P. 1
Malaria PR

Malaria PR

|Views: 1|Likes:
Dipublikasikan oleh Agus Larobu

More info:

Published by: Agus Larobu on May 02, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2014

pdf

text

original

Pemeriksaan penunjang

Karakteristik Plasmodium

Profilaksis

Untuk pencegahan tertularnya orang yang akan masuk ke daerah endemik malaria, maka terdapat beberapa obat-obatan yang harus dikonsumsi sebelum, selama, dan setelah keluar dari daerah endemik. Profilaksis biasanya dimulai 1 minggu sebelum perjalanan ke daerah endemik malaria ataupun selama 2 hingga 3 minggu jika obat yang dipakai adalah meflokuin. Selama berada di daerah endemik obat tetap dikonsumsi. Kemudian dilanjutkan selama 4 minggu setelah meninggalkan daerah endemik. Pengobatan tetap dilakukan setelah keluar dari daerah endemik dimaksudkan untuk membunuh hipnozoit yang mungkin ada. Febril yg terjadi dalam 1 tahun setelah kembali dari daerah endemik harus dicurigai malaria dan harus segera ditangani. Berikut obat-obat yang dapat digunakan untuk profilaksis.

 Proguanil  Biasanya digunkan untuk wanita hamil dan individu yang sistem imunnya rendah. Dan obat ini hanya digunakan untuk daerah yang resikonya rendah saja.  Paling sering dikombinasi dengan klorokuin.  Dosis: 200 mg per oral, untuk dewasa dan dapat diberikan pada wanita hamil. Untuk anak-anak: < 1 tahun 25mg/hari; 1-4 tahun 50 mg/hari; 5-8 tahun 100 mg/hari; 9-14 tahun 150 mg/hari  Suplemen asam folat harus diberikan untuk wanita hamil karena obat ini bekerja dengan menghambat enzim dihidrofolat reduktase.  Klorokuin  Digunakan bersama proguanil untuk daerah resiko rendah malaria, wanita hamil dan orang yang tidak dapat menggunakan obat lain  Dosis: 300 mg per minggu melalui oral untuk dewasa dan wanita hamil, sedangkan untuk anak-anak 5 mg/kg per minggu  Klorokuin berikatan dengan melanin di retina. Jadi, untuk penggunaan lama dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau kebutaan. Maka dari itu, selama penggunaan mata harus selalu dalam kontrol dokter  Meflokuin  Untuk malaria yang resisten terhadap klorokuin  Dosis: 250 mg per minggu secara oral untuk dewasa, sedangkan untuk anak-anak 62,5 mg per minggu untuk 3 bulan – 5 tahun; 125 mg untuk 6-8 tahun; 187,5 mg untuk 9-14 tahun  Tidak digunakan untuk neonates  Doksisiklin  Alternatif dari meflokuin, yang digunakan untuk periode singkat sekitar 2 bulan.  Dosis: 1,5 mg/kg per oral dengan maksimal 100 mg  Tidak digunakan untuk anak di bawah 8 tahun, wanita hamil, dan ibu menyusui.  Pirimetamin-dapson  Digunakan di daerah yang resisten klorokuin dan meflokuin serta tidak dapat menggunakan doksisiklin.  Dosis: 12,5 mg pirimetamin digabungkan dengan 100 mg dapson per minggu secara oral untuk dewasa dan anak di atas 11 tahun. Untuk anakanak: 1-5 tahun ¼ dosis dewasa; 6-11 tahun: ½ dosis dewasa

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->