Anda di halaman 1dari 3

Kompas.

Com Page 1 of 3

Print Send Close

Tak Ada Relokasi Besar- besaran


Rabu, 1 April 2009 | 02:38 WIB
Jakarta, Kompas - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan,
pemerintah akan kembali membangun Situ Gintung agar
lebih aman bagi warga sekitar dan diharapkan selesai
Oktober 2009. Pemerintah memastikan, tidak akan ada
relokasi besar-besaran untuk warga yang menjadi korban
bencana.

”Tidak akan ada relokasi besar-besaran. Rakyat bisa


membangun kembali rumahnya, tetapi harus sesuai dengan
tata ruang. Soal tata ruang, pemerintah daerah dan
Departemen Pekerjaan Umum yang akan menentukannya,”
Kompas/Wisnu Widiantoro
Petugas melakukan pengasapan di lokasi bencana banjir ujar Kalla seusai rapat koordinasi di Sekolah Polisi Wanita,
bandang akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).
Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (31/3). Pengasapan
dilakukan untuk mematikan nyamuk sehingga penyakit
demam berdarah tidak mewabah di lokasi tersebut. Dalam rapat diputuskan juga bantuan pemerintah kepada
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga
menyemprotkan cairan disinfektan untuk mencegah keluarga korban. Besar bantuan disesuaikan dengan
mewabahnya berbagai jenis penyakit pascabencana.
bantuan pemerintah kepada korban bencana selama ini.
Untuk keluarga yang rumahnya hancur atau rusak berat,
besar bantuan maksimal Rp 30 juta, rusak menengah maksimal Rp 15 juta, dan rusak ringan Rp 5 juta.

Pembangunan kembali Situ Gintung akan dilakukan Departemen Pekerjaan Umum dengan konstruksi tanggul dari beton
agar aman dan tidak berbahaya bagi warga sekitar. Keberadaan situ sebagai kawasan penyangga dipertahankan dengan
membuat saluran selebar 5 meter untuk mengalirkan air ke Kali Pesanggrahan.

Daerah sempadan

Menurut Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, bangunan-bangunan di atas daerah sempadan, atau yang berada kurang
dari 50 meter dari titik pasang tertinggi situ, akan direlokasi. Adapun korban bencana yang tinggal di luar garis sempadan
disiapkan bantuan perbaikan rumah sesuai ketentuan. Pemanfaatan lahan di kawasan Situ Gintung akan dikembalikan
sesuai dengan kebijakan tata ruang yang berlaku. Di antaranya pemanfaatan daerah sempadan Situ Gintung dan
sempadan Kali Pesanggrahan. Sesuai dengan peraturan daerah, sempadan tidak boleh digunakan mendirikan bangunan
permanen ataupun tempat usaha.

Warga yang sebelumnya bertempat tinggal di daerah sempadan akan direlokasi. ”Konsekuensinya memang harus ada
warga yang pindah, tetapi hanya sebagian dan hanya bangunan yang berdiri di daerah terlarang,” kata Atut.

Soal pengungsi, dalam waktu dekat mereka akan dipindahkan. Pemerintah segera memindahkan 650 pengungsi ke
Wisma Kertamukti. Lokasi wisma juga tidak jauh dari rumah mereka sebelumnya.

http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2009/04/01/02383232/Tak.Ada.Relokasi.Besar-.besara
... 4/2/2009
Kompas.Com Page 2 of 3

Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan M Shaleh menambahkan, kapasitas Wisma Kertamukti sekitar 700 orang. ”Wisma
itu sebenarnya masih menjadi sengketa Pemprov Banten dan Pemprov Jawa Barat. Tetapi saya kira Jabar mengizinkan
wisma itu digunakan untuk penampungan sementara pengungsi.”

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Masitoh mengatakan, pihaknya memberikan waktu satu minggu
kampusnya digunakan untuk penampungan sementara.

”Kampus UMJ harus menjalankan fungsi akademik setelah dibersihkan dari lumpur.”

Sementara itu, warga yang kehilangan sertifikat tanah karena bencana, kata Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN)
Joyo Winoto, bisa mengurus ke BPN terdekat tanpa dipungut biaya. ”Warga pemilik sertifikat tanah yang dipindahkan
akan mendapat kompensasi karena hak atas tanahnya diubah karena tata ruang baru,” ujar Joyo.

Tim forensik

Tim Forensik Mabes Polri bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan, kemarin, turun ke lokasi kejadian untuk
mencari penyebab runtuhnya tanggul Situ Gintung. Menurut Kepala Satuan Reskrim dan Narkoba Polres Metro Jakarta
Selatan Komisaris Dodi Darmawan, selain mencari penyebab longsor, kehadiran Tim Forensik juga untuk mengamankan
lokasi bencana.

Hingga Selasa sore, data jumlah pengungsi dan orang yang hilang masih simpang siur. Data di Posko UMJ tercatat
hanya tersisa 14 orang yang hilang, sementara di Posko Polda Metro Jaya yang terletak di STIE Achmad Dahlan masih
enam orang yang dicari. Keenam orang itu adalah Wulan Megawati (25), Rizki (27), S Gunawan (53), Citta V (11),
Burhanudin (40), dan Lala Anggraeni (29).

Namun, menurut Rahmat Salam, Kepala Posko Pusat UMJ, Kelurahan Cirendeu, melaporkan masih ada 14 warga ber-
KTP Cirendeu yang belum diketahui keberadaannya. Posko Pusat UMJ masih mencatat 91 laporan warga yang mencari
anggota keluarganya. ”Hari ini ada 21 laporan yang menyatakan keluarganya sudah ditemukan,” ujar Rahmat.

Lokasi itu juga diserbu pemulung yang mengais sampah dan reruntuhan. Karena itu, beberapa akses masuk dijaga ketat.

Sementara itu, sesosok jenazah yang ditemukan tim SAR gabungan pencari korban jebolnya tanggul Situ Gintung,
hingga Selasa pukul 19.30, masih tertahan di kamar jenazah RS Cipto Mangunkusumo. Tak diketahui mengapa jenazah
itu menyasar ke sana karena, sejak kejadian, jenazah korban bencana itu dibawa ke RS Fatmawati.

Ketua Tim Disaster Victim Identification atau DVI fase II (untuk kamar jenazah) dr Aji Kadarmo juga tak mengetahui
penyebabnya.

Sesosok jenazah berjenis kelamin perempuan berusia 20-25 tahun dalam kondisi kurang baik lagi itu ditemukan di Kali
Pesanggrahan. Tertahannya jenazah itu mengecewakan keluarga korban petaka yang memburu informasi ke kamar
jenazah begitu mendengar ada penemuan jenazah.

Pertanyaan senada datang dari Heru, kawan dekat keluarga Oscar Anwar yang bersama mencari istri Oscar, Eti (50). ”Ini
aneh kenapa jenazah bisa ke RSCM. Kami tidak mau kalau jenazah keluarga kami dijadikan bahan observasi,” ujar Heru.
(INU/KSP/COK/ARN/NTA/TRI/PIN)

http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2009/04/01/02383232/Tak.Ada.Relokasi.Besar-.besara
... 4/2/2009
Kompas.Com Page 3 of 3

Dapatkan artikel ini di URL:


http://entertainment.kompas.com/read/xml/2009/04/01/02383232/Tak.Ada.Relokasi.Besar-.besaran

http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2009/04/01/02383232/Tak.Ada.Relokasi.Besar-.besara
... 4/2/2009