Anda di halaman 1dari 22

Ulkus Kornea

(Case Report)
Oleh: IHSANUR RIDHA 0818011067

Pembimbing : dr. Yul Khaizar, Sp. M

SMF ILMU PENYAKIT MATA RSUD JEND. A.YANI KOTA METRO 2012

PENDAHULUAN
Latar Belakang Mata merupakan salah satu indra dari panca indra yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Ulkus kornea adalah keadaan patologik kornea yang ditandai oleh adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas jaringan kornea dapat terjadi dari epitel sampai stroma. Kebanyakan gangguan penglihatan akibat ulkus kornea ini dapat dicegah, namun hanya bila diagnosis penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara memadai.

STATUS PENDERITA
A. IDENTITAS PASIEN Nama penderita Jenis kelamin Umur Agama Suku Alamat Masuk RSAY B. ANAMNESIS Keluhan utama Keluhan tambahan : Penglihatan mata kanan kabur sejak 2 minggu : Mata kanan terasa panas, nyeri, dan banyak keluar air mata : An. AT : Laki-laki : 12 Tahun : Islam : Jawa : Balai Kencono : 14 September 2012

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke Poliklinik Mata RSAY dengan keluhan penglihatan mata kanan kabur sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan dirasakan terus menerus. Keluhan disertai dengan mata kanan silau dan terasa nyeri terutama jika terkena cahaya. Pasien juga mengeluhkan mata kanan merah, terasa panas dan mengeluarkan air mata secara terus menerus. Keluhan tidak disertai dengan demam, pusing, mual ataupun muntah. Pasien mengaku 2 minggu yang lalu mata kanannya terkena gabah padi dan sejak itu timbul keluhan yang dirasakan oleh penderita. Pasien belum memeriksakan dirinya ke dokter atau mantri setempat.

Riwayat Penyakit Dahulu Penderita baru pertama kali menderita penyakit seperti ini. Penyakit kencing manis dan hipertensi disangkal pasien.

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga lainnya yang menderita sakit seperti ini.

C. PEMERIKSAAN FISIK Status Present Keadaan umum Kesadaran HR Respirasi Suhu T ekanan Darah Status Generalis Kepala Leher Paru-paru Jantung Abdomen Sistem Urogenital Ekstrimitas : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tampak sakit sedang : Compos Mentis / E4V5M6 : 92 x/menit : 28 x/menit : 36,8 C : -/-

Status Oftalmologis

Infiltrat tidak rata pada bag.tengah kornea d2mm

Oculi Dekstra
6/9 Tidak dikoreksi Orthoforia Eksoftalmus (-) Endoftalmus (-) Dalam batas normal Baik ke segala arah Edem(-), Spasme (-) Edem(-), Spasme (-) Injeksi (+), Sekret (-) Hiperemi (+) Hiperemi (+), Edem (-) Siliar injeksi (+) Infiltrat tidak rata (+) pada bagian tengah kornea Kedalaman cukup, bening Visus Koreksi Bulbus Oculi

Oculi Sinistra
6/6 Tidak dikoreksi Orthoforia Eksoftalmus (-) Endoftalmus (-) Dalam batas normal Baik ke segala arah Edem(-), Spasme (-) Edem(-), Spasme (-) Injeksi (-), Sekret (-) Hiperemi (-) Hiperemi (-), Edem (-) Dalam batas normal Jernih, Infiltrat (-)

Silia dan Supersilia Gerak bola Mata Palpebra Superior Palpebra Inferior Conjungtiva Bulbi Conjungtiva Fornices Conjungtiva Palpebra
Sclera Kornea

Camera Oculi Anterior

Kedalaman cukup, bening

Oculi Dekstra Kripta baik Warna : Coklat Bulat, regular, sentral, 3 mm Refleks cahaya (+) Shadow test (-) Jernih Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Iris

Oculi Sinistra Kripta baik Warna : Coklat Bulat, regular, sentral, 3 mm Refleks cahaya (+) Shadow test (-) Jernih Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Pupil

Shadow test Lensa Fundus Refleks Corpus vitreum Tensio Oculi Sistem Canalis Lakrimalis

D. DIAGNOSIS KERJA Ulcus Kornea Okuli Dekstra E. DIAGNOSIS BANDING

Keratitis

F. PEMERIKSAAN ANJURAN
Darah Lengkap Pemeriksaan slit-lamp Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi. Goresan ulkus untuk analisa atau kultur

G. PENGOBATAN Non medikamentosa : Bed Rest dan kompres hangat pada mata Edukasi pasien untuk mngurangi mata dari paparan cahaya matahari, angin, debu. Medikamentosa : Cendo Tropin 0,5% ED 1dd gtt2 Gentamisin ED 6x gtt2 Cefadroxil Tab 2x300 mg

H. PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungtionam Quo ad sanationam : dubia ad malam : dubia ad malam : dubia ad malam

TINJAJUAN PUSTAKA
A. Definisi Ulkus Kornea
hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan, yang ditandai dengan adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, dan diskontinuitas jaringan kornea yang dapat terjadi dari epitel sampai stroma.

B. Patofisiologi
Perubahan dalam bentuk dan kejernihan kornea, segera mengganggu pembentukan bayangan yang baik di retina. Karena kornea avaskulerMaka badan kornea, wandering cell dan sel-sel lain yang terdapat dalam stroma kornea, segera bekerja sebagai makrofag, baru kemudian disusul dengan dilatasi pembuluh darah yang terdapat dilimbus dan tampak sebagai injeksi perikornea. timbulnya infiltrat, yang tampak sebagai bercak berwarna kelabu, keruh dengan batas-batas tak jelas dan permukaan tidak licin, kemudian dapat terjadi kerusakan epitel dan timbullah ulkus kornea.

C. ETIOLOGI

Infeksi Non-infeksi Sistem Imun


D. KLASIFIKASI Ulkus kornea sentral Ulkus kornea bakterialis Ulkus kornea fungi Ulkus kornea virus Ulkus kornea acanthamoeba Ulkus kornea perifer Ulkus marginal Ulkus mooren (ulkus serpinginosa kronik/ulkus roden) Ulkus cincin (ring ulcer)

E. MANIFESTASI KLINIS Gejala Subjektif


Eritema pada kelopak mata dan konjungtiva Sekret mukopurulen Merasa ada benda asing di mata Pandangan kabur Mata berair Bintik putih pada kornea, sesuai lokasi ulkus Silau Nyeri

Gejala Objektif Injeksi siliar Hilangnya sebagian jaringan kornea, dan adanya infiltrat Hipopion

F. DIAGNOSIS

Anamnesis pasien penting pada penyakit kornea, sering dapat diungkapkan adanya riwayat trauma, benda asing, abrasi, adanya riwayat penyakit kornea yang bermanfaat, misalnya keratitis akibat infeksi virus herpes simplek yang sering kambuh. Hendaknya pula ditanyakan riwayat pemakaian obat topikal oleh pasien seperti kortikosteroid yang merupakan predisposisi bagi penyakit bakteri, fungi, virus terutama keratitis herpes simplek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan gejala obyektif berupa adanya injeksi siliar, kornea edema, terdapat infiltrat, hilangnya jaringan kornea. Pada kasus berat dapat terjadi iritis yang disertai dengan hipopion.

Disamping itu perlu juga dilakukan pemeriksaan diagnostik seperti : Ketajaman penglihatan Tes refraksi Tes air mata Pemeriksaan slit-lamp Keratometri (pengukuran kornea) Respon reflek pupil Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi. Goresan ulkus untuk analisa atau kultur (pulasan gram, giemsa atau KOH)

G. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan ulkus kornea di rumah Jika memakai lensa kontak, secepatnya untuk melepaskannya Jangan memegang atau menggosok-gosok mata yang meradang Mencegah penyebaran infeksi dengan mencuci tangan sesering mungkin dan mengeringkannya dengan handuk atau kain yang bersih Kurang paparan mata dengan lingkungan

Penatalaksanaan medis
Pengobatan konstitusi Pengobatan lokal : Atropin Sulfat, Skopolamin, analgetik, antibiotik, anti viral, anti jamur

Perban tidak seharusnya dilakukan pada lesi infeksi supuratif karena dapat menghalangi pengaliran sekret infeksi tersebut dan memberikan media yang baik terhadap perkembangbiakan kuman penyebabnya. Perban memang diperlukan pada ulkus yang bersih tanpa sekret guna mengurangi rangsangan.

Untuk menghindari penjalaran ulkus dapat dilakukan : Kauterisasi Pengerokan epitel yang sakit Keratoplasti

H. PENCEGAHAN Lindungi mata dari segala benda yang mungkin bisa masuk kedalam mata Jika mata sering kering, atau pada keadaan kelopak mata tidak bisa menutup sempurna, gunakan tetes mata Jika memakai lensa kontak harus sangat diperhatikan cara memakai dan merawat lensa tersebut. I. KOMPLIKASI Kebutaan parsial atau komplit dalam waktu sangat singkat Kornea perforasi dapat berlanjut menjadi endoptalmitis dan panopthalmitis Prolaps iris Sikatrik kornea Katarak Glaukoma sekunder

PEMBAHASAN
Anamnesa didapatkan keluhan penglihatan mata kanan terasa kabur disertai nyeri dan silau jika terkena cahaya. Selain itu pasien juga merasakan mata kanannya merah, terasa panas dan mengeluarkan air mata terus menerus. Pasien mengaku mata kanannya terkena gabah padi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan bagian tengah kornea mata kanan pasien terdapat infiltrat dan ulkus berukuran d 2mm sehingga menyebabkan penurunan penglihatan. Pada pemeriksaan juga didapatkan injeksi konjungtiva dan injeksi siliaris. Dari gejala yang timbul tersebut, diagnosis mengarah ke ulkus kornea okuli dekstra. Pada pasien ulkus kornea akan timbul penglihatan kabur yang disebabkan oleh karena adanya infiltrat. Untuk keluhan nyeri dikarenakan kornea mempunyai banyak serabut saraf baik superfisial maupun profunda sehingga menimbulkan rasa sakit dan fotofobia, rasa sakit juga diperberat dengan adanaya gesekan palpebra. Sedangkan injeksi konjungtiva dan injeksi siliaris menunjukkan kalau terjadi reaksi peradangan yang pada kasus ini disebabkan oleh infeksi yang telah mengivasi permukaan kornea dan membentuk ulkus.

Penyakit ulkus kornea pada pasien ini dapat diduga disebabkan oleh trauma pada kornea sehingga mencetuskan terjadinya infeksi oleh bakteri yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya ulkus. Terapi yang diberikan pada ulkus kornea terdiri dari nonmedikamentosa seperti bed rest dan mengurangi paparan mata dengan lingkungan dan terapi medika mentosa dengan pemberian Atropin, analgesik dan antibiotik.

TERIMA KASIH