Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM PRODUKSI TERNAK UNGGAS pengenalan pakan unggas

Disusun Oleh :

Kelompok 4 Rangga Yusnan Iqbal Deriany Novienara Indri Nurfitriani Fitriani Laksanawati Indri Ardianie Suzan Ridho Fabrianto Siti Aisyah Zahra Yudhistira Hamzah Nugraha 200110110216 200110110220 200110110231 200110110240 200110110247 200110110252 200110110256 200110110258

LABORATORIUM PRODUKSI TERNAK UNGGAS FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN SUMEDANG 2013

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.. i DAFTAR ISI. ii I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.. 1 1.2 Maksud dan Tujuan 1 1.3 Waktu dan Tempat1 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 AlatPencernaan 2 2.2 Alat Alat Accesorius 4 2.3 Sistem Reproduksi.. 5 III. ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA 3.1 Alat. 9 3.2 Bahan 9 3.3 Prosedur kerja... 9 IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan. 10 4.2 Pembahasan 11 V. KESIMPULAN...................................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum produksi ternak unggas yang berjudul pengenalan pakan unggas . Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan matakuliah produksi ternak unggas. Dalam Penulisan laporan raktikum ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan praktikum produksi tenak unggas. Semoga laporan praktikum ini bermanfaat khususnya buat kelompok kami dan umumnya untuk kita semua. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun terhadap ternak tersebut. Mengenali bahan pakan adalah sebagai kewajiban bagi setiap mahasiswa yang berada di fakultas peternakan. Pentingnya bahan pakan khususnya untuk ternak merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk kita tidak mempelajarinya. Tingginya konsumsi ternak terhadap pakan membuat para peternak unggas mencari alternative pakan selain jagung dan dedak pada umumnya. Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein,sumber energi,mineral,dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada disekitar kita baik dalam bentuk bungkil maupun limbah dari pertanian dan limbah dari pengolahan tempe dan tahu. Kebutuhan protein hewani yang kian meningkat, harus diikuti dengan peningkatan produksi ternak unggas sebagai salah satu sumber protein hewani, sebagai upaya untuk mencapai swasembada daging ayam 2014. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak unggas diantaranya dengan perbaikan kualitas bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan kualitas kesehatan ternak. 1.2 Maksud dan Tujuan Mengetahui mengenai jenis-jenis pakan unggas Mengetahui pengujian dasar kualitas pakan unggas secara fisik

1.3 Waktu dan Tempat Hari/Tanggal : Rabu/28 Maret 2013 Waktu Tempat : Pukul 15.00-17.00 : Laboratorium Produksi Ternak Unggas

II TINJAUAN PUSTAKA

III ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA

3.1 Alat dan Bahan Alat: Baki atau Nampan Stoples Plastk

Bahan: jagung Dedak Bungkil kelapa Bungkil kedele Tepung ikan Tepung tulang Grit 3.2 Prosedur Kerja Memperhatikan dan mengamati setiap sampel bahan pakan unggas yang tersedia dalam baki atau nampan. Melakukan uji fisik melalui indera dengan cara diraba, dicicipi, dicium dengan hidung, dan dilihat warna dari bahan pakan tersebut. Menulis nama bahan pakan dan memberikan keterangan pada tabel yang disdiakan mengenai warna, bau, tekstur, dan rasa.

IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan Nama Pakan Bungkil jagung Dedak Bungkil kedele Bungkil kelapa Tepung ikan Kulit kerang Premix Minyak kelapa Warna Kuning muda Krem Krem Bau Jagung Beras Bungkil kedele Hitam Kelapa gosong Krem kecoklatan Putih keabuabuan Putih kekuningan kuning Minyak Obat Agak pahit Hambar Cair Serbuk kasar Khas pasir Hambar Kasar Ikan asin Hambar Serbuk halus Hambar Serbuk kasar Rasa Tawar Tawar Tawar Tekstur Serbuk kasar Serbuk kasar Serbuk kasar

4.2 Pembahasan Bungkil jagung Bungkil jagung merupakan bahan pakan kaya akan karoten sebagai sumber energi, bersifat palatibilitas pada ternak serta rendah serat kasarnya. Penggunaan dalam ransum dapat diberikan antara 40-50% tergantung dari tujuan pemeliharaan ternak tersebut. Perkiraan penggunaan maksimal jagung dalam ransum adalah 5060%. Jagung digunakan dalam jumlah besar dalam penyusunan ransum karena jagung merupakan sumber energi yang baik. Kandungan energi metabolisnya sebesar 3370 kkal. Dedak Dedak padi merupakan lapisan sebelum biji hasil ikutan penggilingan padi yang jumlahnya sekitar 11% dari padi yang digiling. Pemanfaatan dedak sebagai

bahan pakan ternak sudah umum dilakukan. Kandungan gizi dedak padi sangat bervariasi tergantung dari jenis padi dan jenis mesin penggiling. Di samping itu, pada saat dedak sulit didapat, seringkali dedak dicampur dengan sekam yang digiling. Sekam yang berlebih dapat membahayakan ternak yang memakannya. Hal ini sudah pasti mempengaruhi kualitas atau nilai gizi dedak tersebut, terutama menyebabkan kadar serat kasar yang tinggi. Secara umum, penggunaan dedak dalam ransum broiler tidak disarankan melebihi 10% dan dalam ransum ayam petelur 20% . Adanya zat antinutrisi myoinositol (asam phytat) di dalam dedak dapat menghambat ketersediaan mineral ransum bagi ternak. Penggunaan dedak yang tinggi dapat menyebabkan penurunan produksi, namun, pertimbangan ekonomis mungkin lebih menguntungkan bila menggunakan kadar dedak yang tinggi dalam ransum. Bungkil kedele Bungkil kedele merupakan sumber protein yang cukup tinggi terutama untuk protein kasarnya sehingga kurang baik jika diberikan terlalu banyak. Bungkil kedele mengandung beberapa penghambat tripsin. Penghambat tripsin ini (anti tripsin) tidak tahan panas sehingga bungkil kedele yang mengalami proses pemanasan terlebih dahulu tidak menjadi masalah dalam penyusunan ransum untuk unggas. Kualitas bungkil kedele ditentukan oleh cara pengolahan. Pemanasan yang terlalu lama dapat merusak kadar lisin. Bungkil kelapa Bungkil kelapa mengandung protein yang cukup tinggi (sekitar 22%). Pemanfaatan bahan ini dalam ransum ayam sudah lama dilakukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi batas penggunaan bungkil kelapa dalam ransum ayam adalah rendahnya kandungan asam amino, terutama lisin, kandungan serat kasar yang tinggi dan kandungan aflatoksin yang cukup tinggi, penggunaan bungkil kelapa hingga 40% dalam ransum ayam broiler atau petelur dapat dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan asam amino dalam ransum. Batas penggunaan bungkil kelapa dalam ransum ayam adalah kurang dari 30%.

Tepung ikan Tepung ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk unggas karena mengandung asam-asam amino esensial dan sumber utama dari lisin dan methionin. Tepung ikan yang tidak rusak disebabkan oleh pengolahannya yang mengandung energi metabolis yang tinggi.kandungan proteinnya 54% dan penggunaan dalam ransumnya 5%. Kulit kerang Tepung kulit kerang sebagai sumber Ca yang paling umum digunakan dalam pakan unggas. Kandungan Ca sebesar 37-39%. Kulit kerang banyak dijumpai dan harganya murah. Penggunaan dalam pakan ayam biasanya tidak lebih dari 1%. Premix Premix adalah sebutan untuk suatu suplemen vitamin, mineral, asam amino dan antibiotic. Merek dagangnya antara lain Premix-A, Top Mix, Vitramix Poultry Plus, Viterna, Mineral Mix dan Rhodiamix Minyak kelapa Untuk membantu kadar energi dalam pakan, digunakan sumber energi pendukung yang berasal dari minyak, bisa dari hewan ataupun dari tumbuhan. Penggunaan minyak ini dapat membantu meningkatkan palatabilitas (cita rasa pakan), membantu penyerapan vitamin (A, D, E, K) dan meningkatkan efisiensi penggunaan pakan (makanan akan lebih lama berada dalam saluran pencernaan). Karena kadar lemaknya tinggi, penggunaan minyak juga akan menimbulkan masalah, seperti ketengikan, gangguan saluran pencernaan (diare) dan penimbunan lemak tubuh. Oleh karena itu, penggunaan minyak tidak boleh terlalu banyak (maksimal 5%).

V KESIMPULAN

Untuk membuat pakan unggas, banyak bahan lokal yang dapat digunakan. Pembuatan pakan harus memperhatikan ketersediaan bahan, kandungan gizi (kualitas) bahan, kebutuhan gizi ternak dan harga bahan itu sendiri. Pembuatan ransum oleh peternak biasanya sangat sederhana dengan menggunakan prinsip coba-coba. Kerjasama antara peternak dengan instansi terkait diperlukan agar peternak dapat membuat ransum yang baik (cukup gizi dan harga murah).

DAFTAR PUSTAKA http://peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/wartazoa/wazo91-3.pdf diakses pada tanggal 30 Maret 2013 pukul 08.58 http://books.google.co.id/books?id=jw1sBW1BpH0C&pg=PA69&lpg=PA69&dq=pen ggunaan+kulit+kerang+pada+pakan+unggas&source=bl&ots=KM9FwyGlp&sig=3psyvEnvqN5 tLVi0oPu04d9MG2g&hl=id&sa=X&ei=u1lWUfmSB4ntrQfPp4CgAg&redir_esc=y#v=onepage& q=penggunaan%20kulit%20kerang%20pada%20pakan%20unggas&f=false diakses pada tanggal 30 Maret 2013 pukul 10.39