Anda di halaman 1dari 3

Menu Makanan Yang Baik

1. 80%-90% Makanan Nabati 50% biji-bijian utuh contoh biji-bijian dengan kandungan nutrisi tinggi: beras coklat, natto, beras merah, pasta dari gandum utuh, jelai, sereal, roti gandum utuh, polong-polongan seperti kacang kedelai, kacang merah, kacang garbanzo, lentil, kacang pinto, kacang dara, kacang hitam, putih, dan merah. 30% sayuran hijau dan kuning, sayuran laut, wortel, tomat, serta umbi-umbian (contoh umbi: kentang, ubi jalar dan bit), dll. 5-10% buah-buahan 2. 10-20% Makanan Hewani Ikan jenis apa pun, lebh disarankan ikan kecil / sedang karena ikan yg lebih besar mengandung merkuri. Unggas: ayam, bebek (sedikit saja) Sapi & kambing (dibatasi) Telur (max 2 butir per hari) Susu kedelai, keju kedelai, susu beras, susu almond, susu sapi segar (sangat tidak disarankan susu bubuk formula atau susu kental manis)

Menu Makanan Tambahan


Teh herbal Rumput laut Bee pollen Propolis Madu royal jelly Jintan hitam Kurma (cari kurma yg kering karena kurma yg basah/lengket itu sudah dikasih campuran gula, pengawet, dsb) Suplemen multivitamin alami

Makanan dan Bahan Yang Dihindari / Dibatasi


Produk-produk susu, seperti susu formula, keju yogurt, kecuali susu sapi segar (bisa juga susu cair yang low fat) Coklat (hati-hati kebanyakan coklat yang dijual itu coklat yang sudah byk campurannya, kalau dark coklat / coklat asli malah dianjurkan) Teh hijau & teh hitam (batasi hanya 1-2 cangkir per hari) Kopi (batasi hanya 1-2 cangkir per hari) Makanan yang manis-manis dan gula Alkohol Lemak dan minyak Garam meja biasa (pakai garam laut aja yang mengandung mineral)

Catatan Penting
Berhentilah makan dan minum 4-5 jam sebelum tidur. Kunyahlah setiap suap 30-50 kali. Makanlah sedikit tapi sering dan berhentilah sewaktu/sebelum kenyang. Misal pola makan harian 3x makan 1 porsi sehari. Rubahlah pola makan menjadi 6x makan 1/2 porsi sehari. Tujuannya untuk meningkatkan metabolisme. Usahakan tidak makan / minum 4 jam sebelum tidur. Kalau lapar / haus, bisa makan buah (buah cepat dicerna) 1 jam sebelum tidur. Kalau haus, bisa minum 1 gelas air putih 1 jam sebelum tidur. Untuk menghindari makan di malam hari: tidurlah lebih cepat (max jam 10 malam), lalu bangun pagi (sekitar jam 3-5 pagi). Lakukan tidur siang singkat max 30 menit. Tidak disarankan terlalu lama karena cuma untuk menyegarkan pikiran dan tubuh, terlalu lama membuat tubuh menjadi malas/lemas. Kebanyakan produk laut itu sehat, tapi harganya juga kurang bersahabat. Solusinya bisa konsumsi ikan-ikan air tawar. Jangan makan makanan yang membuat alergi. Carilah makanan alternatifnya yang memiliki asupan gizi yang sama. Semua makanan yang disebutkan tidak harus dikonsumsi semua. Ini cuma list contoh makanan, bahan makanan, dan pola makan yang sehat.

Pernafasan, Sholat (untuk yang beragama Islam), dan Olah raga


Lakukan gerakan sholat dengan baik dan benar (dg kata lain: dirikanlah sholat) Berpikiran positif Kenakan pakaian longgar yang tidak menyesakkan nafas. Dengar dan rasakan tubuh Anda sendiri dan perlalukan diri Anda secara baik. Setelah sholat subuh, lakukan terapi pernafasan di ruangan terbuka yang tidak banyak polusi (tidak banyak mobil/motor lewat): tarik nafas dalam-dalam melalui hidung. Nikamati setiap tarikan dan hembusan nafas seolah-olah oksigen memenuhi paru-paru dan menyebar ke seluruh tubuh. Buanglah nafas melalui mulut. Membuang nafas harus 2x lebih panjang daripada waktu menarik nafas. Ini sangat penting karena menarik nafas dalam-dalam melalui hidung membantu menyingkirkan racun dan radikal bebas dari dalam tubuh.

Kebahagiaan dan Cinta


Kebahagiaan dan cinta akan meningkatkan faktor enzim tubuh terkadang bisa menimbulkan efek yang ajaib (bisa baca "The Secret Life of Water" untuk pemahaman seberapa penting kebahagiaan itu). Luangkan waktu setiap hari untuk sikap menghargai Mengaji dan mengkaji Al Qur'an setidaknya 1 jam sehari Rileks dan jangan dijadikan beban, pikiran dapat menimbulkan dampak nyata yang beragam bagi tubuh. Hiduplah dengan penuh gairah dan hadapi hidup, pekerjaanm dan orang-orang yang Anda cintai dengan sepenuh hati.

Tips Membersihkan Buah & Sayur Dari Pestisida


Buah dan sayur byk yg terkena pestisida karena memang ketika ditanam itu pake pestisida buat membersihkan dari hama. Residu pestisida dalam buah dan sayur memang tidak bisa dihilangkan 100%, tapi setidaknya bisa dikurangi. Nah, ini ada tips utk membersihkan dari pestisida: 1. Cuci dengan air mengalir. Cara ini dapat mengurangi 20%-70% residu pestisida yang menempel, tergantung jenis pestisidanya. o Cuci bagian-bagian tanaman dengan detil, misalnya pada lipatan halus, tangkai bayam, serta gumpalan kuntum bunga kol dan brokoli. o Cuci dengan air mengalir. Tidak disarankan mencuci dengan direndam, karena racun yang telah larut dapat menempel kembali pada sayur dan buah. Sayangnya, pestisida sistemik, yaitu pestisida yang masuk melalui tanah, air atau udara lalu menyebar ke seluruh jaringan tanaman dan mengendap di daun atau bagian lain tanaman, tidak dapat hilang hanya dengan pencucian. 2. Cuci dengan sabun khusus food grade. Misalnya, Pigeon Liquid cleanser, Mama Lemon, Morning Fresh dan Sleek. Cara ini dapat mengurangi residu yang menempel, terutama jika pada kulit masih terdapat lilin (parafin) atau minyak yang menyerap partikel pestisida. Lapisan parafin yang tampak mengkilat ini dimaksudkan untuk mengurangi penguapan sehingga buah tidak cepat keriput. Setelah dicuci dengan sabun, sayur dan buah harus dibilas dengan baik agar tidak ada sisa sabun yang tertinggal. 3. Untuk menghilangkan lapisan lilin juga bisa dengan dicuci dengan air hangat yang dicampur garam dan air lemon atau cuka (ini cara alternatif dari cara no.2). 4. Kupas kulit buah. Ini cara efektif menurunkan residu pestisida, jika kulit tersebut mampu menghambat pemindahan tempat atau translokasi zat racun ke jaringan lainnya. o Kupas kulit buah dengan pisau jangan digigit dengan gigi. o Tanaman umbi-umbian, seperti kentang, bawang, dan ubi juga perlu dikupas karena pestisida dapat masuk melalui tanah. 5. Buang lapisan luar sayur. Jangan segan membuang lapisan terluar dari sayuran yang berlapislapis, seperti selada, kol, dan sawi. Bagian terluar ini paling banyak terpapar pestisida. 6. Rendam dengan air panas. Agar aman makan sayuran mentah adalah dengan teknik blansir, yaitu mencelupkan bahan selama beberapa saat (sekitar 5 menit) ke dalam air mendidih, kemudian segera rendam sebentar dengan air dingin yang fungsinya menghentikan proses pemanasan. Cara ini biasanya untuk sawi, kubis, bayam, kacang panjang, wortel, pare, dan labu siam. Lama waktu blansir ditentukan oleh teksture bahan mentahnya. Makanya, blansir sebaiknya dilakukan masing-masing sayuran, tidak boleh dicampur. Dan masih dalam keadaan utuh, setelah proses blansir barulah sayuran dipotong-potong. Cara ini efektif menurunkan residu 38%-97%, karena terjadi pelepasan dan penguraian pestisida ke dalam air dan uap air. 7. Rebus sayuran. Seperti halnya merendam dengan air panas, cara ini menurunkan residu pada sayuran jauh lebih rendah daripada bahan mentahnya, termasuk residu pestisida sistemik. Kalau ga mau repot dan pengennya aman aja, bisa beli buah dan sayur organik. Tapi harganya lebih mahal dibanding buah dan sayur yg pada umumnya dijual di pasaran.