari sekolah. Penyebabnya para siswi menjelek-jelekkan sekolah melalui Facebook dan sering absen sekolah. Tak terima keputusan sekolah, para siswi mengadukan persoalan yang dialami ke DPRD Kota Bogor, Kamis (3/3). Vivi, Diana, dan Evirda, siswi SMK Pembangunan Bogor mengaku tak menerima perlakuan sekolah. Meski diakui dalam jejaring sosial Facebook, mereka membahas banyak korupsi di sekolah hingga pembayaran air bersih yang tiga bulan belum dibayar. Kepala SMK Pembangunan Bogor Fahrurozi membantah tudingan para siswi. Ia menilai ungkapan disampaikan anak didiknya yang sering bolos hingga absen selama 20 hari dalam satu bulan. Fahrurozi memutuskan mengeluarkan kedelapan siswi karena anak didiknya tak bisa dibina lagi. Pertemuan kedua belah pihak bersama anggota dewan sempat terjadi tangis dan haru oleh anggota dewan bersama keluarga siswi. Dalam pertemuan diputuskan, SMK Pembangunan bersedia menerima delapan siswinya kembali. Itu pun dengan syarat, mereka menaati aturan sekolah. (yudika)

Fasilitas SMPN 23 Kota Bekasi Makin Lengkap
Bekasi, Radar Nusantara Jika dipandang dari luar pagar gedung SMPN 23 Jatikramat Kec. Jatiasih, Kota Bekasi berbeda dari tahun lalu dimana mangalami peningkatan karena sudah direnovasi dan ditata dengan baik. Apalagi masuk ke dalam sekolah tampak begitu rapi dan bersih, sehingga ada rasa kagum sebab sangat jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini SMPN 23 telah mengalami banyak kemajuan bukan saja dalam hal kwalitas terutama segi fasilitas pendukung peningkatan kwalitas pendidikan. Jika tahun lalu masih terkesan kumuh, tapi sekarang bersih dan indah dipandang. Tentu hal ini sangat mendukung dalam peningkatan kegiatan belajar menga-

Saat ini SMPN 23 telah mengalami banyak kemajuan bukan saja dalam hal kwalitas terutama segi fasilitas pendukung peningkatan kwalitas pendidikan.
jar. Hasil pemantauan Radar Nusantara baru-baru ini, selain dilengkapai laboratorium, SMPN 23 juga memiliki panggung pentas seni serta lapangan olah raga. Meski luas lapangan olah raga terbatas namun karena ditata dengan baik akan merangsang semangat para siswa mengapre-

siasikan hobby dan bakatnya. Termasuk para siswa yang memiliki bakat seni akan lebih semangat berekspresi setelah tersedia sekarang panggung pentas seni. Dan yang pasti saat ini SMPN 23 telah mengalami banyak perobahan dan kemajuan. Tentu hal ini tidak terlepas dari upaya keras Kepala SMPN 23, Drs. Heri Wahyudi, M.Pd dibantu wakil Kepsek, Drs. Widiantoro, Madani Hasmi, S.Ag, Kepala TU, Ramlan Pakpahan, S.Pd beserta seluruh para guru dan staf. Tampaknya Heri Wahyudi berhasil membina kerjasama yang baik secara internal sehingga tercapai apa yang sudah diprogramkan. Apalagi didukung dengan keseriusan Heri Wahyudi dalam menjalan-

kan tugas dan amanah demi terciptanya siswa generasi bangsa yang cerdas, berprestasi serta bermartabat. Ketika bincang-bincang di ruang kerjanya belum lama ini, Heri mengaku bahwa semua itu dikerjakan dalam masa kerjanya 234 hari di SMPN 23. Dengan sikap merendah ia tidak banyak mengumbar janji atau membuat target, melainkan lebih fokus pada kinerja sesuai dengan tugas dan amanah yang diberikan kepadanya. Sebab ia juga menyadari segala sesuatunya tergantung kepada anggaran, sementara tidak diperbolehkan minta bantuan dari orangtua siswa. Sehingga ia memanfaatkan dana yang ada untuk kepentingan sekolah dan guru-guru. (bs)

Sembilan Alat Pemeriksa LJUN Disiapkan
Medan, Radar NusantaraDinas Pendidikan Sumatera Utara menyiapkan sembilan unit alat pemeriksa Lembar Jawaban Ujian Nasional demi mempercepat proses pengerjaan lembar jawaban siswa agar hasilnya dapat secepatnya di serahkan ke pusat. Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Sumatera Utara, Ilyas Sitorus, di Medan, baru-baru ini mengatakan, demi mempercepat proses pemeriksaan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) siswa, pihaknya menambah tiga unit alat scanner dari tahun sebelumnya yang hanya enam unit. “Jadi tahun ini ada sembilan unit yang kita siapkan, ini semuanya tentunya untuk mempercepat proses pemeriksaan lembar jawaban siswa. Ini khusus hanya untuk memeriksa LJUN tingkat SMP sederajat saja, kalau untuk SMA sederajat pemeriksaannya dilakukan oleh Universitas Negeri Medan (Unimed),” katanya. Selain itu, katanya, untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik saat pemeriksaan LJUN tersebut, pihaknya juga telah menyiapkan satu unit genset berkekuatan 50 KW. Dengan demikian meski nanti terjadi pemadaman listrik, proses pemeriksaan LJUN tidak akan terganggu. “Segala sesuatunya sudah kita siapkan demi kelancaran pelaksanaan UN sampai pada proses pemeriksaan LJUN nya. Artinya kita sudah siap 100 persen menyelenggarakan UN begitu juga dengan perangkat-perangkat pendukung lainnya,” katanya. Meski sudah menyiapkan genset dengan kekuatan 50 KW demi mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik, Kadisdik Sumut, Syaiful Syafri, tetap berharap PLN tidak memadamkan listrik menjelang pelaksanaan ujian maupun sesudahnya terutama dilokasi pemeriksaan LJUN. “Kita sangat berharap tidak ada pemadaman listrik menjelang pelaksanaan UN karena dikhawatirkan dapat mengganggu pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada 18 April mendatang. Kita juga sudah menyiapkan surat kepada PT PLN agar tidak memutus aliran listrik saat UN berlangsung,” katanya. Ia mengatakan, pemadaman listrik selain berpotensi mengganggu proses pemeriksaan LJUN juga akan menyulitkan pelajar untuk memersiapkan diri, mengingat tidak semua keluarga memiliki mesin genset. Kondisi itu akan memengaruhi kualitas pendidikan Sumut. “Saya yakin PLN akan peduli dengan peningkatan pendidikan di daerah ini dan ‘peka’ dengan permasalahan yang dihadapi siswa jika tidak melakukan persiapan menjelang UN,” katanya. Tahun pelajaran 2010/2011 ini, siswa di Sumut yang akan mengikuti UN sebanyak 714.288 peserta yang terdiri dari tingkat SMP/SMPT/SMPLB/MTs sebanyak 248.564 dan SMA/MA sebanyak 118.133 serta SMK 67.888. Sedangkan untuk tingkat SD/MI/SDLB sebanyak 279.703 peserta. Jumlah sekolah yang menjadi penyelenggara pelaksanaan UN tahun ini yakni untuk SMA sebanyak 840, MA (312), SMK (616), SMP (1.861), SMPLB (3), MTs (730), SD (8.444), SDLB (17) dan MI (452). Sedangkan sekolah yang harus bergabung SMA (79), MA (98), SMK (47), SMP (170) SMP Terbuka (44), MTs (135), SD (666) dan MI (92). Sementara ruangan yang akan dipakai untuk pelaksanaan UN sebanyak 5.662 untuk SMA, 1.176 untuk MA, 3.814 untuk SMK, 10.804 untuk SMP dan 2.817 untuk MTs. Sedangkan untuk SD 17.409 ruangan, SDLB (22) dan MI (898). Untuk setiap ruangan masing-masing akan diisi maksimal 20 orang peserta dan dua orang guru pengawas. (ms)

RADAR PENDIDIKAN

Minggu ke II Maret 2011

12

Siswi SMP Bayar Semangkok Bakso Dengan Keperawanannya
Bogor,Radar Nusantara At (15), siswa kelas III di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, terpaksa harus berurusan dengan polisi. Penyebabnya, At nekat memerkosa DC (15), perempuan warga Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
mengantarkan DC pulang ke rumahnya. Tindakan At itu baru terungkap Sabtu (19/2) setelah DC menceritakan kejadian yang menimpanya kepada kakak perempuannya. “Awalnya dia menangis terus dan menolak makan. Setelah ditanya baru akhirnya bercerita,” tutur Abet (40-an), paman korban, Minggu (20/2). Dari pengakuan itu, keluarga lalu melapor ke Polsek Rumpin. Petugas lalu menangkap At dan Yt di rumah masing-masing pada Sabtu malam. Keluarga tengah berupaya memikirkan penyelesaian yang terbaik bagi masa depan DC. Akibat kasus tersebut, konflik nyaris meluas menjadi konflik antarkampung. Pihak keluarga sudah “panas” mendengar kejadian yang menimpa DC. Beruntung tokoh masyarakat sempat meredamnya. Minggu siang, Kepala Desa Gobang M Harun, Kepala Desa Cidokom Asep Nuryana, serta keluarga korban dan pelaku bertemu untuk mendinginkan suasana. Sementara itu, Kepala Polsek Rumpin Komisaris Nundun Radiaman mengatakan, setelah itu pihaknya pada Minggu kemarin melimpahkan kasus tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Bogor. Korban di bawah umur Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak pada Polres Bogor Ajun Komisaris Ari Trisnawati mengaku masih mendalami latar belakang penyebab At nekat memerkosa DC. Namun, dari kasus yang pernah ditangani Polres Bogor, salah satu pemicu adalah mudahnya anakanak mengakses pornografi. Setelah menonton, mereka kesulitan untuk mengendalikan hawa nafsu sehingga nekat memerkosa. Sejak awal tahun 2011, kata dia, pihaknya sudah menangani lebih dari 10 kasus pemerkosaan dengan korban perempuan di bawah umur. Sebagian kecil dari kasus itu melibatkan pelaku di bawah umur, yakni kurang dari 18 tahun. Pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. “Ada kecenderungan kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat, sedangkan kekerasan dalam rumah tangga agak turun pada awal tahun ini,” ujarnya. Siti Maemunah, Ketua Forum Komunikasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Bogor, menuturkan, masalah akses tayangan pornografi memang bisa menjadi pemicu pelaku. Namun, lingkungan yang kini semakin permisif juga memberi andil terhadap kejadian itu. Sementara dari sisi perempuan, gaya hidup kini membuat anak-anak menjadi dewasa sebelum waktunya. “Misalnya, ada ibu-ibu menonton sinetron dewasa, tetapi anak perempuannya yang masih kecil dibiarkan ikut menonton. Dia bisa terpengaruh menjadi dewasa sebelum waktunya,” ujar Maemunah. (chandra)

Tukang Kebun dan Satpam

Ngeseks Dengan Seorang Siswi SMP
Banjarmasin,Radar Nusantara Hatman (41), bapak dua anak yang jadi tukang kebun sebuah SMP negeri di Banjarmasin Barat, Kalimantan Selatan, menyetubuhi Bunga (14), bukan nama sebenarnya, siswi SMP negeri itu. Tragisnya lagi, perbuatan warga Banyiur Dalam, Banjarmasin itu dilakukan dua kali di pos satpam. Hatman pun dilaporkan orangtua Bunga ke Mapolresta Banjarmasin. Hatman sampia Senin (14/2) dikurung di Polresta Banjarmasin. Petugas juga meringkus satpam SMP tersebut, Sam’ani (28). Pria ini diduga ikut menyetubuhi Bunga di pos Satpam sekitar Juli 2010 lalu. Saat ditemui usai menjalani pemeriksaan, Hatman maupun Sam’ani mengakui telah menggauli Bunga di pos Satpam. Namun keduanya berkilah, perbuatan dilakukan lantaran sering diejek korban. “Dia (korban) yang mengajak. Pas kami tidak mau, malah diejeknya. Katanya kami tidak jantan,” kilah Sam’ani. Warga Jafri Zamzam yang sudah memiliki satu anak itu merasa tertantang dengan ucapan korban. Apalagi, korban selalu mengajak dengan alasan tidak punya uang saku. Begitu juga dengan Hatman. Dua kali menggauli korban, dia mengeluarkan uang Rp 100.000 sebagai imbalan telah melayani hasratnya. “Pas dia menunggu jemputan, kami gawe di pos Satpam. Tapi setelah itu kami memberi dia uang,” cetusnya. Peristiwa itu terkuak lantaran korban yang saat ini duduk di bangku kelas dua hendak dikeluarkan pihak sekolah tanpa alasan jelas. Rencana tersebut membuat kaget seorang guru di SMP itu, hingga berusaha memberikan perlindungan dengan alasan korban merupakan siswi yang rajin. Namun, kabar itu akhirnya sampai ke telingan orangtua korban. Sementara itu, Kasat reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto melalui Kanit Jatanras Aiptu Ganef Brigandono, mengatakan, kedua tersangka bekerja di sekolah, tempat korban menuntut ilmu. Petugas juga bakal mendalami apakah ada unsur ancaman ataupun paksaan saat melakukan hubungan itu. Karena meski tidak ada, tetap menyalahi aturan karena bersetubuh dengan anak di bawah umur. (roi)

Kamis (17/2) malam, At, yang merupakan anak salah seorang berpunya di Desa Cidokom, Kecamatan Rumpin, mengajak tetangga satu desanya, Yt (19), untuk makan bakso di Desa Gobang, juga di Rumpin. At lalu mengirimkan pesan singkat kepada DC yang baru seminggu dikenalnya. Ia menawarkan ajakan yang sama kepada DC, gadis yang tak lagi melanjutkan sekolah seusai menamatkan sekolah dasar. Gayung bersambut, DC mau-mau saja ditraktir menyantap bakso oleh At. Sekitar pukul 20.00, At dan Yt menjemput DC di rumahnya di Desa Rabak dengan menggunakan sepeda motor. Di rumah itu, DC tinggal bersama ayahnya dan ibu tirinya. Ibu kandung DC sudah meninggal dunia. Mereka lalu berboncengan bertiga dengan satu sepeda motor. Setelah makan bakso, sekitar pukul 21.00, At dan Yt membawa DC ke Kampung Pengangkang, Desa Gobang, juga di

daerah Rumpin. Di perkebunan karet itu mereka berhenti. Suasana di sekitar lokasi cukup sunyi dan sepi karena jalan yang membelah hutan karet itu tak banyak dilalui warga. Lokasi itu pada akhir pekan kerap dijadikan lokasi berpacaran sejumlah muda-mudi. Ada beberapa gazebo yang kerap digunakan untuk tempat rehat bagi para penyadap karet di sekitar lokasi itu. Di lokasi sepi itu At memaksa DC untuk diajak bersetubuh, tetapi gadis itu menolak ajakan tersebut. Penolakan itu tak diindahkan oleh At dan meminta Yt untuk memegang tangan DC. Begitu gadis mungil ini tidak berdaya dalam pegangan Yt, seketika itu pula At melampiaskan hasrat seksualnya. Setelah At selesai menyetubuhi DC, ia diduga sempat menawarkan kepada Yt untuk melakukan hal serupa. Namun, Yt menolak tawaran At karena merasa tak sampai hati memerkosa DC yang terus menangis. Kedua pemuda ini kemudian

Kadisdik Bandung: Sekolah tidak Wajib Langganan Koran
Bandung, Radar NusantaraMaraknya tabloid mingguan yang masuk ke UPTD membuat para guru dan kepala sekolah mengeluh, pasalnya setiap bulan tanggal gajihan mereka harus menyisihkan uang gajih pribadinya hanya untuk membeli koran/tabloid mingguan itupun tidak hanya satu media ini bisa mencapai puluhan media koran/tabloid yang harus dibayarnya, padahal menurut salah seorang Kepala Sekolah di bawah dinas pendidikan UPTD Rancaekek yang enggan disebutkan namanya mengaku koran maupun tabloid tidak pernah dibacanya senada dengan beberapa kepsek di beberapa UPTD. “Walaupun kita sudah ada langganan koran maupun tabloid katanya untuk menjalin kemitraan, tapi kemitraanya apa tiap keluar BOS (bantuan operasional sekolah*red) bahkan turun DAK pun yang mengaku wartawan selalu saja ada”ungkapnya. Bendahara UPDT Rancaekek Usup beberapa waktu lalu mengatakan bahwa banyak kepala sekolah mengeluhkan potongan koran yang dibebankan membuat mereka sering mengeluh, namun merekapun hanya sebatas mengatakan saja “ada beberapa kepsek yang menanyakan ada koranya tidak, inginya mereka berlangganan cukup satu atau dua media saja”jelasnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Drs. H. Juhana saat dikonfirmasi, baru-baru ini, jika memang ada keluhan dari para kepala sekolah pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala UPTD di masing-masing kecamatan untuk membicarakan keluhan para kepsek tersebut. “kalau mereka berlangganan koran tiap bulanya tidak masalah kalau hanya 1 sampai 2 koran saja itu sebagai bahan bacaan dan masukan, tapi kalau banyak-banyak gimana mau bacanya ”ungkapnya. Ditambahkan Juhana dana BOS bisa dipakai untuk bayar koran, tetapi jangan terlalu besar biaya pengeluaranya dan jika mau berlangganan koran maupun tidak, itu sudah menjadi hak dari sekolah itu sendiri “berlangganan koran itu tidak wajib, mereka bayar koran mencapai 400 ribu/bulanya, itu terlalu besar”pungkasnya. (rudi)

Banyak Kebohongan di SMPN 8 Kota Bekasi
Bekasi, Radar NusantaraKejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi yang kini dipimpin, Ali Mukartono diharapkan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan sekolah di Kota Bekasi, Jawa Barat yang anggarannya di alokasikan dari bantuan pemerintah pusat , yakni dana Block Grant. Khususnya pelaksaan pembangunan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Bekasi. Pasalnya, pelaksanaan proyek pembangunan gedung ruang laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Kota Bekasi yang dialokasikan dari anggaran bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional itu disinyalir sarat dengan penyimpangan, bahkan menjadi bantentuan yang berlaku dan hanya asal-asalan. Sehingga terkesan ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) yakni, Ecin Kuraesin SPd yang juga selaku kepala SMPN 8 Kota Bekasi hanya mengeruk keuntungan belaka. Hal itu terlihat dengan begitu banyaknya penyimpangan yang dilakukan pihak ketua P2S dalam melaksanakan proyek pembangunan gedung laboratorium itu. “Proyek Block Grant SMPN 8 Bekasi Sarat Penyimpangan” terungkap sejumlah penyimpangan yang dilakukan ketua P2S, diantaranya gedung laboratorium IPA yang telah dibangun tersebut adalah gedung bekas Ruang Kelas belajar (RKB) lama yang telah di “sihir” pihak Ecin Cs, sehingga terkesan bangunan itu bak bangunan baru. Beberapa item pengerjaan hanya dikerjakan dengan sistim tambal sulam. Begitu juga saat pengerjaan pemasangan lantai keramik yang hanya bagian lantai keramik selasar saja dipasang baru. Sementara, keramik yang ada dalam ruangan masih menggunakan keramik lama. Sedangkan kusen jendela, plafon dan atap gedung labortorium, bahan material yang digunakan sebagian adalah barang bekas, dan mengelabui pihak P2S terkesan buru-buru mengecat material bekas agar tidak terpantau. padahal pihak Kementerian Pendidikan Nasional telah menganggarkan pembangunan laboratorium IPA itu sebesar Rp 110 juta. Ironisnya lagi, plafon yang ada didalam ruangan gedung laboratorium telah rusak padahal belum digunakan para siswa. Rusaknya plafon gedung laboratorium yang baru dibangun itu juga terjadi pada plafon yang ada disisi kiri bangunan. Pada edisi lalu, Ecin Kuraesin SPd saat di konfirmasi mengaku sedang berada diluar kota mengikuti diklat TOT tingkat provinsi. Namun, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Ecin berdalih, pelaksanaan proyek pembangunan gedung laboratorium itu sudah sesuai dengan ketentuan. Bahkan, pembangunannya sudah diperiksa dinas Penataan dan pengawasan Bangunan (P2B) Kota Bekasi. Hingga berita ini diturunkan, Ecin Kuraesin tidak bisa dikonfirmasi karena sedang sakit. Bahkan konfirmasi via telepon sampai saat ini belum berhasil , dan terkesan menghindari konfirmasi wartawan. (cars)

cakan oknum di sekolah tersebut. Sebab, pihak SMPN 8 Kota Bekasi dalam melaksanakan pembangunan itu tidak sesuai dengan ke-

JABODETABEK

Minggu ke II Maret 2011

13

Susno Sesalkan Replik Jaksa
Jakarta, Radar NusantaraSusno Duadji tak puas dengan replik jaksa penuntut umum (JPU) yang dibacakan pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/3). Terdakwa pengemplang dana hibah Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2008 dan penanganan PT Salma Arowana Lestari ini merasa risih dan menganggap replik JPU terkesan dipaksakan.
Kendati pleidoinya banyak ditepis dalam replik jaksa, Susno menilai hal itu suatu kewajiban penuntut umum. Terlebih, menurut jenderal polisi bintang tiga itu, JPU merupakan aparat penegak hukum yang mencari kebenaran dan keadilan [baca: Tanggapan JPU Terhadap Pleidoi Susno]. “Jadi kalau kebenaran dan keadilan sudah kami katakan kemarin (pleidoi) bahwa Sjahril Djohan (SJ) tidak pernah datang ke rumah. Namun, jaksa sependapat dengan SJ yang mengatakan SJ datang pada tanggal 4 Desember 2008, ke rumah saya,” kata mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri usai persidangan. Dalam repliknya, jaksa berkeyakinan bahwa terdakwa menerima hadiah atau janji dari Sjahril Djohan senilai Rp 500 juta yang berasal dari Haposan Hutagalung. Namun, hal itu ditepis Susno. Sebab, menurut Susno, pada tanggal tersebut tidak ada tamu yang datang. Apalagi, bila dirinya dikatakan saat itu sedang menggendong cucunya. “Bagaimana wong cucu saya belum lahir (pada 4 Desember 2008), dipaksa lahir, kan jaksa sependapat dengan Sjahril Djohan, jaksa juga memaksa cucu saya lahir rumah saya,” kata Susno baru lepas dari tahanan penjara pada pertengahan bulan silam. Namun ditekankan Susno, menanggapi replik Jaksa akan disimpulkan pada dupliknya pada persidangan pekan depan Kamis pekan mendatang. “Nanti kami akan bacakan (duplik) kalau kesimpulan (sekarang) belum bisa.” Jaksa penuntut umum menilai mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Susno Duadji telah memanfaatkan pengalamannya sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan untuk menyembunyikan hartanya yang berasal dari tindak pidana. “Latar pekerjaannya tersebut, terdakwa sangat faham tipologi tindak pidana, hingga sangat memahami konstruksi upaya menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang merupakan hasil dari tindak pidana,” kata JPU, R Baktio Rohan, dalam pemkegiatan yang sah,” katanya. Disebutkan, latar belakang terdakwa di bidang penyidikan pun, membuat terdakwa menyusun suatu konstruksi dan argumentasi bahwa ada perbuatan yang terputus dari tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa. “Namun dengan teknik `follow the money` menjadi jelas dan terang tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa,” katanya. JPU mencontohkan dalam kasus Pemilu Jabar, terdakwa menyembunyikan asal usul harta hasil tindak pidana pemotongan dana pengamanan pidana. Dari hasil pemotongan dana pengamanan itu, terdakwa membeli tanah garapan di Desa Sukaluyu, Kabupaten Bogor, dengan identitas Susno Duadji berprofesi petani melalui perantara Jhony Situanda. “Namun baru kemudian dalam Surat Tanda Setor Pajak atas nama Susno Duadji,” katanya. “Dalam pledoi-nya, terdakwa tidak menyangkal keberadaan masalah Susno Duadji yang berprofesi sebagai petani sehingga seolah-olah perolehan tanah garapan tersebut berasal dari kegiatan yang sah,” katanya. Ditambahkan, pembelian tanah di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, seharga Rp5 miliar dengan menggunakan uang “cash” dan “travel cheque”, hingga menyebabkan sulit dilacak. Sebelumnya, Susno Duadji, menyatakan perkara dugaan suap PT Salma Arowana Lestari merupakan rekayasa untuk menjerat dirinya. “Kasus PT SAL itu merupakan perkara rekayasa dan rekapaksa,” katanya. (tampu)

Presiden SBY Menunda Rapat Kabinet
Jakarta, Radar NusantaraTidak seperti biasanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menunda rapat kabinet terbatas bidang kesejahteraan rakyat yang sudah diagendakan sebelumnya. Rapat kabinet yang sedianya dimulai hari ini atau Kamis (3/3) pada pukul 14.00 WIB di Kantor Kepresidenan di Jakarta, dibatalkan secara mendadak. Bahkan, Presiden yang diagendakan pada pukul 16.00 WIB menerima delegasi Menteri Luar Negeri Timor Leste dimajukan menjadi pukul 14.00 WIB. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, rapat kabinet terbatas bidang kesejahteraan rakyat bukan dibatalkan, namun ditunda sampai waktu yang ditentukan kemudian. Sedangkan Staf Khusus Kepresidenan Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga mengatakan, prioritas acara Presiden Yudhoyono pada Kamis memang mengalami penyesuaian. “Prioritas acara hari ini memang sedikit mengalami penyesuaian. Kesegeraan dan kemendesakkan menjadi dasar bagi dilakukannya penyesuaian itu,” ujar Daniel. Ia menjelaskan, kesibukan Presiden Yudhoyono akhir-akhir ini memang semakin tinggi karena komunikasi politik yang dilakukan secara maraton dan intensif dengan partai-partai politik anggota koalisi. Namun, baik Daniel maupun Julian tidak dapat memastikan apakah pada Kamis siang Presiden kembali melakukan komunikasi dengan partai-partai politik sehingga rapat kabinet terbatas bidang kesejahteraan rakyat harus dibatalkan. Yang jelas, pengamanan di sekitar Wisma Negara diperketat. Sejumlah petugas pengamanan dalam ditempatkan di beberapa lokasi di luar kompleks tersebut. Para wartawan yang mencoba mencari informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung di Wisma Negara dilarang oleh petugas. Seorang petugas pengamanan, Bambang Hendro, mengaku mendapatkan perintah untuk menyampaikan kepada wartawan supaya tetap berada di ruang wartawan. “Mohon pengertiannya ya,” kata Bambang kepada sejumlah wartawan yang hendak menuju Wisma Negara. Sekitar pukul 17.00 WIB, dua mobil berwarna hitam keluar dari Wisma Negara. Namun, belum ada keterangan resmi siapa yang menaiki mobil tersebut. Sebelumnya pada Rabu siang sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Presiden Yudhoyono mengumpulkan politisi dari Partai Demokrat di Wisma Negara. Menurut pengakuan Ketua DPR Marzuki Alie, pertemuan tersebut hanya bersifat konsultasi untuk membicarakan beberapa pekerjaan di parlemen.(tampu)

bacaan tanggapan (replik) atas pembelaan Susno Duadji, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis. Sebelumnya, Susno Duadji, dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp500 juta atau subsider enam bulan kurungan. Susno menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat sebesar Rp8,1 miliar dan penerimaan suap Rp500 juta dari Sjahril Djohan terkait kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL). JPU menambahkan Susno dengan berbagai cara agar harta kekayaan hasil tindak pidananya susah ditelusuri aparat penegak hukum. Sehingga, kata dia, Susno dengan leluasa memanfaatkan harta kekayaan tersebut baik penggunaan yang sah maupun tidak sah. “Dari fakta-fakta persidangan, tampak bahwa terdakwa menggunakan pola-pola pencucian uang, sehingga seolah harga hasil kejahatan itu berasal dari

Presiden Agar Jaga Soliditas Kabinet
rat elektronik (email), Kamis. Menurut dia, demi proses pendewasaan demokratisasi, Dewan Pembina Partai Demokrat hendaknya menghormati pilihan politik PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan. Jika Partai Demokrat terus “menggoda” PDI Perjuangan untuk masuk ke koalisi, kata dia, maka kesan ketidakpastian akan semakin menguat. “Kinerja para menteri saat ini tidak maksimal karena kabinet selalu dihantui isu perombakan,” katanya. Menurut dia, kondisi ini menyebabkan pelaksanaan program dan kebijakan dari kementerian berjalan tersendat sehingga merugikan rakyat. Karena program pembangunan nasional yang merupakan tugas pemerintah, kata dia, menjadi terabaikan oleh perilaku elite yang mempertahankan kekuasaan. Politisi Partai Golkar ini menambahkan, saat ini tindakan paling strategis yang perlu dilakukan presiden adalah memperkuat soliditas kabinet dan koalisi serta mendorong kedewasaan berpolitik di DPR. “Hal ini penting untuk mencegah perilaku politik yang kurang elegan dan kurang bijaksana,” katanya. (parulian)

Jakarta, Radar NusantaraAnggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya menjaga soliditas kabinet dengan tidak berspekulasi mewacanakan PDI

Perjuangan masuk ke koalisi parpol pendukung pemerintah. “Publik sudah memahami sikap politik PDI Perjuangan dan mendukungnya sebagai partai penyeimbang pemerintah,” kata Bambang Soesatyo melalui su-

Pengamat: PKS Lebih Rentan Dikeluarkan dari Koalisi
Jakarta ,Radar NusantaraPengamat Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan PKS lebih rentan diceraikan dari koalisi dibandingkan Partai Golkar mengingat suara yang dimiliki lebih kecil dibandingkan Golkar. “Kemungkinan PKS yang akan diceraikan dan Gerindra penggantinya, PKS lebih rentan,” katanya di Akbar Tanjung Institute, Jakarta, Kamis. Menurut dia, dengan representasi yang dimiliki PKS sebesar sepuluh persen dibandingkan Golkar yang memiliki 19 persen kursi di DPR, secara matematis, PKS lebih rentan untuk diceraikan. Ia mengatakan, untuk mendepak partai Golkar dan PKS dari koalisi, maka SBY harus mampu menarik PDIP masuk ke dalam pemerintahan. Sebab dua partai tersebut setidaknya memiliki 29 persen suara. Bila semuanya didepak maka pemerintahan hanya akan didukung 46 persen suara. Sementara bila Gerindra masuk ke koalisi, hal ini belum membuat koalisi aman sebab hanya akan bertambah menjadi 50 persen suara. Hal ini belum membuat pemerintahan kuat dan aman. Menurut dia, mendepak Partai Golkar semata dan mempertahankan PKS juga dinilai kurang nyaman, sebab hanya akan menambah amunisi bagi oposisi. Dengan 19 persen suara, amunisi untuk menambah oposisi cukup signifikan. Apalagi Golkar memiliki segudang pengalaman dan licin dalam berpolitik yang lebih merepotkan bila berada di luar pemerintahan. Selain itu, menurut dia, mendepak Golkar, maka Demokrat terlihat dalam kepungan partai-partai Islam, sementara bila mendepak PKS, maka setidaknya sekutu nasionalis bagi demokrat akan berkurang. Ia mengatakan, salah satu hal PKS dipertimbangkan adalah termasuk salah satu partai politik yang mengusung pasangan SBY-Boediono sementara Golkar bukan pengusung pasangan tersebut. “Golkar kan masuk di tikungan,” katanya. Ia menambahkan, pemberian ganjaran dan sanksi bagi partai politik diperlukan untuk memperkuat soliditas koalisi. Ia menilai, bila kedua partai politik itu dibiarkan maka akan muncul demoralisasi dari partai lainnya. Sementara bagi kalangan intern Demokrat, SBY dinilai lebih percaya pada Golkar dan PKS. Ia juga menilai bila sanksi hanya mengurangi jumlah menteri yang dimiliki, tidak akan menyelesaikan masalah, namun hanya menunda masalah. “Kemarahan PKS tak akan diredam dengan pengurangan jatah menteri, hanya menunda masalah,” katanya. Menurut dia, Golkar dan PKS tidak mungkin mengundurkan diri. Menurut dia keduanya lebih menunggu untuk dipecat dari koalisi, sebab hal itu dapat dimanfaatkan untuk pencitraan. “PKS saat ini mengulur-ulur waktu, kalau ia kemudian dipecat dari koalisi, ia bisa menjadikan hal itu pencitraan untuk memperoleh dukungan, bahwa ada persekongkolan Golkar dan Demokrat. Ini saya kira efektif untuk menarik suara,” katanya. Di sisi lain, menurut dia, pemecatan terhadap PKS, akan mendorong konsolidasi tingkat akar rumput partai tersebut yang didominasi dari kalangan menengah kota dan terdidik yang selama ini merasa tidak puas dengan pemerintah. Ia menambahkan, melihat karakter SBY, ia menyakini PKS tidak akan dipecat secara radikal tanpa diberikan kompensasi. “SBY ingin mengakomodir semua pihak,” katanya. (alle)

RADAR JABODETABEK
IPB Tolak Umumkan Daftar Susu

Minggu ke II Maret 2011

14

Komisi IX Akan Panggil Rektor & Peneliti
Jakarta,Radar Nusantara Akhirnya rapat Komisi IX dan Kemenkes, BPOM, dan IPB terkait susu formula ditunda. Penundaan dilakukan karena IPB tetap tidak mau membuka daftar nama susu yang mengandung bakteri.
Rencananya pekan depan Rektor dan peneliti IPB akan dihadirkan“Saya menyatakan rapat dengar pendapat ini telah selesai. Saya kira ini ditutup saja,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Ahmad Nizar Shihab di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2/2011). Sebelumnya, rapat berlangsung panas. Sejumlah anggota Komisi IX mendesak Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB I Wayan Teguh W untuk mengumumkan daftar nama susu yang mengandung bakteri. Namun IPB menolak. Akhirnya sejumlah anggota DPR memilih walk out. Tercatat antara lain Rieke Dyah Pitaloka, Anshory Siregar, Rizky Sadik, dan Chusnuniyah. Mereka menilai IPB tidak memiliki komitmen memberikan informasi kepada masyarakat. Akhirnya rapat yang juga dihadiri Menkes Endang R Sedyaningsih dan Kepala BPOM Kustantinah ditutup Ahmad Nizar dengan keputusan memanggil Rektor IPB dan peneliti susu tersebut Sri Estuningsih. “Kita akan mengundang Rektor IPB dan peneliti, didampingi Menteri Ksehatan dan Kepala BPOM dengan membawa salinan putusan MA Senin depan,” tutupnya. (robert)

TNI Marsekal Madya Edy Harjoko

Sinergikan Kjegiatan Intelijen dan Kegiatan TNI
Jakarta,Radar NusantaraKepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya Edy Harjoko memerintahkan sinergitas antara kegiatan intelijen dan kegiatan operasi TNI. Menurutnya Satuan Intelijen TNI memiliki peran yang sangat penting bagi Pimpinan TNI sebagai mata dan telinga dalam menyediakan informasi untuk dijadikan bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Hal ini diamanatkan Kasum pada pembukaan Rapat Koordinasi Operasi TNI dan Rapat Kerja Teknis Latihan TNI Tahun 2011, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (2/3/2011) yang dibacakan Asisten Operasi (Asops) Panglima Mayjen TNI Hambali Hanafiah. Kecenderungan perkembangan situasi internasional yang terjadi sampai saat ini menurut Edy menuntut penerapan nilai-nilai universal semakin mengemuka khususnya yang berkaitan dengan mesalah demokrasi, HAM dan lingkungan hidup. Sedangkan perkembangan situasi nasional yang terjadi telah mengakibatkan pergeseran paradigma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu diperlukan kemampuan intelijen yang kuat untuk menghadapinya. “Perkembangan tersebut telah mengakibatkan berbagai konflik atau benturan kepentingan seperti sengketa perbatasan, klaim wilayah, konflik politik maupun senjata antar negara dan konflik komunal yang mengakibatkan tindak kekerasan,” tegasnya. Guna menghadapi ancaman yang terjadi baik ancaman militer maupun non militer, TNI menggunakan kekuatannya dengan mengedepankan keterpaduan Trimatra dalam rangka melaksanakan OMP (Operasi Militer untuk Perang) dan OMSP (Operasi Militer selain Perang). (deni)

Dana Perawatan Makam Diduga Ditilep
Jakarta, Radar Nusantara Biaya perawatan dan kebersihan Tempat Pemakaman Umum (TPU) DKI Jakarta disinyalir rawan akan tindak pidana korupsi. Pasalnya, dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang diglontorkan setiap per enam bulan itu, pengalokasiannya dinilai tidak tepat sasaran. Sebab dana yang seharusnya dipergunakan untuk biaya perawatan kebersihan makam, justru terindikasi dikorupsi secara berjamaah oleh petinggi Sudin Pemakaman dan kepala TPU serta Kontraktor. Ironisnya lagi, meskipun kegiatan itu tidak dilaksanakan, namun anehnya pihak kontraktor bisa melakukan penagihan. Informasi itu terungkap dari penuturan seorang rekanan Sudin Pemakaman Jakarta Timur. Sumber itu menuturkan, bahwa dana yang dialokasikan dari APBD DKI Jakarta untuk perawatan makam di wilayah DKI Jakarta tidak murni disalurkan untuk biaya perawatan kebersihan makam. “ sebahagian dana itu dibagi-bagi secara porposional antara Sudin Pemakaman, Kepala TPU dan Kontraktor.” Ungkap sumber, seraya menandaskan bahwa rekanan yang menjadi pemenang tender tersebut tidak biaya perawatan dan pemeliharaan makam sudah di anggarkan dari APBD petugas makam TPU tidak perlu lagi memungut biaya perawatan kepada ahli waris makam. Selama ini, biaya perawatan itu masih dibebankan kepada ahli waris antara Rp 3050 ribu per bulan oleh petugas makam TPU. Biaya itu bervariasi tergantung blad (Blok) makam, ungkapnya. “kedua orangtua saya dimakamkan di TPU pondok Kelapa, meninggal sekitar 10 tahun yang lalu. Setiap tahun saya membayar retribusi dan biaya perawatan kebersihan langsung ke petugas TPU. Kalau tidak dibayar bisa hilang mas.” Kata Yanto ahli waris dari orangtuanya. Menyikapi hal tersebut, korditor Sudin Pemakaman Jakarta Timur, Sulistiono yang juga sebagai ketua panitia lelang saat dikonfirmasi selalu tidak bersedia. Malalui security pengamanan dalam (kamdal), Kusnadi mengatakan, bapak lagi ada tamu, masih sibuk dan tidak bisa ditemui hari ini. kata bapak besok-besok aja, kata security yang menirukan ungkapan kata Sulistiono yang kerap menghindar dari Wartawan. Menanggapi adanya indikasi Korupsi pada perawatan kebersihan TPU DKI Jakarta Ketua DPC LSM GACD (Goverment

mempunyai karyawan dilokasi makam. Penggali kubur yang merangkap sebagai penata makam adalah dibawah kepemimpinan kepala TPU, bukanlah kontraktor. Untuk membuktikannya, silahkan ditanyakan kepetugas makam diwilayah DKI Jakarta, tandas sumber. Sumber juga menuturkan, bahwa proses lelang di Sudin pemakaman tidak murni dilaksanakan sebagaimana yang diamanatkan dalam Kepres 80 tahun 2003, yaitu dilakukan secara jujur, transparan dan akuntabel. “proses lelang itu hanya sebagai formalitas untuk memenuhi aturan Kepres 80 tahun 2003 dan perubahannya. Realitanya, pemenang itu sudah ada dikantong panitia lelang, yaitu rekanan yang sudah lama bermitra

dengan Sudin dan memahami pembagian upeti.” tutur sumber. Beberapa lokasi TPU yang mendapat biayai perawatan kebersihan dari APBD DKI Jakarta untuk per enam bulan diantaranya, TPU Pondok Rangon yang mendapat biaya perawatan kebersihan sebesar Rp.885.200.000,sedangkan TPU Kober Jatinegara Rp 187.762.503,- TPU Utan Kayu Rp 211.176.384, TPU Penggilingan Rp 134.513.499,- dan TPU Pondok Kelapa Rp 761. 745.167,- sementara TPU Prumpung Rp140.819.129, TPU Cipinang Besar Rp 486.420.847, TPU Kalisari Rp92.927.567. Begitu juga sejumlah TPU yang berada di wilayah DKI Jakarta, semuanya mendapat biaya perawatan kebersihan. Sumber juga berharap, bila

Against Corrution & Discrimination) Hitler S berjanji akan turut serta, mengumpulkan data seakurat mungkin. Bila terbukti ada indikasi tindak pidana korupsi akan melaporkan langsung ke Sat V Tipikor Polda Metro Jaya untuk mendesak melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang disinyalir dilakukan secara berjamaah oleh para sudin TPU di DKI Jakarta. Hitler yang telah dikenal dilingkungan Polda Metro Jaya, khusunya di Direktur Kriminal Khusus (krimsus) Cq Sat V tindak pidana korupsi (Tipikor) ini menambahkan, para pelaku tindak pidana korupsi harus diperangi. Sebab akibat ulah para koruptor itu, perekonomian dan pembangunan Nasional bisa terhambat. Koruptor-koruptor di Negara ini harus harus diberantas.ucapnya dengan tegas. (sin/triman)

Maulid Nabi Muhammad SAW Kabupaten Bekasi
za Pemda Kabupaten Bekasi yang dihadiri oleh Unsur Muspida, Wakil Bupati Bekasi, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Sekretaris Daerah, Para Assisten, Kepala SKPD, Camat, Kepala Desa/ Lurah, Kepala Sekolah, Ketua Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bekasi. Bupati Kab.Bekasi DR.H. Sa’duddin menekankan kalau peringatan ini pada Hakekat dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sesungguhnya adalah untuk meneladani setiap pikiran, ucapan dan tindakan Rasulullah SAW. Perilaku Rasulullah yang santun dan penuh etika haruslah menjadi keteladanan bagi kita dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang santun, jauh dari bentuk-bentuk pemaksaan kehendak apalagi anarkisme yang justru merusak rasa keadilan. Oleh karena itu kita tidak boleh memberikan peluang bagi munculnya sebuah tindak kekerasan, main hakim sendiri apalagi aksi Vandalisme. Salah satu ilustrasi indah dalam firman Allah yang artinya : “Janganlah kebencian terhadap suatu kaum akan menghalangi untuk berbuat adil, karena menegakkan Neraca Keadilan lebih dekat kepada Taqwa” (QS. Al-Maidah;8). Pada akhir sambutannya Bupati menyampaikan melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini untuk terus meneladani Rasulullah SAW dalam mewujudkan Keadilan, tatanan kehidupan yang semakin sejahtera, adil dan demokratis serta terus meningkatkan persaudaraan sebagai sebuah bangsa (Ukhuwah Wathaniyah) meningkatkan persaudaraan sesama umat manusia (Ukhuwah Basyariah) dan meningkatkan persaudaraan diantara sesama umat Islam (Ukhuwah Islamiyah) Dalam acara tersebut disampaikan pula ceramah mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW oleh KH. Zainuddin MZ.yang lebih popular dengan sejuta ummat ini mengatakan kalau hari yang indah ini adalah sebagai bagian yang kita nanti untuk lebih baik dan saling menghormati seperti yang di lakukan oleh Rasulullah SAW dan menghindari kebencian sesama umat islam. (sind)

Bekasi Radar NusantaraBupati Bekasi DR. H. Sa’duddin, MM Dalam sambutannya mengatakan kalau acara peringatan

maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2011 pada tanggal 22 Februari 2011 yang di laksanakan di Pla-

RADAR JABODETABEK

Minggu ke II Maret 2011

15

Metro TV Laporkan Dipo Alam ke Polda Metro Jaya
Jakarta, Radar NusantaraStasiun televisi Metro TV hari ini akan melaporkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam ke Polda Metro Jaya. Dipo dilaporkan lantaran tidak menggubris somasi yang dilayangkan oleh tim kuasa hukum Metro TV yang dipimpin oleh pengacara senior OC Kaligis.
my ini menjelaskan, Dipo dilaporkan karena dianggap melanggar pasal 18 UU Pers dan pasal 51 dan 51 UU Kebebasan Informasi Publik. “Yang kita perjuangkan bukan sekadar sombong-sombongan, ini ada pasal 18 UU Pers, dan pasal 51 dan 52 UU KIP yang secara jelas mengatakan tidak boleh ada orang mengahalang-halangi kerja pers, apalagi oleh pejabat negara,” kata mantan Pemred Harian Kompas tersebut. “Dia sebagai pejabat negara harus hormat pada UU dan memberi contoh yang baik kepada rakyat,” imbuhnya. Kasus ini, lanjut Tommy bukanlah delik aduan. Sehingga harusnya polisi proaktif untuk menanganinya, bukan menunggu aduan terlebih dahulu. “Itu sama dengan tindak pidana, sama halnya dengan pembunuhan, polisi harus bertindak. Kita ingatkan polisi, ini bukan delik aduan,”kata Tommy. Tommy menjelaskan, selama ini tidak ada itikad baik dari Dipo Alam untuk menjawab somasi yang telah dilayangkan Metro TV. Karena batas waktu 3x24 jam telah terlampaui, akhirnya stasiun TV berlambang kepala burung tersebut melaporkan bawahan Presiden SBY tersebut ke polisi. “Kita surati resmi dengan somasi, jawab dulu. Dia tidak menjawab berarti kita tidak mau apa maunya dia. Dia kan baru menyampaikan lisan (untuk tidak meneruskan kasus ini) di Dewan Pers,” ujarnya. “Kecuali mereka menjawab, kirim surat. Ini tidak ada penghormatan,” kata Tommy. (red)

PT. PLN (Persero) Area Pondok Gede Tingkatkan Pelayanan
Bekasi, Radar NusantaraPT. PLN (Persero) Area Pondok Gede, Kota Bekasi semakin meningkatkan kinerjannya demi pelayanan maksimal terhadap pelanggan (masyarakat). Berbagai program serta terobosan dilakukan untuk menekan terjadinya pencurian listrik yang berdampak minimnya pasokan arus listrik kepada masyarakat. Sosialisasi selalu dilakukan kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi untuk menekan jumlah penunggak listrik. Berbagai pihak dilibatkan untuk selalu memantau terjadianya pencurian listrik baik perorangan maupun bentuk usaha. Tentu, selain bertujuan mengantisipasi kerugian negara kuhususnya pihak PLN juga agar pasokan arus listrik ke masyarakat stabil. Seperti yang sering terjadi selama ini, selain merugikan negara pencurian listrik juga dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran yang akhirnya listrik padam yang tentu saja merugikan warga lain. Mengantisipasi hal tersebut Suharmanto, ST selaku Manager PLN (Persero) Area Pondokgede selalu berupaya meningkatkan kinerjanya demi pelayanan maksimal terhadap masyarakat. Dengan menggalang kerjasama yang baik baik internal maupun eksternal ia bertekad akan memberantas praktek pencurian listrik. Tentu saja bukan hal yang gampang melainkan penuh dengan perjuangan, sabar, jujur dan disiplin. Sehingga tidak heran jika Suharmanto sering turun langsung ke lapangan untuk memantau sekaligus menyelidiki para oknum pencuri arus listrik. Jika kedapatan ada yang mencuri arus listrik, Suharmanto tidak segan-segan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur serta peraturan yang berlaku baik secara pidana maupun perdata yakni denda. Ketika bincang-bincang di ruang kerjanya belum lama ini, Suharmanto mengaku terkadang warga masyarakat yang dikunjunginya tidak menyangka bahwa ia petugas bahkan salah seorang pejabat PLN. Hal itu disebabkan tidak ada pemberitahuan ke masyarakat melainkan siafatnya inspeksi mendadak (sidak). “Apabila ada informasi tentang pencurian arus listrik saya langsung turun memerikasa tanpa pemberitahuan sebelumnya. Soalnya kalau ia tahu kita datang nanti sempat diamankan barang bukti”, ujar Suharmanto serius. Ia juga berjanji akan selalu merespon keluhan masyarakat sebagai bagian dari tugas, keawajiban serta tanggung jawab pelayanan terhadap masyarakat. (BS)

“Jam dua nanti kita kesana,” kata Pimpinan Redaksi Metro TV Suryopratomo saat dihubungi detikcom, Sabtu (26/2/2011). Pria yang akrab disapa Tom-

Sa’duddin : Jangan Beri Peluang Anarkisme
Cikarang Pusat, Radar Nusantara-

Bupati Bekasi Sa’duddin mengajak seluruh elemen untuk menerapkan prinsip demokrasi politik yang arif dan bijaksana. Hal itu ditegaskanya saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Plaza Komplek Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, kemarin (22/2). “Prinsip-prinsip berdemokrasi dan berpolitik yang arif dan bijak, sejak dahulu sudah diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya, tanpa membedakan latar belakang agama, suku dan bangsa, dan kita wajib meniru dan menerapkanya,”

sambutan Sa’duddin dalam kegiatan yang juga dihadiri KH Zaenudin MZ ini. Menurut politikus PKS ini, prinsip demokrasi dan politik sangat dijunjung Islam. Bahkan kata dia, Rasulullah SAW telah menerapkan secara arif dan bijaksana serta menjunjung tinggi kehidupan yang harmonis diantara umat, sejak dahulu kala. Dikatakanya, tindakan pemaksaan kehendak hingga tindakan anarkisme akan merusak rasa keadilan. Oleh sebab itu, tambahnya, tindakan kekerasan, main hakim sendiri hingga aksi

vandalisme tidak boleh diberi peluang di Kabupaten Bekasi. “Tindakan-tindakan seperti itu jangan diberi peluang bermunculan di negara kita, khususnya di Kabupaten Bekasi ini,” tegasnya. Munculnya tindak kekerasan dan ketegangan sosial, sambung dia, harus diredam dengan kaidah agama, norma hukum dan perundang-undangan yang berlaku. “Keterkaitan kita sebagai negara taat hukum dan perundang-undangan yang berlaku harus diterapkan,” tandasnya. (dul)

PKS dan Partai Golkar Membelot Koalisi Memanas
Jakarta,Radar NusantaraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi peringatan kepada seluruh parpol yang tergabung dalam partai koalisi. SBY menegaskan Jika ada parpol yang sudah tidak bisa lagi menaati seluruh kesepakatan yang telah ditandatangani, SBY meminta agar parpol tersebut keluar dari koalisi. “Jika memang ada parpol yang tidak bersedia mematuhi seluruh kesepakatan, tentu parpol seperti itu tidak bisa bersama-sama lagi dengan kami. Jelas, gamblang, dan logikanya begitu,” kata SBY dalam jumpa pers di istana, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, baru-baru ini SBY menegaskan, saat ini dirinya sedang mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan koalisi yang baru-baru ini memanas. SBY pun berharap, jika parpol masih ingin bergabung dengan koalisi, maka SBY meminta agar 11 butir kesepakatan yang telah dibuat tetap ditaati. “Saya ingin benar mendapatkan solusi yang tepat dan bermartabat dan rasional. Saya ingin kalau memang semua ingin masih tetap bersama-sama di koalisi, maka semua kesepakatan, tata etika 11 butir ini harus benar-benar diindahkan. Jika ada yang tidak bersedia, mungkin ini takdir sejarah untuk tidak bersama koalisi lagi,” tandas SBY. Kisruh koalisi mulai memanas setelah PKS dan Partai Golkar membelot dengan mendukung usulan hak angket mafia pajak. Padahal, seluruh partai koalisi bersepakat untuk menolak usulan tersebut. (sind)

Dua Politisi PKB Bisa Kena Sanksi Berat
Jakarta, Radar NusantaraMajelis Takhim PKB dapat memberikan sanksi yang berat kepada Lily Wahid dan Effendy Choirie alias Gus Choi terkait sikap mereka yang tidak sejalan dengan keputusan fraksi dalam hak angket mafia pajak. Saat ini Majelis Takhim masih mendalami dan menilai kesalahan yang dilakukan keduanya. “Ini butuh proses, supaya tidak tergesa-gesa. Bahkan kalau mereka menambah kontroversi, Mahkamah Parpol (Majelis Takhim) bisa memberi sanksi tegas. Ini telah melakukan pembangkangan. Mestinya seluruh anggota pleno PKB meminta sanksi berat, bisa dikeluarkan,” ujar Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangs (PKB) Imam Nahrawi di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (3/3). Menurut Imam, kasus ini merupakan masalah internal, tidak semestinya dibawa keluar. “Kau yang memulai, kau yang mengakhiri. Mereka mengaku tahu risiko dan siap di-recall. Sudah diingatkan, tapi berlanjut,” jelasnya. Sementara Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar menambahkan, selain ada kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan mereka, juga terdapat faktor-faktor serius yang dilakukan keduanya. “Mereka mau membubarkan, tidak ada relevansi. Kesalahannya bukan hanya angket, memang ada faktor-faktor serius, termasuk merongrong solidaritas dan kewibawaan. Lily sering melakukan gugatan,” tegas Marwan. Namun kata Marwan, tindakan seperti ini bukan hal yang baru dalam sebuah organisasi, terlebih dalam sebuah partai. Meski demikian Marwan cukup menyesalkan tindakan kedua politisi PKB itu. “Saya kira tidak hanya di PKB, seluruh organisasi juga kalau membelot, ya begitu. Kita sudah cukup bersabar, kok ada sudah jadi di DPR, kok begini sama partai,” imbuhnya. Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar menuding adanya kepentingan dari luar terkait sikap Lily Wahid dan Effendy Choirie (Gus Choi) terhadap masalah internal partainya. Hal itu disampaikan kepada wartawan usai membuka acara pelatihan anggota Fraksi PKB di Hotel Atlit Century, Jakarta, Kamis (3/3). “Mereka tidak hadir dalam acara ini (pelatihan anggota fraksi), ya nambah berat. Tidak pernah hadir dalam rapat fraksi, jangan-jangan ada yang remote buat pesanan ke dalam. Dia bilang bela rakyat, rakyat yang mana. Konstituen dia itu Jatim, kalau pro rakyat ngadunya ke PKB dong,” ujarnya. “Terkait anggota, kalau tidak loyal kenapa dipertahankan. Kok jadi takut di-recall, kok ngadu ke Priyo, ke Majelis Takhimlah. Itu ada yang remote,” lanjutnya. Marwan menjelaskan, saat ini PKB tengah memproses pendalaman masalah ini guna menyelesaikan konflik di tubuh PKB tersebut. “Kira-kira minggu depan putusan Majelis Takhim. Nanti ada rapat lagi. Sedang kita dalami dan kaji, nanti keputusannya itu menimbang dan memutuskan. Kalau yang bersangkutan meminta, ya dipanggil. Kalau tidak ya diputuskan saja, kan bisa seperti itu,” paparnya. Menanggapi soal adanya pertemuan antara ketua umum PKB dengan presiden SBY, Marwan menyatakan itu bukan hal aneh. Karena pertemuan antara pejabat teras dalam partai merupakan hal yang biasa dalam sebuah partai politik. “Itu pertemuan biasa sebagai sesama koalisi. Nggak ada urusan di sini. Pertemuan rutin anggota Setgap itu pertemuan biasa. Soal PKB dikeluarkan itu urusan presiden,” tandasnya. (listar)

RADAR DAERAH
RSUD Majalengka

Minggu ke II Maret 2011

16

Pelayanannya Sangat Buruk
Majalengka, Radar Nusantara Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka sangat mengesewakan. Hal itu sangat dirasakan langsung oleh keluarga andre saat menjalani perawatan dirumah sakit tersebut.
Andre menuturkan bahwa pada hari selasa 22 februari 2011 lalu, mengalami, kecelakaan pada jam 7.00,wib dengan kondisi patah tulang dibagian kaki kiri. Korban langsung dibawa ke RSUD Majalengka. Melihat kondisi korban, pihak keluarga berharap petugas medis RSUD Majalengka segera menangani pasien. Namun kenyataannya, penangannnya sangat lelet,dan tidak propesional, luka yang dialami korbanpun tidak dibersihkan. Padahal sebelumnya pihak keluarga sudah meminta untuk dilakukan tindakan yang maksimal akan tetapi petugas rumah sakit menyampaikan tidak berani menjahit luka tersebut. Untuk penyelamatan nyawa korban,pihak keluarga minta rujukan kesalah satu rumah sakit swasta di Cirebon. Selama diperjalanan dari luka korban darah terus berkucuran hingga ke Cirebon.Keluarga pasien sangat was-was korban akan kekurangan darah. Kekwatiran keluarga korban terbukti setelah mendapat perawatan dirumah sakit Cirebon. Sebelum dilakukan operasi, pasien lebih dulu mendapat penambahan darah untuk menetralkan Hbnya.Setelah netral baru dilakukan operasi,hanya saja pemasangan PEN tidak dapat dilakukan pada operasi pertama. Sesuai keterangan Dokter yang menangani korban,Operasi tidak bisa dilakukan satu kali karena luka sikorban belum bersih sehingga kawatir akan terjadi infeksi.Untuk pemasangan PEN akan dilakukan pada operasi berikutnya setelah luka korban benar benar bersih.kata keluarga pasien menirukan penjelasan dokter yang menanganinya. Menyikapi pelayanan RSUD Majalengka yang dinilai kurang memuaskan,media ini mencoba melakukan konfirmasi dengan pihak rumah sakit dan diterima oleh Harizal, F.H.Setelah kejadian yang dialami korban dicerikan kepada Harizal,pihak rumah sakit menyangkal bahwa tidak benar terjadi kelambanan pelayanan diRSUD Majalengka. Harizal menjelaskan bahwa penanganan pasien di RSUD Majalengka semuanya sudah sesuai dengan prosedural Medis.’ disini semua tertulis penanganan medis,dan atrurannya seperti itu” kata Harizal sembari menunjukkan catatan data pasien. Berkaitan dengan kenapa tidak dilakukan tindakan menjahit luka yang sobek,Harizal menjelaskan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan, kecuali pada saat sekaligus dilakukannya operasi.paparnya. Pada saat pasien dibawa kerumah sakit tindakan langsung dilakukan dengan memasang infus serta tindakan lain, bahkan dokter ortopedinya sudah siap untuk melakukan operasi. Namun pihak keluarga dua kali berubah keputusan itu sebabnya terjadi keterlambatan hendak dibawa kemana?.kata Harizal Penjelasan Harizal detentang ibu Korban.’itu jawaban yang tidak benar,,bukan masalah keputusan mau dirujuk yag berubahubah itu hanya pembelaan pihak rumah sakit saja. Kalau masalah tentang catatan di kartu pasien dijadikan bukti pelayanan justru itu yang tidak benar. Yang benar itu pelayanan yang dapat memuaskan pasien. “buktinya anak saya langsung dijahit disini bukan harus menunggu operasi.” tutur ibu korban saat ditemui Radar Nusantara di rumah sakit Cirebon saat mendampingi anaknya yang masih terbaring lemas sehabis operasi kedua. Harapan dari ibu korban, kejadian yang menimpa keluarganya, jangan lagi dialami pasien yang lain. Petugas Medis RSUD Majalengka kedepan lebih mengedepankan pelayanan yang memasyrakat. Sehingga RSUD Majalengka menjadi rumah sakit yang disenangi masyarakat. Rumah sakit yang dapat mewngatasi masalah bukan rumah sakit yang membuat masalah. (S.S)

Mentan Suswono Panen Sayur “Bayam Peleng”
Sumut, Radar NusantaraMenteri Pertanian Suswono melakukan panen “bayam peleng” yang merupakan komoditas ekspor di Desa Simpang Ujung Aji, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara,belum lama ini. Selain Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, panen itu juga dilakukan Wagub Sumut H Gatot Pudjo Nugroho ST, Pelaksana Bupati Karo Makmur Ginting dan Bupati Karo Terpilih Kena Ukur Surbakti serta unsur muspida setempat. Usai pemanenan, Mentan Suswono mempertanyakan kondisi bibit dan pupuk dalam upaya meningkatkan produksi sayuran yang diekspor ke Singapura tersebut. Mentan Suswono menyebutkan, konsumsi sayur-sayuran di Tanah Air masih besar, sehingga petani diharapkan semakin meningkatkan produksinya. Hal itu perlu dilakukan karena Indonesia tetap berkeinginan untuk mengekspor sayur-sayuran tersebut khususnya ke negara subtropis. Dalam pemantauan selama ini, sayur-sayuran dari negara tropis sperti Indonesia cukup memiliki pangsa pasar yang baik di negara-negara subtropis tersebut. “Mereka tidak bisa memproduksi sayursayuran tropis,” katanya. Mentan Suswono menambahkan, imbauan untuk peningkatan produksi pertanian sayur-sayuran untuk diekspor juga dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga pasar. Jika produksi banyak tetapi hanya dipasarkan di dalam negeri, dikhawatirkan akan terjadi penurunan harga sehingga hasil yang ada kurang memberikan pengaruh yang besar dalam peningkatan perekonomian petani. “Diupayakan ekspor, supaya harga tidak jatuh,” kata Mentan. Pengelola kebun “bayam peleng” Evianti Tarigan mengatakan, sayur jenis baru itu cukup mendapatkan pasar yang menarik di Singapura. Per bulannya, kata dia, pihaknya mampu mengekspor sayur bayam peleng mencapai satu ton ke negeri tetangga tersebut. “Satu ton per bulan atau per satu setengah bulan,” katanya. Evianti menyebutkan, produksi sayur bayam peleng itu telah dimulai sejak tahun 2004 dan hasilnya dikirim ke gudang di kawasan Tongkoh, Berastagi, sebelum diekspor ke Singapura. Usai pemanenan itu, Mentan Suswono melakukan dialog dengan sejumlah pekerja yang memanen sayur yang menjadi komoditas ekspor tersebut. Salah seorang pekerja Sunarsih (48) mengaku mendapatkan upah Rp30 ribu per hari dalam memanen sayuran tersebut. (ms)

PT Epson Toyocom Indonesia Penanggung Jawab Limbah

Bapedalda Batam Segel Ribuan Karung Limbah PCB
bekas bahan elektronik itu mengandung limbah, dan tidak tahu kapan disegel,” ujar Anto warga Maseba ini kepada wartawan yang mengecek tumpukan ribuan karung limbah itu.Namun menurut informasi yang diterimanya disekitar perumahan itu, ribuan karung plastik yang berisikan limbah ini disegel karena tidak mengantongi izin. Meskipun tidak berbahaya, tambahnya, untuk mengangkut limbah tentunya harus mengikuti aturan pemerintah setempat. ”Belum jelas juga informasinya bang. Tetapi negara kitakan negara hukum, jadi harus mengikuti aturan yang ada,” ujarnya. Diakuinya, saat ini belum ada dampak dari tumpukan limbah itu kepada warga sekitar. dan juga belum ada keresahan dari warga di sekitar yang mengeluhkan adanyatumpukan itu. Mungkin jika ada dampak, tambahnya, tentunya warga sekitar akan menyikapi.Ribuan limbah ini ditumpuk secara terbuka, tidak tanpak satu pun atap yang melindungi tumpukan tersebut. Serta ada dua kontainer yang diparkirkan disekitar tumpukan limbah itu. Di antara tumpukan limbah itu ada brosur yang dipasang di dinding belakang tumpukan limnbah, yang berisikan penanggung jawab dari tumpukan ribuan limbah merupakan PT Epson Toyocom Indonesia. Namun hingga saat ini, kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi N. Purnomo ketika ditanyai mengenai seputar penyegelan yang dilakukan Penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) Bapedalda belum bersedia memberikan keterangan. (presli)

Batam, Radar NusantaraBadan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam melakukan penyegelan terhadap ribuan karung plastik berisikan limbah printed circuit board (PCB) dari industri elektronik di perumahan Masyeba, Batam Center pada Kamis, 3 Maret 2011. Informasi dihimpun batamto-

day di lapangan menyebutkan warga sekitar tidak diketahui pasti penyegelan ribuan kantong plastik warna hitam berisikan limbah PCB ini mulai disegel. Namun warga sekitar melihat tumpukan limbah itu sudah seminggu belakangan ini menumpuk dilokasi tersebut.”Kita sudah melihat adanya tumpukan itu, kita juga tidak mengetahui kalau

Mabes Polri Gagas Profesionalitas Rumah Sakit Bhayangkara
Bandarlampung, Radar Nusantara-

Kepala Dokter kesehatan Mabes Polri Brigjen Musaddek Ishak menyatakan, pihaknya akan menyamakan standar pelayanan seluruh rumah sakit bhayangkara di Indonesia secara profesional. Sehingga, ke depan, dapat membantu mempermudah pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus meningkatkan kualitas pemberian layanan kesehatan. “Kami akan mengupayakan penambahan sarana pendukung selain fasilitas standar seperti bidang forensik, dan kamar khusus untuk merawat tahanan,” kata dia, di Bandarlampung, Kamis. Menurut dia, keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara selain un-

tuk membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada anggota polri, juga untuk mendukung fungsi operasional kepolisian. Dia melanjutkan, saat ini, target menyamakan standar pelayanan pada 45 rumah sakit bhayangkara di seluruh Indonesia sudah dilakukan, dan semuanya telah memperoleh akreditasi sebagai rumah sakit tipe D dari Kementerian Kesehatan. Dia mengungkapkan hal itu usai melaksanakan syukuran perolehan akreditasi lima pelayanan dasar terhadap rumah sakit Bhayangkara Polda Lampung, sebagai rumah sakit tipe D. Akreditasi penuh tersebut mencangkut lima layanan dasar yaitu

Untuk meningkatkan pelayanan pada 2011, rumah sakit tersebut telah menganggarkan penambahan bangunan dan tempat tidur menjadi 50 unit.
unit gawat darurat yang memadai, memiliki unit reka medik, administrasi yang tertata, pelayanan kese-

hatan yang mumpuni, dan ketersediaan tenaga perawatan. Pengajuan akreditasi dilakukan sejak Januari 2010, dan dinyatakan lolos tes pada akhir tahun yang sama. Saat ini, rumah sakit tersebut memiliki enam dokter umum, 170 tenaga perawat, dan 31 unit tempat tidur. Untuk meningkatkan pelayanan pada 2011, rumah sakit tersebut telah menganggarkan penambahan bangunan dan tempat tidur menjadi 50 unit. Sedangkan untuk dokter spesialis, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung telah melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan 17 dokter spesialis di Bandarlampung, agar siap dihubungi

kapanpun apabila tenaganya dibutuhkan. Sementara itu, untuk merayakan keberhasilan tersebut, RS Bhayangkara Polda Lampung melakukan bakti sosial pelayanan kesehatan gratis khusus untuk perawatan gigi dan KB. Ratusan masyarakat tidak mampu yang membutuhkan layanan tersebut datang ke rumah sakit tersebut dan memperolehnya secara gratis sepanjang hari layanan bakti sosial. “Target kita dapat melayani 250 anggota masyarakat dan terpenuhi,” kata Kepala bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Lampung AKBP Rini Muliawati. (tampu)

RADAR DAERAH

Minggu ke II Maret 2011

17

Banyak yang Tidak Terungkap
Seirampa,Radar NusantaraBanyaknya kasus curanmor (pencurian kenderaan bermotor-red) di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai, belum satu kasuspun dapat terungkap oleh Polres Serdang Bedagai, baik yang dilaporkan warga ke Polisi maupun tidak.
hilang, uang pun habis, hasil pun belum kelihatan” tutur pria Pendisain Grafik itu. Maraknya pencurian kenderaan bermotor di Tanjungberingin, tokoh Pemuda, Zain Intamam, mengatakan, sangat menyesalkan pihak Kapolsek Tanjung Beringin yang dinilainya tidak mampu mengungkap kasus tersebut padahal kasusnya sudah lama, tapi satupun tidak dapat mereka ungkap, maka dengan demikian Kapolres Serdang Bedagai AKBP Drs.Eri Safari yang bijaksana dapat mempertimbangkan kinerja Kapolsek Tanjung Beringin selaku pimpinan di Polsek tersebut yang dinilai gagal dalam mengungkap kasus tersebut,padahal masyarakat terutama para korban sangat mengharapkan agar kasus tersebut bisa terungkap. Bukan di Kec.Tanjung Beringin saja yang sudah terjadi pencurian speda motor, namun di Kec.Perbaungan, Kec,Teluk Mengkudu, sering juga terjadi pencurian kenderaan speda motor, seperti Muklis Isrol, warga Sei Buluh yang dicuri dua unit speda motornya jenis Vixsion dan Honda sekaligus didalam rumahnya beberapa tahun lalu, hingga sampai saat ini kedua kenderaan juga tidak pernah kembali dan ini juga sudah dilaporkan ke Polres Sergai dan banyak lagi kasus curanmor baik yang dilaporkan bahkan banyak juga yang enggan melaporkannya, karena tidak pernah ketemu lagi. Judi KIM dan Togel Semangkin Marak. Selain kasus tersebut yang belum mampu diungkapkan,juga kasus permain judi jenis togel dan KIM juga dinilai belum mampu memberantasnya,padahal Polsek-Polsek lain di jajaran Polres Serdang Bedagai telah banyak berbuat dengan melakukan penangkapan terhadap juru tulis togel atau KIM,mengapa pihak Polsek Tanjung Beringin tidak bisa berbuat, sehingga menimbulkan pertanyaan besar dari kalangan masyarakat,sehingga menimbulkan praduga bahwa pihak Polsek sudah menerima upeti dari sang Bandar,ungkap Zain Intamam. Bahkan yang anehnya lagi kok pihak Sat Polair Bedagai yang menangkap seorang juru tulis jenis judi togel di Desa Pematang Cermin pada Senin (7/2) lalu dan tersangka diserahkan pihak Sat Polair kepada Polres Sergai, dengan demikian berarti dugaan masyarakat semakin kuat ada apa pihak Polsek Tanjung Beringin dengan bandar judi yang ada di daerah itu, apa lagi saat ini di kantor Polsek adanya himbauan, namun hanya sebatas logo, tapi kenyataan judi togel semangkin bertambah denganh maraknya, kata, Zain Intamam. (ms)

Kasus Curanmor di Kab Serdang Bedagai

Jual Ganja ke Polisi Masul Sel
Medan Radar NusantaraEmpat pengedar ganja diringkus petugas Polsekta Delitua dari dua lokasi terpisah, Rabu (9/2) sekira pk 16:00. Dari keempat tersangka yakni Mur, 35, warga Pasar I Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang, PK, 34, warga Jalan Sakura Indah Kecamatan Medan Selayang, Ma, 21, warga Jalan Bunga Sakura Medan Selayang dan Ir, 26, warga Jalan Satria, Desa Mekarsari, Kecamatan Delitua, disita 68 bungkus daun ganja kering siap edar. Informasi yang diperoleh di kepolisian menyebutkan, awalnya tiga tersangka yakni Mur, PK, dan Ma ditangkap polisi yang menyaru sebagai pembeli daun ganja di komplek Perumahan Sakura Medan Selayang. Saat diinterogasi di lokasi penangkapan, tersangka Mur mengaku ganja tersebut dibelinya dari tersangka Ir. Kemudian polisi meringkus tersangka Ir yang sedang mangkal di satu warung di Jalan Satria Gang Sedulur, Delitua. Dari tersangka Ir, polisi menemukan 67 bungkus ganja yang disimpan dalam plastik hitam dan digantungkan di ranting pohon cokelat. “Sebagian ganja itu sudah dijual, sisanya masih menunggu calon pembeli,” ujar tersangka Ir. Menurut Ir, ganja itu dijual dengan harga Rp16 ribu per amplop dan dari setiap amplop mendapat untung Rp5000. “Untungya buat nambah kebutuhan keluarga,” aku buruh bangunan itu. Kapolsekta Delitua Kompol SP Sinulingga menyebutkan, selama ini keempat pelaku merupakan pengedar ganja di kawasan Kecamatan Delitua dan simpang Selayang. Menurut Sinulingga, asal usul ganja berikut pemasoknya sudah diketahui. “Keempat tersangka dijerat UU RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 10 tahu penjara,” jelasnya. (ms)

Seperti kasus curanmor yang dialami, Irudin alias Ribut (47) warga Gang Remaja II Jalan Pahlawan Desa Pekan Tanjung Beringin yang kehilangan sepeda motornya jenis Yamaha RX King BK 5762 MY dari dalam rumahnya pada tanggal 20 April 2010,Banua Nadeak (49) warga Dusun III Desa Pematang Terang korban kehilangan sepeda motornya jenis Honda Supra X 125 BK 6964 IC yang diparkirkan di halaman rumahnya pada tanggal 21 Mei 2010,Indra Syahputra (31) warga Jalan Pahlawan Desa Pekan Tanjung Beringin korban kehilangan sepeda motornya jenis Honda Supra X 125 BK 2794 XY yang Tempat Kejadian Perkaranya (TKP) di Jalan pahlawan pada tanggal 10 Juni 2010 dan Suparman (26) warga Dusun VI Kota Pinang Kecamatan Tebing Tinggi yang kehilangan sepeda motornya jenis Yamaha BK 6904 UB pada tanggal 23 Maret 2010. begitu juga yang di alami Daniel yang kehilangan

sepeda motor Revo warna hitam di baru saja di milikinya yang terparkir di warnet Alfa Net tanjung Beringin, yang hanya dalam hitungan menit, sekitar bulan oktober 2010 lalu, hilang dalam sekejab. Dari contoh kasus yang sudah dilaporkan ke Polisi, kelima korban yang kehilangan sepeda motornya itu sudah membuat laporan atau pengaduan kepada pihak Polsek Tanjung Beringin,demikian juga dengan korban yang lainnya,namun sangat disayangkan pihak Polsek Tanjung Beringin sampai saat ini belum dapat mengungkap kasus tersebut, ungkap Danil. Kata, Danil sewaktu di tanya wartawan mengatakan sangat kecewa dengan kinerja Polsek Tanjungberingin, di mana dirinya harus merogoh uang kantungnya, sebesar Rp 600 000, untuk membuat suatu laporan di Mapolsek Tanjungebiringin “ kesal kali aku bang, udah kereta

KPJ Tidak Diperhatikan Gabung KBT
antaranya Cimanggung dan Jatinangor khusunya dari Kecamatan Jatinangor hal tersebut dikatakan Ketua LSM FORRBEKA Sitam Rasyid, Rabu (02/03) di sela kesibukanya sebagai pemilik salah satu Radio Komunitas di wilayah Jatinangor. Bupati Sumedang secara politik menurutnya harus punya balas budi terhadap dapil I namun kenyataanya Jatinangor dibiarkan meradang tanpa perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten Sumedang, apalagi Jatinangor merupakan salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Sumedang. Dengan demikian di tambahkan dia, Pilkada pada tahun 2013 nanti warga masyarakat pada wilayah Jatinangor pada khusunya Kec. Jatinangor jangan mau dibodohi oleh para kandidat, “sebaiknya sebelum memilih pemimpin harus ada kontrak politik yang dibangun demi kemajuan dan kesejahteraan untuk warga masyarakatnya”tuturnya. Dalam hal ini Ketua LSM FORRBEKA punya dua opsi gabung ke Kabupaten Bandung Timur (KBT) atau segera bentuk Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ), “ini merupakan satu-satunya pintu masuk untuk lebih berdaya dalam kesetaraan anggaran yang digelontorkan dari APBD Sumedang”pungkasnya. (justin)

Sumedang, Radar NusantaraKemenangan Don Murdono dan Taufiq Gunawansyah (DonTop) pada Pilkada beberapa tahun kebelakang, salah satu sumbangan suara yang menetukan kemenanganya adalah melalui daerah pemilihan (Dapil) I di-

Giliran Jabar Larang Aktivitas Ahmadiyah
Bandung, Radar NusantaraGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengeluarkan peraturan tentang larangan kegiatan jamaah Ahmadiyah di provinsinya. Peraturan gubernur itu mulai berlaku efektif Kamis (3/3). Peraturan tersebut, di antaranya menyatakan bahwa penganut atau anggota pengurus jamaah Ahmadiyah dilarang melakukan aktivitas sepanjang berkaitan dengan kegiatan yang menyimpang dari pokok ajaran Islam. Selain berisi larangan kegiatan, pergub juga melarang masyarakat melakukan tindakan anarkis atau perbuatan melawan hukum berkaitan dengan aktivitas penganut atau anggota pengurus jamaah Ahmadiyah. Sebelumnya sejumlah daerah lain juga sudah mengeluarkan aturan yang melarang aktivitas Ahmadiyah. Gubernur Jawa Timur, misalnya. Gubernur Jatim mengeluarkan surat keputusan yang melarang jamaah Ahmadiyah beraktivitas di daerahnya. Aktivitas jamaah Ahmadiyah juga dilarang di Kabupaten Kuningan dan Tasikmalaya, Jabar, serta Provinsi Banten [baca: Jatim Larang Ahmadiyah. Kepolisian Daerah Banten telah menetapkan satu orang anggota Ahmadiyah sebagai tersangka bernama Deden terkait kasus bentrok warga dengan jamaah Ahmadiyah di Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten pada Minggu (6/2). “Polda Banten telah menetapkan saudara Deden sebagai tersangka sejak dua hari lalu (Selasa, 1 Maret -red),” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis. Deden ditetapkan sebagai tersangka terkait pelanggaran Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 160 tentang Penghasutan dan 212 tentang Perbuatan Melawan Petugas, ujarnya. “Deden adalah warga Bekasi, mengenai jabatannya di jamaah Ahmadiyah saya belum tahu persis. Datang ke rumah ustad Suparman untuk mengamankan aset,” kata Boy, menjelaskan. Kabag Penum mengatakan bahwa jumlah tersangka 13 orang, namun pemeriksaan Deden belum selesai, karena masih dalam proses penyembuhan dari sakit. “Saat ini jumlah saksi yang diperiksa dari jamaah Ahmadiyah sebanyak 12 orang,” kata Boy. Dan jumlah berkas yang telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk diperiksa yakni delapan berkas. Penyidik telah melimpahkan berkas perkara delapan tersangka kasus Cikeusik berinisial M, E, M, U, Y, S, I dan A ke kejaksaan. Sementara tersangka yang ditahan yakni O, UJ, S, E, Y, M, M, U, D, AD, R dan D. Mereka dijerat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan maupun Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Para tersangka ditahan dalam penyidikan yang dilakukan Polda Banten dibantu oleh satu tim penyidik dari Bareskrim Polri, dimana satu tim terdiri dari sepuluh orang. Bentrokan yang terjadi tersebut menyebabkan jatuhnya delapan korban di antaranya tiga meninggal yakni Karno dan Mulyadi yang merupakan kakak beradik dan warga Kecamatan Cikeusik serta seorang lainya bernama Roni, warga Jakarta. Sedangkan lima orang lainnya yakni Pipip warga Cilegon, Dias (Jakarta) Ahmad (Jakarta), Deden Dermawan (Jakarta) dan M Ahmad (Ciledug, Tangerang Selatan) sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Rasa Asih. (budi)

RADAR DAERAH

Minggu ke II Maret 2011

18

Ibu dan Mahasiswi di Rampok, Dibunuh dan Mayatnya Diperkosa
Surabaya,Radar Nusantara Pembunuhan yang dilakukan Kurniawan Edy Dhusiyanto alias Yanto dan Bagus Martin terhadap mahasiswi Widya Mandala (WM) Surabaya, Mariana Siniwati Bintoro dan ibunya, Tan Pratiwi Dewi Bintoro, benar-benar keji. Setelah dijerat hingga tewas, sebagian pelaku diduga mencabuli mayat Mariana.
Empat dari lima pelaku sudah diringkus polisi. Selain Yanto (20), warga Jl Putat Jaya V, tiga tersangka lain yang tertangkap adalah Agung Adi Nugroho (26), warga Jl Kalianak Gg Bunga Rampai; Ahmad Firmansyah alias Mamat (25), warga Jl Kedung Anyar II; dan Zirad Maulana (22) alias Siro, warga Jl Maspati VI. Sedangkan Bagus Martin, warga Jl Pacar Kembang, masih buron. Berdasarkan pemeriksaan polisi terungkap, pembunuhan itu bermotif dendam terhadap mantan majikannya itu. Korban Tan Pratiwi adalah mantan majikan Yanto dan Martin. Keduanya keluar dari pekerjaan sekitar Lebaran 2010 lalu. “Saya bunuh Tacik (panggilan Tan Pratiwi) karena dia sering menghina saya. Dia selalu membodoh-bodohkan saya,” ujar Yanto ditemui di Polsek Tambaksari,belum lama ini Minggu (27/2). Selain itu, Yanto mengaku tak pernah diberi minum berupa teh botol atau sirup selama tiga tahun bekerja hanya air putih saja, sehingga setiap kali kehausan dan ingin teh botol atau coke, mereka selalu membeli minuman di luar. Di mata Yanto, majikannya juga pelit. Gajinya per hari Rp 29.000 dan tiap tahun hanya naik Rp 3.000. Saat meminjam uang pun sekitar 5 jutaan, Tan Pratiwi tidak mau memberi. Rasa dendam itu akhirnya mereka lampiaskan dengan merencanakan pembunuhan sekitar dua bulan lalu. Keduanya pun mengajak Agung, Sirad, dan Mamat. Agung itu masih sepupu Yanto. Ketiga tersangka mengaku ikut jengkel setelah mendengar curhat Yanto dan Martin tentang perilaku majikannya. Selain itu, tiga tersangka juga tergiur hasil rampokan, karena Yanto dan Martin awalnya merencanakan perampokan terhadap mantan majikannya itu. “Kami mau ikut karena ingin dapat banyak uang dari hasil ngrampok di rumah korban,” kata Agung di Mapolsek. Seperti diberitakan (Surya, 27/2), mahasiswi Widya Mandala (WM) Surabaya, Mariana Siniwati Bintoro (21) bersama ibunya, Tan Pratiwi Dewi Bintoro (49), dibunuh mantan karyawannya sendiri. Tak hanya dibunuh, tubuhnya dibakar kemudian dibuang di Gresik. Pembunuhan itu diawali penganiayaan di toko dan gudang material bangunan milik korban di Jl Lebak Permai Utara III/11. Keduanya lalu diculik oleh pelaku berjumlah lima orang, lalu dinaikkan paksa ke mobil Daihatsu Luxio nopol L 1781 CV. Setelah dibunuh, mayat keduanya dibuang di wilayah Gresik. Kedua jenazah warga Jl Lebak Timur Gg IV/5 Surabaya itu saat ditemukan, Sabtu (26/2), kondisinya sangat mengenaskan. Setelah dianiaya dan dibunuh, keduanya dibakar dalam kondisi kaki dan tangan terikat. Mariana, mahasiswi jurusan akuntansi perguruan tinggi swasta ternama di Jl Dinoyo itu ditemukan di sekitar pertokoan Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Bunder. Dia dua bulan lagi diwisuda. Sedangkan ibunya ditemukan di persawahan dekat pintu masuk Perumahan Morowudi Village di Dusun Tendegan, Morowudi, Kecamatan Cerme. Hendak Dibuang ke Tretes Kepada polisi, para tersangka sebenarnya hanya mengincar Tan Pratiwi. Namun, saat menghajar perempuan usia 49 tahun itu, Mariana tiba-tiba muncul. Tersangka pun panik hingga Mariana menjadi sasaran berikutnya. Keduanya lantas disekap di bagian belakang mobil sewaan Daihatsu Luxio L 1781 CV dan hendak dibuang ke kawasan Tretes, Pasuruan. “Rencana ke Tretes batal karena takut di jalan ada razia polisi. Akhirnya berbalik arah ke Sidoarjo lalu ke Gresik,” kata Mamat yang ditugasi nyetir mobil. Di sepanjang perjalanan, kedua korban mengalami penyiksaan. Yanto sempat memaksa Tan Pratiwi menandatangani giro kosong. Maksud tersangka, giro itu nanti akan dicairkan. Dalam kondisi setengah sadar akibat pukulan linggis, Tan Pratiwi pun menandatanganinya. Namun, setelah itu Yanto mengaku bingung cara mencairkan uang yang nominalnya nanti akan dia tulis setelah membunuh korban. Setelah itu, tersangka meminta ATM milik Tan Pratiwi beserta nomer PIN-nya. Mereka juga merampas ponsel Tan. Suasana di mobil semakin tegang ketika Tan Pratiwi sadar kalau salah satu pelaku adalah Yanto, mantan karyawannya. “Koen ta To (Yanto). Kok tego koen. Aku ojo dipateni yo. Sakno anak-anakku. Aku njaluk sepuro karo awakmu. Ampun (Ternyata kamu. Kok tega kamu. Aku jangan dibunuh ya, kasihan anak-anakku. Aku minta maaf, ampun),” ujar Yanto menirukan Tan Pratiwi sebelum dibunuh. Bukannya mengampuni korban, Mamat malah menyela agar keduanya dibunuh saja. Pasalnya, identitas Yanto dan Martin sudah diketahui korban. Di kawasan Krian, Sidoarjo, Sirad dan Agung akhirnya menjerat leher Mariana dan ibunya dengan tali rafia hingga tewas. Awalnya Agung duduk di bagian tengah mobil. Setelah itu dia bertukar tempat duduk dengan Yanto. Bersama Martin, Agung kemudian mencabuli Mariana yang sudah tak bernyawa. Setelah itu, Martin meminta untuk berhenti guna membeli bensin dan tinner di kawasan Menganti dan Kedamean, Gresik. Para tersangka mengaku terlebih dulu membuang mayat Mariana di kawasan ruko dekat gerbang Perumahan Alam Bukit Raya, Kebomas, Bunder. Mamat yang membuang mayat Mariana sebelum dibakar oleh Martin. Kemudian, para tersangka membuang mayat Tan Pratiwi di Perumahan Morowudi Village, Morowudi, Cerme, Gresik. Mayat Tan Pratiwi juga dibakar Martin. “Kami membakarnya untuk menghilangkan sidik jari,” kata Agung. Dijelaskan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung, terkuaknya kasus ini berawal dari pengakuan keluarga korban, termasuk suami Tan Pratiwi, Yahya Bintoro. “Ada informasi pada Lebaran tahun lalu beberapa karyawan korban keluar dari pekerjaan, antara lain, ya Yanto dan Martin,” ujarnya saat gelar perkara di Polsek Tambaksari, Minggu (27). Dua tim dibentuk untuk menyelidiki kasus ini. Satu tim dipimpin Kapolsek Tambaksari Kompol Suhartono untuk mengejar Yanto dan Martin. Sedangkan tim lainnya di bawah komando Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi, mengorek informasi dari mantan karyawan korban yang lain, Hanafi dan Iksan. Penyelidikan terhadap Hanafi dan Iksan mentok. Keduanya memiliki alibi kuat tidak terlibat aksi penculikan dan pembunuhan ini. Terlebih, penyelidikan lain menyebutkan Yanto dan Martin-lah yang terlibat. Yanto dan Mamat kemudian ditangkap anggota Polsek Tambaksari. Disusul penangkapan Zirad alias Siro di Jl Tembaan atau Maspati. Dari keterangan ketiga tersangka, anggota Unit Resmob kemudian meringkus Agung di rumah kerabatnya di Trenggalek. “Aksi para tersangka ini sudah dipersiapkan secara rapi,” ungkap Coki. Ini dibuktikan dengan peran para tersangka yang sudah dibagi-bagi. “Mamat yang bertugas menyewa mobil dengan jaminan motor Suzuki Smash W 3446 SD miliknya,” imbuhnya. (reno)

Kangen Ibu, Gadis Cantik di Bali Gantung Diri

Denpasar,Radar NusantaraSeorang gadis berparas cantik, Eka Agustina (21), ditemukan gantung diri di gudang rumahnya Jalan Mertasari, Gang Kelana XVI, Denpasar Selatan. Eka diduga stres karena sudah lama tidak bertemu ibunya yang bekerja di Taiwan sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Eka ditemukan tewas oleh bibinya, Chie Lie Sing (52), pada Minggu (27/2/ 2011) dini hari. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan. Berdasarkan keterangan dari Chie Lie Sing, Eka sudah lama ditinggal pergi ibunya bekerja di Taiwan. “Dari keterangan bibinya, sebulan lalu korban minta agar ibunya ini pulang, tapi tidak ditanggapi,” kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan IPDA Pandji Ramadhan, Minggu (27/2/2011). Menurutnya, Eka selalu mengeluhkan ingin bertemu dengan ibunya yang sudah lama tidak bertemu. Diduga frustasi hingga akhirnya korban nekat gantung diri dengan tali warna hitam di dalam gudang. Padahal, beberapa jam sebelum ditemukan gantung diri, bibi Eka bersama anaknya, Imelda, mengajak Eka ke Hotel Grand Bali Beach Sanur mengikuti perayaan Imlek yang diisi pertunjukan barongsai. Namun, korban menolak dan memilih tinggal di rumah. Sepulang menonton barong sai, Chie Lie Sing menemukan Eka sudah tewas tergantung di gudang mengenakan baju tidur. Hingga kini keluarga korban belum memberitahukan kabar kematian itu kepada ibunya di Taiwan karena ibunya memiliki penyakit jantung, sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia. Jasad Eka masih disimpan di kamar mayat Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Polsek Denpasar Selatan juga berencana mengotopsi jenazah.(bertus)

DIBUTUHKAN
Ka Perwakilan: Jawa Timur Banda Aceh Kalimantan Sulawesi Jawa Tengah Irian Jaya Jawa Barat Lampung Palembang Sumatera Selatan Jambi Maluku

Anggaran Dipotong Bagi Pemda yang Menahan Dana BOS
Jakarta, Radar Nusantara– Pemerintah mengancam akan memotong anggaran Pemda yang tak segera menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke SD dan SMP di wilayahnya. Hal ini karena sebagian besar dana operasional sekolah berasal dari BOS. Menurut Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, pihaknya bersama Kementerian Dalam Negeri sudah mengancam sekitar 419 kabupaten/ kota untuk segera mengucurkan dana tersebut paling lambat minggu ini. Akan tetapi jika tak segera dilakukan menurutnya, sanksi finansial akan menanti mereka. “Sebenarnya sanksi administratif bisa dilakukan oleh Pemerintah pusat akan tetapi biasanya sanksi finansial jauh lebih menimbulkan efek jera,” papar Nuh seusai menyelenggarakan Rapat Kerja bersama Komisi X, DPR RI, belum lama ini. Nuh menyebutkan hingga saat ini baru sekitar 80 kabupaten/ kota yang mengucurkan dana tersebut. Angka tersebut masih jauh dari kata memuaskan karena masih ada sekitar 419 kabupaten/ kota yang belum menyalurkan dana tersebut. “Padahal dalam BOS itu ada hak anak yatim dan anak miskin yang butuh dana itu,” ucapnya. Dampak paling buruk dari terlambatnya dana BOS menurut Nuh ialah berhentinya kegiatan belajar karena tidak ada dana operasional. “Stop karena pelajaran dari bebera-

Dampak paling buruk dari terlambatnya dana BOS menurut Nuh ialah berhentinya kegiatan belajar karena tidak ada dana operasional.
pa pelajaran tidak bisa dilakukan karena gaji guru terlambat karena dana BOS sebagian untuk gaji guru honorer,” ungkapnya. Kementerian Pendidikan juga selain menjatuhkan sanksi finansial juga sebelumnya telah mengajak sekretaris daerah dan biro keuan-

gan untuk menekan Pemerintah daerah untuk segera mengucurkan dana BOS. Akan tetapi bagi anggota Komisi X dari Fraksi Golkar, Hetifah Saifudjan, harusnya Pemerintah sudah memprediksi jika hal ini terjadi. “Sebelumnya bulan September saya sudah mengingatkan hal ini. Jadi kalau ternyata baru sekitar 16 persen yang mengucurkan dana menurut saya Pemerintah tak perlu kaget,” ungkapnya kepada wartawan baru-baru ini. Bahkan ia saat kembali ke Kalimantan Timur mendapat laporan dari beberapa kepala sekolah bahwa Dinas Pendidikan di wilayahnya meminta ‘jatah’ bagian dari dana BOS. “Kepala sekolah itu hampir se-

muanya menolak dan akibatnya dinas pendidikan menahan dana BOS,” ucapnya. Bagi Hetifah penyimpangan yang terjadi di Kalimantan Timur perlu diperiksa kembali oleh Kementerian Pendidikan. “Jadi apakah ini terjadi di daerah lain, kalau ia berarti ini penyimpangan massal,” ungkapnya. Akan tetapi ia setuju dengan usul Mendiknas untuk melakukan sanksi finansial bagi daerah yang terlambat mengucurkan dana BOS. Akan tetapi pemotongan anggaran ini bisa berdampak kepada sekolah dan siswa di bawah Dinas Pendidikan. “Ini bisa terkena kepada sekolah juga, jadi anggaran bagi guru jadi terbatas karena saat ini otonomi daerah, jadi sama saja,” tambahnya. (fauzi)

RADAR DAERAH

Minggu ke II Maret 2011

19

RADAR DAERAH

Minggu ke II Maret 2011

20

Mahasiswa Surabaya Kutuk Kekerasan Antar Umat Beragama
Surabaya,Radar Nusantara Puluhan mahasiswa tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) Unair melakukan aksi solidaritas seribu lilin. Aksi ini mengutuk kekerasan mengatasnamakan agama dan keyakinan yang terjadi di Cileusik Pandeglang dan penyerangan gereja di Temanggung.
Aksi menyalakan seribu lilin ini dimulai mulai pukul 19.30 WIB, Selasa (8/2/2011) di depan kampus B Unai sebagai tanda solidaritas bagi para korban. “Kita sedang melakukan aksi solidaritas dan renungan seribu lilin, karena pada akhir-akhir minggu ini kita merasa bersedih dengan adanya aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama dan keyakinan,” ujar Jafar Hafsah (22), juru bicara FAM Unair. Selain mengadakan aksi dengan menyalakan lilin, para mahasiswa ini juga menuntut agar Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri segera dicabut serta mengusut tuntas para pelaku dan dalang di balik aksi kekerasan yan menimpa Jamaah Ahmadiyah di Padeglang dan pembekaran gereja di Temanggung. “Kita menuntut agar SKB itu segera dicabut dan mengusut tuntas kejadian di Pandeglang dan Temanggung,” lanjutnya. Dalam orasinya mereka menyatakan bahwa pemerintah telah gagal memberikan rasa aman

Sekda Sosialisasikan UU NO.14 THN 2008
Majalengka,Radar Nusantara Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Drs. H. Ade Rachmat Ali, M.Si mensosialisasikan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Jumat (25/02/2011) di Gedung Yudha Karya Abdi Negara. Acara diikuti oleh para camat dan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Majalengka. Acara diawali dengan Laporan Kepala Dishubkominfo Aeron Randi, AP MP.bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi UU No 14 Tahun 2008 ini untuk memberikan penjelasan bagi para pejabat publik mengenai keberadaan Undang-undang tersebut serta memberikan pemahaman tentang kewajiban memberikan akses informasi kepada masyarakat dan memberikan penjelasan tentang informasi apa saja yang boleh dan tidak boleh dipublikasikan kepada publik. Selanjutnya Kepala Dishubkominfo mengatakan bahwa Undang-Undang No 14 tahun 2008 ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Mei 2010. Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Drs. H. Ade Rachmat Ali, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa hadirnya undangundang ini bukan untuk “menelanjangi” badan publik, melainkan untuk melindungi hak publik terhadap informasi yang dibutuhkan. Sekda menjelaskan bahwa salah satu indikator tata kelola pemerintahan yang baik adalah “ layak gugat ” atau akuntabilitas, transparansi, efisiensi dan efektifitas dalam berbagai segi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu Sekda menekankan kepada pejabat publik agar membenahi system dokumentasi dan pelayanan informasi sehingga dapat memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat secara cepat dan tepat sesuai amanat Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tersebut. (Tim)

bagi para pemeluk agama dan kepercayaan dalam menjalankan keyakinan masing-masing. Diakhir acara mereka berdiri dan menyanyikan serta menyerukan agar masyarakat untuk saling menghargai dan saling menghormati antar pemeluk agama dan keyakinan.(0)

Seperti diberitakan, jemaat Ahmadiyah di Pandeglang mengalami penyerang oleh warga yang mengakibatkan tiga orang tewas di tempat. Disusul tadi siang di Temanggung terjadi penyerang gereja dan pembakaran gereja yang dilakukan oleh kelompokkelompok masyarakat. (wanti)

Kapolda, Kaji Pembubaran Ahmadiyah di Jatim
kan, polisi akan mengkaji terlebih dahulu dengan unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida) lainnya. “Ya kita akan kaji di berbagai aspek, seperti aspek hukumnya, bagaimana dampak sosialnya, bagaimana itu, ya harus kita kaji betul-betul,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Badrodin Haiti, kepada wartawan usai menghadiri acara community policing di halaman apel mapolda, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (11/2/2011). Badrodin mengatakan, pihaknya juga akan berdialog diantaranya bersama Gubernur Jatim, Pangdam V/Brawijaya, untuk membahas permasalahn Ahmadiyah di Jatim. “Ini kan bukan hanya inisiatif polda saja, tapi seluruh muspida. Kemarin sudah kita awali, kita berdialog dengan pak gubernur, dan pangdam,” tuturnya. Dalam waktu singkat, kata perwira tinggi dua bintang dipundaknya itu, seluruh muspida akan berkumpul bersama. “Tentu dalam waktu singkat, mungkin kita akan kumpul bersama, kita kaji bersama, apa yang dimaui MUI,” jelasnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, MUI Jatim meminta muspida, agar berdialog membahas pembubaran Ahmadiyah khususnya di Jatim. Menurutnya, Ahmadiyah harus dibubarkan, karena ajarannya melenceng dari aqidah Islam, seperti mengaku masih ada nabi, setelah Nabi Muhammad SAW. (reno)

Oknum Guru Nyambi Penadah Barang Curian
Bandung, Radar NusantaraSeorang guru yang seharusnya memeberikan contoh yang baik terhadap muridmuridnya ternyata jauh apa yang di harapkan, pasalnya oknum guru yang satu ini malah nyambi menjadi penadah barang curian dan akhirnya harus beruurusan dengan yang berwajib. Meski demikian, dihadapan penyidik, sang guru SD kelas IV di SDN Ciasem Congeang, bernama Oma Sukmana (46) ini, tetap berkilah kalau dirinya membeli beberapa unit motor tidak mengetahui bila motor tersebut hasil curian. “Saya tidak tahu kalau motor yang dibawa Asep itu hasil curian, makannya saya beli dengan harga Rp 2 jutaan. Asep juga bilang kalau surat-suratnya menyusul,” tuturnya, di Mapolsek Jatinangor belum lama ini. Guru yang sudah jadi PNS sejak 20 tahun lamanya ini, meskipun menolak disebut sebagai penadah, namun polisi berhasil menemukan tujuh unit motor tanpa ada dokumen resmi kepemilikan di gudang dan rumahnya, yang diduga merupakan hasil curian. Meski menolak dikatakan sebagai penadah, namun dirinya mengaku sudah enam bulan menjalankan bisnis membeli motor yang tidak memiliki surat-suratnya. Kapolres Sumedang, AKBP Nurulloh, melalui Kapolsek Jatinangor, Kompol Sujoto, menyebutkan Oma ditangkap di tempat persembunyiannya. “Oma oknum PNS ditangkap di tempat dia bersembunyi pada malam hari oleh anggota tim khusus dan anggota Polres yang langsung bergerak ke Conggeang karena sudah mengetahui si penadah ini ada disana,” tuturnya. Sujoto menambahkan, beberapa motor hasil curian yang ditampung oleh Oma bukan hanya dari Asep seorang namun masih banyak lagi, dan saat ini masih dalam pengembangan. Bukan hanya itu, beberapa barang bukti saat ini sudah dipindahtangankan ke beberapa orang diantarnya Wahyu dan Otong. (reni)

Surabaya,Radar NusantaraPermintaan pembubaran Ahmadiyah oleh Majelis Ulama In-

donesia (MUI) Jawa Timur mendapat tanggapan Kapolda Jatim. Namun, sebelum dibubar-

Bupati Resmikan Gedung Rawat Inap RSUD Majalengka
Majalengka, Radar Nusantara Bupati Majalengka H. Sutrisno. SE, M,Si meresmikan Gedung Instalasi Rawat Inap RSUD Majalengka pada Senin (21-022011).Dalam peresmian itu,turut hadir Wakil Bupati Dr. H. Karna Sobahi M.MPd, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Unsur Muspida, Sekertaris Daerah Kabupaten Majalengka, Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN / BUMD, OPD, para Kepala Puskesmas, Tokoh Masyarakat, Para Ketua Organisasi Kemasyarakatan. Dalam kesempatan itu, Direktur RSUD Majalengka H. Alimudin, S.Sos. MM, menyampaikan gedung yang direamikan adalah Ruang Perawatan VIP, Ruang Perawatan Penyakit Dalam, Ruang Perawatan Penyakit Syaraf dan Ruang Perawatan Penyakit Bedah. Alimudin menjelaskan bahwa pembangunan gedung tersebut dapat terlaksana atas bantuan APBN dan APBD Provinsi. Bupati Majalengka H. Sutrisno, SE. M.Si dalam sambutannya mengatakan Penambahan gedung rumah sakit adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada Masyarakat. Tidak hanya gedung rum,ah sakit,akan tetapi sarana Kesehatan puskesmas juga akan terus ditingkatkan beserta jaringannya. Sarana ini merupakan Indikator pelayanan terdepan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan. Untuk merealisasikan pembangunannya, Pemerintah akan berupaya mencari sumber dana baik itui dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN. Lebih lanjut Bupati berharap melalui pembangunan Instalasi Rawat Inap RSUD Majalengka ini, pelayanan kepada Masyarakat akan semakin meningkat terutama pelayanan kepada Masyarakat miskin. Bupati berharap agar petugas medis di RSUD Majalengka memperhatikan dan melaksanakan, azas pelayanan publik yang meliputi, transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Prinsip pelayanan yang meliputi : kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, tanggungjawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan, kesopanan, keramahan, serta kenyamanan. Selesai sambutan dilanjutkan dengan penandatanganan lima buah prasati oleh Bupati Majalengka didampingi Ketua DPRD dan Direktur RSUD Majalelengka. Serta peninjauan ruangan, diawali dengan pengguntingan untaian melati dan pembukaan kunci ruang perawatan penyakit dalam, ruang penyakit dalam, ruang perawatan penyakit syaraf dan ruang penyakit bedah. Dengan adanya penambahan ruang rawat inap di RSUD Majalengka,juga menjadi kebanggaaan bagi masyarakat Majalengka. Rahmat Warga Maja merasa bangga dengan sejumlah pembanguanan dirumah Sakit Umum Majalengka seperti Bangunan didepan yang sudah tergolong mewah semoga dengan adanya pembangunan tersebut diikuti dengan pelayanan yang lebih baik dan frofesional. Pemerintah dalam hal ini Bapak Bupati Sutrisno sudah berjuang dan bekerja keras melakukan pembangunan rumah sakit ini, akan tetapi apalah artinya sebuah Rumah Sakit Umum memiliki bagunan yang mewah tetapi tidak disertai pembangunan mental para pejabat dan personil didalamnya. Majunya sebuah Rumah sakit umum tidak dapat diukur dengan percepatan pembangunan gedungnya saja, karena pembangunan gedung tersebut bukan berarti dari hasil pendapatan murni Rumah sakit itu sendiri melainkan bantuan dari pemerintah yang diajukan oleh Bupati, akan tetapi dengan tingginya kepedulian dan baiknya pelayanan menjadi harapan utama masyarakat, profesinalitas dan proporsional pengelolaan juga disertai kejujuran akan meningkatkan PAD untuk pembangunan dan kesejahterana masyrakat Majalengka. (Jogi/SS)

RADAR DAERAH

Minggu ke II Maret 2011

21

Seorang Istri Ketakutan Digrebek Suami Sedang Selingkuh
Malang,Radar NusantaraSepasang insan berlainan jenis sedang berasyik masuk di sebuah kamar sewaan. Namun, ketukan di pintu kamar itu membuyarkan keintiman di kamar berukuran 3×4 meter tersebut. Mereka pun panik.
Lalu ada warga yang cerdik. Asbes plafon itu disodok-sodok dengan kayu. Usaha ini berhasil, karena Rht yang tersodok pantatnya menjerit kaget. Perempuan itu pun dipaksa turun. Beruntung sebelum terjatuh ke lantai, ada warga yang menolongnya. Bersamaan itu, Fr, ditemukan di kamar mandi dan berpakaian lengkap. “Memang mereka sudah berpakaian, namun acak-acakkan, sepertinya asal memakai saja. Rht yang biasanya berjilbab, saat itu tidak,” kata Rd, saat ditemui di Polres Malang, Kamis (24/2) siang. Selanjutnya, Kamis (24/2) siang, kasus itu ditangani penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang. Tak hanya Rfk, yang diperiksa, namun Rht dan Ft juga. Siang itu, Rht dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk divisum. Yang diperiksa pertama adalah Rfk. Selama Rfk diperiksa, sejumlah temannya, yang mengaku ikut melakukan penggerebekan itu menunggu di luar. Mereka menuturkan, rumah tangga Rfk dan Rht itu udah lama retak, dan dalam proses cerai. Mereka juga sudah tak lagi tinggal serumah, di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Sejak itu Rfk tinggal di rumahnya sendirian, sedang istrinya pulang ke orangtuanya. Kompol Badriyah, Kapolsek Gondanglegi tak membantah soal penggerebekan itu. “Tapi soal tuduhan lain-lain, itu bukan hak saya menjelaskan karena kasusnya ditangani polres,” tutur Badriyah, Kamis (24/2). AKP Hartoyo SH SIK, Kasat Reskrim Polres Malang juga belum bisa menjelaskan kelanjutan kasus yang masih disidik itu . Saat diperiksa, Fr, penjual bakso terkenal di Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini, membantah berbuat mesum dengan Rht. Ia berdalih, kedekatannya dengan Rht hanya terkait dengan bisnis bakso yang akan mereka buka bersama. Rht pun setali tiga uang. Ia membantah telah berbuat mesum dengan Fr. Sebaliknya, Rfk bicara blakblakan. Ia mengaku sudah lama mencium aroma perselingkuhan istrinya dengan Fr, yang juga sudah dikenalnya, namun tidak punya bukti. Ia curiga karena istrinya pernah tak pulang lama, hingga rumah tangganya berantakan. Lalu, ia memerintahkan orang memata-matai Rht. Akhirnya, si informan mendapatkan kabar pertemuan Rht dengan Fr yang berujung pada penggerebekan itu .(reno)

Ngutil Susu di Mini Market

Insiden penggerebekan itu berlangsung di Desa Putatkidul, Kecamatan Gondanglegi, Rabu (23/2) sore. Mulanya, Rfk (37) curiga istrinya, Rht (32) berselingkuh. Begitu mendengar dari informannya bahwa sang istri pergi ke suatu tempat, ia pun membuntuti. Bersama temannya, Rd (35), juragan tebu itu membuntuti Rht yang mengendarai Yamaha Mio. Rfk kaget ketika istrinya berhenti di sebuah rumah yang mirip penginapan yang dipetak-petak. Ia makin terkejut, karena di situ juga ada pria lain yang sudah dikenalnya, Fr (33), yang menunggu di atas mobil. Seperti diduga Rfk, begitu memarkir motornya, Rht langsung ikut Fr naik mobil. Fr dan Rht kemudian menuju Kota Malang dan masuk ke sebuah supermarket untuk membeli kasur. Lalu mereka berkendara lagi dan mampir

pasar Bululawang untuk membeli kebutuhan dapur. Sekitar pukul 15.30 WIB, pasangan itu kembali lagi ke rumah sewaan. Sedangkan Rfk langsung melapor ke Polsek Gondanglegi, sementara Rd ditinggal di situ untuk mengawasi. Begitu warga setempat sudah berkumpul, Rfk bersama petugas langsung menggerebeknya. Namun, sebelum masuk, mereka mengetuk dulu pintu kamar itu. Karena tak ada jawaban, mereka pun mendobraknya. Ketika pintu terbuka, mereka tidak mendapati siapa pun di dalamnya. Mereka sempat merasa kecele. Namun, Rd meyakinkan bahwa baik Rht atau Fr tidak terlihat keluar dari kamar itu. Kecurigaan warga pun mengarah ke lubang di plafon dan menduga ada orang bersembunyi di atasnya, meski di situ tidak ada tangga untuk memanjat.

Medan,Radar NusantaraBerdalih tidak memiliki uang untuk beli susu anaknya, janda beranak tiga ini terpaksa mengutil susu di supermaket Sony yang berada di Jalan Bhayangkara, Medan Tembung, Selasa (22/2) sekira pukul 16.30. Akibat perbuatannya itu, janda yang diketahui berinisial SKN, 42, warga Jalan Titi Kuning No.1 A, Medan Johor, kini mendekam dalam sel Polsekta Percut Seituan. Kepada petugas, SKN mengaku nekad mencuri susu tersebut karena tak punya uang untuk belanja kebutuhan hidup lainnya. “Aku sudah janda. Anakku tiga, anakku butuh susu, jadi kuambil saja susu tersebut,” tutur Sri sembari menangis tersedu-sedu menyesali perbuatannya. Saat diinterogasi polisi, wanita tersebut lebih banyak menangis dan tak mau menjawab pertanyaan petugas. Selanjutnya, petugas Polsekta Percut Seituan menjebloskan wanita tersebut ke dalam sel. Aksi pencurian yang dilakukan SKN pertama kali diketahui oleh Rury Prawis, pegawai supermarket. Saat itu pelaku diketahui sedang memasukan tiga kaleng susu Child Kid yang berukuran 800 Gram ke dalam tas hitam miliknya. “Saat itu saya sedang melayani pembeli, namun disaat hendak mengembalikan uang kepada pembeli lainnya, saya melihat pelaku sedang memasukan susu tersebut ke dalam tas,” ujar Rury. (ms)

R.Deden Ramdani Siap Majukan Desanya
Majalengka, Radar NusantaraBulan Maret merupakan sebuah waktu penantian yang bersejarah bagi masyarakat Ujungberung Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka terlebih bagi keluarga dan pendukung R.Deden Ramdani Calon Kepala Desa Ujungberung. Baliho Besar tampak jelas memasuki desa Pariwisata tersebut tak ubahnya sedang terjadi Pemilihan Umum dan mengingatkan kita pada pemilihan Presiden atau Pemilu Legislatif. Dua calon kepala desa yang akan bertarung pada pertengahan maret ini menuju kepala desa Ujungberung periode 2011-2017. Beranjak dari wawasan berorganisasi ditingkat kabupaten serta pengetahuan dalam rangka mengembangkan pembangunan, Deden berniat dengan tulus untuk membangun desanya dengan segala kemampuan dan daya berpikir yang tinggi.Hal ini telah dibuktikanya setelah sukses merintis dan menghantar desanya sebagai Tempat wisata terpopuler saat ini di kota Remaja Majalengka yang dikenal dengan Kolam Renang Tirta Indah menjadi kebanggaan masyarakat Majalengka. Tidak ada kata lain yang muncul dari hati sanubari Raden Deden yang diungkapkan kepada Radar Nusantara selain memajukan desanya yang sangat ia cinan aparat, Lemahnya keuangan desa serta Rendahnya partisipasi masyarakat menyakinkannya telah mampu menjawab pemasalahan tersebut. Desa yang masih kategori miskin, bengkok yang sedikit dibanding desa lain tidak mengecilkan hati Deden untuk tetap memajukan desa ujungberung bahkan akan lebih maju dari desa lain diwilayah kecamatan sindangwangi khususnya majalengka pada umumnya, berbatasan dengan wilayah cirebon dan kuningan yang memungkinkan desa ujungberung sebagai kunjungan wisata paling layak dikabupaten majalengka yang semuanya akan terangkum dalam pengembangan potensi daerah secara profesional dan proporsional. Ayah dari tiga anak dan satu cucu ini diyakini oleh warga telah melakukan terobosan dan paradigma baru dalam konsep pemilihan kepala desa dikecamatan sindangwangi, Deden dengan gamblang menyebutkan hindari gaya memilih karena hubungan saudara dan pendekatan pinansial akan tetapi memilih dengan niat dan harapan terhadap orang yang dianggap mampu membangun Desanya demi kemakmuran warga untuk enam tahun kedepan. Menurut Enok Kurniasih Suami yang sungguh ia cintai ini yakin akan mampu memajukan desanya dan akan ditunjang oleh istri yang akan setia melayani masyarakat, dengan berbagai pengalaman dan wawasanya yang telah dibuktikanya selama berumah tangga. Enok kurniasih dengan hati yang iklas dan mendoakan suaminya akan berhasil menggapai harapanya. Sedangkan menurut khoerudin,Amd yakin R.Deden Hamdani akan menang dan telah siap memimpin Desa Ujungberung, konsep kepemimpinan yang akan dilakukan calonya benarbenar ramah dan bermartabat demi kemaslahatan segenap warga Desa Ujungberung. Selama kepemimpinanya kelak akan bekerjasama secara harmonis dengan lembaga desa yang ada dan tetap bekerja sama dengan mantan Kepala desa dan tokoh masyarakat. Sedangkan ketingkat kabupaten dan pusat terutama bapak Bupati H.Sutirno, SE.Msi sudah tidak diragukan lagi karena kemampuanya dibidang tersebut sudah terbukti dalam berpartisipasi membangun Desa Ujungberung. Diakhir pertemuannya dengan Radar Nusantara R.Deden Hamdani menyampaikan dengan tegas DitanganKU, DesaKU Harus Maju, saya ingin mengukir nama dengan Tinta Emas kelak akan dikenang masyarakat dengan pepatah Orang tua terdahulu tinggalkan nama yang Baik dan Harum jika mati nanti karena Gajah mati meninggalkan gading,harimau meninggalkan belang dan kita mati meninggalkan nama, Tak ada gading yang tak retak tak ada kesempurnaan diri saya pasti banyak kekurangan dan kelemahan mohon dimaafkan. (SS,Jogi)

Sumut Siap Laksanakan Program Persalinan Gratis
Medan, Radar nusantaraDinas Kesehatan Sumatera Utara siap melaksanakan program Menteri Kesehatan tentang biaya persalinan gratis yang tertuang dalam Jaminan Persalinan Gratis. Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dr Chandra Syafei, di Medan baru-baru ini mengatakan, menindaklanjuti program Menkes tentang Jaminan Persalinan (Jampersal), pihaknya siap melaksanakannya karena hal itu merupakan tanggungan pemerintah. “Kita siap melaksanakan program itu, tapi belum mengetahui kapan program itu terealisasi. Saat ini kita sedang menunggu SK dari Menkes,” katanya. Di Sumut, katanya, ada sekitar 42 RSUD dan 500 lebih puskesmas yang siap menjalankan program persalinan gratis tersebut. Ia juga berharap program Menkes tersebut benar-benar dapat dijalankan sesuai prosedur. “Berdasarkan program Menkes, biaya persalinan khusus digratiskan di kelas 3 RSUD untuk seluruh pasien bersalin. Artinya siapa pun bisa saja masuk dalam program Jampersal itu,” katanya. Selain itu, lanjut dia, sesuai yang diprogramkan Menkes bahwa program pelayanan persalinan gratis itu hanya berlaku untuk dua anak pertama saja, sedangkan untuk anak ketiga dan seterusnya akan dikenakan biaya. “Program ini untuk menekan angka persalinan di Indonesia, sekaligus menggalakkan kembali program Keluarga Berencana (KB),” katanya. Kepala Seksi Advokasi,Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Sumut, Anthoni, mengatakan, program tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pertumbuhan penduduk yang sejauh ini sudah meningkat. Di Sumut saja jumlah penduduk sepanjang 2010 mencapai 12,9 Juta dengan laju pertumbuhan penduduknya 1,11 persen. Keterlibatan BKKBN Sumut dalam program itu hanya sebatas memberikan pelayanan. (ms)

tai, dengan penuh kesadaran menghayati Pemerintahan Desa sebagai ujung tombak pemerintah yang seharusnya menjadi Garda Terdepan dalam mewujudkan cita-cita mulia masyarakat. Bertitik tolak dari niat tersebut suami tercintah Enok Kurniasi ini memutuskan untuk ikut pencalonan kepala desa ujungberung dengan restu dari tokoh masyarakat dan orang-orang yang tercinta disekitarnya. Rencana, harapan dan sejumlah program dituangkan dalam pemaparan visi-misi yang telah disajikan untuk dicermati para peserta pemilu didesanya yang jumlahnya kurang lebih 2224 jiwa, diawali dengan permasalahan yang masih terjadi dijadikan sebagai issu stategis yang menghambat desanya untuk maju diantaranya,Tingginya angka kemiskinan,Rendahnya SDM ditingkat pengelola desa,Belum oftimalnya pelayan-

RADAR RAGAM

Minggu ke II Maret 2011

22

Anti Anarki Salah Kaprah
Jakarta, Radar NusantaraLangkah Polri membentuk Detasemen Anti Anarki untuk menanggulangi aksi anarki massa terlalu reaktif dan salah kaprah. The Indonesian Human Right Monitor atau Imparsial menilai pembentukan detasemen itu adalah bagian dari beberapa faktor kelemahan Polri. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti di Jakarta, Kamis (3/3). Menurut Poengky, pembentukan Detasemen Anti Anarki tidak diperlukan. Pasalnya Polri telah dilengkapi kesatuan-kesatuan tersendiri yang dapat digunakan untuk mengamankan aksi massa, seperti Sabhara, Samapta, Brimob maupun intelijen kepolisian. “Apabila seluruh kesatuan itu bisa bekerja secara efektif, maka penanggulangan aksi massa bisa berjalan dengan efektif.” Kasus kerusuhan yang terjadi di Cikeusik, Banten dan Temanggung, Jawa Tengah disebabkan tiga faktor atas kelemahan Polri. Pertama cara pandang aparat polisi maupun lembaga negara lain dalam melihat persoalan perbedaan pandangan dalam beragama dan berkeyakinan, khususnya dalam kasus Ahmadiyah. “Di sebagian lembaga negara masih memandang Ahmadiyah sebagai musuh sehingga pantas dibubarkan.” Poengky juga mengungkapkan, cara pandang itu menyebabkan polisi membiarkan kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan. Kedua, fungsi intelijen dalam mendeteksi jumlah kekuatan massa yang akan menyerang sangat lemah. Kelemahan itu menyebakan tindakan antisipatif di lapangan menjadi terbatas. “Pasukan yang dikerahkan tidak sebanding dengan massa yang menyerang.” Kelemahan ketiga dinilai Imparsial perlengkapan khusus dalam penanggulangan aksi massa masih terbatas seperti water canon dan peralatan khusus lain. “Mestinya Polri lebih memperkuat fungsi preventif melalui penguatan kapasitas intelijen yang dimiliki serta memaksimalkan konsep community policing yang telah dimiliki kepolisian,” ujar Poengky. Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar, tim yang melaksanakan Prosedur Tetap atau Protap penanggulangan anarki bukan berbentuk Detasemen. Namun, tim adalah satuan tugas (Satgas) yang menekankan pada peningkatan kualitas personel. “Ini tidak ada struktur baru, seperti struktur yang pernah ada. Ini lebih pada peningkatan kualitas. Jadi pada satuan itu nanti ada orang tertentu yang ditugaskan untuk melaksanakan protap 01. Nanti dia akan diberi pelatihan,” ungkap Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/3). Pernyataan Boy meralat keterangan yang disampaikan Kepala Polri Jenderal Polisi Timur Pradopo. Timur mengatakan saat ini Polri sedang menyiapkan Detasemen Anti-Anarki sebagai implementasi atas Prosedur Tetap Nomor 01/X/ 2010. Protap disusun Kapolri sebelumnya Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri [baca: Detasemen Penanggulangan Anarkis di Bawah Naungan Polri. Boy menambahkan Satgas AntiAnarki ini akan berada di bawah naungan Satuan Brimob atau Samapta. Selain itu, tambah Boy, tak ada anggaran baru dalam satuan penanggulangan tindakan anarkisme ini. “Kalau anggaran operasional itu kan sudah tersedia. Apakah itu dalam Brimob atau Sabhara, itu sudah melekat di satuan-satuan itu, yang sudah memiliki anggaran tersendiri,” tutur Boy. Pada praktiknya, Boy menuturkan, ada dua kondisi yang akan ditangani Satgas Anti-Anarkis yakni yang bersifat eskalatif dan sporadis. (tampu)

RADAR RAGAM

Minggu ke II Maret 2011

23

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam 2011-2016 Dilantik
Batam Reaksi NasionalPelaksanaan pemilihan umum kepala daerah ( Pemilukada ) wali kota – Wakil Wali Kota Batam Periode 2011- 2016 berlangsung Lancar dan tertip .pemilihan umum yang dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2011 yang berlangsung sukses tersebut tentunya tidak terlepas dari peran masyarakat kota Batam, setelah melalui proses penghitungan suara yang di lakukan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) dari Lima Kandidat atau calon pasangan wali kota dan Wakil Kota Batam terpilih pasangan Drs. Ahmad Dahlan dan Rudi SE sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam lima tahun yang akan datang sehingga pada hari selasa ( 1/3 ) gubernur provinsi Kepri H.M Sani melantik pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Drs .Ahmad Dahlan dan Rudi SE sebagai Pemimpin Lima Tahun Mendatang oleh Gubernur H.M Sani. Atas suksesnya pelaksanaan Pemilukada Kota Batam tidak lupa Wali Kota Batam Menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh komponen masyarakat Batam yang telah berpatisipasi dalam pelaksanaan Pemilukada 2011 – 2016.Selanjudnya .Wali Kota Batam Juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU kota Batam yang telah bertugas menyelenggarakan pelaksaan Pemilukada mulai dari tahap awal sampai penetapan hasil Pemilukada tersebut.pada kesempatan itu wali kota juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pemilukada mulai dari penetapan Daftar pemilih Tetap ( DPT ),pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan ( PPS ),pelantikan anggota kelompok penyelenggara Pemungutan Suara (KPKS) hingga serangkaian tahapan laianya dalam Pelaksanaan Pemilukada yang baru saja selesai. Selain kepada KPU,ucapan terima kasih juga disampaikan pada pihak Kepolisisn yang telah berperan dalam mengamankan pelaksaan Pemilukada hingga Pemilukada dapat berjalan dengan aman.kita juga mengetahui peran dari pihak kepolisian dalam melaksanakan Pemilukada sangat besar untuk mengamankan pelaksanaan Pemilukada. Akhirnya,atas partisipasi masyarakat Batam yang turut mengsukseskan Pemilukda maka melalui sidang pleno pada Sabtu ( 8/1) KPU kota batam menetapkan Drs.Ahmad Dahlan dan Rudi SE sebagai pasangan calon terpilih berdasarkan SK KPUD kota Batam Nomor.04/ Kpts/KPU-Batam-031.436735/1/2011. Dengan Visi “Mewujudkan Batam menuju Bandar Dunia yang Madani dan menjadi lokomotif pertumbuhan Ekonomi Nasional “,kami akan memimpin Batam selama lima tahun kedepan. tentunya, untuk mencapai Visi tersebut kami menguraikan dalam enam misi dan untuk mencapi visi dan misi tersebut tentunya diperlukan dukungna dari seluru stake holder dari masyarakat kota Batam. untuk itumarilah kita bersama-sama mengembangkan kota batam yang kita cintai ini sebagai kota yang kita cintai ini sebagai kota Industri, Perdagangan, Pariwisata, Pelautan dan alih Kapal yang mempunyai akses kepasar Global dalam suatu sistem tata ruang terpadu yang di dukung oleh Infrastruktur. System Transportasi, System Teknologi Impormasi ( IT ) dan penataan linkkungan kota yang bersih, sehat, hijau dan nyaman seperti apa yang kita harapkan bersama-sama sehingga kota Batam tercipta sebagai Lokomotif bisa menjadi pertumbuhan Ekonomi ditingkat Nasional. (Frees)

Photo Rudi SE dan Ir.Ria Saptarika Wakil Wali Kota Batam yang baru kiri dan mantan Wakil Wali Kota kanan memakai Peci dan Jas

PhotoGubernur Kepri H M Sani saat melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota batam periode 2011 - 2016

Photo Wali Kota Batam,Gubernur Provinsi Kepri dan Ketua DPRD Kota Batam

Photo Bersama Walikota Batam dan Wakil Wali Kota Batam Rudi SE dan Wakil Wali Kota Yang lama Ir.Ria Saptarika

Photo bersama Wali Wakil Gubernur Provinsi Kepri H M Surya SH.MH bersama Ketum Partai Demokrat Anash Ubaningrum berkaca mata berpakaian batik lengan panjang

Wali Kota Batam kiri dan Gubernur Kepri H M Sani Kanan

Photo bersama Wali Kota Batam dan Gubernur Provinsi Kepri,ketua DPRD Kota Batam dan Jajaranya

VISI DAN MISI WALI KOTA DAN WAKIL WALI KOTA BATAM 2011 - 2016 “Mewujudkan Batam Menuju Bandar Dunia yang Madani dan menjadi Lokomotif pertumbuhan Ekonomi Nasinal. Batam Reaksi Nasional1. Mengembangkan kota batam sebagai pusat pembanggunan pusat Industri,Perdagangan,Pariwisata,kelautan dan alih Kapal yang memiliki akses kepasar Global dalam suatu sistem tata ruang terpadu yang didukung oleh Imfrastruktur system Tranportasi,System Teknologi Impormasi dan Penataan ingkungan kota yang besih,sehat,hijau dan nyaman,sehingga terciptanya Batam sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional. 2. Meningkatkan pertumbuhan Ekonomi melalui Fasilitas pengembangan dan pembinaan usaha mikro kecil dan menenga ( UKM ),Koperasi dan Investasi yang didukung oleh iklim atau situasi usaha yang kondusif berlandaskan supermasih Hukum. 3. Meningkatkan kesejahtraan Masyarakat Interland dan masyarakat miskin melakukan penyedia pasilitas Infrastruktur dasar,penataan dan pembinaan usaha sektok Impormal serta penanggulangan masala sosial. 4. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang sehat,menguasai Iptek dan pembuatan Imtaq melalui peningkatan dan pemerataan pelayanan Pendidikan dan pelaksaan kesehatan yang terjangkau bagi masyrakat serta pembinaan kepemudaan dan olaraga. 5. Mengali,mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai seni budaya melayu dan budaya daera lainya,serta mengembangkan kehidupan kemasyrakatan yang harmonis,bertolerasi dan berbudi pekerti. 6. Mengujudkan pelaksaan pemerinta yang baik,bersih dan berwibawa.

Photo Wali Kota Bata dan Wakil Wali Kota Batam Saat Menerima Sumpah Jabatan

Photo ketua DPRD Surya Sardi dan Wakil Ketua 1 Ruslan Kasbulantov DPRD Kota Batam

Polri Imbau Nurdin Melapor Bila Ada Ancaman
Jakarta, Radar NusantaraKepolisian RI mengimbau Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat bila ada menerima ancaman. “Kita mengimbau kepada Bapak Nurdin Halid, kalo memang ada hal-hal yang dirasakan mengancam, untuk segera dilaporkan kepada kita dan akan dipantau terus,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis. Pada prinsipnya siapapun semua warga negara apabila merasa mendapat ancaman, teror, intimidasi, tentunya dapat menyampaikan laporan kepada pihak kepolisian, ujarnya. “Laporan dapat dilakukan di tingkat polres, polda dan Mabes Polri, jadi kita menunggu untuk mendapat keterangan lebih lanjut terkait adanya ancaman-ancaman,” kata Boy. Kabag Penum mengatakan bahwa pada prinsipnya kepolisian sesuai dengan kewajibannya akan memberikan perlindungan, pelayanan dan penegakan hukum terkait kemungkinan adanya gangguan-gangguan kepada setiap warga negara. “Sepanjang sepengetahuan kami, sampai hari ini secara resmi belum ada, kita masih mendengar pemberitaan,” kata Boy. Hal tersebut terkait, pernyataan Nurdin yang meminta perlindungan dari Komisi X DPR RI karena dirinya dan keluarga terancam akan dibunuh terkait kemelut yang melanda PSSI menjelang dilangsungkan Kongres PSSI. Nurdin menyampaikan Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dipimpin oleh Ketua komisi X Mahyudin (FPD) di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (1/3). Nurdin mengaku siap mengungkap tabir tersebut asal dirinya memperoleh perlindungan dari Komisi X yang membidangi olahraga dan pendidikan. Nurdin siap menyebutkan nama pejabat negara atau menteri yang mengancam akan membunuhnya. Ancaman itu disampaikan melalui pesan singkat dan telepon. “Jiwa saya terancam akan dibunuh. Saya dan keluarga juga terima sms akan dibunuh, demikian beberapa pengurus PSSI daerah juga diancam akan dibunuh,” ujar Nurdin Halid dengan mata berkaca-kaca didampingi Sekjen PSSI Noegraha Besoes dan seluruh jajaran pengurus PSSI. Nurdin juga mengaku siap mengungkap identitas para pengancamnya yang diduga berasal dari pejabat negara maupun menteri, asal dirinya memperoleh perlindungan dari DPR. “Saya siap buka-bukaan asal DPR mau melindungi saya. Saya minta jaminan. Apa pun saya siap buka. Siapa menteri yang ancam saya, akan saya buka! Siapa pejabat tinggi yang ancam saya, akan saya buka! Saya akan buka semua, kapan ancaman itu, hari apa jam berapa saya buka! Soal hidup saya serahkan ke Allah SWT,” ujar Nurdin. Pernyataan Nurdin tersebut mengundang respon beberapa anggota Komisi X DPR untuk melanjutkan RDPU tersebut dengan rapat tertutup, karena membahas terancamnya jiwa Nurdin Halid. “Saya tersentak. Kita harus hatihati soal ini. Saya khawatir yang terjadi sudah keluar dari substansi. Saya usulkan untuk bicara dalam rapat tertutup,” katanya. (tampu

Pemimpin yang Amanah Adil dan Bijaksana
Minggu ke II Maret 2011 DR. H. Sa’duddin, MM Bupati Bekasi

AGUSSAHIMAN ,SH SEKERTARIS DAERAH KOTA BATAM
Drs.H.NURMAN,M.Si
Sekretaris DPRD Kota Batam

H.MAZZ ISMAIL,SIP,M.Si
Asisten Administrasi Umum

DR.Ir.WAN DARUSSAALAM,M.Sc
Kepala Bappeda Kota Batam

Drs.HARTOJO,M.Si
Kepala Inspektorat Daerah

Ir.DENDI N PURNOMO
Kepala Bagian BAPELDAL

Drs.PIRMA MARPAUNG
Kepala Badan Penanaman Modal

RAJA MUCHSIN,SE
Kepala Badan Kominfo

FIRMANSYAH,S.Sos,M.Si
Kepala Badan Kepegawaian & Diklat

Drs.BURALIMAR,M.Si
Kepala Badan Pertanahan

Drs.ZULHENDRI,M.Si
Kepala Badan Kesbang Polismnas

Dra.Hj.NURMADIAH,M.Pd
Kepala Badan Pemerdayaan & KB

Drs.MUSLIM BIDIN,MM
Kepala Dinas Pendidikan

drg.CHANDRA RIZAL
Kepala Dinas Kesehatan

RAJA SUPRI,S.Sos
Kepala Dinas Pendapatan

GUNTUR SAKTI,S.Sos,M.Si
Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan

RUDI SAKYAKIRTI,SH,MH
Kepala Dinas Tenaga Kerja

Drs.H.M.SJAHIR,M.Si
Kepala Dinas Sosial & Pemakaman

Drs.SADRI KHARUDIN,MM
Kepala Dinas Kependudukan& Capil

Drs.H.AZWAN,M.Si AHMAD HIJAZI,SE,M.Si
Kepala Dinas Perindag & ESDM

dra.SUHARTINI,MM GINTOYONO,BE,SE,MM
Kepala Dinas Tata Kota

Kepala Dinas Kebersihan & Pertamanan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan

PEBRIALIN,SE,M.Si
Kepala Dinas PMP-K dan UKM

H.MAZZ ISMAIL,SIP.M.Si
Plt.Kepala Dinas Perhubungan

Ir.YUMASNUR,MT
Kepala Dinas Pekerjaan Umum

ZULHELMI,AMP
Kepala Kantor Satpol PP

Drs.AUNAR KARIMSU
Kepala Kantor Perpustakaan & Arsip

Drs.JEFRIDIN,M.Pd
Kepala Kantor Pemuda & Olah Raga

Drs.AZMAN,MP
Kepala Kantor Pemadam Kebakaran

Drs.YUSFA HENDRI,M.Si
Kepala Bagian Humas

SALIM,S.Sos
Kepala Bagian Kesra

RUSLAN,SE,MM
CAMAT BULANG

KHAIRULLAH,SE
Kepala Bagian Keuangan

R.KAMRULZAMAN,SE
Kepala Bagian Perlengkapan & Aset

Drs.ISMET DJOHAR,M.Si
Kepala Bagian Bina Program

DASRUL AZWIR,AMP,SE
Kepala Bagian Umum

Drs.HERIMAN.hk
Kepala Bagian Tata Pemerintahan

AMSAKAR ACHMAD,S.Sos,M.Si
Kepala Bagian Organisasi & Tata Laksana

DECE AWIDA RIA,AMP,SE
Kepala Bagian Perekonomian

ASPAWI NANGALI,S.Sos
Kepala Bagian Protokol

DEMI HASFINULNASUTION, SH, M.Si
Kepala Bagian Hukum

HENDRI,S.Sos
Camat Batu Ampar

UMIYATI,SE
CAMAT BENGKONG

ALWI,AR,SE
CAMAT NONGSA

ASRIL ARIEF,S.Sos
CAMAT BATAM KOTA

RUDOLPH,SE
Camat Lubuk Baja

MARDANIS,AMP,SE
CAMAT SEI BEDUK

NURULISWAHYUNI,AMP,SE
CAMAT SEKUPANG

ZULKIFLI,AMP,SE
CAMAT SAGULUNG

Drs.AHMAD ARFAN,M.Si
CAMAT BATU AJI

HARYONO,BA
Camat Belakang Padang

Drs.LEO PUTRA,AP,M.Si
Camat Galang

Dapatkan di Mall-mall Terdekat di Kota Anda

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->