Anda di halaman 1dari 7

Pembahasan Aves Mamalia ANIS MERAH Kingdom : Animalia Filum : chordate Kelas : aves

Deskripsi literature :

Mata : Pejantan memiliki mata yang Melotot (menonjol keluar), sedangkan betina matanya datar Kepala : Ceper Porposional tidak terlalu melengkung ke atas

Leher : Carilah pejantan yang memiliki leher panjang namun tebal. Berdasarkan pengalaman saya anis merah dengan leher yang saya sebutkan tadi mempunyai mental tangguh dan volume yang lantang. Paruh : Panjang, Tebal, diyakini mempunyai volume yang lantang Body : Untuk body Anis merah yang baik tidak harus berdiri tegak, bahkan beberapa momongan saya sendiri bodynya cenderung mbebek/ rebahan (semi doyong) efeknya apabila sudah masuk masa birahi prilaku telernya di ikuti body yang agak doyong. Jangan keliru, untuk jenis punglor (anis) pejantan memiliki bodi panjang tetapi tidak besar ! awas ! Pejantan memiliki panjang tubuh lebih padet (tidak njebobok). Beda dengan betina bodinya besar dan mekar (njebobog). Kaki : Warna kaki adalah faktor pendukung, karena tidak ada pengaruhnya terhadap mental burung tsb. Ada yang menyebutkan kaki hitam lipan memiliki trah jawara, mental bagus, buktinya banyak Anis Merah teman saya berkaki merah jambu malah dasyat dilapangan. Tidak sepenuhnya benar, hanya faktor pendukung tampilan saja. Carilah Anis Merah yang berdirinya membentuk huruf V dan jarak kakinya yang melebar. Pengalaman saya Anis Merah seperti itu gaya teler doyongnya akan awet dan bisa jadi buangan kanan kirinya lebar lebar. Ekor : Pejantan memiliki ekor panjang dan rapi (ngumpul ditengah) menandakan burung dalam kondisi fit ! Bulu : Untuk anis merah trotol bisa dilihat pada bulu sayap, warna sayap anis merah untuk usia trotol 3-5 bulan corak hitam lebih mengkilat. Tidak ada warna tembaga (kuning puyeh) sedikitpun. Menurut penjual dipasar Warna bulu pejantan hitamnya bersih tidak ada warna semu kuning sedikitpun. Sumpit : Pejantan memiliki sumpit yang rapat dan keras. Betina memiliki sumpit longgar dan lembek.
Di Indonesia, anis merah terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Di Sumatra diperkirakan merupakan pendatang (migran) dari daratan Asia dan kemungkinan terdapat dua ras yaitu ras Zoothera citrina innotata dan ras Zoothera citrina gibsonhilli. Di Kalimantan bagian utara merupakan burung penetap di daerah pegunungan, antara 1000 1500 meter di atas permukaan laut dan hanya diketahui dari sedikit catatan di G.Kinabalu dan Trus Madi yang merupakan ras Zoothera citrina aurata. Di Jawa dan Bali dapat ditemukan sampai ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut. Ras yang terdapat di Jawa bagian barat adalah

To cite this page: Myers, P., R. Espinosa, C. S. Parr, T. Jones, G. S. Hammond, and T. A. Dewey. 2013. The Animal Diversity Web (online). Accessed at http://animaldiversity.org.

JALAK KERBAU KLASIFIKASI :

Kingdom: Phylum: Class: Order: Family: Genus: Species:

Animalia Chordata Aves Passeriformes Sturnidae Acridotheres A. javanicus Deskripsi : Ukurannya 24-25. Asli asal jawa. Berhabitat di semua wilayah terrestrial (hutan). Memiliki suara yang likwida. Warna bulunya dominan hitam dengan lubang udara putih dan tambalan2 putih., putih di sisi bawah ekor, serta garis kuning melingkar pada burung dewasa, daj juga kuni di tungkai dan paruh. Namun terkadang juga ada warna abu-abu/ putih melingkar di lehernya. Hewaan ini merupakan omnivora, bertengger dengan koloninya. Jalak biasanya memakani serangga/kutu yang merugikan bagi kerbau yang membajak sawah. Sehingga sering disebut simbiosis mutualisme Jalak kerbau atau jalak hitam atau masyarakat sunda menyebutnya dengan sebutan kerak kebo memiliki warna hitam diseluruh tubuhnya dengan sedikit bulu yang berwarna putih di sayap dan pada ekornya. Postur tubuh jantan lebih panjang daripada burung betina tatapan matanya pun lebih tajam, tetapi baik jantan ataupun betina keduanya sama-sama berkicau. Ada berbagai cara untuk membedakan burung jantan dengan betina dan biasanya penggemar burung kicauan melihat jambul yang ada diatas paruhnya, jika jambul tersebut panjang dan berdiri permanen maka dipastikan burung tersebut adalah jantan, cara tersebut masih belum menjadi acuan dalam pemilihan burung jalak kebo yang benar-benar jantan. Ada lagi yang melihat kepintaran menirukan suara burung jalak kerbau dari warna lingkaran matanya jika berwarna putih ( di jawa barat kerap menyebut dengan jalak emas/kerak omas) maka burung tersebut dianggap lebih pintar menirukan suara burung lain dan bisa diajar bicara dibanding yang lingkar matanya berwarna kuning. tetapi semuanya kembali pada kemampuan kita sebagai trainernya.

(source : Wang, L. K. & C. J. Hails, 2007. An annotated checklist of the birds of Singapore. Raffles Bulletin of Zoology, Supplement 15: 1179.)

BONDOL HAJI KLASIFIKASI :

Kerajaan: Animalia Filum: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Chordata Aves Passeriformes Estrildidae Lonchura

Spesies: L. maja
DESKRIPSI : pipit haji, atau yang dalam bahasa Jawa disebut emprit haji, adalah burung yang termasuk dalam suku Estrildidae hidup di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Bali dan pulau-pulau di sekitarnya. Burung ini dinamakan emprit haji karena bagian kepala hewan ini berwarna putih, yang seolah memakai peci putih yang dalam masyarakat Indonesia dipakai setelah pulang dari haji. Bertubuh kecil (11 cm), burung ini berwarna putih cokelat seperti finch. Mirip dengan bondol oto-hitam namun pucat cokelat, sementara seluruh kepala dan tenggorokan putih. Burung muda berwarna cokelat pada bagian atas badannya, dengan tubuh bagian bawah dan wajah kuning tua. Iris berwarna cokelat; paruh abu-abu kebiruan; dan kaki biru pucat. Adapun suaranya bernada tinggi seperti seruling, berbunyi : "puip" bila mengelompok.
Juvenile: tubuh bagian atas coklat, Tubuh bagian bawah dan muka kuning tua. Iris coklat, paruh abu-abu kebiruan, kaki biru pucat.

Burung ini tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, Thailand & Vietnam selatan. Di introduksi di Jepang (Osaka & Okinawa).[5][6] Di Sumatera (termasuk pulaupulau sekitarnya), Jawa dan Bali burung ini cukup umum dan tersebar luas sampai ketinggian 1.500 m dpl[2]. Kebiasaan emprit ini sering mengunjungi rawa-rawa dan sawah, emprit ini suka memakan padi.[7]
Mudah dijumpai, mengunjungi rawa dan rawa-rawa buluh sampai ketinggian 1.500 mdpl. Membentuk kelompok besar selama musim panen padi, tetapi tersebar berpasangan selama musim kawin. Tingkah laku umumnya seperti bondol (pipit) lain.[5] Mereka juga hidup di dataran terbuka dengan rerumputan dan kebun. (source: http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_bondol_haji.htm , MACKINNON, J., K. PHILLIPPS, B. VAN BALEN. 2000. Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. LIPI Birdlife Int'l IP. Hal. 426. )

Gagak HITAM KLASIFIKASI :

Kerajaan: Animalia Filum: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Chordata Aves Passeriformes Corvidae Corvus

Spesies: C. enca

DESKRIPSI : adalah spesies burung dari keluarga Corvidae, dari genus Corvus. Burung ini merupakan jenis burung pemakan buah lembut, mengkudu, Ficus, pepaya, kumbang, serangga, kada yang memiliki habitat di hutan, tepi hutan, pesisir, tersebar sampai ketinggian 1.000 m dpl. Gagak hutan memiliki tubuh berukuran besar (45 cm). Berwarna hitam, tidak semengkilap Gagak kampung. Paruh ukuran besar. Terbang dengan kepakan pendek-pendek. Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam. Hidup berpasangan atau kelompok kecil. Umumnya pemalu. Suka bertengger di ranting pada pohon besar dan tinggi.

Penyebaran

Semenanjung Malaysia, Sunda Besar, Filipina. Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku. (Source : BirdLife International (2012). "Corvus enca". IUCN Red List of Threatened Species.
Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature.)

KASUARI : KLASIFIKASI :

Kerajaan: Animalia Filum: Kelas: Ordo: Famili: Chordata Aves Struthioniformes Casuariidae

Genus:

Casuarius

Spesies: C. casuarius

DESKRIPSI : Kasuari gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya Casuarius casuarius adalah salah satu burung dari tiga spesies Kasuari. Burung dewasa berukuran besar, dengan ketinggian mencapai 170cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Kulit lehernya berwarna biru dan terdapat dua buah gelambir berwarna merah pada lehernya. Di atas kepalanya terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan. Burung betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan lebih dominan. Burung Kasuari mempunyai kaki yang besar dan kuat dengan tiga buah jari pada masing-masing kakinya. Jari-jari kaki burung ini sangat berbahaya karena diperlengkapi dengan cakar yang sangat tajam. Seperti umumnya spesies burung-burung yang berukuran besar, burung Kasuari Gelambir-ganda tidak dapat terbang. Populasi Kasuari Gelambir-ganda tersebar di hutan dataran rendah di Australia, pulau Irian dan pulau Seram di provinsi Maluku. Spesies ini merupakan satu-satunya burung di marga Casuarius yang terdapat di benua Australia. Pakan burung Kasuari Gelambir-ganda terdiri dari aneka buah-buahan yang terjatuh di dasar hutan. Burung Kasuari biasanya hidup sendiri, berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung jantan. Ciri Postur badan lebih besar jika disbanding Kasuari Gelambir Tunggal. Warna bulu juga sama seperti pada burung kasuari lain. Memiliki gelambir ganda pada leher. Pada jenis kelamin betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, dengan tanduk yang lebih lebar dan warna kulit leher yang lebih cerah. Burung jantan bertugas membangun sarang, mengerami telur, serta membesarkan anakan sendirian. Habitat - Kasuari Gelambir Ganda tersebar di pulau Papua dan Australia. Hidup di hutan-hutan dan savana

KAKAK TUA PUTIH KLASIFIKASI :

Kingdom: Phylum: Class: Order: Superfamily: Family: Subfamily: Tribe: Genus: Subgenus:

Animalia Chordata Aves Psittaciformes Cacatuoidea Cacatuidae Cacatuinae Cacatuini Cacatua Cacatua

Species:

C. sulphurea

DESKRIPSI : burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 35 cm, dari marga Cacatua. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan. Kakatua-kecil jambul-kuning berparuh hitam, kulit di sekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekornya juga berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan. Memiliki suara yang nyaring dan serak. Daerah sebaran kakatua-kecil jambul-kuning adalah Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Bali, dan Timor, di tempat yang masih terdapat hutan-hutan primer dan sekunder. Pakan unggas cerdas dan gemar berkawanan ini terdiri dari biji-bijian, kacang, dan aneka buah-buahan. Burung betina menetaskan antara dua sampai tiga telur dalam sarangnya di lubang pohon. (SOURCE : BirdLife International (2013) Species factsheet: Cacatua sulphurea. Downloaded from http://www.birdlife.org on 25/04/2013. Lepage, Denis. "Kakatua Jambul-kuning (Cacatua sulphurea) (Gmelin, 1788)". Avibase.)

KUNTUL KERBAU Burung ini merupakan burung terkecil dari bangsa Kuntul-kuntulan yaitu sekitar 48 - 53 cm[2]. Burung ini suka mencari makanan di dekat kerbau atau sapi yang merumput. Bentuk tubuhnya lebih ramping daripada Blekok Sawah (Ardeola speciosa), meskipun tidak seramping kuntul-kuntul yang lebih besar. Burung ini tersebar dari India, Sulawesi, sampai Nusa Tenggara. Seluruh bulunya berwarna putih, tetapi selama musim kawin, bulu-bulu pada kepala, leher dan punggungnya berwarna kuning jingga. Paruhnya kuning dan lebih tebal daripada kuntul lain.

(source Coates, Brian and Bishop, K (2000). Panduan Lapangan Burung-Burung di Kawasan Wallacea. Brisbane, Australia: BirdLife International-Indonesia Programme & Dove Publications