Anda di halaman 1dari 1

Kompas.

Com Page 1 of 1

Print Send Close

Hindari Sumber Air yang Tercemar


Rabu, 1 April 2009 | 03:38 WIB
Jakarta, Kompas - Guru besar bidang kesehatan lingkungan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof
Haryoto Kusnoputranto, menyatakan, pascabencana jebolnya tanggul Situ Gintung, para pengungsi dianjurkan
menghindari penggunaan sumber-sumber air yang tercemar.

”Pascabencana, sumber-sumber air sudah tercemar limbah rumah tangga, lumpur, dan bahan-bahan lain yang
mengandung berbagai kuman,” kata Haryoto. Karena itu, beberapa penyakit yang menular melalui air seperti diare perlu
diwaspadai. Apalagi, para korban mengungsi di satu lokasi sehingga rentan tertular.

Untuk mencegah munculnya beberapa penyakit infeksi, Haryoto menekankan pentingnya penyediaan air bersih dalam
jumlah besar.

”Lebih baik ketersediaan air bersih dalam jumlah besar terjamin daripada ketersediaan air minum tetapi berjumlah
terbatas. Ketentuan air layak minum lebih ketat daripada air bersih,” kata Haryoto. Sebab, ketersediaan air bersih sangat
penting untuk menjaga kesehatan lingkungan.

Rata-rata kebutuhan air bersih per orang setiap hari diperkirakan mencapai 100-150 liter untuk berbagai keperluan rumah
tangga, mulai dari minum, memasak, mandi, hingga mencuci.

”Kebutuhan air bersih penduduk di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat di daerah pedesaan,”
ujarnya.

Langkah antisipasi

Kemudian dilanjutkan pendeteksian kebocoran bendungan di Jawa Timur dan Jawa Barat. ”Itu adalah cikal bakal
teknologi tracer di dalam sumber daya air di Indonesia,” ujarnya. (EVY/YUN)

Dapatkan artikel ini di URL:


http://entertainment.kompas.com/read/xml/2009/04/01/03383614/hindari.sumber.air.yang.tercemar

http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2009/04/01/03383614/hindari.sumber.air.yang.tercema
... 4/2/2009