Anda di halaman 1dari 2

PENGARUH PENERAPAN PUSAT IDENTIFIKASI POLRI MELALUI SISTEM

PENERAPAN IDENTIFIKASI TERPADU TERHADAP PENEGAKAN HUKUM DI


WILAYAH HUKUM POLRES JAKARTA SELATAN

Sudah satu dasawarsa Polri berganti wajah.Wajah baru ini sebenarnya menjadi wajah Polri
dari awal.Polisi sipil merupakan tatanan kodrati dari sistem kepolisian di negara manapun.Sebab
Polisilah yang damanahkan oleh rakyat sebagai punggawa daripada norma yang menjadi
kesepakatan bersama dari suatu bangsa dalam suatu negara,menjaga sendi-sendi demokrasi serta di
dipundak Polri jugalah Hak Asasi Manusia harus terus di junjung tinggi.Bahkan Polisi memiliki
amanah yang lebih besar lagi di mana ketika sebuah negara menjadi bubar Polisi akan selalu ada
dalam artian secara fungsional di mana fungsi itu secara universal akan terus hidup,bukan
struktural.
Perkembangan situasi yang semakin sulit diprediksi,dengan gejala yng selalu mengglobal
menjadi satu fenomena yang luar biasa.Tapi hal tersebut semakin berbanding terbalik dengan Polri
secara institusional.Salahsatu diantaranya adalah dalam sistem teknologi informasi.Sistem digital
/sebuah sistem yang mungkin disuatu negara merupakan sistem ayang sudah mapan.Tapi dinegara
kita utamanya dan sisitem dikepolisian pada khususnya ,sistem tersebut sepertinya masih jauh dari
harapan.Dalam rangka penegakan hukum sistem di Polri masih dilaksanakan secara manual,bahkan
kadang kala sistem yang diluar logika malah dengan bangga menjadi dengungan sebahagian
kelompok kecil didalam tubuh Polri.Contohnya “perkiraan dukun” yang dkenal dengan istilah
“kirduk”.
Secara parsial memang ada subsistem yang dengan itkad baik dan luar biasa berupaya
menyempurnakan sistem manual yang ada sekarang ini.Upaya yang ditunjukakan tersebut memang
memberikan hasil yang sangat signifikan.Bahkan tidak hanya tugas-tugas penegakan hukum,dalam
tugas-tugas pelayananan pun ketika sistem ini diterapkan,hasil yang diperoleh pun demikian luar
biasa.Namun secara keseluruhan Polri belum menerapkan sistem ini sampai kepada satuan-satuan
dibawahnya.
Sebenarnya secara sektoral telah ada satu sistem yang sudah dimiliki oleh Polri yang secara
keseluruhan memeiliki sistem jaringan sampai ke satuan bawah.Tapi yang sangat mengherankan
sistem jaringan ini sepertinya sangat eksklusif berada pada sektor tersebut.Sistem jaringan itu
adalah sebuah sistem yang menerapkan identifikasi pada pembuatan Surat Ijin Mengemudi ( SIM ).
Terhadap sistem tersebut sampai sekarang para stakeholder di kepolisian Republik ini tidak
pernah memikirkan untuk membuat keterpaduan sistem yang jelas-jelas bahwa sektor lain juga
memiliki fungsi dan tugas identifikasi juga.Fungsi lain tersebut adalah Reserse kriminal dan
Intelijen kriminal.Walaupun di fungsi Reserse Kriminal ada satu otoritas yang dinamakan Pusat
Identifikasi Polri namun otoritas tersebut terkesan hanya memenuhi struktur saja.Akankah dugaan
sebagian besar masyarakat bahwa ada yang coba dipertahankan Polri yaitu Status Quo.Status yang
menghasilkan sesuatu yang selama ini menjadi mata pencaharian yang menggiurkan.Tidakkah
keterpaduan sisitem identifikasi malah lebih banyak manfaat yang dihasilkan lebih dari sekedar
materi,di mana secara cultural reformasi Polri sangat sulit dilakukan tetapi melalui Pusat
Identifikasi Terpadu percepatan reformasi Polri mungkin dapat dilakauakan?