Anda di halaman 1dari 3

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI


Jalan Jenderal A Yani Telepon (021) 4890308
Jakarta - 13230 Faksimili (021) 4890871
Kotak pos 108 Jakarta – 10002 www.beacukai.go.id
__________________________________________________________________________________________

Yth. 1. Sekretaris, Para Direktur dan 17 November 1999


Kepala Pusat Pengolahan Data dan Informasi
2. Para Kepala Kantor Wilayah
3. Para Kepala Kantor Pelayanan
(1-3) di dingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

SURAT EDARAN
NOMOR: SE- 29 /BC/1999

TENTANG

PETUNJUK PERLAKSANAAN PENYELESAIAN


BARANG YANG DIIMPOR KEMBALI

Sehubungan dengan telah diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia


Nomor : 133/KMK.05/1997 tentang Pembebasan Atau Keringanan Bea Masuk Dan Cukai
Atas Impor Kembali Barang Yang Telah Dikspor, dan mengingat :

a. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 450/KMK.04/1997 tanggal 26


Agustus 1997 tentang Penunjukan Pemungut Pajak Penghasilan Pasal 22, Sifat dan
Besarnya Pungutan Serta Tatacara Penyetoran Dan Pelaporannya Sebagaimana Telah
dirubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor :
444/KMK.04/1999 tanggal 7 September 1999;
b. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 615/KMK.01/1997 tanggal 1
Desember 1997 tentang Pembebasan Dan Pemgembalian Bea Masuk Dan/Atau Cukai
Serta Pajak Pertambahan Nilai Dan Pajak Penjualan Barang Mewah Tidak Dipungut
Atas Impor Barang Dan/Atau Bahan Untuk Diolah, Dirakit Atau Dipasang pada barang
lain Dengan Tujuan Untuk Diekspor Dan Pengawasanya ;
c. Keputusan Menteri Keuangan Repubklik Indonesia Nomor : 132/KMK.04/1999 tanggal 8
April 1999 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai Dan Pajak Penjualan Barang
Mewah Atas Impor Barang Kena Pajak Yang Dibebaskan Dari Pemungutan Bea Masuk ;
d. Surat Direktur Jenderal Pajak Nomor : S-2234/PJ.52/1999 tanggal 7 September 1999
Perihal PPN Dan PPh Atas Barang Impor Kembali (Reimpor);

maka dipandang perlu untuk mengatur kembali petunjuk pelaksanaan dalam Surat Edaran
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-07/BC/1998 Tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyelesaian Barang Yang diimpor Kembali, yang disempurnakan dengan Surat Edaran
Direktur Jenderal Bea Dan Cukai Nomor : SE-27/BC/1998 tanggal 5 Juni 1998 sebagai
berikut:
1. Pengertian

Barang yang diimpor kembali adalah

1.1. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dengan kualitas yang sama;
1.2. barang yang telah diekspor untuk keperluan perbaikan kemudian diimpor kembali;
1.3. barang yang telah diekspor untuk keperluan pengerjaan kemudian diimpor kembali;
1.4. barang yang telah diekspor untuk keperluan pengujian kemudian diimpor kembali;

2. Tatacara Pengajuan Barang Yang Diimpor Kembali

Permohonan untuk mendapatkan perlakuan sebagai barang impor kembali yang


mendapatkan pembebasan atau keringanan bea masuk dan cukai diajukan kepada
Kepala Akntor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) tempat impor kembali dengan
melampirkan :

2.1. Fotokopi PEB atau bukti ekspor bagi yang tidak wajib PEB yang telah
ditandasahkan oleh pejabat hanggar tempat ekspor atau pejabat lainnya yang
ditunjuk;
2.2. Surat Keterangan dari KPBC tempat Ekspor yang menjelaskan bahwa barang
tersebut telah diekspor dan belum pernah diimpor kembali melalui KPBC yang
bersangkutan, dalam hal KPBC tempat impor kembali berbeda dengan KPBC
tempat ekspor;
2.3. Fotokopi Laporan Pemeriksaan surveyor (LPS) ekspor untuk barang ekspor yang
mendapatkan fasilitas pembebasan atau pengembalian dari Bapeksta Keuangan;
2.4. Invoice yang mencantumkan harga barang (parts) yang diganti dan/atau ongkos
perbaikan/pengerjaan/pengujian, khusus untuk barang sebagaimana tersebut pada
angka 1.2 sampai dengan 1.4;
2.5. Fotokopi Izin Ekspor untuk Diimpor Kembali dari KPBC tempat ekspor, khusus
untuk barang sebagaimana tersebut pada angka 1.2 sampai dengan 1.4;
2.6. Nota Pemeriksaan fisik Barang Ekspor, untuk barang ekspor yang nyata-nyatakan
diimpor kembali.

3. Terhadap barang sebagaimana tersebut pada angka 1.1. yang :

3.1. Mendapat fasilitas Bapeksta pada saat impor bahan bakunya :

3.1.1. Diwajibkan menyerahkan jaminan sebesar pungutan bea masuk, cukai, PPN,
PPnBM, dann PPh Pasal 22 dengan nilai pabean dan tarif barang jadi;
3.1.2. Jaminan dikembalikan apabila dalam waktu 6 (enam) bulan barang telah
diekspor kembali;
3.1.3. Jaminan dicairkan apabila dalam waktu 6 (enam) bulan barang tidak diekspor
kembali.

3.2. Tidak Mendapat fasilitas Bapeksta pada saat impor bahan bakunya :

3.2.1. Dibebaskan dari pungutan bea masuk dan cukai;


3.2.2. Dipungut PPN dan PPnBM;
3.2.3. Dipungut PPh Pasal 22, kecuali yang diimpor kembali untuk diperbaiki,
rekondisi atau modofikasi diwajibkan menyerahkan jaminan;
3.2.4. Jaminan dikembalikan apabila dalam waktu 6 (enam) bulan barang telah
diekspor kembali;
3.2.5. Jaminan dicairkan apabila dalam waktu 6 (enam) bulan barang tidak diekspor
kembali;
3.3. Diekspor untuk keperluan permanen, pertunjukan, perlombaan, pengerjaan proyek
atau pegemas kemudian diimpor kembali, dibebaskan dari pungutan bea masuk,
cukai, PPN, PPnBM dan PPh Pasal 22, sepanjang pada waktu ekspornya
dinyatakan akan diekspor kembali, dan dilakukan pemeriksaan fisik barang, tanpa
perlu melampirkan surat Keterangan Bebas PPN dan PPh Pasal 22, apabila tidak
ada penambahan jumlah dan/atau jenis barang.

4. Terhadap barang sebagaimana tersebut pada angka 1.2 sampai dengan 1.4 :

4.1. Dipungut bea masuk, cukai, PPN, PPnBM, dann PPh Pasal 22;
4.2. Nilai pabean untuk perhitungan bea masuk dan pajak adalah nilai pabean dari
bagian (parts) yang diganti dan/atau biaya perbaikan/pengerjaan/pengujian,
ditambah freight dan asuransi pengangkutan barang tersebut dari luar negeri ke
pelabuhan tujuhan (CIF);
4.3. Tarif adalah tarif pos dari barang yang bersangkutan dalam keadaan jadi, bukan
tarif pos dari bagian (parts) yang diganti.

5. Penyelesaian Impor Kembali

Untuk penyelesaian kewajiban pabean atas barang ekspor yang diimpor kembali,
Importir menbuat PIB yang dilampiri bukti ekspor dan dokumun-dokumen yang
diperlukan sebagaimana tersebut dalam butir 2, kemudian menyerahkannya ke Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai Tempat impor kembali untuk diproses berdasarkan
Keputusan direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : KEP-15/BC/1999 tanggal 24 maret
1999

6. Lain-lain

6.1. Surat Edaran ini mulai berlaku sejak dikeluarkan;


6.2. Dengan berlakunya Surat Edaran ini, maka surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan
Cukai Nomor : SE-07/BC/1998 tanggal 13 Maret 1998 jo. Surat Edaran Nomor : SE-
27/BC/1998 tanggal 5 Juni 1998 dinyatakan tidak berlaku lagi.

Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Direktur Jenderal,

Ttd.

DR. R. B. PERMANA AGUNG D., M.Sc.


NIP. 060044475