Anda di halaman 1dari 2

PROBLEM STRUCTURING I.

Pencarian Masalah Cakupan pemberian Asi eksklusif berdasarkan tahun 2007 hanya sekitar 9% sedangkan target nasional sendiri untuk cakupan keberhasilan ASI ekslusif adalah 80% (Depkes Ri,2003). Pendefinisian Masalah Pengertian ASI Sasaran program asi ekslusif Dimana dilaksanakan program asi Kapan pelaksanaan program asi Bagaimana pelaksanaan program asi Spesifikasi masalah Masalah asi yang dapat menimbulkan gizi buruk dan mudah terkena infeksi. Pengenalan masalah A. Ruang lingkup masalah 1. Cakupan Asi Ekslusif yang masih rendah di indonesia 2. Pemberian susu formula pada bayi. B. Faktor Penyebabnya rendahnya cakupan ekslusif antara lain C. Penyelesain masalah Meningkatkan pengetahuan ibu dengan penyuluhan dan pelatihan.

II.

III. IV.

REKOMENDASI KEBIJAKAN

Guna meningkatkan pemberian ASI bagi anak, maka Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 450/MENKES/SK/IV/2004 tentang Penerapan Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui.

FORECASTING KEBIJAKAN ASI EKSLUSIF


A. Konsekuensi dari Kebijakan Asi Ekslusif 1. Konsekuensi positif dari kebijakan Asi Ekslusif :Perilaku bidan untuk tidak menerima sponsor dari susu formula. 2. Konsekuensi negatif dari kebijakan Asi Ekslusif :Perilaku ibu yang merasa dipaksa untuk melakukan Asi ekslusif.

B.

Resistensi dari Kebijakan Asi Ekslusif

Penolakan yang muncul dari kebijakan asi ekslusif berasal dari berbagai pihak yaitu sebagai berikut dari Pihak ibu dan luar

C. Trade off dari Kebijakan Asi Ekslusif Berbagai Pihak yang diuntungkan dari kebijakan Asi ekslusif adalah sebagai berikut : 1. Bagi Bayi,ibu dan keluarga. PEMANTAUAN HASIL KEBIJAKAN

Pemantauan hasil kebijakan meliputi pembinaan dan pengawasan derta output dari hasil kebijakan.Pembinaan dan pengawasan yang ada di PP No 33 tahun 2012.Output untuk keseluruhan Indonesia dari kebijakan PP No 33 Tahun 2012 belum dapat dilihat karena belum tersedianya data cakupan ASI ekslusif setelah kebijakan itu diresmikan.

EVALUASI KEBIJAKAN

Evaluasi dari kebijakan PP No 33 Tahun 2012 belum bisa disimpulkan secara general karena belum ada hasil cakupan ASI ekslusif dari seluruh wilayah Indonesia,Hal ini disebabkan karena kebijakan terhitung baru mulai berjalan dan data tentang cakupan ASI ekslusif setelah kebijakan itu diterapkan belum memadai