Anda di halaman 1dari 7

Kajian Pustaka 1) Hierarki unsur-unsur Kerangka Dasar Konseptual Kerangka konseptual bagi FASB adalah sebagai penuntun badan

dalam

mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan karena konsep-konsep dasar tersebut memberikan dasar umum dan alasan mendasar untuk mempertimbangkan berbagai alternatif yang ada. Kerangka konseptual menghasilkan tujuan dan dasar-dasar praktik akuntansi maupun pelaporan keuangan yang ada sekarang. Kerangka konseptual juga bermanfaat untuk memilih metode yang paling tepat untuk pelaporan aktivitas perusahaan. Konsep-konsep dasar memberikan pedoman untuk memilih alternatif yang mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi dengan cara yang paling akurat untuk suatu perusahaan dalam lingkungan tertentu. Selain itu kerangka konseptual membantu proses pelaporan agar memberikan hasil yang lebih baik. Pada akhirnya kerangka FASB menggabungkan berbagai konsep dan prinsip yang diterima secara luas yang telah dikembangkan dalam hasil kerja terdahulu. Di samping itu, beberapa asumsi lama yang mendasari praktik akuntansi diakui secara eksplisit maupun implisit di dalam kerangka tersebut. Kesimpulan: FASB telah mengusulkan suatu Kerangka Dasar Konseptual (ConseptualFramework) sebagai suatu dasar untuk menetapkan standar-standar akuntansi. Suatu diagram dengan penjelasan ditunjukkan yang menjelaskan hubungan antara berbagai unsur dalam kerangka dasar.

2)

Tujuan-tujuan Akuntansi
Kerlinger (1964) Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam

memprediksi dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai sekumpulan gagasan (konsep), definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena dengan menjelaskan hubungan antarvariabel yang ada dan bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksi fenomena tersebut . Warren dkk (2005:10) menjelaskan bahwa: secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihakpihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan. Littleton (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan: tujuan utama dari akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Konsep ini merupakan inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi. Accounting Principle Board Statement No. 4 (Muhammad, 2002:10)mendefinisikan akuntansi sebagai suatu kegiatan jasa yang berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, yang digunakan dalam memilih di antara beberapa alternatif. Menurut American Accounting Association ( AAA ) Akuntansi itu merupakan :Akuntansi itu merupakan : Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan

informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut ". the proceed of identifying, measuring and communicating economic information to permit informed judgment and decisions by user of the information Kesimpulan: Tujuan utama dari pelaporan akuntansi adalah untuk mendukung pemegang saham dan yang lain dalam keputusan keuangan mereka dengan membantu mereka dalam meramalkan arus kasperusahaan. 3) Karakteristik-karakteristik kualitatif Menurut 1. Relevan Relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan maksud penggunaannya. Jadi bila informasi yang disajikan tidak relevan untuk pertimbangan para pengambul keputusan, maka informasi yang demikian tidak akan ada gunanya walaupun kualitas lainnya terpenuhi. Dalam mempertimbangkan relevansi suatu informasi yang bertujuan umum (general purpose information), perhatian difokuskan pada kebutuhan umum pemakai dan bukan pada kebutuhan khusus pihak tertentu. 2. Dapat dimengerti Informasi harus dapat dimengerti oleh pemakainya, dan dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah yang disesuikan dengan batas pengertian para pemakai. Dalam hal ini, pihak pemekai SAK ciri-ciri kualitatif setiap laporan keuangan adalah :

juga diharapkan adanya pengertian/pengetahuan mengenai aktivitas ekonomi perusahaan, proses akuntansi, serta istilah-istilah teknis yang digunakan dalam laporan keuangan. 3. Daya Uji (verifiability) Karena dalam penyusunan laporan keuangan tidak lepas dari pertimbangan dan pendapat subjektif, sehingga proses tersebut tidak lagi hanya berlandaskan pada realisasi objektif semata. Dengan demikian un tuk meningkatkan manfaatnya, informasi harus dapat diuji kebenarannya oleh para pengukur yang independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama. 4. Netral Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu. 5. Tepat Waktu Informasi harus disampaikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut. 6. Daya Banding (Comparability) Informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya dari perusahaan yang sama, maupun dengan laporan keuangan lainnya pada periode yang sama.

Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat diterapkan oleh perusahaan, menyulitkan untuk tercapainya daya banding antar perusahaan, sehingga hal itu penekanan harus dilakukan pad tercapainya daya banding antar periode dalam satu perusahaan, yaitu dengan menetapkan metode akuntansi yang sama dari tahun ke tahun, atau yang lebih dikenal dengan prinsip konsistensi. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bagi perusahaan untuk menganti metode akuntansi bila pertimbangan pengantian metode tersebut dianggap lebih baik. Selanjutnya, sifat dan pengaruh serta alasan dilakukannya perubahan harus diungkapkan dalam laporan keuangan periode terjadinya perubahan. 7. Lengkap Informasi akuntansi yang lengkap meliputi semua data akuntansi keuangan yang dapat memenuhi secukupnya 6 tujuan kuntitatif di atas, atau dapat juga diartikan sebagai pemenuhan standar pengungkapan yang memadai dalam pelaporan keuangan. Kesimpulan: Informasi yang berguna untuk tujuan ini dianggap mempunyai sejumlah karakteristik, seperti relevan dan keandalan. Hal ini harus menyediakan lebih banyak manfaat daripada biaya, dapat dimengerti, dan memungkinkan perbandingan antarperusahaan. 4) Fundamental Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) IAI menetapkan asumsi dasar sebagai berikut a. Dasar Akrual :

Yang menyebutkan bahwa dalam mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun atas dasar akural. Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Laporan keuangan yang disusun atas dasar akural memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban pembayaran kas di masa depan, serta sumber daya yang mempersentasekan kas yang akan diterima di masa depan. b. Kelangsungan Usaha Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha perusahaan dan akan melanjutkan usahanya dimasa depan. Oleh karena itu, perusahaan diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan untuk melikuidasi atau membubarkan uasahanya. Kesimpulan: Konsep fundamental yang menyokong akuntansi mencakup gagasan satuan usaha, kelangsungan hidup satuan usaha, periodisitas, konservatisme, dan unit moneter sebagai dasar pengukuran. 5) Kesimpulan Tujuan, karakteristik-karakteristik kualitatif,dan fundamental membentuk bagian Kerangka Dasar Konseptual dengannya standar akuntansi harus konsisten. Hal ini jugamenyediakan terminologi penting di dalamnya topik pelaporan keuangandapat dibahas.