Anda di halaman 1dari 21

HEMOGLOBINOPATI & Unstable Hemoglobin

Erwin Taher Dept.Patologi Klinik Fak.Kedokteran UISU


1

Definisi : Adanya Unstable Hb, merupakan akibat mutasi (substitusi / delesi) satu atau lebih as.amino untuk sintesa rantai globin (instabilitas / Presipitasi Hb)
2

Homotetramer pada -chain (Hb-H)

Homotetramer pada -chain (Hb-Barts)

- thalasemia

Precipitate / instability Hb
3

Etiologi / Pathogenesis
Mutasi pada sequencing as.amino Ikatan non-covalen antara subunitYang satu dengan lainnya mbtk tetramer

Insoluble globin Deformitas Membrane RBCs

Heinz Bodies

Destruksi RBCs

Fleksibilitas sel Berkurang (Rigid)

Disability melewat Speenic sinuses 4

ERYTHROCYTE SHAPE CHANGES

REDCELL MEMBRANE

Gangguan autosomal dominan Sering : heterozygotes & kom binasi HbA dengan unstable Hb Adanya unstable Hb mutasi baru pada as.amino pembentuk rantai globin. Gangguan lebih sering pada rantai -globin
6

Hemoglobin BM = 64.400 Struktur tetramer dgn 2 ps rantai polipeptide (globin) >< Heme (Ferroprotophorpirin) pada tiap rantai Konsentrasi , RBCs 33-35 gr/dl Hb A 1 ps rantai (141 as.am) (22) 1 ps rantai (146 as.am)
7

MODEL OF HEMOGLOBIN MOLECUL

Ikatan antara Hb><O2 PO2 Arteri, Paru memiliki tek partial ~90 mmHg, Hb Saturasi ~97 % Vena, Setelah pengisian O2 kejaringan, PO2 << (~40 mmHg) dengan Saturasi ~75 %
O2 yang dilepas kejaringan, penurunan PO2

P50 keadaan saturasi Hb menurun dari setengahnya untuk pengukuran affinitas O2


Makin tinggi affinitas O2><Hb, makin rendah P50

Normal : Temp 37C; PH 7,40; 2,3 DPG 5 mmol/L; PCO2 40 mmHg P50 ~26 mmHg
10

OXYGEN HEMOGLOBIN DISSOCIATION CURVE

11

Gambaran Klinik : -Hemolisis compensated -Infeksi / anti oksidant: precipitating faktor hemolisis. -Jaundice, spleenomegaly, pallor -Chronic Hemolitik anemia, pada tahun pertama kehidupan (-chain -chain) -Dark urine free heme (Heinz Bodies)
12

Gambaran Laboratorium : -Konsentrasi Hb : Norm atau rendah -Blood Film : hipokrom,poikilositosis polikromasi, anisositosis,basophilic stipling. -Post spleenectomi Heinz Bodie bisa ditemukan dalam sirkulasi. -Retikulositosis disproportional, tergantung derajat anemia dan RBCs dengan unstable Hb /affinitas O2 tinggi
13

ANISOPOIKILOSITOSIS

14

BASOPHILIC STIPLING

15

HIPOKHROM

16

BURR CELL, ECHINOCYTE, TARGET CELL, AKANTOCYTE

17

SICKLE CELL

18

Diagnosis : konfirmasi unstable Hb, : -Isopropanolol stability test -Heat stability test -incubasi dan staining BCB -Menentukan P50 O2 -DNA analysis -HbH & Hb Barts Hb Electroforese

19

Diff Diagnosa : -Hereditary nonspherocytic hemolitik anemia hipocromic RBC dan retikulositosis disproporsional dengan derajat anemia. -Tidak semua pasien dengan tes (+) untuk unstable Hb sebab false (+) dapat terjadi pada HbS, methemoglobinemia dan HbF -HbH & Hb Barts Unstable Hb.
20

21