Anda di halaman 1dari 36

KASUS PSIKOTIK SEORANG LAKI-LAKI USIA 35 TAHUN DENGAN SKIZOFRENIA

Oleh: Dhita Putri Windari Richa Puji A. Jauhar Arty A. Meira Oka Biasrie Rosiana

IDENTITAS PASIEN
Nama Umur Jenis kelamin Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Alamat Status Perkawinan Tanggal Masuk RS Tanggal Pemeriksaan : Tn. S : 35 tahun : Laki-laki : Islam : Jawa : SMA : Tidak bekerja : Selogiri, Wonogiri : Belum menikah : 10 November 2011 : 3 Desember 2011

RIWAYAT PSIKIATRI
Autoanamsesis Bangsal Maespati

Alloanamnesis (2 Desember 2011)


Tn. S., 45 tahun, STM, wiraswasta, kakak kandung pasien, tidak tinggal serumah

KELUHAN UTAMA

Marah-marah tanpa sebab yang jelas

RIWAYAT GANGGUAN SEKARANG


Dua minggu HSMRS pasien marah-marah tanpa sebab yang jelas, tidak mau makan dan minum serta membuang obat dari dokter, namun jika dipaksa minum obat pasien kemudian marah.

Saat di rumah pasien sering membanting barang-barang sambil marahmarah tanpa sebab yang jelas. Ketika ditegur oleh ibunya pasien semakin marah. Ibunya sering menangis karena perilaku pasien.

Beberapa hari sebelum masuk rumah sakit pasien sulit untuk tidur malam hari. Ketika sulit tidur kemudian dia memilih untuk menonton TV saja tetapi tiba-tiba pasien marah-marah ke arah TV dan melempar TV dengan remote. Ketika ditanya oleh kakaknya mengapa dia melempar TV dengan remote pasien menjawab bahwa iklan di TV tadi menyindirnya dan dia merasa tersinggung.

Pasien tidak mau meminum obat-obat dari Rumah Sakit Jiwa dan bahkan membuang obat-obat tersebut. Pasien hanya di rumah, terkadang melamun dan mudah tersinggung. Pasien tidak pernah keluar dari rumah dan bergaul dengan temantemannya lagi. Padahal dulu pasien tergolong orang yang supel. Pasien selalu mengatakan kepada kakaknya bahwa dirinya mempunyai kekuatan. Dia bisa menyelamatkan orang banyak atau bahkan bisa membuat seseorang meninggal. Apabila kepercayaannya itu tidak dipercaya oleh orang lain, pasien marah.

Pasien mulai menampakkan perubahan perilaku sejak tahun 2006 setelah pulang dari Kalimantan. Pasien bekerja di Kalimantan selama beberapa bulan, dan telah berguru kesaktian dengan orang asli Kalimantan. Saat itu pasien sering melakukan puasa tiga hari berturut-turut tanpa makan. Sejak saat itu pasien terkadang diam terkadang marah dan mengamuk.

--Autoanamnesis-Ketika pasien dirawat inap di bangsal Maespati, pasien mengatakan bila dia dibawa ke RS Jiwa Daerah Surakarta karena tidak mau makan dan mengamuk. Pasien juga mengatakan bahwa dia dibawa ke RS karena sakit dan mengaku sudah sejak 2006 sakit dan setiap tahun selalu dirawat di RSJD Surakarta.

A u t o a n a m n e s i s

Pasien bercerita bahwa dia mendapatkan suatu ilmu yang diturunkan oleh kakaknya untuk menjadi dukun dan tubuhnya telah dimasuki oleh kakaknya. Pasien juga dapat merasakan kehadiran kakaknya di manamana Sehingga sampai sekarang pasien mendapatkan kekuatan dari alam gaib, yang tidak bias dia tolak. Pasien juga mendengar bisikan-bisikan bahwa dia disuruh menyelamatkan dunia dan seisinya dengan kekuatan yang diturunkan tersebut.

Pasien mengatakan bahwa ia selalu merasa marah terhadap orang sekelilingnya dan tidak tahu apa alasan yang mendasarinya. Ia juga sering membanting alat elektronik miliknya karena ketika menggunakannya ia mendengar bisikan suara manusia yang mengatakan Itu Milikku padahal barang tersebut milik pasien lalu barang-barang tersebut dibanting dan dihancurkan olehnya karena kesal mendengar suara-suara tersebut.

Pasien juga mengatakan tubuhnya tersebut bukan miliknya. Pasien tidak mau makan dan minum obat karena merasa minum atau tidak itu sama saja karena hal itu sudah ketentuan dari Allah, serta kekuatan yang dimiliki pasien dapat pasang surut karena hal itu. Pasien mengaku bahwa selalu merasa ingin marah dengan orang sekitar tetapi pasien tahu bahwa hal itu tidak baik.

RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA


1. Gangguan Psikiatri Pasien sudah 5x dirawat inap di RSJD Surakarta: Oktober 2007, dirawat selama 6 bulan karena pasien diam dan tidak mau makan. November 2009, dirawat selama 2 minggu, penyebab dirawat karena pasien diam dan sulit tidur. Februari 2010, dirawat selama 3 minggu, penyebab dirawat karena tingkah laku pasien yang agresif. Juli 2011, dirawat selama seminggu, penyebab dirawat karena diam terus-menerus. November 2011, dirawat karena pasien tidak mau minum obat serta membuang obatnya.

2. Gangguan Medis

Riwayat Kejang Riwayat Trauma Kepala Riwayat Penyakit Lainnya 3. Riwayat penggunaan alkohol dan zat psikoaktif lainnya

: disangkal : disangkal : disangkal

Ada, pasien pernah memakai ganja dan minum-minuman keras saat SMA tapi itu hanya sebentar

RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI


1.Prenatal dan Perinatal Lahir cukup bulan, normal, ditolong oleh dukun bayi. 2.Masa anak awal (0-3 tahun) Pasien tumbuh dan berkembang seperti anak seusianya. Selama masa ini pasien mendapat ASI yang cukup dari ibunya. 3.Masa anak pertengahan (411 tahun) Pasien tumbuh dan berkembang seperti anak usianya. Di lingkungan pasien termasuk orang yang superl dalam pergaulan.

4.Masa anak akhir (pubertas sampai remaja) Riwayat tumbuh kembang pasien pada masa ini sama seperti anak seusianya pada saat remaja banyak bergaul dan mempunyai banyak teman.

5. Masa Dewasa

Riwayat Pekerjaan
Riwayat Perkawinan Riwayat Pendidikan

Pasien pernah bekerja menjadi pedagang di Madura selama tiga tahun. Kemudian bekerja di perusahaan Ekspedisi Jakarta selama lima tahun. Setelah itu bekerja di Kalimantan beberapa bulan.

Pasien belum menikah

SD : 6 tahun, prestasi sangat baik SMP : 3 tahun, prestasi sangat baik SMA : 3tahun, prestasi cukup

Riwayat Kemiliteran Agama

Belum pernah menjalani pendidikan kemiliteran

Pasien beragama Islam sejak kecil, kurang taat beribadah

Aktivitas sosial

Pasien termasuk orang yang peduli sosial dan aktif dalam kegiatan sosial dengan lingkungan dia tinggal.

Riwayat Psikoseksual Situasi hidup sekarang Riwayat Hukum

Pasien belum pernah berhubungan dekat dengan lawan jenis.

Sekarang pasien tinggal serumah dengan ibu kandungnya dan kakak laki-laki nomor satu. Tak pernah berurusan dengan polisi karena pelanggaran hukum

RIWAYAT KELUARGA
Pasien adalah anak keenam dari tujuh bersaudara satu ayah dan satu ibu. Tidak didapatkan riwayat sakit serupa pada keluarga.

Genogram:

Keterangan gambar : : tanda gambar untuk jenis kelamin laki-laki : tanda gambar untuk jenis kelamin perempuan : tanda gambar yang menunjukkan pasien : tanda gambar yang menunjukkan telah meninggal

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL


Gambaran Umum
Penampilan : seorang laki-laki, tampak sesuai umur, dan perawatan diri kurang.

Perilaku dan aktivitas psikomotor : Normoaktif, kontak mata adekuat.


Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif.

Kesadaran
Kuantitatif : compos mentis Kualitatif : berubah.

Pembicaraan
Kualitas:spontan, menjawab semua pertanyaan, jawaban relevan dengan pertanyaan, intonasi cukup, volume suara sedang, artikulasi jelas. Kuantitas : cukup. Hendaya berbahasa : tidak ada

Mood dan Afek


Mood

Eutimik

Afek

Appropriate Appropriate Tidak dapat dirabarasakan

Keserasian

Empati

Proses Pikir
Bentuk pikiran Isi pikiran : non realistik :

Waham kebesaran Pasien mempunyai kekuatan menyelamatkan dunia dan bisa membuat orang meninggal. Waham kendali Delution of insertion ;pasien menyatu dengan kakak dan ibunya. Delution of influence ; pasien dimasuki kekuatan dari alam gaib. - Progresi pikiran : logorea

Persepsi
Halusinasi Ilusi Depersonalisasi : auditorik (+) ,visual (+) : (-) : (+)

Kesadaran dan Kognisi Orientasi : baik Daya ingat : baik Konsentrasi dan perhatian : baik Kemampuan visuospasial : baik Pikiran abstrak : baik Intelegensia dan kemampuan informasi: baik Kemampuan menolong diri sendiri : baik

Daya Nilai danTilikan :


Daya nilai sosial Uji daya nilai Penilaian Realita Tilikan diri terhadap penyakitnya. : baik : baik : terganggu : Derajat 2, ambivalensi

Pengendalian Impuls : baik. Taraf dapat dipercaya : Secara keseluruhan informasi di atas dapat dipercaya.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT


Status Neurologikus Dalam batas normal

Status Internus
Dalam batas normal

Laboratoriu
Dalam batas normal

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Datang seorang laki-laki umur 35 tahun, pendidikan SMA, dengan keluhan utama marah-marah tanpa sebab yang jelas. Pasien sering mengamuk dan tidak mau makan dan minum 3 hari. Hasil pemeriksaan status mentalis didapatkan: seorang lakilaki, tampak sesuai usia. Perawatan diri kurang, kesadaran diri kualitatif berubah, psikomotor normoaktif, mood eutimik, afek appropriate, keserasian appropriate. Halusinasi visual dan auditorik. Bentuk pikir nonrealistik, isi pikir didapatkan waham kebesaran dan waham kendali (Thought of insertion dan delution of influence),depersonalisasi (+). Kesadaran dan kognisi baik, penilaian realita terganggu, tilikan derajat 2. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal.

FORMULASI DIAGNOSTIK
Aksis I diusulkan diagnosis untuk pasien ini sebagai Gangguan Skizofrenia Paranoid (F20.0),karena ditemukan kriteria umum dari skizofrenia, halusinasi auditorik dan visual menonjol, terdapat waham kebesaran dan dikendalikan.

Diagnosis bandingnya F 22 gangguan waham menetap.

Berdasarkan riwayat premorbid, hubungan interpersonal, minat, emosional dan penggunaan waktu luang, tidak didapatkan informasi yang cukup untuk suatu gangguan kepribadian sehingga dalam diagnosis pada aksis II : Belum ada diagnosis

aksis III : Tidak ada diagnosis

aksis IV: Belum ada diagnosis

Aksis V: skala GAF saat ini : 60-51 (beberapa gejala sedang dan disabilitas sedang).

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
Aksis I : F20.0 Skizofrenia Paranoid Aksis II : Belum ada diagnosis Aksis III : Tidak ada diagnosis Aksis IV : Belum ada diagnosis Aksis V : GAF sekarang : 60-51 (beberapa gejala sedang dan disabilitas sedang).

DAFTAR MASALAH
Organobiologik : Tidak ditemukan Psikologik : -Gangguan perilaku -Gangguan proses pikir -Gangguan persepsi -Hilangnya fungsi peran, pemanfaatan waktu luang, sosial -Daya nilai realita terganggu -Tilikan diri buruk

PROGNOSIS
Hal yang meringankan :
Keterangan 1. 2. 3. 4. Onset lambat ( usia dewasa) Faktor pencetus jelas Onset akut Riwayat sosial, seksual dan pekerjaan premorbid yang baik Check List

5. 6. 7. 8.

Gangguan mood Mempunyai pasangan Riwayat keluarga gangguan mood Sistem pendukung yang baik

9.

Gejala positif

Hal yang memberatkan:


No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Keterangan Onset muda Faktor pencetus tidak jelas Onset tidak jelas Riwayat sosial, seksual dan pekerjaan pramorbid yang jelek Perilaku menarik diri dan autistic Tidak menikah, cerai, janda, duda Riwayat keluarga Skizofrenia Sistem pendukung yang buruk Gejala negative Tanda dan gejala neurologis Tidak ada remisi dalam tiga tahun Banyak relaps Riwayat trauma perinatal Check List

Qua ad vitam Qua ad sanasionam Qua ad fungsionam

: bonam : dubia ad malam : dubia ad malam

RENCANA PENGOBATAN LENGKAP


Psikofarmaka:

Risperidon 2 x 2 mg.
Psikoterapi :
Psikoterapi suportif pada pasien untuk memotivasi ketaatan minum obat, pemanfaatan waktu luang dan ADL. Psikoedukasi pada keluarga tentang gejala penyakit, pengobatan dan prognosis untuk mendukung perbaikan pasien.

XI. TIME TABLE

2006

2007

2008

2009

2010

2011

1. Pasien mulai muncul gejala

2. Periksa ke RSJ dan rutin kontrol

Dirawat di RSJ dari tanggal 17-102007 sampai 12-4-2008 karena terus menerus diam

Pasien hanya kontrol sekali

Pasien dirawat dari tanggal 1411-2009 sampai 2811-2009 karena terus menerus diam

1.Pasien kontrol rutin tetapi tidak mau meminum obat. 2.Kegiatan pasien membantu ibu dan membersihkan rumah

Pasien dirawat dari tanggal 10-2-2010 sampai 4-3-2010

Pasien dirawat dari tanggal 22-72011 sampai 3-42011 Akhir tahun 2011 dirawat mulai 1010-2011 sampai sekarang karena pasien tidak mau makan dan minum serta membuang obat

3. 4 bulan dari bulan FebruariJuni tidak kontrol

I. GAF
100-91

KRONOLOGIS PENYAKIT

60-51

0
2006 pasien berguru ilmu perubah an perilaku pasien 2006-2007 pasien kontrol rutin ke psikiater. Hal auditorik & visual, waham kebesaran 2007-2011 pasien dirawat di RSJ sebanyak 5 kali Diam, tidak mau minum obat, Sulit tidur, hal auditorik, visual, waham kebesaran. 10 Nov 2011 Pasien diam dan tidak mau minum obat,waham kebesaran, dikendalikan. 3 Des 2011 Pasien diam dan tidak mau minum obat,waham kebesaran, dikendalikan.

TERIMA KASIH