Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Setiap orang mempunyai tujuan hidup. Tujuan hidup setiap orang berbeda-beda. Karena mereka memiliki pemikiran yang berbeda, dan juga keinginan yang berbeda dalam kehidupannya. Ada yang sangat berambisi, biasa saja, dan ada pula yang hanya menjalani apa yang sudah tuhan takdirkan. Tidak mudah menjalani tujuan hidup yang sudah kita rencanakan, karena terkadang rencana yang sudah kita ingin jalankan terbentur oleh kenyataan yang ada. Karena kita tidak mempunyai kuasa apapapun untuk dapat menentukan apakah tujuan yang sudah kita tentukan itu dapat berjalan dengan baik. Karena ada Tuhan yang menentukan dan mempunyai kuasa atas segala hal yang ada di dunia ini. Jika DIA sudah menentukan tidak apakah kita dapat merubahnya. Oleh sebab itu kita hanya dapat berdoa agar tujuan yang sudah kita rancang dapat berjalan sesuai rencana. Perencanaan tujuan hidup yang baik tidak mudah. Karena kita harus mampu konsisten dengan apa yang sudah kita rencanakan. Dan kita sudah memikirkan baik dan buruknya terlebih dahulu.Merencanakan tujuan hidup yang baik dengan cara manajemen diri. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner : Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet : Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus. Manajemen diri adalah orang yang mampu untuk mengurus dirinya sendiri. Sedangkan kemampuan untuk mengurus diri sendiri itu dilihat dari kemampuan untuk mengurus wilayah diri yang paling bermasalah. Dan yang paling biasa bermasalah dalam diri itu adalah hati. Oleh karena itu kita harus bisa memanaj hati. Menata hati dan potensi yang ada di dalam diri diperlukan kecerdasan. Saat ini seseorang berkarya tidak cukup dengan kecerdasan rasional yaitu seseorang yang bekerja dengan rumus

dan logika kerja saja, atau dengan kecerdasan emosional (Goleman, 1996) agar merasa gembira, dapat bekerjasama dengan orang lain, punya motivasi kerja, bertanggungjawab dan life skill lainnya. Dan satu hal lain yaitu kecerdasan spiritual agar seseorang merasa bermakna, berbakti dan mengabdi secara tulus, luhur dan tanpa pamrih yang menjajahnya (Zohar, 2002). Jika diantara ketiganya kita satukan untuk dapat manata atau mamanaj diri, tidaklah mungkin semua yang sudah kita rencanakan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Karena dari ketiga kecerdasan tersebut saling mendukung dalam menata diri. Kesuksesan dapat dilihat dari kesuksesan seseorang dalam memanaj dirinya sendiri. Karena setelah dapat memenaj diri sendiri pasti orang itu akan dapat memimpin.

BAB II LANDASAN TEORI


1. DEFENISI MANAJEMEN Manajemen menurut beberapa ahli yaitu : a. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner : Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. b. Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet : Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

2.

MANAJEMEN DIRI Manajemen diri adalah orang yang mampu untuk mengurus dirinya sendiri. Sedangkan kemampuan untuk mengurus diri sendiri itu dilihat dari kemampuan untuk mengurus wilayah diri yang paling bermasalah. Dan yang paling biasa bermasalah dalam diri itu adalah hati. Oleh karena itu kita harus bisa memanage hati.

Menata hati dan potensi yang ada di dalam diri diperlukan kecerdasan. Saat ini seseorang berkarya tidak cukup dengan kecerdasan rasional yaitu seseorang yang bekerja dengan rumus dan logika kerja saja, atau dengan kecerdasan emosional (Goleman, 1996) agar merasa gembira, dapat bekerjasama dengan orang lain, punya motivasi kerja, bertanggungjawab dan life skill lainnya. Dan satu hal lain yaitu kecerdasan spiritual agar seseorang merasa bermakna, berbakti dan mengabdi secara tulus, luhur dan tanpa pamrih yang menjajahnya (Zohar, 2002).

Jika diantara ketiganya kita satukan untuk dapat manata atau mamanaj diri, tidaklah mungkin semua yang sudah kita rencanakan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Karena dari ketiga kecerdasan tersebut saling mendukung dalam menata diri. Kesuksesan dapat dilihat dari kesuksesan seseorang dalam memanaj dirinya sendiri. Karena setelah dapat memenaj diri sendiri pasti orang itu akan dapat memimpin.

Manajemen diri itu erat kaitannya dengan bagaimana kita mengatur waktu kita seharihari. Dengan kita bisa mengatur diri secara tepat dan benar maka kita bisa tampil produktif. Jika kita sudah menjadi orang yang produktif maka kita dapat tampil maksimal dimana pun kita berada. Oleh karena itu jangan biarkan hal-hal yang tidak penting mengganggu produktifitas kita. Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.

Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri.

Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar. Jadi urutan yang benar adalah : Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==>perbuatan benar.

Tetapi walaupun punya pemahaman terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini.

Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olahraga penting bagi kesehatan.

3.

MELAKUKAN MANAJEMEN DIRI Memanajemen Diri kita berarti mengatur diri kita, kegiatan-kegiatan kita, waktu yang kita miliki untuk melakukan sebuah aktivitas, ataupun rencana-rencana masa depan yang kita buat. Bagaimana cara melakukan manajemen diri ini. Secara global manajemen diri dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut ; a. Membuat perencanaan hidup kita, mulai dari perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. Meliputi visi, misi dan motto hidup kita, nilai-nilai ideologis dan filosofis yang kita pakai dalam hidup ini (konsep diri kita). b. Membuat program harian, bulanan bahkan tahunan untuk mencapai visi dan misi hidup kita. c. Membuat time schedule aktivitas yang akan kita lakukan baik harian, bulanan bahkan tahunan. d. Mengatur waktu kegiatan-kegiatan yang bersifat tidak permanent yang menuntut peran kita disana. e. Membuat skala prioritas, kegiatan mana yang mesti didahulukan atau ditinggalkan. f. Melaksanakan perencanaan kita diatas dengan komitmen sekaligus fleksibel, sehingga tidak kaku dalam menerapkannya. g. Melakukan evaluasi terhadap perencanaan, program dan time schedule yang kita buat, untuk diperbaiki sesuai dengan tuntutan kondisi dan keadaan.

4.

MANFAAT MANAJEMEN DIRI DALAM KEHIDUPAN Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam beberapa fase hidup ini, maupun dalam merealisasikan keinginan dan rencana-rencana yang mereka buat. Kita mengetahui bahwa kegagalan itu hanyalah hal biasa, yang pasti dialami oleh setiap orang untuk menguji konsistensi diri kita dan kesabaran kita. Namun, tentu harus ada usaha untuk meminimalisir ataupun meniadakan kegagalan tersebut.

Banyak pula orang yang kebingungan dalam mengelola kegiatannya, karena saking banyaknya kegiatan yang mesti dia lakukan. Akhirnya kegiatan-kegiatan yang penting tertinggalkan dan kegiatan yang tidak begitu penting dia lakukan. Apa penyebab semua itu ? Penyebabnya adalah karena dia tidak melakukan manajemen diri. Oleh karena itu manajemen diri ini sangatlah bermanfaat bagi diri kita, antara lain : a. Membuat pekerjaan menjadi lebih teratur dan mudah. b. Memudahkan untuk berprestasi. 5

c. Menjadi alat untuk mencapai kesuksesan. d. Kerja tidak tergesa-gesa. e. Waktu lebih efektif dan efisien. f. Menjadi panutan bagi orang lain. g. Lebih disiplin. h. Menepati janji. i. Mampu memilih kegiatan yang prioritas. j. Meningkatkan kualitas diri k. Hubungan dengan orang lain menjadi lebih baik. l. Membantu mengambil keputusan yang tepat.

5.

KRITERIA PRIBADI SUKSES DALAM KEHIDUPAN Untuk menjadi pribadi sukses, maka diperlukan manajemen diri yang efektif. Yakinlah kesuksesan akan tercapai ketika kita telah mampu mengatur diri kita dengan baik. Seorang yang pribadi yang sukes memiliki ciri-ciri dan kriteria sebagai berikut : a. Memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT (kecerdasan Spiritual). b. Memiliki hubungan yang baik dengan keluarga, rekan kerja dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya (kecerdasan social). c. Memiliki kemampuan untuk memotivasi diri, kesabaran, mengendalikan diri dan kemauan kuat untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat (kecerdasan emosional). d. Memiliki kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dan

mengambil keputusan (kecerdasan intelektual). e. Memiliki tubuh yang sehat dan fisik yang kuat (kecerdasan fisik). f. Memiliki kemampuan secara ekonomi untuk mencukupi kebutuhan pribadi dan keluarga (kecerdasan ekonomi). g. Tidak mudah menyerah dan pantang berputus asa menghadapai kesulitan sampai kesulitan tersebut teratasi. h. Rajin, tekun dan ulet dalam berusaha dan melaksanakan tugasnya.

6.

MEMAHAMI MAKNA MANAJEMEN DIRI PRIBADI SUKSES Setiap pribadi yang sukses adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memanajemen dirinya dengan baik. Karena kesuksesan akan sulit dicapai jika seseorang tidak memiliki tujuan hidup yang jelas dan konsep diri yang jelas. Banyak orang yang salah persepsi tentang arti kesuksesan. Kesuksesan menurut mereka hanya kesuksesan di dunia 6

saja, dimana mereka mendapatkan segala apa yang diinginkan dari harta, jabatan, ketenaran, dan pria atau wanita yang mereka inginkan. Namun disisi lain mereka kadangkala melupakan bahwa kesuksesan mereka berdiri di atas kesengsaraan orang lain. Oleh karena itu perlu didefinisikan apa sebenarnya arti sebuah kesuksesan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sukses berarti berhasil atau beruntung. Kesuksesan berarti keberhasilan atau keberuntungan. Menurut John C.Maxwell sukses adalah mengetahui apa tujuan hidup anda; bertumbuh untuk mencapai kemampuan maksimal anda; dan menabur benih untuk memberikan manfaat kepada lainnya.

Hendry Wadsorth menyebutkan sukses sebagai melakukan apa yang dapat anda kerjakan dengan baik dan melakukan sebaik-baiknya apa yang anda kerjakan. Sementara, Napoleon Hill mengatakan sukses adalah adalah mereka yang selalu memberi, membentuk dan mengontrol egonya sendiri, tidak menyisakan tempat untuk mengharapkan adanya keberuntungan atas tiap pekerjaan atau kesempatan, atau atas segala perubahan nasib. Sedangkan menurut Satria Hadi Lubis, sukses adalah : a. Keseimbangan hidup. b. Memberikan manfaat bagi orang lain. c. Proses mencapai cita-cita mulia. d. Menikmati kemenangan-kemenangan. e. Akhir yang baik.

Dengan demikian manajemen diri pribadi sukses bermakna proses penataan dan pengaturaan diri seseorang untuk mencapai kesuksesannya. Tanpa adanya penataan dan pengelolaan maka seorang pribadi akan sulit mencapai kesuksesan.

7.

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PRIBADI SUKSES Kesuksesan adalah sesuatu yang mungkin dicapai oleh setiap orang. Tergantung bagaimana usaha dan kemauan seseorang untuk berjuang mencapai kesuksesan tersebut. Usaha-usaha untuk mencapai sukses perlu dibangun dan dilakukan setiap hari. Sebagaimana perkataan John C. Maxwell bahwa Sukses itu dibangun setiap hari. Tidak ada sukses tanpa pengorbanan. Sukses diperoleh dalam ukuran senti bukan kilometer. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mencapai kesuksesan : 7

a. Memiliki konsep diri dan perencanaan diri, yang meliputi visi dan misi diri, program kerja diri, dan time schedule aktivitas. b. Berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan untuk mencapai kesuksesan dengan banyak membaca, berdiskusi dan menuliskan yang menjadi ide-ide pemikiran. c. Berusaha untuk lebih baik dari hari kehari, dengan prinsip hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, dari segi amal perbuatan untuk mencapai sukses. d. Menjalin hubungan yang baik dengan setiap orang yang dikenal dengan membangun komunikasi dan silaturrahmi yang efektif. e. Mengerjakan apa-apa yang telah direncanakan dengan komitmen dan sungguhsungguh. f. Memupuk sikap pantang menyerah, sabar dan terus mau berusaha dalam menghadapi kesulitan-kesulitan untuk mencapai kesuksesan. g. Memupuk kebiasaan berpikir positif, kreatif dan produktif. h. Belajar dari pengalaman orang-orang yang telah mencapai kesuksesan dengan mengambil teladan dari mereka, terutama dari Rasulullah saw dan para sahabat. i. Melakukan evaluasi diri dan evaluasi realisasi program kerja untuk mencapai kesuksesan, kemudian melakukan koreksi dari hasil evaluasi.

Sedangkan menurut John C. Maxwell langkah-langkah menuju kesuksesan itu adalah sebagai berikut : a. Buatlah komitmen untuk bertumbuh setiap hari. b. Hargai proses lebih dari peristiwa yang terjadi. c. Jangan menunggu inspirasi. d. Bersedia mengorbankan kesenangan demi kesempatan. e. Memiliki impian besar. f. Urutkan prioritas. g. Berkorban untuk memperoleh peningkatan. Disisi lain DR.Akrim Ridha mengajukan 10 kiat menuju sukses : a. Kita harus memiliki tujuan hidup yang jelas. b. Cita-cita dan tujuanmu mesti realistis. c. Mencari teladan utama untuk mencapai sukses. d. Mengoptimalkan penggunaan potensi diri baik akal maupun hati. 8

e. Mengembangkan inovasi sekaligus rasionalisasi pemikiran bukan hanya sekedar mimpi dan imajinasi. f. Menerapkan fungsi-fungsi manajemen dalam kehidupan. g. Menuju sikap professional dengan terus belajar dan belajar. h. Memiliki perahu kesabaran. i. Memiliki denyut hati yaitu keuletan dan kesungguh-sungguhan. j. Menjadikan hidup menyenangkan dengan rileks dan melakukan hal-hal yang menjadi hobi.

Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang sukses dengan manajemen diri. Pepatah mengatakan ketika kita gagal dalam merencanakan sesuatu, maka kita merencanakan sesuatu untuk gagal. Ketika kita gagal dalam mengatur diri kita, maka kita juga gagal dalam mengatur kesuksesan kita. Alam semesta ini bisa dihuni oleh manusia karena keteraturan dan manajemen yang dibuat oleh Allah. Oleh karena itu jika kita ingin mengikuti hukum alam, maka hukum alam menuntut kita untuk memiliki keteraturan dan manajemen dalam hidup kita. Salam sukses sejati.

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN Berbicara tentang manajemen itu tidak terlalu sulit, namun juga tidak terlalu mudah. Kita perlu mengenali diri kita secara mendalam. Kemampuan kita juga kelemahan kita. Kekuatan kita ditingkatkan dan kelemahan kita di kurangi. Satu hal lagi adalah bagaimana kita bisa mengenali peluang yang ada disekitar kita, kemudian memanfaatkannya. Atau yang lebih baik lagi jika kita dapat menciptakan peluang baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Semua ini hanya mungkin terjadi bila kita sudah mempunyai manajemen diri yang baik. Berhasil tidaknya kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Satu-satunya yang dapat menolong kita adalah diri kita sendiri. Mari mulai saat ini mulailah untuk memanage diri kita sebaik mungkin.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jika kita dapat melakukan hal-hal yang telah dijelaskan di atas maka kita akan menjadi orang yang sukses. Hal-hal tersebut bagi sebagian orang tidak mudah dilakukan. Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan yang baik dari diri manusia tersebut, agar memperoleh hasil yang baik atau sesuai yang diinginkan.

10

DAFTAR PUSTAKA

http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/586/Manajemen_Diri/ (Diakses tgl 3 Januari 2012, pukul 20.20 WITA) http://boyhadiconsist.wordpress.com/2009/11/20/self-management-for-excellent-life/ tgl 3 Januari 2012, pukul 20.20 WITA) http://fikriana.wordpress.com/2007/06/20/manajemen-diri/ (Diakses tgl 3 Januari 2012, pukul 20.20 WITA) http://ekspresihati.info/renungan/belajar-menjadi-manager-bagi-diri-sendiri.html. (Diakses tgl 3 Januari 2012, pukul 20.20 WITA) http://putrimeylaniep.blogspot.com/2011/01/manajemen-diri.html. (Diakses tgl 3 Januari 2012, pukul 20.20 WITA) (Diakses

11