Kantongkeresek's Blog

blog macam apa ini

Arsip Tag: JNC VII HIPERTENSI
1. Definisi

Hipertensi adalah suatu kondisi medis yang kronis di mana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah yang disepakati normal (Kabo,2010). Tekanan darah yang telah disepakati menurut JNC VIItahun 2003 dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2. 1 Klasifikasi tekanan darah JNC VII (2003) KLASIFIKASI TEKANAN DARAH Normal Prehipertensi Hipertensi Stage 1 Hipertensi Stage 2 TEKANAN DARAH SISTOL (mmHg) <120 120-139 140-159 160 atau >160 TEKANAN DARAH DIASTOL (mmHg) <80 80-89 90-99 100au >100

2.

Etiologi

Hipertensi diklasifikasikan menjadi primer (esensial) atau sekunder. Sekitar 90 sampai 95 % kasus hipertensi termasuk hipertensi primer, dimana tekanan darah meningkat tanpa penyebab medis yang bisa ditemukan. Sisanya 5-10% kasus, termasuk dalam hipertensi sekunder, yaitu hipertensi karena penyebab lain yang mengenai ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin. Penyebab hipertensi primer tidak dapat diidentifikasi, artinya penyebabnya merupakan interaksi yang kompleks antara faktor genetik dan berbagai faktor lingkungan, diantaranya adalah :

Hiperaktif susunan saraf adrenergik

Biasanya penderita umur muda dengan gejala takikardi dan peningkatan cardiac output.

 Gangguan pertukaran ion positif Gangguan pertukaran Na+ dan K+ menyebabkan Na+ dan Ca++ intraselular meningkat. akibat terjadinya vasokonstriksi. konsumsi diet tinggi natrium atau rendah potasium. kemudian dikonversi oleh ACE (Angiotensin Converting Enzyme) menjadi angiotensin II (Ang-II).  Gangguan sistem renin angiotensin aldosteron (RAA) Peningkatan sekresi renin secara cepat mengkonversi angiotensinogen menjadi angiotensin I (Ang-I). yaitu suatu peptide yang memiliki efek vasokonstriksi dan meningkatkan sekresi aldosteron dari kelenjar adrenal. konsumsi alkohol berlebih. polisitemia atau peningkatan viskositas darah. Kelainan pertumbuhan pada sistem kardiovaskular dan ginjal Hipertensi terjadi karena peningkatan resistensi perifer akibat elastisitas arteri berkurang dan juga berkembangnya mikrosirkulasi.  Gangguan natriuresis Gangguan homeostasis natriuresis sebagai respon peningkatan tekanan darah. Beberapa penyakit yang mendasari terjadinya hipertensi sekunder diantaranya adalah : Sleep apnea Penyakit ginjal Renal vascular disease Parenchymal renal disease.  Lain-lain Faktor lain yang menyebabkan peningkatan tekanan darah pada individu predisposisi adalah obesitas. terutama glomerulonephritis Polycystic kidney disease Coarctation of the aorta Penyakit endokrin . Hipertensi sekunder terjadi akibat penyakit lain. merokok. penggunaan AINS (Anti Inflamasi Non Steroid) dan sindroma metabolik.

Phaeochromocytoma Cushing’s syndrome Hiperaldosteronisme primer Hiperparatiroidisme Akromegali Hipotiroidisme primer Tirotoksikosis Congenital adrenal hyperplasia karena defisiensi 11-β-hydroxylase atau 17-hydroxylase Defisiensi 11-β-hydroxysteroid dehydrogenase Hipertensi diinduksi obat-obatan Kontrasepsi oral yang mengandung estrogen. penurunan kapasitas absorpsi tubulus dan faktor hormonal meliputi pelepasan atrial natriuretic factor. Pada individu yang memiliki gangguan dalam mengekskresikan sodium maka peningkatan tekanan arteri yang lebih besar akan terjadi. carbenoxolone. Pada individu normal hal ini akan menyebabkan peningkatan ekskresi sodium melalui peningkatan filtrasi glomerulus. Resistensi perifer dipengaruhi oleh perubahan fungsi dan anatomi arteri yang kecil dan artetiol. Hal yang berpengaruh terhadap tekanan darah salah satunya adalah volume intravaskular. agen simpatomimetik. anabolic steroid. AINS. . Sodium merupakan ion yang paling dominan dalam cairan ekstraseluler. Patogenesis Untuk mengerti tentang patogenesis dan penanganan dari hipertensi. kortikosteroid. dll. Cardiac output dan resistensi perifer merupakan dua hal yang penting dalam pengaturan tekanan arteri. Cardiac output dipengaruhi stroke volume dan heart rate . volume vaskular meningkat dan cardiac output meningkat. 3. Peningkatan tekanan darah terjadi akibat peningkatan volume intravaskular yang diikuti peningkatan cardiac output. stroke volume berhubungan dengan kontraktilitas miokardial dan ukuran kompartemen vaskular. maka diperlukan pengertian tentang faktor yang berpengaruh pada regulasi tekanan darah. Disisi lain karena autoregulasi beberapa vascular beds (termasuk otak dan ginjal) meningkatkan resistensinya.Disaat terjadi kelebihan masukan NaCl melebihi kemampuan ginjal untuk mengekskresikan sodium. Fenomena ini disebut “pressure natriuresis”.

4. sesak nafas . Resistensi vaskular meningkat berbanding lurus dengan akar 4 diameter lumen pembuluh darah. sakit kepala b. Tanda dan Gejala Pada sebagian besar penderita. neurotransmiter adrenergik. muntah e. Efek perangsangan saraf simpatik / adrenergik dapat menyebabkan peningkatan akselerasi dan kontraktilitas miokardium melalui perangsangan pada reseptor β1. Pasien hipertensi memiliki arteri yang lebih kaku dan pasien arteriosklerotik cenderung memiliki tekanan darah sistol yang lebih tinggi akibat berkurangnya komplians vaskular. maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. pemakaian obat simpatomimetik. meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). peningkatan ukuran sel. perdarahan dari hidung. kelelahan c. Peningkatan akselerasi akan meningkatkan heart rate dan peningkatan kontraktilitas memperbesar stroke volume sehingga cardiac output akan meningkat. hipertensi tidak menimbulkan gejala. pheocrhomocytoma dimana terjadi pelepasan katekolamin. wajah kemerahan dan kelelahan. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala. Contoh keadaan yang dapat menyebabkan overactive sistem renin-angiotensin adalah aldosteronisme primer. yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi. Diameter lumen vaskular dan komplians pada resistensi arteri berpengaruh pula terhadap pengaturan tekanan arteri. Hal yang dapat meningkatkan kerja simpatis diantaranya adalah stress. Hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan volume intravaskular yang berujung pada peningkatan tekanan darah. pusing. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. Pada pasien hipertensi perubahan struktur dan fungsi dari dinding pembuluh darah akibat terjadinya vascular remodeling berupa hipertrofik (pertambahan jumlah sel. Peningkatan cardiac output akan meningkatkan tekanan arteri. berlebihan yang akan merangsang sistem saraf simpatis.Peningkatan volume intravaskular juga dapat disebabkan oleh adanya overactive sistem reninangiotensin dimana akan terjadi vasokonstriksi dan retensi natrium dan air. dapat timbul gejala berikut: a. Oleh karenanya sedikit saja perubahan pada diameter lumen pembuluh darah akan sangat mempengaruhi resistensi vaskularnya. mual d. Kerja sistem saraf simpatik yang berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah.dan deposisi matriks interseluler) atau eutrofik (tidak terjadi perubahan material dinding pembuluh darah) dapat menyebabkan pengurangan ukuran lumen yang berakibat peningkatan resistensi perifer.

Berikut ini tabel manajemen terapi berdasarkan klasifikasi tekanan darah JNC VII (2003): Tabel 2. ARB= Angiotensin Receptor Blocker. Untuk penganganan hipertensi sekunder disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. diet makanan rendah sodium. 5. atau BB dan CCB * ACEI= Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor. Dapat juga dipertimbangkan ACEI.ARB. Diet makanan kaya potasium dan kalsium. meningkatkan aktivitas fisik dan moderasi konsumsi alkohol.f.CCB atau kombinasi Kebanyakan memakai kombinasi 2 obat.BB. Department of Health and Human Services. jantung dan ginjal. Menjaga tekanan darah sistol dan tekanan diastol pada angka di bawah <140/90 mmHg dipercaya berasosiasi dengan penurunan terjadinya komplikasi kardiovaskular. Tujuan terapi hipertensi adalah menurunkan morbiditas dan mortalitas dari penyakit kardiovaskular dan ginjal. KLASIFIKASI TEKANAN DARAH Normal Pre hipertensi Hipertensi stage 1 MODIFIKASI GAYA HIDUP Dianjurkan Ya Ya TERAPI OBAT-OBATAN Hipertensi stage 2 Ya Tidak ada obat antihipertensi yang dianjurkan Kebanyakan memakai diuretik thiazide. Biasanya diuretik thiazide dan ACEI atau ARB. BB= Beta Blocker. 2003). CCB= Calcium Channel Blocker Modifikasi gaya hidup yang dianjurakan adalah mengurangi berat badan bagi individu yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.S. Terapi Penanganan hipertensi primer dapat berupa perubahan gaya hidup tanpa ditambah dengan obatobatan atau perubahan gaya hidup dengan tambahan obat-obatan. pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. 2 Manajemen terapi hipertensi menurut JNC VII (U. yang memerlukan penanganan segera. gelisah g. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif. . mata.

disfungsi diastolik. Hipertensi juga dapat meningkatkan progresifitas penyakit ginjal dan penyakit kardiovaskular. dan aritmia jantung. komplikasi hipertensi. Penanganan hipertensi secara meyakinkan mampu menurunkan insidensi stroke iskemik maupun hemorargik. Resiko ini lebih dikarenakan tekanan darah sistol dibanding diastol. terutama tekanan darah sistol pada individu >65 tahun. Hipertensi merupakan faktor resiko infark maupun perdarahan otak. Komplikasi Hipertensi merupakan faktor resiko untuk semua manifestasi klinis dari atherosclerosis. Secara klinis cedera ginjal dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan laboratorium. 2011 oleh kantongkeresek filed under merah tagged as diet yang dianjurkan. JNC VII. penyakit ginjal. hipertensi. Hipertensi juga merupakan faktor resiko untuk terjadinya cedera ginjal dan penyakit ginjal tahap terminal. 1 Komentar * ditulis pada Oktober 29. dan penyakit arteri perifer. terapi hipertensi Menu utama masa tulisan terkini  Hubungan Dokter Pasien – Malpraktik . penyebab hipertensi. Makroalbuminuria (rasio albumin urin/kreatinin >300 mg/g) atau mikroalbuminuria (rasio albumin urin/kreatinin 30-300 mg/g).Pada pasien hipertensi dan diabetes atau penyakit ginjal. Sekitar 85 % stroke terjadi karena infark sedangkan sisanga terjadi karena perdarahan (hemorargik) intraserebral maupun perdarahan subarachnoid. Insidensi stroke meningkat seiring dengan progresivitas peningkatan level tekanan darah. Penyakit jantung hipertensif merupakan hasil dari adaptasi struktural dan fungsional yang menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri. Hipertensi merupakan faktor predisposisi independen untuk gagal jantung. gagal jantung kongestif. tekanan darah perlu diturunkan sampai <130 mmHg. 6. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak pasien hipertensi. stroke. abnormalitas aliran darah akibat atherosclerosis arteri koroner dan penyakit mikrovaskular. penyakit arteri koroner.

org .    vitamin A Galaktosemia Innocent murmur kembalilah kapanpun kau mau Blog Stats  32.com WordPress.559 hits arsip Tentang Penulis hanya seorang mahasiswa kedokteran yang sedang berjuang menyelesaikan studinya Top Posts & Halaman      benjolan di kelopak mata Sindrom klinefelter penyebab nausea dan vomitus dermatofitosis ATRIAL SEPTAL DEFECT Blogroll    jauh di sana WordPress.

Islamic Greeting Card by Alhabib .

Hitchcock typeface by MATT TERICH. Blog pada WordPress. ART GOODMAN. Tema: Vertigo oleh Matthew Buchanan. and DAVE NAGATA.com . Ikuti Follow “Kantongkeresek's Blog” Get every new post delivered to your Inbox.WordPress    Cari RSS feed Acak Inspired by the work of SAUL BASS. Powered by WordPress.com.