Anda di halaman 1dari 4

MEMBACA PARAGRAF 1.1 Arti Paragraf - Paragraf pada dasarnya miniatur sebuah karangan.

Kalau sebuah karangan mempunyai tujuan yang dinyatakan dalam sebuah tesis, paragraf mempuyai tujuan yang dinyatakan dalam kaliamat topik dan mempunyai struktur yang jelas (Sadiyah,2007:114). -Paragraf dapat diartikan sebagai kelompok kalimat yang memaparkan suatu bagian dari suatu pokok pembicaraan (Abdullah Faridan, 2007:2). -Satuan pengenbangan terkecil dari satuan karangan (D.P. Tampubolon,1987:85). Sebagai satuan terkecil, paragraf-paragraf mengandung suatu pikiran pokok. - Pikiran pokok inilah yang dikembangkan dalam arti dijabarkan oleh kalimat-kalimat yang membentuk paragraf. - pikiran pokok dimaksud juga berhubungan dengan pokok pikiran dalam paragraf lainnya dari karangan yang bersangkutan. -Berdasarkan kedua hal tersebut inilah maka paragraf juga dikatakan sebagai satuan pengembangan. Dari segi arti yang terkandung di dalamnya, kalimat-kalimat yang membentuk suatu paragraf umumnya dapat dibagi atas dua jenis, yaitu: 1. kalimat topik 2. kalimat jabaran -Kalmat topik mengandung pikiran pokok paragraf. -Kalimat-kalimat jabaran mengandung isi yang merupakan jabaran dari pikiran pokok. -Kaliamat jabaran selain berkaitan satu sama lain juga berkaitan erat dengan kalimat topik (koherensi) Samsuddin menyebutkan dengan kohesi. -Pikiran pokok paragraf biasanya terkandung dalam kalimat pertama (deduktif) atau kaliamat terakhir dari paragraf itu (induktif). -Kalimat pertama atau kaliamt terakhir dimaksud ini adalah kalimat topik. -Ada juga yang pengarang yang meletakkan pikiran pokok pada kalimat pertama dan terakhir dari suatu paragraf, biasanya kalimat terakhir itu hanya berupa penekanan kembali (dengan sedikit modifikasi) kalimat pertama paragaraf itu. -Ada juga kalimat topik yang terdapat ditengah paragraf, hal semcan ini sangat sedikit terjadi. -Hal yang sangat sulit dalam memahami paragraf, apa bila dalam paragraf itu tidak terdapat kalimat topik. -Paragraf yang tidak menggunakan kalimat topik umumnya ter dapat dalam karangan yang bersifat naratif dan deskriptif. -Pikiran pokok paragraf deskriptif dan naratif ialah kesimpulan yang ditarik dari semua isi kalimat-kalimat yang membentuk paragraf itu.

1.2 Menemukan Pikiran Pokok dan Pikiran Jabaran - Dalam membaca paragraf, yang terutama harus ditemukan ialah pikiran pokok. - Pikiran pokok sama dengan informasi fokus. - Pikiran pokok selalu terkandung dalam kalimat topik, maka dalam membaca paragraf kalimat itulah yang terutama harus ditemukan. -Teknik membaca yang paling tepat digunakan untuk menemukan kalimat topik ialah baca-layab dan baca-tatap. Dengan teknik ini tidak perlu kalimat dalam paragraf seluruhnya dibaca. -Teknik menemukan pikiran pokok, pikiran jabaran dan pengertian seluruh paragraf perhatiakan contoh berikut ini. Dua buah stuan waktu yang utama kita pakai sekarang ini ialah hari dan tahun. Kedua pengukuran waktu itu berasal dari ketentuan yang didarkan pada gerakan yang dibuat oleh bumi. Cara bumi berputar pada sumbunya memberikan kepada kita harihari yang berdasarkan kedudukan matahari dipandang dari segi berpijak di bumi. Perjalanan yang ditempuh bumi berkeliling matahari memberikan kepada kita perhitungan tahun berdasarkan letak matahari dipandang dari arah bumi. Kalimat Topik : Dua buah satuan waktu yang utama kita pakai sekarang ini ialah hari dan tahun. Kalimat Jabaran: (1) Kedua pengukuran waktu itu berasal dari ketentuan yang didasarkan pada gerakan yang dibuat oleh bumi. (2) Cara bumi berputar pada sumbunya Memberikan kepada kita hari-hari yang berdasarkan kedudukan matahari dipandang dari segi berpijak di bumi. (3) Perjalanan yang ditempuh bumi Berkeliling mata hari memberikan kepada kita perhitungan tahun berdasarkan letak matahari di pandang dari arah bumi. Pikiran Pokok: Satuan waktu ialah hari dan tahun. Pikiran Jabaran: Pengukuran waktu berdasarkan gerakan bumi.

Putaran pada sumbu menentukan hari. Perjalanan keliling matahari menentukan tahun.

-Hubungan pikiran pokok yang terkandung dalam kaliamat topik dengan pikiran jabaran yang terdapat dalam ketiga kalimat jabaran dalam paragraf ditandai oleh tanda panah yang mengarah ke atas (ke arah kalimat topik).

-Kata-kata kunci dalam kalimat topik itu pada dasarnya masih terdapat dalam kalimatkalimat jabaran. -Hubungan pikiran-pikran jabaran ditandai oleh tanda-tanda panah yang mengarah ke bawah. -Dapat dilihat bahwa kalimat jabaran (1) masih berupa jabaran umum dari satuan waktu (pada kalimat topik) menjadi pengukuran waktu, yang diberi penjelasan selanjutnya dengan didasarkan pada gerakan bumi. -Kalimat jabaran dua (2) lebih lanjut menjabarkan gerakan bumi (kalimat jabaran (1) dengan berputar pada sumbunya dan dengan demikian konsep konsep hari (pada kalimat topik) menjadi jelas. -Kalimat jabaran (3) selanjutnya menjabarkan gerekan bumi dengan perjalanan berkeliling matahari dan dengan demikian konsep tahun (pada kalimat topik) menjadi jelas. -Akhinya dapat dilihat bahwa kata-kata satuan waktu , hari , tahun , putaran bumi pada sumbunya , dan perjalanan bumi keliling matahari, adalah kata-kata yang membentuk pengertian keseluruhan paragraf tersebut. -Pembaca yang terampil, sejak dini akan mencatat kata-kata tersebut dalam pikiranya, dan bahkan, bila perlu menggarisbawahi kata-kat itu. -Dengan adanya hubungan-hubungan yang telah diuraikan, pengarang menggunakan metode berfikir deduktif, terasalah adanya koherensi pikiran-pikiran yang terkadung dalam paragraf. -Paragarf yang tersusun baik pada umumnya terdapat koherensi yang demikian. 1.3 Teknik-teknik Menemukan Informasi Fokus Informasi fokus dapat ditemukan pada bergai bagian tertentu dari bacaan. Untuk menemukan informasi fokus secara efisien, teknik-teknik yang dapat digunakan sebagai berikut: a. Baca-pilih (selecting) pembaca memilih bahan bacaan /bagian-bagian bacaan yang dianggab relevan. b. Baca-lompat (skipping) pembaca dalam menemukan bagia-bagian bacaan yang relevan, melampaui atau melompati bagia-bagian lainya. c. Baca-layap (skiming) membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau bagiannya. Isi umum (informasi fokus) sebagai dasar untuk menduga apakah bacaan atau bagian bacaan itu berisi informasi yang telah ditentukan. d. Baca-tatap (scannning) membaca dengan cepat dan memusatkan perhatian untuk menemukan bagian bacaan yang berisi informasi fokus yang telah ditentukan.

Selanjutnya membaca bagian itu dengan teliti untuk menemukan informasi fokus secara tepat dan dipahami dengan benar. 1.4 Manfaat Paragraf paragraf diperlukan agar para pembaca mengetahui pergantian pikiran pokok atau ide pokok. Pergantian ide pokok ditandai dengan pergantian paragraf Tujuaan utama pembagian karangan atas paragraf-paragraf untuk memisahkan dan menekankan adanya tahapan-tahapan berfikir. Tahapan-tahapan berfikir secara garis besar meliputi tahap pengantar, inti dan penutup. Tahap pengantar berfungsi mengarahkan pikiran pembaca ke dalam suatu situasi masalah yang mendekati inti permasalahan. Tahap inti merupakan tahap penguraian pemecahan masalah secara jelas dan lengkap. Tahap penutup merupakan tahap penyimpulan, pembaca dibimbing dan diarahkan untuk menyimpulkan bagian inti. Jika sebuah karangan tidak ditulis dengan menggunakan paragraf, karangan tersebut mempercepat titik kebosanan para pembaca. Dengan adanya paragraf memudahkan pewmbaca mencari, menemukan, dan merenungkan gagasan atau ide yang diperolehnya. Melalui pembaca dapat mengidentifikasi ide pokok / pikiran pokok dan ide-ide penjelas / pikiran jabaran yang dituangkan penulis.

1.5 Syarat-syarat Pengembangan Paragraf - Kesataun - Kepaduan - Kelengkapan - Konsistensi sudut pandang - Ketuntasan - Keruntutan